Mungkin Anda pernah mengalami kendala pada kapasitas produksi pabrik yang belum termanfaatkan secara optimal, atau sering kali terdapat pemborosan bahan baku dan waktu di lini produksi? Kondisi industri manufaktur kini semakin kompetitif, sehingga diperlukan strategi optimasi yang lebih relevan dan berkelanjutan.
Langkah pertama dalam mengatasi masalah ini adalah dengan memahami dan menerapkan perhitungan efisiensi produksi. Dengan menghitung rasio antara output aktual dan output standar, Anda dapat mengetahui seberapa optimal penggunaan sumber daya yang ada.
Perhitungan efisiensi ini menjadi dasar dalam mengambil keputusan strategis, seperti penyesuaian jadwal produksi, peningkatan penggunaan mesin, serta pengelolaan rantai pasokan. Artikel ini akan menjelaskan konsep, rumus, dan langkah praktis untuk menghitung efisiensi produksi, serta langkah-langkah strategis untuk meningkatkannya.
- Efisiensi produksi adalah kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan sumber daya seperti tenaga kerja, bahan baku, dan waktu untuk mencapai target produksi.
- Untuk menghitung efisiensi produksi, gunakan rumus dasar Efisiensi Produksi = (Output Aktual / Output Standar) x 100%.
- Cara meningkatkan efisiensi produksi yaitu dengan menggunakan teknologi canggih, lean manufacturing, pemeliharaan preventif, desain proses optimal, dan sistem manajemen kualitas.
- Software manufaktur ScaleOcean yang mengoptimalkan efisiensi produksi melalui otomatisasi pengadaan, pemantauan alur proses produksi, dan penjadwalan yang lebih efektif.
1. Apa itu Efisiensi Produksi?
Efisiensi produksi adalah ukuran mengenai sejauh mana suatu perusahaan memanfaatkan sumber dayanya secara efektif untuk menghasilkan barang atau jasa. Dalam konteks produksi kustom dan bervariasi, tantangan ini sangat terasa, menjadikan efisiensi dalam lingkungan job shop krusial. Dengan fokus pada peningkatan output dan pengurangan pemborosan sumber daya seperti waktu, tenaga kerja, dan bahan baku.
Efisiensi produksi memberikan berbagai manfaat, seperti biaya per unit yang lebih rendah, margin keuntungan yang lebih tinggi, keunggulan kompetitif dengan harga lebih bersaing. Hal ini memungkinkan perusahaan memenuhi permintaan lebih cepat, dengan produk berkualitas dan waktu tunggu yang singkat.
Dengan fokus pada efisiensi, perusahaan dapat mengoptimalkan produksi untuk memenuhi permintaan tanpa menciptakan ketersediaan barang yang melebihi permintaan pembeli. Hal ini tidak hanya mengurangi biaya, tetapi juga meningkatkan produktivitas.
Penerapan efisiensi dalam produksi melibatkan beberapa aspek, seperti perbaikan proses, peningkatan kualitas, dan penggunaan teknologi tepat guna. Tidak heran, data dari P3 Cost Analysts menyatakan bahwa mplementasi proses produksi yang efisien dapat mengurangi biaya operasional hingga 20%.
Selain itu, efisiensi produksi juga berkontribusi pada pengelolaan inventaris yang lebih baik. Dengan menggunakan sistem yang tepat, stok barang dapat dipantau dan dikelola secara real-time. Hal ini mengurangi risiko kelebihan stok atau kekurangan bahan baku, yang seringkali menyebabkan pemborosan biaya.
Baca juga: 22 Software Manufaktur Terbaik di Tahun 2026
2. Rumus Efisiensi Produksi
Secara umum, rumus untuk menghitung efisiensi produksi adalah (Output Aktual / Output Standar) x 100%. Output aktual merujuk pada jumlah produk yang diproduksi, sementara output standar adalah jumlah yang diharapkan diproduksi dalam kondisi ideal.
Rumus tersebut menggambarkan efisiensi produksi sebagai persentase dari jumlah output yang dihasilkan dibandingkan dengan input yang digunakan. Untuk lebih mudah memahaminya, berikut langkah-langkah untuk cara menghitung efisiensi produksi.
- Tentukan Output Aktual: Hitung jumlah unit yang benar-benar diproduksi dalam periode tertentu.
- Tentukan Output Standar: Tentukan jumlah unit yang diharapkan diproduksi dalam kondisi ideal atau berdasarkan standar tertentu, seperti kapasitas mesin, waktu kerja, atau target produksi sebelumnya.
- Hitung Efisiensi Produksi: Gunakan rumus efisiensi produksi seperti di bawah ini.
Efisiensi produksi = output aktual / output maksimal × 100%
Hasil perhitungan dari rumus di atas akan menggambarkan persentase efisiensi produksi. Contohnya, jika hasilnya 100%, berarti perusahaan telah mencapai output standar. Jika lebih dari 100%, perusahaan melebihi target, dan jika kurang dari 100%, perusahaan belum mencapai target.
Dengan menggunakan rumus efisiensi produksi dalam manajemen perusahaan, Anda akan lebih mudah dalam mengelola kinerja operasional secara berkala. Lalu, Anda akan punya dasar yang lebih tepat untuk mengambil keputusan strategis soal penempatan sumber daya dan menentukan area yang perlu diperbaiki.
Rumus efisiensi produksi juga penting dalam perencanaan kapasitas, karena bisa digunakan untuk menilai apakah ada kebutuhan ekspansi, atau mungkin ada sumber daya yang belum dimanfaatkan sepenuhnya.
Selain itu, hasil analisis ini juga berkontribusi pada penyusunan laporan harga pokok penjualan perusahaan manufaktur, yang mencerminkan efisiensi produksi dan membantu dalam pengambilan keputusan strategis terkait biaya operasional.
Laporan perusahaan manufaktur yang efektif perlu mencatat biaya bahan baku, tenaga kerja, dan overhead pabrik, serta menentukan metode job costing atau process costing dalam perusahaan, yang akan mempengaruhi perhitungan biaya.
3. Cara Menghitung Efisiensi Produksi
Ada dua metode umum untuk menghitung efisiensi produksi, yaitu dengan membandingkan output aktual dengan output standar, atau dengan menghitung efektivitas keseluruhan peralatan (OEE). Untuk memahami cara menghitung efisiensi mesin produksi secara lebih mendalam, simak contoh yang akan kami bahas berikut ini.
Misalkan sebuah pabrik yang memiliki kapasitas untuk menghasilkan 500 unit produk dalam sehari ternyata hanya menghasilkan 400 unit. Dalam kasus ini, output aktual adalah 400 dan output maksimal adalah 500. Dengan rumus efisiensi produksi, maka bisa dihitung:
Efisiensi produksi = 400 / 500 × 100% = 80%
Hasil 80% dalam contoh cara menghitung efisiensi produksi di atas, menunjukkan bahwa pabrik beroperasi pada 80% dari kapasitas penuhnya. Artinya ada 20% kapasitas yang belum dimanfaatkan.
Hasil ini bisa digunakan sebagai titik awal untuk analisis lebih lanjut tentang permasalahan dalam lantai produksi, atau adanya kebutuhan untuk penyesuaian dalam penjadwalan.
Dalam memahami efisiensi produksi, penting juga untuk mengetahui bagaimana kapasitas produksi ditentukan dan dikelola agar tidak terjadi underutilization maupun overcapacity. Interpretasi ini membantu dalam pengambilan keputusan strategis yang berhubungan dengan operasi produksi.
Dengan memanfaatkan program manufaktur, perusahaan dapat menganalisis data secara lebih mendalam dan real-time, memungkinkan identifikasi masalah lebih cepat dan lebih tepat. Program ini memberikan alat untuk merencanakan penyesuaian yang diperlukan, memastikan bahwa proses produksi tetap efisien dan selaras dengan tujuan perusahaan.
4. Strategi Meningkatkan Efisiensi Produksi di Pabrik Manufaktur
Meningkatkan efisiensi produksi memerlukan pendekatan yang berfokus pada optimalisasi setiap aspek operasional. Beberapa ini mencakup pemanfaatan teknologi canggih seperti software ERP manufaktur, adopsi prinsip lean manufacturing, dan menerapkan pemeliharaan preventif pada mesin dan peralatan.
Berikut penjelasan lebih lanjut upaya yang bisa Anda terapkan:
a. Penggunaan Teknologi Canggih
Implementasi teknologi modern sangat membantu perusahaan untuk memantau dan mengoptimalkan proses produksi dengan lebih efektif. Penggunaan alat digital ini secara langsung memberikan dampak positif, seperti berkurangnya waktu henti (downtime) dan meningkatnya kualitas hasil kerja.
Penerapan teknologi ini biasanya menjadi bagian inti dari sebuah sistem manufaktur yang terintegrasi, di mana informasi real-time tentang kondisi operasional pabrik dapat diakses secara instan. Data ini memungkinkan manajemen memantau KPI produksi manufaktur secara langsung guna mendukung percepatan alur kerja dan respons cepat terhadap kendala teknis.
b. Adopsi Prinsip Lean Manufacturing
Prinsip lean manufacturing berfokus pada penghilangan segala bentuk pemborosan, mulai dari waktu, material, hingga tenaga kerja. Dengan mengidentifikasi dan mengeliminasi langkah-langkah yang tidak menambah nilai, Anda dapat mengurangi biaya sekaligus mempercepat waktu produksi secara signifikan.
Selain itu, integrasi prinsip ini dengan konsep ekonomi sirkular semakin memperkuat upaya minimisasi limbah material. Hal ini memastikan nilai pakai sumber daya dapat dimaksimalkan secara berkelanjutan di seluruh lini produksi.
c. Pemeliharaan Preventif
Pemeliharaan preventif melibatkan pemeriksaan rutin dan perawatan peralatan sebelum kerusakan terjadi. Dengan pendekatan proaktif, Anda bisa mengidentifikasi potensi masalah sebelum menyebabkan penundaan produksi yang mahal. Merawat mesin secara konsisten tidak hanya memperpanjang umur aset, tetapi juga memastikan efisiensi bisnis tercapai secara maksimal.
d. Desain Proses yang Optimal
Kunci utama dari efisiensi adalah desain proses yang ramping dan terstruktur. Dengan memahami interaksi antara berbagai elemen produksi, perusahaan dapat mengurangi langkah-langkah redundan yang hanya menghabiskan energi.
Desain yang baik membantu menghilangkan hambatan dalam manajemen produksi, memastikan bahwa semua sumber daya manusia maupun mesin digunakan dengan cara yang paling efektif untuk mencapai target harian.
e. Gunakan Sistem Manajemen Kualitas
Sistem manajemen kualitas, seperti ISO 9001, membantu dalam mengidentifikasi, mengukur, dan mengendalikan kualitas selama proses berlangsung. Fokus pada peningkatan berkelanjutan ini mencegah adanya barang cacat dan memastikan produk akhir memenuhi ekspektasi konsumen.
Bagi setiap perusahaan manufaktur, penerapan standar kualitas yang ketat merupakan investasi jangka panjang untuk menjaga reputasi merek sekaligus mengurangi pemborosan sumber daya akibat pengerjaan ulang (rework).
f. Evaluasi dan Optimalkan Proses Produksi
Evaluasi proses secara menyeluruh diperlukan untuk mengidentifikasi hambatan atau bottleneck dalam alur kerja. Pemantauan ini memungkinkan manajemen untuk melakukan perbaikan pada titik-titik peralatan yang mengalami penumpukan atau kemacetan.
Dalam praktiknya, penggunaan aplikasi akuntansi perusahaan manufaktur dapat membantu dalam analisis data produksi secara akurat. Hal ini memudahkan pelacakan biaya dan performa di setiap tahapan, sehingga pengambilan keputusan menjadi lebih berbasis data.
g. Automasi Proses
Automasi mempermudah perusahaan untuk mengurangi ketergantungan pada pekerjaan manual yang sering memakan waktu lama dan berpotensi menyebabkan kesalahan manusia (human error). Teknologi ini memungkinkan operasional berjalan sepanjang hari tanpa henti untuk mengoptimalkan penggunaan waktu.
Salah satu implementasi populernya adalah penggunaan Computer Aided Manufacturing (CAM). Teknologi ini menciptakan proses produksi yang cepat dan konsisten, yang sangat penting dalam menjaga ritme kerja pada industri skala besar.
h. Penggunaan Big Data
Teknologi big data memungkinkan pengumpulan dan analisis informasi dari berbagai tahapan produksi secara mendalam. Analisis ini memberikan wawasan tentang efisiensi operasi, identifikasi kendala, dan prediksi kebutuhan bahan baku di masa depan.
Konsep green manufacturing adalah sistem yang memanfaatkan data ini untuk meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi dampak lingkungan. Dengan informasi yang akurat, operasional pabrik menjadi lebih ramah lingkungan melalui pengurangan pemborosan energi dan material.
i. Manajemen Rantai Pasokan yang Terintegrasi
Mengintegrasikan aspek pengadaan, produksi, dan distribusi sangat penting untuk mencegah miskomunikasi antar departemen. Koordinasi yang erat memastikan bahan baku tersedia tepat waktu sehingga tidak terjadi kekosongan stok yang menghambat mesin.
Ketika alur informasi berjalan lancar, manajer dapat dengan mudah memahami cara menghitung efisiensi produksi secara menyeluruh. Hal ini membantu perusahaan mengoptimalkan persediaan dan mengurangi biaya penyimpanan di gudang secara signifikan.
j. Teknologi Canggih (IoT dan AI)
Internet of Things (IoT) dan Kecerdasan Buatan (AI) memiliki kemampuan untuk mengontrol proses produksi secara otomatis. Sensor IoT melacak kondisi mesin secara langsung, sementara AI menganalisis data tersebut untuk melakukan penyesuaian operasional tanpa intervensi manual yang lambat.
Penerapan teknologi ini memastikan yield produksi meningkat pesat karena cacat produk dapat diminimalkan melalui pemeliharaan prediktif. Menggunakan software manufaktur terbaik yang sudah mendukung AI dan IoT akan memberikan keunggulan kompetitif yang nyata bagi bisnis Anda.
k. Pencetakan 3D dan Manufaktur Aditif
Teknologi manufaktur aditif memungkinkan pembuatan prototipe cepat yang mempercepat proses pengembangan produk baru sebelum masuk ke produksi massal. Metode ini juga sangat efektif untuk mendukung kustomisasi produk sesuai kebutuhan spesifik pelanggan.
Keunggulan utama dari penggunaan teknologi pencetakan 3D adalah kemampuannya dalam mengurangi limbah material. Teknologi ini hanya menggunakan bahan yang benar-benar diperlukan untuk membentuk produk, menjadikannya pilihan yang sangat efisien untuk komponen kompleks.
5. Indikator Tercapainya Efisiensi Produksi
Ada beberapa indikator dapat menilai efisiensi produksi, mulai dari rasio input dan output, waktu siklus produksi, penggunaan kapasitas produksi, jumlah limbah yang dihasilkan, dan tingkat kepuasan pelanggan. Berikut penjelasan lebih lengkap dari indikator-indikator utama tersebut:
a. Rasio Input dan Output
Rasio input dan output adalah perbandingan antara jumlah sumber daya yang digunakan (input) dan jumlah produk yang dihasilkan (output). Indikator ini sangat penting untuk menilai seberapa efektif penggunaan sumber daya. Untuk mendukung cara menghitung efisiensi produksi, perusahaan dapat menggunakan rumus pertumbuhan perusahaan, yang membantu mengevaluasi hubungan antara efisiensi operasional dan hasil yang tercapai.
Sistem manufaktur yang canggih bisa dimanfaatkan dalam memantau rasio ini secara real-time, memungkinkan penyesuaian yang lebih cepat jika diperlukan. Contohnya, ternyata melalui pemantauan rasio input dan output yang dilakukan di sistem manufaktur, perusahaan menemukan adanya pemborosan bahan baku atau energi.
Dari informasi ini, Anda dapat mengambil langkah-langkah strategis untuk mengurangi pemborosan. Sistem yang ada dapat mendukung dalam perencanaan dan pengendalian strategi penghematan ini sebab prosesnya harus berjalan dengan efektif.
b. Waktu Siklus Produksi atau Lead Time
Waktu siklus produksi atau lead time adalah waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan satu siklus produksi, dari awal hingga akhir. Pengurangan waktu siklus menjadi indikator adanya peningkatan efisiensi. Dengan menilai waktu siklus, perusahaan dapat memahami area mana dalam batch produksi yang memerlukan optimalisasi, seperti peralatan yang lambat atau antrian di stasiun kerja.
Sistem manufaktur modern dapat membantu dalam simulasi perubahan proses untuk mencapai waktu siklus yang lebih efisien. Dalam aspek ini, manufacture system yang terintegrasi dengan sistem lainnya dapat melakukan pemantauan waktu siklus, identifikasi hambatan produksi, dan perbaikan proses manufaktur.
Untuk mendukung perencanaan produksi yang lebih terstruktur, contoh master production schedule (MPS) dapat digunakan sebagai alat untuk mengatur jadwal produksi, mengalokasikan sumber daya, dan memastikan keselarasan antara permintaan pasar dengan kapasitas produksi.
c. Penggunaan Kapasitas
Dengan sistem manufaktur perusahaan juga dapat memantau kapasitas produksi dan memastikan bahwa fasilitas digunakan dengan efektif. Misalnya, jika kapasitas tidak digunakan sepenuhnya, perusahaan dapat menilai apakah ada kebutuhan untuk perubahan dalam jadwal atau peralatan.
Sebaliknya, jika kapasitas terlalu tinggi, ini bisa menjadi sinyal adanya kebutuhan perluasan. Anda juga bisa menerapkan product cost management yang dapat membantu mengelola alokasi kapasitas produksi lebih baik.
d. Limbah dan Sisa Material
Mengelola limbah dan sisa material juga penting untuk efisiensi produksi. Sistem manufaktur dapat membantu dalam mengidentifikasi dan mengurangi limbah tersebut, baik dalam penggunaan bahan baku maupun energinya. Pelajari juga bagaimana pengolahan limbah pabrik dilakukan secara sistematis untuk mendukung efisiensi dan keberlanjutan produksi.
Melalui pemantauan dan analisis limbah, perusahaan dapat membuat perubahan dalam proses manufaktur, serta memastikan penggunaan sumber daya yang lebih efisien dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Salah satu langkah penting dalam efisiensi adalah mengatasi limbah pabrik manufaktur secara sistematis agar tidak berdampak pada biaya produksi dan lingkungan.
Dalam hal ini, penerapan lean production dapat sangat berperan dalam mengoptimalkan proses tersebut. Lean production menjadi pendekatan produksi yang fokus pada pengurangan pemborosan dalam setiap aspek proses manufaktur, termasuk pengurangan limbah, waktu, dan biaya.
e. Kepuasan Pelanggan
Kepuasan pelanggan adalah indikator lainnya dari efisiensi produksi karena mencerminkan kualitas produk yang dihasilkan. Sistem manufaktur bisa dimanfaatkan dalam mengontrol kualitas tersebut, mulai dari proses produksi hingga pengiriman.
Melalui pemantauan kepuasan pelanggan dan feedback yang diberikan, perusahaan dapat terus-menerus menilai dan meningkatkan proses produksi, memastikan bahwa produk memenuhi ekspektasi pelanggan, yang pada akhirnya berkontribusi pada kesuksesan jangka panjang.
6. Optimalkan Perhitungan Efisiensi Produksi dengan Software Manufaktur ScaleOcean
Software manufaktur ScaleOcean merupakan solusi digital untuk perusahaan manufaktur yang mampu mengoptimalkan efisiensi produksi untuk memastikan tidak terjadinya kualitas produksi yang fluktuatif. Sistem ini juga memiliki modul quality control untuk mengetahui tingkat efisiensi pabrik.
Tidak hanya itu, sistemnya dapat di integrasi dengan IIOT atau Industrial Internet of Things, sehingga pemantauan lebih mudah dilakukan pada keseluruhan produksi. Setelah diterapkan ke dalam bisnis, Anda dapat melakukan kustomisasi pada perangkat lunak dengan bantuan konsultasi tim ScaleOcean untuk menyesuaikannya dengan kebutuhan perusahaan.
Segala keunggulan sebelumnya dapat diakses memalui demo gratis-nya terlebih dahulu untuk mengetahui apakah software manufaktur tersebut cocok untuk Bisnis Anda. Ada juga beberapa fitur spesifik yang dapat membantu dalam proses perhitungan efisiensi produksi, yakni:
- Smart MRP (Material Requirement Planning): Mengotomatiskan perhitungan bahan baku sesuai dengan jadwal produksi dan waktu pengiriman, sehingga pemesanan bahan baku dapat dilakukan tepat waktu dan dalam jumlah yang akurat.
- Integrated SCM: Mengelola proses manufaktur secara efisien, mulai dari penjadwalan hingga pemrosesan pesanan, semua dilakukan melalui satu platform terpusat.
- Cost Management: Mengotomatiskan perhitungan harga pokok produksi dengan tingkat akurasi yang tinggi, mencakup seluruh elemen biaya manufaktur.
- Order Management: Mengotomatiskan proses penerimaan, pemenuhan, dan pemrosesan pesanan untuk menjamin akurasi dan efisiensi.
- Warehouse Management: Mengawasi tingkat persediaan dan mempercepat proses pengambilan barang demi meningkatkan efisiensi gudang.
7. Kesimpulan
Efisiensi produksi adalah kemampuan perusahaan untuk menghasilkan sebanyak mungkin output (barang atau jasa) dengan menggunakan input (sumber daya) yang seefisien mungkin. Tujuannya adalah untuk memaksimalkan output dan meminimalkan pemborosan, baik dari segi waktu, bahan baku, maupun tenaga kerja.
Efisiensi produksi sangat penting untuk meningkatkan kinerja dan profitabilitas perusahaan manufaktur. Dengan optimasi yang tepat, perusahaan dapat mencapai tujuan bisnis secara lebih efektif dan efisien, menghasilkan keuntungan yang lebih besar.
Software manufacturing ScaleOcean menyediakan solusi lengkap untuk meningkatkan efisiensi produksi. Dengan fitur otomatisasi dan manajemen stok real-time, software ini memungkinkan perusahaan manufaktur mengoptimalkan setiap aspek proses produksi untuk hasil yang lebih maksimal dan biaya yang lebih rendah. Anda bisa ambil tawaran demo gratis untuk mempelajari sistem ini lebih dalam.
FAQ:
1. Apa itu efisiensi dalam proses produksi?
Dalam manajemen, hal ini diartikan sebagai melakukan sesuatu dengan biaya serendah-rendahnya. Tujuannya adalah mengoptimalkan penggunaan modal serta menekan pemborosan sumber daya tanpa mengurangi mutu hasil akhir yang dihasilkan perusahaan bagi konsumen.
2. Apa rumus efisiensi produktif?
Perhitungan efektivitas kerja dilakukan dengan formula: Efisiensi produksi = (tingkat output aktual / tingkat output standar) x 100. Melalui rumus ini, manajemen dapat membandingkan antara hasil nyata yang diperoleh dengan target baku yang sebelumnya telah ditetapkan.
3. Bagaimana cara mengukur efisiensi produksi?
Proses evaluasi performa operasional melibatkan metrik seperti OEE, waktu siklus, hasil produksi, dan biaya per unit. Berbagai indikator ini memberikan gambaran mendalam mengenai pemanfaatan peralatan, kelancaran alur proses, serta efektivitas pengeluaran biaya pabrik.













































WhatsApp Tim Kami
Demo With Us

