5 Contoh Surat Jalan Pengiriman Barang, Format dan Fungsinya

ScaleOcean Team
Posted on
Daftar Isi [hide]
Share artikel ini

Seringkah Anda menghadapi keterlambatan pengiriman atau barang yang tidak sesuai pesanan? Hal ini disebabkan oleh administrasi dokumen yang tidak terorganisir, sehingga detail barang tidak terverifikasi dengan baik sebelum pengiriman. Kesalahan administrasi ini bisa menyebabkan hambatan, biaya tambahan, dan keluhan pelanggan.

Untuk itu, surat jalan pengiriman barang yang lengkap dan akurat sangat diperlukan. Dokumen ini berfungsi sebagai bukti sah pengiriman sekaligus memastikan bahwa setiap detail barang, termasuk jumlah dan spesifikasi, telah diverifikasi dengan tepat antara pengirim, kurir, dan penerima.

Artikel ini akan membahas tentang apa itu surat jalan barang, fungsi krusialnya, hingga format dan template profesional yang dapat digunakan. Selain itu, proses pembuatan surat jalan dapat dioptimalkan dengan software logistik seperti ScaleOcean, yang membantu mengurangi kesalahan input manual dan mempercepat proses administrasi untuk kelancaran alur logistik.

starsKey Takeaways
  • Surat jalan adalah dokumen penting dalam proses pengiriman barang, yang berfungsi sebagai bukti pengiriman dan penerimaan barang.
  • Surat jalan barang berfungsi sebagai bukti sah pengiriman, mendukung pencatatan stok, membantu audit, serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi logistik.
  • Cara membuat surat jalan: cantumkan judul, identitas pengirim & penerima, nomor & tanggal surat, rincian barang, info pengemudi & kendaraan, serta tanda tangan pengirim, penerima, dan pengantar
  • Software Logsitik ScaleOcean dapat mengoptimalkan pengelolaan surat jalan barang secara digital dan memantau status logistik agar alur distribusi tetap berjalan optimal.

Coba Demo Gratis!

requestDemo

Apa itu Surat Jalan Pengiriman Barang?

Surat jalan pengiriman barang adalah dokumen yang berfungsi sebagai bukti sah penyerahan dan penerimaan barang untuk tujuan verifikasi dan pelacakan selama proses logistik. Dokumen ini berisi informasi tentang identitas pengirim dan penerima, rincian produk yang dikirim.

Disebut juga sebagai delivery order atau bill of lading, dokumen ini adalah salah satu contoh dokumen pengiriman barang yang berperan penting dalam operasional bisnis karena sebagai bukti pengiriman resmi yang memastikan barang terkirim sesuai pesanan.

Dokumen ini dikirim bersama barang dan wajib diberikan ke penerima saat barang tiba untuk memastikan proses pengiriman berjalan sesuai prosedur. Dokumen ini juga mempermudah pencatatan stok, mendukung transparansi transaksi, serta membantu dalam penyelesaian klaim jika terjadi masalah dalam pengiriman.

Apa Fungsi Surat Jalan Barang?

Apa Fungsi Utama Surat Jalan Pengiriman Barang?

Surat jalan barang berfungsi sebagai bukti sah proses pengiriman dan penerimaan barang, membantu kelancaran pencatatan administrasi, serta menjadi acuan dalam pengajuan klaim asuransi apabila terjadi masalah. Untuk lebih detailnya, berikut fungsi surat jalan pengiriman barang:

1. Tanda Pengiriman Barang

Surat jalan berfungsi sebagai bukti bahwa barang telah dikirim dari pengirim kepada penerima. Hal ini memastikan bahwa pengiriman terjadi sesuai dengan jadwal yang disepakati, memberikan kejelasan mengenai kondisi barang selama perjalanan.

2. Mempermudah Pencatatan Administrasi

Surat jalan barang memudahkan pencatatan transaksi antara pengirim dan penerima secara lebih sistematis. Hal ini juga berperan dalam mengelola persediaan barang, mempermudah perhitungan pajak, serta memastikan semua data tercatat dengan akurat.

3. Sebagai Dokumen Pengawasan

Selain sebagai tanda pengiriman barang, surat jalan juga berfungsi untuk mengawasi barang yang dikirim. Terutama untuk barang-barang berharga atau sensitif, dokumen ini membantu memantau kondisi barang selama proses pengiriman, mengurangi risiko kerugian.

4. Dasar Klaim Asuransi

Jika barang mengalami kerusakan atau kehilangan selama pengiriman, contoh surat jalan dari perusahaan menjadi dokumen kunci untuk mengajukan klaim asuransi. Dengan demikian, pihak pengirim dan penerima dapat melindungi nilai barang yang dikirim dengan lebih baik.

5. Melakukan Rekonsiliasi dengan Manajemen Persediaan

Fungsi surat jalan adalah sebagai dokumen yang membuktikan bahwa produk telah keluar gudang perusahaan. Dengan dokumen ini, pihak gudang dapat memverifikasi apakah pembayaran telah dilakukan oleh klien sebelum barang dikeluarkan.

6. Sebagai Bukti Pencatatan Persediaan

Surat jalan juga digunakan untuk mencatat pergerakan barang dalam pembukuan perusahaan, seperti barang masuk, keluar, atau retur. Dengan adanya surat jalan, perusahaan dapat mengelola stok lebih efektif dan meminimalisir kesalahan data akibat human error atau sistem error.

7. Menjamin Legalitas Perusahaan

Dokumen surat jalan juga menunjukkan legalitas transaksi dalam pengiriman produk. Surat ini menjadi bukti sah bahwa proses pengiriman telah dilakukan oleh pihak yang berwenang, seperti petugas pengantar barang atau sopir, memastikan bahwa setiap transaksi tercatat dengan benar dan sah.

Apa Saja Komponen Surat Jalan Pengiriman Barang?

Surat jalan pengiriman barang memiliki beberapa komponen penting yang wajib dicantumkan, seperti nomor surat, tanggal pengiriman, identitas pengirim dan penerima, serta detail barang yang dikirimkan.

Setiap elemen ini memastikan proses pengiriman berjalan lancar, akurat, dan sesuai prosedur. Komponen formulir pengiriman barang ini juga membantu menjaga transparansi administrasi logistik. Berikut komponen utama surat jalan pengiriman barang:

1. Nomor Surat

Setiap surat jalan barang harus memiliki nomor surat unik sebagai referensi. Nomor ini menjadi identifikasi khusus dokumen, mempermudah pelacakan status pengiriman dan verifikasi transaksi. Nomor surat jalan ini juga krusial untuk pencatatan akuntansi dan audit internal perusahaan.

2. Tanggal Pengiriman

Tanggal pengiriman pada surat jalan barang mencatat waktu pasti barang terkirim sesuai jadwal yang ada. Kejelasan tanggal ini penting untuk akurasi pencatatan, pemantauan real-time, dan menghindari sengketa terkait keterlambatan. Informasi ini meliputi tanggal keberangkatan dan estimasi waktu tiba.

3. Identitas Pengirim dan Penerima

Identitas pengirim dan penerima wajib tercantum jelas di surat jalan barang. Ini mencakup nama lengkap, alamat, dan detail kontak masing-masing pihak. Informasi ini krusial untuk memastikan barang terkirim ke pihak yang benar di lokasi yang tepat, meminimalkan risiko kesalahan pengiriman.

4. Rincian Barang

Rincian barang pada surat jalan memberikan deskripsi lengkap mengenai muatan yang dikirim. Ini mencakup jenis, jumlah, satuan, serta informasi tambahan seperti berat atau volume barang. Detail yang akurat menghindari kesalahpahaman dan sengketa antara pengirim dan penerima, serta memudahkan verifikasi barang saat diterima.

5. Tanda Tangan Penerima

Tanda tangan penerima adalah komponen krusial yang berfungsi sebagai bukti sah bahwa barang telah diterima. Dokumen ini harus mencantumkan nama jelas penerima, tanggal penerimaan, serta jabatan atau perusahaannya. Tanpa tanda tangan ini, validitas penerimaan barang tidak dapat dijamin.

6. Kop Surat

Kop surat pada surat jalan barang menunjukkan identitas resmi perusahaan pengirim. Elemen ini penting untuk profesionalisme dan legalitas dokumen. Kop surat biasanya berisi logo perusahaan, nama, alamat, dan informasi kontak resmi pengirim.

7. Alamat Pengiriman

Alamat pengiriman adalah elemen krusial yang memastikan barang tiba di lokasi tujuan yang benar. Informasi ini harus lengkap, mencakup nomor gedung, lantai, unit, kode pos, dan nomor kontak yang aktif. Kesalahan alamat bisa menyebabkan penundaan atau bahkan kehilangan barang.

8. Informasi Tambahan

Surat jalan barang dapat juga menyertakan informasi tambahan yang relevan untuk kelancaran pengiriman. Misalnya, nomor plat kendaraan pengiriman, nama sopir, atau instruksi khusus mengenai penanganan barang. Detail ini membantu pihak terkait dalam mengelola dan memproses pengiriman dengan lebih efisien.

Contoh Surat Jalan Barang dan Formatnya

Format surat jalan pengiriman barang harus memiliki struktur yang jelas dan sistematis. Hal ini penting agar pencatatan dan pelacakan pengiriman bisa dilakukan dengan mudah. Dengan mengikuti format yang tepat, surat jalan dapat menjadi alat yang efektif dan efisien dalam mengelola proses pengiriman barang.

Untuk memahami lebih lanjut tentang surat jalan pengiriman barang, kita bisa melihat contoh skenario pengiriman berikut. Misalnya, PT Maju Sejahtera, perusahaan distributor elektronik, menerima pesanan dari PT Elektronik Jaya pada 1 Mei 2024. Pesanan tersebut meliputi 10 unit televisi LED 55 inci, 5 unit kulkas dua pintu, dan 15 unit mesin cuci otomatis.

Setelah proses pengemasan selesai, PT Maju Sejahtera mengandalkan jasa ekspedisi PT Cepat Kirim untuk mengirimkan barang tersebut. Dalam hal ini, surat jalan barang memiliki peran penting untuk mencatat detail pengiriman secara resmi.

Dengan demikian, surat jalan membantu memastikan kelancaran proses dan berfungsi sebagai dokumentasi penting yang diperlukan untuk setiap transaksi pengiriman. Untuk lebih tergambarkan, berikut contoh surat jalan barang dari PT Maju Sejahtera:

Contoh surat jalan barang #1

Untuk mempermudah pengelolaan surat jalan barang dan pemantauan distribusi secara keseluruhan, penggunaan software logistik ScaleOcean dapat menjadi solusi. Software ini memungkinkan tim untuk mengotomatisasi pembuatan dokumen pengiriman secara akurat dan efisien, serta memastikan setiap barang yang dikirim tetap terpantau dan sampai ke tangan penerima sesuai dengan perencanaan logistik yang telah ditentukan.

Pada skenario kedua, PT Maju Jaya, sebuah perusahaan manufaktur alat elektronik di Jakarta, menerima pesanan dari Toko Elektronik Sejahtera di Bandung. Pesanan tersebut terdiri dari 50 unit kipas angin dan 30 unit blender. Barang-barang ini dikirim langsung dari gudang pusat PT Maju Jaya di Jakarta ke toko di Bandung.

Dalam kasus ini, format surat jalan pengiriman barang akan mencatat informasi penting, seperti daftar barang yang dikirim, termasuk jumlah masing-masing barang, serta detail pengirim dan penerima. Selain itu, dokumen ini biasanya dilengkapi dengan tanda tangan dari kedua belah pihak.

 

Contoh Surat Jalan Pengiriman Barang #2

Dari kedua skenario tersebut, dapat disimpulkan bahwa surat jalan berfungsi sebagai dokumen resmi yang mencatat detail penting tentang pengiriman barang, seperti kuantitas, jenis barang, dan informasi pihak terkait.

Dengan demikian, surat tersebut juga berperan sebagai bukti validasi dalam seluruh proses logistik. Untuk memudahkan pembuatannya, berikut tersedia template contoh surat jalan barang yang dapat Anda edit dan sesuaikan dengan kebutuhan pengiriman barang.

Contoh Penerapan Surat Jalan Pengiriman Barang dalam Berbagai Bisnis

Surat jalan ekspedisi merupakan dokumen yang krusial dalam proses pengiriman barang. Dokumen ini berperan sebagai bukti bahwa barang telah dikirim dari pengirim ke penerima, serta mencantumkan rincian barang yang dikirim. Berikut adalah contoh surat jalan ekspedisi untuk berbagai kebutuhan industri:

1. Contoh Surat Jalan Pengiriman Barang Penyedia Layanan Internet

Contoh Surat Jalan Pengiriman Barang Penyedia Layanan Internet

Surat Keterangan Jalan ini dikeluarkan oleh PT. Telkomsel untuk memberikan izin kepada staff Technical Support membawa barang milik perusahaan. Barang yang dibawa, yaitu baterai 8 blok, akan dipindahkan dari Site Tapus Pampangan ke Site Sedyomouloy OKI.

2. Contoh Surat Jalan Ekspedisi Pupuk

Contoh Surat Jalan Ekspedisi Pupuk

Surat jalan ini menginformasikan pengiriman pupuk/kompos dari Panorama Pancar Mas ke PT. GRAHA MITRA BERSAMA. Barang yang dikirim adalah pupuk dengan merek GreenGrow (Kompos) yang terdiri dari 300 zak masing-masing berisi 10 kg. Barang diterima pada tanggal 27 Februari 2024.

3. Contoh Surat Jalan Barang Usaha Minyak Bumi

Contoh Surat Jalan Barang Usaha Minyak Bumi

Surat jalan ini mencatat pengiriman BBM non-subsidi dari PT Adiguna Bumi Petrol ke PT. Nusantara Logistik Utama. Dokumen ini mencantumkan informasi penting seperti nomor kendaraan, jenis produk, jumlah (8.000 liter), dan tanggal pengiriman. Selain itu, penerima diingatkan untuk memeriksa kondisi segel dan memastikan jenis serta volume BBM sesuai saat pengiriman.

4. Contoh Surat Jalan Ekspedisi Konstruksi

Contoh Surat Jalan Ekspedisi Konstruksi

Surat ini ditujukan kepada PT Hutama Karya Infrastruktur untuk proyek pembangunan jembatan sungai Barumun. Pada 24 Juni 2025, barang yang dikirim berupa Excavator PC200 dalam kondisi baik, dengan informasi nomor barang BL 1203. Penerima dan pihak terkait diminta menandatangani surat sebagai bukti penerimaan.

5. Contoh Surat Jalan Ekspedisi Usaha Printing

Contoh Surat Jalan Ekspedisi Usaha Printing

Contoh surat jalan dari perusahaan ini menunjukkan pengiriman barang oleh PT Java Anima Darmaja kepada PT Tunas Dwipa Matra pada tanggal 1 Juni 2025. Barang yang dikirim meliputi komputer Lenovo, printer Epson, kabel USB Type-C, hingga mouse Logitech.

Untuk mempermudah pembuatan dan pengelolaan surat jalan barang, banyak perusahaan kini menggunakan aplikasi logistik, seperti ScaleOcean. Aplikasi ini memungkinkan pencatatan dan pelacakan pengiriman barang secara real-time, mengurangi risiko kesalahan, dan memastikan kelancaran proses pengiriman.

Logistik

Cara Membuat Surat Jalan Pengiriman Barang

Untuk membuat surat jalan pengiriman barang, siapkan format yang mencakup judul, identitas pengirim dan penerima, nomor serta tanggal surat, rincian barang (nama, jumlah, satuan, harga, kondisi), informasi pengemudi dan kendaraan, serta kolom tanda tangan pengirim, penerima, dan pengantar sebagai bukti legalitas.

Kemudian, cetak tiga salinan (untuk pengirim, penerima, dan ekspedisi). Pastikan juga surat jalan ditandatangani oleh pengirim dan penerima sebagai tanda keabsahan dokumen dalam proses pengiriman. Berikut adalah langkah-langkah dalam pembuatan surat tersebut:

1. Tentukan Informasi Utama

Mulailah dengan mencantumkan nama dan alamat lengkap pengirim, termasuk kontak yang aktif. Selanjutnya, tuliskan nama dan alamat penerima beserta informasi kontak yang jelas. Cantumkan juga tanggal pengiriman untuk mencatat kapan barang dikirim. Terakhir, berikan nomor surat jalan sebagai identifikasi unik dokumen tersebut.

2. Rincian Barang

Detail barang harus mencakup nama, jenis, dan jumlah dengan satuan yang tepat, seperti pcs, kg, atau liter. Selain itu, tambahkan berat atau volume barang agar informasi lebih lengkap. Selain itu, sertakan keterangan khusus bila barang membutuhkan penanganan khusus atau memiliki risiko, misalnya rawan pecah.

3. Informasi Transportasi

Catat nama pengemudi yang bertanggung jawab atas proses pengiriman barang. Jangan lupa untuk mencantumkan nomor plat kendaraan yang digunakan selama pengiriman agar memudahkan identifikasi dan pelacakan selama perjalanan.

4. Tanda Tangan dan Stempel

Terakhir, cara membuat surat jalan pengiriman barang adalah memastikan surat jalan dilengkapi tanda tangan pengirim sebagai bukti penerimaan barang. Begitu juga tanda tangan penerima untuk mengonfirmasi penerimaan barang. Selain itu, stempel perusahaan pengirim atau penerima dapat memperkuat keabsahan surat jalan.

Bagaimana Alur Kerja Surat Jalan Pengiriman Barang?

Dengan mengikuti alur kerja yang sistematis, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi logistik, memastikan akurasi pengiriman, serta menjaga transparansi dalam setiap transaksi. Berikut adalah tahapan utama dalam alur kerja surat pengiriman barang:

a. Penerimaan Pesanan dan Persiapan Dokumen

Proses pengiriman berlangsung saat perusahaan menerima pesanan dari pelanggan atau mitra bisnis. Tim administrasi kemudian menyusun dokumen pengiriman, termasuk surat jalan yang mencantumkan informasi lengkap seperti jenis barang, jumlah, alamat tujuan, dan nomor referensi pengiriman.

b. Pengecekan dan Pengemasan Barang

Sebelum barang terkirim, tim gudang melakukan verifikasi untuk memastikan kesesuaian barang dengan pesanan. Pengecekan meliputi jumlah, kondisi fisik, dan kelengkapan barang. Setelah itu, barang dikemas sesuai standar keamanan untuk menghindari kerusakan selama perjalanan.

c. Verifikasi dan Penandatanganan Surat Jalan

Setelah barang siap kirim, surat jalan memerlukan verifikasi ulang untuk memastikan semua informasi tercantum dengan benar. Dokumen ini kemudian ditandatangani oleh pihak pengirim sebagai konfirmasi bahwa barang telah diproses dan siap dikirimkan. Langkah ini juga menjadi dasar pencatatan dalam administrasi perusahaan.

d. Pengiriman Barang ke Penerima

Pengiriman barang berlangsung sesuai jadwal menggunakan layanan ekspedisi atau armada internal perusahaan. Surat jalan menjadi acuan bagi kurir atau tim logistik dalam memastikan barang tersebut sesuai dengan dokumen yang telah ada.

e. Konfirmasi Penerimaan Barang

Saat barang tiba di lokasi tujuan, penerima melakukan pengecekan akhir untuk memastikan barang yang diterima sesuai dengan yang tercantum dalam surat jalan. Jika tidak ada masalah, penerima menandatangani surat jalan sebagai bukti telah menerima barang dalam kondisi baik dan sesuai pesanan.

f. Arsip dan Dokumentasi

Surat jalan yang telah ditandatangani kemudian diarsipkan oleh perusahaan sebagai bukti transaksi. Dokumen ini juga menjadi referensi penting dalam proses audit, rekonsiliasi data stok, dan pencatatan laporan keuangan. Dengan dokumentasi yang terstruktur, perusahaan dapat menjaga akurasi data dan transparansi operasional.

Apa Saja Masalah Umum dalam Penggunaan Surat Jalan Barang?

Apa Saja Masalah Umum dalam Penggunaan Surat Jalan Barang?

Penggunaan surat jalan barang seringkali mengalami beberapa masalah umum yang memengaruhi kelancaran proses pengiriman. Dalam konteks kepabeanan, notul bea cukai juga bisa muncul ketika terdapat ketidaksesuaian data impor yang berpengaruh pada kelancaran distribusi.

Berikut adalah beberapa masalah terkait penggunaan surat loading barang yang harus secepatnya terselesaikan agar pengiriman berjalan dengan lancar dan sesuai prosedur.

1. Kesalahan Penulisan Informasi

Kesalahan dalam menuliskan informasi seperti nama, alamat, atau jumlah barang dapat menyebabkan miskomunikasi. Hal ini dapat mengakibatkan kesalahan seperti barang terkirim ke alamat yang salah atau tidak sesuai dengan yang tercantum, memperlambat proses penyelesaian dan meningkatkan risiko pelanggan mengajukan klaim barang.

2. Kehilangan atau Kerusakan Barang

Surat jalan seringkali tidak mencatat kondisi barang dengan rinci. Ketika barang sampai, kerusakan atau kehilangan barang bisa terjadi. Jika tidak ada bukti yang memadai dalam surat jalan, klaim terhadap perusahaan pengiriman bisa menjadi rumit. Oleh karena itu, penting untuk mencatat kondisi barang secara rinci dan akurat..

3. Pengiriman yang Tidak Tepat Waktu

Walaupun surat jalan sudah mencatat informasi pengiriman dengan benar, hal tersebut tidak selalu menjamin ketepatan waktu pengiriman. Faktor eksternal seperti cuaca buruk atau masalah logistik lainnya dapat menyebabkan keterlambatan. Oleh karena itu, penting untuk selalu melakukan pemantauan terhadap pengiriman untuk menghindari masalah waktu.

Bagaimana Strategi yang Tepat Agar Pengiriman Barang Lebih Efisien?

Efisiensi pengiriman barang terpengaruhi oleh penggunaan surat jalan yang benar. Dengan menerapkan strategi yang tepat, proses pengiriman bisa berjalan lebih lancar dan terhindar dari masalah. Berikut adalah beberapa strategi untuk meningkatkan efisiensi pengiriman barang dengan menggunakan surat jalan.

1. Standarisasi Penggunaan Surat Jalan

Standarisasi penggunaan surat jalan berperan agar konsistensi pembuatan dan pengelolaan dokumen pengiriman sama. Dengan format yang seragam, setiap pihak yang terlibat dalam pengiriman, mulai dari pengirim hingga penerima, dapat dengan mudah melacak status barang.

Selain mengurangi potensi terjadinya kesalahan, proses ini memastikan semua informasi yang tercatat dengan baik. Standarisasi juga mempermudah audit dan pengecekan barang, sehingga pengiriman dapat berlangsung lebih cepat dan tepat sesuai prosedur yang telah ada.

2. Pencatatan Digital Surat Jalan

Menggunakan aplikasi logistik untuk pencatatan surat jalan secara digital mempermudah proses pengiriman barang. Sistem ini memungkinkan pembuatan surat jalan secara otomatis, yang mengurangi risiko kesalahan penulisan atau kehilangan dokumen.

Software logistik ScaleOcean dapat membantu Anda mengelola pembuatan surat jalan elektronik dengan lebih efisien yang melancarkan berbagai aspek operasional logistik di perusahaan Anda.

Dengan fitur-fitur canggih sesuai dengan kebutuhan industri, software logistik ScaleOcean dapat mengoptimalkan manajemen pengiriman barang secara lebih efektif dan hemat waktu. Pencatatan digital mempermudah pemantauan pengiriman barang secara real-time dan memudahkan pencocokan data dengan mudah.

Selain itu, sistem digital ini mengurangi penggunaan kertas dan mempercepat alur kerja, sehingga dapat meningkatkan efisiensi operasional bisnis Anda secara keseluruhan.

Buat Surat Jalan Lebih Cepat dan Akurat dengan Software Logistik ScaleOcean
Buat Surat Jalan Lebih Cepat dan Akurat dengan Software Logistik ScaleOcean

Dalam industri logistik, dokumentasi kargo dan pengangkutan yang efisien, termasuk pembuatan dan pengelolaan surat jalan, sangat penting untuk memastikan kelancaran distribusi barang. ScaleOcean menghadirkan solusi otomatisasi yang memungkinkan perusahaan mengurangi kesalahan manual, mempercepat proses dokumentasi, serta meningkatkan transparansi dalam setiap pengiriman.

ScaleOcean menawarkan demo gratis bagi bisnis yang ingin melihat langsung bagaimana sistem ini dapat menyederhanakan pengelolaan surat jalan. Selain itu, perusahaan juga dapat memanfaatkan dukungan CTC Grant untuk memperoleh insentif dalam penerapan software logistik ini.

Dengan fitur-fitur canggih, bisnis dapat mengoptimalkan operasional logistik dan memastikan semua dokumen terkait pengiriman tersusun dengan rapi. Berikut ini merupakan fitur unggulan software logistik ScaleOcean yang mendukung pembuatan dan pengelolaan surat jalan lebih efisien:

  • Tracking Shipment: Memungkinkan pelacakan pengiriman barang secara real-time, memastikan setiap dokumen dapat terpantau secara akurat hingga barang tiba di tujuan.
  • Booking Management: Mengelola pemesanan dan pengiriman barang dengan sistem yang dapat terhubung langsung dengan pencetakan serta digitalisasi surat, meminimalkan kesalahan dalam dokumen pengiriman.
  • Custom Clearance: Mendukung pengelolaan dokumen kepabeanan, termasuk surat jalan, untuk memastikan kelancaran proses ekspor dan impor sesuai regulasi yang berlaku.
  • Margin Calculation: Menghitung biaya pengiriman dengan akurasi tinggi dan menghubungkannya dengan dokumen surat jalan untuk mencatat transaksi logistik secara lebih transparan.
  • Integrasi dengan Sistem Bea Cukai: Memastikan kelengkapan dokumen logistik, termasuk surat jalan, dalam operasional ekspor dan impor agar sesuai dengan regulasi kepabeanan.

Dengan fitur-fitur tersebut, ScaleOcean membantu bisnis logistik meningkatkan efisiensi, mengurangi risiko kesalahan administrasi, serta memastikan kelancaran proses pengiriman barang dengan dokumentasi yang lebih akurat dan real-time.

Kesimpulan

Surat jalan barang adalah dokumen penting dalam pengiriman barang yang berfungsi sebagai bukti sah dan konfirmasi penerimaan barang. Dokumen ini memiliki peran penting dalam proses pengiriman barang supaya berjalan dengan lancar dan aman.

Dalam proses pengiriman barang, surat jalan ini memastikan bahwa semua informasi terkait barang telah diverifikasi dengan tepat sebelum pengiriman dilakukan, mencegah kesalahan yang dapat berakibat pada penundaan atau biaya tambahan.

Untuk mempermudah pengelolaan pengiriman dan memastikan akurasi data, gunakan Software Logistik ScaleOcean. Dapatkan efisiensi lebih dengan otomatisasi dan integrasi real-time. Coba demo gratis kami untuk merasakan langsung manfaatnya dalam meningkatkan kinerja operasional Anda.

FAQ:

1. Surat jalan barang dibuat oleh siapa?

Surat jalan barang disiapkan oleh pengirim (perusahaan, toko, atau supplier) yang bertanggung jawab atas pengiriman, biasanya oleh staf gudang atau administrasi yang berwenang, sebagai bukti resmi bahwa barang telah dikirim dari penjual ke pembeli dan mencantumkan detail barang yang dikirim.

2. Langkah membuat surat pengiriman barang?

Cara Membuat Surat Pengiriman Barang:
1. Cantumkan Identitas Pengirim dan Penerima.
2. Sertakan Nomor dan Tanggal Surat.
3. Detail Barang yang Dikirim.
4. Metode Pengiriman dan Resi.
5. Penjelasan Tambahan.
6. Penutupan dan Tanda Tangan.

3. Surat jalan isinya apa saja?

Surat jalan memuat informasi penting terkait pengiriman barang, seperti identitas pengirim dan penerima, rincian barang (jenis, jumlah, satuan), nomor dan tanggal surat, kendaraan serta nama pengemudi, dan kolom tanda tangan pengirim dan penerima sebagai bukti sah penerimaan barang, serta berfungsi sebagai dokumen legalitas pengiriman dan penagihan.

Jadwalkan Demo Gratis

Error message
Error message
Error message
Error message
Error message
Error message

Rekomendasi Artikel Terkait

Temukan Artikel Serupa untuk Solusi Bisnis Lebih Lengkap