Untuk memastikan kelancaran produksi, perusahaan manufaktur perlu mengelola perencanaan secara maksimal, termasuk pengadaan dan perencanaan material produksi. Tanpa pengelolaan yang optimal, produktivitas bisa menurun dan biaya meningkat. Inilah mengapa penerapan MRP software sangat penting.
Material requirements planning software merupakan salah satu teknologi sistem yang harus ada dalam produksi manufaktur, agar proses pengadaan dan perencanaan produksi bisa lebih mudah dan efektif dilakukan secara otomatis, tanpa adanya hambatan yang terjadi.
Selain penerapannya yang penting, memilih MRP software yang tepat dan sesuai dengan karakter bisnis Anda juga harus dipertimbangkan dengan baik. Di artikel kali ini, kita akan memberikan 10 rekomendasi MRP software terbaik untuk bantu Anda maksimalkan perencanaan produksi secara menyeluruh. Simak di sini selengkapnya!
- Software MRP adalah perangkat lunak yang merencanakan dan menjadwalkan produksi dengan menghitung bahan baku, sub-rakitan, dan komponen untuk produk jadi.
- Fungsi MRP software perencanaan produksi, pengelolaan inventaris, perencanaan material, dan integrasi fungsi bisnis seperti penjualan, keuangan, dan akuntansi.
- Contoh rekomendasi MRP software terbaik, yaitu ScaleOcean MRP software, MRPeasy system, Katana MRP, Odoo, dan Netsuite.
- Software manufaktur ScaleOcean membantu menstabilkan perencanaan material, mengontrol stok real-time, dan meningkatkan visibilitas produksi melalui sistem MRP terintegrasi.
Apa itu Software Material Requirements Planning (MRP)?
Software Material Requirements Planning (MRP) adalah sistem yang dirancang untuk membantu perusahaan manufaktur dalam merencanakan dan mengelola proses produksinya secara efektif. Sistem ini memastikan ketersediaan bahan baku, komponen, dan sub-rakitan dalam jumlah yang tepat serta pada waktu yang diperlukan untuk memenuhi permintaan pelanggan.
System MRP bertujuan untuk memastikan ketersediaan material yang tepat waktu guna memenuhi permintaan produksi, serta mengurangi biaya inventaris. Sistem ini juga membantu perusahaan mengurangi kekurangan atau kelebihan stok, sekaligus meningkatkan efisiensi dan produktivitas secara keseluruhan.
Penggunaan MRP software dapat mengurangi waktu perencanaan produksi dari hari atau minggu menjadi hanya beberapa jam. NumberAnalytics menyatakan bahwa perusahaan yang menggunakan sistem MRP canggih mengalami peningkatan produktivitas tenaga kerja rata-rata sebesar 22% dan pengurangan waktu setup rata-rata sebesar 18%.
Selain itu, penting bagi Anda untuk memahami bagaimana flowchart pembelian bahan baku di perusahaan untuk mendapatkan gambaran alur pengadaan secara sistematis. Ini akan membantu penerapan MRP inventory system lebih optimal dalam menghindari kekurangan dan kelebihan stok, serta memastikan bahan baku tersedia tepat waktu untuk produksi.
Apa Fungsi MRP Software?
Fungsi MRP Software adalah memastikan ketersediaan bahan baku dan komponen sesuai jadwal, menghindari kekurangan stok yang mengganggu produksi. Hal ini juga meminimalkan inventaris, mengurangi biaya penyimpanan, dan meningkatkan produktivitas dengan penjadwalan yang lebih efisien.
Material Requirements Planning ini juga meningkatkan fleksibilitas dalam merespons permintaan pasar. Berikut fungsi utama MRP software bagi sektor manufaktur:
1. Perencanaan Kebutuhan Material
Sistem MRP menghitung kebutuhan material yang diperlukan untuk proses produksi berdasarkan perencanaan produksi dan pesanan pelanggan. Dengan cara ini, perusahaan dapat memastikan memiliki bahan baku yang cukup untuk memenuhi target produksi tanpa kelebihan stok.
Studi kasus FarSounder, produsen perangkat navigasi laut, berhasil mengurangi waktu perencanaan material hingga 90% dengan mengimplementasikan software MRP. Sebelumnya, mereka menghadapi tantangan dalam manajemen inventaris dan pengadaan material. Dengan MRP, mereka dapat merencanakan kebutuhan material secara lebih efisien.
2. Pengelolaan Inventaris
Material requirement planning software memantau stok material yang tersedia dan memberikan perkiraan yang akurat tentang kebutuhan inventaris di masa depan. Penerapan pengelolaan persediaan pabrik yang baik sangat membantu dalam proses ini, karena memungkinkan perusahaan mengelola stok dengan lebih efisien.
3. Jadwal Produksi
Salah satu fungsi utama system MRP adalah menyusun jadwal produksi yang efisien berdasarkan ketersediaan material dan waktu yang diperlukan untuk proses produksi. Dengan perencanaan yang matang, perusahaan dapat meminimalkan waktu tunggu dan memastikan bahwa proses produksi berjalan lancar tanpa penundaan.
4. Pengadaan Material
Software material requirements planning memudahkan perusahaan dalam mengelola proses perencanaan material produksi dengan membuat pesanan pembelian otomatis saat stok mulai menipis. Selain itu, manfaat MRP memungkinkan pelacakan pengiriman material dan memastikan hubungan yang baik dengan pemasok melalui pemantauan kinerja mereka.
Salah satu strategi pendukung MRP software dalam meningkatkan efisiensi kapasitas produksi adalah penerapan perakitan otomatis, yang mampu menyederhanakan proses manufaktur secara signifikan.
Cara menghitung MRP secara manual bisa menjadi rumit, namun dengan implementasi software MRP tentu akan menyederhanakan proses ini dan memberikan visibilitas yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan yang lebih baik.
Apa Saja Manfaat MRP Software?
Manfaat penerapan sistem terlihat dari operasional yang lebih rapi karena proses berjalan lebih terukur. Tim dapat bekerja lebih cepat, mengurangi aktivitas manual, dan menjaga akurasi data agar tidak mengganggu alur kerja. Penerapan sistem juga mendukung kualitas layanan dan keputusan manajemen yang lebih presisi.
Berikut manfaat utama penerapan bagi operasional bisnis:
1. Peningkatan Efisiensi
Sistem mengurangi tugas manual yang berulang, terutama pada entri data dan pembaruan status operasional. Akibatnya, tim menyelesaikan pekerjaan lebih cepat karena alur proses berjalan lebih terstruktur.
Selanjutnya, otomatisasi membantu menekan risiko kesalahan input yang sering terjadi saat proses dikerjakan terpisah. Dengan begitu, data lebih konsisten dan tim bisa fokus pada pekerjaan yang berdampak langsung.
2. Optimalisasi Biaya
Sistem membantu bisnis menghindari persediaan berlebih sehingga modal tidak lama tertahan di stok. Karena kontrol lebih terarah, perusahaan menyeimbangkan kebutuhan operasional dengan jumlah persediaan yang masuk akal.
Di sisi lain, visibilitas stok yang lebih akurat menekan biaya penyimpanan, handling, dan risiko barang usang. Oleh karena itu, keputusan pembelian dan penempatan stok menjadi lebih hemat serta terukur.
3. Pengiriman Tepat Waktu
Sistem membuat komitmen pengiriman lebih realistis karena alur kerja mengikuti kapasitas dan ketersediaan material. Hasilnya, perusahaan mengurangi perubahan jadwal mendadak yang sering memicu keterlambatan layanan.
Lebih jauh, tim dapat mendeteksi potensi hambatan lebih awal melalui pembaruan status yang lebih konsisten. Dengan demikian, penyesuaian prioritas atau jadwal dapat dilakukan sebelum masalah membesar.
4. Pengambilan Keputusan Berbasis Data
Sistem menyajikan laporan kinerja dan ringkasan biaya lebih cepat tanpa menunggu rekap manual. Karena informasi tersedia tepat waktu, manajemen dapat merespons kondisi operasional dengan lebih sigap.
Selain itu, analisis biaya produksi membantu perusahaan mengevaluasi efisiensi proses dan peluang perbaikan secara objektif. Dengan begitu, strategi bisnis disusun berdasarkan data yang relevan, bukan asumsi.
10 MRP Software Terbaik untuk Perencanaan Kebutuhan Material
Material Requirements Planning Software membantu produsen menentukan bahan dan komponen yang diperlukan untuk produksi dengan menganalisis permintaan, tingkat persediaan, dan jadwal produksi.
Perangkat lunak ini memastikan bahan yang tepat tersedia pada waktu yang tepat untuk menghindari kekurangan dan mengoptimalkan rantai pasokan. Berikut adalah beberapa contoh MRP software populer, seperti ScaleOcean, MRPeasy, Katana, hingga NetSuite:
1. Software MRP Terbaik ScaleOcean
Software manufaktur ScaleOcean membantu perusahaan mengatasi ketidakakuratan stok dan keterlambatan produksi yang sering muncul pada proses perencanaan material manual. Melalui pencatatan terpusat dan pembaruan inventaris real-time, alur produksi dapat berjalan lebih stabil dan terkontrol.
Sebagai penyedia ERP di Indonesia yang dikelola tanpa pihak ketiga, ScaleOcean menangani implementasi hingga pengembangan melalui tim internal. Sistemnya mendukung skalabilitas MRP, pelacakan inventaris real-time, serta visibilitas langsung terhadap progress produksi dan status pesanan klien.
Untuk memahami cara kerja sistem secara lebih praktis, tersedia demo gratis yang memungkinkan perusahaan mencoba fitur utama sesuai kebutuhan operasional. Melalui sesi ini, tim dapat menilai kecocokan sistem dengan proses manufaktur yang berjalan sebelum mengambil keputusan.
ScaleOcean MRP Software menawarkan beberapa fitur unggulan, di antaranya:
- Material Planning: Dengan forecast kebutuhan bahan baku berdasarkan BOM, pesanan, jadwal produkdi, dan data historis
- Production Schedulling: Memastikan produksi sesuai dengan kapasitas mesin dan tenaga kerja, memungkinkan jadwal fleksibel berdasarkan perubahan permintaan atau kendala operasional
- Inventory Management: Lacak stok bahan baku dan barang langsung real-time, serta memberikan notifikasi jika stok mendekati batas minimum
- Procurement Management: Membuat purchase order otomatis berdasarkan kebutuhan material.
Ini beberapa kelebihan dan kekurangannya:
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
Cocok untuk: Perusahaan manufaktur dengan berbagai skala bisnis, mulai dari kecil hingga besar, dapat menggunakan ScaleOcean MRP system secara fleksibel, bahkan untuk menghadapi kompleksitas yang tinggi.
2. MRPeasy System
MRPeasy adalah software mrp yang dirancang untuk produsen skala kecil hingga menengah dengan fokus pada perencanaan produksi, kontrol inventaris, dan pengelolaan pesanan dalam satu sistem terpusat. Platform ini banyak digunakan oleh perusahaan dengan struktur operasional yang relatif sederhana.
Dibandingkan Procore yang berfokus pada manajemen proyek konstruksi, MRPeasy lebih relevan untuk kebutuhan perencanaan material dan produksi harian, terutama bagi manufaktur diskrit yang membutuhkan visibilitas stok dan jadwal produksi secara langsung.
Fitur Unggulan MRPeasy:
- Perencanaan produksi dan MRP
- Pelacakan inventaris real-time
- Manajemen Bill of Materials (BOM)
- Estimasi lead time dan biaya produksi
- Pelaporan operasional manufaktur
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
Cocok Untuk: Produsen kecil hingga menengah yang membutuhkan sistem MRP sederhana untuk produksi dan inventaris.
3. Sistem MRP Syspro 
SYSPRO MRP adalah bagian dari sistem ERP SYSPRO yang membantu manufaktur menyeimbangkan permintaan dan pasokan melalui perencanaan material dan produksi yang terstruktur.
Jika dibandingkan Procore, SYSPRO lebih berfokus pada kontrol internal manufaktur seperti BOM, KPI produksi, dan pelaporan operasional, bukan koordinasi proyek lapangan.
Fitur Unggulan SYSPRO MRP:
- Manajemen Bill of Materials (BOM)
- Perencanaan material dan produksi
- Dashboard KPI manufaktur
- Pelaporan operasional mendalam
- Integrasi modul ERP SYSPRO
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
Cocok Untuk: Perusahaan manufaktur menengah dengan kebutuhan perencanaan material yang terstruktur.
4. Software MRP Odoo 
Odoo Manufacturing merupakan bagian dari ekosistem software ERP Odoo yang menyediakan modul MRP dan inventaris berbasis cloud, dengan pendekatan lean manufacturing serta integrasi lintas fungsi.
Berbeda dengan Procore yang fokus pada proyek konstruksi, Odoo menawarkan fleksibilitas modul yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan manufaktur, mulai dari produksi hingga akuntansi dalam satu platform.
Fitur Unggulan Odoo Manufacturing:
- Perencanaan kapasitas real-time
- Gantt chart untuk produksi
- Kontrol biaya produksi
- Just-in-time replenishment
- Integrasi modul ERP lainnya
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
Cocok Untuk: Perusahaan yang membutuhkan ERP modular dengan fungsi manufaktur terintegrasi.
5. Bridgenr MRP Software
Bridgenr adalah sistem MRP berbasis AI yang membantu perusahaan menyederhanakan pengelolaan produksi dan inventaris melalui otomatisasi dan analisis data.
Berbeda dengan Procore yang berorientasi proyek, Bridgenr lebih fokus pada efisiensi perencanaan material dan pelacakan stok berbasis data real-time.
Fitur Unggulan Bridgenr:
- Perencanaan produksi berbasis AI
- Pelacakan bahan baku real-time
- Otomatisasi laporan produksi
- Analisis kebutuhan material
- Visibilitas inventaris
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
Cocok Untuk: Perusahaan manufaktur yang ingin meningkatkan akurasi perencanaan berbasis data.
6. Katana MRP System
Katana MRP adalah sistem MRP berbasis cloud yang membantu UKM manufaktur mengelola inventaris dan produksi secara real-time, dengan antarmuka yang dirancang agar mudah dipahami oleh tim operasional.
Jika dibandingkan Procore yang menitikberatkan kolaborasi proyek konstruksi, Katana lebih unggul dalam integrasi langsung dengan e-commerce dan akuntansi, sehingga alur penjualan dan produksi dapat berjalan lebih sinkron.
Fitur Unggulan Katana:
- Inventaris dan produksi real-time
- Integrasi Shopify dan WooCommerce
- Integrasi QuickBooks dan Xero
- Perencanaan produksi visual
- Sinkronisasi pesanan penjualan
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
Cocok Untuk: UKM manufaktur yang menjual produk secara online dan membutuhkan integrasi penjualan produksi.
7. Software MRP SAP
SAP MRP merupakan bagian dari solusi ERP SAP yang dirancang untuk mengelola kebutuhan material, inventaris, serta material management dalam skala perusahaan.
Dibandingkan Procore yang spesifik ke proyek konstruksi, SAP MRP lebih relevan untuk organisasi dengan rantai pasok kompleks dan kebutuhan integrasi lintas divisi.
Fitur Unggulan SAP MRP:
- Perencanaan kebutuhan material
- Peramalan permintaan
- Kontrol inventaris lanjutan
- Integrasi modul ERP SAP
- Otomatisasi proses produksi
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
Cocok Untuk: Perusahaan besar dengan struktur operasional dan supply chain yang kompleks.
8. Netsuite MRP System
NetSuite MRP adalah modul manufaktur dalam ERP NetSuite yang membantu perencanaan produksi dan manajemen material secara terintegrasi dalam satu platform cloud.
Jika dibandingkan Procore, NetSuite lebih menekankan pengelolaan internal manufaktur dan inventaris daripada pengawasan proyek konstruksi.
Fitur Unggulan NetSuite MRP:
- Perencanaan produksi terintegrasi
- Manajemen material dan inventaris
- Peramalan permintaan
- Integrasi modul keuangan
- Pelaporan operasional
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
Cocok Untuk: Perusahaan manufaktur kecil hingga menengah yang membutuhkan ERP berbasis cloud.
9. Flowlens MRP System
Flowlens adalah sistem MRP cloud yang dirancang untuk produsen peralatan dan mesin, menggabungkan CRM, produksi, dan inventaris dalam satu platform.
Jika dibandingkan Procore, Flowlens lebih relevan untuk manufaktur berbasis pesanan dan peralatan, bukan proyek konstruksi multi-vendor.
Fitur Unggulan Flowlens:
- Manajemen produksi
- CRM terintegrasi
- Pelacakan stok
- Alur kerja fleksibel
- Pelaporan operasional
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
Cocok Untuk: Produsen peralatan dan mesin skala kecil hingga menengah.
10. Fishbowl Manufacturing MRP System
Fishbowl Manufacturing adalah solusi manajemen inventaris dan manufaktur yang membantu bisnis mengelola produksi, gudang, dan distribusi secara terkontrol.
Dibandingkan Procore, Fishbowl lebih berfokus pada pengendalian inventaris dan proses manufaktur internal daripada koordinasi proyek lapangan.
Fitur Unggulan Fishbowl:
- Pelacakan inventaris real-time
- Manajemen work order
- Integrasi QuickBooks dan Xero
- Manajemen gudang
- Pelaporan operasional
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
Cocok Untuk: Bisnis manufaktur kecil hingga menengah yang membutuhkan kontrol inventaris dan produksi.
Bagaimana Cara Kerja MRP Software?
MRP software bekerja melalui serangkaian langkah terstruktur untuk memastikan ketersediaan material yang tepat pada waktu yang tepat, sehingga mengoptimalkan proses manufaktur. Berikut adalah penjelasan detail mengenai cara kerja software MRP:
1. Memperkirakan Tingkat Stok
Langkah awal dalam cara kerja MRP software adalah memperkirakan tingkat stok yang dibutuhkan untuk memenuhi jadwal produksi. Sistem ini menganalisis data yang ada, termasuk perkiraan penjualan, pesanan pelanggan yang sudah masuk, dan tingkat inventaris saat ini.
Dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini, MRP software dapat memproyeksikan kebutuhan material di masa depan, membantu perusahaan memahami kapan dan berapa banyak material yang perlu dipesan atau diproduksi.
2. Mengkoordinasikan Waktu Pengiriman
Setelah kebutuhan material diperkirakan, MRP software akan mengkoordinasikan waktu pengiriman material dari pemasok. Sistem ini mempertimbangkan tanggal jatuh tempo produksi dan waktu tunggu yang dibutuhkan oleh pemasok untuk mengirimkan material.
Dengan demikian, software MRP memastikan bahwa material akan tiba tepat waktu untuk digunakan dalam proses produksi, menghindari keterlambatan dan potensi gangguan pada lini produksi.
3. Menghasilkan Jadwal Produksi
Berdasarkan perkiraan kebutuhan material dan waktu pengiriman, MRP software secara otomatis menghasilkan jadwal produksi yang terperinci. Jadwal ini mencakup informasi mengenai kapan dan berapa banyak produk yang perlu diproduksi, serta urutan operasi yang harus diikuti.
Dengan adanya jadwal produksi yang jelas, perusahaan dapat mengelola sumber daya produksi secara efisien, termasuk tenaga kerja dan mesin. Hal ini memungkinkan setiap elemen dalam proses produksi tersedia tepat waktu dan sesuai kebutuhan, sehingga operasional berjalan lancar tanpa hambatan yang tidak perlu.
Selain itu, proses routing dalam produksi sangat penting untuk menentukan urutan operasi dalam jadwal produksi yang dirancang oleh sistem MRP. Routing yang efisien memastikan kelancaran aliran material dan penggunaan sumber daya yang optimal, meminimalkan pemborosan waktu dan biaya.
4. Melacak Tingkat Inventaris
MRP software secara berkelanjutan melacak tingkat inventaris (tracks inventory levels) secara real-time. Sistem ini mencatat setiap pergerakan inventaris, baik material yang masuk maupun produk yang keluar.
Dengan visibilitas yang akurat terhadap tingkat inventaris, perusahaan dapat menghindari kekurangan stok yang dapat menghentikan produksi, serta mencegah kelebihan stok yang dapat menyebabkan biaya penyimpanan inventaris yang tinggi.
5. Memperkirakan Permintaan di Masa Depan (Forecasts Future Demand)
Salah satu fitur penting dari material requirement planning software adalah kemampuannya untuk memperkirakan permintaan di masa depan (forecasts future demand).
MRP inventory system menganalisis data penjualan historis, tren pasar, dan informasi lainnya untuk memprediksi berapa banyak produk yang kemungkinan akan dibutuhkan oleh pelanggan di masa mendatang. Perkiraan permintaan ini akan mengoptimalkan tugas material control dalam perencanaan produksi dan pengadaan material.
6. Mempertimbangkan Waktu Tunggu Penerimaan Material dari Pemasok
Software MRP juga mempertimbangkan waktu tunggu (considers lead time) yang dibutuhkan untuk menerima material dari pemasok. Informasi ini sangat penting dalam perencanaan pengadaan, karena perusahaan perlu memesan material jauh-jauh hari sebelum dibutuhkan dalam produksi.
Dengan memperhitungkan lead time, software MRP membantu memastikan bahwa pesanan material dilakukan pada waktu yang tepat agar tiba sesuai jadwal produksi.
Baca juga: 6 Modul Wajib Sistem Manufaktur untuk Proses Bisnis Anda
Tips Memilih Software MRP untuk Bisnis Anda
Memilih material requirements planning software yang tepat untuk bisnis Anda menjadi langkah penting yang perlu diperhatikan agar proses produksi dan pengelolaan material efisien. Dengan banyaknya pilihan di pasar, Anda harus mempertimbangkan berbagai faktor. Berikut adalah beberapa tips untuk membantu Anda memilih software MRP yang terbaik bagi perusahaan.
1. Tentukan Kebutuhan Bisnis Anda
Sebelum memilih MRP software, pastikan untuk mengidentifikasi kebutuhan spesifik bisnis Anda. Tentukan fitur-fitur yang paling dibutuhkan, seperti sistem manajamen inventaris, perencanaan kebutuhan material, atau penjadwalan produksi. Memahami prioritas ini akan membantu Anda memilih MRP yang paling sesuai dengan operasi dan tujuan bisnis.
2. Evaluasi Kemudahan Penggunaan
Pilihlah system MRP yang memiliki user interface yang mudah digunakan dan intuitif. Aplikasi MRP yang rumit dapat menghambat adopsi oleh tim Anda, yang pada akhirnya mengurangi efisiensi. Pilih solusi yang menawarkan pelatihan dan dukungan untuk memastikan transisi yang lancar bagi staf Anda.
3. Pastikan Skalabilitas
Pastikan material requirements planning software yang Anda pilih dapat berkembang seiring dengan pertumbuhan bisnis Anda. Anda bisa memilih software manufaktur terbaik ScaleOcean yang dapat menangani volume data dan kompleksitas operasional yang semakin meningkat. Software yang skalabel akan memastikan Anda tidak perlu mengganti sistem saat bisnis Anda berkembang.
4. Pertimbangkan Integrasi dengan Sistem Lain
Pilih MRP inventory system yang dapat diintegrasikan dengan sistem lain yang sudah Anda gunakan, misalnya ERP atau sistem akuntansi. Integrasi ini akan mempermudah distribusi data antar departemen dan meningkatkan efisiensi operasional. Pastikan software MRP dapat berfungsi dengan baik bersama alat bisnis lainnya.
Shop floor software yang terintegrasi dengan MRP juga memungkinkan aliran data yang mulus antara produksi, inventaris, dan sistem keuangan. Ini membantu Anda mengelola aliran material dan biaya secara efisien.
5. Perhatikan Dukungan Pelanggan
Pastikan vendor software menyediakan dukungan pelanggan yang responsif dan berkualitas. Dukungan yang baik akan membantu menyelesaikan masalah teknis atau memberikan panduan saat Anda membutuhkan bantuan. Pilih vendor yang memiliki reputasi baik dalam memberikan layanan purna jual.
6. Tinjau Biaya Total Kepemilikan
Biaya implementasi software MRP tidak hanya terbatas pada lisensi. Anda harus mempertimbangkan biaya lainnya seperti biaya pemeliharaan, pembaruan, dan pelatihan. Periksa apakah biaya tersebut sebanding dengan fitur yang ditawarkan dan apakah sistem MRP dapat memberikan ROI yang positif bagi bisnis Anda dalam jangka panjang.
Kesimpulan
Software MRP adalah dasar perencanaan produksi yang mendukung perusahaan manufaktur dalam mengoptimalkan sumber daya dan menjaga kelancaran proses produksi secara efisien. Dengan sistem ini, Anda akan lebih mudah dalam merencanakan kebutuhan bahan baku, meminimalkan pemborosan, dan memastikan pengiriman tepat waktu.
Untuk mendapatkan keunggulan tersebut, perusahaan Anda dapat memilih Scaleocean software MRP yang menawarkan kemampuan integrasi dan otomatisasi tinggi sebagai solusi terbaik. Mulai dari perencanaan produksi hingga manajemen inventaris, ScaleOcean dapat membeirkan keunggulan menyeluruh untuk tingkatkan efisiensi dan operasional bisnis Anda.
Lakukan demo gratis dan konsultasikan problem bisnis Anda dengan tim profesional, dan dapatkan solusi modul dan fitur terbaik yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
FAQ:
1. Apa itu MRP software?
MRP software adalah sistem untuk menghitung kebutuhan bahan baku dan komponen berdasarkan rencana produksi dan pesanan. Dengan begitu, perusahaan bisa menjaga ketersediaan material, mengurangi risiko stockout, dan menghindari stok berlebih.
2. Apa manfaat utama MRP software untuk pabrik?
MRP software membantu meningkatkan akurasi stok, mempercepat proses pengadaan, dan membuat jadwal kerja lebih terukur. Selain itu, sistem memberi visibilitas data yang lebih rapi untuk memantau biaya dan performa produksi.
3. Kapan bisnis perlu mulai memakai MRP software?
Bisnis perlu memakai MRP software saat mulai sering terjadi selisih stok, keterlambatan produksi, atau pembelian bahan baku yang tidak terkontrol. Sistem ini cocok ketika volume order meningkat dan koordinasi antar tim perlu data terpusat.









