10 Jenis Dokumen Pengiriman Barang yang Wajib Diketahui

Posted on
Share artikel ini

Keberadaan dokumen pengiriman barang merupakan aspek penting yang tak boleh diabaikan dalam aktivitas bisnis logistik. Selain berperan sebagai bukti pengiriman yang yang sah, berkas ini juga menjadi pedoman utama yang mengkoordinasikan kerja antara pengirim, penyedia jasa transportasi, dan penerima.

Setiap proses operasional melibatkan berbagai jenis dokumen spesifik yang disesuaikan dengan kebutuhan perjalanan kargo. Oleh karena itu, pemahaman yang menyeluruh mengenai pengelompokan dokumen pengiriman barang, jenis-jenis berkas, serta prosedur pembuatan sangat diperlukan untuk menjaga kelancaran distribusi.

Lewat ulasan ini, kita akan membahas tuntas ragam variannya, langkah pengurusan, hingga kesalahan umum yang wajib dihindari. Kami juga menyertakan contoh dokumen pengiriman barang untuk memberikan gambaran nyata mengenai format dan struktur isinya.

starsKey Takeaways
  • Dokumen pengiriman barang meliputi delivery order, bill of lading, packing list, commercial invoice, airwaybill, certificate of origin, shipping instruction, dan release order.
  • Proses buat dokumen pengiriman barang: pengumpulan informasi, membuat dokumen yang dibutuhkan, validasi, dan pengesahan dokumen.
  • Kesalahan dalam dokumen pengiriman barang: informasi tidak lengkap, deskripsi barang tidak jelas, tidak memenuhi syarat bea cukai, dan mengabaikan ketentuan pengiriman internasional.
  • ScaleOcean adalah ERP logistik yang memudahkan pembuatan dan pengelolaan dokumen pengiriman barang agar proses pengiriman akurat, efisien, dan sesuai regulasi.

Coba Demo Gratis

requestDemo

Jenis Dokumen Pengiriman Barang

Dalam aktivitas logistik, setiap pengiriman barang harus disertai dengan dokumen kelengkapan logistik yang sah untuk memastikan keselamatan operasional. Setiap dokumen memiliki fungsi tertentu yang menghubungkan komunikasi antara berbagai pihak di lokasi. Perhatikan beberapa jenis dokumen pengiriman barang dibawah ini dengan seksama:

1. Delivery Order

Delivery order (DO) merupakan surat jalan yang berisi instruksi penyerahan muatan yang diterbitkan oleh pihak penjual kepada kurir atau armada ekspedisi. Berkas ini merinci jenis, jumlah, dan alamat tujuan produk secara spesifik sekaligus berfungsi sebagai legal basis jika terjadi klaim di kemudian hari.

Untuk memperlancar distribusi, pihak logistik biasanya juga menyertakan surat pengantar barang yang sah selama perjalanan. Dokumen pengiriman barang melalui darat ini nantinya wajib ditandatangani oleh pihak penerima begitu seluruh muatan selesai dibongkar di lokasi tujuan.

2. Bill of Lading (B/L)

Bill of lading berfungsi menjadi bukti resmi bahwa muatan telah masuk ke atas kapal atau sarana transportasi utama. Selain memegang berkas ini, pihak penerima juga perlu memantau arrival notice agar tahu persis kapan kargo mereka siap diambil di area pelabuhan.

Lembar B/L memuat data vital pengiriman mulai dari alamat tujuan, rincian kargo, hingga panduan penanganan khusus selama pelayaran. Agar dinyatakan sah, dokumen wajib ditandatangani oleh penjual, pengirim, serta pembeli sebelum ikut dikirim bersama muatan.

3. Packing List

Packing list adalah daftar rinci barang yang dikemas dalam satu pengiriman, yang mencakup informasi mengenai jumlah, ukuran, dan deskripsi barang yang dikirim. Proses pemeriksaan barang di pelabuhan atau bandara menjadi lebih lancar dan semua barang dapat dimasukkan ke dalam kemasan yang sesuai dengan baik.

4. Commercial Invoice

Selanjutnya ada commercial invoice, yakni nota tagihan formal dalam perdagangan internasional yang diterbitkan eksportir kepada pihak importir. Di dalamnya tertera detail transaksi yang transparan, termasuk harga satuan, nilai total komoditas, hingga kesepakatan metode pembayaran yang berlaku.

5. Airwaybill

Airwaybill berfungsi sebagai perjanjian untuk angkutan udara serta sebagai bukti penyerahan barang antara pengirim dengan perusahaan penerbangan. Dokumen pengiriman barang melalui udara ini mencakup informasi mengenai identitas kedua pihak, detail fisik dari barang yang dikirim, serta jadwal penerbangan yang akan digunakan.

Merujuk pada Peraturan Menteri Perhubungan No. 153 Tahun 2015, diketahui bahwa pengiriman barang melalui jalur udara domestik wajib dilengkapi dengan dokumen pengiriman yang sah dan sesuai standar untuk mencegah penyusupan barang berbahaya.

6. Certificate of Origin (COO)

Certificate of Origin (COO) adalah sertifikat yang berfungsi sebagai bukti resmi yang menjelaskan negara dari mana suatu barang ekspor berasal. Adanya COO mempunyai dampak signifikan terhadap penetapan jumlah tarif bea masuk dan kelancaran pemenuhan peraturan di negara tujuan.

Dilansir dari Kementerian Perdagangan, eksportir yang mengajukan sertifikat asal (SKA) wajib melengkapi dokumen pendukung dengan hasil pindai dokumen asli. Dokumen tersebut meliputi pemberitahuan ekspor barang, Bill of Lading (B/L) atau Airway Bill (AWB), invoice, dan perhitungan struktur biaya produksi barang ekspor.

7. Shipping Instruction (SI)

Berikutnya ada juga berkas shipping instruction yang merupakan panduan teknis yang disusun oleh eksportir untuk disampaikan kepada agen pengiriman atau perusahaan pelayaran. Dokumen ini berfungsi sebagai acuan utama bagi penyedia layanan dalam melaksanakan proses pengiriman barang dengan tepat.

Konten di dalamnya meliputi tipe muatan, lokasi tujuan, serta pilihan metode transportasi melalui darat, laut, atau udara sesuai permintaan pelanggan. Dengan adanya instruksi yang tertulis ini, kemungkinan terjadinya kesalahan dalam rute pengiriman dapat dihindari sejak tahap awal.

8. Release Order (RO)

Release order adalah surat perintah resmi yang memberikan izin pelepasan barang dari gudang atau pelabuhan kepada penerima. Dokumen pengiriman barang melalui laut ini biasanya dikeluarkan oleh pengirim atau perusahaan pengangkutan, sehingga hanya pihak berwenang yang dapat mengambil barang.

Oleh karena itu, dokumen ini sering digunakan di gudang atau terminal untuk menjaga keamanan proses pengeluaran barang. Dalam praktiknya, dokumen ini menjadi syarat utama saat mengurus surat administrasi pengambilan barang agar proses serah terima di gudang berjalan aman.

9. Equipment Interchange Receipt (EIR)

Equipment Interchange Receipt (EIR) adalah dokumen yang mencatat kondisi kontainer atau peralatan pengiriman saat serah terima antara pengirim, penerima, dan pengangkut. Dokumen ini ini mempermudah pelacakan tanggung jawab jika ditemukan cacat atau kerusakan fisik pada unit peti kemas setelah perjalanan.

10. Dokumen Manifest

Terakhir yaitu dokumen manifes, yakni bukti pengiriman massal yang mencatat semua item dalam satu paket besar. Ini memudahkan pengelolaan dan pengawasan barang selama proses bea cukai dan transportasi, dan memastikan distribusi yang jelas dan akurat dalam skala besar.

Contoh Dokumen Pengiriman Barang

Perhatikan contoh situasi berikut ini:

PT Sejahtera Abadi merupakan perusahaan yang bergerak di bidang distribusi alat elektronik. Pada tanggal 17 Mei 2024, perusahaan menerima pesanan dari Toko Maju Jaya Jakarta untuk pengadaan sejumlah komoditas retail, yang langsung direspons oleh Budi Santoso selaku supervisor logistik dengan melakukan verifikasi daftar pesanan.

Setelah memastikan seluruh stok tersedia, Budi bersama timnya segera menyiapkan muatan berupa 5 unit laptop XYZ, 3 unit printer ABC, dan 10 unit mouse wireless. Begitu proses pengemasan selesai, dokumen pengiriman barang dengan nomor resmi SJ-00123 langsung dicetak untuk mendampingi muatan.

Tepat pukul 10.00 WIB, armada truk berangkat menuju lokasi Toko Maju Jaya untuk mengantarkan pesanan tersebut. Setibanya di tujuan, kru angkutan melakukan pembongkaran kargo secara hati-hati, diikuti proses inspeksi fisik bersama Siti Aminah guna memastikan kesesuaian jumlah dan kondisi barang dengan berkas penunjang.

Karena seluruh pemeriksaan menunjukkan hasil yang presisi tanpa ada cacat, operasional distribusi kali ini terbukti berjalan secara smooth sailing. Sebagai validasi akhir, Siti menandatangani berkas tersebut sebagai bukti penerimaan barang yang sah, dengan format lembar dokumen yang terlampir di bawah ini:

Contoh Dokumen Pengiriman Barang

Budi Santoso juga menandatangani dokumen tersebut dan memberikan satu salinan kepada Siti Aminah sebagai arsip Toko Maju Jaya. PT. Sejahtera menyimpan salinan tersebut sebagai bukti pengiriman dan penerimaan barang oleh pihak yang bersangkutan. Dengan adanya surat konfirmasi pengiriman dan penerimaan barang, PT. Sejahtera Abadi berhasil memenuhi pesanan Toko Maju Jaya dengan baik.

Bagaimana Proses Membuat Dokumen Pengiriman Barang?

Ketika Anda membuat dokumen pengiriman barang, pastikan isinya akurat dan lengkap agar proses logistik berjalan lancar dan sesuai dengan peraturan yang ditetapkan. Dokumen ini tidak hanya berfungsi sebagai bukti sah tetapi juga menjadi panduan bagi pihak-pihak yang terlibat. Prosedur pembuatan dokumen ini secara berurutan yaitu:

1. Kumpulkan Informasi Menyeluruh

Pertama, mengumpulkan semua informasi yang relevan terkait barang yang akan dikirim. Seperti deskripsi barang, jumlah, berat, dimensi, nilai barang, serta siapa pengirim dan penerima barang. Cantumkan juga syarat khusus seperti suhu penyimpanan atau bahan berbahaya.

Dengan ini dokumen akan memuat informasi yang akurat sehingga bisa meminimalisir risiko kesalahan dan keterlambatan pengiriman. Informasi yang akurat membantu pelanggan dalam melihat estimasi pengiriman yang lebih tepat, sehingga dapat meminimalisir risiko keterlambatan di lapangan.

2. Buat Dokumen Pengiriman

Buat dokumen pengiriman dengan telitl. Anda dapat menggunakan template standar yang sesuai dengan kebutuhan spesifik pengiriman. Selain itu, gunakan template yang sudah teruji dapat sangat membantu, dan sebagai referensi praktis.

3. Periksa & Validasi Dokumen

Jangan lupa untuk cek ulang semua informasi dalam dokumen untuk memastikan dokumen sudah benar dan konsisten. Pastikan juga dokumen memenuhi semua syarat hukum dan peraturan yang berlaku baik di negara asal maupun tujuan. Proses validasi ini dapat mencegah terjadinya penundaan pengiriman atau denda dari pihak bea cukai.

Misalnya dengan mengecek apakah informasi formulir pengiriman barang sudah memuat informasi yang akurat, apakah barang yang disebutkan dalam dokumen sesuai dengan yang akan dikirim, dan pastikan apakah alamat tujuan sudah benar.

4. Pengesahan Dokumen

Jika sudah valid, Anda bisa mengesahkan dokumen tersebut. Setelah itu, distribusikan dokumen ke semua pihak yang terlibat dalam proses logistik. Baik itu penerima, pengirim, atau vendor logistik, agar koordinasi setiap yang terlibat dapat berjalan dengan lancar. Implementasi aplikasi logistik yang memiliki fitur document management juga dapat mempermudah dan mempercepat proses ini, serta informasi yang dicantumkan konsisten.

Aplikasi logistik seperti ScaleOcean ERP menyediakan modul manajemen dokumen yang terintegrasi, sehingga seluruh proses ini dapat berjalan otomatis dan real-time, mendukung kelancaran operasional bisnis logistik Anda.

Logistik

Kesalahan Pembuatan Dokumen Pengiriman Barang

Selain memastikan proses pembuatannya berjalan secara sistematis, Anda harus memastikan tidak ada kekeliruan sekecil apa pun yang dapat memicu penundaan armada, pembengkakan biaya operasional, atau bahkan jeratan masalah hukum. Oleh karena itu, hindari beberapa kesalahan umum yang sering terjadi di lapangan berikut ini:

1. Informasi Tidak Lengkap

Kekeliruan yang paling sering dijumpai adalah pengisian data yang kurang lengkap, seperti salah menginput jumlah barang, berat, dimensi, hingga detail identitas pengirim dan penerima. Dalam dunia logistik, “the devil is in the details” ketika dokumen kekurangan informasi penting, petugas lapangan terpaksa menangguhkan pengiriman karena berkas harus diperbaiki kembali dari awal.

Dampak berantainya, alur distribusi akan tersendat dan memicu kebingungan bagi seluruh pihak yang terlibat di dalam rantai pasok. Sebagai langkah preventif, mengadopsi rekomendasi document management system bisa menjadi solusi jitu untuk memastikan seluruh informasi tercatat presisi sekaligus memperlancar proses pengantaran kargo.

2. Deskripsi Barang Kurang Jelas

Kesalahan berikutnya adalah mencantumkan deskripsi barang yang terlalu umum atau kurang spesifik. Kekeliruan ini ibarat bom waktu karena berpotensi memicu salah komunikasi serta menyulitkan tim lapangan dalam menangani dan menata barang di area penyimpanan. Sebagai contoh, material berbahaya atau barang pecah belah bisa saja rusak fatal jika karakteristiknya tidak dijabarkan di berkas.

Jika berkaca pada contoh packing list pengiriman untuk kebutuhan ekspor, setiap item wajib diurai secara mendetail meliputi jenis, kuantitas, hingga penanganan khusus demi menjamin keamanan kargo sesuai regulasi. Menyajikan deskripsi yang akurat dan terperinci secara signifikan akan memangkas risiko kerusakan komoditas dan salah kirim ke lokasi tujuan.

3. Tidak Memenuhi Syarat Bea Cukai

Urusan dengan kepabeanan bukanlah hal yang bisa disepelekan karena gagal melewati proses custom clearance bisa berdampak serius bagi kelancaran bisnis Anda. Otoritas berwenang tidak sekadar menahan komoditas Anda di area pabean, tetapi mereka juga memiliki hak penuh untuk menjatuhkan sanksi denda yang bisa mencekik finansial bisnis Anda.

Kelalaian yang kerap memicu masalah ini biasanya berkisar pada dokumen wajib yang absen, kekeliruan mencantumkan nilai barang, hingga luput menyertakan informasi kepabeanan yang diperlukan. Oleh karena itu, menguasai seluruh regulasi dan persyaratan bea cukai sebelum mengirim produk ke luar negeri menjadi agenda wajib bagi setiap pelaku bisnis logistik.

4. Mengabaikan Ketentuan Pengiriman Internasional

Perlu diingat bahwa setiap negara memiliki kebijakan dan standar yang bervariasi dalam mengatur arus masuk komoditas, bahkan beberapa di antaranya memberlakukan pembatasan yang sangat ketat untuk kategori barang tertentu.

Mengabaikan peraturan ini hanya akan menimbulkan berbagai masalah operasional, mulai dari penolakan pengiriman di area perbatasan hingga hukuman denda. Oleh karena itu, Anda perlu melakukan penelitian mendalam terlebih dahulu mengenai persyaratan pengiriman internasional yang berlaku di negara tujuan sebelum melakukan pengiriman.

Permudah Pengelolaan Dokumen Pengiriman Anda dengan ScaleOcean

Permudah Pengelolaan Dokumen Pengiriman Anda dengan ScaleOcean

Melihat kompleksitas contoh dokumen di atas, pengelolaan secara manual tentu berisiko tinggi memicu hambatan operasional. Di sinilah software logistik ScaleOcean hadir sebagai solusi cerdas untuk menyederhanakan seluruh proses pembuatan dan manajemen berkas pengiriman Anda secara instan serta sesuai dengan regulasi yang berlaku pada negara tujuan.

Sistem yang terintegrasi ini mengeliminasi risiko salah input pada dokumen krusial seperti surat jalan, packing list, atau bill of lading. Keunggulan ini mempercepat validasi berkas, meningkatkan efisiensi operasional, serta memastikan setiap pengiriman berjalan tepat waktu tanpa hambatan.

Semua kebutuhan administrasi pengiriman dapat dilakukan secara digital, sehingga operasional logistik Anda lebih tertata dan mudah diawasi. Dengan sistem yang terintegrasi dan otomatis, Anda bisa memantau setiap tahap pengiriman secara real-time tanpa harus repot mengelola dokumen manual.

Untuk merasakan kemudahan tersebut, coba demo gratis ScaleOcean Logistics ERP untuk memahami bagaimana software kami dapat meningkatkan akurasi serta kecepatan proses pengiriman barang Anda. Selain itu, sistem ini dilengkapi dengan berbagai fitur unggulan yang dirancang khusus untuk mendukung dan mempermudah setiap aktivitas pengiriman dalam operasional logistik Anda.

  • Booking Management Otomatis: Memudahkan pengiriman dengan sistem booking yang terintegrasi untuk berbagai moda transportasi (laut, udara, darat), memastikan kapasitas dan jadwal sesuai kebutuhan.
  • Document Management System (DMS): Mengelola semua dokumen pengiriman seperti surat jalan, packing list, bill of lading, dan dokumen bea cukai dalam satu platform digital yang mudah diakses dan diaudit.
  • Customs Clearance Integration: Mendukung pembuatan dan pengiriman dokumen kepabeanan secara otomatis sesuai peraturan terbaru, mengurangi risiko penahanan barang dan denda.
  • Real-time Shipment Tracking: Memberikan nomor pelacakan unik dan update status pengiriman secara real-time, membantu koordinasi antar pihak dan transparansi informasi.
  • Margin Calculation dan Cost Control: Menghitung biaya dan margin keuntungan tiap pengiriman secara otomatis, membantu Anda memaksimalkan profitabilitas sekaligus meminimalkan kesalahan pencatatan biaya.
  • Integrasi dengan Sistem Kepabeanan Nasional (CEISA 4.0): Memastikan proses clearance lebih cepat dan sesuai regulasi Indonesia, mempermudah compliance dan pengawasan dokumen pengiriman.

Kesimpulan

Dalam proses pengiriman barang, pembuatan dokumen pengiriman yang tepat dan terstruktur dapat menjamin kelancaran serta keakuratan pengiriman. Berbagai jenis dokumen dan contoh surat pengiriman barang seperti delivery order, bill of lading, packing list, commercial invoice, dan dokumen pendukung lainnya memiliki fungsi spesifik untuk proses logistik.

Oleh karena itu, pengumpulan data yang lengkap dan validasi dokumen secara cermat harus dilakukan agar proses pengiriman berjalan sesuai standar dan regulasi yang berlaku. Untuk mengoptimalkan proses tersebut, penggunaan software logistik seperti ScaleOcean dapat sangat membantu.

Software logistik ScaleOcean menawarkan fitur lengkap untuk pembuatan dan pengelolaan dokumen pengiriman barang. Anda dapat mencoba demo gratis untuk merasakan langsung bagaimana sistem ini meningkatkan efisiensi dan akurasi administrasi pengiriman, sekaligus membantu memastikan kepatuhan terhadap peraturan perdagangan dan bea cukai.

FAQ:

1. Apa yang dimaksud dengan dokumen pengiriman barang?

Dokumen pengiriman barang adalah berkas yang berisi keterangan detail tentang barang yang dikirim. Dokumen ini dipakai sebagai dasar proses administrasi oleh pihak terkait, seperti pengirim, penerima, ekspedisi, hingga pelabuhan, baik dalam bentuk cetak maupun digital.

2. Surat pengiriman barang namanya apa?

Surat pengiriman barang umumnya disebut surat jalan. Dokumen ini juga dikenal sebagai delivery order atau bill of lading, yang berfungsi sebagai bukti tertulis pengiriman barang dari pengirim ke penerima dan disertakan saat barang dikirim hingga diterima.

3. Bukti pengiriman barang disebut?

Bukti pengiriman barang disebut Proof of Delivery (POD). Dokumen ini merupakan catatan resmi yang menegaskan bahwa barang telah diterima oleh pihak tujuan, sekaligus menjadi tanda bahwa proses pengiriman atau logistik telah selesai.

4. Apakah faktur termasuk dokumen pengiriman?

Ya, faktur termasuk dokumen pengiriman. Faktur komersial berperan penting karena diterbitkan untuk pembeli sebagai bagian dari proses administrasi sebelum barang dikirim ke tujuan.

ERP Buat Bisnis Ngebut

Operasional rapi, bisnis makin cepat

ERP Dashboards Demo Gratis
Dekson Sinarmas Bank of China Changi Shalby

Coba Demo Gratis!

Error message
Error message
Error message
Error message
Error message
Error message

Rekomendasi Artikel Terkait

Temukan Artikel Serupa untuk Solusi Bisnis Lebih Lengkap