Dalam proses logistik, terdapat satu jenis bisnis logistik yang penting yaitu 3PL (Third Party Logistics). Jenis perusahaan ini membutuhkan manajemen distribusi, pergudangan, dan pengiriman barang yang optimal, sehingga alur bisnis dapat berjalan lancar. Ini dikarenakan perusahaan third party logistik berhubungan langsung dengan efisiensi operasional.
Jika tidak dikelola dengan maksimal, Anda akan sering mengalami masalah seperti tidak efisiennya proses pengelolaan gudang, kurangnya visibility dalam pengiriman, hingga kesalahan dalam pengelolaan inventory. Untuk itu, penting bagi perusahaan 3PL untuk menerapkan strategi bisnis yang maksimal, dan memahami karakteristik bisnis secara menyeluruh.
Di sini akan dibahas secara menyeluruh, mulai dari pengertian, jenis layanan yang wajib diterapkan, cara kerja yang efektif, hingga strategi optimal apa saja yang harus dijalankan perusahaan third party. Dengan artikel ini, Anda bisa memahami kebutuhan bisnis, sehingga mampu menyediakan layanan maksimal bagi customer.
- 3PL logistik adalah singkatan dari third party logistics, yang merupakan pihak ketiga yang mengelola keseluruhan berbagia kegiatan logistik perusahaan.
- Manfaat 3PL: Mengefisienkan penggunaan biaya, berfokus pada kompetisi dengan perusahaan lain, penggunaan teknologi logistik paling baru, meningkatkan layanan pelanggan.
- Software logistik ScaleOcean adalah solusi terbaik untuk menjamin sebuah siklus logistik yang berjalan lancar dengan fitur-fiturnya.
1. Apa itu 3PL Logistik?
3PL atau third party logistics adalah layanan yang disediakan oleh perusahaan pihak ketiga untuk membantu bisnis menangani berbagai aktivitas logistik. Layanan ini mencakup penyimpanan barang, pengiriman, hingga pengurusan dokumen ekspor impor.
Secara umum, third party logistics membantu perusahaan meningkatkan efisiensi operasional karena seluruh proses logistik ditangani oleh pihak yang memang ahli di bidangnya. Memahami perbedaan 1PL hingga 5PL logistik akan membantu Anda memposisikan 3PL dengan lebih baik dalam ekosistem logistik.
Secara garis besar, 3PL berbeda dari 4PL karena 4PL bertindak lebih sebagai manajemen rantai pasok yang mengoordinasikan beberapa 3PL sekaligus. Namun, sebagian besar bisnis tetap ingin memiliki kendali atas prosesnya, sehingga 3PL menjadi pilihan paling populer untuk 90% dari perusahaan Fortune 500, menurut Amrstrong & Associates.
2. Manfaat 3PL bagi Bisnis
Dengan menyerahkan pengelolaan logistik kepada penyedia 3PL yang berpengalaman, perusahaan dapat menyederhanakan operasional, menghemat biaya, dan meningkatkan efisiensi secara keseluruhan. 3PL yang berkualitas selalu bekerja berdasarkan SLA logistik yang jelas, menjamin metrik kinerja seperti ketepatan waktu pengiriman dan akurasi inventaris.
Berikut ini beberapa manfaat utama third party logistics bagi perusahaan:
- Fokus pada Bisnis Inti: Perusahaan dapat lebih berkonsentrasi pada aktivitas utama dan pengembangan strategi bisnis tanpa repot dengan urusan pengiriman atau penyimpanan barang.
- Hemat Biaya: Mengurangi investasi besar untuk infrastruktur logistik seperti gudang, armada, dan lainnya karena menggunakan aset dan perangkat lunak 3PL yang sudah ada. Biaya juga dapat disesuaikan dengan skala kebutuhan.
- Skalabilitas Proses Logistik: Kemampuan untuk menyesuaikan kapasitas dan layanan logistik dengan fluktuasi permintaan, baik saat lonjakan maupun penurunan, membuat bisnis lebih fleksibel menghadapi perubahan pasar.
- Peningkatan Layanan Pelanggan: Meningkatkan pengalaman pelanggan melalui teknologi pelacakan yang lebih baik, pengiriman yang lebih cepat, dan manajemen persediaan yang akurat.
- Jaringan Global yang Luas: Akses ke jaringan gudang, pusat distribusi, dan mitra transportasi 3PL yang tersebar luas, memungkinkan jangkauan pasar yang lebih luas secara lokal maupun internasional.
Baca juga: 5 Aplikasi Ekspor Impor untuk Proses Logistik
3. Layanan yang Ditawarkan 3PL Logistik
Pihak 3PL logistik menawarkan rangkaian layanan komprehensif yang mencakup berbagai aspek krusial dalam rantai pasok. Hal yang dimaksud berupa manajemen gudang, pengiriman barang, dan manajemen kepabeanaan. Singkatnya, 3PL membantu mengelola dan mengoptimalkan seluruh proses logistik:
- Manajemen Gudang: Mengelola penyimpanan barang secara sistematis, termasuk penanganan barang masuk dan keluar, memastikan barang mudah ditemukan dan distribusi lebih cepat.
- Pengiriman Barang: Meliputi perencanaan rute, pemilihan armada, dan pelacakan barang secara real-time untuk memastikan pengiriman tepat waktu dan barang tiba dalam kondisi baik.
- Manajemen Transportasi: Merencanakan, melaksanakan, dan mengawasi seluruh aspek transportasi barang (darat, laut, udara), termasuk pemilihan jenis pengiriman (FCL, LCL, FTL, LTL) untuk efisiensi biaya dan waktu.
- Manajemen Dokumen Ekspor Impor: Menangani penyusunan, pengurusan, dan pengawasan semua dokumen penting seperti bill of lading, sertifikat asal, dan dokumen kepabeanan untuk kelancaran proses ekspor dan impor.
- Layanan Kepabeanan: Mengurus kebutuhan bea dan cukai, termasuk pengisian deklarasi, penanganan inspeksi barang, serta pembayaran pajak dan bea masuk/keluar, memastikan barang sesuai peraturan.
- Layanan Nilai Tambah: Menyediakan layanan tambahan yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis, seperti pengembalian barang, cross–docking, dan kitting, untuk proses logistik yang lebih efisien dan lengkap.
4. Karakteristik Utama dari 3PL
Layanan 3PL logistics menawarkan berbagai manfaat bagi perusahaan dengan karakteristik utamanya. Karakteristik ini tidak hanya menggambarkan kualitas layanan yang diberikan, tapi juga memahami bagaimana jenis ini dapat membantu perusahaan untuk tetap kompetitif:
a. Layanan Terintegrasi
Karakteristik utama 3PL adalah kemampuannya dalam menyediakan layanan logistik terintegrasi di seluruh rantai pasokan, mulai dari pengelolaan gudang, pengiriman, hingga pengelolaan distribusi dan inventory. Adanya layanan integrasi ini, perusahaan tidak perlu mengelola setiap elemen logistik secara terpisah yang berpotensi mahal dan kompleks.
b. Skalabilitas dan Fleksibilitas
Berikutnya karakteristik 3PL adalah adanya skalabilitas dan fleksibilitas, di mana perusahaan dapat menyesuaikan volume dan ruang penyimpanan yang sesuai dengan kebutuhan tanpa harus membuat investasi besar dalam infrastruktur logistik.
Hal ini akan membantu operasional pengiriman barang, yang volume dan permintaan dapat berubah signifikan. KPI logistik esensial untuk memantau kinerja dalam menyesuaikan kapasitas dan volume sesuai kebutuhan.
c. Penggunaan Teknologi Terkini
Perusahaan third party logistics dilengkapi dengan teknologi canggih seperti ERP, WMS, hingga 3pl software yang dapat meningkatkan efisiensi operasional, dan memungkinkan perusahaan untuk memantau dan mengelola proses logistik lebih mudah secara komprehensif.
d. Pengelolaan Risiko yang Efektif
Terakhir karakteristik 3PL adalah memiliki kemampuan manajemen risiko dalam rantai pasok. Jika terjadi masalah yang tidak terduga seperti keterlambatan pengiriman hingga tantangan cuaca atau bencana alam, perusahaan jasa third party logistics memiliki pengalaman dalam merancang solusi mitigasi risiko yang efektif.
5. Cara Kerja 3PL dalam Menjalankan Layanannya
Perusahaan third party logistics menawarkan banyak layanan pengiriman strategis yang setiap tahapannya dapat dikoordinasikan dan dikendalikan dengan mudah. Ada beberapa tahapan cara kerja yang dijalankan perusahaan 3PL logistics untuk memastikan operasional dan pengiriman barang tepat waktu, yaitu:
a. Penyimpanan dan Pengelolaan Inventaris
Proses pengiriman oleh third party dimulai dengan penerimaan barang dari customer, di mana barang tersebut akan disimpan di fasilitas gudang logistik dengan efisien. Barang-barang yang diterima diperiksa dan dikategorikan, kemudian disimpan di lokasi yang sesuai dalam gudang untuk memudahkan pengambilan dan pengiriman.
b. Pengelolaan Aliran Barang
Setelah barang logistik disimpan dengan terorganisir, penyedia jasa akan mengelola aliran barang dari awal hingga akhir tiba di tangan konsumen. Proses ini melibatkan koordinasi antara pemasok, penyedia 3PL shipping, dan pelanggan untuk memastikan produk sampai dengan efisien dan tepat waktu.
Penyedia third party akan mengelola pengiriman barang, baik itu dengan armada sendiri atau dengan menggunakan jaringan pihak ketiga, serta customer dapat memilih metode pengiriman yang paling sesuai. Biasanya perusahaan menggunakan TMS (Transportation Management System) untuk merencanakan rute pengiriman yang optimal.
c. Distribusi dan Pengiriman Produk
Proses distribusi dilakukan dengan melibatkan pengiriman barang dengan koordinasi yang efektif ke berbagai tujuan, memastikan produk sampai ke pelanggan dengan kondisi baik dan tepat waktu. Perusahaan bisa menggunakan aplikasi logistik yang dapat memberikan visibilitas kepada pelanggan dan perusahaan terkait status pengiriman real–time.
6. Strategi Efektif untuk Menjalankan Bisnis 3PL yang Penting untuk Dilakukan
Menjalankan bisnis 3PL (Third Party Logistics) yang sukses memerlukan perencanaan yang matang, pengelolaan yang efisien, dan adaptasi terhadap perubahan pasar yang cepat. Berikut adalah beberapa strategi efektif yang dapat diterapkan untuk memastikan kelancaran operasional dan keberhasilan jangka panjang dalam bisnis 3PL:
a. Implementasi Aplikasi Logistik Terbaik
Anda bisa memanfaatkan sistem logistik untuk mengoptimalkan seluruh proses dan layanan third party perusahaan Anda. ScaleOcean aplikasi logistik terbaik bisa menjadi solusinya, di mana hal ini dapat terintegrasi mudah dengan berbagai fungsi logistik yang berbeda dan bisa Anda akses dengan mudah di satu platform terpadu. Ada beberapa yang tersedia:
- Visibility Real-time: Pemantauan status pengiriman dan ketersediaan kapasitas kontainer dapat diakses dalam waktu nyata.
- Fleksibel Menangani Setiap Pesanan: Baik pengiriman besar, satuan, atau gabungan.
- Optimasi Rute Pengiriman: Perencanaan dan pengelolaan transportasi yang efisien.
- Skalability dan Kustomisasi: Dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik dari berbagai jenis perusahaan 3PL.
Penerapannya akan membantu Anda mengurangi kesalahan manual, meningkatkan akurasi, dan mempercepat waktu tanggap. Anda bisa lakukan demo gratis dan konsultasi untuk lebih memahami bagaimana cara ScaleOcean bekerja.
b. Fokus pada Pengalaman Pelanggan
Penting juga untuk tetap fokus dan mempertahankan hubungan jangka panjang dengan customer. Bisnis third party harus bisa memastikan pengiriman yang tepat waktu, kondisi barang yang baik, juga layanan pelanggan yang responsif.
c. Meningkatkan Skalabilitas dan Fleksibilitas Operasional
Kemampuan penyesuaian kapasitas layanan juga harus Anda sesuaikan dengan fluktuasi permintaan yang terjadi. Perusahaan third party bisa memanfaatkan model yang fleksibel, seperti penggunaan gudang dan armada sewa.
d. Penerapan Praktik Keberlanjutan
Strategi berikutnya yang harus dilakukan 3PL adalah menerapkan strategi berkelanjutan dan praktik ramah lingkungan dalam operasional bisnis. Perusahaan Anda bisa menggunakan armada kendaraan hemat energi, mengoptimalkan rute pengiriman untuk mengurangi jejak karbon, serta mengimplementasikan kemasan eco–friendly.
e. Analisis dan Pengoptimalan Kinerja
Penting juga untuk melakukan analisis dan optimalisasi kinerja operasional bisnis secara rutin untuk meningkatkan efisiensi. Anda bisa menggunakan data yang dapat mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan, sehingga dapat membantu Anda dalam mengambil keputusan yang lebih baik terkait strategi bisnis secara menyeluruh.
7. Kesimpulan
Perusahaan third party logistics perlu mengoptimalkan setiap tahapan proses bisnisnya secara menyeluruh. Hal ini dilakukan untuk memastikan efisiensi operasional, pengurangan biaya, dan kepuasan pelanggan yang tinggi.
Agar memudahkan pengelolaan dan koordinasi strateginya, Anda bisa menggunakan aplikasi software 3PL ScaleOcean yang akan membantu perusahaan dalam mengoptimalkan seluruh layanan yang ditawarkan. Dengan fitur dan keunggulannya,
ScaleOcean mampu terintegrasi otomatis, mengelola inventaris yang efisien, optimasi rute pengiriman, serta analitik mendalam. Lakukan demo gratisnya untuk dapatkan modul terbaik untuk bisnis Anda.
FAQ:
1. Apa yang dimaksud dengan 3PL?
3PL atau Third Party Logistics adalah penyedia jasa logistik eksternal yang menangani sebagian atau seluruh aktivitas logistik suatu perusahaan. Layanan ini mencakup kegiatan seperti pergudangan, distribusi, hingga pemrosesan pesanan untuk membantu efisiensi operasional bisnis.
2. Apa beda 3PL dan 4PL?
Perbedaan utama antara 3PL dan 4PL terletak pada cakupan peranannya. Jika 3PL menangani sebagian fungsi logistik perusahaan, maka 4PL biasanya berperan sebagai penghubung utama yang mengelola seluruh rantai pasok secara menyeluruh atas nama perusahaan.
3. Apa contoh 3PL?
Contoh penyedia logistik pihak ketiga adalah perusahaan seperti DHL, UPS, dan FedEx yang bertugas mengantarkan paket langsung ke alamat pelanggan.













































WhatsApp Tim Kami
Demo With Us


