Formulir pengiriman barang yang lengkap dan akurat sangat penting dalam memastikan kelancaran proses pengiriman. Menurut analisis kami dari data ShipBob, sekitar 21% pelanggan melaporkan keterlambatan pengiriman akibat masalah dokumentasi atau kesalahan alamat pada label pengiriman.
Masalah seperti keterlambatan, salah kirim, atau bahkan kehilangan barang sering kali disebabkan oleh kelalaian dalam mencantumkan detail tertentu dalam pengiriman barang. Untuk mencegah masalah tersebut, perusahaan perlu memastikan setiap pengiriman disertai informasi yang tercantum pada formulir pengiriman barang secara lengkap dan akurat.
Artikel ini akan membahas apa saja informasi penting yang tercantum dalam pengiriman barang, jenis, dan contoh formulir untuk memastikan pengiriman berjalan lancar dan tepat waktu. Dengan informasi ini, diharapkan membantu bisnis logistik memastikan proses pengiriman berjalan lancar dan barang sampai ke tujuan.
- Formulir pengiriman barang adalah sebuah dokumen yang menyertai barang yang berisi rincian informasi tentang barang yang akan dikirimkan.
- Informasi yang tercantum pada formulir pengiriman barang meliputi nama, alamat lengkap, nomor telepon, serta rincian barang yang dikirim, termasuk berat, jumlah, dan nilai.
- Fungsi formulir pengiriman barang adalah sebagai bukti pengiriman, identifikasi barang, pelacakan paket yang hilang, dan menunjukkan tanggung jawab atas kerusakan atau kehilangan.
- ScaleOcean, solusi ERP logistik terintegrasi untuk mengoptimalkan pengelolaan dokumen pengiriman barang.
1. Pengertian Formulir Pengiriman Barang
Formulir pengiriman barang adalah dokumen yang mencatat informasi lengkap mengenai pengirim, penerima, serta rincian barang yang dikirim. Dokumen ini berfungsi sebagai panduan bagi kurir dalam proses pengiriman dan sebagai bukti yang dapat diverifikasi oleh semua pihak terkait, memastikan barang sampai dengan tepat dan mengurangi potensi kesalahan logistik.
Formulir ini biasanya disediakan oleh jasa ekspedisi untuk mempermudah proses pengiriman dan pelacakan. Namun, pengirim juga bisa menyiapkan formulir tersebut sendiri. Setelah diisi, formulir ditempelkan pada paket yang akan dikirim.
Selain memberikan informasi, formulir ini juga berfungsi sebagai bukti pengecekan alamat penerima. Ketika paket tiba, penerima dapat memverifikasi pengiriman melalui formulir tersebut.
Dengan adanya formulir tersebut, maka akan mempercepat proses pengiriman barang logistik karena semua informasi yang dibutuhkan kurir telah tersedia dalam formulir tersebut.
2. Apa Saja Informasi Penting yang Tercantum dalam Pengiriman Barang?
Informasi yang tercantum pada formulir pengiriman barang adalah data pengirim dan penerima, mencakup nama, alamat lengkap (termasuk kode pos), nomor telepon, serta rincian barang yang dikirim (nama, berat, jumlah, dan nilai). Formulir ini juga mencakup detail mengenai jasa pengiriman yang dipilih (nama ekspedisi, nomor resi) dan tanggal pengiriman.
Untuk lebih detail, berikut penjelasan mengenai apa saja informasi penting yang tercantum dalam form pengiriman barang:Â
a. Data Pengirim
Pertama, cantumkanlah informasi pengirim pada form pengiriman barang. Catat nama lengkap, alamat asal yang detail, dan nomor telepon aktif. Data ini diperlukan sebagai referensi pihak ekspedisi jika barang gagal dikirim atau perlu dikembalikan ke alamat asal (return).
b. Data Penerima
Setelah itu, lengkapi juga data dari pihak penerima dengan informasi yang detail, seperti nama, nomor telepon yang dapat dihubungi, hingga alamat secara rinci mencakup RT/RW, kota, dan kode posnya. Semakin rinci data yang didalamnya, semakin gampang juga bagi kurir untuk menemukan tempatnya, sehingga resiko paket salah kirim semakin berkurang.
c. Rincian Barang yang Dikirim
Apa saja informasi terkait barang yang dikirim? Nah hal ini mencakup nama barang, berat, jumlah, serta nilai barang yang diperlukan untuk keperluan asuransi pengiriman. Detail ini bantu memastikan pengelolaan barang berjalan lancar dan sesuai ketentuan yang berlaku.
d. Informasi Jasa Pengiriman
Selain itu, informasi yang tercantum pada formulir pengiriman barang adalah data mengenai jasa pengiriman yang digunakan, seperti nama ekspedisi dan nomor resi yang mengidentifikasi paket tersebut. Hal ini memberikan kemudahan untuk melacak status pengiriman.
e. Informasi Tanggal dan Penandatanganan
Lebih dari itu, formulir kirim barang ini juga dipakai untuk mencatat tanggal pengiriman, dan pada kondisi tertentu dilengkapi cap atau tanda tangan dari pengirim maupun penerima. Mengapa data dalam dokumen logistik ini penting? Hal ini karena akan dipakai sebagai bukti resmi bahwa barang sudah dikirim dan diterima sesuai proses yang berlaku.
f. Deskripsi Barang (Jika Diperlukan)
Jika suatu barang yang dikirim memerlukan penanganan khusus, informasi tambahan harus disertakan kedalam formulir pengiriman ini. Data ini membuat penyedia layanan pengiriman tahu lebih tentang pentingnya barang dan dapat memberikan penanganan yang sesuai, terutama untuk barang yang sensitif, rawan rusak, atau memiliki nilai tinggi.
g. Nomor Pelacakan
Terakhir, pihak ekspedisi biasanya mencantumkan nomor pelacakan pada formulir pengiriman. Nah, nomor ini membantu pengirim dan penerima mengecek posisi barang kapan saja, sekaligus melihat status terbaru paket selama proses pengiriman berlangsung.
Umumnya, nomor pelacakan terdiri dari 8 hingga 40 karakter yang menggabungkan angka, huruf, dan tanda hubung. Anda bisa menemukan nomor ini pada label pengiriman atau dalam email konfirmasi yang diterima setelah pengiriman dilakukan.
Baca juga: Perbedaan Telex Release, Express Release Vs. Bill of Lading
3. Apa Fungsi Formulir Pengiriman Barang?
Formulir pengiriman berfungsi untuk mendokumentasikan pengiriman, mengidentifikasi barang, memudahkan pencarian paket yang hilang, serta menunjukkan tanggung jawab atas kerugian atau kerusakan barang selama proses pengiriman.
Untuk lebih detailnya, berikut adalah fungsi formulir pengiriman barang:
a. Dokumentasi Pengiriman
Formulir pengiriman berfungsi sebagai bukti bahwa barang telah dikirimkan dan data pengiriman tercatat dengan rapi. Dengan begitu, setiap transaksi pengiriman dapat dipastikan terdokumentasi dengan jelas untuk keperluan verifikasi atau pengarsipan di kemudian hari.
Misalnya, penggunaan contoh surat jalan barang, yang tidak hanya berfungsi sebagai referensi penting bagi pihak ekspedisi maupun penerima, tetapi juga sebagai alat untuk melacak status pengiriman secara real-time.Â
b. Identifikasi Barang
Formulir ini juga memudahkan kurir atau pihak ekspedisi dalam mengidentifikasi barang yang dikirim. Selain itu, dokumen tersebut memastikan bahwa barang sampai ke penerima yang tepat, mengurangi risiko pengiriman yang salah, dan memberikan estimasi pengiriman yang lebih akurat kepada penerima.
c. Pencarian Paket
Jika terjadi masalah seperti paket hilang, formulir tersebut juga mempermudah proses pencarian atau pelacakan paket. Hal ini memudahkan pihak terkait untuk melacak status pengiriman dan menemukan solusi jika terjadi kendala. Selain itu, arrival notice dapat digunakan untuk memastikan barang sudah tiba di lokasi tujuan dan siap untuk diambil.
d. Pelacakan Pengiriman Barang
Lewat fitur pelacakan barang, Anda bisa memantau posisi dan status terkini paket secara real-time. Caranya pun sangat praktis hanya dengan masukkan nomor resi melalui aplikasi atau situs resmi ekspedisi yang digunakan.
Selain itu, pastikan Anda selalu menerima surat konfirmasi pesanan barang sebagai bukti transaksi yang sah. Dokumen ini diperlukan agar setiap pengiriman bisa dipantau dengan jauh lebih akurat. Efeknya? Baik pelanggan maupun pihak perusahaan bisa sama-sama tenang karena seluruh prosesnya berjalan transparan dan aman.
e. Tanggung Jawab Pengiriman
Formulir pengiriman berfungsi untuk menentukan siapa yang memiliki tanggung jawab atas paket Anda. Apabila barang tersebut hilang atau mengalami kerusakan, formulir ini menjadi dokumen resmi untuk menyelesaikan masalah dengan penerima maupun layanan pengiriman. Dengan demikian, semua pihak mengerti tanggung jawab mereka masing-masing untuk memastikan pengiriman tetap terlaksana dengan aman dan lancar.
Untuk meningkatkan efisiensi dalam proses pengiriman, aplikasi logistik ScaleOcean dapat mempermudah pengelolaan dokumen pengiriman dan memastikan informasi barang tercatat secara akurat, meminimalkan risiko kesalahan, dan meningkatkan kecepatan proses pelacakan.
4. Jenis dan Contoh Formulir Pengiriman Barang
Pembuatan formulir ini penting dalam proses logistik untuk membantu memastikan kelancaran pengiriman barang. Terdapat beberapa jenis formulir berbeda yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan spesifik, dan sesuai dengan barang yang akan dikirim. Berikut ini jenis-jenis contoh dokumen pengiriman barang yang umum digunakan:
a. Formulir Pengiriman Standar
Digunakan untuk barang yang umum dan tidak memerlukan penanganan khusus. Ini berisi informasi dasar seperti nama pengirim dan penerima, alamat tujuan, tanggal pengiriman, serta deskripsi barang. Jenis ini lebih sederhana dan berfungsi untuk memastikan pengiriman dilakukan dengan lancar tanpa hambatan.
Selain itu, surat pengantar barang juga menjadi bagian penting dalam memastikan kelancaran proses pengiriman dan penerimaan barang. Berikut ini gambar formulir pengiriman barang standar yang biasa digunakan untuk kebutuhan logistik umum:
b. Formulir Pengiriman Barang Fragile
Digunakan untuk barang yang mudah rusak seperti kaca, elektronik, atau barang yang rapuh lainnya. Dokumen ini akan memberikan detail informasi mengenai perlakuan khusus yang diperlukan selama pengiriman, seperti tanda “Fragile” pada kemasan. Di bawah ini disajikan contoh formulir pengiriman barang kantor pos khusus untuk barang fragile yang membutuhkan penanganan ekstra:
c. Form Pengiriman Barang Bernilai Tinggi
Digunakan untuk barang bernilai tinggi ekonomi, seperti perhiasan, dokumen penting, atau perangkat elektronik mahal. Ini membutuhkan informasi tambahan mengenai nilai barang, pengaturan asuransi, serta penanganan khusus. Berikut dokumen yang dirancang khusus untuk barang bernilai tinggi dengan perlakuan dan asuransi khusus:
d. Form Pengiriman Barang dengan Layanan Ekspres
Digunakan ketika pengirim memilih layanan ekspres untuk pengiriman barang dalam waktu lebih cepat. Informasi yang dicantumkan opsi pengiriman yang lebih cepat seperti pengiriman hari berikutnya atau pengiriman dalam beberapa jam. Contoh formulir berikut ini diperuntukkan bagi pengiriman barang dengan layanan ekspres guna mempercepat proses distribusi:
e. Form Pengiriman Barang dengan Layanan Pengembalian
Digunakan untuk barang yang dikirim dengan opsi untuk dikembalikan setelah diterima. Mencakup informasi terkait kondisi pengembalian, prosedur packing barang retur, hingga kebijakan pengembalian yang diterima penerima. Berikut adalah contoh formulir dengan opsi layanan pengembalian atau retur:
f. Formulir Pengiriman Barang Cair atau Berbahaya
Digunakan untuk barang yang memerlukan perlakuan ekstra karena sifat kimia barang seperti cairan kimia, obat-obatan, atau barang yang mudah terbakar.
Informasi yang tercantum mengenai sifat bahan, tindakan pencegahan yang perlu diambil selama pengiriman, serta regulasi yang harus diikuti, sesuai dengan peraturan keselamatan yang berlaku. Di bawah ini contoh formulir yang digunakan untuk pengiriman barang cair atau berbahaya sesuai standar keselamatan:
g. Formulir Pengiriman Internasional
Digunakan untuk mengatur pengiriman barang antar negara. Informasi yang tercantum dalam formulir pengiriman barang mencakup pajak dan bea cukai, serta dokumen pendukung lainnya yang diperlukan untuk proses impor dan ekspor.
Misalnya seperti packing list, MAWB atau HAWB, bill of lading, dan certificate of origin. Berikut contoh formulir yang mencakup dokumen kepabeanan dan regulasi impor-ekspor:
5. Tips Saat Mengisi Formulir Pengiriman Barang
Mengisi formulir pengiriman memang terlihat sederhana. Namun, satu data yang keliru bisa membuat paket tertahan, salah alamat, atau sulit dilacak. Agar proses pengiriman berjalan lebih lancar, perhatikan beberapa hal-hal berikut:
- Pastikan Tulisan Jelas dan Mudah Dibaca: Gunakan font dan sizenya yang enak dibaca, ketik rapi dengan spasi 1,5pt, serta hindari penggunaan singkatan yang tidak familiar untuk menghindari kesalahan pemahaman oleh pihak ekspedisi.
- Periksa Ulang Semua Data: Selalu cek ulang isi informasi didalamnya, terutama nama, alamat lengkap, beserta nomor telepon pengirim dan penerima. Karena kesalahan kecil seperti satu angka saja yang salah bisa membuat pengiriman tertunda.
- Gunakan Bahasa yang Mudah Dipahami: Hindari istilah lokal atau bahasa sehari-hari yang mungkin tidak dimengerti oleh petugas di area lain. Gunakanlah bahasa indonesia yang baku dan istilah yang umum dipahami.
- Cantumkan Nomor Telepon yang Aktif: Pastikan nomor telepon yang tertera selalu aktif dan bisa dihubungi saat dibutuhkan, hal ini akan memudahkan koordinasi jika ada masalah selama pengiriman.
- Tuliskan Deskripsi Barang Secara Lengkap: Deskripsikan barang yang dikirim dengan jelas, misalnya “Tepung Terigu” daripada hanya “Tepung”. Jangan lupa sertakan informasi tambahan jika barang memiliki sifat khusus seperti jenis elektronik atau fragile.
- Sesuaikan Satuan Berat dan Dimensi Barang: Jangan lupa untuk menuliskan berat dan dimensi barang sesuai dengan standar yang diterima, seperti kilogram (kg) dan centimeter (cm), agar tidak terjadi kebingungan.
- Simpan Salinan Formulir: Setelah mengisi dan menyerahkan formulir, simpan salinan atau foto formulir tersebut beserta nomor resinya sebagai bukti pengiriman yang sah.
6. Kesimpulan
Berdasarkan artikel dari ZonaTopup, kami mengambil kesimpulan bahwa formulir pengiriman barang dalam e-commerce adalah dokumen yang mencatat informasi rinci mengenai barang yang dikirim, seperti jenis, jumlah, berat, dan tujuan pengiriman. Dokumen ini digunakan oleh perusahaan pengiriman untuk memproses dan melacak pengiriman, serta memastikan barang sampai ke tujuan dengan aman dan tepat waktu.
Selain itu, setiap proses pengiriman memerlukan data pengirim dan penerima yang detail dan akurat agar dapat berjalan lancar. Sebagai bagian dari proses input data, pastikan Anda mengisi formulir pengiriman dengan benar untuk menghindari kendala dalam pengiriman.
Untuk mengoptimalkan pengelolaan pengiriman, ScaleOcean menyediakan software logistik yang terintegrasi dan efisien. Dengan fitur-fitur seperti pelacakan real-time dan manajemen data pengiriman, Scaleocean membantu bisnis meningkatkan akurasi, efisiensi, dan responsivitas dalam operasional logistik. Cobalah demo gratis dan rasakan manfaatnya.
FAQ:
1. Apa yang dimaksud dengan formulir pengiriman barang?
Formulir pengiriman barang adalah dokumen resmi yang memuat informasi detail tentang pengiriman, termasuk data pengirim dan penerima, jenis barang, dan biaya.
2. Apa isi formulir pengiriman barang?
Formulir pengiriman barang memuat data seperti nama lengkap, alamat tujuan, nomor telepon, serta tanggal pengiriman. Biasanya disediakan oleh pihak ekspedisi dalam satu lembar, formulir ini menjadi dasar administrasi pengiriman dan identifikasi penerima barang.
3. Bagaimana cara membuat formulir bukti pengiriman?
Untuk membuat formulir bukti pengiriman, sertakan data penjual, detail kontak, nomor pesanan, deskripsi dan jumlah barang, alamat pengiriman, informasi penagihan, serta tanggal dan waktu pengiriman. Tambahkan kolom tanda tangan penerima sebagai validasi serah terima barang.
4. Apakah kode pos berpengaruh pada pengiriman barang?
Ya, kode pos berperan penting dalam proses pengiriman karena mempercepat penyortiran, meningkatkan akurasi alamat, dan meminimalkan risiko kesalahan distribusi. Kode pos juga membantu sistem logistik menentukan rute pengiriman yang paling efisien.
5. Apa saja informasi yang tercantum dalam formulir pengiriman barang?
Berikut informasi yang wajib tercantum dalam formulir pengiriman barang:
1. Nama Pemesan Barang.
2. Nomor Telepon Pemesan.
3. Alamat Lengkap Pemesan.
4. Kode Pos Alamat Tempat Tinggal.
5. Nomor Resi.
6. Nama Barang yang Dikirim.
7. Berat dan Jumlah Barang.
8. Kesimpulan.

















