Apa itu Supervisor (SPV) Produksi dan Tanggung Jawabnya

Posted on
Share artikel ini

SPV produksi adalah seorang profesional yang bertanggung jawab mengawasi dan memastikan jalannya proses produksi agar berjalan lancar dan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Supervisor produksi tugasnya memastikan semua tahapan produksi berjalan efektif dan efisien, dengan mengelola tim dan sumber daya untuk mencapai hasil maksimal.

Perusahaan perlu memahami peran supervisor produksi untuk mencegah masalah yang dapat timbul akibat pengawasan yang kurang, khususnya di bisnis manufaktur. Misalnya, kesalahan dalam pengaturan alur produksi dapat mengakibatkan keterlambatan, pemborosan, atau kerugian finansial yang signifikan.

Di artikel ini, Anda akan menemukan informasi lengkap pengertian, tugas SPV produksi, hingga skill apa saja yang dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam memilih kandidat yang tepat. Informasi ini juga membantu dalam merancang sistem produksi yang lebih efisien dan efektif untuk perusahaan.

starsKey Takeaways
  • SPV produksi adalah tenaga profesional yang bertanggung jawab mengawasi seluruh tahapan produksi serta mengelola tim agar tetap bekerja produktif dan terorganisir.
  • Tugas utama supervisor produksi yaitu menyelesaikan kendala operasional, memastikan standar keselamatan kerja, dan meliputi penyusunan laporan rutin, serta evaluasi sistem.
  • Software manufaktur ScaleOcean memfasilitasi evaluasi operasional rutin melalui penyediaan data lapangan akurat guna mengidentifikasi hambatan alur kerja dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya produksi perusahaan.

Coba Demo Gratis

requestDemo

1. Apa itu SPV Produksi?

SPV produksi adalah seorang profesional yang bertanggung jawab untuk memantau dan memastikan proses produksi di pabrik berjalan dengan lancar, efisien, serta memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan.

Menurut data BPS tahun 2024, proporsi tenaga kerja di sektor industri manufaktur mencapai 13,84% dari total angkatan kerja nasional. Angka ini menunjukkan bahwa sektor manufaktur tetap menjadi tulang punggung penting dalam menyerap tenaga kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Di balik tingginya kontribusi ini, terdapat peran strategis yang dijalankan oleh para Supervisor Produksi (SPV Produksi).

SPV Produksi memegang kendali operasional di lini produksi, mulai dari perencanaan, pengawasan, hingga evaluasi proses kerja. Selain itu, perannya juga penting sebagai perantara antara tim produksi dan manajemen puncak dalam perusahaan. Mereka memainkan peran penting dalam mengawasi proses produksi serta memastikan bahwa target produksi tercapai dengan baik.

2. Apa Tugas dan Tanggung Jawab SPV Produksi?

Apa Tugas dan Tanggung Jawab SPV Produksi?SPV produksi bertugas mengawasi dan memastikan proses produksi berjalan lancar dan efisien, sekaligus memenuhi standar kualitas yang sudah ditentukan. Keberhasilan operasional sebuah bisnis manufaktur sangat bergantung pada kemampuan pengawasan di lapangan yang dilakukan secara konsisten dan terukur oleh seorang supervisor. Secara lebih rinci, berikut tugas dan tanggung jawab utama supervisor produksi:

a. Mengawasi dan Mengelola Proses Produksi

SPV Produksi bertanggung jawab memantau seluruh tahapan produksi, mulai dari perencanaan dan penerimaan bahan baku hingga produk jadi. Mereka memastikan proses berjalan lancar dan hasil akhir memenuhi standar kualitas yang ditetapkan perusahaan. Selain itu, pengawasan detail membantu mencegah cacat produk dan penundaan produksi.

Selain itu, mengawasi proses produksi secara terus-menerus memungkinkan SPV untuk segera mengidentifikasi dan mengatasi masalah yang muncul selama tahapan produksi. Dengan pemantauan yang efektif, SPV dapat mengoptimalkan alur kerja, menjaga efisiensi, dan mengurangi pemborosan yang mungkin terjadi.

b. Mengelola Tim Produksi

Tugas supervisor produksi memberikan arahan dan bimbingan kepada anggota tim produksi untuk memastikan pekerjaan sesuai prosedur dan jadwal. Mereka juga mengkoordinasikan pembagian tugas serta menjaga komunikasi efektif agar seluruh tim dapat bekerja dengan produktif dan terorganisir.

c. Menyelesaikan Masalah Produksi

Ketika masalah muncul, seperti kerusakan mesin, kekurangan bahan, atau kendala kualitas barang jadi, SPV produksi harus bertindak cepat untuk menemukan solusi. Mereka berkoordinasi dengan tim teknis dan pemasok agar gangguan dapat diminimalisir, sehingga proses produksi tetap berjalan optimal dan target produksi terpenuhi tepat waktu.

d. Memastikan Keamanan Lingkungan Kerja

SPV berperan penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dengan menerapkan standar keselamatan. Mereka mengawasi kepatuhan terhadap prosedur keamanan serta memberikan pelatihan jika diperlukan. Dengan demikian, risiko kecelakaan dapat ditekan, dan kesehatan pekerja tetap terjaga.

e. Melakukan Pelaporan Produksi

Berikutnya, tugas SPV produksi adalah rutin menyusun laporan yang mencakup hasil produksi, kendala, dan pencapaian tim. Laporan ini disampaikan kepada manajer sebagai bahan evaluasi dan pengambilan keputusan. Transparansi informasi membantu perusahaan mengidentifikasi area yang perlu perbaikan dan menyusun strategi ke depan.

Dengan dukungan sistem manufacturing terbaik, proses pengumpulan data dan pelaporan menjadi lebih akurat dan efisien karena sistem ini mampu mengintegrasikan berbagai informasi produksi secara real-time. Hal ini memungkinkan SPV untuk memantau kinerja tim dan kondisi mesin secara langsung, sehingga laporan yang disusun mencerminkan situasi aktual di lapangan.

Manufaktur

f. Meningkatkan Efisiensi dan Produktivitas

Supervisor produksi tugasnya juga aktif mencari metode untuk meningkatkan efisiensi proses produksi melalui evaluasi rutin dan inovasi. Mereka mengusulkan perbaikan workflow, penggunaan teknologi, serta pengoptimalan sumber daya. Upaya ini mendukung pencapaian target produksi dengan biaya dan waktu yang lebih efektif.

Software manufaktur ScaleOcean bisa mempermudah supervisor dalam melakukan evaluasi operasional rutin melalui penyediaan data lapangan yang akurat. Sistem ini membantu Anda mengidentifikasi hambatan alur kerja secara cepat sehingga usulan perbaikan workflow menjadi lebih tepat sasaran.

Sistem ini mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya perusahaan untuk mendukung pencapaian target produksi dengan biaya yang lebih terkendali. Fitur-fitur canggih di dalamnya membantu supervisor menjalankan proses produksi yang lebih efektif dan waktu yang lebih efisien.

g. Mengelola Stok Bahan Baku dan Persediaan

SPV juga bertugas untuk memastikan bahan baku selalu tersedia dalam jumlah yang cukup dan berkualitas agar proses produksi berjalan lancar. SPV harus mempu bekerja sama secara aktif dengan bagian gudang dan procurement untuk menjaga kelancaran supply chain.

Koordinasi aktif tersebut memastikan sinkronisasi yang kuat dalam seluruh alur manajemen rantai pasok, mulai dari pengadaan bahan mentah hingga produk siap dikirim ke konsumen.

h. Menyelesaikan Masalah selama Proses Produksi

Supervisor produksi di departemen produksi bertanggung jawab untuk menyelesaikan masalah yang mungkin muncul selama proses produksi. Hal ini dilakukan untuk memastikan kelancaran dan kecepatan proses produksi.

Selain itu, pengujian produk secara berkala juga menjadi bagian penting dalam proses ini, memastikan bahwa setiap produk memenuhi standar kualitas yang ditetapkan dan masalah kualitas dapat terdeteksi lebih awal.

i. Mengevaluasi Sistem Produksi

Salah satu wewenang supervisor produksi adalah melakukan evaluasi terhadap sistem produksi secara terus-menerus. Hal ini bertujuan untuk mengidentifikasi area yang masih dapat ditingkatkan untuk mencapai efisiensi proses produksi.

Dengan demikian, supervisor produksi bertanggung jawab untuk mengatur, menyelesaikan masalah, dan terus memperbaiki sistem produksi demi efektivitas dan efisiensi yang optimal.

3. Keterampilan yang Harus Dimiliki SPV Produksi

Supervisor produksi juga harus memiliki keterampilan mendalam mengenai proses kerja di lini produksi secara menyeluruh. Skill dan keunggulan yang harus dimiliki SPV harus mampu memastikan kelancaran operasional, mengelola tim, dan mencapai target produksi dari perusahaan.

Berikut skill dan keterampilan yang harus dimiliki SPV Produksi, yaitu:

a. Memahami Proses Produksi Secara Menyeluruh

Kemampuan yang paling penting adalah memahami secara mendalam seluruh alur produksi, mulai dari penerimaan bahan baku hingga produk jadi. Termasuk memilih jenis mesin yang tepat, karakteristik bahan baku, hinga standar kualitas produk. Skill ini sangat penting untuk meminimalkan kesalahan proses, mengoptimalkan hasil produksi, dan mempercepat waktu penyelesaian tanpa ada downtime produksi.

b. Kemampuan Kepemimpinan

SPV juga harus memiliki skill leadership yang tinggi di area produksi untuk mengarahkan, mengendalikan, dan memotivasi tim agar tetap menjalankan setiap tugasnya berjalan lancar. Penting juga memiliki kemampuan mengambil keputusan cepat dan tepat, terutama saat terjadi gangguan operasional, menjadi kunci keberhasilan dalam mempertahankan ritme produksi dan menjaga stabilitas kerja tim.

c. Kemampuan Komunikasi

Supervisor juga harus memiliki komunikasi yang tanggap agar tidak terjadi miskomunikasi dalam pelaksanaan tugas harian, serta mampu menjelaskan instruksi kerja dengan jelas kepada tim. Skill ini juga penting untuk melaporkan perkembangan kepada manajemen, serta menjalankan koordinasi sebaik mungkin dengan departemen lain di perusahaan manufaktur.

d. Pengetahuan tentang Keselamatan Kerja

SPV juga harus memahami pentingnya SOP keselamatan kerja di area produksi, termasuk pemakaian APD seperti di industri F&B atau farmasi, penanganan bahan kimia, dan evakuasi darurat. Supervisor produksi juga harus memastikan seluruh tugas staff produksi mematuhi SOP yang ada demi mencegah kecelakaan kerja di lantai produksi.

e. Kemampuan Organisasi dan Manajemen Waktu

Penting juga untuk memiliki skill koordinasi tim, organisasi, dan manajemen waktu yang memudahkan penataan jadwal kerja produksi, mengatur rotasi shift, dan menyusun prioritas pekerjaan. Skill ini akan membantu SPV dalam menghindari penumpukan pekerjaan dan memastikan target produksi tercapai tepat waktu.

Selain itu, struktur organisasi perusahaan manufaktur yang jelas sangat mendukung manajemen waktu dan koordinasi. Dengan pembagian tugas yang terorganisir dengan baik, setiap anggota tim tahu tanggung jawabnya, sehingga mempermudah pengaturan waktu dan pengelolaan alur produksi.

f. Pengetahuan tentang Sistem Manufaktur Modern

Supervisor manufaktur produksi juga harus memiliki pemahaman mendalam mengenai teknologi dan smart manufacturing yang digunakan di perusahaan. Contohnya seperti implementasi dan cara kerja software ERP untuk perusahaan manufaktur, lean manufacturing, 5S, atau six sigma yang digunakna untuk menciptakan efisiensi produksi secara menyeluruh.

Selain itu, pemahaman mengenai sistem akuntansi manufaktur juga sangat penting bagi supervisor. Dengan sistem yang tepat, supervisor dapat memantau dan mengelola biaya produksi secara efektif, memastikan pengalokasian sumber daya yang efisien, dan mendukung pengambilan keputusan yang berbasis data.

4. Kesimpulan

SPV produksi merupakan tenaga profesional yang memegang kendali operasional untuk memastikan seluruh proses di pabrik berjalan lancar dan efisien. Peran strategis ini mencakup tahap perencanaan, pengawasan, hingga evaluasi kerja guna memenuhi target produksi serta standar kualitas perusahaan.

Tanggung jawab utama posisi ini meliputi pengelolaan tim, penyelesaian masalah teknis mesin, hingga penjagaan sinkronisasi alur manajemen rantai pasok. Supervisor produksi juga rutin menyusun laporan hasil kerja sebagai bahan evaluasi manajemen dalam menentukan strategi perbaikan workflow.

Penggunaan software manufaktur ScaleOcean mendukung tugas supervisor melalui integrasi data lapangan secara real-time untuk proses pelaporan yang lebih akurat. Anda dapat mencoba demo gratis ScaleOcean untuk mengoptimalkan efisiensi dan koordinasi kerja di setiap lini produksi perusahaan.

FAQ:

1. SPV produksi kerja apa?

Seorang supervisor produksi bertanggung jawab atas semua tahapan pembuatan barang yang akan dijual kepada konsumen dari awal sampai akhir. Selain itu, mereka bertugas memastikan seluruh barang diproduksi tepat waktu dan sesuai dengan kuantitas yang ditetapkan.

2. Apa saja tugas seorang supervisor produksi?

Tanggung jawabnya mencakup perencanaan dan penugasan tugas harian, pemantauan hasil produksi, pemeliharaan peralatan, serta pelatihan karyawan. Mereka juga melakukan implementasi inisiatif peningkatan berkelanjutan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produk.

3. Apa tugas seorang production supervisor?

Supervisor bertugas mengatur dan mengawasi pelaksanaan setiap tahapan dalam proses produksi. Mereka juga harus menjamin agar pembuatan obat sesuai dengan prosedur pengolahan dan pengemasan batch (batch record) demi menjaga standar kualitas yang ketat.

Jadwalkan Demo Gratis

Error message
Error message
Error message
Error message
Error message
Error message

Rekomendasi Artikel Terkait

Temukan Artikel Serupa untuk Solusi Bisnis Lebih Lengkap