Tantangan dalam mengelola alur kerja sering kali memicu pemborosan sumber daya, rendahnya kualitas produk, hingga keterlambatan pengiriman yang fatal. Hal ini dapat memicu penurunan daya saing, terganggunya keberlanjutan operasional, hingga merosotnya profitabilitas akibat ketidakmampuan perusahaan memenuhi ekspektasi pasar secara konsisten.
Penerapan manajemen produksi yang efektif menjadi salah satu solusi yang dapat mengubah input menjadi output yang efisien dan bernilai tinggi. Dengan pengelolaan yang tepat, perusahaan dapat meminimalisir pemborosan waktu dan biaya, menjaga stabilitas operasional, serta memastikan kualitas produk tetap terjaga dalam jangka panjang.
Memahami tujuan dan proses manajemen produksi yang komprehensif akan membantu Anda merancang strategi peningkatan produktivitas yang lebih terukur. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai apa itu manajemen produksi, tujuan, fungsi, dan tahapan manajemen produksi sebagai panduan strategis dalam mengoptimalkan efisiensi serta kualitas operasional bisnis Anda.
- Manajemen produksi adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian sumber daya untuk mengubah bahan mentah menjadi produk bernilai tambah.
- Fungsi utama manajemen produksi mencakup perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengendalian, dan pengawasan.
- Aspek yang dikelola oleh manajemen produksi mencakup proses input, proses (transformasi), hingga proses output
- Software manufaktur ScaleOcean dapat mengoptimalkan manajemen produksi dengan kemampuan integrasi dan otomatisasi proses input hingga output.
1. Apa itu Manajemen Produksi?
Manajemen produksi adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian sumber daya (manusia, bahan, alat, dana) secara efektif dan efisien untuk mengubah bahan mentah menjadi produk atau jasa bernilai tambah. Tujuan utamanya adalah untuk memastikan produksi berjalan dengan efisien, efektif, dan sesuai dengan standar kualitas yang ditetapkan perusahaan.
Dalam manajemen produksi, perusahaan harus memperhatikan penggunaan sumber daya secara optimal. Hal ini meliputi pengelolaan bahan baku, tenaga kerja, dan mesin untuk menghasilkan produk yang berkualitas tinggi dengan biaya yang terkendali. Selanjutnya, manajemen produksi juga melibatkan pengendalian proses produksi.
Hal ini juga didukung data dari Kemenperin bahwa industri manufaktur berperan besar dalam perekonomian Indonesia, mencatatkan kenaikan 54% menjadi Rp365 triliun. Peningkatan ini bisa lebih signifikan apabila manajemen produksi dikelola dengan baik. Tidak hanya itu saja, manajemen produksi juga mencakup perencanaan kapasitas produksi yang baik.
Baca juga: Sistem Manufaktur: Pengertian, Contoh, Fungsi dan Fiturnya
2. Apa Fungsi Utama Manajemen Produksi di Manufaktur?
Fungsi manajemen produksi meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian semua aktivitas produksi untuk mencapai tujuan perusahaan dengan cara yang efektif dan efisien. Berikut adalah penjelasan mengenai fungsi-fungsi manajemen produksi:
a. Perencanaan (Planning)
Fungsi pertama dan paling mendasar dari manajemen produksi adalah perencanaan. Tahap ini meliputi penetapan seluruh aspek proses produksi di masa depan, di mana integrasi sistem akuntansi manufaktur menjadi krusial untuk menyusun anggaran biaya bahan baku, tenaga kerja, dan overhead secara akurat agar target produksi tetap realistis secara finansial.
Perencanaan mencakup pemilihan teknologi yang tepat, penentuan kapasitas produksi yang dibutuhkan, dan penyusunan jadwal produksi yang detail. Perencanaan yang matang dan terperinci menjadi dasar bagi kelancaran dan efisiensi seluruh contoh rencana operasional produksi selanjutnya.
Di samping itu, aspek krusial lainnya adalah memilih metode produksi yang tepat agar proses transformasi bahan mentah berjalan seimbang dengan sumber daya yang tersedia.
b. Pengorganisasian (Organizing)
Setelah rencana dibuat, fungsi selanjutnya adalah pengorganisasian. Ini melibatkan penataan dan alokasi semua sumber daya yang diperlukan untuk menjalankan rencana produksi secara efektif.
Sumber daya ini meliputi penempatan dan pengaturan tenaga kerja, pengelolaan bahan baku, serta pemanfaatan mesin dan peralatan produksi secara optimal. Pengorganisasian yang baik memastikan semua elemen produksi siap mendukung proses produksi sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan.
c. Pengarahan (Directing)
Fungsi pengarahan berkaitan dengan implementasi rencana produksi di lapangan. Manajemen produksi bertugas memimpin, membimbing, memberikan instruksi, dan mengawasi tenaga kerja serta jalannya proses produksi secara langsung.
Instruksi tersebut harus mencakup penjelasan detail mengenai langkah-langkah produksi yang harus dipatuhi oleh operator guna meminimalisir risiko kegagalan teknis yang sering kali disebabkan oleh miskomunikasi.
Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa semua aktivitas produksi berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan, mengikuti prosedur yang benar, dan memenuhi standar kualitas yang disyaratkan. Pengarahan yang efektif menjaga alur kerja tetap lancar dan tim termotivasi.
Motivasi tim yang terjaga berbanding lurus dengan kemampuan perusahaan dalam meningkatkan produktivitas manufaktur, karena tenaga kerja yang kompeten mampu meminimalisir kesalahan operasional.
d. Pengendalian (Controlling)
Fungsi pengendalian adalah proses pemantauan, pengukuran, dan evaluasi kinerja aktual dari proses produksi. Ini melibatkan pelacakan aspek-aspek penting seperti biaya produksi, kualitas output, dan ketepatan waktu penyelesaian terhadap target.
Manajemen produksi membandingkan hasil aktual dengan standar atau target yang telah ditetapkan, seperti tingkat efisiensi mesin, persentase produk cacat, dan ketepatan waktu pengiriman. Jika ada penyimpangan dari daftar KPI manajemen produksi tersebut, tindakan korektif segera diambil untuk membawa proses produksi kembali ke jalur yang benar.
3. Aspek yang Dikelola Manajemen Produksi
Dalam mengoperasikan sebuah pabrik, manajer harus memahami dasar-dasar produksi yang melibatkan tiga fase utama, yaitu pengolahan input, transformasi, hingga menjadi output yang bernilai. Berikut adalah penjelasan dari masing-masing aspek yang dikelola dalam manajemen produksi:
1. Input (Masukan)
Input merupakan fondasi utama dalam sistem jadwal produksi pabrik yang mencakup seluruh sumber daya awal yang diperlukan perusahaan. Aspek ini tidak hanya terbatas pada bahan baku fisik yang akan diolah, tetapi juga melibatkan peran vital tenaga kerja yang menyumbangkan keahlian serta modal berupa uang atau mesin untuk mendukung operasional.
Selain itu, informasi memegang peranan krusial sebagai dasar pengambilan keputusan, seperti data permintaan pasar atau spesifikasi teknis, sehingga seluruh sumber daya yang ada dapat dikombinasikan secara tepat sejak tahap awal.
2. Proses (Transformasi)
Proses adalah tahap inti di mana terjadi perubahan atau konversi dari input menjadi sesuatu yang memiliki nilai tambah (added value). Dalam fase transformasi ini, efisiensi menjadi kunci utama melalui penggunaan teknologi, metode kerja, dan manajemen waktu yang tepat.
Aktivitas di dalamnya bisa berupa proses mekanis seperti perakitan di pabrik, maupun proses non-fisik seperti pemberian layanan keahlian dalam industri jasa. Keberhasilan tahap ini sangat bergantung pada seberapa efektif perusahaan menerapkan lean manufacturing dan mengelola sumber daya yang ada untuk meminimalkan pemborosan.
3. Output (Keluaran)
Output merupakan hasil akhir yang diperoleh setelah melalui tahap transformasi dan siap untuk didistribusikan kepada konsumen. Keluaran ini dapat berwujud barang jadi yang bisa dilihat dan diraba, maupun jasa yang memberikan manfaat tertentu tanpa adanya perpindahan kepemilikan fisik.
Menjaga kualitas produk output yang dihasilkan menjadi cerminan dari keberhasilan manajemen dalam mengelola input dan proses. Selain menghasilkan produk permintaan pelanggan, tahap ini juga menghasilkan umpan balik dari pelanggan yang berfungsi sebagai data penting untuk mengevaluasi siklus produksi berikutnya.
4. Contoh Manajemen Produksi di Manufaktur
Manajemen proses produksi menjadi hal penting yang harus dikelola di berbagai sektor industri manufaktur dengan proses menghasilkan produk berkualitas. Contoh industri yang juga menggunakan manajemen produksi seperti industri elektronik, pakaian dan tekstil, hingga makanan dan minuman.
Berikut adalah penjelasan dari contoh penggunaan manajemen produksi di industri manufaktur:
a. Proses Pembuatan Elektronik
Proses pembuatan ponsel atau komputer membutuhkan manajamen proses produksi optimal mulai dari perencanaan hingga proses perakitan yang kompleks. Ini melibatkan pengolahan bahan baku seperti logam, plastik, hingga kaca dan diproses menjadi komponen elektronik seperti motherboard, screen touch, dan baterai.
Perusahaan harus memastikan seluruh komponen elektronik berfungsi dengan baik sebelum dirakit menjadi produk akhir. Biasanya perusahaan elektronik memiliki jalur perakitan otomatis dengan pengujian kualitas yang ketat untuk memastikan produk yang dihasilkan berfungsi maksimal.
b. Proses Produksi Pakaian dan Tekstil
Industri pakaian dan tekstil juga membutuhkan manajemen produksi maksimal, dengan melibatkan tahapan penting mulai dari pemilihan bahan baku hingga pembuatan produk jadi. Perusahaan di sektor ini harus lihai dalam menyusun strategi produksi yang fleksibel agar dapat merespons tren gaya hidup yang berubah cepat tanpa menyisakan terlalu banyak stok mati (deadstock) di gudang.
Manajamen terkait persediaan bahan baku juga penting untuk menghindari kekurangan bahan baku yang berakibat produksi macet. Perusahaan tekstil harus mengoptimalkan manajemen produksi dengan menggunakan teknologi otomatis di berbagai proses seperti pemotongan kain atau penjahitan produk untuk mempercepat alur proses produksi.
c. Proses Pengolahan Makanan dan Minuman
Manajemen produksi di industri FMCG melibatkan berbagai fungsi penting terkait pengolahan bahan baku menjadi makanan atau minuman yang siap dikonsumsi. Manajemen proses produksi di sini harus memperhatikan berbagai faktor, mulai dari kualitas, kebersihan, dan keamanan pangan.
Terkait pabrik makanan kemasan, seperti mie instan, mengolah bahan baku seperti tepung, minyak, dan bumbu sebelum diproses dan dikemas, manajemen proses produksi yang dilakukan harus mampu mengelola waktu dan suhu. Ini penting untuk memastikan kualitas dan kesegaran produk, serta menghindari kerusakan pada produk.
5. Apa Tujuan Dilakukannya Manajemen Produksi?
Di balik berbagai fungsi manajemen produk yang kompleks, terdapat serangkaian hal yang menjadi tujuan dilakukannya manajemen produksi. Tujuannya mulai dari meningkatkan efisiensi dan produktivitas, menjamin kualitas produk dan kepuasan pelanggan, memaksimalkan pemanfaatan sumber daya, hingga mengurangi biaya produksi.
Berikut adalah penjelasan lebih detail terkait tujuan dilakukannya manajemen produksi:
a. Meningkatkan Efisiensi dan Produktivitas
Salah satu tujuan primer manajemen produksi adalah mencapai efisiensi operasional yang setinggi mungkin. Ini berarti perusahaan rekomendasi software manufaktur terbaik berusaha keras untuk memaksimalkan pemanfaatan seluruh sumber daya yang tersedia, seperti bahan baku, tenaga kerja, mesin, peralatan, dan waktu produksi.
Melalui peningkatan efisiensi, manajemen produksi berupaya meminimalkan pemborosan di setiap tahapan proses produksi dan menekan biaya produksi per unit produk yang dihasilkan.
b. Menjamin Kualitas Produk dan Kepuasan Pelanggan
Tujuan fundamental lainnya adalah memastikan bahwa kualitas produk yang dihasilkan memenuhi atau bahkan melampaui standar yang ekspektasi pelanggan dan SOP produksi.
Manajemen produksi bertanggung jawab untuk menetapkan standar kualitas, menerapkan proses quality control, memantau, dan mengendalikan kualitas di setiap tahapan proses produksi. Tujuannya adalah menghasilkan produk akhir yang konsisten, andal, bebas cacat, dan memenuhi spesifikasi kualitas yang telah ditetapkan.
c. Memaksimalkan Pemanfaatan Sumber Daya
Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh aset perusahaan, mulai dari tenaga kerja, mesin, hingga bahan baku, digunakan secara optimal tanpa ada yang terbuang sia-sia. Hal ini dicapai melalui perencanaan jadwal yang matang dan pengaturan tata letak fasilitas yang mendukung kelancaran arus kerja proses manufaktur.
Dengan menekan waktu menganggur (idle time) pada mesin dan manusia, perusahaan dapat menghasilkan output yang lebih besar dari input yang sama, sehingga aset yang dimiliki memberikan nilai tambah yang maksimal bagi organisasi.
d. Mengurangi Biaya Produksi
Proses ini merupakan sasaran krusial untuk menjaga daya saing harga produk di pasar sekaligus meningkatkan margin keuntungan. Hal ini dilakukan dengan mengidentifikasi dan mengeliminasi aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah, seperti pemborosan material, biaya lembur yang tidak perlu, atau biaya perbaikan akibat kesalahan proses.
Dengan pengendalian biaya yang ketat di setiap lini, perusahaan dapat menawarkan harga pokok penjualan yang lebih kompetitif kepada pelanggan tanpa harus mengorbankan keberlangsungan finansial perusahaan dalam jangka panjang.
5. Digitalisasi sebagai Cara Mengukur Keberhasilan Produksi
Di era industri modern, penggunaan data manual mulai ditinggalkan dan digantikan oleh sistem digital. Cara mengukur keberhasilan produksi kini jauh lebih efisien dengan bantuan dashboard real-time yang mampu menyajikan data OEE (Overall Equipment Effectiveness) secara instan.
Dengan teknologi ini, manajer produksi tidak perlu lagi menunggu laporan harian untuk mengetahui apakah target efisiensi dan kualitas pada hari tersebut telah tercapai atau belum.
6. Ruang Lingkup Manajemen Produksi di Manufaktur
Ruang lingkup manajemen produksi mencakup segala aspek dan aktivitas yang berhubungan dengan proses transformasi bahan baku menjadi bahan jadi. Lingkupnya mencakup perencanaan sistem produksi, sistem pengendalian produksi, pengadaan bahan, pengelolaan persediaan, hingga perawatan mesin dan perawatan.
Dalam menjalankan lingkup kerja yang luas ini, penguasaan terhadap daftar istilah manufaktur sangat diperlukan untuk mempermudah identifikasi masalah dan pelaporan kinerja setiap departemen secara akurat.
Berikut adalah penjelasan mengenai aspek-aspek ruang lingkup manajemen produksi di manufaktur:
a. Perencanaan Sistem Produksi
Perencanaan sistem produksi dimulai dengan pengembangan desain produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar, mengutamakan fungsionalitas dan estetika, serta mempertimbangkan biaya produksi. Selanjutnya, desain proses dan metode menetapkan langkah untuk mengubah bahan mentah menjadi produk jadi yang siap digunakan.
Memilih lokasi pabrik dan merancang tata letak fasilitas produksi yang efisien merupakan langkah penting dalam perencanaan. Dengan merancang tata letak yang baik, proses produksi dapat berjalan lebih lancar, mengurangi pemborosan waktu dan biaya, serta meningkatkan produktivitas.
b. Sistem Pengendalian Produksi
Sistem pengendalian produksi mencakup pemantauan alur proses secara menyeluruh, mulai dari pengadaan material, assembly produksi, pengolahan material, hingga pengemasan produk akhir untuk memastikan efisiensi operasional.
Melalui sistem kendali ini, perusahaan dapat menjamin bahwa fungsi utama produksi tetap berjalan di jalur yang benar sesuai dengan standar kualitas dan tenggat waktu yang telah ditetapkan. Selain itu, pengelolaan bahan baku dan tenaga kerja juga menjadi bagian dari pengendalian untuk mencapai tujuan produksi yang optimal.
c. Pengadaan Bahan
Hal ini merupakan proses strategis dalam menjamin ketersediaan input berkualitas yang dibutuhkan oleh lantai produksi secara tepat waktu dan efisien. Fokus utama dari aktivitas ini bukan sekadar mencari harga terendah, melainkan membangun hubungan yang berkelanjutan dengan pemasok yang andal untuk meminimalkan risiko keterlambatan pengiriman.
Pengadaan yang terencana dengan baik memastikan bahwa spesifikasi material yang masuk sesuai dengan standar perusahaan. Hal ini juga akan meminimalisir potensi cacat produk sejak tahap awal.
d. Pengelolaan Persediaan
Pengelolaan persediaan berfungsi sebagai jembatan yang menyeimbangkan antara kebutuhan produksi dengan ketersediaan ruang penyimpanan serta modal kerja perusahaan. Melalui pengendalian stok yang ketat, perusahaan dapat menghindari risiko penumpukan barang yang berlebihan (overstock) yang dapat mengikat modal.
Hal ini juga sekaligus mencegah kekosongan stok (stockout) yang bisa menghentikan operasional. Manajemen yang efektif pada tahap ini memastikan aliran material tetap lancar, menjaga efisiensi biaya gudang, dan mempermudah pemenuhan permintaan pasar secara responsif.
e. Pemeliharaan Mesin dan Perawatan
Proses ini mencakup serangkaian aktivitas rutin untuk memastikan seluruh aset fisik dan peralatan produksi selalu berada dalam kondisi kinerja optimal. Dengan menerapkan jadwal perawatan preventif yang disiplin, perusahaan dapat mencegah kerusakan mendadak yang berpotensi menyebabkan waktu henti operasional (downtime) yang mahal.
Selain memperpanjang usia pakai mesin, perawatan yang konsisten juga menjamin keselamatan kerja karyawan di lingkungan pabrik dan memastikan output yang dihasilkan selalu memiliki tingkat presisi dan kualitas yang seragam.
8. Apa Tantangan dalam Manajemen Produksi dan Bagaimana Solusinya?
Beberapa tantangan yang perlu diperhatikan dalam manajemen produksi mencakup fluktuasi permintaan pasar, manajemen rantai pasok yang kompleks, kualitas porduk yang tidak konsisten, pengelolaan biaya, hingga manajemen data produksi.
Berikut adalah penjelasan mengenai tantangan dna solusi dalam manajemen produksi bisnis manufaktur:
a. Fluktuasi Permintaan Pasar
- Tantangan: Fluktuasi membuat perencanaan produksi dan manajemen inventory terganggu, dan membuat perusahaan sulit untuk untuk menyesuaikan kapasitas produksi secara efisien.
- Solusi: Terapkan strategi produksi adaptif seperti just in time atau make to order untuk memudahkan dalam merespons perubahan permintaan dengan cepat tanpa menimbulkan pemborosan biaya produksi atau kekurangan stok untuk proses produksi.
b. Manajemen Rantai Pasokan yang Kompleks
- Tantangan: Rantai pasok yang panjang dan kompleks berakibat pada risiko keterlambatan, kekurangan bahan baku, dan kenaikan biaya pengiriman.
- Solusi: Penggunaan software ERP manufaktur yang dapat memaksimalkan proses rantai pasok secara optimal, meningkatkan visibilitas dan kontrol atas seluruh rantai pasokan, serta memudahkan pengendalian stok.
c. Kualitas Produk yang Tidak Konsisten
- Tantangan: Menjaga konsistensi kualitas produksi perlu pengawasan ketat dan prosedur yang efektif. Jika tidak, akan berakibat pada banyaknya produk cacat yang dihasilkan dan membuat penurunan reputasi dan kepuasan pelanggan pada perusahaan manufaktur Anda.
- Solusi: Implementasikan metode produksi seperti six sigma, total quality management, dan penggunaan software pabrik manufaktur dengan fitur quality management system yang dapat membantu dalam mengidentifikasi dan mengurangi variabilitas.
d. Pengelolaan Biaya dan Kontrol Anggaran
- Tantangan: Pengelolaan biaya operasional dan pengendalian anggaran yang harus sesuai dengan kebutuhan dan permintaan yang masuk. Terutama jika terjadi fluktuasi harga bahan baku, biaya tenaga kerja, dan energi.
- Solusi: Penggunaan aplikasi produksi manufaktur untuk memantau dan mengendalikan anggaran secara lebih efektif, serta alokasi dan menghitung COGM produksi otomatis dan tepat, sehingga biaya yang dianggarkan selalu sesuai dan akurat
e. Manajemen Data Produksi
- Tantangan: Pengelolaan data produksi juga menjadi tantangan yang harus diatasi dengan tepat agar pengambilan keputusan strategis dapat sesuai dan efektif.
- Solusi: Penerapan software produksi dapat mempermudah pengelolaan data dari setiap proses produksi secara menyeluruh, mulai dari keuangan, inventory stok, dan status produksi yang bisa Anda akses dalam satu platform terpusat.
9. Pantau Seluruh Proses Manajemen Produksi dengan Software Manufaktur ScaleOcean
Software manufaktur ScaleOcean hadir sebagai solusi terpadu untuk mengoptimalkan seluruh siklus manajemen produksi, mulai dari perencanaan strategis hingga tahap distribusi akhir. Dengan kemampuan integrasi end-to-end, platform ini memungkinkan perusahaan manufaktur untuk mengotomatisasi setiap alur kerja dalam satu sistem tunggal.
Melalui visibilitas real-time, ScaleOcean memudahkan pemantauan setiap tahapan produksi untuk meminimalkan hambatan dan risiko kesalahan manusia. Sistem ini tidak hanya mengelola inventaris dan pembelian secara efisien, tetapi juga memastikan setiap sumber daya baik tenaga kerja maupun mesin digunakan secara maksimal.
Penerapan ScaleOcean sebagai solusi bisnis manufaktur akan mengubah proses yang kompleks menjadi lebih sederhana dan efisien secara menyeluruh. Untuk memahami bagaimana sistem ini bekerja sesuai dengan kebutuhan spesifik bisnis Anda, Anda dapat mencoba fitur-fitur terbaiknya melalui layanan demo gratis. Hubungi tim kami sekarang untuk informasi lebih lanjut mengenai transformasi digital produksi Anda.
Berikut beberapa keunggulan utama yang ditawarkan oleh software manufaktur ScaleOcean:
- Master production planning (MPS): Melakukan perencanaan dan penjadwalan produksi secara otomatis dengan mempertimbangkan data historis, kapasitas produksi, serta permintaan pasar.
- Material requirement planning (MRP): Menganalisis kebutuhan bahan baku secara cerdas untuk memastikan ketersediaan stok tepat waktu tanpa risiko kekurangan atau penumpukan.
- Multi-level BOM management: Memudahkan pengelolaan struktur material yang kompleks untuk setiap produk dalam satu platform yang terorganisir.
- Overall equipment effectiveness (OEE): Memantau dan mengoptimalkan kinerja mesin produksi guna menghindari downtime yang dapat menghambat jadwal kerja.
- Automated COGM calculation: Menghitung biaya produksi secara real-time dan otomatis, memberikan gambaran akurat mengenai margin laba dan efisiensi biaya.
10. Kesimpulan
Manajemen produksi adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian sumber daya untuk mengubah bahan mentah menjadi produk bernilai tambah. Karakteristik dari manajemen produksi yang efektif mencakup optimalisasi alur kerja, penggunaan sumber daya yang efisien, serta kemampuan untuk memenuhi target pasar secara tepat waktu.
Implementasi software manufaktur ScaleOcean hadir sebagai solusi cerdas untuk mengotomatisasi seluruh siklus manajemen produksi Anda secara terintegrasi. Dengan fitur pemantauan operasional secara menyeluruh dan pengelolaan sumber daya yang presisi, ScaleOcean memungkinkan Anda mengontrol setiap tahap manufaktur dalam satu platform.
Memahami penerapan manajemen produksi yang modern dapat membantu perusahaan mencapai produktivitas maksimal dan memperkuat daya saing bisnis di industri manufaktur. Segera optimalkan operasional Anda dengan menjadwalkan demo gratis dan konsultasi bersama tim ahli kami untuk melihat bagaimana teknologi ERP kami dapat membawa transformasi nyata bagi bisnis Anda!
FAQ:
1. Apa yang dimaksud dengan manajemen produksi?
Manajemen produksi adalah kegiatan untuk mengatur dan mengkoordinasikan penggunaan sumber daya, yang berupa sumber daya manusia, sumber daya alat dan sumber daya dana serta bahan secara efektif dan efisien untuk menciptakan dan menambah kegunaan (utility) suatu barang atau jasa.
2. Mengapa manajemen produksi itu penting?
Dengan memiliki manajemen produksi yang solid, produsen dapat memaksimalkan produktivitas, menghindari pemborosan, dan menciptakan barang berkualitas. Hal yang lebih penting, manajemen yang baik memastikan perusahaan dapat memuaskan pelanggan mereka.
3. Apa itu ruang lingkup manajemen produksi?
Ruang lingkup manajemen produksi sangat luas, mencakup perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian seluruh proses dari bahan baku menjadi produk jadi, mulai dari desain produk, pemilihan lokasi, penjadwalan, kontrol kualitas, manajemen inventaris, hingga peningkatan berkelanjutan untuk mencapai efisiensi dan kualitas maksimal, melibatkan koordinasi lintas fungsi seperti pemasaran dan keuangan.













































WhatsApp Tim Kami
Demo With Us

