7 KPI Penting untuk Memantau Kinerja Logistik Secara Efektif

Posted on
Share artikel ini

Apakah Anda sering mendapatkan keluhan dari pelanggan terkait status paket? Sering kali pelanggan menanyakan kapan paket akan tiba dan hal ini membuat tim logistik perusahaan kewalahan karena penyebab keterlambatan tidak diketahui. Maka dari itu, KPI logistik dapat memantau mengidentifikasi masalah tersebut.

Dampak negatif performa yang tidak terukur dengan baik adalah reputasi perusahaan yang menurun karena banyak pelanggan kecewa akibat keterlambatan paket. Selain itu, perusahaan sendiri juga sulit dalam menentukan akar masalah, apakah berasal dari rute, driver, atau proses operasional tertentu.

Di sinilah KPI logistik memainkan peran penting sebagai alat kontrol dari setiap tahapan logistik, sehingga perusahaan dapat meningkatkan efisiensi operasional secara keseluruhan. Artikel ini akan mengulas apa itu KPI logistik, mengapa KPI logistik penting, jenis KPI utama, cara memantau secara real-time, dan panduan menerapkan KPI secara efektif.

starsKey Takeaways
  • KPI Logistik adalah indikator utama untuk menilai performa kinerja aktivitas logistik, sehingga mencapai efisiensi rantai pasok dan efektivitas penggunaan transportasi.
  • Alasan KPI logistik penting karena mampu mengevaluasi kinerja tim secara objektif, mendasari pengambilan keputusan, serta mengoptimasi dan efisiensi biaya.
  • KPI logistik utama meliputi pengiriman tepat waktu, biaya per pengiriman, kerusakan barang, pengembalian barang, kepatuhan penjadwalan, penerimaan pengangkut, dan biaya logistik.
  • Implementasi KPI logistik yang efektif memerlukan penetapan tujuan bisnis, pemilihan metrik KPI yang relevan, oengumpulan data secara konsisten, melibatkan seluruh tim, dan tindak lanjut.
  • Software Logistik ScaleOcean adalah solusi digital terintegrasi yang membantu perusahaan melacak dan mengelola KPI logistik secara proaktif dengan data akurat dan dashboard real‑time untuk pengambilan keputusan cepat.

Coba Demo Gratis!

requestDemo

Apa Itu KPI Logistik?

KPI logistik adalah metrik yang digunakan oleh perusahaan logistik untuk mengukur dan menilai tingkat kecepatan, efisiensi, dan akurasi tahapan rantai pasok dari gudang hingga pengiriman. Perusahaan yang menerapkan KPI dalam proses logistiknya, maka dapat mengoptimalkan operasional yang berujung pada kepuasan pelanggan.

Beberapa aktivitas logistik yang dipantau dengan KPI meliputi proses pengiriman dan transportasi, pergudangan dan inventaris, serta layanan pelanggan. Dengan memantau metrik ini secara berkala, perusahaan dapat membuat penyesuaian yang lebih cepat, mengurangi pemborosan, dan mencapai efisiensi yang lebih tinggi dalam setiap tahap operasional.

Mengapa KPI Logistik Penting bagi Perusahaan?

KPI logistik penting untuk perusahaan karena sebagai evaluasi kinerja tim secara objektif, pengambilan keputusan berbasis data, serta optimasi dan efisiensi biaya. Berikut adalah alasan pendukung mengapa KPI logistik penting bagi perusahaan:

1. Evaluasi Kinerja Tim Secara Objektif

KPI logistik menampilkan informasi kondisi operasional secara real-time, sehingga supervisor logistik dapat menilai efektivitas operasional logistik perusahaan. Data real-time membantu mereka menganalisis tren dan kinerja terbaru, sehingga manajemen proses logistik lebih teratur dan terstandarisasi.

2. Pengambilan Keputusan Berbasis Data

Semua keputusan bisnis harus berbasis data agar tidak salah dalam menentukan strategis bagi keberlangsungan bisnis. KPI menyediakan data objektif yang membantu pemimpin membuat solusi yang efektif.

3. Optimasi dan Efisiensi Biaya

Manfaat lainnya adalah KPI dapat membantu perusahaan mengidentifikasi area pemborosan. Misalnya, metrik biaya per pengiriman menunjukkan efektivitas dan efisiensi penggunaan armada internal, sehingga perusahaan dapat melakukan penghematan signifikan pada area yang biayanya tinggi.

7 KPI Logistik Esensial yang Wajib Anda Tahu

KPI logistik utama antara lain pengiriman tepat waktu, biaya per pengiriman, tingkat kerusakan barang, tingkat pengembalian barang, kepatuhan terhadap penjadwalan, tingkat penerimaan pengangkut, dan total biaya logistik. Berikut adalah tujuan KPI logistik paling esensial untuk bisnis Anda:

1. Pengiriman Tepat Waktu (On-Time Delivery/OTD)

KPI mengukur persentase pesanan yang berhasil dikirimkan tepat waktu kepada pelanggan. On-Time Delivery (OTD) adalah indikator langsung yang berhubungan dengan kepuasan pelanggan, OTD yang tinggi menunjukkan efisiensi dalam pemrosesan pesanan hingga pengiriman akhir, berjalan dengan efisien dan andal.

Perhitungan OTD dilakukan dengan membagi jumlah pengiriman tepat waktu dengan total pengiriman dalam periode tertentu, lalu kalikan dengan 100%. Dilansir oleh Kementerian Keuangan RI tentang laporan Indeks Kinerja Logistik 2023, skor waktu pengiriman turun drastis menjadi 3,00 dibandingkan 3,67 pada 2018. Penurunan menunjukkan adanya masalah pada waktu pengiriman, pemrosesan dokumen, dan kepatuhan jadwal.

2. Biaya per Pengiriman (Cost per Shipment)

Metrik ini melacak total biaya rata-rata untuk mengirimkan satu unit pesanan dari titik asal ke tujuan akhir, mencakup bahan bakar, tenaga kerja, pengemasan, dan biaya administrasi. Mengontrol biaya per pengiriman sangat penting untuk menjaga profitabilitas, terutama dalam bisnis dengan margin tipis.

Dengan menganalisis tren biaya ini, perusahaan dapat menemukan peluang efisiensi, seperti mengoptimalkan rute pengiriman atau menegosiasikan tarif lebih baik dengan penyedia 3pl logistik. Penurunan konsisten pada KPI ini menunjukkan peningkatan kesehatan finansial operasi logistik Anda.

3. Tingkat Kerusakan Barang (Damage Rate)

Berikutnya, KPI tingkat kerusakan barang ini mengukur persentase produk yang rusak selama transit atau penyimpanan. Hasil KPI didapatkan dari perhitungan membagi jumlah unit yang rusak dengan total unit yang dikirim.

Hal ini membantu perusahaan menemukan kelemahan dalam tahapan logistik, sehingga staf operasional logistik dapat menentukan tindakan perbaikan. Positifnya, mengurangi tingkat kerusakan akan mendukung pengurangan biaya tak terduga.

4. Tingkat Pengembalian Barang (Return Rate)

KPI ini mengukur persentase produk yang dikembalikan oleh pelanggan. Alasan pengembalian bisa bervariasi, seperti produk salah kirim, kerusakan, atau ketidakpuasan pelanggan. Tingkat pengembalian yang tinggi menandakan masalah dalam akurasi pemenuhan pesanan atau kualitas produk.

Untuk mengatasinya, peran administrasi logistik sangat krusial dalam memverifikasi data dokumen sebelum pengiriman. Mengelola tingkat pengembalian secara efektif menghemat biaya logistik balik dan meningkatkan pengalaman pelanggan.

5. Kepatuhan terhadap Penjadwalan (Schedule Compliance)

KPI ini mengukur sejauh mana aktivitas logistik, khususnya penjemputan dan pengiriman, berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan dalam perencanaan proses logistik. Proses yang selalu sesuai jadwal mendukung kelancaran rantai pasok dan mencegah terjadinya keterlambatan pengiriman.

Dengan demikian, manajer logistik dapat mengevaluasi kinerja vendor transportasi dan membuat keputusan berbasis data untuk melanjutkan atau mengganti mitra. KPI ini penting untuk menjaga konsistensi operasional yang stabil dan dapat diprediksi.

6. Tingkat Penerimaan Pengangkut (Transporter Acceptance Rate)

KPI ini mengukur persentase permintaan pengiriman (tender) yang diterima oleh mitra pengangkut. Tingkat penerimaan yang rendah bisa menandakan masalah dalam hubungan dengan mitra, seperti tarif yang tidak kompetitif atau jadwal yang tidak realistis.

Metrik ini krusial untuk memastikan ketersediaan kapasitas angkut, terutama pada peningkatan permintaan. Tingkat penolakan yang tinggi dapat menyebabkan keterlambatan pengiriman dan biaya tambahan. Oleh karena itu, perusahaan perlu aktif menganalisis KPI ini agar strategi pengadaan transportasi lebih tepat.

7. Total Biaya Logistik (Total Logistics Cost)

KPI ini mengukur semua biaya yang terkait dengan fungsi logistik, seperti transportasi, pergudangan, manajemen inventaris, dan administrasi, biasanya dihitung sebagai persentase dari total pendapatan. Total biaya logistik memberikan gambaran lengkap tentang efisiensi rantai pasok dan kondisi finansial perusahaan secara keseluruhan.

Efisiensi pada bagian distribusi logistik menjadi kunci utama dalam menekan angka ini. Dengan memahami struktur biaya pada berbagai jenis bisnis logistik, perusahaan dapat mengoptimalkan alokasi anggaran dan meningkatkan profitabilitas.

Cara Memantau KPI Logistik Secara Real-Time

Pemantauan KPI secara real-time merupakan langkah strategis yang mendukung tercapainya KPI secara berjkelanjutan. Seiring dengan perkembangan teknologi, saat ini hadir sistem manajemen logistik terintegrasi yang memberikan kemudahan bagi perusahaan untuk mengelola KPI secara otomatis.

Sistem digital ini memungkinkan perusahaan untuk mengakses dashboard digital yang menggambarkan data waktu pengiriman, jumlah stok, kecepatan proses pesanan, dan penggunaan transportasi. Cara memantau KPI lainnya secara aktual adalah dengan menerapkan sistem sensor IoT, GPS, barcode, atau RFID, sehingga perusahaan dapat memperoleh data operasional secara langsung dan otomatis.

Kemudian, data real-time akan dianalisis untuk melihat pola kenaikan atau penurunan performa logistik, mengidentifikasi keterlambatan, dan menjadi dasar pengambilan keputusan. Sistem yang terintegrasi dengan Transportation Management System (TMS) atau ERP membuat proses monitoring lebih efisien. Oleh karena itu, perusahaan harus mengenal perbandingan tms vs manual dispatch efisiensi logistik agar bisa menilai keuntungan penggunaan sistem otomatis.

Salah satu sistem logistik digital adalah Software Logistik ScaleOcean dengan fitur otomatisasi pesanan, pengiriman, dan perhitungan biaya secara akurat. Dengan akurasi yang baik, hal ini mendukung profitabilitas yang lebih baik karena proses pemesanan lebih mudah dan mendorong peningkatan transaksi.

Software ini membantu Anda dalam mengatur barang dan mengoptimalkan distribusi secara real-time. Anda dapat memanfaatkan demo gratis untuk mengeksplorasi cara kerja, fitur, dan alur kerja otomatis untuk merasakan langsung manfaatnya dalam mengelola proses logistik modern bisnis Anda.

Logistik

Panduan Menggunakan dan Menerapkan KPI Logistik yang Efektif

Cara Menggunakan dan Menerapkan KPI Logistik yang Efektif

Langkah-langkah menerapkan KPI logistik dimulai dari tetapkan tujuan bisnis yang jelas, pilih metrik KPI yang relevan, kumpulkan dan analisis data secara konsisten, libatkan seluruh tim, dan tindak lanjut. Berikut adalah cara menggunakan dan menerapkan KPI logistik yang efektif:

1. Tetapkan Tujuan Bisnis yang Jelas

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah tetapkan tujuan bisnis secara keseluruhan, misalnya ingin mengurangi biaya operasional, meningkatkan kepuasan, atau mempercepat waktu pengiriman. Kemudian, setiap KPI yang dipilih harus terhubung langsung dengan tujuan-tujuan strategis tersebut.

2. Pilih Metrik KPI yang Relevan

Selanjutnya, Anda perlu menentukan KPI yang relevan dan dapat mendukung kemajuan tujuan tersebut. Perlu diketahui terlebih dahulu bahwa KPI adalah indikator yang menilai efektivitas suatu proses. Selain itu, pertimbangkan juga konteks bisnis Anda, perbedaan jasa logistik akan memengaruhi prioritas KPI.

3. Kumpulkan dan Analisis Data Secara Konsisten

Hasil KPI yang akurat didukung oleh data yang konsisten dan akurat. Oleh sebab itu, Anda harus mengumpulkan data dari berbagai sumber melalui sistem manajemen transportasi (TMS), sistem manajemen gudang (WMS), atau platform lainnya untuk memperoleh wawasan logistik yang lebih banyak dan terpercaya.

4. Libatkan Seluruh Tim

Untuk mencapai KPI secara maksimal, Anda dapat mengkomunikasikan KPI kepada seluruh tim mengenai pentingnya KPI dan bagaimana kinerja individu atau tim memengaruhinya. Keterlibatan tim menciptakan rasa kepemilikan dan mendorong semua orang untuk bekerja menuju tujuan yang sama.

5. Tindak Lanjut

Langkah terahir adalah Anda harus menindaklanjuti berbagai data dan informasi yang sudah diperoleh dari analisis KPI. Ketika KPI menunjukkan kinerja di bawah target, maka harus ada strategi perbaikan untuk meningkatkan proses tersebut.

Kesimpulan

KPI Logistik adalah alat untuk memastikan proses logistik berjalan optimal dan selaras dengan tujuan bisnis. Metrik ini memberikan visibilitas terhadap performa operasional, membantu mengidentifikasi bottleneck, dan meningkatkan ketepatan pengambilan keputusan. Dengan KPI yang relevan, perusahaan dapat memperbaiki efisiensi dan menekan biaya.

Software Logistik ScaleOcean mengubah operasional logistik menjadi berbasis data. Dengan fitur canggih yang bisa memantau KPI utama seperti on-time delivery dan profitabilitas pengiriman secara real-time, sistem ini mempercepat pengambilan keputusan dan meningkatkan efisiensi rantai pasok. Mulailah dengan demo gratis untuk merasakan manfaatnya secara langsung.

FAQ:

1. Apa itu KPI dalam logistik?

KPI (Key Performance Indicators) logistik adalah syatu indikator yang menunjukkan performa kinerja utama, sehingga memudahkan penilaian aktivitas logistik secara kuantitatif.

2. Apa saja 7-C dalam logistik?

Tujuh prinsip logistik, antara lain:
1. Menghubungkan (Connect)
2. Menciptakan (Create)
3. Menyesuaikan (Customize)
4. Mengkoordinasikan (Coordinate)
5. Mengkonsolidasikan (Consolidate)
6. Berkolaborasi (Collaborate)
7. Berkontribusi (Contribute)

3. KPI gudang apa saja?

KPI gudang meliputi beberapa metrik seperti metrik produktivitas, keuangan, pemanfaatan peralatan, waktu siklus, dan kualitas.

Lara Zafira Rifta
Lara Zafira Rifta
Lara adalah penulis konten dengan 1 tahun pengalaman dalam membuat artikel SEO seputar bisnis, akuntansi, dan operasional. Ia terbiasa menulis konten yang jelas, informatif, dan sesuai kebutuhan brand.

ERP Buat Bisnis Ngebut

Operasional rapi, bisnis makin cepat

ERP Dashboards Demo Gratis
Dekson Sinarmas Bank of China Changi Shalby

Coba Demo Gratis!

Error message
Error message
Error message
Error message
Error message
Error message

Rekomendasi Artikel Terkait

Temukan Artikel Serupa untuk Solusi Bisnis Lebih Lengkap