Pengendalian Produksi: Pengertian, Jenis, dan Tahapannya

Posted on
Share artikel ini

Ketidakmampuan dalam mengelola alur kerja dapat berdampak buruk pada kelancaran operasional perusahaan. Hal ini memicu peningkatan biaya akibat pemborosan sumber daya, keterlambatan pengiriman produk, hingga risiko inefisiensi pada setiap lini. Selain itu, standar kualitas hasil akhir dan tingkat profitabilitas bisnis Anda berisiko mengalami penurunan yang signifikan.

Proses pengendalian produksi yang tepat dapat menjadi salah satu solusi utama untuk mengatasi tantangan ini. Tahapan ini memastikan seluruh aktivitas manufaktur berjalan selaras dengan rencana dan memastikan setiap tim memahami target serta standar operasional yang telah ditetapkan. Ketepatan dalam fase pengawasan ini secara langsung akan memengaruhi struktur biaya operasional dan keandalan produk di pasar.

Memahami konsep pengendalian produksi dapat membantu bisnis Anda mengoptimalkan pemanfaatan kapasitas mesin, meminimalkan kesalahan operasional, dan menjaga konsistensi mutu produk di tangan konsumen. Artikel ini akan membahas apa itu pengendalian produksi, manfaatnya bagi manufaktur, berbagai tahapan strategis yang harus dilakukan, hingga tips efektif dalam menerapkannya pada skala industri.

starsKey Takeaways

Coba Demo Gratis!

requestDemo

Apa itu Pengendalian Produksi?

Pengendalian produksi adalah proses memantau dan mengelola kegiatan manufaktur agar sesuai rencana, jadwal, dan standar kualitas yang ditetapkan. Fokus utamanya adalah menciptakan efisiensi operasional dan konsistensi hasil akhir guna menekan biaya produksi serendah mungkin tanpa mengorbankan mutu.

Dalam pelaksanaannya, proses ini mencakup pengawasan ketat terhadap jadwal produksi dan manajemen stok bahan baku untuk menghindari hambatan di lantai pabrik. Selain memantau alur, perusahaan dapat mengintegrasikan prinsip jidoka sebagai mekanisme kontrol kualitas otomatis. Jidoka memberikan wewenang kepada sistem atau karyawan untuk menghentikan lini produksi segera setelah ditemukan masalah kualitas.

Secara menyeluruh, pengendalian produksi berfungsi menciptakan keseimbangan antara kapasitas internal pabrik dengan fluktuasi permintaan pasar. Dengan pemantauan rutin dan deteksi masalah yang proaktif, perusahaan mampu memastikan setiap produk dikirim tepat waktu dengan kualitas yang terjaga.

Tujuan Pengendalian Proses Produksi

Tujuan utama pengendalian produksi, mencakup memastikan kualitas, meningkatkan efisiensi, mengendalikan biaya, dan memenuhi permintaan pasar. Berikut adalah penjelasan dari tujuan pengendalian proses produksi:

1. Memastikan Kualitas

Fungsi utama dari pengendalian produksi adalah menjamin bahwa setiap unit yang dihasilkan memenuhi spesifikasi teknis dan ekspektasi konsumen. Melalui pengawasan yang ketat di setiap tahapan, perusahaan dapat mendeteksi penyimpangan secara dini sebelum produk mencapai tahap akhir.

Proses pengendalian produksi yang matang dan menyisipkan titik-titik inspeksi strategis guna memastikan bahwa standar mutu tetap terjaga, seperti standar ISO 9001 tanpa menghambat ritme kerja di lantai pabrik.

2. Meningkatkan Efisiensi

Pengendalian yang efektif bertujuan untuk menghilangkan pemborosan waktu dan tenaga dengan cara mensinkronkan seluruh elemen manufaktur. Fokus utamanya adalah meminimalkan idle time atau waktu menganggur pada mesin dan personel yang sering kali menjadi penyebab utama pembengkakan biaya.

Dengan alur kerja yang teratur, setiap stasiun kerja dapat beroperasi secara kontinu, sehingga produktivitas meningkat dan target harian dapat dicapai lebih cepat.

3. Mengendalikan Biaya

Setiap aktivitas di pabrik harus dipantau secara finansial untuk memastikan tidak ada pengeluaran yang melebihi batas anggaran yang telah ditetapkan. Hal ini mencakup pengawasan terhadap konsumsi seluruh faktor produksi, mulai dari penggunaan bahan baku, energi, hingga jam kerja lembur karyawan.

Pengendalian produksi memastikan bahwa setiap biaya yang dikeluarkan memberikan nilai tambah yang maksimal pada produk, sehingga margin keuntungan perusahaan tetap terjaga.

4. Memenuhi Permintaan

Tujuan akhir dari manajemen operasional adalah memastikan kepuasan pelanggan melalui pengiriman yang tepat waktu. Untuk mencapai hal ini, diperlukan koordinasi yang kuat dalam sistem production planning control (PPC) guna menyelaraskan kapasitas internal dengan pesanan yang masuk.

Dengan kontrol PPC yang handal, perusahaan dapat menghindari keterlambatan pengiriman, menjaga reputasi merek, dan merespons dinamika pasar dengan lebih lincah.

Tahapan Pengendalian Proses Produksi

Tahapan Pengendalian Proses ProduksiImplementasi pengendalian proses produksi memiliki beberapa tahapan utama sesuai dengan contoh KPI produksi, yang meliputi routing, scheduling, dispatching, dan follow-up. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut terkait langkah-langkah implementasi pengendalian produksi:

1. Routing (Penetapan Jalur)

Routing merupakan langkah awal untuk menentukan jalur atau urutan proses transformasi bahan baku menjadi produk jadi. Tahap ini merinci mesin mana yang akan digunakan, operasi apa yang harus dilakukan, serta di stasiun kerja mana proses tersebut berlangsung.

Dengan menetapkan alur yang paling logis dan efisien, perusahaan dapat meminimalkan jarak perpindahan material dan menghindari terjadinya penumpukan barang di satu titik tertentu.

2. Scheduling (Penjadwalan)

Setelah jalur produksi ditetapkan, tahap berikutnya adalah menyusun penjadwalan produksi yang akurat. Proses ini melibatkan penetapan waktu mulai dan waktu selesai untuk setiap tugas operasional, dengan mempertimbangkan kapasitas mesin serta prioritas pesanan. Penjadwalan yang efektif sangat krusial untuk memastikan semua sumber daya digunakan secara maksimal sehingga tidak ada target pengiriman yang terlewati.

3. Dispatching (Pemberian Perintah)

Dispatching adalah tahap pelaksanaan di mana perintah kerja secara resmi dikeluarkan ke lantai produksi berdasarkan rencana yang telah dibuat. Di fase ini, instruksi spesifik mengenai urutan pengerjaan, penggunaan bahan baku, dan alokasi personel diberikan kepada setiap operator.

Selain instruksi kerja, tahap ini juga mencakup pengaturan jadwal perawatan mesin secara preventif untuk memastikan bahwa peralatan utama selalu dalam kondisi prima saat eksekusi produksi berlangsung.

4. Follow-up (Tindak Lanjut)

Follow-up berfungsi sebagai fungsi pengawasan untuk memantau kemajuan produksi secara aktual dibandingkan dengan rencana semula. Tim pengendali akan melacak jika terjadi penyimpangan, hambatan teknis, atau keterlambatan proses guna segera diambil tindakan korektif.

Manufaktur

8 Aspek Utama Pengendalian Proses Produksi

Aspek utama yang dikendalikan oleh pengendalian produksi, mulai dari perencanaan produksi, pemantauan produksi, pengendalian kualitas, pengendalian persediaan, pengendalian biaya, hingga pengelolaan risiko produksi.

Berikut adalah penjelasan terkait aspek utama dalam pengendalian produksi:

1. Sinkronisasi Perencanaan dan Penjadwalan

Perencanaan dan penjadwalan adalah langkah awal fundamental yang mencakup penentuan kebutuhan output, alokasi sumber daya (mesin, tenaga kerja, bahan baku), hingga penetapan waktu operasional yang presisi. Dengan menyatukan kedua aspek ini, perusahaan dapat memastikan setiap kegiatan dilaksanakan secara efisien tanpa risiko tumpang tindih jadwal.

Sinkronisasi yang matang memungkinkan perusahaan memaksimalkan penggunaan kapasitas pabrik dan menghindari penumpukan stok berlebih. Melalui jadwal yang terintegrasi, target harian menjadi lebih realistis untuk dicapai oleh tim di lapangan.

2. Pemantauan Produksi

Pemantauan produksi melibatkan pengawasan terus-menerus terhadap seluruh proses produksi untuk memastikan semua kegiatan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Aktivitas ini penting untuk mendeteksi dan menangani masalah sedini mungkin, seperti keterlambatan dalam alur produksi atau ketidaksesuaian dengan standar kualitas.

Andon system di manufaktur memainkan peran kunci dalam pemantauan ini dengan memberikan sinyal visual atau audio yang langsung menginformasikan tim tentang adanya masalah. Dengan adanya sistem ini, perusahaan dapat dengan cepat mengidentifikasi dan merespons masalah, mengurangi downtime, dan memastikan kelancaran proses produksi.

3. Pengendalian Kualitas

Pengendalian kualitas merupakan aspek kritis dalam pengendalian produksi untuk memastikan produk yang dihasilkan memenuhi standar kualitas. Proses ini melibatkan pengecekan kualitas mulai dari bahan baku yang masuk, barang setengah jadi, hingga produk jadi.

4. Pengendalian Persediaan

Pengendalian persediaan berfungsi untuk memastikan ketersediaan bahan baku dan barang jadi tetap terjaga. Dengan cara ini, perusahaan dapat menghindari kekurangan atau kelebihan persediaan yang dapat mengganggu kelancaran produksi. Selain itu, pengelolaan yang tepat akan meningkatkan efisiensi biaya.

Tugas material control sangat penting dalam proses ini. Dengan memantau dan mengelola stok secara tepat, material control memastikan bahan baku digunakan sesuai kebutuhan, menghindari pemborosan, dan menjaga kelancaran produksi secara keseluruhan.

5. Pengendalian Biaya

Pengendalian biaya berfokus pada pengelolaan pengeluaran produksi agar tetap efisien dan sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan. Dengan melakukan pengawasan yang ketat terhadap biaya, perusahaan dapat mencegah pemborosan dan menjaga profitabilitas. Selain itu, hal ini juga membantu dalam pengambilan keputusan keuangan yang lebih baik.

6. Manajemen Tenaga Kerja

Manajemen tenaga kerja mencakup pengelolaan sumber daya manusia yang terlibat dalam proses produksi. Ini termasuk penjadwalan jam kerja, pembagian tugas, serta pelatihan dan pengembangan keterampilan karyawan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi.

7. Evaluasi Kinerja

Evaluasi kinerja dilakukan untuk menilai seberapa efektif dan efisien proses produksi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Evaluasi ini mencakup analisis berbagai aspek produksi, seperti penggunaan waktu, biaya, dan kualitas produk.

8. Pengelolaan Risiko Produksi

Pengelolaan risiko produksi merupakan aspek penting yang berfokus pada identifikasi, analisis, dan mitigasi risiko yang dapat mempengaruhi kelancaran proses produksi. Risiko bisa muncul dari berbagai sumber, seperti gangguan pasokan bahan baku, kerusakan mesin, atau tenaga kerja yang kurang.

Untuk mengurangi risiko ini, menggunakan software shop floor terbaik sangat penting. Software tersebut dapat mengoptimalkan manajemen proses produksi, memantau kondisi mesin, dan mengatur pasokan bahan baku secara efisien, memastikan operasi berjalan lancar.

Jenis-jenis Pengendalian Produksi

Dalam pengendalian produksi, terdapat beberapa metode yang digunakan untuk mengelola berbagai aspek produksi yang mencakup order control, follow control, load control, dan block control.

Berikut adalah penjelasan dari beberapa jenis pengendalian produksi:

1. Order Control

Order control berfokus pada pengendalian urutan atau antrian pesanan yang masuk ke dalam proses produksi. Dengan ini, setiap pesanan diproses sesuai dengan prioritas dan jadwal yang sudah ditetapkan.

Ketika Anda menerima pesanan dari beberapa pelanggan dengan jadwal pengiriman yang berbeda, maka dalam kondisi ini pesanan yang memiliki tenggat waktu lebih dekat diproses terlebih dahulu. Sedangkan pesanan dengan waktu pengiriman yang lebih lama akan dijadwalkan untuk produksi berikutnya.

2. Flow Control

Berikutnya flow control adalah metode pengendalian yang fokus pada pengaturan dan pemantauan aliran produksi dari satu tahap ke tahap lainnya. Tujuannya untuk memastikan setiap proses berjalan dengan lancar.

Misalkan di sebuah pabrik perakitan mobil, flow control digunakan untuk mengatur aliran suku cadang dari satu departemen ke departemen lainnya. Dimulai dari komponen mesin yang dirakit di tahap pertama, dilanjutkan ke tahap pemasangan bodi mobil, pengecatan, hingga perakitan interior.

3. Load Control

Ada juga load control yang bertujuan untuk mengatur distribusi beban kerja pada fasilitas produksi, termasuk mesin dan tenaga kerja. Melalui metode ini, beban produksi dapat disebarkan secara merata ke berbagai mesin atau pekerja sehingga tidak terjadi kelebihan beban pada satu titik produksi.

Hal ini memastikan tidak ada mesin yang mengalami idle time berkepanjangan hanya karena distribusi tugas yang tidak proporsional, yang dapat merusak ritme kerja tim. Pengendalian beban yang baik akan membantu memaksimalkan penggunaan kapasitas produksi dan menghindari kerusakan mesin akibat kelebihan beban, serta menjaga keseimbangan dalam produksi.

4. Block Control

Block control merupakan metode pengendalian produksi berdasarkan pengelompokan produk atau batch. Metode ini sangat efektif dalam produksi massal di mana produk diproduksi dalam jumlah besar dan dibagi dalam blok atau batch tertentu.

Dengan block control, setiap batch diproses secara bersamaan sehingga mempermudah pengawasan kualitas dan efisiensi. Selain itu, metode ini juga meminimalkan risiko kesalahan produksi karena setiap batch dapat diawasi dengan lebih mudah dan terorganisir.

Permudah Pengendalian Produksi dengan ScaleOcean Software Manufaktur

Software manufaktur ScaleOcean dapat membantu mengoptimalkan tahapan pengendalian produksi dalam alur kerja bisnis manufaktur Anda. Dengan integrasi yang mulus antara modul perencanaan, pengawasan lantai produksi, dan manajemen sumber daya, ScaleOcean memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam setiap fase kontrol operasional.

Sistem ini secara otomatis memantau aliran kerja dan penggunaan aset guna memastikan bahwa seluruh target produksi tercapai tanpa kendala teknis. Selain itu, ScaleOcean menyediakan pelaporan real-time yang membantu manajer produksi untuk membuat keputusan strategis berbasis data secara lebih cepat dan tepat, terutama saat terjadi gangguan mesin atau keterlambatan bahan baku.

Kustomisasi yang fleksibel memungkinkan perusahaan manufaktur menyesuaikan sistem sesuai dengan kebutuhan spesifik, mulai dari manajemen kapasitas mesin hingga pemantauan standar mutu produk akhir. Tidak hanya itu, ScaleOcean juga menyediakan layanan konsultasi dan demo gratis sehingga Anda dapat melihat bagaimana software manufaktur ini mendukung pertumbuhan dan daya saing bisnis Anda di pasar global.

Berikut fitur unggulan yang ditawarkan software manufaktur ScaleOcean:

  • Integrasi industrial internet of things (IIoT): Menghubungkan perangkat dan mesin untuk pemantauan performa secara real-time, meminimalkan waktu henti (downtime) yang tidak terencana.
  • Smart MRP (material requirement planning): Mengotomatiskan perencanaan kebutuhan bahan baku berdasarkan jadwal produksi, memastikan ketersediaan material tanpa penumpukan stok berlebih.
  • Detailed cost tracking: Melacak biaya produksi secara rinci, mencakup bahan baku hingga biaya overhead, guna memastikan profitabilitas tetap terjaga.
  • Advanced production scheduling: Mengatur urutan pesanan produksi berdasarkan prioritas dan kapasitas nyata pabrik, menghindari keterlambatan pengiriman.
  • Automated stock replenishment: Mengotomatiskan pemesanan ulang material saat mencapai titik minimum stok, menjaga kelancaran alur produksi secara terus-menerus.
  • Resource allocation optimization: Memastikan tenaga kerja dan mesin digunakan secara maksimal untuk meningkatkan output tanpa menambah beban biaya.
  • Quality control automation: Mengotomatiskan pengawasan kualitas di setiap pos produksi, menjamin setiap unit produk memenuhi standar spesifikasi yang ditetapkan.

Kesimpulan

Pengendalian produksi adalah proses memantau dan mengelola kegiatan manufaktur agar sesuai rencana, jadwal, dan standar kualitas yang ditetapkan. Alur produksi dalam industri manufaktur modern tidak hanya berfokus pada eksekusi teknis, tetapi juga mengintegrasikan elemen krusial seperti pengujian kualitas yang ketat, optimalisasi biaya, hingga evaluasi kinerja berkala untuk memastikan operasional berjalan mulus.

Software manufaktur ScaleOcean hadir sebagai solusi cerdas melalui sistem smart manufacturing yang mengintegrasikan seluruh tahapan pengendalian secara otomatis dan efisien. Dengan fitur unggulan yang mendukung manajemen alur kerja, pengawasan kualitas, dan pemantauan kinerja secara real-time, ScaleOcean membantu perusahaan manufaktur mengoptimalkan setiap detail proses pengendalian produksi.

Memahami dan menerapkan solusi teknologi ini akan membantu bisnis Anda meminimalisir risiko kesalahan operasional, mencegah pemborosan sumber daya, dan menekan biaya produksi yang tidak perlu. Jadwalkan demo gratis dan konsultasi dengan tim ahli kami untuk melihat secara langsung bagaimana sistem kami dapat mentransformasi efektivitas produksi Anda menjadi lebih baik!

FAQ:

1. Apa yang dimaksud dengan pengendalian produksi?

Pengendalian produksi adalah suatu proses yang dirancang untuk memastikan bahwa kegiatan produksi suatu organisasi berjalan sesuai dengan rencana dan standar yang telah ditetapkan.

2. Kenapa harus ada pengendalian produksi?

Dapat membantu kelancaran proses produksi dalam menghasilkan produk jadi yang sesuai dengan yang direncanakan, sehingga dapat memenuhi kebutuhan konsumen tepat pada waktunya dan secara tidak langsung dapat menaikkan kepercayaan konsumen terhadap perusahaan.

3. Apa saja tahap pengendalian produksi?

Tahapan pengendalian produksi dimulai dari routing, scheduling, dispatching, dan follow-up.

Jadwalkan Demo Gratis

Error message
Error message
Error message
Error message
Error message
Error message

Rekomendasi Artikel Terkait

Temukan Artikel Serupa untuk Solusi Bisnis Lebih Lengkap