Apa itu KPI Produksi Manufaktur, Contoh, dan Manfaatnya

ScaleOcean Team
Posted on
Share artikel ini

Ketidakefisien perasional manufaktur sering kali memicu ketidakefisienan yang berdampak pada pembengkakan biaya operasional, tingginya angka downtime mesin, hingga pemborosan sumber daya akibat proses yang tidak terkontrol. Selain itu, produktivitas lini produksi dan standar kualitas produk Anda berisiko mengalami penurunan yang sulit untuk diidentifikasi penyebab utamanya.

Penerapan KPI produksi manufaktur yang efektif hadir sebagai solusi strategis untuk mengatasi tantangan tersebut. Sistem ini berfungs mengubah data mentah menjadi wawasan nyata, sehingga seluruh tim produksi memiliki tolok ukur yang sama. Dengan KPI yang tepat, perusahaan dapat memantau performa aktual, menekan angka rework, serta memastikan kecepatan output produksi selaras dengan target bisnis yang ditetapkan.

Memahami cara merancang KPI produksi manufaktur dapat membantu bisnis Anda mengoptimalkan alur kerja, meminimalkan kesalahan operasional, dan menjaga konsistensi performa di lantai pabrik. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai pengertian KPI produksi manufaktur, elemen pentingnya, hingga manfaatnya bagi perusahaan.

starsKey Takeaways

Coba Demo Gratis!

requestDemo

Apa itu KPI Produksi?

KPI produksi adalah indikator kinerja utama yang digunakan untuk mengukur efektivitas dan efisiensi proses produksi manufaktur. KPI menjadi metrik spesifik yang dirancang untuk mengukur efektivitas, efisiensi, dan kualitas dari proses produksi manufaktur.

Untuk itu, penerapannya berfungsi untuk dapat membantu manajemen manufaktur untuk memantau kinerja, mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan, dan memastikan bahwa proses produksi berjalan sesuai dengan production planning dan standar yang telah ditetapkan.

KPI ini menjadi aspek yang melibatkan berbagai aspek dari proses produksi, dan dapat memberikan wawasan yang berbeda mengenai kinerja produksi. Sebagai contoh sederhana, sebuah KPI yang mengukur tingkat cacat produk harus didukung dengan data yang akurat dan dapat diandalkan, sehingga perusahaan dapat mengambil tindakan korektif yang tepat.

Contoh KPI Penting dalam Bisnis Manufaktur

Contoh KPI Penting dalam Bisnis Manufaktur

Berikut beberapa contoh KPI penting dalam siklus proses produksi bisnis manufaktur, hal ini mencakup kpi operasional manufaktur, kpi kualitas dan pemborosan manufaktur, kpi rantai pasok dan pengiriman manufaktur, kpi keuangan manufaktur, hingga kpi keselamatan kerja manufaktur.

Berikut adalah penjelasan dari beberapa contoh KPI penting dalam bisnis manufaktur:

1. KPI Operasional Manufaktur

KPI dalam kategori ini fokus pada efisiensi teknis di lantai produksi. Tujuannya adalah memastikan seluruh aset, baik mesin maupun tenaga kerja, bekerja secara optimal untuk mencapai target volume produksi yang telah ditentukan dalam perencanaan dan pengendalian produksi.

Berikut adalah contoh KPI operasional manufaktur:

  • Output produksi: Mengukur jumlah total unit yang dihasilkan dalam periode tertentu untuk memastikan target tercapai.
  • Waktu siklus: Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu siklus produksi dari awal hingga akhir.
  • Overall equipment effectiveness (OEE): Mengukur efektivitas mesin berdasarkan ketersediaan, kinerja, dan kualitas.
  • Downtime mesin: Mengukur total waktu mesin berhenti beroperasi karena kerusakan atau pemeliharaan.
  • Mean time to repair (MTTR): Rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki kerusakan mesin agar kembali beroperasi.
  • Takt time: Takt time produksi yaitu ecepatan produksi yang harus dijaga untuk memenuhi permintaan pelanggan tepat waktu.
  • Kapasitas produksi: Mengukur jumlah maksimum produk yang dapat dihasilkan, yang sangat krusial dalam perencanaan kapasitas produksi jangka panjang.

2. KPI Kualitas dan Pemborosan Manufaktur

Indikator ini dirancang untuk memantau standar mutu produk dan sejauh mana faktor produksi digunakan secara efektif tanpa menimbulkan banyak sisa atau pengerjaan ulang.

Berikut adalah contoh KPI kualitas dan pemborosan manufaktur:

  • Defect rate: Persentase produk cacat yang tidak memenuhi standar kualitas perusahaan.
  • First pass yield (FPY): Persentase produk yang lolos inspeksi kualitas pada percobaan pertama tanpa perlu rework.
  • First time through (FTT): Mengukur efektivitas kualitas produksi di mana produk diproduksi dengan benar sejak tahap awal tanpa revisi.
  • Efisiensi bahan baku: Rasio antara bahan baku yang dikonsumsi dengan output produk untuk meminimalkan pemborosan.
  • Quality control (QC) & quality assurance (QA): Pemantauan standar prosedur untuk memastikan produk konsisten dan bebas dari kecacatan seperti memastikan mutu produk sesuai dengan ISO 9001.

3. KPI Rantai Pasok dan Pengiriman Manufaktur

KPI ini berfungsi untuk menyelaraskan hasil produksi dengan kebutuhan pasar serta mengukur kecepatan respons perusahaan terhadap pesanan pelanggan.

>Berikut adalah contoh KPI rantai pasok dan pengiriman manufaktur:

  • Lead time produksi: Total waktu yang dibutuhkan dari penerimaan pesanan hingga produk siap dikirim.
  • Inventory turnover: Mengukur seberapa sering persediaan bahan baku dan barang jadi berputar dalam satu periode.
  • Manajemen pesanan: Sistem pemantauan untuk memastikan pesanan diproses tepat waktu dan dalam jumlah yang akurat.
  • Tingkat pengembalian: Persentase produk yang dikembalikan konsumen karena ketidakpuasan atau kerusakan.
  • Tingkat kepuasan pelanggan: Metrik untuk menilai sejauh mana produk memenuhi ekspektasi pasar melalui feedback atau survei.

4. KPI Keuangan Manufaktur

Kategori ini melihat performa produksi dari sisi ekonomi, memastikan bahwa setiap aktivitas manufaktur memberikan nilai tambah dan profitabilitas bagi perusahaan.

Berikut adalah contoh dari KPI keuangan manufaktur:

  • Biaya produksi: Total pengeluaran yang mencakup bahan baku, tenaga kerja, dan biaya overhead.
  • Cost per unit: Biaya rata-rata dalam perencanaan kapasitas produksi untuk memproduksi satu unit barang, yang menjadi indikator efisiensi biaya secara mendalam.

5. KPI Keselamatan Kerja Manufaktur

Fokus utama dari KPI ini adalah menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman bagi seluruh karyawan, yang secara tidak langsung menjaga kelancaran operasional.

Berikut adalah contoh dari KPI keselamatan kerja manufaktur:

  • Safety incidents: Menghitung jumlah kecelakaan kerja atau insiden keselamatan yang terjadi di area pabrik dalam periode tertentu.

Seluruh indikator kinerja di atas dapat Anda pantau secara akurat dan otomatis dengan menerapkan solusi MES untuk manufaktur. Dengan visibilitas data secara real-time dan analisis yang tajam, sistem MES memberdayakan perusahaan untuk mengambil keputusan berbasis data, meningkatkan efisiensi operasional, dan mencapai target KPI yang lebih kompetitif.

Manufaktur

Manfaat Membuat KPI Produksi bagi Perusahaan Manufaktur

Penerapan indikator KPI produksi memiliki beragam manfaat bagi perusahaan manufaktur untuk penjadwalan produksi. Hal ini mulai dari mengukur dan mengevaluasi kinerja produksi, mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan, meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya, serta meningkatkan kualitas dan produktivitas.

Berikut adalah penjelasan dari masing-masing manfaat utama pembuata KPI produksi manufaktur:

1. Mengukur dan Mengevaluasi Kinerja Produksi

KPI produksi memberikan metrik yang objektif untuk mengukur sejauh mana departemen produksi mencapai target yang ditetapkan. Hal ini memberikan wawasan tentang kekuatan dan kelemahan dalam proses produksi, sehingga perusahaan bisa mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki.

2. Mengidentifikasi Area yang Perlu Ditingkatkan

Melalui pemantauan rutin, contoh KPI karyawan produksi memungkinkan perusahaan untuk dengan cepat menemukan area yang tidak memenuhi standar atau kurang efisien. Dengan demikian, manajemen dapat segera mengambil tindakan korektif yang diperlukan, mengarah pada perbaikan yang lebih cepat dan terarah.

3. Meningkatkan Efisiensi dan Mengurangi Biaya

Contoh KPI produksi seperti efisiensi penggunaan bahan baku dan biaya produksi per unit membantu perusahaan mengidentifikasi inefisiensi. Dengan menganalisis data ini, perusahaan bisa mengurangi pemborosan dan mengoptimalkan proses produksi, yang berujung pada penghematan biaya yang signifikan.

4. Meningkatkan Kualitas Produk

Staff produksi juga memiliki KPI yang mengukur tingkat cacat produk dan First Time Through (FTT). Tujuannya untuk memastikan kualitas produk yang konsisten. Fokus pada pengurangan cacat menghasilkan biaya pengerjaan ulang yang lebih rendah dan meningkatkan kepuasan pelanggan, yang berdampak pada reputasi perusahaan.

5. Meningkatkan Produktivitas

KPI yang mengukur jumlah unit yang diproduksi per jam kerja dan waktu siklus produksi memungkinkan perusahaan untuk menilai dan meningkatkan produktivitas. Dengan demikian, perusahaan bisa memenuhi dan melakukan manajamen permintaan pelanggan lebih baik, yang pada gilirannya meningkatkan profitabilitas.

6. Meningkatkan Kepuasan Pelanggan

Melalui perbaikan kualitas produk dan efisiensi pengiriman, yang dipengaruhi oleh KPI seperti lead time produksi, perusahaan dapat meningkatkan kepuasan pelanggan. Pelanggan yang puas tidak hanya loyal, tetapi juga lebih cenderung memberikan rekomendasi positif, memperluas basis pelanggan.

Cara Membuat KPI Produksi Manufaktur

Beberapa langkah untuk membuat KPI produksi manufaktur, mulai dari tentukan tujuan produksi, pilih metrik dan indikator kinerja (KPI) yang relevan, kumpulkan data yang dibutuhkan, definisiikan cara mengukur KPI, tentukan target kerja, dan monitor dan evaluasi KPI.

Berikut adalah penjelasan lebih rinci mengenai langkah-langkahnya:

1. Tentukan Tujuan Produksi Secara Jelas

Pertama, cara membuat KPI produksi adalah menentukan tujuan perencanaan produksi yang jelas dan spesifik. Anda juga dapat tujuan produksi menggunakan prinsip SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound).

Contohnya, meningkatkan efisiensi produksi sebesar 10% dalam 3 bulan ke depan. Tujuan yang terukur dan relevan membantu tim fokus pada pencapaian yang realistis dalam waktu yang ditentukan.

2. Identifikasi Indikator Kinerja (KPI)

Pilih indikator kinerja yang sesuai dengan tujuan produksi. Beberapa contoh KPI yang dapat digunakan adalah tingkat produksi (jumlah unit per periode), waktu siklus produksi (waktu yang dibutuhkan untuk memproses satu unit), dan tingkat cacat (persentase produk cacat). Pastikan KPI yang dipilih relevan dengan jenis produksi yang dijalankan.

3. Kumpulkan Data yang Dibutuhkan

Kumpulkan juga data yang relevan dan akurat sebagai cara membuat KPI produksi yang tepat, data dapat berasal dari berbagai sumber seperti sistem produksi yang Anda terapkan, laporan harian, dan catatan kualitas. Pastikan juga data yang dikumpulkan telah konsisten dan dapat diandalkan

4. Definisikan Cara Mengukur KPI

Selain itu, penting untuk menetapkan metode pengukuran yang tepat untuk setiap KPI. Sebagai contoh, output produksi dapat dihitung dengan jumlah unit yang diproduksi per periode. Sementara kualitas produk dapat diukur dengan persentase unit yang memenuhi standar kualitas. Dengan rumus yang jelas, pengukuran menjadi lebih mudah dan tepat.

5. Tentukan Target Kinerja

Setelah pengukuran ditentukan, tetapkan target kinerja yang dapat dicapai oleh tim produksi. Target ini harus realistis, seperti meningkatkan output produksi 10% dalam 6 bulan atau mempertahankan kualitas produk di atas 95%. Target ini perlu selaras dengan kapasitas dan sumber daya yang tersedia dalam tim produksi.

6. Memonitor dan Mengevaluasi KPI

Terakhir, cara membuat KPI produksi adalah dengan pemantauan berkala terhadap kinerja pengukuran KPI. Dalam hal ini Anda bisa menggunakan software ERP manufaktur yang memiliki dashboard pelaporan kinerja yang akan memudahkan Anda memantau secara real-time. Evaluasi juga hasil KPI secara rutin, dan analisis penyebab dari setiap penyimpangan dari target KPI.

Tingkatkan Efisiensi KPI Produksi Manufaktur dengan Software Manufaktur ScaleOcean

Software manufaktur ScaleOcean dapat membantu mengoptimalkan pencapaian KPI produksi dalam proses bisnis manufaktur Anda. Dengan integrasi yang mulus antara modul perencanaan produksi, manajemen biaya, dan kontrol kualitas, ScaleOcean memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan akurasi data dan efisiensi di setiap indikator kinerja utama.

Sistem ini secara otomatis memantau performa mesin dan penggunaan sumber daya untuk memastikan bahwa setiap target siklus proses produksi tercapai tepat waktu. Selain itu, ScaleOcean menyediakan pelaporan real-time yang membantu manajer untuk melakukan perencanaan dan pengendalian produksi berbasis data secara lebih cepat dan akurat.

Kustomisasi yang fleksibel memungkinkan perusahaan manufaktur menyesuaikan sistem sesuai dengan kebutuhan spesifik, mulai dari perencanaan kapasitas produksi hingga pemantauan tingkat cacat produk akhir. Tidak hanya itu, ScaleOcean juga menyediakan layanan konsultasi dan demo gratis sehingga Anda dapat melihat bagaimana software manufaktur ini mendukung pencapaian target operasional dan daya saing di industri Anda.

Berikut fitur unggulan yang ditawarkan software manufaktur ScaleOcean:

  • Integrasi industrial internet of things (IIoT): Menghubungkan perangkat dan mesin untuk pemantauan OEE dan downtime secara real-time, meningkatkan akurasi KPI operasional.
  • Smart MRP (material requirement planning): Mengotomatiskan perencanaan kebutuhan bahan baku berdasarkan jadwal produksi, memastikan faktor produksi tersedia secara optimal.
  • Detailed cost tracking: Melacak biaya produksi secara rinci (HPP), mencakup bahan baku, tenaga kerja, dan overhead untuk memantau KPI Cost Per Unit.
  • BOM (bill of materials) management: Mengelola struktur komponen produk dengan presisi, mengurangi risiko kesalahan dan pemborosan bahan baku di lantai produksi.
  • Automated stock replenishment: Mengotomatiskan pemesanan ulang material untuk menjaga KPI Inventory Turnover dan mencegah terhentinya proses produksi.
  • Automated production scheduling: Menyeimbangkan beban kerja mesin dan tenaga kerja secara otomatis untuk meminimalkan lead time dan mengoptimalkan output.
  • Quality control automation: Mengotomatiskan pemantauan standar mutu selama proses berlangsung untuk meningkatkan rasio first time through dan mengurangi defect rate.

Kesimpulan

KPI produksi adalah instrumen krusial untuk mengukur, memantau, dan mengevaluasi kesehatan operasional di industri manufaktur. Pengelolaan performa yang modern tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga mengintegrasikan elemen penting seperti efisiensi penggunaan bahan, ketersediaan mesin, hingga keselamatan kerja untuk memastikan seluruh ekosistem produksi berjalan produktif dan kompetitif.

Software manufaktur ScaleOcean hadir sebagai sistem cerdas yang mengintegrasikan seluruh parameter KPI secara otomatis dan efisien. Dengan fitur unggulan yang mendukung transparansi data dan otomatisasi alur kerja, ScaleOcean membantu perusahaan manufaktur memitigasi risiko ketidakefisienan dan mencapai target produksi secara konsisten.

Memahami dan menerapkan solusi teknologi ini akan membantu bisnis Anda meminimalisir downtime, mencegah pemborosan biaya, dan meningkatkan kualitas produk di mata pelanggan. Jadwalkan demo gratis dan konsultasi dengan tim ahli kami untuk melihat secara langsung bagaimana sistem kami dapat mentransformasi pencapaian KPI produksi Anda menjadi lebih baik!

FAQ:

1. Apa itu KPI produksi?

KPI adalah ukuran kuantitatif yang digunakan untuk menilai seberapa efektif sistem produksi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. KPI dalam konteks produksi mencakup metrik yang berkaitan dengan berbagai elemen seperti produktivitas, kualitas, biaya, waktu, dan lainnya.

2. Mengapa perusahaan manufaktur wajib memiliki KPI produksi?

MKPI berfungsi sebagai alat navigasi strategis. Tanpa KPI, manajemen tidak memiliki standar objektif untuk mengukur kesuksesan operasional. KPI membantu mengidentifikasi pemborosan, memantau efisiensi faktor produksi, dan memastikan perusahaan tetap kompetitif dengan mencapai target siklus proses produksi yang telah ditetapkan.

3. Bagaimana KPI membantu meningkatkan kualitas produksi?

Dengan memonitor KPI kualitas seperti defect rate dan rework rate, perusahaan dapat mengidentifikasi penyebab cacat, melakukan perbaikan proses, dan meningkatkan standar kerja.

Jadwalkan Demo Gratis

Error message
Error message
Error message
Error message
Error message
Error message

Rekomendasi Artikel Terkait

Temukan Artikel Serupa untuk Solusi Bisnis Lebih Lengkap