Pahami Perbedaan Freight In dan Freight Out di Bisnis Logistik

ScaleOcean Team
Posted on
Share artikel ini

Kesalahan dalam menghitung biaya pengiriman dapat berdampak besar. Jika perhitungan freight in atau freight out tidak akurat, hal ini bisa mempengaruhi arus kas perusahaan dan menimbulkan masalah dengan klien terkait tagihan yang tidak sesuai.

Dampaknya? Penurunan efisiensi operasional, klien yang kecewa, dan potensi kerugian yang lebih besar. Untuk itu, penting bagi setiap pebisnis logistik untuk memahami dengan baik setiap elemen dalam biaya pengiriman agar proses bisnis tetap lancar dan transparan.

Menurut laporan akademik tentang logistics flows, aktivitas inbound dan outbound logistics dapat mewakili sekitar 60% dari total biaya logistik dalam beberapa industri. Hal ini mencakup biaya transportasi, pergudangan, distribusi, dan penanganan barang baik masuk maupun keluar.

Oleh karena itu, penting untuk tahu secara detail perbedaan keduanya agar Anda dapat mengelola logistik dengan akurat dan efisien, serta menjaga kelancaran bisnis Anda. Artikel ini akan membantu Anda tahu lebih lanjut perbedaan freight in dan freight out, serta cara efektif mengelola biaya ini.

starsKey Takeaways
  • Freight in adalah biaya pengiriman barang atau bahan baku dari pemasok ke lokasi bisnis, yang ditanggung oleh penerima dan termasuk dalam biaya pokok penjualan (COGS) dalam jurnal.
  • Freight out adalah biaya pengiriman barang dari lokasi bisnis ke pelanggan, yang ditanggung oleh pengirim dan dicatat sebagai beban penjualan atau operasional dalam laporan laba rugi.
  • Perbedaan freight in dan freight out terletak pada pihak yang membayar, risiko pembayaran, kemudahan administrasi, dan bagaimana biaya tersebut diperlakukan dalam laporan keuangan.
  • Software freight forwarding ScaleOcean yang terintegrasi dengan sistem keuangan membantu pelaporan biaya pengiriman dan pembuatan invoice otomatis dengan rinci.

Coba Demo Gratis!

requestDemo

1. Apa itu Freight In?

Freight in atau freight paid adalah biaya pengiriman yang ditanggung perusahaan untuk membawa atau menerima barang dari pemasok ke lokasi perusahaan. Freight paid dicatat sebagai bagian dari harga pokok barang (cost of goods sold) atau inventaris perusahaan. Berikut ini penjelasan lebih lengkapnya:

a. Pihak yang Menanggung

Pihak yang menanggung freight in adalah pembeli, karena biaya timbul setelah transaksi pembelian dan melekat pada proses membawa barang dari titik pemasok ke fasilitas perusahaan. Dalam praktiknya, ketentuan ini bisa mengikuti incoterms atau klausul kontrak, namun konsep freight in tetap merujuk pada biaya inbound yang ditanggung pembeli.

b. Pencatatan Keuangan

Freight in tidak dicatat sebagai beban operasional terpisah, melainkan dikapitalisasi sebagai bagian dari persediaan atau harga pokok pembelian. Secara akuntansi, biaya ini menambah nilai inventaris (debit persediaan) sehingga HPP mencerminkan seluruh biaya yang diperlukan sampai barang berada di lokasi dan kondisi siap dipakai.

c. Contoh Kasus

Sebuah perusahaan manufaktur membeli komponen produksi senilai Rp25.000.000 dari pemasok regional. Untuk pengiriman ke fasilitas produksi, perusahaan membayar ongkos angkut Rp1.200.000. Biaya angkut tersebut diklasifikasikan sebagai freight in dan menambah nilai persediaan menjadi Rp26.200.000 karena merupakan bagian dari biaya perolehan.

2. Apa Saja Manfaat Freight In (Freight Paid)?

Manfaat Freight In (Freight Paid)

Freight in atau freight paid adalah pengeluaran di mana pihak pengirim (consignor) menanggung biaya pengiriman barang di awal, sehingga penerima (consignee) atau tidak perlu membayar saat barang tiba.

Mengelola freight in secara efektif memberikan sejumlah manfaat signifikan bagi perusahaan. Manfaat-manfaat yang diperoleh dari freight in, antara lain:

a. Ketepatan Biaya Pengiriman

Ketepatan biaya pengiriman barang menjadi manfaat utama dari freight in. Dengan membayar biaya pengiriman di muka, pembeli mendapatkan kejelasan dan kepastian biaya, menghilangkan kekhawatiran tentang perubahan tak terduga seperti kenaikan harga bahan bakar.

Ini membantu menjaga hubungan bisnis yang baik dan mendukung perencanaan keuangan yang akurat, serta menghindari biaya tambahan.

b. Pemrosesan yang Lebih Cepat

Sistem freight in mempercepat proses pengiriman barang. Karena pengirim sudah membayar biaya di awal, barang dapat segera dikumpulkan dan dikirim setelah transaksi pembelian selesai.

Ini mengurangi waktu pengangkutan dan pengiriman sehingga memungkinkan pihak logistik merespons cepat kebutuhan mendesak pelanggan tanpa menunggu proses pembayaran terpisah.

c. Mempermudah Manajemen Kas

Membayar biaya freight in di muka mempermudah manajemen kas perusahaan logistik. Pembayaran ini termasuk dalam perhitungan biaya barang, memungkinkan perencanaan keuangan yang lebih akurat dan menghindari biaya tak terduga.

Perusahaan dapat mengelola utang lebih baik, mencegah penumpukan utang, dan mengurangi risiko likuiditas, sehingga menjaga kondisi kas tetap sehat.

d. Kemudahan Administrasi

Salah satu manfaat utama menggunakan freight in adalah kemudahan administrasi. Biaya pengiriman sudah termasuk dalam total faktur pembelian, menghasilkan faktur yang lebih sederhana tanpa rincian terpisah.

Proses pembayaran menjadi lebih efektif karena pembeli hanya perlu melakukan satu pembayaran untuk keseluruhan transaksi, mengurangi kompleksitas dan kesalahan administratif.

e. Kejelasan Harga

Freight in memberikan kejelasan mengenai biaya pengiriman barang yang termasuk dalam transaksi. Biaya pengiriman sudah dimasukkan ke dalam harga barang, sehingga pembeli mengetahui total biaya yang harus dibayarkan tanpa biaya tersembunyi.

Pembeli juga dapat membandingkan harga dari berbagai pemasok dengan lebih mudah dan bernegosiasi untuk mendapatkan harga terbaik.

3. Bagaimana Cara Mencatat Freight In dalam Pembukuan Bisnis Logistik?

Mencatat biaya freight in atau freight paid sangat penting untuk memastikan penghitungan yang akurat terhadap biaya yang dikeluarkan untuk pengiriman bahan baku di perusahaan. Berikut ini langkah-langkah dalam mencatatnya:

a. Tentukan Jumlah Biaya Freight

Langkah pertama adalah menghitung jumlah biaya freight paid, yang mencakup ongkos kirim, biaya penanganan, dan biaya tambahan lainnya. Semua pengeluaran ini harus dihitung secara menyeluruh untuk memastikan bahwa biaya yang dibebankan pada perusahaan mencerminkan total biaya pengiriman barang yang diterima secara transparan.

b. Debit Akun Persediaan

Setelah Anda menentukan biaya freight, debit akun persediaan untuk mencatat seluruh biaya bahan baku yang diterima, termasuk biaya freight paid. Dengan cara ini, biaya barang yang diterima tercatat dengan tepat, meminimalkan kesalahan dalam perhitungan nilai persediaan yang ada.

c. Kredit Akun Kas atau Utang Usaha

Setelah biaya freight paid tercatat, kredit akun kas atau utang perusahaan sesuai dengan pembayaran yang dilakukan kepada perusahaan pengiriman. Ini memastikan aliran kas atau kewajiban perusahaan tercatat dengan akurat dan memudahkan pengelolaan likuiditas dan utang.

d. Perbarui Catatan Persediaan

Catatan persediaan harus diperbarui untuk mencerminkan harga barang atau bahan baku yang diterima, sehingga penilaian persediaan tetap akurat dan menggambarkan semua biaya yang terkait dengan barang yang diterima.

e. Catat Biaya Freight pada Laporan Keuangan

Terakhir, biaya freight paid harus dicatat dalam laporan keuangan perusahaan. Biaya ini dimasukkan sebagai biaya langsung dalam harga pokok penjualan di laporan laba rugi dan dicatat sebagai pengurang pada akun persediaan di neraca, sehingga mencerminkan seluruh biaya pengadaan dalam perusahaan Anda secara akurat.

Agar biaya freight bisa dicatat secara lebih akurat dan efisien, perusahaan dapat menggunakan software logistik ScaleOcean. Sistem ini menghitung biaya pengiriman dan margin secara otomatis untuk setiap transaksi, serta mengintegrasikan data biaya langsung ke laporan keuangan dan persediaan.

Hal ini membuat pencatatan berjalan lebih efisien dan akurat, sehingga seluruh biaya pengadaan tercatat dengan tepat dalam laporan keuangan perusahaan.

Logistik

4. Apa itu Freight Out?

Freight out atau freight collected adalah biaya yang dikeluarkan oleh penjual (perusahaan) untuk mengirimkan barang kepada pelanggan. Biaya ini meliputi pengeluaran terkait transportasi, asuransi, dan distribusi barang dari penjual ke pembeli, serta dicatat sebagai biaya operasional yang terkait langsung dengan aktivitas penjualan barang.

a. Pihak yang Menanggung

Freight out ditanggung oleh penjual atau perusahaan, karena biaya timbul sebagai bagian dari komitmen pengiriman kepada pelanggan. Tanggung jawab ini biasanya ditetapkan dalam kebijakan penjualan, kontrak, atau kesepakatan pengiriman yang berlaku.

b. Pencatatan Keuangan

Dalam pencatatan akuntansi freight forwarding, freight out dibukukan sebagai biaya operasional, khususnya biaya penjualan atau distribusi. Biaya ini tidak dikapitalisasi ke persediaan dan tidak memengaruhi harga pokok penjualan, melainkan langsung mengurangi laba pada periode berjalan.

c. Contoh Kasus

Perusahaan distribusi mengirim produk jadi ke pelanggan bisnis di kota lain dan menanggung biaya transportasi sebesar Rp850.000. Biaya tersebut dicatat sebagai freight out karena berkaitan langsung dengan aktivitas pengiriman setelah penjualan, serta masuk ke pos biaya penjualan pada laporan laba rugi.

5. Apa Manfaat Freight Out (Freight Collected)?

Freight out atau freight collected adalah biaya pengiriman yang melibatkan pihak penerima atau consignee untuk menanggung biaya pengiriman saat menerima barang.

Metode pembayaran freight out pun menawarkan sejumlah keuntungan dalam pengelolaan logistik. Berikut ini beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari penerapannya:

a. Pengaturan Pilihan Pengiriman Sendiri

Dalam freight out, consignee memiliki kendali penuh untuk memilih penyedia layanan logistik atau metode pengiriman sesuai preferensi dan kebutuhan. Ini memastikan penyedia logistik mematuhi regulasi atau persyaratan internal bisnis tertentu.

Pelanggan pun lebih puas karena mereka memiliki kontrol atas proses pengiriman, menghasilkan pengalaman yang lebih baik.

b. Pembayaran yang Mudah

Freight out sering melibatkan proses pembayaran yang terstruktur, memudahkan baik penjual maupun pembeli. Manajemen layanan logistik modern menyediakan berbagai metode pembayaran, seperti transfer bank, kartu kredit, atau sistem pembayaran digital.

Fleksibilitas ini mengurangi waktu dan biaya administrasi bagi pengirim, cocok untuk bisnis dengan kebutuhan keuangan yang beragam.

c. Optimalisasi Pembiayaan

Mengoptimalkan pembayaran terkait pengiriman barang melalui freight out dapat menghasilkan efisiensi biaya yang signifikan. Perusahaan dapat menegosiasikan tarif yang lebih baik dengan penyedia layanan logistik, termasuk potongan harga untuk volume besar atau kontrak jangka panjang.

Hal ini langsung berdampak pada margin keuntungan, biaya operasional, dan membantu manajemen kas serta alokasi dana perusahaan.

d. Perencanaan Anggaran yang Lebih Baik

Dengan data akurat dari aktivitas freight out, perusahaan logistik dapat melakukan analisis yang lebih baik untuk mengidentifikasi area penghematan biaya. Ini membantu dalam perencanaan anggaran yang lebih optimal dan meningkatkan efisiensi operasional secara keseluruhan.

e. Daya Saing Harga yang Lebih Baik

Pengelolaan freight out yang efisien dapat mengurangi biaya operasional logistik, seperti pemilihan metode pengiriman yang paling efisien dan negosiasi tarif yang lebih baik.

Dengan biaya yang lebih rendah, perusahaan dapat menawarkan layanan logistik dengan harga yang lebih kompetitif tanpa mengorbankan margin.

Penghematan ini bisa diteruskan kepada konsumen dalam bentuk harga yang lebih rendah, meningkatkan daya saing karena pelanggan lebih menyukai fleksibilitas pembayaran ongkos kirim.

f. Manajemen Rute Pengiriman

Manajemen rute pengiriman dalam konteks freight out meningkatkan efisiensi dan efektivitas logistik. Ini mencakup perencanaan, pemantauan, dan pengelolaan rute untuk mengurangi biaya, mengelola risiko, dan meningkatkan keamanan pengiriman.

Consignee mungkin memiliki pengetahuan lebih baik tentang rute paling efektif atau metode transportasi yang sesuai, memberikan kontrol lebih besar atas proses pengiriman.

Selain mengelola biaya pengiriman, penting juga bagi freight forwarder untuk mengelola freight charter untuk memudahkan pengaturan pengangkutan barang dengan kapal sewaan.

6. Bagaimana Cara Mencatat Biaya Freight Out dalam Pembukuan Bisnis Logistik?

Bagaimana Cara Mencatat Biaya Freight Out dalam Pembukuan Bisnis Logistik?

Mencatat biaya freight out atau freight collected adalah langkah penting dalam memastikan pengelolaan pengiriman barang yang efisien. Dengan mencatatnya dengan tepat, perusahaan dapat memantau pengeluaran secara akurat. Berikut ini langkah-langkah dalam mencatat biaya ini:

a. Tentukan Jumlah Biaya Freight

Sama seperti freight in, langkah pertamanya adalah menghitung total biaya freight out, yang mencakup semua biaya terkait pengiriman barang jadi, seperti ongkos kirim, biaya penanganan, dan biaya tambahan lainnya. Penghitungan ini harus mencakup seluruh biaya yang dikeluarkan untuk membawa produk kepada klien.

b. Kredit Akun Persediaan

Setelah Anda menentukan biaya freight collected, masukan kredit pada akun persediaan untuk mencatat biaya barang jadi yang telah dijual. Ini akan memastikan bahwa nilai barang yang terjual tercatat dengan benar, memperbarui inventaris dan mencerminkan biaya yang terkait dengan produk yang dikirim.

c. Debit Akun Kas atau Piutang Usaha

Setelah pencatatan pada akun persediaan, debit akun kas atau piutang usaha untuk mencatat penerimaan pembayaran dari klien terkait biaya freight collected. Proses ini penting untuk memastikan bahwa arus kas tercatat dengan benar dalam laporan keuangan perusahaan Anda.

d. Perbarui Catatan Persediaan

Penting juga untuk perbarui catatan persediaan, hal ini diperlukan agar mencerminkan biaya barang jadi yang terjual, termasuk biaya freight ini. Pembaruan ini memastikan bahwa laporan inventaris perusahaan akurat dan mencerminkan seluruh pengeluaran terkait barang yang telah dikirim ke klien.

e. Catat Biaya Freight pada Laporan Keuangan

Biaya freight collected akan dicatat sebagai biaya penjualan dalam laporan laba rugi. Jika klien belum membayar biaya freight ini, catat sebagai peningkatan piutang usaha dalam neraca. Hal ini menjaga transparansi pengeluaran dan memastikan pengelolaan keuangan yang tepat.

7. Apa Saja Perbedaan Freight In dan Freight Out?

Meskipun freight artinya biaya pengiriman, freight in dan freight out memiliki arah, pihak pembayar, pencatatan, dan contoh implementasi yang berbeda dalam manajemen freight forwarding dan kesehatan finansial perusahaan. Berikut adalah perbedaan freight in dan freight out.

a. Arah Pengiriman

Arah pengiriman freight in mengacu pada biaya pengiriman bahan baku atau barang masuk ke perusahaan, seperti dari pemasok ke fasilitas produksi. Sedangkan, freight out merupakan biaya pengiriman barang jadi yang keluar dari perusahaan, misalnya dari gudang ke pelanggan atau titik distribusi.

b. Pembayaran

Biaya freight in biasanya dibayar oleh penjual atau pihak yang mengirim barang, dikategorikan sebagai biaya penjualan atau pemasaran, dan juga bergantung pada syarat perdagangan. Sebaliknya, freight out umumnya ditanggung oleh pembeli atau penerima barang dan dianggap sebagai bagian dari biaya pembelian, seringkali dipengaruhi oleh Incoterms.

c. Contoh Implementasi

Sebagai contoh implementasi, freight in terlihat pada biaya pengiriman bahan mentah ke pabrik atau barang jadi ke gudang. Sementara itu, freight out dicontohkan dengan biaya pengiriman produk langsung dari gudang ke pelanggan, termasuk biaya ekspor.

d. Pencatatan dalam Entri Jurnal

Freight in dianggap sebagai biaya langsung yang meningkatkan harga pokok penjualan dan mempengaruhi nilai persediaan yang tercatat di neraca. Sebaliknya, freight out diklasifikasikan sebagai beban penjualan, dicatat terpisah dalam laporan laba rugi, dan berpengaruh langsung pada profitabilitas perusahaan tanpa mempengaruhi nilai persediaan.

8. Mengapa Penting untuk Memahami Perbedaan Freight In dan Freight Out?

Freight forwarder perlu tahu perbedaan freight artinya biaya pengiriman, dengan freight in dan freight out, karena keduanya memengaruhi strategi pengelolaan biaya pengiriman

Sebagai contoh, jika sebuah perusahaan mengimpor barang dari Tiongkok ke Indonesia, Anda akan menangani freight in yang ditagihkan ke importir. Ini berupa biaya pengangkutan barang, serta biaya tambahan seperti bea cukai, asuransi, dan pajak impor.

Selain berkaitan dengan strategi manajemen biaya, berikut beberapa alasan penting lainnya mengapa perbedaan keduanya perlu Anda pahami.

  • Efektivitas manajemen biaya: Anda dapat memisahkan biaya antara pengiriman masuk dan keluar untuk menagih klien dengan nominal yang tepat.
  • Manajemen dokumen yang tepat: Pengelolaan dokumen untuk ekspor tentu berbeda dengan impor, sehingga memahami aspek pembeda freight in dengan freight out akan membantu penanganan bea cukai, izin, dan dokumen lainnya.
  • Kalkulasi pajak dan biaya tambahan: Dalam beberapa kasus, pajak atau biaya tambahan, seperti pajak impor atau bea cukai, perlu diperhitungkan secara berbeda untuk masing-masing aktivitas tersebut.
  • Penyesuaian layanan untuk klien: Mengenali apakah klien memerlukan layanan freight paid atau freight collected akan membantu Anda menawarkan solusi logistik yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Untuk membantu dalam mengelola proses logistik ini, penggunaan software freight forwarding terbaik sangat penting agar bisnis dapat mengoptimalkan efisiensi pengiriman dan mengurangi biaya transportasi secara efektif.

9. Bagaimana Dampak Freight In dan Freight Out pada Biaya Operasional Bisnis?

Anda perlu mengetahui perbedaan freight in dan freight out agar biaya operasional tidak terganggu. Untuk freight in, Anda mengeluarkan biaya pengaturan pengangkutan, bea cukai, dan asuransi. Anda harus mengelola biaya ini dengan cermat agar dapat menagih klien dengan benar dan tidak mengalami kerugian operasional.

Lalu, freight out mencakup biaya yang Anda keluarkan untuk pengiriman barang keluar dari klien ke destinasi akhir. Anda perlu mengelola biaya ini secara efisien, termasuk pengangkutan dan dokumen ekspor, agar operasi pengiriman berjalan lancar dan sesuai anggaran.

Layanan freight forwarding yang tidak memahami aspek pembeda antara aktivitas ekpor-impor ini bisa mengalami kebingungan dalam mengelola anggaran pengiriman, yang dapat mengakibatkan biaya operasional yang membengkak.

Anda bisa menggunakan freight cost calculator yang membantu menghitung biaya pengangkutan, bea cukai, dan asuransi secara tepat.

10. Kelola Biaya Freight dengan Mudah Menggunakan Software Logistik ScaleOcean

Kelola Biaya Freight dengan Mudah Menggunakan Software Logistik ScaleOcean

Mengelola biaya pengiriman freight in dan freight out sangat rawan kesalahan terutama saat menangani banyak klien. Perhitungan tagihan bisa jadi tidak akurat. Untuk mengatasinya, Anda bisa mengimplementasikan software freight forwarding.

ScaleOcean adalah software freight forwarding di Indonesia yang telah dipercaya ratusan klien untuk mempermudah pengelolaan logistik. ScaleOcean membantu bisnis logistik untuk memastikan biaya pengiriman terhitung dengan akurat.

Untuk Anda yang sedang mempertimbangkan software logistik, ScaleOcean menawarkan demo gratis dan konsultasi bersama tim ahli. Dengan ini, Anda bisa merasakan langsung manfaat yang diberikan dari implementasi sistem tersebut.

Fitur-fitur unggulan yang dimiliki ScaleOcean software freight forwarding untuk mendukung manajemen biaya freight di antaranya:

  • Automated freight cost calculation: Otomatis menghitung biaya pengiriman untuk freight in dan freight out berdasarkan berat, volume, jarak, dan moda transportasi yang digunakan.
  • Accounting system integration: Terintegrasi langsung dengan sistem keuangan, memungkinkan pengelolaan biaya pengiriman (freight cost) yang lebih mudah dan otomatis.
  • Freight cost reporting: Menghasilkan laporan biaya pengiriman yang rinci, baik untuk freight paid maupun freight collected.
  • Automated billing and invoicing: Membuat invoice secara otomatis untuk pengiriman ekspor dan mencatat biaya impor yang harus dibayar.

Dengan fitur-fitur tersebut, pengelolaan biaya freight paid dan freight collected menjadi lebih transparan, dan efisien sehingga perusahaan dapat mengoptimalkan anggaran logistik.

11. Kesimpulan

Aspek utama perbedaan freight in dan freight out terdapat pada siapa yang bertanggung jawab atas biaya pengiriman. Memahami perbedaan ini sangat penting bagi freight forwarder karena berdampak langsung pada pengelolaan biaya operasional, manajemen dokumen, dan perencanaan logistik.

Dalam konteks ini, penggunaan aplikasi trucking yang tepat dapat sangat membantu dengan memberikan transparansi terkait pengelolaan biaya pengiriman, mengotomatisasi perhitungan biaya freight, serta memudahkan pelacakan pengiriman barang.

Untuk membantu Anda mengelola pengiriman ke dalam dan ke luar negeri dengan lebih efisien, ScaleOcean menawarkan solusi software freight forwarding yang dilengkapi fitur canggih.Dengan fitur-fitur ini, dipastikan biaya pengiriman tercatat dengan akurat.

Ingin tahu lebih lanjut bagaimana ScaleOcean bisa membantu bisnis Anda? Dapatkan demo gratis sekarang!

FAQ:

1. Apakah freight in dan freight paid sama?

Freight paid, yang juga dikenal sebagai freight in, merujuk pada biaya pengiriman yang dibayar oleh penjual atau pengirim barang kepada perusahaan pengangkut atau penyedia jasa logistik untuk layanan pengiriman barang. Kedua istilah ini sama-sama mengacu pada pembayaran untuk biaya pengiriman yang ditanggung oleh penjual.

2. Apa perbedaan freight prepaid dan collect?

Perbedaan antara freight prepaid dan collect terletak pada pihak yang menanggung biaya pengiriman. Pada freight prepaid, penjual menangani dan membayar biaya pengiriman hingga barang diterima. Sementara itu, pada freight collect, pembeli yang bertanggung jawab membayar biaya pengiriman setelah barang meninggalkan lokasi penjual.

3. Jenis akun apakah yang digunakan freight out?

Biaya angkut keluar (freight out) dianggap sebagai biaya penjualan, berbeda dengan biaya angkut masuk. Dalam laporan keuangan, biaya ini biasanya dicatat sebagai biaya operasional. Biaya angkut keluar tidak dimasukkan dalam biaya barang yang dijual, melainkan dianggap sebagai biaya untuk periode tertentu.

4. Apa perbedaan antara FOB dan freight collect?

Secara singkat, FOB menentukan kapan kepemilikan dan tanggung jawab barang berpindah dari penjual ke pembeli, sedangkan freight collect menentukan bahwa biaya pengiriman akan ditanggung oleh pembeli saat barang tiba.

Jadwalkan Demo Gratis

Error message
Error message
Error message
Error message
Error message
Error message

Rekomendasi Artikel Terkait

Temukan Artikel Serupa untuk Solusi Bisnis Lebih Lengkap