Perusahaan manufaktur Anda mungkin sering mengalami blind spot produksi. SPK sudah turun, tetapi PPIC belum tahu apakah barang sedang diproses, masih menunggu, atau tertahan di stasiun tertentu. Situasi tersebut membuat marketing kesulitan memberikan estimasi kirim yang pasti. Keterlambatan baru terlihat setelah pelanggan menagih, sehingga perusahaan tampak tidak siap dan kurang terkoordinasi.
Implementasi shop floor control yang tepat dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi tantangan ini. Dengan shop floor control, setiap pergerakan barang dapat dipantau otomatis. Hal ini memberikan PPIC visibilitas akurat terkait penjadwalan produksi, mengurangi downtime, pengendalian kualitas lebih baik, serta mengurangi pemborosan.
Dalam artikel ini, kami akan memberikan informasi mengenai 12 rekomendasi shop floor software terbaik di Indonesia, seperti ScaleOcean, MasterControl, DELMIAWorks, SYSPRO, dan PLEX. Artikel ini dapat menjadi pertimbangan penting bagi perusahaan manufaktur yang ingin meningkatkan kinerja dan efisiensi proses produksi mereka dengan solusi teknologi yang tepat.
- Shop floor control (SFC) adalah adalah sistem untuk mengelola, memantau, dan mengoptimalkan aktivitas produksi di lantai pabrik secara real-time.
- Manfaat penerapan shop floor control dalam bisnis manufaktur mencakup meningkatkan efisiensi, memberikan visibilitas real-time, hingga meningkatkan kualitas produk
- Shop floor software adalah software yang digunakan untuk mendukung perusahaan manufaktur dalam mengelola, memantau, dan mengatur kegiatan di area produksi.
- Software manufaktur ScaleOcean dapat optimalkan proses shop floor control secara real-time dengan fitur production monitoring yang terintegrasi.
Apa Itu Shop Floor Control (SFC)?
Shop Floor Control (SFC) adalah sistem untuk mengelola, memantau, dan mengoptimalkan aktivitas produksi di lantai pabrik secara real-time. Sistem ini menggabungkan perangkat lunak, perangkat keras, serta prosedur kerja yang membantu tim menjadwalkan, melacak, dan mengoptimalkan alur produksi dari awal sampai selesai.
Selain memberi visibilitas langsung di lapangan, SFC juga mendorong eksekusi produksi yang lebih rapi dan konsisten. Dengan data real-time, manajer bisa mempercepat keputusan, menekan limbah, dan menjaga kualitas output sesuai standar. Alhasil, proses produksi berjalan lebih efisien dan target operasional lebih mudah tercapai.
Komponen dan Fitur Kunci dalam Ekosistem SFC Modern
Sistem shop floor control modern memiliki beberapa komponen dan fitur kunci dalam ekosistem penggunaannya. Beberapa komponennya mencakup perangkat lunak (software), prosedur & hardware, serta manajemen langsung.
Berikut penjelasan terkait ketiga komponen inti dalam ekosistem SFC modern:
1. Perangkat Lunak (Software)
Perangkat lunak ini bertindak sebagai jembatan digital yang menghubungkan strategi bisnis di level ERP dengan eksekusi teknis di lantai produksi. Sebagai pusat operasional, software ini mengubah instruksi perencanaan yang abstrak menjadi perintah kerja yang spesifik, memantau pergerakan material, serta mencatat performa mesin secara otomatis.
Dalam implementasinya, sistem ini menyediakan dasbor visual yang memungkinkan manajer melihat status produksi dalam hitungan detik. Dengan fitur analitik, software dapat mengidentifikasi penurunan efisiensi secara instan, mengelola jadwal pemeliharaan alat, hingga mendokumentasikan standar kualitas di setiap tahapan.
2. Prosedur dan Hardware
Keberhasilan digitalisasi manufaktur sangat bergantung pada keselarasan antara prosedur kerja standar (SOP) dengan perangkat keras yang digunakan untuk menangkap data. Komponen hardware mencakup berbagai alat mulai dari sensor IoT pada mesin, pemindai barcode, hingga terminal layar sentuh yang digunakan operator untuk melapor.
Perangkat keras ini berfungsi sebagai indra bagi sistem dan memastikan setiap perpindahan barang atau aktivitas mesin terekam secara akurat tanpa bergantung sepenuhnya pada input manual yang rawan kesalahan. Prosedur yang jelas menentukan bagaimana data harus diambil, kapan operator harus melakukan input, dan bagaimana tindakan darurat diambil saat sistem mendeteksi anomali.
3. Manajemen Langsung
>Manajemen langsung bukan sekadar melakukan pengawasan pasif, melainkan terlibat aktif dalam penyelesaian masalah di titik produksi dan memberikan pembinaan langsung kepada operator. Hal ini memastikan bahwa hambatan sekecil apa pun dapat didiskusikan dan diatasi secara cepat melalui interaksi tatap muka, bukan hanya melalui laporan tertulis di balik meja.
Fokus utama dari manajemen langsung adalah mendorong budaya perbaikan berkelanjutan atau Kaizen. Dengan berada di lapangan, manajer dapat mengamati pemborosan yang mungkin tidak terlihat oleh sistem otomatis, seperti gerakan operator yang tidak efisien atau penempatan material yang menghalangi alur kerja.
Baca juga: Cara Menghitung Efisiensi Produksi di Manufaktur
4 Manfaat Penerapan Shop Floor Control bagi Bisnis Manufaktur
Dilansir dari McKinsey & Company, mengenai transformasi digital manufaktur, implementasi solusi seperti ini telah terbukti menghasilkan manfaat operasional yang signifikan, termasuk peningkatan throughput (volume produksi) sebesar 10 hingga 30 persen dan peningkatan produktivitas tenaga kerja hingga 30 persen.
Mengadopsi sistem shop floor control tentang transformasi fundamental dalam cara pabrik beroperasi. Manfaat yang dihasilkan berdampak langsung pada meningkatkan efisiensi, memberikan visibilitas real-time, mengurangi pemborosan, hingga meningkatkan kualitas produk.
Berikut adalah penjelasan dari beberapa keuntungan penerapan shop floor control bagi bisnis manufaktur:
1. Meningkatkan Efisiensi Operasional
SFC meningkatkan efisiensi produksi secara menyeluruh lewat data real-time tentang kinerja mesin dan operator. Dari sini, manajemen bisa cepat menemukan sumber inefisiensi seperti downtime yang tak perlu, waktu siklus yang melambat, atau alur kerja yang kurang optimal. Akibatnya, throughput naik karena proses berjalan lebih lancar dan terukur.
Selain itu, SFC memperkuat production control sehingga setiap sumber daya dipakai secara maksimal. Penjadwalan yang lebih cerdas dan alokasi tugas yang dinamis menekan waktu tunggu antar proses. Dengan siklus produksi yang lebih pendek, perusahaan merespons pesanan lebih cepat dan meningkatkan kapasitas tanpa menambah aset fisik.
2. Visibilitas Real-Time di Lantai Produksi
SFC menghilangkan kotak hitam di lantai produksi, memberikan visibilitas penuh atas apa yang terjadi setiap saat. Manajer dan penyelia tidak perlu lagi berjalan mengelilingi pabrik atau mengandalkan laporan manual yang usang untuk mengetahui status produksi. Dasbor real-time menyajikan semua informasi penting dalam satu layar, mulai dari progres pesanan, status mesin, hingga kinerja operator.
Visibilitas ini memungkinkan pengambilan keputusan yang proaktif, bukan reaktif. Ketika masalah muncul, seperti mesin yang berhenti atau tingkat cacat yang meningkat, sistem akan segera memberikan notifikasi. Hal ini memungkinkan tim untuk mengatasi masalah sebelum berkembang menjadi lebih besar dan menyebabkan keterlambatan yang signifikan.
3. Mengurangi Pemborosan dan Biaya Operasional
Penerapan SFC sejalan dengan prinsip-prinsip lean manufacturing yang berfokus pada eliminasi pemborosan (waste). Dengan melacak konsumsi material secara akurat, perusahaan dapat mengurangi pemborosan bahan baku akibat penggunaan berlebih atau kerusakan. Pengurangan tingkat cacat (scrap) dan pengerjaan ulang (rework) secara langsung menurunkan biaya produksi dan meningkatkan profitabilitas.
Selain itu, data dari SFC membantu mengoptimalkan penggunaan energi dan sumber daya lainnya. Analisis waktu henti mesin juga dapat mengurangi biaya pemeliharaan dengan beralih dari pendekatan reaktif ke preventif atau bahkan prediktif. Secara keseluruhan, SFC memberikan data yang dibutuhkan untuk membuat operasional menjadi lebih ramping dan hemat biaya.
4. Meningkatkan Kualitas Produk yang Konsisten
Kualitas yang konsisten adalah kunci untuk kepuasan pelanggan dan reputasi merek. SFC memainkan peran penting dalam mencapai hal ini dengan menanamkan proses pengendalian kualitas di setiap langkah produksi. Instruksi kerja digital memastikan bahwa setiap operator mengikuti product development yang sama, mengurangi variabilitas yang disebabkan oleh faktor manusia.
Dengan pengumpulan data kualitas secara real-time, setiap penyimpangan dari standar dapat segera terdeteksi. Sistem ini menciptakan jejak digital (digital traceability) yang lengkap untuk setiap produk, mencatat siapa yang mengerjakannya, mesin apa yang digunakan, dan hasil pemeriksaan kualitasnya. Kemampuan telusur ini sangat berharga untuk analisis masalah dan kepatuhan terhadap regulasi industri.
Tahapan Shop Floor Control
Fase shop floor control mencakup tiga tahapan utama, yaitu pelepasan pesanan (order release), penjadwalan pesanan (order scheduling), dan progres pesanan (order progress).
Berikut penjelasan dari ketiga fase tahapan shop floor control:
1. Pelepasan Pesanan (Order Release / Loading)
Tahap ini merupakan fase persiapan di mana rencana produksi dari kantor pusat diturunkan menjadi aksi nyata di lantai pabrik. Fokus utamanya adalah memastikan bahwa semua prasyarat produksi telah terpenuhi sebelum pekerjaan dimulai. Hal ini mencakup ketersediaan bahan baku dari software kontrol bahan baku, kelengkapan instruksi kerja atau gambar teknis, serta kesiapan perkakas.
Selain verifikasi material, tahap ini melibatkan alokasi beban kerja (loading) ke stasiun kerja yang sesuai. Manajer produksi harus memastikan bahwa volume pekerjaan yang dilepaskan tidak melebihi kapasitas mesin atau tenaga kerja yang tersedia pada hari tersebut. Dengan melakukan kontrol yang ketat pada tahap pelepasan, perusahaan dapat mencegah penumpukan barang setengah jadi (Work in Process) di lantai produksi.
2. Penjadwalan dan Pengurutan (Sequencing & Scheduling)
Setelah pesanan dilepaskan, tahap selanjutnya adalah menentukan prioritas pengerjaan melalui pengurutan yang mendetail. Penjadwalan ini bukan sekadar menentukan jam mulai dan selesai, tetapi mengatur urutan pengerjaan (sequencing) untuk meminimalkan waktu setup mesin. Tujuannya adalah untuk memaksimalkan utilitas aset sambil tetap mengacu pada tanggal pengiriman yang dijanjikan kepada pelanggan.
Tahap ini juga bersifat dinamis dan harus sangat adaptif terhadap perubahan. Jika sebuah mesin tiba-tiba rusak atau ada pesanan mendesak dari pelanggan prioritas, jadwal harus segera disesuaikan tanpa mengganggu keseluruhan alur kerja pabrik. Penggunaan logika penjadwalan yang cerdas membantu perusahaan menghindari kemacetan produksi serta memastikan distribusi beban kerja yang merata di seluruh lini.
3. Progres Pesanan (Order Progress / Dispatching & Monitoring)
Tahap terakhir ini adalah fase eksekusi dan pengawasan aktif saat produksi sedang berlangsung. Proses dimulai dengan dispatching, yaitu penyerahan instruksi kerja spesifik kepada operator di lapangan untuk segera dikerjakan. Selama pengerjaan, sistem atau supervisor melakukan pemantauan secara real-time terhadap status setiap unit, jumlah material yang dikonsumsi, serta kecepatan kerja operator.
Keunggulan utama dari tahap ini adalah kemampuan untuk melakukan tindakan korektif secara instan. Jika ditemukan penyimpangan kualitas atau keterlambatan proses pada satu stasiun kerja, manajer dapat segera mengintervensi sebelum masalah tersebut berdampak luas ke tahap produksi berikutnya.
Apa itu Shop Floor Software?
Shop floor software adalah software yang digunakan untuk mendukung perusahaan manufaktur dalam mengelola, memantau, dan mengatur kegiatan di area produksi secara langsung dan real-time. Sistem ini mendukung penjadwalan, pelacakan, dan pelaporan perkembangan pekerjaan di lantai pabrik, serta mengelola sumber daya seperti bahan baku, mesin, dan tenaga kerja.
Fitur analisis data dan laporan otomatis software ini membantu mengurangi downtime, mengurangi human-error, serta meningkatkan kualitas produk. Selain itu, otomatisasi penjadwalan dan notifikasi mempercepat penyelesaian setiap tahap produksi. Software ini juga dapat diintegrasikan dengan software lainnya dalam lini produksi untuk mengoptimalkan proses kerjanya seperti software ERP produksi.
Implementasi shop floor software dapat membantu mencapai target produksi secara lebih akurat dan konsisten, sekaligus memberikan insight strategis bagi manajer untuk mengoptimalkan efisiensi operasional, serta meningkatkan kolaborasi tim lintas departemen secara efektif dan memenuhi tuntutan pasar.
7 Fitur Utama Shop Floor Control Software

Berikut penjelasan dari beberapa fitur utama yang dimiliki shop floor control software:
1. Penjadwalan dan Perencanaan Produksi
Shop floor control software mempermudah pembuatan dan pengelolaan jadwal produksi yang efisien, termasuk mengatur alokasi sumber daya dan urutan pekerjaan. Dengan penjadwalan yang terstruktur, proses produksi menjadi lebih lancar dan terkontrol dengan baik untuk menghindari bottleneck.
2. Real-Time Production Monitoring
Fitur ini memungkinkan pemantauan secara real-time terhadap status setiap pekerjaan atau pesanan, termasuk lokasi dan waktu penyelesaian. Fungsi software shop floor control system ini membantu memastikan bahwa semua proses WIP berjalan sesuai dengan jadwal yang ditentukan.
3. Manajemen Sumber Daya
Shop floor management software juga mendukung pengelolaan penggunaan mesin, bahan baku, dan tenaga kerja. Salah satunya adalah pemantauan kinerja mesin dan penjadwalan perawatan, yang sejalan dengan master production schedule untuk meminimalkan downtime dan meningkatkan efisiensi operasional.
4. Pelaporan dan Analitik
Tidak hanya itu, software ini juga menawarkan data dan laporan mengenai kinerja produksi, seperti waktu siklus dan tingkat kesalahan. Dengan informasi ini, perusahaan dapat mengambil keputusan yang lebih baik serta melakukan perbaikan berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas.
5. Pengendalian Kualitas dan Kepatuhan
Shop floor management membantu proses quality control dengan mencatat hasil inspeksi di setiap tahap produksi. Sistem memantau parameter kritis seperti dimensi, suhu, dan spesifikasi material. Ketika parameter melewati batas toleransi, software memberikan peringatan untuk tindakan korektif.
Selain meningkatkan pengendalian kualitas, integrasi software MRP dengan shop floor management memungkinkan perencanaan material yang lebih baik. Dengan demikian, perusahaan dapat mengoptimalkan aliran bahan baku, mengurangi pemborosan, dan memastikan produksi berjalan sesuai jadwal.
6. Pelaporan dan KPI
Shop floor management software juga menghasilkan laporan rinci mengenai kinerja produksi, efisiensi mesin, dan produktivitas tim. Dashboard interaktif menampilkan KPI utama, seperti OEE, waktu siklus rata-rata, dan tingkat pemenuhan jadwal. Laporan ini mendukung evaluasi performa, penetapan strategi, serta pengambilan keputusan berbasis data.
7. Integrasi dengan Sistem Lain
Sistem ini dapat terintegrasi dengan solusi lain seperti ERP dan WMS, yang memastikan aliran data yang lancar antar departemen. Hal ini membantu dalam pengelolaan informasi secara menyeluruh dan meningkatkan koordinasi di seluruh organisasi.
12 Rekomendasi Shop Floor Control Software Terbaik di Indonesia
Shop floor software, yang juga dikenal sebagaishop floor control system menghubungkan sistem perencanaan tingkat tinggi (ERP) dengan aktivitas produksi yang sebenarnya di lantai pabrik. Ada 12 rekomendasi shop floor control software terbaik di Indonesia mulai dari ScaleOcean, MasterControl, DELMIAWorks, SYSPRO, PLEX, dan lain sebagainya.
Berikut penjelasan dari 12 rekomendasi shop floor control software terbaik di Indonesia:
1. Shop Floor Software ScaleOcean
Shop floor software ScaleOcean menyediakan solusi all-in-one untuk mengelola dan melacak berbagai proses produksi secara efisien di lantai produksi (shop floor). Dengan fitur pemantauan produksi secara real-time, perusahaan dapat memantau status mesin dan proses produksi secara langsung.
Dengan real-time monitoring & tracking, software ini memungkinkan perusahaan untuk mengawasi setiap tahap produksi, mendeteksi hambatan, serta mengoptimalkan penggunaan sumber daya. Selain itu, pengukuran overall equipment effectiveness (OEE) membantu dalam menganalisis kinerja mesin dan operator, sehingga perusahaan dapat mengurangi downtime dan mereduksi idle time.
Software ini juga cocok untuk berbagai skala bisnis, termasuk sektor otomotif, makanan & minuman, farmasi, tekstil, elektronik, hingga manufaktur komponen berat.. Untuk memberikan pengalaman langsung, ScaleOcean menawarkan demo gratis yang memungkinkan perusahaan untuk mengeksplorasi fitur-fitur canggih ini secara langsung.
- Real-time production monitoring: Memantau status mesin dan lini produksi secara langsung untuk mendeteksi masalah dengan cepat.
- Production scheduling & resource optimization: Menjadwalkan produksi dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya untuk efisiensi maksimal.
- ERP integration & data synchronization: Menyinkronkan data antara departemen untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih akurat dan tepat waktu.
- Integrated quality control: Memastikan standar kualitas dengan pengawasan dan analisis data kualitas yang real-time.
- Preventive maintenance management: Menjadwalkan dan mengingatkan pemeliharaan mesin untuk mengurangi downtime dan kerusakan mendadak.
- Production process visualization: Menampilkan alur produksi secara visual untuk mempermudah pemantauan dan analisis proses.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
2. Shop Floor Control Software MasterControl
MasterControl menawarkan solusi terintegrasi untuk mengoptimalkan proses manufaktur. Aplikasi ini membantu bisnis meningkatkan efisiensi produksi, memastikan kepatuhan regulasi, dan mengurangi kesalahan manusia. MasterControl cocok untuk industri yang membutuhkan kontrol ketat, seperti sektor farmasi, medis, dan otomotif.
Berikut adalah fitur-fitur dalam MasterControl:
- Pelacakan produksi real-time
- Manajemen dokumen otomatis
- Analisis data kinerja produksi
- Integrasi dengan sistem ERP
- Pelaporan kepatuhan regulasi
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
3. DELMIAWorks (IQMS)
Berikutnya, terdapat juga software rekomendasi lain, seperti DELMIAWorks (sebelumnya IQMS) yang dirancang khusus untuk manufaktur. Shop floor planning software ini menggabungkanproduction planning, pengelolaan inventaris, dan kontrol kualitas dalam satu platform. Cocok untuk industri otomotif, plastik, dan elektronik, DELMIAWorks membantu meningkatkan produktivitas dan mengurangi biaya operasional.
Berikut adalah fitur-fitur dalam DELMIAWorks:
- Perencanaan produksi terintegrasi
- Manajemen rantai pasokan
- Monitoring mesin real-time
- Kontrol kualitas otomatis
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
4. Shop Floor Software SYSPRO
Shop floor software SYSPRO menyediakan solusi manajemen produksi dan rantai pasokan yang efisien. Dirancang untuk industri manufaktur dan distribusi, shop floor monitoring software ini membantu mengoptimalkan operasional, mengurangi biaya, dan meningkatkan kepuasan pelanggan. SYSPRO cocok untuk bisnis menengah hingga besar.
Berikut adalah fitur-fitur dalam SYSPRO:
- Perencanaan sumber daya terpusat
- Manajemen produksi real-time
- Analisis data canggih
- Integrasi rantai pasok
- Kontrol inventaris otomatis
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
5. Shop Floor Control Software PLEX
Selain itu, Software PLEX juga menawarkan solusi cloud-based untuk manajemen produksi dan perencanaan lantai pabrik. Shop floor management software ini membantu bisnis meningkatkan visibilitas operasional, mengurangi downtime, dan memastikan kualitas produk. Cocok untuk industri otomotif, makanan, dan minuman.
Berikut adalah fitur-fitur dalam PLEX:
- Manajemen produksi berbasis cloud
- Pelacakan kualitas real-time
- Integrasi mesin otomatis
- Analitik kinerja produksi
- Kontrol inventaris terpusat
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
6. Shop Floor Control Software Jobscope
Untuk membantu bisnis manufaktur mengoptimalkan proses produksinya, Jobscope menawarkan solusi komprehensif untuk melacak pekerjaan, mengelola inventaris, dan memantau kinerja mesin. Dengan antarmuka yang intuitif, Jobscope mempermudah tim dalam mengidentifikasi potensi defective product, memastikan setiap tahap produksi berjalan efisien dan meningkatkan kualitas hasil akhir.
Berikut adalah fitur-fitur dalam Jobscope:
- Pelacakan pekerjaan secara real-time
- Manajemen inventaris terintegrasi
- Pemantauan kinerja mesin otomatis
- Laporan produksi yang dapat disesuaikan
- Integrasi dengan sistem ERP lainnya
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
7. Global Shop Solutions Shop Floor Control System
Selanjutnya, terdapat juga rekomendasi lain seperti Global Shop Solutions yang menyediakan solusi terpadu untuk manajemen produksi, keuangan, dan rantai pasok. Shop floor management software satu ini membantu bisnis meningkatkan efisiensi operasional dengan mengotomatisasi proses dan menyediakan data real-time. Cocok untuk industri manufaktur skala menengah hingga besar.
Berikut adalah fitur-fitur dalam Global Shop:
- Modul manajemen produksi lengkap
- Pelacakan inventaris otomatis
- Analisis data real-time
- Integrasi keuangan dan akuntansi
- Dukungan multi-bahasa dan multi-mata uang
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
8. Shop Floor Control System QT9
Shop floor control system QT9 menawarkan solusi manajemen produksi dan rantai pasok yang fleksibel. Software ini hadir untuk memenuhi kebutuhan bisnis manufaktur dengan fitur seperti pelacakan pesanan, manajemen kualitas, dan analisis data. Cocok untuk perusahaan yang ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi operasional.
Berikut adalah fitur-fitur dalam QT9:
- Pelacakan pesanan secara real-time
- Manajemen kualitas terintegrasi
- Analisis data prediktif
- Otomatisasi proses produksi
- Dukungan cloud dan on-premise
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
9. Shop Floor Software MachineMetrics
Di sisi lain, MachineMetrics fokus pada pengoptimalan produksi melalui analisis data mesin secara real-time. Software ini membantu bisnis mengurangi downtime, meningkatkan efisiensi mesin, dan membuat keputusan berbasis data. Ideal untuk industri manufaktur yang mengandalkan mesin berat.
Berikut adalah fitur-fitur dalam MachineMetrics:
- Pemantauan mesin real-time
- Analisis prediktif untuk perawatan
- Pelaporan kinerja mesin otomatis
- Integrasi dengan perangkat IoT
- Dashboard kinerja yang dapat disesuaikan
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
10. Rover Data Systems
Kemudian, terdapat juga rekomendasi lain bagi Anda membutuhkan solusi manajemen produksi berbasis cloud, yaitu Rover Data Systems. Shop floor tracking software satu ini menawarkan fitur seperti pelacakan pesanan, manajemen inventaris, dan analisis data. Cocok untuk bisnis yang ingin mengadopsi teknologi digital secara bertahap.
Berikut adalah fitur-fitur dalam Rover Data Systems:
- Pelacakan pesanan berbasis cloud
- Manajemen inventaris otomatis
- Analisis data produksi real-time
- Integrasi dengan sistem ERP lain
- Dukungan multi-platform
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
11. Shop Floor Software MESTEC
Software MESTEC dapat memantau dan mengoptimalkan proses produksi secara real-time. Aplikasi ini membantu bisnis mengurangi waste, meningkatkan efisiensi, dan memastikan kepatuhan terhadap standar kualitas. Dengan fitur pelacakan yang canggih, MESTEC cocok untuk industri manufaktur yang membutuhkan visibilitas penuh atas operasional mereka.
Berikut adalah fitur-fitur dalam MESTEC:
- Pelacakan produksi real-time
- Manajemen kualitas terintegrasi
- Analisis data kinerja mesin
- Pelaporan otomatis dan detail
- Integrasi dengan sistem ERP
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
12. Shop Floor Software Katana
Terakhir, software Katana menawarkan solusi manajemen produksi dan inventaris berbasis cloud. Shop floor monitoring software ini membantu bisnis mengoptimalkan alur kerja, mengurangi overstock, dan meningkatkan akurasi perencanaan produksi. Dengan antarmuka yang ramah pengguna, Katana cocok untuk UMKM yang ingin beralih ke sistem digital.
Berikut adalah fitur-fitur dalam Katana :
- Manajemen inventaris otomatis
- Perencanaan produksi visual
- Pelacakan pesanan real-time
- Integrasi dengan platform e-commerce
- Analisis data produksi sederhana
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
5 Cara Memilih Shop Floor Software yang Tepat
Ada berbagai tips cara untuk memillih shop floor software yang tepat untuk memastikan software yang dipilih mampu mendukung efisiensi dan pertumbuhan bisnis. Langkah-langkah untuk memilih SFC software yang tepat mencakup, identifikasi kebutuhan dan tujuan, evaluasi kemampuan integrasi sistem, pertimbangan skalabilitas, kemudahan pengguna, hingga pertimbangan biaya dan ROI.
Berikut adalah penjelasan dari langkah-langkah dalam memilih shop floor management software:
1. Identifikasi Kebutuhan dan Tujuan Proses Produksi
Langkah pertama adalah memahami kebutuhan spesifik dan tujuan dari proses produksi Anda. Hal ini mencakup pengenalan jenis operasi manufaktur yang dijalankan, apakah memerlukan pelacakan waktu nyata, atau fitur-fitur lain seperti manajemen inventaris dan pengendalian kualitas. Menyusun daftar fitur yang diinginkan dapat membantu mempersempit pilihan shop floor monitoring software yang tepat.
2. Evaluasi Kemampuan Integrasi Sistem
Pilih shop floor planning software yang dapat terintegrasi dengan sistem yang sudah ada, seperti ERP, software PPIC, atau software MRP. Integrasi yang lancar antara sistem-sistem ini akan memudahkan alur data dan mengurangi risiko kesalahan input data.
Integrasi software ERP produksi dengan shop floor planning software memungkinkan pengelolaan proses produksi yang lebih efektif. Dengan koneksi yang baik, perusahaan dapat memantau setiap tahap produksi secara real-time dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang ada.
3. Pertimbangkan Skalabilitas
Berikutnya, skalabilitas menjadi faktor penting dalam memilih shop floor software yang tepat. Pastikan software dapat berkembang bersama bisnis Anda, baik dalam hal volume produksi maupun kompleksitas operasional. Pilih software yang fleksibel dan dapat menyesuaikan diri dengan perubahan kebutuhan di masa depan, sehingga tidak perlu mengganti sistem seiring dengan perkembangan perusahaan.
4. Perhatikan Kemudahan Penggunaan
Kemudahan penggunaan adalah aspek yang harus diperhatikan untuk memastikan adopsi yang cepat oleh staf. Selain itu, software yang kompleks dan sulit digunakan dapat menghambat efisiensi operasional. Pilih shop floor planning software dengan antarmuka yang ramah pengguna dan menawarkan dukungan pelatihan yang memadai agar tim dapat memanfaatkan semua fitur dengan efektif.
5. Pertimbangkan Biaya dan ROI (Return on Investment)
Terakhir, biaya software dan potensi ROI menjadi pertimbangan penting dalam memilih solusi. Selain biaya awal, perhitungkan juga manfaat jangka panjang seperti efisiensi operasional, penghematan biaya, dan peningkatan kualitas produksi. Pilih software ERP manufaktur yang memberikan nilai tambah yang sebanding dengan investasi yang dikeluarkan.
Kesimpulan
Shop floor control adalah sistem yang mengelola dan memantau aktivitas produksi secara real-time untuk memastikan alur kerja tetap efisien. Tanpa SFC software yang tepat, tim produksi kesulitan memantau yang terjadi di lantai produksi yang memicu keterlambatan visibilitas, penumpukan WIP, dan kualitas tidak rata. Beberapa rekomendasi software SFC terbaik seperti ScaleOcean, MasterControl, hingga DELMIAWorks.
Software manufaktur ScaleOcean dapat menjadi salah satu solusi software SFC yang ideal. Dengan fitur automated production reporting, pencatatan output dan material terjadi secara instan untuk menghilangkan hambatan administratif dan risiko kesalahan manual. Fitur capacity planning management memastikan beban kerja mesin dan tenaga kerja teralokasi secara optimal guna mencegah terjadinya bottleneck.
Memahami implementasi SFC software dengan tepat dapat memudahkan tim merespons cepat, menekan biaya, dan menjaga eksekusi tetap akurat dalam bisnis manufaktur Anda. Jadwalkan demo gratis dan konsultasi dengan tim ahli kami sekarang untuk melihat langsung bagaimana SFC terintegrasi bekerja di pabrik Anda
FAQ:
1. Apa itu software lantai produksi (shop floor software)?
Shop floor software adalah sebuah aplikasi khusus yang dirancang untuk mengelola, memantau, dan mengoptimalkan operasional serta aktivitas di lantai produksi manufaktur. Tujuan utamanya adalah untuk menyederhanakan proses produksi, meningkatkan efisiensi operasional, dan memastikan visibilitas secara real-time ke dalam alur kerja manufaktur.
2. Apa itu sistem pengendalian lantai produksi (shop floor control)?
Pengendalian lantai produksi (shop floor control) bertanggung jawab atas manajemen mendetail terkait aktivitas dan aliran material di dalam pabrik. Hal ini mencakup pengelolaan karyawan, material, mesin, dan waktu produksi.
3. Apa saja tiga fase pengendalian lantai produksi?
1. Pelepasan pesanan (order release): Fase perencanaan & manajemen sumber daya.
2. Penjadwalan pesanan (order scheduling): Fase penyelarasan & eksekusi produksi.
3. Progres pesanan (order progress): Fase pemantauan & pengendalian.









