Mengelola pengiriman barang antar negara atau wilayah membutuhkan pemahaman mendalam tentang berbagai metode logistik. Salah satu yang paling banyak digunakan adalah ocean freight atau sea freight, yang menjadi andalan dalam perdagangan internasional berkat efisiensi biaya dan kapasitas pengiriman barang dalam jumlah besar.
Namun, meskipun ocean freight menawarkan banyak keuntungan, banyak bisnis yang masih merasa kebingungan dalam memilih jenis pengiriman yang tepat, mengingat tantangan seperti waktu pengiriman yang panjang, biaya tambahan, dan pengaturan logistik yang kompleks.
Oleh karena itu, penting untuk memahami dengan jelas jenis-jenis ocean freight dan cara memilih metode yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. Artikel ini akan membantu Anda menjawab pertanyaan tersebut, dengan menjelaskan lebih dalam mengenai ocean freight dan bagaimana memilih solusi pengiriman terbaik.
- Ocean freight atau sea freight adalah metode distribusi logistik skala besar yang memanfaatkan kapal kargo untuk mengirimkan barang antarwilayah melalui jalur laut secara efisien.
- Ocean freight menawarkan manfaat yang meliputi biaya lebih rendah, kapasitas angkut besar, fleksibilitas barang, dan jangkauan global.
- Jenis pengiriman ocean freight mencakup FCL untuk satu kontainer penuh atau LCL jika berbagi ruang dengan kiriman lain.
- Software logistik ScaleOcean mempermudah booking, dokumen, pembayaran, dan tracking ocean freight dengan fitur otomatis real-time.
1. Apa itu Ocean Freight?
Ocean freight atau sea freight adalah metode pengiriman barang dalam jumlah besar yang dilakukan melalui jalur laut menggunakan kapal kargo. Barang dikemas dalam kontainer standar, seperti ukuran 20 atau 40 kaki, yang memudahkan pengangkutan dan penanganan.
Layanan ini meliputi dua jenis pengiriman, yakni Full Container Load (FCL) yang menggunakan seluruh kontainer oleh satu pengirim, dan Less than Container Load (LCL) yang memungkinkan beberapa pengirim berbagi ruang dalam satu kontainer.
Ocean Freight menawarkan fleksibilitas dalam ukuran dan jenis barang yang dikirim, menjadikannya pilihan ideal untuk berbagai industri. Selain itu, pengiriman laut lebih hemat biaya dibandingkan pengiriman udara, terutama untuk barang berat atau volume besar.
Dikutip dari arXiv, lebih dari 80% perdagangan dunia diangkut melalui laut, menjadikannya sebagai tulang punggung logistik global. Fluktuasi tarif pengiriman laut, seperti yang tercatat dalam studi tersebut, memiliki dampak besar terhadap harga barang di pasar internasional, mengingat pentingnya ocean freight dalam rantai pasok global.
2. Apa Manfaat Ocean Freight?
Pengiriman melalui laut, atau ocean freight, menawarkan berbagai manfaat dalam hal efisiensi biaya, kapasitas angkut, dan fleksibilitas untuk beragam jenis muatan. Ini juga termasuk penggunaan kapal roll-on roll-off (RORO) untuk pengangkutan kendaraan dan alat berat. Berikut beberapa manfaat dalam menerapkan sea freight:
a. Biaya Lebih Terjangkau
Pengiriman melalui laut lebih ekonomis dibandingkan moda transportasi lain seperti udara (air freight), terutama untuk pengiriman jarak jauh dan barang dengan volume besar. Pengiriman laut menjadi pilihan yang sangat tepat, terutama jika Anda mengirim barang dalam jumlah banyak.
Untuk memahami lebih lanjut mengenai komponen dan struktur tarif pengiriman laut, Anda bisa mempelajari istilah ekspedisi muatan kapal laut untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas dalam mengelola anggaran logistik secara efektif.
b. Kapasitas Besar
Kapal kargo memiliki kemampuan untuk membawa barang dalam jumlah yang sangat besar dalam satu perjalanan. Ini memungkinkan pengiriman berbagai jenis produk, dari bahan baku hingga barang jadi, termasuk barang-barang yang membutuhkan penanganan khusus melalui project cargo logistics.
Dengan kapasitas yang jauh lebih besar dibandingkan moda transportasi lainnya. Hal ini juga mendukung fleksibilitas dalam pengiriman barang dalam volume yang tinggi.
Charter party adalah perjanjian yang memungkinkan penyewa untuk menyewa kapal, baik untuk perjalanan tertentu atau periode waktu tertentu, untuk mengangkut barang-barang tersebut dengan cara yang lebih terencana dan terstruktur.
c. Fleksibilitas Pengiriman
Ocean freight menawarkan fleksibilitas yang sangat tinggi dalam jenis barang yang dapat diangkut, termasuk barang berukuran besar, berat, atau yang tidak standar. Bahkan, pengiriman barang seperti break bulk, barang dengan dimensi atau bentuk yang tidak sesuai dengan kontainer standar, dapat dengan mudah dilakukan menggunakan pengiriman laut.
Selain itu, penting untuk memahami beda layday dengan laycan, karena keduanya mempengaruhi jadwal dan pengelolaan waktu kapal untuk memuat atau membongkar barang.
Ocean freight juga berperan penting dalam mendukung konsep ekonomi biru yang berfokus pada pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan. Dengan kapasitas dan fleksibilitasnya, pengiriman barang melalui laut dapat lebih efisien dan ramah lingkungan, sesuai dengan prinsip-prinsip yang ada dalam ekonomi biru.
d. Mencakup Berbagai Jenis Kargo
Sea freight mampu mengangkut berbagai jenis barang, mulai dari bahan baku, produk manufaktur, hingga bahan cair atau gas. Dengan menggunakan kontainer khusus, pengiriman barang-barang ini dapat dilakukan dengan aman dan efisien.
Fleksibilitas ini membuat ocean freight menjadi pilihan yang tepat untuk berbagai kebutuhan logistik, baik untuk pengiriman besar maupun barang dengan kebutuhan khusus. General average adalah sebuah regulasi kuno namun krusial yang menentukan pembagian kerugian darurat di laut antara pemilik kapal dan pemilik kargo.
Perlu diingat bahwa meskipun menggunakan sea freight lebih ekonomis, pengiriman ini bisa memakan waktu lebih lama dibandingkan dengan pengiriman melalui jalur udara, terutama karena faktor cuaca dan kondisi alam lainnya.
Perusahaan juga harus mempertimbangkan CFS charges, biaya yang timbul akibat pemrosesan barang di fasilitas container freight station, yang dapat menambah total biaya pengiriman.
Baca juga: Transportasi Logistik Adalah: Arti dan Fungsinya di Bisnis
3. Komponen Biaya dalam Ocean Freight
Komponen biaya pengiriman laut meliputi tarif pengiriman sebagai biaya utama, berbagai surcharge seperti BAF atau biaya musim sibuk, biaya bongkar muat terminal (THC), biaya dokumentasi dan bea cukai, denda demurrage atau detention, serta asuransi kargo untuk melindungi barang dari risiko kerusakan atau kehilangan. Berikut ini penjelasannya:
- Tarif Pengiriman (Freight Rate): Biaya utama yang dikenakan untuk pengiriman barang dari pelabuhan asal ke pelabuhan tujuan. Tarif ini biasanya dihitung berdasarkan berat atau volume barang yang dikirim.
- Biaya Tambahan (Surcharge): Biaya tambahan seperti BAF (Fuel Adjustment Factor), biaya keamanan, atau tarif selama musim sibuk dan kemacetan pelabuhan yang dapat mempengaruhi total biaya pengiriman.
- Biaya Bongkar Muat Terminal (Terminal Handling Charge / THC): Biaya untuk layanan bongkar muat kontainer di terminal pelabuhan, yang mencakup pemindahan barang dari kapal ke fasilitas penyimpanan atau sebaliknya.
- Biaya Dokumentasi dan Bea Cukai: Biaya yang terkait dengan proses administrasi ekspor-impor, termasuk dokumen perizinan dan kepabeanan yang dibutuhkan untuk kelancaran pengiriman.
- Demurrage ataupun Detention: Denda yang dikenakan jika kontainer tidak dikembalikan ke pelabuhan dalam waktu yang ditentukan setelah tiba di pelabuhan tujuan.
- Asuransi Kargo: Biaya untuk perlindungan kargo selama perjalanan laut. Meskipun opsional, asuransi ini penting untuk mengurangi risiko kerusakan atau kehilangan barang selama pengiriman.
Dilansir dari Drewry, tarif pengiriman kontainer 40 kaki global yang tercatat pada indeks WCI mencapai $2,213 per TEU pada Desember 2025, dengan peningkatan signifikan sejak periode pandemi. Kenaikan tarif ini menunjukkan volatilitas harga yang perlu diperhatikan oleh perusahaan yang bergantung pada pengiriman laut untuk mengatur biaya operasional mereka.
4. Faktor yang Mempengaruhi Biaya Ocean Freight

Biaya pengiriman laut dipengaruhi oleh fluktuasi harga bahan bakar kapal, ketersediaan ruang kapal dan kontainer, kondisi pelabuhan, musim serta rute pengiriman, hingga kebijakan lingkungan yang mengatur emisi. Berikut ini penjelasan mengenai berbagai faktornya:
- Harga Bahan Bakar Kapal (Bunker Oil): Harga bahan bakar kapal yang fluktuatif mempengaruhi biaya operasional pengiriman laut, karena bahan bakar adalah salah satu komponen biaya terbesar dalam pelayaran.
- Ketersediaan Ruang Kapal dan Kontainer: Permintaan ruang kapal dan kontainer yang melebihi ketersediaan dapat meningkatkan tarif pengiriman, terutama selama periode puncak atau kemacetan.
- Kondisi Pelabuhan: Kondisi pelabuhan seperti kemacetan, cuaca buruk, antrian panjang, atau penundaan dapat memperlambat proses bongkar muat, menambah biaya operasional dan waktu pengiriman.
- Musim maupun Rute Pengiriman: Pengiriman melalui jalur sibuk seperti Asia–Eropa cenderung lebih mahal selama musim puncak. Rute tertentu yang lebih padat mempengaruhi tarif pengiriman, tergantung pada tingkat permintaan.
- Kebijakan Lingkungan: Kebijakan lingkungan yang mengatur emisi kapal dapat memengaruhi biaya pengiriman, karena kapal dengan teknologi rendah emisi biasanya memerlukan investasi lebih besar dan biaya operasional lebih tinggi.
5. Jenis Pengiriman Ocean Freight
Pengiriman kargo melalui jalur laut yang disediakan oleh shipping lines, menawarkan dua opsi utama berdasarkan volume dan kapasitas kontainer yang digunakan, yaitu FCL dan LCL. Pemilihan jenis pengiriman ini akan sangat bergantung pada jumlah barang yang ingin Anda kirim dan anggaran yang tersedia.
Berikut penjelasan jenis-jenis pengiriman ocean freight:
- FCL (Full Container Load): Layanan ini memungkinkan Anda untuk memesan seluruh isi kontainer untuk barang Anda sendiri. FCL ideal bagi pengirim yang memiliki volume kargo cukup besar untuk mengisi satu kontainer penuh, memberikan kontrol penuh atas pengiriman dan memastikan kecepatan serta keamanan yang lebih baik.
- LCL (Less than Container Load): Berbeda dengan FCL, layanan LCL digunakan ketika volume barang tidak cukup untuk mengisi satu kontainer penuh. Dalam hal ini, kargo dari beberapa pengirim digabungkan dalam satu kontainer, yang memungkinkan penghematan biaya dan optimasi ruang, meski dengan kontrol pengiriman yang lebih terbatas.
Untuk mengelola pengiriman ocean freight dengan lebih efisien, ScaleOcean software logistik dapat membantu Anda dalam memantau pengiriman FCL dan LCL secara real-time. Dengan fitur pengelolaan pengiriman dan pelacakan yang terintegrasi, ScaleOcean memastikan barang Anda dikirim tepat waktu dan aman, baik dalam jumlah besar maupun kecil.
Dengan dukungan otomatisasi dan laporan yang akurat, software ini memungkinkan pengelolaan biaya yang lebih efisien, mengoptimalkan ruang dalam kontainer, dan memberikan visibilitas penuh atas status pengiriman. Cobalah demo gratis ScaleOcean untuk merasakan manfaatnya langsung.


6. Tipe-tipe Kontainer Sea Freight
Kontainer mempunyai banyak tipenya yang bisa Anda gunakan sesuai jenis barang yang akan dikirim. Beragam kontainer di bawah ini akan membantu Anda memilih jenis kargo yang bisa menyesuaikan kebutuhan barang. Berikut kontainer yang sering digunakan dalam pengiriman laut.
a. Standard Dry Container
Jenis kontainer yang paling umum digunakan untuk pengiriman barang tanpa spesifikasi yang tidak memerlukan suhu khusus. Dry container mengangkut produk kering seperti pakaian, mesin, makanan, dan peralatan rumah tangga.
Barang-barang tipe dry memiliki sifat yang mudah menyesuaikan suhu di laut lepas. Maka dari itu dry container cocok untuk mengangkut kebutuhan yang bahan dasarnya benda padat.
b. Flat Rack Container
Sebuah kargo yang dirancang untuk mesin berat, bahan konstruksi, kendaraan besar, kapal, komponen industri besar, dan barang berukuran besar lainnya. Desainnya memudahkan proses bongkar muat barang berukuran besar. Sering kali menggunakan derek atau forklift dari atas atau samping dan atasnya tidak tertutup seperti kontainer kebanyakan.
c. Open Top Container
Kemudian yang ketiga yaitu open top container, alat yang dirancang mengangkut barang yang terlalu tinggi atau besar yang sulit dimasukan melalui pintu depan kontainer. Desain bagian atasnya yang terbuka memudahkan bongkar muat di bagian atas, membuatnya bisa diisi oleh jenis barang seperti kayu berukuran panjang atau yang berbentuk tidak beraturan.
d. Reefer Container
Untuk pengiriman barang logistik yang memerlukan pengatur suhu, seperti produk makanan atau obat-obatan kesehatan. Kontainer jenis ini sudah dilengkapi dengan alat pendinginnya sendiri untuk menjaga suhu yang diinginkan. Kontainer pendingin sudah dilengkapi dengan fasilitas pendingin yang tidak akan meleleh sekalipun jika terkena cuaca panas.
e. Tank Container
Tangki kontainer yang dirancang untuk pengangkutan barang logistik seperti cairan dan gas. Perusahaan-perusahaan di industri minyak sering menggunakan pengangkut tank container untuk membawa bahan yang bahan baku cairan. Tank container dipilih karena fungsinya yang dapat menjaga keamanan cairan dan gas saat pengiriman berlangsung.
Baca juga: 25 Aplikasi Logistik Terbaik untuk Manajemen Transportasi
7. Mudahkan Booking Ocean Freight dengan Software Logistik ScaleOcean
ScaleOcean software logistik adalah solusi terintegrasi yang menyederhanakan proses pengiriman barang dengan otomatisasi. Pengguna dapat dengan mudah membuat booking pengiriman melalui form online, memasukkan informasi pengiriman, dan memilih jadwal yang tersedia. Setelah itu, layanan ocean freight dapat dipilih berdasarkan kriteria seperti kecepatan dan biaya.
Semua dokumen terkait, seperti bill of lading dan certificate of origin, diproses secara otomatis. Setelah memilih vendor, pengguna dapat mengonfirmasi dan membayar pengiriman secara online, serta memantau status pengiriman secara real-time untuk mendapatkan informasi lokasi dan perkiraan waktu kedatangan.
Dengan semua proses yang terotomatisasi, ScaleOcean memastikan kemudahan dan efisiensi dalam setiap langkah pengiriman. Berikut adalah beberapa fitur utama dari sistem pengiriman ini:
- Pembuatan Booking Pengiriman: Memudahkan pengguna untuk membuat booking dengan memasukkan informasi pengiriman yang diperlukan.
- Pemilihan Layanan Ocean Freight: Menyediakan berbagai opsi layanan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna, termasuk estimasi biaya dan waktu pengiriman.
- Manajemen Dokumen Terkait: Otomatisasi pembuatan dan pengelolaan dokumen seperti bill of lading, certificate of origin, dan invoice, yang bisa langsung dikirimkan atau disimpan.
- Konfirmasi dan Pembayaran: Memfasilitasi konfirmasi pengiriman dan pembayaran melalui berbagai metode yang tersedia, seperti transfer bank atau kartu kredit.
- Tracking dan Monitoring Pengiriman: Menyediakan pelacakan status pengiriman secara real-time, serta memberikan notifikasi kepada pihak terkait mengenai status pengiriman barang.
Dengan berbagai fitur unggulan ini, ScaleOcean memastikan setiap tahap pengiriman berjalan lancar dan transparan. Pengguna dapat mengelola pengiriman dengan lebih efisien, meminimalisir kesalahan, serta memperoleh visibilitas penuh atas status pengiriman secara real-time. Semua ini dirancang untuk memberikan pengalaman logistik yang lebih cepat dan aman.
8. Kesimpulan
Ocean freight/Sea freight adalah metode transportasi barang dalam volume besar yang dilakukan melalui jalur laut menggunakan kapal kargo. Jenis-jenis ocean freight bergantung pada pemakaian pengirim, penyediaan layanan yang dilakukan perusahaan bisnis layanan logistik akan menyesuaikan kebutuhan pengguna.
Misalnya, Anda membutuhkan satu kontainer full khusus membawa produk Anda, maka FCL (Full Container Load) akan sangat cocok. Namun, jika Anda mempunyai barang yang bentuknya tak beraturan serta besar seperti mesin, maka break bulk shipping jadi solusinya.
Intinya semua pengiriman arus laut dapat menyesuaikan dengan kriteria jenis paket yang dikirimkan. Selain karena sea freight memiliki koneksi global, jasa layanan melalui jalur laut memiliki harga lebih murah dan kapasitas besar.
Temukan bagaimana solusi pengiriman laut kami dapat membantu bisnis Anda beroperasi lebih efisien. Nikmati pengalaman langsung dengan demo gratis ScaleOcean sekarang!
FAQ:
1. Apa yang dimaksud dengan ocean freight?
Ocean freight atau pengiriman laut adalah proses pengangkutan barang melalui jalur laut dengan menggunakan kapal kargo. Pengiriman ini menghubungkan pelabuhan-pelabuhan di seluruh dunia dan umumnya digunakan untuk pengiriman barang dalam jumlah besar, yang memerlukan waktu lebih lama dibandingkan moda transportasi lainnya.
2. Biaya ocean freight adalah?
Biaya ocean freight adalah ongkos utama untuk memindahkan barang melalui laut dengan kapal kargo, yang mencakup tarif pengangkutan dari pelabuhan asal ke tujuan. Biaya ini dihitung berdasarkan jenis kontainer (FCL/LCL), jarak, berat, volume, serta biaya bahan bakar dan penanganan, namun tidak termasuk bea cukai atau asuransi.
3. Berapa biaya ocean freight per kg?
Biaya ocean freight per kilogram berkisar antara $1,50 hingga $4,50. Tarif ini bergantung pada rute pengiriman. Pengiriman laut biasanya lebih murah untuk consignments dalam jumlah besar. Secara umum, FCL akan berkisar antara $500 hingga $3000 (sekitar Rp7.500.000 hingga Rp45.000.000), sementara untuk LCL biayanya seringkali lebih rendah.





