Biaya Operasional: Pengertian, Jenis, Komponen, dan Contoh Laporannya

Posted on
Share artikel ini

Banyak pemilik bisnis merasa tertekan dengan pengeluaran yang semakin meningkat. Tanpa pengelolaan yang tepat, biaya operasional akan semakin menjadi beban besar yang mengurangi keuntungan dan menghambat pertumbuhan perusahaan. Hal ini akan mempersulit upaya untuk berinvestasi dan berkembang lebih lanjut.

Jika biaya operasional tidak dikendalikan, maka inovasi dan daya saing dapat terkompromi. Sumber daya yang seharusnya digunakan untuk pengembangan produk atau pemasaran justru terbuang untuk menutupi pengeluaran yang tidak efisien, yakni membakar kas tanpa membuahkan hasil.

Artikel ini akan menjelaskan tentang apa itu biaya operasional, unsur-unsur dari biaya tersebut dan cara menghitungnya. Dengan memahami semua itu Anda akan dapat melakukan upaya untuk meningkatkan pengelolaan keuangan di perusahaan Anda.

starsKey Takeaways
  • Biaya operasional adalah total biaya yang dikeluarkan dalam menjalankan operasional sehari-hari dalam bisnis.
  • Biaya operasional meliputi gaji yang dibayarkan kepada karyawan, biaya sewa gedung, biaya listrik,biaya air, biaya pemasaran, biaya pemeliharaan peralatan, biaya asuransi dan biaya administrasi.
  • Fungsi biaya operasional meliputi membantu kelangsungan bisnis, pengambilan keputusan strategis,keunggulan kompetitif dan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan.
  • ScaleOcean dapat digunakan untuk pengelolaan biaya operasional yang efisien dan transparan, sistem ini juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan unik bisnis Anda.

Coba Demo Gratis!

requestDemo

1. Apa itu Biaya Operasional?

Biaya operasional atau operating expenses adalah semua pengeluaran rutin yang mendukung siklus produksi dan penjualan harian. Pengeluaran ini meliputi gaji karyawan, sewa fasilitas, biaya utilitas, serta biaya yang terkait langsung dengan aktivitas harian perusahaan.

Biaya operasional mencakup beberapa komponen penting, termasuk biaya tenaga kerja, sewa tempat usaha, dan biaya utilitas seperti listrik dan air. Biaya pemasaran dan penjualan juga termasuk dalam kategori biaya yang harus dikelola dengan cermat untuk mendukung kelancaran operasional bisnis.

Mengelola biaya dengan baik sangat krusial dalam operasi akuntansi bisnis. Dengan memahami dan mengendalikan setiap komponen biaya, bisnis dapat mengurangi pemborosan, meningkatkan efisiensi, dan menjaga kelangsungan operasional yang berkelanjutan.

Dengan mengelola biaya secara efisien, perusahaan dapat memastikan keberlanjutan bisnis dan mendukung pertumbuhan jangka panjang. Untuk memantau biaya operasional secara efektif, pemahaman siklus akuntansi perusahaan manufaktur menjadi kunci dalam pencatatan keuangan yang terstruktur.

2. Jenis-jenis Biaya Operasional

jenis jenis biaya operasional.

Biaya operasional adalah seluruh pengeluaran yang dikeluarkan perusahaan untuk mendukung aktivitas bisnis harian agar operasional tetap berjalan. Biaya ini mencakup gaji karyawan, sewa gedung, utilitas seperti listrik dan air, pemasaran, perawatan peralatan, asuransi, serta biaya administrasi.

Berikut penjelasan cost structure operasional selengkapnya:

a. Biaya Tetap

Biaya tetap adalah pengeluaran yang jumlahnya tetap sama atau serupa meskipun volume produksi atau penjualan berubah. Jenis biaya ini sangat penting untuk dipertimbangkan karena mencerminkan kapasitas operasional dasar perusahaan dalam jangka panjang.

Biaya berikut juga cenderung dikenal sebagai expense. Komponen utama biaya tetap meliputi gaji karyawan tetap, sewa gedung, biaya asuransi, keamanan, dan penyusutan aset. Biaya-biaya ini bersifat berulang dan dapat diprediksi, sehingga sangat memudahkan dalam perencanaan keuangan dan menjaga kestabilan arus kas perusahaan.

Pengelolaan biaya tetap yang efisien memberi perusahaan fleksibilitas dalam menghadapi fluktuasi pasar. Dengan menjaga proporsi biaya tetap yang sesuai, perusahaan tetap dapat mempertahankan profitabilitas meski pendapatan menurun sementara.

Keputusan mengenai investasi aset harus mencakup perhitungan manfaat masa depan dari tindakan tersebut atau capital budgeting. Artinya perencanaan modal dan mencakup peramalan penggunaan aset, peningkatan efisiensi, dan perbandingan antara memiliki dan menyewa.

b. Biaya Variabel

Biaya variabel berubah karena adanya perubahan dalam produksi atau penjualan barang karena biaya tersebut meningkat atau menurun tergantung dari tingkat aktivitas.

Maka dari itu, penting untuk mengelola biaya variabel dengan baik untuk menjaga efisiensi dan memastikan usaha tersebut bisa bertahan. Elemen utama dari biaya variabel terdiri dari biaya bahan baku, biaya energi,biaya logistik dan biaya tenaga kerja tergantung dari tingkat produksi.

Untuk mengendalikan biaya variabel dalam jangka panjang, perusahaan dapat mengoptimalkan rantai pasok, mengautomasi proses, dan melakukan negosiasi lebih baik dengan pemasok. Hal ini mengurangi operational cost dan meningkatkan margin keuntungan perusahaan.

c. Biaya Semi-Variabel

Biaya semi-variabel merupakan gabungan dari biaya tetap dan biaya variabel. Contoh paling umum adalah upah lembur, di mana sebagian biaya tetap terkait dengan gaji pokok, sementara biaya lembur bervariasi tergantung pada jumlah jam kerja tambahan yang dilakukan oleh karyawan.

Biaya ini berfluktuasi sesuai dengan aktivitas operasional. Ketika produksi meningkat, jam lembur dan biaya terkait juga naik. Sebaliknya, biaya akan berkurang saat produksi menurun. Pengelolaan biaya semi-variabel yang efisien sangat penting untuk menjaga kelancaran arus kas dan menghindari pemborosan.

Selain pengelompokkan berdasarkan perilaku di atas, perusahaan juga perlu memantau Biaya Umum dan Administrasi. Kategori ini merangkum seluruh biaya operasional yang tidak terkait langsung dengan proses manufaktur atau penjualan, namun esensial bagi keberlangsungan organisasi secara keseluruhan.

3. Komponen Biaya Operasional dalam Bisnis

Biaya kegiatan meliputi pengeluaran rutin untuk kegiatan sehari-hari perusahaan, seperti produksi dan distribusi. Memahami komponen biaya ini sangat penting agar perusahaan dapat mengelola anggaran lebih efisien. Berikut adalah beberapa komponen biaya operasional:

a. Biaya Gaji dan Tunjangan

Biaya gaji karyawan mencakup pengeluaran untuk upah, tunjangan, dan bonus. Pengelolaan gaji yang efektif memungkinkan perusahaan memastikan kesejahteraan karyawan tetap terjaga, sekaligus memastikan tidak ada pemborosan dalam alokasi biaya tenaga kerja.

b. Biaya Utilitas

Biaya utilitas meliputi pengeluaran untuk listrik, air, gas, dan layanan telekomunikasi yang mendukung operasional perusahaan. Pengendalian biaya ini sangat penting untuk menjaga kestabilan keuangan, terutama pada perusahaan dengan konsumsi energi yang besar.

c. Biaya Bahan Baku

Biaya bahan baku adalah pengeluaran yang digunakan untuk membeli barang yang diperlukan dalam proses produksi. Perusahaan yang mampu mengelola bahan baku dengan baik dapat menghindari pembelian berlebih yang bisa menambah beban biaya, serta mengurangi potensi kekurangan bahan.

d. Biaya Perawatan dan Perbaikan

Biaya perawatan dan perbaikan mencakup pengeluaran yang dikeluarkan untuk menjaga kondisi baik aset perusahaan seperti mesin, peralatan, dan bangunan. Hal ini termasuk biaya untuk servis rutin, penggantian suku cadang, dan perbaikan kerusakan yang terjadi.

e. Biaya Penyusutan

Beban penyusutan adalah beban non-kas yang menggambarkan penurunan nilai aset tetap seperti mesin,kendaraan dan bangunan. Jumlah dari penurunan nilai tersebut di setorkan sebagai bagian dari pengeluaran saat menyusun laporan laba rugi karena hal itu mewakili penggunaan aset tetap untuk memperoleh uang.

f. Biaya Sewa

Biaya sewa mencakup pembayaran penggunaan properti seperti sewa toko di mal, ruko, kios, atau lokasi lainnya atau peralatan. Manajemen biaya sewa yang baik akan memastikan bahwa perusahaan tidak membayar lebih dari yang seharusnya dan dapat memaksimalkan penggunaan ruang atau fasilitas yang disewa. Semua biaya tersebut juga merupakan bagian dari cost of revenue.

g. Biaya Overhead Lainnya

Biaya overhead mencakup pengeluaran yang tidak dapat dialokasikan langsung ke produk, seperti biaya administrasi dan pemasaran. Contoh formulir reimbursement adalah salah satu alat dokumentasi yang krusial untuk mengendalikan pengeluaran administrasi.

Pemantauan dan pengelolaan biaya overhead lainnya secara cermat sangat penting untuk mengoptimalkan pengeluaran perusahaan. Dengan pengelolaan yang efisien, perusahaan dapat meningkatkan profitabilitasnya dan memastikan alokasi sumber daya yang lebih tepat.

4. Komponen Biaya Non-Operasional

Jika dibandingkan dengan biaya operasional, biaya non-operasional cenderung lebih kecil. Meskipun demikian, keberadaannya tetap tidak bisa disepelekan karena tetap berpengaruh terhadap kinerja perusahaan.

Sebagai contoh, biaya transfer antar bank atau biaya yang terkait dengan aset yang tidak digunakan lagi. Oleh karena itu, perusahaan perlu memperhatikan komponen biaya non-operasional ini. Berikut ini adalah contoh-contoh biaya non-operasional.

a. Biaya Bunga Pinjaman

Biaya bunga pinjaman adalah biaya yang ditanggung oleh suatu organisasi sebagai bentuk pembayaran atas penggunaan uang yang dipinjam dari bank atau lembaga pemberi pinjaman lainnya. Bentuk pembayaran ini tidak selalu mengikuti jadwal yang telah ditetapkan tergantung jenis pinjaman.

Biasanya, biaya bunga ini dibayar dalam periode tertentu, misalnya bulanan atau tahunan. Meskipun biaya bunga pinjaman ini cenderung lebih rendah dibandingkan dengan operational cost lainnya, namun penting untuk tetap mengelolanya dengan bijak.

Pinjaman yang terlalu besar atau bunga yang terlalu tinggi dapat mempengaruhi kesehatan finansial perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan perlu memantau dan merencanakan pembayaran bunga dengan hati-hati untuk menjaga kestabilan keuangan.

c. Biaya Kerugian atas Penjualan Harta

Biaya kerugian atas penjualan harta terjadi ketika perusahaan menjual aset, seperti peralatan atau properti, dengan harga yang lebih rendah dari nilai perolehannya. Ini biasanya terjadi pada barang yang sudah tidak digunakan lagi atau usang.

Selisih antara harga jual dan harga beli inilah yang dianggap sebagai kerugian dan harus dicatat dalam laporan keuangan perusahaan. Kerugian ini bukanlah bagian dari operational cost karena tidak terkait dengan kegiatan bisnis sehari-hari.

Meskipun demikian, biaya kerugian atas penjualan harta tetap mempengaruhi laba bersih perusahaan dan harus dikelola dengan bijak. Perusahaan perlu mempertimbangkan nilai dari aset yang dimiliki dan bagaimana pengelolaannya agar kerugian semacam ini bisa diminimalkan.

ERP

5. Fungsi Biaya Operasional dalam Bisnis

Melalui pemahaman tentang pentingnya manajemen biaya operasional bisnis akan dapat membuat keputusan yang matang dan menjadi kompetitif sehingga meningkatkan kepuasan pelanggan. Hal ini dijelaskan secara rinci di bawah ini:

a. Memastikan Keberlansungan Bisnis

Dengan secara terus-menerus menghitung operational cost bisnis, pihak perusahaan dapat mengatur anggaran yang paling sesuai dengan kondisi keuangan pada masing-masing periode. Hal ini membantu meminimalisir pengeluaran, sehingga menjamin keberlangsungan bisnis pada masa mendatang.

b. Mendukung Pengambilan Keputusan Strategis

Memahami operational cost memungkinkan manajemen untuk membuat keputusan lebih optimal terkait alokasi sumber daya. Dengan mengetahui di mana pengeluaran terjadi, perusahaan dapat mengambil keputusan strategis mengenai proyeksi anggaran ke depannya atau juga kegiatan investasi lanjutan.

c. Mempengaruhi Profitabilitas Perusahaan

Pengelolaan biaya operasional yang efisien berdampak langsung pada profitabilitas perusahaan. Melalui pengurangan biaya yang tidak perlu, perusahaan dapat meningkatkan margin laba operasional dan laba bersih, yang pada gilirannya akan meningkatkan posisi keuangan perusahaan.

6. Rumus dan Cara Menghitung Biaya Operasional

Menghitung biaya operasional adalah langkah penting untuk mengalisis kondisi dan laporan neraca bisnis. Proses ini melibatkan penjumlahan seluruh pengeluaran yang terjadi selama operasional sehari-hari. Mengetahui total biaya operasional membantu dalam mengevaluasi efisiensi dan potensi profitabilitas perusahaan.

Perhitungan tersebut dilakukan dengan cara menjumlahkan semua pengeluaran yang telah terjadi dalam periode waktu tertentu. Pengeluaran tersebut meliputi biaya barang yang dijual,gaji para pekerja,biaya menyewa,pemasaran,listrik dan biaya administrasi,di antara yang lainnya. Berikut adalah rumusnya:

Biaya Operasional = Total Biaya yang Dikeluarkan pada Periode Tersebut

Sebagai contoh, jika sebuah bisnis memiliki pengeluaran bulanan untuk pokok produksi sebesar Rp50.000.000,00, gaji karyawan sebesar Rp12.000.000,00, sewa kantor Rp 6.000.000, biaya pemasaran Rp3.000.000,00, dan utilitas Rp 1.500.000,00, maka total biaya operasional bisnis tersebut adalah:

Biaya Operasional = Biaya Pokok Produksi + Biaya Gaji Karyawan + Biaya Sewa Kantor + Biaya Pemasaran + Biaya Utilitas =

Biaya Operasional = Rp50.000.000,00 + Rp12.000.000,00 + Rp6.000.000,00 + Rp3.000.000,00 + Rp1.500.000,00 = Rp72.500.000,00

Perhitungan biaya operasional ini memberikan wawasan yang jelas tentang besarnya biaya yang diperlukan untuk menjalankan bisnis dalam periode tertentu. Data tersebut kritis dalam menentukan harga jual, merencanakan anggaran, serta mendukung pengambilan keputusan strategis lainnya seperti kegiatan investasi.

7. Cara Menyusun Laporan Biaya Operasional

cara mengelola biaya operasional

Pengembangan laporan biaya operasional bulanan yang terstruktur penting dalam penyajian informasi keuangan. Hal ini akan tercapai melalui penyusunan laporan yang tepat yang akan membantu dalam mengevaluasi efisiensi operasional dan pengambilan keputusan oleh manajemen.

Berikut adalah cara mengembangkan laporan biaya operasional bulanan:

a. Kumpulkan dan Verifikasi Bukti Transaksi

Mulailah dengan mengumpulkan semua bukti pengeluaran selama satu bulan, mulai dari faktur, kuitansi, nota pembelian, hingga bukti transfer. Setelah terkumpul, cocokkan data tersebut dengan catatan kas dan mutasi rekening perusahaan.

Langkah ini penting untuk memastikan setiap transaksi sudah tercatat dengan benar, sekaligus mencegah adanya pengeluaran yang terlewat atau justru tercatat dua kali.

b. Pengelompokan Komponen Biaya Secara Konsisten

Setelah semua transaksi tercatat, kelompokkan pengeluaran berdasarkan jenis biayanya agar lebih mudah dipantau. Biaya tetap (fixed costs) biasanya mencakup pengeluaran rutin seperti sewa gedung, gaji pokok, dan asuransi.

Sementara itu, biaya variabel (variable costs) dapat berubah mengikuti aktivitas bisnis, misalnya bahan baku, komisi penjualan, dan ongkos pengiriman. Ada juga biaya semi-variabel seperti listrik, air, internet, dan lembur. Dengan pembagian ini, perusahaan dapat lebih mudah melihat pos mana yang masih bisa ditekan atau dioptimalkan.

c. Lakukan Analisis Variansi (Variance Analysis)

Langkah berikutnya adalah membandingkan anggaran (budget) dengan pengeluaran aktual (actual) selama periode berjalan. Dari perbandingan tersebut, perusahaan bisa melihat apakah ada biaya yang melebihi rencana (overbudget) atau justru lebih rendah dari anggaran (underbudget).

Analisis ini tidak hanya membantu menemukan kesalahan pada pencatatan biaya, tetapi juga memberikan gambaran apakah anggaran yang dibuat sebelumnya sudah cukup realistis.

d. Tambahkan Catatan Evaluasi dan Rekomendasi

Agar laporan tidak hanya berisi angka, tambahkan juga penjelasan mengenai penyebab terjadinya perubahan biaya yang signifikan. Misalnya, apakah selisih tersebut disebabkan oleh kenaikan harga bahan baku, peningkatan kebutuhan operasional, atau adanya pengeluaran tak terduga. Dengan begitu, perusahaan dapat lebih mudah memahami kondisi biaya dan menentukan langkah perbaikan yang tepat.

Dari sini, perusahaan dapat menentukan langkah selanjutnya, seperti menyesuaikan anggaran, mengevaluasi pengeluaran tertentu, atau mencari cara yang lebih efisien untuk periode berikutnya.

8. Contoh Laporan Biaya Operasional

Tersedianya contoh laporan biaya operasional berperan penting dalam pengelolaan keuangan bisnis, karena menyediakan informasi terkait distribusi pengeluaran yang terjadi selama periode tertentu. Contoh laporan tersebut juga berfungsi sebagai alat untuk memantau kesehatan keuangan perusahaan secara keseluruhan, memastikan biaya operasional tidak melebihi anggaran yang telah ditetapkan. Contoh format sederhananya yaitu:

Contoh Laporan Biaya Operasional

PDF

Laporan Biaya Operasional

Contoh template laporan biaya operasional yang sesuai standar

Penggunaan ScaleOcean dapat membantu dalam pembuatan laporan memberikan berbagai keuntungan yang signifikan bagi perusahaan. Dengan software ini, proses pengumpulan data dan informasi yang biasanya memakan waktu dapat diotomatisasi, sehingga laporan dapat dihasilkan dalam waktu yang jauh lebih singkat.

9. Kesimpulan

Biaya operasional perlu dikelola dengan baik karena hal ini bisa menjaga pengeluaran yang efektif dan meningkatkan keuntungan. Melalui pemahaman yang jelas tentang aspek biaya dan melakukan analisis atas biaya tersebut, perusahaan akan dapat membuat keputusan keuangan yang baik.

Modul Akuntansi ScaleOcean Atlas dapat membantu Anda mengelola dan menganalisis biaya operasional secara efektif. Hubungi kami untuk jadwakan konsultasi tentang bagaimana ScaleOcean dapat membantu bisnis Anda.

FAQ:

1. Apa yang dimaksud biaya operasional dan contohnya?

Biaya operasional adalah pengeluaran rutin yang ditanggung oleh perusahaan agar dapat menjalankan aktivitas bisnisnya. Biaya ini tidak memiliki hubungan langsung dengan produksi atau pembelian bahan baku, tetapi biaya ini ditanggung dalam kegiatan pendukung lainnya seperti administrasi dan penjualan.

2. Apa saja yang masuk biaya operasional?

Biaya operasional adalah semua biaya yang ditanggung oleh perusahaan yang diperlukan untuk menjalankan usaha secara normal selain biaya produksi atau Biaya Barang yang Dijual (COGS).

3. Bagaimana cara menghitung biaya operasional?

Untuk menghitung OpEx, Anda hanya perlu menjumlahkan semua pengeluaran berulang yang telah terjadi demi menjalankan operasi sehari-hari tanpa memperhitungkan biaya-biaya yang dianggap dalam Cost of Goods Sold (COGS).

ERP Buat Bisnis Ngebut

Operasional rapi, bisnis makin cepat

ERP Dashboards Demo Gratis
Dekson Sinarmas Bank of China Changi Shalby

Coba Demo Gratis!

Error message
Error message
Error message
Error message
Error message
Error message

Rekomendasi Artikel Terkait

Temukan Artikel Serupa untuk Solusi Bisnis Lebih Lengkap