Dalam retail, perbedaan harga di rak dan kasir bisa membingungkan dan bahkan merugikan, baik di sisi pelanggan maupun di sisi perusahaan. Ketika harga di label tidak sama dengan yang muncul di sistem kasir, proses transaksi terhambat dan staf harus melakukan pengecekan manual. Anda memerlukan solusi yang memastikan harga konsisten baik di kasir maupun di rak secara real-time.
Solusi untuk masalah ini yaitu teknologi Electronic Shelf Labels (ESL). Dengan ESL, risiko human error dapat ditekan dan konsistensi harga tetap terjaga di seluruh toko. Selain itu, tim operasional tidak lagi terbebani oleh penggantian label manual yang memakan waktu.
Anda dapat meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga kepercayaan pelanggan menggunakan ESL. Tetapi bagaimana cara kerjanya? dan teknologi yang dipakai apa saja? Artikel ini akan membahas dengan detail apa itu ESL, teknologi yang dipakai, cara kerjanya, serta juga manfaatnya untuk usaha retail Anda.
- Electronic Shelf Labeling adalah sistem label rak digital yang menggantikan label kertas di toko ritel untuk menampilkan harga dan informasi real-time.
- Manfaat electronic shelf label tidak hanya menggantikan label kertas, tetapi meningkatkan efisiensi, akurasi, dan fleksibilitas strategi harga.
- Teknologi utama ESL berupa gabungan dari teknologi layar dengan konektivitas nirkable yang memastikan label berjalan secara real-time.
- Software Retail ScaleOcean memaksimalkan kinerja electronic shelf labeling melalui modul POS yang sudah terintegrasi sehingga hanya memerlukan satu software untuk mengelolanya.
1. Apa Itu Electronic Shelf Labeling (ESL)?
Electronic Shelf Labeling adalah sistem label rak digital yang menggantikan label kertas di toko ritel untuk menampilkan harga dan informasi real-time. Berbeda dengan label kertas, ESL langsung terhubung ke sistem POS, ERP, atau software manajemen inventaris retail sehingga pembaruan harga dapat dilakukan secara otomatis.
ESL memanfaatkan jaringan nirkabel untuk mengirim data harga dan promosi ke seluruh perangkat label dalam hitungan detik. Oleh karena itu, retailer dapat menjaga konsistensi informasi antara rak dan kasir secara real-time.
2. Manfaat Electronic Shelf Label bagi Manajemen Retail
ESL tidak hanya menggantikan label kertas, tetapi meningkatkan efisiensi, akurasi, dan fleksibilitas strategi harga. Berikut penjelasan lengkap beberapa manfaat utama dari implementasi ESL:
a. Efisiensi Waktu dan Biaya Operasional
ESL mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk mengganti label harga secara manual. Tim toko tidak harus mencetak, mendistribusikan, dan memasang label satu per satu setiap kali ada perubahan harga. Dengan demikian, tenaga kerja dapat dialihkan ke aktivitas yang lebih produktif seperti pelayanan pelanggan atau merchandising.
Dengan ESL, Anda dapat menekan biaya kertas, tinta, dan potensi kesalahan cetak. Karena sistem bekerja otomatis melalui integrasi dengan POS/ERP, proses pembaruan harga menjadi lebih cepat dan terkontrol.
b. Akurasi Harga yang Mutlak
ESL juga memastikan kesesuaian harga antara rak dan sistem kasir. Setiap perubahan yang dilakukan di pusat langsung tersinkronisasi ke seluruh label di toko secara real-time. Oleh karena itu, risiko perbedaan harga yang memicu komplain dapat diminimalkan.
Studi LuckyStar menunjukan retailer yang menerapkan ESL melaporkan peningkatan sekitar 60% dalam akurasi harga, sekaligus hingga 95% pengurangan error harga dibandingkan penggunaan label manual. Dengan demikian, konsistensi harga menjadi jauh lebih terjaga dan potensi kerugian akibat kesalahan pricing dapat ditekan secara signifikan.
Di sisi lain, akurasi ini membantu retailer menjaga reputasi dan kepercayaan konsumen. Karena informasi selalu konsisten, proses checkout menjadi lebih lancar dan profesional. Sehingga, pengalaman belanja terasa lebih transparan dan terpercaya.
c. Strategi Harga Dinamis
Selain itu, ESL memungkinkan penerapan strategi harga dinamis dengan mudah. Retailer dapat menyesuaikan harga berdasarkan waktu, stok, tren permintaan, atau program promosi tertentu hanya melalui sistem pusat. Sehingga, keputusan pricing dapat iimplementasikan secara cepat di seluruh cabang.
Sebagai contoh, toko dapat menjalankan flash sale dalam hitungan menit tanpa perlu mengganti label fisik. Selain meningkatkan fleksibilitas, strategi ini membantu mengoptimalkan margin dan perputaran stok. Alhasil, manajemen harga menjadi lebih responsif terhadap kondisi pasar.
d. Peningkatan Pengalaman Pelanggan
ESL tidak hanya berdampak di sisi operasional, tetapi juga pada pengalaman pelanggan. Informasi harga yang jelas, akurat, dan terbaru membuat pelanggan merasa percaya diri saat berbelanja. Oleh karena itu, potensi kebingungan atau konflik di kasir dapat dihindari.
Selain harga, beberapa ESL modern juga dapat menampilkan QR code atau informasi tambahan produk yang mendukung teknologi scan and go. Dengan demikian, pelanggan memperoleh akses informasi yang lebih lengkap secara instan. Pada akhirnya, pengalaman belanja menjadi lebih modern, nyaman, dan efisien.
e. Keberlanjutan dan Ramah Lingkungan
Penggunaan ESL mendukung inisiatif keberlanjutan bisnis retail. Karena tidak bergantung pada label kertas yang sering diganti, limbah kertas dapat dikurangi secara signifikan. Dengan demikian, retailer turut berkontribusi pada praktik operasional yang lebih ramah lingkungan.
Selain itu, pengurangan penggunaan tinta dan material cetak membantu menekan jejak karbon operasional toko. Seiring meningkatnya kedasaran konsumen terhadap isu lingkungan, langkah ini juga memperkuat citra brand sebagai bisnis yang bertanggung jawab.
3. Komponen Utama dalam Sistem ESL
Anda perlu memahami komponen utama yang membentuk sistemnya. Komponen-komponen tersebut saling terhubung untuk mendukung akurasi harga dan kesesuaian display dengan planogram. Komponen-komponen yang membentuk ESL berupa:
a. Perangkat Label
Perangkat label merupakan elemen yang langsung terlihat di rak toko. Label digital ini menampilkan harga, nama produk, barcode, hingga promosi secara elektronik. Dengan demikian, setiap perubahan data dari sistem pusat langsung tercermin pada layar label tanpa penggantian manual.
Selain itu, perangkat label dirancang hemat energi dengan daya tahan baterai yang panjang. Karena itu, Anda dapat mengoperasikan ribuan label sekaligus tanpa gangguan signifikan.
b. Gateway atau Stasiun Basis
Gateway atau stasiun basis berfungsi sebagai penghubung antara label dan sistem pusat. Perangkat ini mengirimkan data harga dan pembaruan informasi secara nirkabel ke seluruh label di area toko. Dengan demikian, sinkronisasi terjadi secara real-time dan terpusat
Gateway memastikan komunikasi data berjalan aman dan konsisten. karena sistem ini mengatur distribusi sinyal, pembaruan harga dapat dilakukan serentak dalam hitungan detik. Akibatnya, risiko ketidaksesuaian informasi dapat ditekan secara signifikan.
c. Software Manajemen Pusat
Software manajemen pusat otak dari keseluruhan sistem ESL. Melalui software ini, manajemen dapat mengatur harga, promosi, jadwal perubahan, hingga integrasi dengan sistem POS atau ERP.
Selain mengelola pembaruan harga, software ini menyediakan laporan dan monitoring performa sistem. Dengan demikian, Anda dapat menganalisis strategi pricing sekaligus memastikan semua label berfungsi optimal. Pada akhirnya, pengambilan keputusan pun menjadi lebih berbasis data.
Penggunaan software yang terintegrasi seperti Software Retail ScaleOcean membantu memaksimalkan kinerja electronic shelf labeling. Software ini berfungsi sebagai manajemen pusat yang sudah terintegrasi dengan modul POS, Sales, bahkan Online CRM. Dengan software yang sudah terintegrasi, proses pengelolaan data pelanggan, ESL, bahkan stok inventaris ada semua dalam satu software.
Untuk melihat bagaimana software retail ScaleOcean membantu efisiensi perusahan retail dan pengelolaan ESL di toko retail Anda. Segera konsultasikan dengan tim kami dan daftarkan demo gratis sekarang.
4. Teknologi yang Digunakan dalam Rak Label Elektronik
Anda perlu mengetahui teknologi yang mendukung kinerja electronic shelf label. Teknologi memastikan ESL bekerja dengan hemat energi, responsif, dan terhubung secara stabil. Dua teknologi utama yang digunakan dalam ESL adalah:
a. Teknologi Layar
Pertama, teknologi layar menentukan bagaimana informasi harga dan promosi ditampilkan kepada pelanggan. Setiap jenis layar memiliki karakteristik berbeda yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional toko. Dengan demikian, pemilihan layar menjadi faktor penting dalam implementasi ESL.
- Electronic Paper Displays (EPDS/E-Ink): Hemat energi karena hanya menggunakan daya listrik saat terjadi perubahan tampilan. Sehingga, baterainya mampu bertahan selama 5-10 tahun untuk penggunaan jangka panjang di retail skala besar.
- Liquid Crystal Display (LCDs): Menawarkan tampilan berwarna atau resolusi tinggi yang menarik. Oleh sebab itu, LCD sering digunakan untuk menonjolkan promosi atau informasi visual yang lebih dinamis di area tertentu.
Dengan kombinasi teknologi ini, retailer dapat menyesuaikan tampilan label sesuai strategi branding dan kebutuhan promosi. Alhasil komunikasi harga menjadi lebih efektif dan mudah dipahami pelanggan.
b. Konektivitas Nirkabel
Konektivitas nirkabel berperan penting dalam memastikan data harga terkirim cepat dan stabil ke seluruh label. Tanpa jaringan komunikasi yang andal, proses sinkronisasi tidak akan berjalan optimal. Oleh karena itu, ESL memanfaatkan beberapa teknologi komunikasi berikut:
- Radio Frequency (RF): Digunakan untuk mengirim data dengan cepat dan stabil ke ribuan label sekaligus dalam satu area toko. Dengan demikian, pembaruan harga dapat dilakukan serentak.
- Bluetooth Low Energy (BLE): Mengonsumsi daya sangat rendah sehingga mendukung efisiensi energi perangkat. Selain itu, BLE cocok untuk integrasi dengan perangkat mobile internal.
- Wi-Fi: Memanfaatkan struktur jaringan yang sudah tersedia di banyak toko. Oleh sebab itu, implementasi dapat lebih fleksibel pada lingkungan retail modern.
- Near field Communication (NFC): Memungkinkan interaksi langsung pelanggan melalui smartphone. Dengan dmeikian, pelanggan dapat mengakses detail produk, promo, atau informasi tambahan hanya dengan mendekatkan perangkat mereka.
Melalui kominasi teknologi layar dan konektivitas, sistem electronic shelf labeling mampu bekerja cepat, menghemat energi, dan responsif. Sehingga, teknologi menjadi fondasi utama dalam menciptakan operasional retail yang modern dan terintegrasi.
5. Bagaimana Cara Kerja Electronic Shelf Label?
Sistem electronic shelf label (ESL) berjalan melalui proses terstruktur yang memastikan harga di rak selalu akurat dan sinkron dengan sistem pusat. Oleh karena itu, berikut proses cara kerja ESL dalam perusahaan retail:
a. Input Data
Pertama, tim manajemen memasukkan data harga melalui sistem pusat yang terintegrasi dengan sistem POS/ERP. Data ini berupa perubahan harga reguler, promosi, maupun penyesuaian stok. Dengan demikian, seluruh pembaruan dimulai dari satu sumber data yang terkontrol.
Selain itu, sistem memastikan penjadwalan perubahan harga terjadi pada waktu yang ditentukan. Karena proses dilakukan seecara terpusat, potensi kesalahan input manual di toko dapat diminimalkan. Hasilnya, kontrol harga menjadi akurat dan efisien.
b. Sinkronisasi Data
Sistem lalu melakukan sinkronisasi otomatis antara software manajemen, dan jaringan electronic shelf labels yang ada di toko. Pada tahap ini, data yang telah diperbarui disiapkan untuk dikirim ke seluruh label terkait. Dengan demikian, tidak ada perbedaan informasi antara database pusat dan perangkat di lapangan.
Proses sinkronisasi ini berlangsung cepat dan terjadwal secara sistematis. Oleh sebab itu, Anda dapat memastikan konsistensi harga di seluruh cabang toko. Alhasil, operasional berjalan lebih tertib dan terstandarisasi.
c. Transmisi Data
Setelah tersinkronisasi, data dikirimkan melalui gateway menggunakan jaringan nirkabel. Transmisi ini memungkinkan ribuan label menerima pembaruan secara bersamaan dalam hitungan detik.
Di sisi lain, sistem komunikasi dirancang aman dengan enkripsi data. Karena itu, informasi harga tetap terlindungi selama proses pengiriman. Hasilnya, pembaruan berlangsung cepat sekaligus tetap terjaga keamanannya.
d. Pembaruan Tampilan
Perangkat label secara otomatis memperbarui tampilan harga sesuai data yang diterima dalam hitungan detik melalui POS/ERP. Layar e-paper langsung menampilkan harga terbaru tanpa penggantian label fisik.
Selain harga, label juga menampilkan promosi atau informasi tambahan sesuai pengaturan sistem. Karena proses ini berlangsung instan, risiko selisih harga antara rak dan kasir dapat dihindari. Pada akhirnya, akurasi dan kepercayaan pelanggan tetap terjaga.
6. Fungsi Utama ESL dalam Operasional Harian Bisnis Retail
Electronic shelf label berperan aktif dalam mendukung berbagai aspek operasional harian bisnis retail. Berikut fungsi utama ESL yang memberikan dampak langsung pada kinerja toko retail:
a. Pembaruan Harga Real-Time
ESL memungkinkan pembaruan harga secara real-time di seluruh toko. Setiap perubahan dari sistem pusat langsung tercemin pada label dalam waktu singkat. Dengan demikian, Anda dapat merespons perubahan pasar atau strategi harga tanpa penundaan.
Selain itu, fitur ini membantu mencegah kesalahan akibat keterlambatan penggantian label manual. Karena harga selalu sinkron dengan sistem kasir, proses checkout menjadi lebih cepat dan akurat. Hasilnya, efisiensi opearaional dan kepuasan pelanggan meningkat.
b. Pengelolaan Promosi dan Diskon secara Serentak
Selanjutnya, ESL memudahkan Anda mengatur promosi dan diskon secara serentak di seluruh area toko. Hal ini sangat penting dalam strategiomnichannel retail, karena promosi yang berjalan di website atau aplikasi dapat langsung disesuaikan dengan harga di rak toko fisik. Dengan demikian, kampanye pemasaran menjadi lebih sinkron dan terkoordinasi.
Di sisi lain, Anda dapat menjadwalkan awal dan akhir promo secara otomatis. Karena sistem bekerja presisi sesuai waktu yang ditentukan, risiko kesalahan harga setelah promo berakhir dapat dihindari. Sehingga, operasional promosi menjadi lebih terkendali.
c. Manajemen Inventaris dan Stok Barang
ESL dapat terintegrasi dengan sistem inventaris untuk mendukung manajemen stok. Label dapat menampilkan informasi tambahan seperti ketersediaan barang atau kode QR untuk pengecekan detail produk. Dengan demikian, staf toko dapat bekerja lebih efisien dalam proces replenishment.
Selain membantu tim internal, integrasi juga mendukung akurasi data stok secara keseluruhan. Karena informasi terhubung langsung dengan sistem pusat, keputusan restock dapat dilakukan lebih cepat dan berbasis data. Pada akhirnya, perputaran barang menjadi optimal dan potensi kehabisan stok dapat diminimalkan.
Baca juga: Manajemen Inventaris Ritel: Definisi, Langkah, dan Komponennya
7. Tantangan dalam Mengadopsi Electronic Shelf Labels
Electronic shelf labeling menawarkan berbagai keunggulan operasional bagi perusahaan Anda, namun implementasinya tetap memerlukan perencanaan matang. Beriktu beberapa tantangan utama yang perlu diperhatikan dalam penerapan ESL:
a. Investasi Awal yang Tinggi
Pertama, biaya investasi awal menjadi pertimbangan utama dalam penerapan ESL. Perusahaan perlu mengalokasikan anggaran untuk perangkat label, gateway, infrastruktur jaringan, serta software manajemen pusat. Dengan demikian, total biaya implementasi awal bisa terlihat signifikan, terutama untuk jaringan toko berskala besar.
Namun, investasi ini sebaiknya dipandang sebagai langkah jangka panjang. Karena sistem bekerja otomatis dan terpusat, retailer dapat mengurangibiaya operasional berulang seperti pencetakan label dan pekerjaan manual. Oleh sebab itu, evaluasi investasi perli mempertimbangkan efisiensi berkelanjutan, bukan hanya biaya awal.
b. Integrasi Teknologi dan Adaptasi Sistem POS/ERP
Selanjutnya, tantangan muncul pada proses integrasi dengan sistem POS atau ERP digunakan. ESL membutuhkan sinkronisasi data yang stabil agar harga di rak selalu sesuai dengan sistem kasir. Oleh karena itu, perusahaan perlu memastikan kompatibilitas dan kesiapan infrastruktur teknologi sebelum implementasi.
Di sisi lain, adaptasi sistem juga memerlukan penyesuaian alur kerja internal. Karena proses pembaruan harga menjadi terpusat dan otomatis, tim IT serta operasional harus memahami mekanisme baru ini.
c. Pemeliharaan Teknis dan Pengembalian Investasi (ROI)
Selain investasi awal, pemeliharaan teknis juga perli diperhitungkan dalam strategi implementasi ESL. Perangkat label, baterai, serta jaringan komunikasi harus dipantau secara berkala agar tetap berfungsi optimal. Dengan demikian, perusahaan perlu memiliki prosedur maintenance yang terstruktur dan terjadwal.
Meskipun biaya awal tergolong tinggi, potensi penghematan jangka panjang sangat signifikan. Karena ESL mampu mengurangi kebutuhan tenaga kerja untuk penggantian label manual hingga 80%, efisiensi operasional meningkat drastis, khususnya pada bisnis retail skala besar. Oleh sebab itu, ROI sering kali tercapai melalui penghematan biaya staf, peningkatan akurasi harga, serta optimalisasi produktivitas tim toko.
d. Persepsi Harga oleh Pelanggan
Terakhir, persepsi pelanggan terhadap perubahan harga digital juga menjadi perhatian. Beberapa konsumen mungkin merasa harga lebih mudah berubah ketika menggunakan label elektronik. Oleh karena itu, transparansi strategi harga dan komunikasi yang jelas menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan pelanggan.
Di sisi lain, jika dikelola dengan baik ESL justru meningkatkan pengalaman belanja. Karena harga selalu akurat dan sinkron dengan sistem kasir, potensi konflik di checkout dapat diminimalkan. Dengan pendekatan yang tepat, teknologi ini tidak hanya efisien secara operasional, tetapi memperkuat citra profesional dan modern di mata pelanggan.
Kesimpulan
Electronic Shelf Labeling adalah sistem label rak digital yang menggantikan label kertas di toko ritel untuk menampilkan harga dan informasi real-time. Dengan dukungan sinkronisasi real-time dengan POS/ERP, Anda dapat menghilangkan selisih harga, memepercepat operasional, serta menjalankan strategi harga dinamis secara terpusat.
Salah satu solusi ERP retail yang bisa Anda andalkan yaitu software retail ScaleOcean. Software Retail ScaleOcean menyediakan solusi end-to-end dalam satu ekosistem, sehingga modul POS, sales, dan inventaris sudah terintegrasi penuh dengan satu sama lain sehingga harga ESL dirubah menggunakan data akurat, secara bersamaan dan terjadwal.
Dengan software terintegrasi, pengelolaan ESL di toko ritel Anda menjadi lebih cepat dan efisien. Anda dapat melihat secara langsung cara kerja modul-modul yang ada di dalamnya dengan mengajukan sesi demo gratis dengan tim ahli ScaleOcean.
FAQ terkait Electronic Shelf Label:
1. Toko mana saja yang memiliki label harga digital?
Contoh toko retailer yang sudah memiliki harga label digital berupa Walmart dan Wholefoods.
2. Apakah ESL cocok untuk semua jenis bisnis retail?
Electronic shelf label dapat diterapkan supermarket, minimarket, toko elektronik, apotek, hingga department store.
3. Apakah Electronic Shelf Label aman dari gangguan atau peretasan
Sistem ESL modern menggunakan enkripsi data dan jaringan komunikasi yang aman. Sehingga informasi harga dan data bisnis terlindungi selama proses transmisi berlangsung. Selain itu, karena ESL memakai baterai jika terjadi masalah dengan listrik ESL masih menampilkan harga dan promo yang ada.
4. Electronic Shelf Labeling bisa bertahan berapa tahun?
Biasanya, ESL dapat berfungsi selama 5-10 tahun sebelum harus diganti.
5.Electronic Shelf Labels umumnya memakai frekuensi apa?
Electronic shelf label berbasis radio frequency menggunakan frekuensi 1 Ghz, 2.4 Ghz, dan 433 MHz.













































WhatsApp Tim Kami
Demo With Us


