Sistem manufaktur adalah seluruh proses yang mengubah sumber daya seperti material, modal, dan tenaga kerja menjadi produk yang dapat dijual. Sistem ini meliputi seluruh tahap yang terstruktur, mulai dari perencanaan, pengadaan bahan baku, pemrosesan, perakitan, hingga distribusi produk.
Penting bagi sistem manufaktur untuk mengelola sistem manufaktur sehingga mudah dalam memastikan efisiensi keseluruhan operasional produksi. Terutama bagi perusahaan manufaktur yang masih mengalami proses produksi yang tidak efisien, kesulitan mengontrol inventory dan kualitas barang.
Di sini akan dibahas secara lengkap mengenai sistem manufaktur, mulai dari pengertian, fungsi utama, hingga bagaimana cara kerjanya dalam mengoptimalkan proses bisnis manufaktur dengan kemampuan dan fitur lengkapnya. Anda bisa memahami artikel ini untuk mengelola bisnis manufaktur lebih baik.
- Sistem manufaktur adalah teknologi, mesin, peralatan, dan prosedur yang digunakan produsen untuk memproduksi barang dengan efisien.
- Jenis sistem manufaktur mencakup MTS, ATO, MTO, ETO, dan aliran proses seperti Fixed Site, Job Shop, serta Flow Shop.
- Fungsi sistem manufaktur mengubah bahan baku menjadi produk bernilai, meningkatkan nilai tambah, memastikan produksi efisien.
- Fitur sistem manufaktur seperti perencanaan produksi, manajemen persediaan, kontrol kualitas, dan pemeliharaan otomatis untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.
- Software manufaktur ScaleOcean end-to-end untuk mengelola perencanaan, produksi, HPP, dan inventori secara terintegrasi dan real-time.
1. Apa itu Sistem Manufaktur?
Sistem manufaktur adalah kerangka terintegrasi yang mencakup proses, teknologi, dan sumber daya untuk mengubah bahan mentah menjadi produk jadi dengan efisien. Proses ini melibatkan perencanaan, pengendalian produksi, pengendalian kualitas, serta distribusi untuk mencapai tujuan bisnis seperti efisiensi biaya dan pemenuhan permintaan pasar.
Melalui integrasi berbagai elemen, termasuk mesin, tenaga kerja, dan teknologi sistem manufaktur memastikan aliran kerja yang lancar dan optimal. Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat mencapai kualitas tinggi dan kepuasan pelanggan, yang pada gilirannya meningkatkan keuntungan dan daya saing di pasar.
2. Komponen Sistem Manufaktur
Sistem manufaktur mencakup komponen utama yang saling terintegrasi untuk mengubah bahan baku menjadi produk jadi. Konsep ini kini semakin didorong oleh prinsip ekonomi sirkular, yang berfokus pada efisiensi sumber daya dan minimisasi limbah. Komponennya meliputi input seperti tenaga kerja, energi, mesin, dan informasi, serta kontrol dan umpan balik untuk menjaga kualitas serta evaluasi hasil.
Berikut penjelasan mengenai komponen sistem manufaktur dan produksi:
a. Input
Input mencakup bahan baku, tenaga kerja, mesin, peralatan, energi, modal, dan informasi. Semua elemen ini dibutuhkan untuk mendukung manajemen manufaktur yang efisien dan berkualitas. Tanpa input yang tepat, kualitas produk yang dihasilkan akan terpengaruh.
b. Proses Produksi
Proses produksi adalah rangkaian kegiatan yang mengubah input menjadi produk akhir. Dalam konteks green manufacturing, proses ini dirancang untuk mengoptimalkan penggunaan energi dan bahan baku agar lebih efisien serta ramah lingkungan. Setiap tahap, mulai dari perencanaan hingga pengendalian kualitas, dilakukan dengan prinsip keberlanjutan untuk memastikan produk memenuhi standar yang diinginkan tanpa menambah beban lingkungan.
c. Output
Output dari sistem manufaktur adalah produk jadi atau jasa yang siap dijual kepada konsumen. Produk ini dihasilkan melalui serangkaian proses yang memastikan kualitas dan keandalan produk. Oleh karena itu, setiap komponen dalam sistem ini harus dikelola dengan baik untuk mencapai hasil yang maksimal.
Pengelolaan yang efektif dapat didukung oleh penggunaan teknologi, salah satunya dengan implementasi software PPIC yang membantu merencanakan, mengontrol, dan mengoptimalkan produksi secara lebih efisien.
3. Jenis Sistem Manufaktur
Setiap jenis sistem manufaktur memiliki karakteristik dan keunggulan tersendiri yang mendukung efisiensi serta kualitas produk akhir. Sistem manufaktur dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa kriteria, seperti:
a. Klasifikasi Berdasarkan Tipe Produksi
Klasifikasi pertama ini biasanya digunakan untuk menentukan pengelolaan proses produksi dan persediaan barang, tergantung jenis produk dan permintaan pasarnya. Setiap tipe produksi memiliki karakteristik yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pasar, di antaranya:
- Make-to-Stock (MTS): Memproduksi barang berdasarkan stok yang tersedia.
- Assemble-to-Order (ATO): Memulai produksi setelah pesanan diterima, namun menggunakan komponen yang sudah ada.
- Make-to-Order (MTO): Memproduksi barang setelah pesanan masuk dan menyesuaikan produk sesuai spesifikasi pelanggan. Dengan memahami apa itu Make to Order, perusahaan dapat memenuhi kebutuhan pelanggan secara tepat.
- Engineering-to-Order (ETO): Memproduksi dan merancang produk setelah pesanan diterima, sesuai kebutuhan pelanggan.
b. Klasifikasi Berdasarkan Aliran Proses
Berikutnya, sistem diklasifikasikan berdasarkan aliran proses. Setiap alirannya akan menggambarkan bagaimana proses manufaktur diatur, dan jenis produksi yang dihasilkan, sebagai berikut:
- Fixed Site: Berarti produksi berlangsung di satu lokasi tetap, dengan bahan baku, peralatan, dan tenaga kerja dipindahkan ke sana.
- Job Shop: Job shop berarti melakukan produksi dalam skala kecil dengan variasi produk yang banyak.
- Flow Shop: Memproduksi secara massal dengan produk seragam dan alur proses yang terstruktur secara berurutan.
4. Fungsi Sistem Manufaktur
Fungsi sistem manufaktur adalah untuk perencanaan dan pengendalian produksi, manajemen persediaan, pengendalian kualitas, serta analisis biaya. Sistem ini mendukung perusahaan dalam mengelola seluruh proses produksi, dari bahan baku hingga produk jadi, dengan tujuan meningkatkan produktivitas dan efektivitas operasional.
Untuk lebih detail, berikut fungsi utama sistem manufaktur:
a. Perencanaan dan Penjadwalan Produksi
Sistem manufaktur membantu merencanakan dan menjadwalkan proses produksi secara efisien. Dengan analisis kapasitas produksi, permintaan pasar, dan ketersediaan sumber daya, perusahaan dapat memaksimalkan penggunaan mesin, bahan baku, serta tenaga kerja. Oleh karena itu, rekomendasi sistem manufaktur yang tepat dapat memaksimalkan efisiensi dan mengurangi pemborosan.
Dengan perencanaan yang matang, perusahaan mampu mengoptimalkan setiap elemen produksi. Hal ini tidak hanya mengurangi biaya, tetapi juga memastikan bahwa produksi berjalan sesuai dengan jadwal, memenuhi permintaan pasar tanpa gangguan.
b. Pelacakan Real-Time Biaya Produksi
Sistem ini memungkinkan pemantauan biaya produksi secara langsung. Dengan fitur pelacakan real-time, perusahaan dapat mendeteksi adanya penyimpangan atau inefisiensi dalam biaya manufaktur, seperti kerusakan mesin yang memperpanjang downtime.
Setelah masalah terdeteksi, sistem secara otomatis mengidentifikasi penyebabnya, memberi perusahaan kesempatan untuk segera melakukan perbaikan. Dengan demikian, perusahaan dapat mengurangi dampak biaya tambahan dan menjaga kelancaran operasi produksi.
c. Efisiensi Perencanaan Sumber Daya
Sistem ERP manufaktur memberikan gambaran lengkap mengenai sumber daya yang tersedia dan pengelolaan sumber daya perusahaan. Baik bahan baku, tenaga kerja, maupun energi, semuanya dapat dihitung dan dialokasikan secara efisien.
Alokasi yang efisien membantu perusahaan mengurangi pemborosan, sehingga sumber daya yang ada digunakan secara produktif. Hal ini juga berkontribusi dalam mengurangi biaya operasional, yang pada akhirnya meningkatkan profitabilitas.
d. Analisis Profitabilitas Produk
Sistem ERP manufaktur memungkinkan analisis profitabilitas produk secara mendalam. Dengan menghitung biaya produksi, distribusi, dan pemasaran, perusahaan dapat menentukan produk mana yang paling menguntungkan.
Proses ini memberikan data yang berguna untuk mengevaluasi strategi pemasaran atau produksi. Dengan informasi ini, perusahaan dapat fokus pada produk yang memberikan keuntungan lebih besar, serta melakukan perbaikan pada produk yang kurang menguntungkan.
e. Mengubah Bahan Baku Menjadi Produk Bernilai
Fungsi sistem manufaktur berperan penting dalam mengolah bahan mentah menjadi produk akhir yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Proses ini melibatkan berbagai tahapan produksi yang saling terintegrasi agar hasilnya sesuai dengan kebutuhan pasar dan standar kualitas.
Dalam proses ini, pemahaman tentang perbedaan OEM dan ODM menjadi krusial, karena kedua model tersebut memiliki pendekatan yang berbeda dalam proses produksi dan pengembangan produk.
f. Meningkatkan Nilai Tambah Setiap Sumber Daya
Melalui sistem manufaktur, sumber daya sederhana dapat diolah menjadi komoditas bernilai tinggi. Dalam perencanaan strategi, pemahaman proses produksi jangka panjang vs jangka pendek menjadi kunci. Dengan demikian, perusahaan tidak hanya mendukung pertumbuhan, tetapi juga meningkatkan daya saing industri secara berkelanjutan.
g. Menjamin Proses Produksi yang Terstruktur dan Efisien
Fungsi lain sistem manufaktur adalah menjaga kelancaran proses produksi melalui alur kerja yang sistematis. Efisiensi tercapai karena waktu, biaya, dan tenaga dikendalikan secara terukur. Penerapan level production schedule juga membantu mengoptimalkan kapasitas pabrik.
Selain itu, penggunaan aplikasi produksi maklon memungkinkan perusahaan mengatur alur kerja dengan lebih transparan. Sistem ini membantu memantau kebutuhan bahan baku, menjadwalkan proses produksi, serta memastikan pengiriman produk tepat waktu sehingga kualitas tetap terjaga.
h. Memenuhi Kebutuhan Pasar dengan Produk yang Dibutuhkan
Selain itu, fungsi sistem informasi manufaktur adalah memungkinkan terciptanya consumer goods, yaitu barang-barang yang digunakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga industri. Oleh karena itu, sistem ini menjadi fondasi utama dalam memenuhi permintaan pasar secara konsisten dan berkelanjutan.
i. Manajemen Rantai Pasok
Manajemen supply chain berfokus pada pengelolaan aliran barang dan informasi antara pemasok, produsen, distributor, dan pelanggan.Sistem supply chain management akan memudahkan integrasi data di seluruh rantai pasok, serta memberikan visibilitas dan kontrol yang lebih besar.
j. Mengontrol Kualitas Proses Produksi
Sistem pabrik manufaktur juga berfungsi untuk mengontrol kualitas setiap tahapan proses manufaktur, dan memastikan produk yang dihasilkan memenuhi standar yang ditetapkan. Salah satu cara untuk melacak kualitas produk adalah dengan menggunakan lot number, yang memungkinkan pengawasan lebih rinci pada setiap batch produk.
k. Mengendalikan Biaya
Fungsi utama dalam pengendalian biaya adalah memantau dan mengidentifikasi potensi penghematan secara real-time. Dengan informasi yang akurat, perusahaan dapat merencanakan anggaran lebih tepat, mengurangi pemborosan, dan meningkatkan profitabilitas. Hal ini memberikan visibilitas terhadap biaya operasional yang lebih baik.
Selain itu, perencanaan produksi yang lebih efisien dapat menghindari overproduction dan kekurangan stok. Sebagai contoh, perusahaan sepatu menyesuaikan produksi berdasarkan tren penjualan yang berubah, memastikan produksi lebih sedikit untuk model yang menurun dan lebih banyak untuk model yang meningkat. Dengan strategi ini, perusahaan dapat memaksimalkan keuntungan.
5. Dampak Manajemen Biaya yang Buruk
Manajemen biaya yang buruk dapat memberikan dampak negatif terhadap operasional dan reputasi industri manufaktur. Apa saja dampaknya? Mari kita bahas lebih detail di bawah ini.
a. Margin Keuntungan Menurun
Salah satu dampak langsung dari budget management yang buruk adalah penurunan margin keuntungan. Ketika biaya operasional meningkat dan tidak efisien, hal ini dapat menyebabkan perusahaan harus menanggung beban biaya yang lebih tinggi.
Jadi, secara kalkulasi meskipun pendapatan yang diperoleh konstan atau meningkat, tapi keuntungan bersih yang diperoleh akan berkurang. Dalam jangka panjang, hal ini akan berdampak pada keberlangsungan perusahaan.
b. Harga Jual Tidak Kompetitif
Ketika biaya akuntansi manufaktur terutama produksi dan operasional meningkat, perusahaan harus meningkatkan harga jual produk atau jasanya agar operasional tetap berjalan lancar. Sayangnya, hal ini justru menyebabkan harga produk tidak kompetitif di pasaran.
Alhasil, pelanggan akan mencari alternatif yang lebih murah. Situasi tersebut tentunya akan mempengaruhi volume penjualan dan penerimaan pasar terhadap produk yang dipasarkan perusahaan.
c. Kualitas Produk Berkurang
Ada pula beberapa perusahaan yang tidak memilih untuk meningkatkan harga jual, tapi justru mengurangi kualitas produk yang dibuat. Biasanya dilakukan dengan menggunakan bahan yang lebih murah atau mengurangi proses quality control.
Strategi ini bisa menurunkan nilai dan standar produk yang nantinya akan mempengaruhi kepuasan pelanggan serta reputasi merek menurut konsumen.
d. Kehilangan Peluang Bisnis
Manajemen biaya yang buruk tidak hanya berdampak pada aspek finansial, tetapi juga peluang bisnis. Berdasarkan riset Deloitte, perusahaan dengan kontrol biaya yang buruk kehilangan momentum untuk melakukan digitalisasi.
Inefisiensi menyebabkan sumber daya terbatas, sehingga perusahaan kehilangan kesempatan untuk investasi pada smart manufacturing, ekspansi, atau bahkan memasuki pasar baru. Selain itu, reputasi yang buruk atau harga yang tidak kompetitif juga bisa mengakibatkan hilangnya kerja sama bisnis yang berpotensi menguntungkan perusahaan.
6. Karakteristik Sistem Manufaktur
Sistem produksi manufaktur memiliki karakteristik khusus yang membedakannya dari jenis sistem lainnya. Setiap karakteristik ini berperan penting dalam operasi dan keberhasilan perusahaan. Berikut akan diuraikan empat karakteristik utama dan pendukung lainnya yang ada dalam sistem manufaktur.
a. Pendapatan Berasal dari Penjualan
Pendapatan utama bagi manufaktur berasal dari hasil penjualan produk yang telah diproduksi. Produk tersebut bisa berupa barang jadi atau barang setengah jadi yang kemudian dipasarkan ke konsumen atau perusahaan lain.
Karakteristik proses manufaktur ini menjadi salah satu indikator pengukuran keberhasilan manajemen produksi dalam menjalankan operasional dan mencapai target pasar. Selain itu, keberlanjutan pendapatan sangat bergantung pada efisiensi produksi dan kualitas produk yang dihasilkan.
b. Persediaan Produk Fisik
Perusahaan umumnya memiliki persediaan stok seperti produk fisik yang meliputi bahan baku, barang dalam proses, dan barang jadi. Selain itu, memahami konsep usaha ekstraktif dan contohnya penting terutama bagi perusahaan yang bergerak di sektor pengambilan sumber daya alam langsung, seperti pertambangan atau perikanan.
Untuk itu, penting dalam mngelola persediaan dengan baik dapat menghindari kekurangan stok, serta mengoptimalkan ruang penyimpanan dan sumber daya. Anda bisa menggunakan inventory management system terintergasi yang mampu menyeimbangkan antara stok yang cukup dan biaya penyimpanan yang rendah.
c. Kegiatan Manufaktur
Kegiatan manufaktur merupakan inti dari sistem informasi manufaktur. Tahapan ini meliputi berbagai proses, mulai dari pengadaan bahan baku hingga pembuatan produk akhir. Di tahap ini, perusahaan harus mengoptimalkan penggunaan mesin, tenaga kerja, dan material.
Selain itu, kegiatan ini juga meliputi perencanaan produksi, pelaksanaan work order produksi, pengendalian kualitas, serta pengawasan untuk memastikan bahwa hasil akhir memenuhi standar dan spesifikasi yang ditentukan. Proses yang efisien dan terorganisir dengan baik sangat penting untuk menjaga kelancaran operasional dan mengurangi pemborosan.
d. Biaya Produksi
Komponen sistem informasi manufaktur lainnya adalah biaya produksi, yang mencakup semua pengeluaran yang diperlukan untuk menghasilkan produk. Mulai dari biaya bahan baku, tenaga kerja, hingga biaya overhead seperti utilitas dan perawatan mesin.
Perusahaan penting untuk mengelola dan menghitung COGM dengan efektif agar dapat memaksimalkan margin keuntungan bisnis.
Bagian krusial dari pengelolaan biaya produksi yang efisien dalam sistem manufaktur adalah pemahaman yang baik mengenai cara menghitung average cost. Pengetahuan ini sangat penting untuk dapat mengoptimalkan biaya produksi secara menyeluruh.
e. Pengendalian Kualitas
Manfaat manufacturing excellence terlihat pada pengendalian kualitas yang penting dalam sistem informasi manufaktur untuk memastikan produk yang dihasilkan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. Proses ini melibatkan inspeksi dan pengujian selama seluruh tahapan produksi, dari bahan baku hingga produk jadi.
Adanya pengendalian kualitas yang efektif dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dan reputasi perusahaan, sehingga mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang. Oleh karena itu, sistem kualitas yang terintegrasi sangat krusial dalam kesuksesan manajemen manufaktur.
f. Jaringan Pasokan (Supply Chain)
Supply chain management dalam manufaktur menjadi komponen yang menghubungkan perusahaan dengan pemasok bahan baku, hingga distributor produk jadi. Efektivitas jaringan pasokan sangat mempengaruhi kelancaran produksi dan pengiriman barang ke pasar.
Cara smart manufacturing memaksimalkan proses bisnis dengan mengintegrasikan teknologi digital dan otomasi dalam pengelolaan supply chain, sehingga perusahaan dapat memilih pemasok yang handal, mengendalikan stok secara efisien, serta mengatur logistik tepat waktu.
7. Contoh Sistem Manufaktur
Teknologi manufaktur kini telah berkembang pesat, dengan banyaknya inovasi dan perubahan. Berbagai sistem yang ada tidak hanya berfokus pada efisiensi produksi massal, tetapi juga secara signifikan mendukung proses pengembangan produk dengan memastikan kualitas dan waktu produksi tetap optimal.
Beberapa contoh sistem manufaktur meliputi lean manufacturing system, just-in-time (JIT), cellular manufacturing system, dan additive manufacturing system. Berikut adalah penjelasan lebih detail tentang contoh sistem manufaktur tersebut.
a. Lean Manufacturing System
Lean manufacturing adalah contoh sistem manufaktur bertujuan mengurangi pemborosan dalam proses produksi tanpa mengurangi nilai produk bagi pelanggan. Sistem ini meningkatkan efisiensi dengan meminimalkan waktu tunggu dan stok berlebih. Industri otomotif, seperti Toyota, sering menggunakan pendekatan lean management untuk memastikan alur kerja yang lebih efektif dan hemat biaya.
b. Just-in-Time (JIT)
Just-in-Time (JIT) memastikan bahan baku tiba tepat waktu sesuai kebutuhan produksi, sehingga mengurangi kebutuhan penyimpanan inventaris. Contohnya, Dell menggunakan sistem ini untuk merakit komputer berdasarkan pesanan pelanggan, memungkinkan penyesuaian spesifikasi produk secara efisien sekaligus menjaga biaya operasional tetap rendah.
c. Cellular Manufacturing System
Cellular manufacturing adalah contoh sistem manufaktur yang mengelompokkan mesin dan peralatan ke dalam sel kerja berdasarkan jenis pekerjaan tertentu. Pendekatan ini sering digunakan dalam industri makanan, misalnya untuk memisahkan lini produksi berdasarkan varian kemasan atau jenis produk. Sistem ini meningkatkan efisiensi proses produksi dan mengurangi waktu tunggu antarproses.
d. Additive Manufacturing System
Additive manufacturing merupakan contoh sistem manufaktur yang menggunakan teknologi pencetakan 3D untuk memproduksi barang secara bertahap dengan menambahkan material lapis demi lapis.
Teknologi ini populer di industri dirgantara, seperti Boeing, untuk mencetak komponen pesawat dengan desain rumit dan bobot yang lebih ringan, sehingga meningkatkan kinerja dan efisiensi.
Integrasi CAM Computer Aided Manufacturing dengan sistem manufaktur dapat membantu optimalkan additive manufacturing system, di mana data desain dan produksi dapat mengalir lancar dari tahap perencanaan hingga eksekusi cetak 3D. Dengan memahami karakteristik masing-masing sistem, perusahaan dapat memilih metode yang paling sesuai untuk mencapai efisiensi dan kualitas produksi.
e. Mass Customization
Contoh mass customization dalam sistem manufaktur adalah teknologi yang menggabungkan keuntungan produksi massal dengan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan secara individual.
Dengan sistem proses manufaktur ini, perusahaan dapat memproduksi barang dengan jumlah besar, namun tetap memberikan opsi personalisasi sesuai preferensi konsumen. Perusahaan juga mudah dalam menawarkan berbagai pilihan produk yang dapat disesuaikan, seperti warna, ukuran, atau fitur lainnya, tanpa mengorbankan efisiensi biaya dan waktu produksi.
f. Garment Manufacturing
Dalam industri tekstil, garment manufacturing merupakan contoh sistem manufaktur yang sangat relevan. Sistem ini secara khusus memanfaatkan otomatisasi dan teknologi canggih untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memastikan kualitas produksi pakaian yang konsisten.
8. Ruang Lingkup Sistem Informasi Manufaktur
Sistem informasi manufaktur mencakup berbagai aspek yang luas dan kompleks, mulai dari perencanaan hingga pengendalian produksi. Setiap elemen dalam sistem ini perlu dikelola dengan baik untuk meningkatkan efisiensi, mengoptimalkan penggunaan sumber daya, dan memastikan operasional yang lancar. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai ruang lingkup sistem informasi manufaktur:
a. Sistem Perencanaan Manufaktur
Komponen ini bertugas untuk merencanakan dan mengatur seluruh aspek produksi, mulai dari pemesanan bahan baku hingga pengiriman barang jadi. Dengan sistem perencanaan yang efisien, perusahaan dapat memanfaatkan sumber daya secara optimal, mengurangi waktu tunggu, dan meningkatkan produktivitas.
b. Rencana Alokasi Tenaga Kerja
Selanjutnya, sistem informasi manufaktur juga mencakup perencanaan alokasi tenaga kerja yang fokus pada pengelolaan sumber daya manusia untuk memastikan kelancaran proses produksi.
c. Rencana Proses Produksi
Komponen ini mengatur alur pembuatan produk, termasuk penjadwalan operasional mesin dan proses produksi. Perencanaan yang baik dapat memaksimalkan efisiensi produksi dan meminimalkan waktu siklus, sehingga meningkatkan kualitas produk dan operasional secara keseluruhan.
d. Rencana Kebutuhan Bahan Baku
Komponen ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan bahan baku selama produksi sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan. Rencana kebutuhan bahan baku mencakup perkiraan jumlah yang dibutuhkan, jadwal pembelian, serta pengelolaan inventaris bahan mentah untuk menghindari kekurangan atau kelebihan stok.
e. Sistem Pengendalian Manufaktur
Sistem pengendalian manufaktur berfungsi untuk memantau dan mengelola jalannya proses produksi, termasuk pengawasan kualitas, pelacakan progres, dan penyesuaian jadwal produksi jika ada perubahan atau fluktuasi permintaan. Sistem ini memastikan produksi tetap sesuai dengan standar yang ditetapkan dan membantu mengatasi masalah yang muncul dalam proses produksi.
9. Apa Saja Fitur Canggih yang Ada di Sistem Manufaktur?
Sistem manufaktur dilengkapi dengan berbagai fitur yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam produksi, seperti perencanaan produksi, manajemen persediaan, pengendalian kualitas, dan pelacakan produksi.
Untuk lebih detail, berikut fitur sistem manufaktur:
a. Manufacturing Production Scheduling
Fitur MPS ini menyediakan perencanaan jadwal produksi berdasarkan forecast permintaan, order yang masuk, dan sumber daya yang tersedia di pabrik manufaktur. Anda dapat melihat visual grafik yang dapat memantau MPS secara real-time, sehingga perencanaan produksi akan lebih akurat, mengurangi penundaan dalam produksi, dan memastikan setiap produk diproduksi tepat waktu.
b. Bill of Material Multi Level
Sistem informasi manufaktur juga menyediakan fitur BOM Bill of Materials multi-level, yang akan membantu perusahaan dalam membuat dan mengelola daftar material yang dibutuhkan untuk memproduksi produk. Fitur ini akan mengintegrasikan daftar material dengan stok gudang, sehingga dapat memastikan ketersediaan bahan secara otomatis.
c. Material Requirements Planning
MRP adalah fitur sistem informasi manufaktur yang dapat merencanakan kebutuhan material untuk produksi berdasarkan pesanan yang ada. Dalam memahami fungsi ini, penting juga mengenal istilah istilah manajemen produksi yang sering digunakan untuk mengoptimalkan proses manufaktur.
d. Multi-Inventory Warehouse
Selanjutnya ada multi-inventory warehouse, di mana sistem dapat membantu mengelola beberapa gudang dan lokasi penyimpanan dalam satu sistem terintegrasi. Anda dapat memantau setiap gudang yang berbeda di dalam satu database yang sama, sehingga Anda dapat mengendalikan secara real-time berbagai stok produksi di berbagai lokasi gudang.
e. Perhitungan Produksi Otomatis
Fitur sistem manufaktur selanjutnya ada perhitungan produksi otomatis, di mana sistem dapat menghitung bahan baku yang diperlukan berdasarkan BOM, serta data produksi lainnya. Selain itu, sistem juga dapat mengendalikan biaya penyimpanan produksi, dan perhitungan HPP dengan akurat, dan membuat anggaran yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.
f. Work Order
Work Order menjadi fitur yang dapat membuat dokumen atau instruksi resmi untuk memulai proses produksi di setiap tahapannya. Sistem akan otomatis membuat work order form, mencakup detail spesifikasi produk, jumlah yang akan diproduksi, mesin yang digunakan, serta tenggat waktu produksi.
g. Quality Control
Fitur sistem manufaktur ini memastikan bahwa produk yang dihasilkan memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan. Cara kerjanya melibatkan penetapan parameter kualitas, perencanaan dan pelaksanaan inspeksi pada berbagai tahap produksi, pencatatan hasil pemeriksaan secara digital, pengelolaan ketidaksesuaian atau cacat produk, serta analisis data kualitas untuk mengidentifikasi tren dan potensi perbaikan proses.
h. Safety Procedures
Fitur safety procedures berfungsi untuk memastikan lingkungan kerja yang aman dan meminimalkan risiko kecelakaan kerja. Fitur ini menyimpan dan mengelola daftar prosedur keselamatan standar, serta menyediakan akses mudah bagi karyawan untuk melihat dan memahami protokol keselamatan yang relevan untuk tugas mereka.
Tidak hanya itu, fitur ini mengintegrasikan checklist keselamatan ke dalam alur kerja produksi, serta pelaporan dan pelacakan insiden atau potensi bahaya untuk tindakan korektif dan preventif.
i. Maintenance Records
Fitur sistem manufaktur ini mencatat dan mengelola seluruh riwayat pemeliharaan peralatan dan mesin produksi. Cara kerjanya melibatkan penyimpanan informasi detail mengenai jadwal perawatan rutin, perbaikan yang telah dilakukan, penggantian suku cadang, tanggal pelaksanaan, teknisi yang bertanggung jawab, serta biaya yang terkait.
Data ini membantu dalam melacak riwayat perawatan setiap aset, merencanakan pemeliharaan preventif secara efektif, dan menganalisis kinerja serta potensi penggantian peralatan.
10. ScaleOcean sebagai Sistem Manufaktur Terbaik untuk Bisnis
Dengan fokus pada efisiensi dan ketepatan waktu, sistem manufaktur ScaleOcean mengintegrasikan seluruh proses produksi dalam satu sistem, mulai dari perencanaan, perhitungan HPP, hingga monitoring operasional yang lebih terstruktur dan terkendali.
Sistem ini memungkinkan perusahaan untuk memantau alur produksi secara real-time dengan antarmuka yang user-friendly. Selain itu, ScaleOcean juga mengelola inventori, aset, dan meningkatkan OEE, sambil mengendalikan penjadwalan, pembelian, penjualan, dan akuntansi dalam satu kesatuan terpadu, memastikan operasional berjalan dengan efisien.
ScaleOcean juga menawarkan demo gratis untuk membantu perusahaan memahami cara kerja sistem ini sebelum implementasi. Dengan biaya implementasi yang efisien, sistem ini memastikan operasional manufaktur tetap produktif, transparan, dan terhindar dari downtime serta kontrol manual yang melelahkan.
Berikut fitur utama Sistem Manufaktur dan Produksi ScaleOcean:
- Smart MRP (Material Requirement Planning): Menghitung kebutuhan bahan baku secara otomatis berdasarkan jadwal produksi dan permintaan, memastikan ketersediaan material optimal.
- Cost Management Otomatis: Mengotomatiskan perhitungan seluruh biaya produksi secara akurat untuk mendukung analisis margin dan efisiensi keuangan pabrik.
- Production Monitoring Dashboard: Menyediakan tampilan real-time proses produksi untuk memantau progres, output aktual, dan performa setiap lini produksi.
- Quality Control (QC) Module: Memastikan standar kualitas produk terpenuhi melalui inspeksi otomatis, pelaporan hasil, dan tindakan korektif yang terdokumentasi.
- Workforce & Resource Scheduling: Menjadwalkan tenaga kerja dan mesin secara efisien guna menghindari bottleneck dan memaksimalkan kapasitas produksi.
11. Kesimpulan
Sistem manufaktur adalah proses serta teknologi yang digunakan untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi. Sistem ini melibatkan seluruh aspek, mulai dari perencanaan dan pengendalian produksi hingga pengadaan material, perakitan, serta distribusi.
Oleh karena itu, sistem manufaktur menjadi faktor penting bagi sistem manufaktur. Melalui penerapan sistem yang efektif, perusahaan mampu meningkatkan efisiensi, menjaga kualitas, serta memperkuat daya saing di pasar.
Tingkatkan kualitas pengelolaan produksi Anda dengan Sistem Manufaktur ScaleOcean. Solusi ini menawarkan otomasi menyeluruh, pelacakan real-time, serta perhitungan biaya produksi yang akurat. Segera jadwalkan demo gratis untuk mengetahui bagaimana ScaleOcean mampu mengoptimalkan kinerja pabrik Anda.
FAQ:
1. Apa saja komponen dari sistem manufaktur?
Komponen utama sistem manufaktur meliputi mesin produksi, penanganan material, sistem komputer, dan sumber daya manusia. Manufaktur ramping bertujuan mengurangi pemborosan seperti produksi berlebih, waktu tunggu, dan transportasi.
2. Apa yang dimaksud dengan konsep sistem manufaktur?
Konsep sistem manufaktur mencakup integrasi efisien semua komponen untuk memastikan kontrol yang tepat dan optimasi berkelanjutan dalam proses produksi.
3. Apa tujuan utama dari klasifikasi manufaktur?
Tujuan klasifikasi manufaktur adalah untuk menentukan skala usaha dan produksi, sehingga kebijakan yang diambil dapat lebih terfokus.








