Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL) serta Istilah Pentingnya

Posted on
Share artikel ini

Pernahkah Anda kesulitan mengirimkan barang dalam volume sangat besar atau bobot yang luar biasa berat, terutama ke lokasi yang jauh atau antar pulau? Menggunakan jalur darat atau udara untuk muatan seperti itu seringkali kurang efisien dan biayanya membengkak. Situasi ini menunjukkan betapa pentingnya peran penyedia jasa ekspedisi muatan kapal laut (EMKL) dalam rantai logistik.

Tanpa bantuan pihak yang spesialis di bidang angkutan laut, mengurus dokumen pelabuhan, proses customs, dan koordinasi logistik bisa sangat memusingkan dan memakan waktu. Bisnis Anda mungkin menghabiskan banyak energi hanya untuk memastikan pengiriman laut berjalan lancar. 

Melihat betapa krusialnya angkutan laut untuk distribusi barang skala besar di negara kepulauan seperti Indonesia, memahami apa itu ekspedisi muatan kapal laut (EMKL) menjadi sangat penting.

starsKey Takeaways
  • Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL) adalah perusahaan logistik dengan izin resmi dari pemerintah yang bertugas mengurus pengiriman barang khusus melewati jalur laut.
  • EMKL berperan sebagai perantara antara pemilik barang dan perusahaan pelayaran, mengelola dokumen, serta memfasilitasi pengiriman barang melalui jalur laut.
  • Manfaat menggunakan EMKL yaitu mengurangi biaya, meningkatkan kapasitas muatan kapal, dan mempermudah pengelolaan dokumen serta prosedur pelabuhan.
  • Software logistik ScaleOcean membantu perusahaan memantau proses pengantaran dari satu sistem terintegrasi.

Coba Demo Gratis!

requestDemo

1. Apa itu Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL)

Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL) adalah perusahaan logistik yang memang punya izin resmi dari pemerintah khusus untuk mengurus pengiriman barang lewat jalur laut atau cargo laut. Mereka adalah spesialis di bidang tersebut yang menghubungkan pengirim dengan layanan kapal.

Peran utama EMKL adalah sebagai jembatan atau perantara antara pemilik barang (pengirim atau penerima) dengan pihak pelayaran atau kapal. Mereka yang akan mengkoordinasikan seluruh proses jasa pengiriman barang lewat kapal laut. EMKL mengurus berbagai dokumen dan aktivitas yang kompleks di pelabuhan. Tugas ini juga mencakup mitigasi risiko dan pemahaman atas regulasi maritim yang rumit, seperti kasus kerugian bersama.

Tujuan utama EMKL adalah mempermudah proses bagi klien, sehingga pemilik barang tidak perlu berurusan langsung dengan kerumitan operasional. Namun, pengirim tetap harus memenuhi syarat pengiriman kapal laut agar dokumen dan administrasi di pelabuhan dapat diproses oleh pihak ekspedisi tanpa hambatan teknis.

2. Apa Peran Ekspedisi Muatan Kapal Laut dalam Industri Logistik?

Apa Peran Ekspedisi Muatan Kapal Laut dalam Industri Logistik?

Peran ekspedisi muatan kapal sangat penting untuk membantu ekosistem logistik yang luas. EMKL juga memiliki fungsi sebagai penghubung elemen dalam rantai pasok yang melibatkan angkatan laut. Bagian ini menjelaskan peran atau fungsi ekspedisi muatan kapal laut:

a. Menjembatani Hubungan Bisnis

EMKL penghubung utama antara pemilik barang dengan pihak perusahaan pelayaran atau operator kapal. Mereka membantu menerjemahkan kebutuhan klien menjadi pemesanan dan pengaturan sesuai dengan jadwal kapal.

b. Mengelola Dokumen dan Prosedur Pelabuhan

Menangani semua dokumen dan prosedur yang rumit di pelabuhan dan bea cukai adalah peran penting dari EMKL. Mereka menyiapkan dan memproses, bill of lading, izin keluar/masuk pelabuhan, dan persyaratan lainnya.

c. Mengintegrasikan Transportasi Darat dan Laut

Ekspedisi muatan kapal laut berperan mengintegrasikan pergerakan barang dari darat ke laut atau sebaliknya. Mereka mengatur transportasi darat dari gudang pengirim ke pelabuhan dan dari pelabuhan ke gudang penerima.

Setelah barang “departed from transit“, proses pengiriman akan berlanjut dengan transportasi darat menuju tujuan akhir, menciptakan alur pengiriman yang mulus dari titik asal hingga tujuan akhir.

d. Memberikan Keahlian Spesialis

Tim di EMKL memiliki pengetahuan tentang seluk-beluk pengiriman laut dan regulasinya. Mereka mengetahui rute pelayaran terbaik, tarif, dan cara mengatasi potensi masalah di pelabuhan. Klien memanfaatkan keahlian ini untuk mendapatkan pengiriman yang efektif dan efisien.

e. Meningkatkan Efisiensi Proses

Mengambil alih tugas di pelabuhan dan mengoordinasikan berbagai pihak, EMKL meningkatkan efisiensi pengiriman bagi klien. Mereka memastikan barang terkirim sesuai laycan dan laytime, serta memenuhi semua persyaratan yang ada.

3. Apa Keuntungan Menggunakan Ekspedisi Muatan Kapal Laut?

Setelah tahu apa itu ekspedisi muatan kapal laut dan perannya, sekarang kita lihat apa saja keuntungan yang akan dirasakan bisnis Anda dengan menggunakan jasa EMKL ini. Berikut penjelasan lebih lengkapnya:

a. Efisiensi Biaya yang Signifikan

Salah satu keuntungan terbesar menggunakan ekspedisi muatan kapal laut adalah biayanya yang relatif lebih rendah. Untuk lebih memahami komponen biaya yang terlibat dalam pengiriman laut, termasuk tarif angkut dan biaya tambahan.

Hal ini karena ocean freight adalah metode pengiriman yang efisien untuk barang dengan volume besar dan berat, sehingga mampu menekan biaya logistik secara signifikan dibanding moda transportasi lain seperti udara atau darat.

Terutama untuk pengiriman barang dalam jumlah besar, berat, atau bulky, angkutan laut jauh lebih hemat dibanding udara atau bahkan darat untuk jarak jauh antar pulau atau negara. Ini bisa menekan biaya logistik perusahaan Anda secara drastis.

b. Kapasitas Muatan yang Sangat Besar

Kapal laut punya kapasitas angkut yang luar biasa besar, mulai dari kontainer hingga kargo curah. Anda bisa mengirimkan volume barang yang masif atau alat berat yang tidak memungkinkan diangkut moda lain. EMKL memfasilitasi penggunaan ruang kargo di kapal ini secara optimal sesuai kebutuhan muatan Anda.

c. Proses Pengiriman Lebih Mudah

Mengurus pengiriman laut itu rumit, mulai dari booking hingga dokumen bea cukai. Namun dengan EMKL, prosesnya jadi lebih sederhana bagi Anda. Selain itu, transparansi mengenai sea shipping rates artinya membantu klien memahami rincian biaya pengiriman secara jelas tanpa perlu pusing mengurus detail teknisnya sendiri.

EMKL yang menangani semua detail operasional dan administrasi yang kompleks tersebut. Anda tidak perlu pusing mengurus detail teknisnya sendiri.

d. Jangkauan Pengiriman yang Luas

Angkutan laut menghubungkan pusat ekonomi melalui pelabuhan. EMKL memiliki jaringan luas untuk mengirim barang antar pulau maupun internasional. Dengan mengadopsi pola hub and spoke, distribusi kargo dapat dikonsolidasikan di pelabuhan utama sehingga jangkauan pengiriman jadi lebih efektif dan sistematis bagi perusahaan Anda.

e. Akses ke Keahlian Spesialis

Saat menggunakan jasa EMKL, Anda otomatis mendapatkan akses ke pengetahuan dan pengalaman mereka di bidang logistik maritim.

Mereka bisa memberikan saran rute terbaik, update regulasi terbaru, jenis kontainer yang cocok, dan solusi jika ada kendala tak terduga. Keahlian ini sangat berharga untuk memastikan kelancaran dan keamanan pengiriman Anda.

4. Bagaimana Proses Pengiriman Barang dengan Menggunakan EMKL?

Mengirim barang melalui ekspedisi muatan kapal laut mempermudah klien tetapi ada proses yang dilalui oleh pihak EMKL. Mereka memiliki alur kerja yang sistematis agar barang sampai tujuan dengan aman. Bagian ini akan menjelaskan lebih rinci:

a. Pemesanan dan Konfirmasi

Proses terjadi saat klien menghubungi EMKL dan memberikan detail pengiriman yang dibutuhkan. Setelah konfirmasi pemesanan, klien menyerahkan dokumen penting disebut shipping instruction. Dokumen ini berisi detail mengenai barang, alamat dan instruksi khusus.

b. Pengambilan Barang (Pickup)

Selanjutnya, EMKL mengatur pengambilan barang dari lokasi pengirim. Beberapa skema distribusi, pelanggan memanfaatkan drop point sebagai lokasi penyerahan paket sementara sebelum diangkut menggunakan truk kontainer menuju pelabuhan keberangkatan untuk diproses lebih lanjut.

c. Pengurusan di Pelabuhan Asal

EMKL mengurus semua formalitas yang diperlukan sebelum barang naik kapal seperti verifikasi dokumen ekspor, pengurusan bea cukai ekspor dan penyerahan barang ke terminal pelabuhan. Termasuk juga penyiapan fisik barang untuk dimuat ke kapal.

d. Proses Pelayaran

Setelah semuanya siap, kontainer atau barang dimuat ke atas kapal sesuai rencana pemuatan lalu berlayar ke pelabuhan tujuan. Charter party agreement juga memiliki peran penting untuk memastikan tahapan berjalan sesuai dengan perjanjian.

e. Pengurusan di Pelabuhan Tujuan

Setelah kapal berada di pelabuhan tujuan, EMKL mengambil peran untuk mengurus prosesnya. Mereka menanganni pembongkaran barang dari kapal hingga mengurus formalitas pelabuhan dan bea cukai impor.

f. Pengantaran ke Lokasi Penerima (Delivery)

Terakhir, EMKL mengatur transportasi darat setelah barang keluar dari pelabuhan tujuan. Jadwal ini harus memperhatikan memperhatikan delivery window agar kargo sampai tepat waktu di gudang penerima agar barang diterima aman oleh pihak akhir.

Untuk mendukung tahap ini, perusahaan dapat menggunakan software logistik ScaleOcean agar proses pengantaran lebih terpantau dari satu sistem. Melalui fitur pelacakan, penjadwalan, dan koordinasi armada, tim dapat mengatur pengiriman dengan lebih akurat, mengurangi keterlambatan, serta memastikan barang sampai sesuai rencana. Anda juga dapat mencoba demo gratis untuk melihat bagaimana sistem ini membantu mengelola proses delivery secara lebih efisien.

Logistik

5. Apa Saja Istilah Penting Terkait Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL)?

Dalam berinteraksi dengan penyedia jasa ekspedisi muatan kapal laut atau EMKL, Anda akan sering mendengar berbagai istilah khusus yang mungkin asing. Memahami istilah-istilah ini sangat membantu kelancaran komunikasi dan proses pengiriman barang Anda.

Istilah-istilah ini kami klasifikasikan menurut aspek tertentu, antara lain:

a. Istilah terkait Bongkat Muat Barang

Salah satu bagian penting dalam proses pengiriman laut adalah saat barang naik atau turun dari kapal di pelabuhan. Di tahap krusial ini, ada banyak istilah spesifik yang sering digunakan oleh pihak EMKL dan staf pelabuhan. Istilah-istilah ini berkaitan erat dengan kegiatan bongkar muat barang itu sendiri, antara lain:

1) Stevedoring

Proses ini memuat dan membongkar barang dari kapal ke dermaga yang dilakukan oleh pekerja pelabuhan yang dikenal stevedores atau longshoremen.

Kegiatan ini melibatkan penggunaan alat berat seperti crane, forklift, dan reach stacker untuk mengangkut barang-barang berukuran besar sekaligus berat. Proses ini menjadi bagian krusial dalam logistik karena berdampak langsung pada waktu dan biaya pengiriman.

2) Cargodoring

Cargodoring adalah layanan penanganan barang setelah proses stevedoring. Dalam proses ini, barang yang sudah diturunkan di dermaga akan diangkut dan ditata dalam gudang pelabuhan.

Tidak hanya untuk memastikan barang ditangani dengan hati-hati, cargodoring juga diperlukan agar barang disimpan di area sesuai dengan jenis barangnya dan diperiksa ulang apakah telah sesuai dengan dokumen pengiriman yang terlampir.

3) Stuffing

Proses ini bertujuan untuk mengisi kontainer dengan barang-barang yang akan dikirim. Biasanya dilakukan di gudang pengirim atau di container freight station (CFS) sebelum kontainer diangkut ke pelabuhan untuk dimuat ke kapal.

Dalam praktiknya, tim yang bertugas harus memastikan bahwa barang ditempatkan secara efisien dan aman sehingga ruang muatan kontainer dapat digunakan secara optimal supaya tidak ada kerusakan selama pengiriman.

4) Stripping

Dalam hal ini biasa dikenal sebagai unstuffing. Ini merupakan proses bongkar muatan dari kontainer setelah tiba di tujuan. Sama dengan stuffing, proses ini juga dilakukan di CFS atau gudang penerima.

Tidak hanya pembongkaran muatan, stripping juga perlu pemeriksaan, pencocokan isi kontainer dengan dokumen pengiriman, dan persiapan lanjutan untuk mengirimkan barang ke tujuan akhir.

5) Lift On Lift Off

Istilah ini merupakan bentuk layanan pengangkutan dan penurunan kontainer dari kapal menggunakan crane atau alat angkat lainnya. Proses ini ditawarkan oleh pihak pelabuhan jika kapal tidak dilengkapi dengan fasilitas pengangkatan sendiri.

Terlebih jika barang muatan berupa alat berat seperti mesin konstruksi atau peralatan industri lainnya yang perlu penanganan khusus. Tarif yang dikenakan untuk layanan ini pun beragam tergantung jenis barang yang diangkut, berat muatan, dan kompleksitas penanganan.

b. Istilah terkait Lokasi dan Fasilitas

Selain istilah terkait pergerakan barang itu sendiri, dalam proses logistik laut juga ada banyak sebutan spesifik untuk tempat-tempat atau fasilitas fisik yang terlibat. Ada istilah-istilah yang umum digunakan untuk menyebut lokasi dan bangunan krusial di area pelabuhan atau sekitarnya, yaitu:

1) Port of Loading

Hal ini merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut pelabuhan tempat barang-barang akan diangkut ke kapal. Pada tempat ini, berlangsung koordinasi berbagai pihak bisnis logistik seperti pengirim, operator pelabuhan, dan perusahaan pelayaran untuk memastikan barang diangkut dengan aman.

Efisiensi operasional di pelabuhan ini sangat diperlukan karena dapat mempengaruhi jadwal pengiriman dan biaya logistik secara keseluruhan.

2) Port of Discharge

Hal in merupakan tempat barang dibongkar dari kapal setelah tiba di tujuan akhir. Di sini, kontainer atau kargo lainnya dipindahkan dari kapal menggunakan peralatan seperti crane dan forklift, yang kemudian kontainer ditempatkan di area penyimpanan sementara seperti container yard (CY) atau langsung dibawa ke gudang penerima.

Tidak hanya itu, dokumen pengiriman juga akan diperiksa kembali sesuai izin bea cukai supaya barang bisa diproses lebih lanjut.

3) Container Yard

Container yard (CY) atau dikenal dengan terminal kontainer adalah area di pelabuhan atau terminal untuk menyimpan barang sebelum atau setelah proses bongkar muat dari kapal. Di sini, kontainer dapat ditumpuk, dipindahkan, dan disusun kembali sesuai jadwal pengiriman.

Fasilitas CY dilengkapi dengan berbagai peralatan seperti reach stacker dan straddle carrier untuk memudahkan proses penanganan barang seperti cargodoring berjalan efisien.

4) Container Freight Station

Hal ini bertujuan untuk melakukan konsolidasi atau pembagian kontainer dari pengiriman LCL. Di CFS, barang dari beberapa pengirim dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam satu kontainer, atau sebaliknya, barang-barang dari satu kontainer dipecah dan didistribusikan ke berbagai penerima.

Fasilitas ini membantu mencapai efisiensi dalam penanganan dan penyimpanan barang, serta mengurangi biaya pengiriman bagi perusahaan yang tidak memiliki cukup barang untuk mengisi satu kontainer penuh. Daftar isi muatan kapal yang diangkut kapal disebut manifes.

5) Bonded Warehouse

Selanjutnya, proses ketika gudang yang disetujui oleh otoritas bea cukai sebagai tempat untuk menyimpan barang tanpa membayar bea masuk sampai barang tersebut diambil untuk dikirim ke tujuan akhir.

Fasilitas ini cukup menguntungkan bagi importir karena mereka bisa menunda pembayaran pajak atau bea cukai hingga barang siap untuk dijual atau digunakan. Tapi hal ini tentunya diperbolehkan untuk rentang waktu tertentu. Jika barang tidak diambil dalam waktu yang ditentukan, importir harus membayar bea masuk sekaligus denda.

c. Istilah terkait Tarif yang Dikenakan

Tentu saja, setiap pengiriman barang menggunakan jasa ekspedisi muatan kapal laut pasti ada biaya yang dikenakan. Dalam dunia EMKL, tarif ini tidak hanya biaya angkut kapal saja, tapi ada banyak komponen biaya lain yang menyertai.

Ada istilah-istilah khusus untuk setiap jenis biaya atau tarif yang perlu Anda ketahui agar bisa memahami rincian tagihan dengan jelas, antara lain:

1) Terminal Handling Charges

Periode ini merupakan adalah biaya yang dikenakan oleh operator pelabuhan untuk layanan penanganan kontainer di terminal. Biaya ini mencakup pemuatan dan pembongkaran kontainer dari kapal, pengangkutan kontainer di dalam area terminal, dan penyimpanan sementara di container yard.

Besarnya tarif ini juga bervariasi tergantung ketetapan pelabuhan dan fasilitas yang digunakan. Biaya ini biasanya akan dikenakan kepada pengirim, penerima barang, atau pihak 3PL logistik sebagai bagian dari total biaya pengiriman.

2) Devanning Charges

Proses ini ada sebagai bentuk dari biaya yang dikenakan untuk proses pengeluaran barang dari kontainer setelah tiba di tujuan, atau lebih dikenal sebagai stripping atau unstuffing.

Biaya tersebut mencakup penggunaan tenaga kerja dan peralatan untuk mengeluarkan, memeriksa, dan menyusun barang-barang sesuai dengan instruksi penerima. Besar tarif pun juga tergantung kompleksitas dan volume barang, serta fasilitas yang diperlukan.

3) Demurrage

Berikutnya ada demurrage, yaitu biaya yang dikenakan oleh operator pelabuhan atau perusahaan pelayaran karena kontainer yang digunakan tidak segera dibongkar dari kapal dalam jangka waktu yang telah disepakati.

Biaya ini dikenakan sebagai bentuk kompensasi penggunaan tempat dan peralatan pelabuhan yang lebih lama dari kesepakatan dan dapat mengganggu operasional pelabuhan dan jadwal pengiriman kapal lainnya. Tarif demurrage biasanya dihitung per hari setelah jangka waktu bebas (free time) berakhir.

4) Detention

Proses ini adlaah biaya kompensasi yang dikenakan ketika kontainer tidak dikembalikan ke perusahaan pelayaran dalam jangka waktu yang telah ditentukan setelah pembongkaran. Biaya ini berlaku untuk periode setelah kontainer keluar dari pelabuhan hingga dikembalikan ke depot yang ditentukan.

Detention dikenakan untuk memastikan perputaran kontainer berjalan efisien sehingga tidak terjadi penumpukan kontainer di luar pelabuhan. Seperti demurrage, tarif ini juga dihitung per hari dan dapat bertambah jika kontainer tidak segera dikembalikan.

d. Istilah terkait Operasional

Ada juga istilah-istilah yang berkaitan langsung dengan cara kerja atau operasional pengiriman barang. Istilah-istilah ini digunakan oleh staf EMKL dan pihak terkait untuk menggambarkan langkah-langkah atau prosedur dalam proses penanganan dan pergerakan barang. Berikut penjelasan lengkapnya:

1) Pre-Carriage

Pre-carriage adalah istilah dalam ekspedisi muatan kapal laut yang mencakup pengangkutan barang dari lokasi asal ke pelabuhan atau terminal tempat barang akan dimuat ke kapal.

Dalam praktiknya, proses ini menggunakan beragam moda transportasi darat seperti truk, dan juga koordinasi dengan berbagai pihak termasuk penyedia layanan transportasi dan operator pelabuhan.

2) On-Carriage

On-carriage menjadi tahap lanjutan dalam proses pengiriman barang. Hal ini mencakup pengangkutan barang dari pelabuhan atau terminal tujuan ke lokasi akhir penerima, seperti gudang.

Efisiensi dalam proses ini juga diperlukan karena dapat membantu mengurangi waktu transit total dan biaya pengiriman, serta memastikan tercapainya kepuasan penerima.

3) Transloading

Dalam proses angkut barang dari lokasi asal ke pelabuhan biasanya menggunakan beberapa moda transportasi. Transloading adalah proses memindahkan barang dari satu selama pengiriman berlangsung.

Misalnya, barang dari kapal dipindahkan ke truk untuk lokasi tanpa akses pelabuhan. Proses ini memerlukan koordinasi yang baik agar barang tetap aman. Penggunaan software ekspedisi terbaik sangat membantu dalam merencanakan pemindahan muatan secara efisien serta meminimalisir risiko kerusakan atau kehilangan barang.

6. Kesimpulan

Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL) adalah perusahaan logistik berizin resmi yang membantu pengiriman barang melalui jalur laut atau cargo laut. Dalam praktiknya, EMKL menjadi penghubung antara pemilik barang dengan pihak pelayaran, sekaligus mengurus dokumen, koordinasi pelabuhan, mitigasi risiko, hingga kepatuhan terhadap regulasi maritim.

Dengan begitu, pengirim tidak perlu menangani proses operasional yang kompleks secara langsung, selama seluruh syarat pengiriman kapal laut sudah terpenuhi. Secara keseluruhan, tahap delivery menentukan ketepatan barang sampai ke lokasi penerima.

Untuk mendukung proses ini, perusahaan dapat menggunakan software logistik ScaleOcean agar pelacakan, penjadwalan, dan koordinasi armada berjalan lebih terarah. Selain itu, Anda bisa mencoba demo gratis untuk melihat bagaimana sistem ini membantu mengelola delivery lebih efisien.

FAQ:

1. Apa saja istilah yang digunakan dalam pengiriman barang melalui laut?

Istilah yang digunakan dalam pengiriman barang melalui laut antara lain demurrage, TEU, stowage, waybill, BAF, dan PSS. Setiap istilah ini membantu pelaku bisnis memahami biaya, dokumen, kapasitas, serta proses penanganan kargo selama pengiriman laut.

2. Apa bedanya emkl dan forwarder?

EMKL berfokus pada pengurusan pengiriman barang melalui jalur laut, termasuk dokumen dan proses pelabuhan. Sementara itu, forwarder memiliki cakupan lebih luas karena mengatur pengiriman end-to-end melalui berbagai moda transportasi.

3. Apa arti istilah CY dan CFS dalam ekspedisi muatan kapal laut?

CY adalah area penumpukan kontainer penuh di pelabuhan sebelum dikirim atau diambil. Sementara itu, CFS adalah gudang untuk bongkar muat barang LCL atau kiriman eceran yang belum memenuhi satu kontainer penuh.

ERP Buat Bisnis Ngebut

Operasional rapi, bisnis makin cepat

ERP Dashboards Demo Gratis
Dekson Sinarmas Bank of China Changi Shalby

Coba Demo Gratis!

Error message
Error message
Error message
Error message
Error message
Error message

Rekomendasi Artikel Terkait

Temukan Artikel Serupa untuk Solusi Bisnis Lebih Lengkap