Dalam bisnis logistik, satu kesalahan kecil dalam dokumen bisa menyebabkan masalah besar. Bayangkan, pengiriman barang Anda tertunda karena data yang tidak cocok, atau Anda harus berhadapan dengan denda dari Bea Cukai. Salah satu penyebab utamanya adalah tidak adanya atau tidak akuratnya packing list.
Tanpa dokumen ini, risiko kesalahan seperti perbedaan jumlah barang dan keterlambatan pengiriman meningkat drastis, menghambat seluruh operasional. Oleh karena itu, daftar kemasberperan penting sebagai jembatan informasi yang akurat, mencegah miskomunikasi, dan memastikan transparansi.
Artikel berikut membahas pengertian packing list, perbedaannya dengan bill of lading, peran pentingnya dalam kelancaran operasional logistik, serta contoh daftar yang digunakan dalam pengiriman barang.
- Packing list adalah dokumen yang memuat rincian lengkap isi kiriman atau kargo, termasuk jenis barang, jumlah, berat, dimensi, dan informasi terkait lainnya.
- Komponen packing list meliputi informasi pembeli dan pengirim, detail barang, lokasi tujuan, nomor bagian, jenis kemasan, dan shipping marks.
- Cara membuat packing list dilakukan dengan mencatat detail barang secara lengkap, mulai dari identifikasi, jumlah, spesifikasi fisik, hingga pemeriksaan ulang sebelum dicetak dan dilampirkan.
- ScaleOcean logistics software dapat membantu pembuatan daftar kemas lebih cepat, akurat, dan terhubung langsung dengan seluruh dokumentasi pengiriman.
1. Apa itu Packing List?
Packing list atau daftar kemas adalah dokumen yang merinci setiap barang dalam pengiriman barang. Dokumen ini memuat informasi detail seperti nama dan alamat pengirim serta penerima, deskripsi barang, jumlah, berat bersih, dan berat kotor.
Meskipun tidak mencantumkan harga, dokumen packing list sangat penting untuk memudahkan pemeriksaan dan manajemen inventaris, mirip dengan surat jalan untuk pengiriman domestik. Namun, daftar pengemasan juga cenderung digunakan dalam kegiatan ekspor-impor, serta juga administrasi inventaris perusahaan.
Dokumen ini juga membantu proses verifikasi oleh penerima maupun otoritas bea cukai, karena memberikan gambaran yang jelas tentang isi pengiriman. Fungsi ini sangat krusial dalam kegiatan ekspor-impor, karena mempercepat pemeriksaan, menghindari kesalahan, dan memastikan terpatutinya SOP packing.
Baca juga: Apa Saja Dokumen Ekspor Impor yang Perlu Disiapkan?
2. Apa Fungsi Utama Packing List dalam Proses Logistik?

Secara garis besar, dokumen ini mencatat kondisi, jumlah, dan spesifikasi khusus barang yang akan dikirim. Dikarenakan adanya informasi tersebut, proses pengerjaan bea cukai juga akan menjadi lebih cepat. Berikut penjelasan lebih lengkap fungsinya:
a. Mempermudah Verifikasi Penerimaan Barang
Ketika barang tiba di lokasi tujuan, pihak consignee menggunakan dokumen daftar barang untuk memverifikasi isi paket. Dengan daftar yang terperinci tentang barang yang seharusnya ada dalam pengiriman, mereka dapat dengan mudah memastikan semua barang yang dikirimkan telah diterima.
b. Meningkatkan Ketepatan Pengiriman Barang
Dokumen packing list berisi rincian yang jelas tentang isi fisik barang yang dikirim, termasuk jumlah, jenis, berat, dan dimensi. Dengan informasi tersebut, Anda dapat memastikan bahwa barang yang dikirim sesuai dengan yang diminta pelanggan.
Sehingga bisa mengurangi risiko kesalahan dalam pengiriman, seperti kekurangan atau kelebihan barang, yang dapat mengganggu proses logistik dan menyebabkan ketidakpuasan pelanggan.
c. Mempermudah Pelacakan Barang
Informasi yang terdapat dalam dokumen tersebut juga mendukung pelacakan barang selama perjalanan dari port of loading hingga tujuan akhir. Dengan mengetahui nomor urut atau nomor seri barang, pihak terkait dapat melacak lokasi dan status pengiriman barang secara lebih akurat.
d. Mendukung Kelancaran Proses Bea Cukai
Saat barang memasuki proses bea cukai, packing list adalah dokumen administrasi logistik yang diperlukan untuk memenuhi persyaratan administratif dan peraturan perdagangan internasional.
Detail terkait barang pada dokumen ini membantu pihak bea cukai menentukan klasifikasi tarif yang tepat dan memastikan proses pengiriman telah sesuai dengan persyaratan impor dan ekspor yang berlaku.
Baca juga: 10 Freight Forwarding Software Terbaik di Indonesia Tahun 2025
3. Apa Saja Komponen Isi Packing List?
Packing list tidak hanya memuat daftar barang, tetapi juga mencakup informasi penting yang dibutuhkan untuk verifikasi, penghitungan, dan pelacakan selama proses pengiriman.
Setiap komponen yang tercantum dalam dokumen ini juga menjadi acuan informasi dalam formulir pengiriman barang nantinya. Dengan demikian, dapat membantu setiap pihak mulai dari pengirim, pihak logistik, hingga penerima, memiliki pemahaman yang sama tentang isi kiriman.
Berikut adalah komponen utama dalam sebuah packing list:
- Informasi Pengirim (Seller/Shipper): Nama lengkap, alamat, dan kontak dari penjual atau pihak yang mengirim barang.
- Informasi Pembeli (Buyer): Nama lengkap, alamat, dan kontak dari penerima atau pembeli barang.
- Deskripsi barang: Menjelaskan jenis atau nama barang yang dikirim, termasuk karakteristiknya agar tidak tertukar dengan item lain.
- Alamat Pengiriman (Consignee/Delivery Address): Lokasi tujuan pengiriman barang jika berbeda dari alamat pembeli.
- Nomor Bagian (Part Number): Digunakan untuk mengidentifikasi item tertentu secara unik, terutama dalam industri manufaktur atau teknik.
- Jumlah Barang: Menunjukkan berapa banyak unit dari masing-masing item yang dikirim dalam paket tersebut.
- Berat Barang: Mencakup berat kotor dan/atau berat bersih barang, yang dibutuhkan untuk keperluan logistik dan perhitungan biaya kirim.
- Ukuran Barang: Biasanya mencantumkan dimensi barang seperti panjang, lebar, dan tinggi, untuk mendukung proses penyusunan dan pengemasan.
- Jenis Kemasan: Menjelaskan bagaimana barang dikemas. Misalnya dalam karton, palet, drum, atau karung, untuk memudahkan penanganan.
- Shipping Marks: Berisi label, kode, atau simbol tertentu yang membantu identifikasi dan penanganan saat pengiriman.
4. Contoh Packing List
Perhatikan contoh berikut ini untuk mengetahui lebih lanjut contoh packing list ekspor untuk pengiriman barang. Misalkan PT Elektronika Canggih perusahaan manufaktur elektronik di Indonesia sedang mempersiapkan pengiriman ekspor ke perusahaan distribusi di Jerman.
Untuk hal ini, mereka perlu memastikan semua dokumen pengiriman termasuk daftar kemasan sudah lengkap dan akurat. Berikut contoh dokumen packing list ekspor:

Dari contoh packing list ekspor di atas, bisnis logistik bisa membuat beberapa keputusan yang berkaitan langsung dengan dokumen tersebut. Informasi di dalam dokumen ini bisa dijadikan acuan untuk membuat semua dokumen ekspor, termasuk commercial invoice, bill of lading, dan certificate of origin.
Berdasarkan berat dan volume total, freight forwarder dapat memilih metode pengangkutan yang paling efisien, baik melalui udara maupun laut. Informasi ini juga membantu dalam negosiasi dengan penyedia layanan logistik untuk mendapatkan tarif yang lebih kompetitif.
Tidak hanya itu, menyebutkan tanggal pengiriman yang jelas membantu perusahaan dalam merencanakan dan mengkoordinasikan pengiriman sehingga dokumen dapat disiapkan dan diserahkan tepat waktu kepada pihak bea cukai. Anda dapat mencari tahu ketentuan bea cukai terbaru di situs resmi mereka.
Baca juga: 5 SOP Pengiriman Barang untuk Meningkatkan Proses Logistik
5. Bagaimana Cara Membuat Packing List?
Cara membuat packing list harus dilakukan secara sistematis dan butuh ketelitian. Hal ini dikarenakan fungsinya sebagai pendukung pembuatan dokumen-dokumen lainnya serta untuk mempermudah proses custom clearance. Berikut adalah langkah-langkah dalam pembuatan daftar barang.
- Identifikasi Barang: Periksa pesanan secara menyeluruh dan catat semua item yang akan dikirim.
- Buat Format Dokumen: Siapkan format dokumen packing list dengan kolom nama barang, jumlah, berat, dimensi, nomor seri, dan keterangan tambahan.
- Isi Detail Barang: Cantumkan nama, deskripsi, merek, model, atau nomor referensi untuk setiap item secara lengkap dan jelas.
- Tuliskan Jumlah dan Spesifikasi Fisik: Lengkapi dengan jumlah, berat, dan dimensi barang. Berikan nomor urut untuk memudahkan pelacakan dan verifikasi.
- Lakukan Pemeriksaan Ulang: Pastikan semua data sudah benar dan sesuai dengan pesanan atau daftar barang.
- Cetak dan Lampirkan Dokumen: Setelah selesai, cetak packing list dan tempelkan pada paket agar mudah diakses oleh penerima saat pengiriman tiba
Dengan mengikuti langkah tersebut, Anda akan punya dokumen yang lengkap dan akurat untuk setiap pengiriman barang. Ini akan membantu memastikan transparansi, akurasi, dan efisiensi dalam proses logistik.
Untuk perusahaan yang menangani banyak pengiriman dan dokumen logistik setiap harinya, penggunaan sistem digital seperti ScaleOcean Logistics ERP dapat membantu Anda untuk menciptakan daftar kemas dengan cepat dan akurat.
Sistem ini dapat menjamin daftar kemas yang digunakan sesuai untuk kebutuhan dokumentasi lainnya, termasuk custom clearance. Tidak hanya meningkatkan efisiensi, penggunaan ERP juga memberikan visibilitas penuh terhadap seluruh proses pengiriman Anda.


6. Kesimpulan
Packing list adalah dokumen logistik penting yang memuat rincian detail barang kiriman, termasuk jumlah, jenis, dan spesifikasi produk. Dokumen ini berperan dalam mempermudah proses verifikasi, pencatatan stok, hingga kelancaran custom clearance dalam proses ekspor-impor, memastikan kelancaran pengiriman antarnegara dan kepatuhan terhadap peraturan bea cukai.
Cara membuat daftar pengemasan yang benar dimulai dari identifikasi barang, pencatatan jumlah dan spesifikasi fisik secara lengkap, hingga pemeriksaan ulang sebelum dicetak dan dilampirkan ke paket. Prosedur ini perlu dilakukan secara sistematis agar akurasi dan efisiensi pengiriman tetap terjaga.
Jika Anda ingin proses ini berjalan lebih cepat dan akurat, coba sistem otomatisasi dokumen logistik dari ScaleOcean. Anda dapat mencoba demo gratis untuk melihat bagaimana sistem kami dapat membantu melancarkan operasional bisnis logistik Anda.
FAQ:
1. Apa yang dimaksud dengan packing list?
Packing list merupakan dokumen penting yang mencantumkan rincian lengkap isi suatu paket atau pengiriman. Dokumen ini berperan penting dalam membantu proses verifikasi dan identifikasi barang, serta mendukung kelancaran kegiatan impor dan ekspor, baik bagi pihak pengirim maupun otoritas seperti bea cukai.
2. Packing list berisi apa saja?
Isi dari packing list mencakup informasi detail tentang pihak-pihak yang terlibat dan barang yang dikirim. Dokumen ini harus memuat nama lengkap, alamat, dan kontak dari pengirim (shipper), pembeli, dan tujuan pengiriman. Selain itu, daftar kemas juga merinci jumlah dan jenis kemasan yang digunakan, seperti kotak atau palet.
3. Packing list dibuat oleh siapa?
Packing list dibuat oleh eksportir atau pengirim, yang berisi rincian lengkap isi kiriman, seperti jenis, jumlah, berat, dan dimensi barang. Dokumen ini berfungsi sebagai referensi penting bagi importir, penyedia logistik, dan petugas bea cukai untuk memverifikasi kesesuaian barang saat proses penerimaan.



