Perusahaan Manufaktur: Pengertian, Ciri-ciri, serta Contohnya

ScaleOcean Team
Posted on
Share artikel ini

Perusahaan manufaktur memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian dengan mengubah bahan mentah menjadi produk jadi yang siap untuk dipasarkan. Proses ini melibatkan penggunaan mesin, tenaga kerja terampil, dan teknologi untuk menghasilkan barang dalam jumlah besar. Hasil produksi kemudian didistribusikan ke pasar melalui berbagai saluran, baik grosir maupun eceran.

Di Indonesia, industri manufaktur mencakup berbagai industri seperti otomotif, tekstil, makanan dan minuman, serta elektronik. Dengan kontribusinya yang signifikan terhadap ekonomi dan penyediaan lapangan kerja, perusahaan manufaktur merupakan pilar utama dalam pembangunan industri nasional. Artikel ini akan membahas lebih lanjut tentang pengertian dan ruang lingkup perusahaan manufaktur.

starsKey Takeaways
  • Perusahaan manufaktur adalah industri yang mengubah bahan baku menjadi barang jadi melalui proses produksi.
  • Ciri perusahaan manufaktur adalah memiliki proses produksi terstruktur, mesin produksi, dan sistem kontrol kualitas.
  • Contoh perusahaan manufaktur multinasional yang beroperasi di Indonesia meliputi Toyota Motor Manufacturing Indonesia, LG Electronics Indonesia, dan Astra Honda Motor.
  • Software manufaktur Scaleocean mengefisiensikan operasional berbagai macam perusahaan manufaktur dengan fitur canggih seperti perencanaan produksi, BOM, inventaris real-time,.

Coba Demo Gratis!

requestDemo

Apa itu Perusahaan Manufaktur?

Perusahan manufaktur adalah unit usaha dalam industri manufaktur yang berfokusyang mengubah bahan baku atau bahan mentah menjadi barang jadi melalui proses produksi. Industri ini memproduksi berbagai jenis barang, mulai dari produk konsumsi hingga perangkat elektronik dan peralatan medis.

Aktivitas utama perusahaan manufaktur meliputi pembuatan, perakitan, atau pengolahan produk fisik yang kemudian dipasarkan kepada konsumen atau digunakan di sektor industri lainnya. Proses produksi yang sistematis ini melibatkan penggunaan teknologi dan sumber daya manusia untuk menghasilkan barang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Perusahaan manufaktur di Indonesia memproduksi berbagai produk yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti mi instan, gula, makanan ringan, sepeda motor, mobil, pakaian, dan celana.

Ciri-ciri Perusahaan Manufaktur

Ciri-Ciri Perusahaan Manufaktur

Perusahaan manufaktur fokus pada pengolahan bahan mentah atau setengah jadi menjadi produk yang siap digunakan. Karakteristik perusahaan manufaktur mencakup proses produksi yang terstruktur dan penggunaan mesin atau tenaga kerja terampil.

Namun, tidak semua perusahaan yang menghasilkan produk siap pakai bisa disebut sebagai perusahaan manufaktur. Berikut adalah beberapa ciri-ciri perusahaan manufaktur yang perlu Anda ketahui:

1. Memproduksi Barang Fisik

Perusahaan manufaktur menghasilkan produk berwujud yang dapat digunakan langsung oleh konsumen atau bisnis, seperti mesin, elektronik, pakaian, dan komponen industri. Perusahaan mengolah bahan mentah menjadi barang jadi melalui proses produksi yang terencana dan terukur. Oleh karena itu, aktivitas produksi menjadi inti dari seluruh kegiatan operasional perusahaan manufaktur.

Selanjutnya, fokus pada produk fisik membuat perusahaan manufaktur harus menjaga konsistensi kualitas dan kuantitas produksi. Perusahaan tidak hanya memproduksi barang, tetapi juga memastikan produk tersebut siap bersaing di pasar. Inilah yang membedakan manufaktur dari perusahaan jasa dan perdagangan.

2. Memiliki Proses Produksi Terstruktur

Perusahaan manufaktur menjalankan proses produksi melalui tahapan yang jelas, mulai dari persiapan bahan, perakitan, pemrosesan, hingga tahap finishing, termasuk dalam skema toll manufacturing yang menekankan pembagian peran produksi. Setiap tahapan memiliki standar operasional yang mengatur kualitas, waktu, dan metode kerja. Dengan demikian, perusahaan dapat menjaga stabilitas output produksi.

Selain itu, proses yang terstruktur membantu perusahaan mengontrol risiko kesalahan dan pemborosan. Perusahaan dapat memantau setiap tahap produksi secara lebih akurat. Hal ini membuat kinerja operasional menjadi lebih efisien dan terukur.

3. Mengelola Tiga Jenis Inventaris

Perusahaan manufaktur mengelola bahan baku, barang dalam proses, dan barang jadi sebagai bagian penting dari sistem produksinya. Ketiga jenis persediaan ini saling terhubung dan menentukan kelancaran alur produksi. Oleh karena itu, perusahaan harus mengelolanya secara terintegrasi dan konsisten.

Selanjutnya, pengelolaan inventaris yang baik membantu perusahaan mencegah kekurangan bahan baku maupun penumpukan stok. Perusahaan dapat mengontrol biaya penyimpanan dan risiko kerusakan barang. Dengan demikian, perusahaan mampu menjaga efisiensi operasional secara berkelanjutan.

4. Menggunakan Mesin dan Peralatan Khusus

Perusahaan manufaktur mengandalkan mesin dan peralatan produksi untuk mempercepat proses kerja dan menjaga konsistensi kualitas produk. Mesin pemotong, sistem perakitan otomatis, dan peralatan pemrosesan menjadi bagian utama dalam operasional pabrik. Oleh sebab itu, investasi mesin menjadi hal yang tidak terpisahkan.

Aplikasi pabrik kelapa sawit juga dapat mengoptimalkan penggunaan mesin dan peralatan di sektor ini, memastikan efisiensi dan pengelolaan yang lebih baik. Selanjutnya, penggunaan mesin membantu perusahaan meningkatkan kapasitas produksi tanpa menambah beban tenaga kerja secara signifikan.

5. Tenaga Kerja Terampil

Perusahaan manufaktur mempekerjakan tenaga kerja terampil seperti operator mesin, teknisi, dan staf produksi. Setiap peran memiliki tanggung jawab yang jelas dalam mendukung kelancaran proses produksi. Oleh karena itu, perusahaan perlu memastikan kompetensi setiap pekerja.

Selain itu, tenaga kerja terampil dalam struktur organisasi perusahaan manufaktur membantu perusahaan mengoperasikan mesin secara optimal dan aman. Perusahaan juga dapat meminimalkan kesalahan produksi yang berpotensi menimbulkan kerugian. Dengan demikian, produktivitas perusahaan dapat meningkat secara konsisten.

6. Memiliki Sistem Quality Control

Perusahaan manufaktur menerapkan sistem quality control untuk menjaga standar mutu produk. Perusahaan melakukan inspeksi, pengujian, dan pemantauan produksi secara berkala. Oleh sebab itu, perusahaan dapat mendeteksi masalah sejak dini.

Selanjutnya, quality control membantu perusahaan mempertahankan kepercayaan pelanggan. Produk yang konsisten mendorong loyalitas pasar dan reputasi merek. Dengan demikian, perusahaan dapat menjaga daya saing di tengah persaingan industri.

7. Skala dan Volume Produksi Besar

Perusahaan manufaktur umumnya memproduksi barang dalam jumlah besar untuk memenuhi permintaan pasar. Volume produksi yang tinggi memungkinkan perusahaan menekan biaya per unit. Oleh karena itu, perusahaan dapat menawarkan harga yang lebih kompetitif.

Selain itu, skala produksi besar membantu perusahaan menjaga ketersediaan produk di pasar. Perusahaan dapat merespons permintaan konsumen dengan lebih cepat. Hal ini memperkuat posisi perusahaan dalam rantai pasok.

8. Distribusi dan Rantai Pasok Terintegrasi

Perusahaan manufaktur mendistribusikan produk melalui jaringan logistik dan mitra distribusi. Perusahaan merancang alur pengiriman agar produk sampai ke pasar secara tepat waktu sebagai bagian dari contoh rencana operasional ERP yang terstruktur. Oleh sebab itu, distribusi menjadi elemen penting dalam sistem produksi terintegrasi.

Selanjutnya, rantai pasok yang terhubung dalam sistem ERP membantu perusahaan mengurangi keterlambatan dan risiko kerusakan produk. Perusahaan dapat memantau pergerakan barang dari pabrik hingga pelanggan secara real-time. Dengan demikian, kepuasan pelanggan tetap terjaga secara konsisten.

9. Biaya Produksi yang Kompleks

Perusahaan manufaktur menanggung biaya bahan baku, tenaga kerja, mesin, energi, dan fasilitas produksi. Seluruh komponen biaya ini membentuk struktur biaya yang kompleks. Oleh karena itu, perusahaan perlu mengelolanya secara cermat.

Selain itu, pengendalian biaya membantu perusahaan menjaga margin keuntungan. Perusahaan dapat mengidentifikasi pemborosan dan meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya. Dengan demikian, stabilitas keuangan perusahaan dapat terjaga.

10. Fokus pada Efisiensi dan Produktivitas

Perusahaan manufaktur selalu berupaya meningkatkan efisiensi proses kerja. Perusahaan mengoptimalkan penggunaan mesin, tenaga kerja, dan waktu produksi. Oleh sebab itu, produktivitas menjadi indikator kinerja utama.

Selanjutnya, efisiensi membantu perusahaan menghasilkan output lebih besar dengan biaya lebih rendah. Perusahaan juga dapat meningkatkan daya saing harga di pasar. Hal ini memperkuat keberlanjutan bisnis perusahaan.

11. Pengembangan Produk (R&D)

Perusahaan manufaktur melakukan riset dan pengembangan untuk menciptakan produk baru atau meningkatkan produk yang sudah ada. Perusahaan menyesuaikan desain layout pabrik manufaktur dan fungsi produk dengan kebutuhan pasar. Oleh karena itu, inovasi menjadi bagian penting dari strategi bisnis.

Selain itu, pengembangan produk membantu perusahaan mempertahankan posisi di pasar. Perusahaan dapat mengikuti tren dan teknologi terbaru. Dengan demikian, perusahaan mampu menjaga relevansi merek dalam jangka panjang.

12. Risiko Bisnis yang Tinggi

Perusahaan manufaktur menghadapi risiko fluktuasi harga bahan baku dan perubahan permintaan pasar. Risiko ini dapat memengaruhi stabilitas produksi dan keuntungan perusahaan. Oleh sebab itu, perusahaan perlu melakukan perencanaan yang matang.

Selanjutnya, pengelolaan persediaan yang kurang tepat juga meningkatkan risiko kerugian. Perusahaan dapat mengalami penumpukan stok atau kekurangan bahan baku. Dengan demikian, manajemen risiko menjadi bagian penting dari operasional manufaktur.

13. Penerapan Keberlanjutan Lingkungan

Perusahaan manufaktur mulai menerapkan praktik produksi ramah lingkungan untuk mengurangi dampak limbah dan emisi, termasuk menerapkan cara mengatasi limbah pabrik manufaktur yang sesuai standar. Perusahaan mengoptimalkan penggunaan energi dan menerapkan sistem pengelolaan limbah. Oleh karena itu, keberlanjutan menjadi fokus baru perusahaan manufaktur.

Selain itu, praktik ramah lingkungan membantu perusahaan membangun citra positif di mata pasar. Perusahaan juga dapat memenuhi regulasi dan standar lingkungan yang berlaku. Dengan demikian, perusahaan mampu menjaga keberlangsungan bisnis dalam jangka panjang.

Jenis Perusahaan Manufaktur Menurut Produk Utama dan Contohnya

Apa Saja Contoh Pabrik Manufaktur?Dalam lingkup industri manufaktur yang luas, perusahaan manufaktur dapat dikategorikan berdasarkan fokus dan hasil produksinya seperti industri makanan dan minuman, industri otomotif, industri tekstil, hingga industri logam. Berikut penjelasan lebih detail untuk masing-masing jenis perusahaan manufaktur tersebut:

1. Industri Makanan dan Minuman

Industri makanan dan minuman mengolah bahan baku mentah menjadi produk konsumsi siap saji. Proses produksinya melibatkan teknologi untuk menjaga kualitas dan kesegaran, serta pemantauan ketat untuk memastikan produk aman untuk dikonsumsi. Industri ini juga sangat dinamis, dengan inovasi rasa dan kemasan baru yang terus dikembangkan untuk menarik minat konsumen dan mengikuti tren pasar.

Contoh pabrik manufaktur di bidang makanan dan minuman:

  • PT Indofood Sukses Makmur Tbk (dikenal sebagai produsen mie instan dan camilan)
  • PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (memproduksi keripik dan biskuit)
  • PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (bergerak di bidang pakan ternak)

2. Industri Tekstil

Industri tekstil melibatkan pembuatan bahan kain dan produk tekstil lainnya melalui beberapa proses, seperti pemintalan, perajutan, dan pewarnaan. Setelah bahan kain jadi, perusahaan dapat memprosesnya lebih lanjut untuk menghasilkan pakaian atau barang tekstil. lainnya. Industri ini sangat bergantung pada teknologi untuk memastikan kualitas dan efisiensi dalam setiap tahapan produksi, serta inovasi dalam desain dan tren mode.

Contoh perusahaan manufaktur di bidang tekstik:

  • PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) memproduksi tekstil dan garmen.
  • PT Pan Brothers Tbk adalah produsen tekstil.
  • PT Asia Pacific Fibers Tbk juga bergerak di produksi tekstil.

3. Industri Otomotif

Industri otomotif merupakan sektor yang sangat berkembang, berfokus pada pembuatan kendaraan bermotor, mulai dari mobil penumpang, truk, hingga sepeda motor. Industri ini melibatkan berbagai tahapan seperti desain, perakitan, dan pengujian. Dengan menggunakan teknologi canggih dan lini produksi otomatis, industri otomotif mampu menghasilkan kendaraan dalam jumlah besar dan meningkatkan efisiensi operasional.

Daftar perusahaan manufaktur di Indonesia untuk bidang otomotif:

  • PT Astra Honda Motor (AHM) memproduksi sepeda motor.
  • PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) adalah produsen mobil Toyota.
  • PT Suzuki Indomotor memproduksi mobil merek Suzuki.

4. Industri Farmasi

Industri farmasi memiliki tanggung jawab besar dalam memproduksi obat-obatan yang aman dan efektif. Proses produksi di sektor ini mencakup pencampuran bahan aktif dan eksipien untuk menghasilkan tablet, kapsul, atau cairan. Dengan regulasi ketat dan pengawasan kualitas yang mendalam, industri farmasi memastikan bahwa setiap produk yang dihasilkan memenuhi standar kesehatan dan keselamatan.

Contoh pabrik manufaktur untuk industri farmasi:

  • PT Kalbe Farma Tbk,
  • PT Kimia Farma Tbk, dan
  • PT Dexa Medica.

5. Industri Kimia

Industri kimia menghasilkan berbagai produk yang digunakan di sektor lain, termasuk pupuk, plastik, dan bahan kimia industri lainnya. Proses produksi melibatkan reaksi kimia kompleks yang berlangsung di fasilitas seperti reaktor dan distilasi. Selain itu, industri kimia harus menerapkan standar keselamatan tinggi untuk menghindari risiko kebocoran atau kecelakaan terkait bahan kimia yang digunakan.

Contoh pabrik manufaktur untuk industri kimia:

  • PT Chandra Asri Petrochemical Tbk, memproduksi bahan kimia.
  • Pupuk Indonesia (Persero), fokus pada pupuk.
  • PT Pertamina Lubricants, memproduksi pelumas.

6. Industri Elektronik

Industri elektronik berperan penting dalam kehidupan modern, memproduksi berbagai perangkat seperti smartphone, komputer, televisi, dan peralatan rumah tangga lainnya. Proses produksi melibatkan pengolahan komponen-komponen elektronik kecil seperti semikonduktor, kapasitor, dan resistor. Pabrik elektronik harus menerapkan standar ketat dalam hal kualitas dan keamanan produk, serta melakukan pengujian menyeluruh sebelum memasarkan produk.

Contoh perusahaan manufaktur di Indonesia untuk bidang elektronik:

  • PT Hartono Istana Teknologi (Polytron),
  • PT Sharp Electronics Indonesia, dan
  • PT LG Electronics Indonesia.

7. Industri Logam

Beberapa pabrik manufaktur logam terkemuka memproduksi berbagai produk logam berkualitas tinggi untuk kebutuhan industri. Mereka mengolah bahan mentah menjadi komponen struktural, suku cadang mesin, dan produk jadi dengan teknologi canggih serta standar keselamatan yang ketat. Selain itu, inovasi terus dilakukan untuk meningkatkan efisiensi produksi.

Contoh pabrik manufaktur di industri logam:

  • PT Krakatau Steel (Persero) Tbk,
  • PT Gunung Raja Paksi Tbk, dan
  • PT Ispat Indo.

Pabrik manufaktur memiliki peran vital dalam perekonomian dengan mengolah bahan mentah menjadi produk bernilai tinggi, membuka kesempatan kerja, serta mendorong perkembangan ekonomi secara keseluruhan.

Untuk mendukung efisiensi dan kualitas produksi, perusahaan kini banyak mengandalkan software manufaktur terbaik yang mampu mengotomatisasi berbagai proses produksi secara menyeluruh dan meningkatkan produktivitas.

Manufaktur

Peran Penting Perusahaan Manufaktur

Perusahaan manufaktur memiliki peran penting dalam perekonomian dengan menghasilkan berbagai produk yang dibutuhkan pasar. Dilansir dari data BPS pada Triwulan III-2024, industri pengolahan (manufaktur) tetap menjadi sumber pertumbuhan ekonomi terbesar bagi Indonesia dengan kontribusi mencapai 19,02% terhadap PDB.

Industri ini dapat memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi, penyediaan lapangan kerja, dan peningkatan nilai tambah. Berikut adalah beberapa peran utama yang dimainkan oleh perusahaan manufaktur:

1. Penggerak Ekonomi

Industri manufaktur mendukung pertumbuhan ekonomi karena sektor ini menciptakan produk yang dibutuhkan oleh berbagai jenis industri. Selain itu, sektor ini juga mendorong ekspor dan berkontribusi pada pendapatan negara. Pabrik manufaktur membantu mengurangi ketergantungan terhadap impor, memperkuat ekonomi domestik, dan meningkatkan stabilitas ekonomi nasional.

2. Penyedia Lapangan Kerja

Sektor pabrik manufaktur menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, baik dalam posisi operasional, produksi, maupun pengelolaan. Pabrik-pabrik memerlukan berbagai jenis keterampilan, yang membuka peluang kerja bagi masyarakat dari berbagai latar belakang. Keberadaan perusahaan manufaktur sangat penting untuk menurunkan tingkat pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan sosial.

3. Meningkatkan Daya Saing

Perusahaan manufaktur berfungsi meningkatkan nilai tambah dengan mengubah bahan mentah menjadi produk jadi. Proses ini mendorong daya saing di pasar global, sehingga pentingnya analisis pangsa pasar menjadi dasar untuk memenangkan persaingan di industri manufaktur global. Dengan produk yang relevan dan berkualitas, perusahaan manufaktur Indonesia mampu memperkuat posisi di pasar internasional.

5 Cara Mengembangkan Perusahaan Manufaktur

Untuk mengembangkan perusahaan manufaktur, penting untuk memahami beberapa cara yang dapat membantu meningkatkan efisiensi operasional, kualitas produk, dan daya saing di pasar. Berikut adalah beberapa cara yang dapat diterapkan untuk mengembangkannya secara efektif.

1. Fokus pada Inovasi Produk

Inovasi produk sangat penting untuk tetap kompetitif di pasar yang terus berubah. Perusahaan manufaktur perlu terus melakukan riset dan pengembangan untuk menghasilkan produk baru atau meningkatkan produk yang ada. Dengan cara ini, perusahaan dapat memenuhi kebutuhan pelanggan yang semakin berkembang dan menjaga relevansi di pasar.

2. Implementasi Teknologi dan Automasi

Menggunakan teknologi canggih dan sistem otomatisasi dapat meningkatkan efisiensi produksi dan mengurangi human error. Integrasi sistem ERP dengan IoT dan robotik akan membantu dalam pemantauan real-time, meningkatkan produktivitas, dan menurunkan biaya produksi, sehingga perusahaan bisa bersaing lebih baik dengan para pesaing.

3. Peningkatan Kualitas dan Pengendalian Mutu

Menjaga kualitas produk adalah faktor penting dalam keberhasilan perusahaan manufaktur. Penerapan sistem kontrol kualitas yang ketat serta inspeksi rutin pada setiap tahap produksi dapat membantu mengurangi cacat produk. Hal ini tidak hanya meningkatkan kepuasan pelanggan, tetapi juga mengurangi biaya terkait dengan produk rusak atau penarikan produk.

4. Pengelolaan Sumber Daya Manusia

Tenaga kerja yang terampil berperan penting untuk mendukung 7 contoh kegiatan operasional perusahaan manufaktur. Perusahaan perlu memberikan pelatihan dan pengembangan keterampilan yang berkelanjutan. Selain itu, memberikan kompensasi yang kompetitif dan menciptakan lingkungan kerja yang baik dapat membantu menarik dan mempertahankan tenaga kerja berkualitas.

5. Mematuhi Regulasi dan Standar Industri

Mematuhi regulasi perlu dilakukan untuk menghindari sanksi dan menjaga reputasi perusahaan. Dalam perencanaan kepatuhan, contoh anggaran komprehensif perusahaan manufaktur juga perlu memasukkan biaya audit, sertifikasi, pelatihan K3, dan pengelolaan limbah.

Perusahaan manufaktur harus selalu mengikuti perubahan peraturan dan memastikan kepatuhan terhadap standar kualitas, keselamatan, dan lingkungan. Proaktif dalam beradaptasi dengan regulasi ini akan membantu mengurangi pelanggaran hukum dan meningkatkan kepercayaan pelanggan.

Kelola Perusahaan Manufaktur dalam Satu Platform dengan ScaleOcean

Kelola Perusahaan Manufaktur dalam Satu Platform dengan ScaleOcean

Software manufaktur ScaleOcean membantu mengelola perencanaan produksi, manajemen inventaris, dan pengendalian biaya secara efisien dengan sistem ERP terintegrasi dalam satu sistem. Sistem ini memantau produksi, mengoptimalkan penggunaan bahan baku, dan meningkatkan koordinasi antar departemen untuk mengurangi kesalahan dan meningkatkan kinerja.

Dengan ScaleOcean, perusahaan dapat merencanakan produksi dengan lebih akurat, mengelola biaya secara lebih tepat, serta memantau persediaan dan operasional bisnis secara real-time, meningkatkan efisiensi dan mengurangi pemborosan.

ScaleOcean menawarkan demo gratis bagi perusahaan yang ingin mencoba sistem ERP ini. Berikut adalah beberapa fitur unggulannya:

  • Perencanaan dan Penjadwalan Produksi: ERP memungkinkan perencanaan yang lebih akurat dengan data historis dan permintaan yang terintegrasi, mengurangi risiko overstocking atau kekurangan bahan baku.
  • Kontrol Biaya Produksi: Software ERP memungkinkan pengelolaan biaya yang lebih terperinci, termasuk biaya bahan baku, tenaga kerja, dan overhead, memastikan harga pokok produksi lebih tepat.
  • Pengelolaan Persediaan Real-time: ERP memantau persediaan secara real-time dengan pemberitahuan otomatis saat stok bahan baku menipis, menjaga kelancaran produksi.
  • Auto-pilot Seluruh Operasional Bisnis: Otomatisasi yang dirancang khusus untuk mempermudah operasional bisnis, memungkinkan perusahaan fokus pada strategi pertumbuhan tanpa gangguan operasional.

Kesimpulan

Perusahaan manufaktur adalah industri yang mengubah bahan baku menjadi barang jadi melalui proses produksi terstruktur. Industri ini mencakup berbagai sektor seperti otomotif, elektronik, makanan dan minuman, farmasi, kimia, serta tekstil yang berperan penting dalam memenuhi kebutuhan pasar.

Agar tetap kompetitif, perusahaan manufaktur perlu meningkatkan inovasi, teknologi, kualitas produksi, pengelolaan SDM, serta kepatuhan terhadap regulasi. Software manufaktur ScaleOcean membantu mengelola perencanaan produksi, persediaan, dan biaya dalam satu sistem ERP terintegrasi agar operasional lebih efisien.

Selain itu, ScaleOcean memantau produksi secara real-time dan mengoptimalkan penggunaan bahan baku untuk menekan pemborosan. Dengan sistem yang terukur, perusahaan dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing bisnis. Coba demo gratis ScaleOcean untuk merasakan manfaatnya secara langsung.

FAQ:

1. Apa itu perusahaan manufaktur?

Perusahaan manufaktur adalah bisnis yang mengubah bahan mentah menjadi barang jadi yang siap untuk dijual. Proses ini melibatkan berbagai elemen seperti mesin, tenaga kerja, dan teknologi untuk meningkatkan nilai bahan mentah menjadi produk bernilai tinggi.

2. Bagaimana cara kerja perusahaan manufaktur?

Perusahaan manufaktur memproduksi produk dengan memastikan ketersediaan peralatan dan tenaga kerja untuk memenuhi permintaan. Setelah itu, produk dikirimkan kepada pelanggan sesuai rencana yang telah dibuat.

3. Apa contoh perusahaan manufaktur?

Contoh perusahaan manufaktur di Indonesia meliputi Indofood (makanan), Unilever (barang konsumsi), Astra (otomotif), Semen Indonesia (bahan bangunan), Kalbe Farma (farmasi), Sritex (tekstil), dan Panasonic/LG (elektronik).

Jadwalkan Demo Gratis

Error message
Error message
Error message
Error message
Error message
Error message

Rekomendasi Artikel Terkait

Temukan Artikel Serupa untuk Solusi Bisnis Lebih Lengkap