Sistem Produksi: Arti, Jenis, Tujuan, serta Contohnya

Posted on
Share artikel ini

Stabilitas operasional harian merupakan hal terpenting untuk mendukung keberhasilan perusahaan manufaktur. Masalah pada satu titik produksi sering kali memicu efek domino, mulai dari jadwal pengiriman yang tertunda hingga lonjakan biaya akibat pemborosan material.

Maka dari itu, penting untuk mengadopsi sistem produksi canggih untuk mengelola proses produksi lebih mudah. Apalagi bagi perusahaan manufaktur yang memiliki proses yang kompleks, dan sering mengalami hambatan, kebutuhan akan sistem produksi adalah hal yang tidak bisa ditunda.

Sistem produksi canggih hadir sebagai solusi untuk mengoptimalkan serta mengatasi setiap proses produksi Anda. Pada artikel ini, kami akan jelaskan lebih dalam tentang apa itu sistem produksi, tujuan, jenis, serta contoh production system di manufaktur. Simak penjelasannya sampai akhir!

starsKey Takeaway
  • Sistem produksi adalah serangkaian proses yang menggabungkan sumber daya manusia, teknologi, material, dan aktivitas yang saling berkaitan untuk menghasilkan produk.
  • Komponen sistem produksi meliputi elemen fisik seperti mesin, tenaga kerja, bahan baku, serta perencanaan, pengendalian, dan manajemen produksi.
  • Tujuan sistem produksi menghasilkan barang atau jasa berkualitas tinggi, dengan biaya yang efisien, dan dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
  • Software Manufaktur ScaleOcean sebagai solusi sistem produksi Indonesia untuk memudahkan dan mengoptimalkan setiap tahapan sistem produksi.

Coba Demo Gratis!

requestDemo

1. Apa yang Dimaksud dengan Sistem Produksi?

Sistem produksi adalah susunan kegiatan dan elemen yang mengubah masukan (input) menjadi keluaran (output), berupa barang atau jasa yang bernilai tambah. Sistem ini mencakup seluruh alur kerja, mulai dari perencanaan, pengadaan bahan baku, proses produksi, hingga pengendalian kualitas dan distribusi.

Dalam implementasinya, sistem ini berfungsi sebagai alat pengelola sumber daya, mulai dari tenaga kerja, mesin, hingga teknologi, untuk meningkatkan produktivitas. Dengan integrasi yang baik pada tata letak pabrik dan alokasi sumber daya, perusahaan dapat mengurangi risiko keterlambatan dalam produksi massal dan memastikan pengiriman produk tepat waktu ke pelanggan.

2. Komponen Utama Sistem Produksi

Sistem produksi merupakan rangkaian elemen yang saling terhubung untuk mengubah bahan baku menjadi produk akhir atau jasa yang memiliki nilai tambah. Secara umum, komponen-komponen dalam sistem ini dapat dibagi menjadi dua kelompok utama, yakni komponen struktural dan komponen fungsional. Berikut penjelasannya lebih lanjut.

a. Komponen Struktural

Komponen struktural merujuk pada elemen yang terlihat secara langsung atau aset fisik yang membentuk kerangka dasar sebuah pabrik. Elemen-elemen ini bersifat statis namun menjadi penentu kapasitas produksi maksimal sebuah perusahaan.

  • Sumber Daya Manusia (SDM): Tenaga kerja yang mengoperasikan mesin dan mengambil keputusan penting yang mempengaruhi kualitas dan efisiensi produksi.
  • Teknologi: Meliputi mesin, peralatan, dan metode kerja yang meningkatkan efisiensi produksi, mengurangi kesalahan manual, dan meningkatkan daya saing.
  • Bahan Baku: Terdiri dari bahan utama, penolong, dan komponen pendukung yang perlu dikelola dengan baik agar proses produksi lancar dan hasil konsisten.
  • Fasilitas & Tata Letak Pabrik: Mencakup infrastruktur fisik serta pengaturan mesin untuk memastikan alur kerja efisien dan minim hambatan logistik.

b. Komponen Fungsional

Komponen fungsional berperan sebagai “otak” yang mengatur aktivitas agar sesuai rencana, menggerakkan elemen struktural untuk mengubah input menjadi output dengan efektif dan efisien. Aspek manajerial ini memastikan aset fisik dimanfaatkan maksimal untuk mencapai tujuan.

  • Perencanaan Produksi: Proses penting yang mengatur jalur alur kerja (routing) dan penjadwalan waktu (scheduling), memastikan setiap pesanan selesai tepat waktu. Dalam perencanaan ini, penggunaan bill of material (BOM) sangat membantu untuk mengatur bahan yang dibutuhkan dalam proses produksi.
  • Manajemen Kualitas: Prosedur pengendalian yang memastikan setiap produk yang dihasilkan bebas dari cacat dan sesuai dengan harapan pasar.
  • Manajemen Persediaan: Strategi mengelola stok bahan mentah hingga barang jadi untuk mencegah pemborosan atau kekurangan bahan, terkait dengan MPS untuk prediksi kebutuhan.
  • Pemeliharaan (Maintenance): Penjadwalan perawatan rutin untuk aset mesin, langkah preventif ini penting untuk mengurangi risiko kerusakan mendadak yang dapat menghentikan seluruh proses produksi.

3. Apa Saja Jenis Sistem Produksi Manufaktur?

Apa Saja Jenis Sistem Produksi Manufaktur?

Sistem produksi dapat dibedakan melalui berbagai cara, seperti berdasarkan jenis proses, strategi pemesanan, dan pola operasional. Secara umum, jenis sistem produksi mencakup proses kontinu, proses intermiten, Make to Stock (MTS), Make to Order (MTO), serta produksi massal.

Untuk lebih detail, berikut penjelasan mengenai macam macam sistem produksi:

a. Berdasarkan Proses Produksi

Sistem produksi dapat dibedakan menjadi dua jenis utama jika dilihat dari cara kerjanya, yaitu:

  • Proses Kontinu (Continuous Process): Sistem proses produksi berlangsung tanpa jeda, menghasilkan produk secara massal dengan standar yang seragam, seperti pada industri penyulingan minyak atau pabrik gula.
  • Proses Intermiten (Intermittent Process): Produksi yang dilakukan sesuai permintaan, biasanya dalam jumlah terbatas dan untuk kebutuhan yang lebih spesifik.

b. Berdasarkan Strategi Pemenuhan Pesanan

Jika ditinjau dari strategi pemenuhan pesanan, sistem produksi terbagi menjadi beberapa pendekatan yang berbeda, antara lain:

  • Make to Stock (MTS): Barang diproduksi lebih dahulu dan disimpan sebagai persediaan, lalu dikirim saat ada permintaan.
  • Make to Order (MTO): Produksi dilakukan setelah perusahaan menerima pesanan dari pelanggan.
  • Assembly to Order (ATO): Produk dirakit berdasarkan pesanan menggunakan komponen standar yang telah tersedia.
  • Engineering to Order (ETO): Produksi dimulai dari tahap perancangan hingga pembuatan, sesuai spesifikasi khusus yang diminta pelanggan.

c. Berdasarkan Pola Produksi

Berdasarkan pola produksi yang diterapkan, sistem produksi dapat dikategorikan menjadi beberapa tipe, di antaranya:

  • Produksi Massal: Barang diproduksi dalam volume besar dengan kualitas yang seragam, biasanya untuk produk dengan permintaan tinggi dan berkesinambungan, seperti elektronik atau kendaraan.
  • Produksi Batch: Barang diproduksi dalam kelompok atau batch sesuai kebutuhan, umum diterapkan pada industri farmasi dan makanan.
  • Produksi Kustomisasi: Barang diproduksi secara khusus berdasarkan kebutuhan atau spesifikasi individu dari setiap pelanggan.

d. Berdasarkan Aliran Proses

Sistem produksi juga bisa dibedakan berdasarkan aliran prosesnya yang meliputi beberapa jenis sebagai berikut:

  • Fixed Site: Produksi langsung dilakukan di lokasi yang tetap, biasanya untuk produksi besar dan kompleks. Contoh: kapal atau pesawat terbang.
  • Job Shop: Jenis yang fleksibel yang dapat menangani jenis produk dalam jumlah kecil. Ideal untuk produk yang bervariasi dan memerlukan proses produksi yang berbeda.
  • Flow Shop: Production system terorganisir dalam aliran lini yang terstruktur, biasanya digunakan untuk produksi yang seragam.

Sistem produksi yang efisien berperan besar dalam meningkatkan produktivitas, menekan biaya, dan menjaga kualitas produk atau layanan. Pemilihan macam macam sistem produksi yang sesuai dapat ditentukan oleh jenis output, skala produksi, serta permintaan pasar.

Manufaktur

4. Tujuan Sistem Produksi

Tujuan utama sistem produksi adalah menghasilkan produk berkualitas, efisien, dan konsisten guna memenuhi permintaan pasar serta memaksimalkan keuntungan. Dengan memastikan proses berjalan teratur, penerapan sistem ini dapat menjaga standar kualitas tetap tinggi. Selain itu, sistem produksi juga bertujuan untuk:

a. Memenuhi Kebutuhan Perusahaan

Tujuan sistem produksi adalah memastikan perusahaan manufaktur bisa memenuhi kebutuhan internal dan eksternal secara tepat waktu. Itulah pentingnya pengendalian proses produksi secara menyeluruh mulai dari pengadaan hingga distribusi membuat perusahaan.

Ini akan membantu perusahaan dalam mencapai target operasional, sekaligus menjaga kualitas produk dan pelayanan yang diberikan kepada pelanggan.

b. Meningkatkan Efisiensi Proses Produksi

Tujuan sistem produksi yang lain juga untuk meningkatkan efisiensi di seluruh tahapan operasional, mulai dari perencanaan hingga pengiriman. Untuk mendukung hal ini, perusahaan perlu memahami cara membuat KPI produksi yang relevan agar dapat memantau performa setiap proses secara akurat.

Penerapan six sigma dengan production system juga dapat membantu mengidentifikasi dan mengurangi variasi proses, sehingga meningkatkan kualitas dan efisiensi secara menyeluruh. Efisiensi akan semakin optimal jika disertai integrasi teknologi, alur kerja yang tepat, dan pengelolaan sumber daya secara efektif.

c. Menurunkan Biaya Produksi

Proses ini yang menerapkan sistem efektif dan canggih, akan membuat tahapan dan aspeknya semakin efisien dan mudah dilakukan. Termasuk memproduksi barang dalam jumlah barang, dan peningkatan produktivitas. Tujuan ini dapat menurunkan biaya produksi per unit produk dalam perusahaan manufaktur.

d. Meningkatkan Kualitas Produk

Penggunaan production system ini penting untuk meningkatkan kualitas produk secara konsisten, karena tugas sistem dalam produksi dapat melacak dan memastikan setiap tahapan produksi dapat memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan. Pemantauan ketat dalam proses juga dapat membantu mencegah rusak dan cacat produk sejak awal.

e. Mengelola Rantai Pasok yang Efisien

Adanya mekanisme dari tujuan sistem produksi juga untuk pengelolaan rantai pasok yang lebih efisien, sehingga perusahaan manufaktur dapat merencanakan, melacak, dan mengelola aliran material dengan efektif. Dengan menggunakan manufacturing execution system (MES), perusahaan dapat memastikan proses ini berjalan lebih terintegrasi.

Pengelolaan rantai pasok oleh sistem yang baik dapat mengurangi biaya penyimpanan, mengoptimalkan pemesanan bahan baku, serta memastikan ketersediaan produk untuk pasar dinamis.

f. Meningkatkan Produktivitas

Production system adalah bagian penting dalam manufaktur yang dapat memanfaatkan dan memaksimalkan penggunaan teknologi dan mesin secara otomatis, sehingga dapat meningkatkan output produksi tanpa meningkatkan biaya tenaga kerja secara signifikan.

g. Menyediakan Data untuk Dasar Pengambilan Keputusan

Tujuan berikutnya sistem produksi adalah dapat pemantauan dan analitik data, sehingga Anda dapat mengambil keputusan bisnis dan operasional dengan cepat dan tepat. Anda dapat membuat perencanaan produksi yang tepat, mengidentifikasi tren, melacak kinerja produksi, dan membuat keputusan strategis dengan lebih baik.

h. Menekan Pemborosan

Terakhir, tujuan production system manufaktur adalah untuk mengurangi pemborosan di berbagai aspek produksi, seperti waktu, bahan, dan tenaga kerja. Anda bisa menggunakan metode lean manufacturing untuk mengidentifikasi aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah dan mengeliminasi pemborosan.

5. Tahapan Sistem Produksi Perusahaan Manufaktur

Ada beberapa tahapan sistem produksi yang membantu menigkatkan kelancaran operasional dan efisiensi di perusahaan manufaktur. Setiap langkahnya menjadi peran penting dalam menciptakan produk berkualitas tinggi, dan meningkatkan produktivitas proses manufaktur. Berikut beberapa tahapannya:

a. Perencanaan (Planning)

Pertama, tahap production system adalah menentukan jenis produk, jumlah yang akan diproduksi, serta kebutuhan sumber daya yang diperlukan. Tahap sistem produksi ini mencakup analisis permintaan pasar, penjadwalan kapasitas, dan pengalokasian bahan baku serta tenaga kerja.

b. Pengarahan Alur (Routing)

Proses routing menjadi tahap penentuan jalur atau urutan operasional yang harus dilalui bahan baku untuk menjadi produk jadi. Proses ini juga mencakup penentuan mesin, peralatan, dan stasiun kerja yang akan digunakan dalam setiap langkah produksi.

Tujuan utama dari proses ini adalah menetapkan alur produksi yang paling efisien dan efektif. Dengan demikian, setiap tahap produksi dilakukan secara optimal, mengurangi waktu siklus hidup produk, dan meminimalkan biaya produksi.

c. Penjadwalan (Scheduling)

Penjadwalan menjadi tahap lanjutan dalam sistem manufaktur untuk memastikan setiap proses berjalan tepat waktu dan sesuai rencana. Pada fase penjadwalan produksi, perusahaan menetapkan waktu dan metode pelaksanaan operasi, termasuk urutan kerja, alokasi waktu tiap tugas, serta koordinasi antar departemen.

d. Proses Produksi (Dispatching)

Tahap berikutnya dari production system adalah menjalankan proses pembuatan sesuai rencana yang telah ditentukan sebelumnya. Di sini, instruksi kerja dikirimkan ke lantai produksi untuk mengarahkan karyawan dan mesin. Untuk hasil optimal, penggunaan sistem digital dapat membantu mengintegrasikan data dari modul akuntansi, inventaris, dan pengadaan secara real-time.

e. Evaluasi Kinerja Produksi Secara Berkala

Tahapan akhir dalam proses produksi adalah evaluasi, yang bertujuan menilai efektivitas sistem secara keseluruhan. Tahap evaluasi ini bertujuan untuk mengidentifikasikan hambatan di lapangan, memperbaiki strategi yang kurang efektif, serta memastikan kualitas produk tetap terjaga.

Di sisi lain, evaluasi rutin juga membuka peluang perbaikan berkelanjutan bagi perusahaan. Memahami produksi tidak hanya sebatas memahami teknis perakitan atau pembuatan barang, tetapi yang terpenting adalah bagaimana mengelola sumber daya input secara efektif agar memberikan output yang maksimal.

Anda perlu memastikan ketersediaan dan kualitas input agar produksi berjalan lancar, sekaligus berupaya mencapai efisiensi penggunaan untuk mengurangi pemborosan dan biaya. Selain itu, analisis biaya input, negosiasi dengan pemasok, dan manajemen data produk yang baik menjadi krusial untuk menjaga profitabilitas.

6. Contoh Sistem Produksi di Perusahaan Manufaktur

Contoh Sistem Produksi di Perusahaan Manufaktur

Sistem produksi adalah proses yang mengubah input menjadi output sesuai kebutuhan. Contoh sistem produksi dapat ditemukan pada industri otomotif, makanan, dan pakaian. Proses ini mencakup tahap perencanaan, pengadaan bahan, produksi, pengendalian mutu, hingga distribusi.

Berikut adalah beberapa contoh sistem produksi yang lebih rinci:

a. Contoh Sistem Produksi di Pabrik Otomotif

Pabrik otomotif menggunakan bahan seperti baja, kaca, karet, dan komponen elektronik untuk membuat kendaraan. Prosesnya mencakup perancangan hingga pengujian, dengan tahapan yang sangat terstruktur.

Selanjutnya, kendaraan bermotor diproduksi dalam jumlah besar untuk memenuhi permintaan pasar yang terus berkembang. Penggunaan shop floor software memungkinkan pengawasan dan pengendalian proses produksi secara real-time, meningkatkan efisiensi dan mengurangi kesalahan produksi.

b. Contoh Proses Produksi di Industri Makanan

Industri makanan memanfaatkan bahan seperti sayuran, buah, susu, dan daging sebagai input utama. Contoh sistem produksi ini mencakup pengolahan, pemrosesan, pengemasan, hingga penyimpanan. Pentingnya sistem produksi yang efisien di sektor ini juga didorong oleh tren pasar

Misalnya, pertumbuhan industri makanan dan minuman di Indonesia yang mencatatkan tren positif sebesar 5,87 persen menunjukkan tingginya permintaan pasar yang harus diimbangi dengan kapasitas produksi yang stabil. Agar kualitas tetap terjaga, setiap proses dilakukan sesuai standar keamanan pangan sebelum akhirnya menghasilkan berbagai jenis produk siap konsumsi.

c. Contoh Sistem Produksi di Industri Pakaian

Produksi pakaian dimulai dengan bahan seperti kain, benang, dan aksesori tambahan. Prosesnya meliputi pemotongan bahan, penjahitan, pengemasan, dan penataan produk. Selain itu, perusahaan juga memastikan desain dan ukuran sesuai kebutuhan konsumen agar pakaian siap dipasarkan ke berbagai segmen.

Contoh masalah produksi di industri pakaian sering muncul saat stok kain tidak sesuai kebutuhan, ukuran potongan meleset, atau hasil jahitan tidak konsisten. Akibatnya, proses rework meningkat, pengemasan tertunda, dan pengiriman ke toko atau pelanggan menjadi tidak sesuai jadwal.

7. Software Manufaktur ScaleOcean Sebagai Solusi Sistem Produksi Indonesia

Software manufaktur ScaleOcean dirancang untuk menyederhanakan proses produksi dan meningkatkan efisiensi. Dengan software terintegrasi, Anda bisa memantau alur produksi secara real-time dari bahan baku hingga produk jadi. Solusi ini cocok untuk berbagai skala perusahaan, dari kecil hingga besar.

Sebagai ERP berbasis praktik terbaik industri, ScaleOcean menawarkan keunggulan seperti otomatisasi penuh, integrasi antar departemen, dan tanpa batasan jumlah pengguna. Dengan biaya flat, software ini memudahkan Anda mengelola produksi, inventaris, hingga keuangan secara serempak dan terukur. Kustomisasi dashboard dan IoT-ready juga tersedia.

Jangan lewatkan kesempatan untuk memangkas biaya operasional dan meningkatkan produktivitas manufaktur Anda. Konsultasikan kebutuhan bisnis Anda bersama tim kami dan nikmati demo gratis untuk melihat langsung performa sistem ini secara real-time.

Berikut fitur ScaleOcean yang dapat membantu sistem produksi Anda:

  • Smart MRP: Hitung kebutuhan bahan baku secara otomatis berdasarkan jadwal produksi. Software ini memastikan pemesanan bahan dilakukan tepat waktu dan jumlahnya selalu akurat.
  • BOM Management: Kelola seluruh komponen dan material produksi dalam satu software terintegrasi. Proses pembuatan dan pembaruan daftar bahan baku menjadi lebih cepat dan minim error.
  • Integrated SCM: Pantau dan kendalikan seluruh proses produksi dari satu dashboard terpusat. Kolaborasi antar tim menjadi lebih efisien karena semua data tersinkronisasi secara real-time.
  • Cost Management: Hitung biaya produksi secara rinci, mulai dari bahan baku, tenaga kerja, hingga overhead. Anda dapat memantau dan menganalisis pengeluaran secara akurat untuk setiap batch produksi.
  • Order Management: Otomatiskan proses penerimaan, pemrosesan, hingga pengiriman pesanan. Hal ini meningkatkan kecepatan pelayanan dan mengurangi risiko kesalahan input data.
  • Warehouse Management: Kontrol inventaris bahan baku dan barang jadi secara real-time. Proses picking dan pengiriman dipercepat, mendukung kelancaran proses produksi harian.

8. Kesimpulan

Sistem produksi adalah kumpulan aktivitas dan elemen terintegrasi yang mengubah bahan baku menjadi produk atau jasa. Sistem ini mencakup perencanaan, pengendalian, hingga eksekusi, dengan tujuan mewujudkan proses produksi yang efisien dan efektif.

Memilih sistem yang tepat sangat menentukan efisiensi dan efektivitas operasional. Pemahaman yang baik atas berbagai jenis sistem produksi membantu perusahaan menetapkan keputusan strategi produksi yang tepat.

Kemampuan dan fitur canggih yang disediakan Software Manufaktur ScaleOcean akan memberikan kemudahan bagi Anda mengelola proses manufaktur dan mengatasi setiap hambatan yang terjadi. Segera hubungi tim kami untuk konsultasi secara gratis dan jadwalkan demonya.

FAQ:

1. Apa saja macam-macam sistem produksi?

Terdapat tiga jenis sistem produksi berdasarkan tujuannya, yaitu:
1. Engineering to Order (ETO)
2. Assembly to Order (ATO)
3. Make to Order (MTO)

2. Apa saja klasifikasi sistem produksi?

Klasifikasi sistem produksi terbagi dua, yaitu kontinu (produk standar volume besar dengan aliran stabil dan mesin khusus) dan intermiten (produk beragam volume kecil dengan mesin serbaguna yang fleksibel).

3. Apa saja komponen sistem produksi?

Komponen sistem produksi meliputi bahan, mesin, tenaga kerja, modal, energi, informasi, tanah, dan lainnya.

Jadwalkan Demo Gratis

Error message
Error message
Error message
Error message
Error message
Error message

Rekomendasi Artikel Terkait

Temukan Artikel Serupa untuk Solusi Bisnis Lebih Lengkap