Apa itu Bahan Penolong dan Perbedaannya dengan Bahan Baku

Posted on
Share artikel ini

Ketidakakuratan dalam pengelolaan stok bahan penolong dapat berdampak buruk pada stabilitas operasional dan efisiensi biaya manufaktur Anda. Hal ini memicu peningkatan biaya akibat penghentian produksi mendadak, pemborosan anggaran karena penggunaan material yang tidak terukur, hingga risiko penurunan mutu pada detail produk akhir.

Manajemen bahan penolong yang tepat dapat menjadi salah satu solusi kunci untuk mengatasi tantangan efisiensi ini. Komponen ini menjadi elemen krusial yang mendukung dan memastikan setiap tahap pemrosesan berjalan sesuai dengan standar teknis yang diinginkan. Ketepatan dalam pengadaan dan penggunaan bahan tambahan ini secara langsung akan memengaruhi struktur biaya operasional dan keandalan fungsional barang.

Memahami konsep bahan penolong dapat membantu bisnis Anda mengoptimalkan perencanaan inventaris, meminimalkan pemborosan material pendukung, dan menjaga konsistensi mutu produk di tangan konsumen. Artikel ini akan membahas apa itu bahan penolong, berbagai fungsinya dalam proses manufaktur, contoh penggunaannya di berbagai industri, hingga bagaimana strategi pengelolaannya secara efektif.

starsKey Takeaways
  • Bahan penolong adalah material pelengkap yang digunakan dalam proses produksi untuk menyempurnakan, meningkatkan kualitas, atau melindungi produk jadi.
  • Karakteristik bahan penolong yaitu ia bukan bagian utama, peningkatan efisiensi, porsi biaya rendah, dan sebagai pelengkap kualitas akhir.
  • Contoh bahan penolong dalam industri manufaktur yaitu pelumas, bahan kimia pembersih, bahan perekat, kemasan, gas industri, cat atau pelapis, hingga bahan pengering.
  • Software manufaktur ScaleOcean dapat optimalkan manajemen bahan penolong melalui otomatisasi inventaris, pemantauan konsumsi material, dan pelacakan biaya overhead secara akurat.

Coba Demo Gratis!

requestDemo

Apa itu Bahan Penolong?

Bahan penolong adalah material pelengkap yang digunakan dalam proses produksi untuk menyempurnakan, meningkatkan kualitas, atau melindungi produk jadi, namun tidak menjadi bahan utama dan bernilai relatif kecil. Tanpa bahan ini, proses produksi tetap berjalan, namun hasil produk kurang optimal atau kurang estetik dalam proses manufaktur.

Bahan bantu ini seringkali digunakan dalam jumlah yang relatif kecil dibandingkan dengan bahan baku utama, namun pemakaiannya memiliki dampak signifikan terhadap kualitas, keberlanjutan, dan efisiensi secara menyeluruh.

Bahan bantu ini sering kali digunakan dalam jumlah yang relatif kecil dibandingkan dengan bahan baku utama, namun pemakaiannya memiliki dampak signifikan terhadap kualitas dan efisiensi. Bahan penolong ini memfasilitasi operasi mesin, memperbaiki sifat material, hingga meningkatkan kinerja keseluruhan produk tanpa harus menjadi penyusun utama fisik barang.

Penting untuk diingat bahwa meskipun tidak menjadi bagian dari produk akhir, pemilihan dan penggunaan bahan penolong yang tepat, terutama di industri manufaktur, sangatlah krusial untuk keberhasilan suatu proses dan kualitas produk yang dihasilkan. Hal ini juga termasuk mempertimbangkan ketersediaan barang substitusi untuk bahan penolong tersebut guna memastikan kelangsungan pasokan dan optimalisasi biaya.

Karakteristik Bahan Penolong

Beberapa karakteristik bahan penolong mencakup, bukan bagian utama, peningkatan efisiensi, porsi biaya rendah, dan sebagai pelengkap kualitas akhir. Berikut adalah penjelasan dari beberapa karakteristik bahan penolong:

1. Bukan Bagian Utama

Bahan penolong dikategorikan sebagai material yang tidak membentuk struktur fisik utama dari produk jadi. Jika material ini tetap ada pada produk akhir, biasanya jumlah atau volumenya sangat kecil sehingga tidak mengubah identitas dasar barang tersebut. Fokus utamanya bukan pada pembentukan massa produk, melainkan pada peran spesifik selama proses transformasi bahan baku berlangsung.

2. Peningkat Efisiensi

Karakteristik penting lainnya adalah fungsinya sebagai katalis atau pelengkap untuk mempermudah pengerjaan produk. Material seperti pelumas mesin, bahan pembersih, atau perekat sementara digunakan untuk memastikan mesin bekerja lancar dan komponen utama dapat menyatu dengan baik.

Tanpa kehadiran bahan ini, proses produksi akan berjalan lebih lambat dan risiko kegagalan teknis pada mesin akan meningkat. Bahan penolong ini juga menjadi salah satu faktor untuk mengurangi barang reject.

3. Porsi Biaya Rendah

Dalam struktur laporan keuangan, biaya bahan bantu biasanya memiliki porsi yang relatif kecil jika dibandingkan dengan biaya bahan baku utama (direct materials). Karena nilainya yang tidak dominan, biaya ini sering kali dikelompokkan ke dalam kategori biaya overhead pabrik. Meski biayanya rendah, pencatatan yang akurat tetap diperlukan agar tidak terjadi penyimpangan pada perhitungan harga pokok produksi (HPP).

4. Pelengkap Kualitas Akhir

“Bahan penolong bersifat non-esensial dalam artian produk secara teknis masih bisa tercipta tanpa kehadirannya, namun hasilnya mungkin tidak memenuhi standar kesempurnaan atau estetika tertentu. Sebagai contoh, sebuah furnitur tetap bisa berdiri tanpa lapisan finishing, namun penggunaan bahan penolong seperti politur akan memberi nilai tambah, daya tahan, dan perlindungan yang dibutuhkan agar produk siap dipasarkan.

Untuk mengelola penggunaan bahan penolong secara lebih efisien, rekomendasi sistem MRP dapat membantu dalam merencanakan kebutuhan bahan dan memastikan ketersediaannya sesuai dengan kebutuhan produksi.

Contoh Bahan Penolong dalam Industri Manufaktur

Contoh Bahan Penolong dalam Industri ManufakturBeberapa contoh bahan penolong dalam industri manufaktur, mulai dari pelumas, bahan kimia pembersih, bahan perekat, kemasan, gas industri, cat atau pelapis, bahan pengering, hingga bahan pembasmi hama. Berikut adalah penjelasan dari beberapa contoh bahan penolong dalam industri manufaktur:

1. Pelumas atau Oli

Contoh bahan penolong adalah pelumas atau oli yang digunakan dalam proses produksi pemesinan, yang berfungsi untuk mengurangi gesekan antara permukaan bergerak. Penggunaannya dapat mengurangi keausan dan panas yang dihasilkan oleh gesekan, sehingga dapat memperpanjang umur pakai alat dan mesin, dan meningkatkan kualitas produk akhir.

2. Bahan Kimia Pembersih

Terdapat juga contoh bahan penolong seperti bahan kimia proses, katalisator, atau aditif yang digunakan untuk menjaga kebersihan peralatan atau merawat mesin produksi dari kotoran, residu, atau kontaminan. Selain itu, penggunaan bahan ini memastikan proses produksi berjalan higienis, sehingga kualitas produk tetap terjaga sesuai standar industri.

3. Bahan Perekat dan Pengikat

Bahan perekat dan pengikat digunakan untuk menyatukan komponen dalam proses produksi tanpa merusak material aslinya. Setiap jenis perekat memiliki karakteristik khusus sesuai dengan kebutuhan aplikasi. Contohnya, lem industri, resin, atau adhesive yang harus disesuaikan dengan jenis produk yang diproses.

4. Kemasan

Bahan kemasan seperti karton, plastik, dan kantong menjadi contoh bahan penolong yang digunakan dalam proses pengemasan dan pengiriman produk akhir. Kemasan ini berfungsi untuk melindungi produk dari kerusakan, kontaminasi, dan manipulasi yang dapat terjadi selama proses transportasi dan penyimpanan.

5. Bahan Kimia Proses

Contoh selanjutnya bahan penolong adalah bahan kimia proses, seperti katalism pengawet, dan agen pengental yang biasa digunakan di industri farmasi atau F&B dalam proses produksi kimia atau biokimia. Perusahaan manufaktur di industri kimia mencakup serangkaian tahapan kompleks yang melibatkan reaksi kimia, pemurnian, pengolahan, dan formulasi.

6. Gas Industri

Berikutnya dari contoh bahan penolong adalah gas industri seperti oksigen, nitrogen, dan argon yang digunakan dalam proses pengelasan, pemotongan, dan penggunaan panas logam. Gas industri ini biasa digunakan sebagai bahan baku dalam produksi bahan kimia atau sebagai bahan baku dalam proses kimia.

7. Benang Jahit dan Perekat

Contoh selanjutnya bahan penolong adalah benang jahit dan perekat yang biasa digunakan di industri tekstil dan pembuatan pakaian, yang berfungsi untuk menyatukan atau mengelem kain dan komponen pakaian secara permanen atau sementara. Bahan ini juga dapat digunakan untuk memberikan detail dekoratid pada produk jadi, dan meningkatkan kualitas dan tampilan produk akhir.

8. Cat, Pelapis, dan Pelindung Permukaan

Contoh bahan penolong lain, seperti cat dan pelapis berfungsi melindungi permukaan produk dari karat, panas, atau gesekan. Biasanya, cat anti karat, pelapis tahan panas, dan sealant dipilih berdasarkan sifat perlindungan yang dibutuhkan, seperti tahan air atau tahan panas.

Akibatnya, produk menjadi lebih awet dan berkualitas tinggi. Sebagai contoh prototype produk, perusahaan sering membuat prototype cat dan pelapis yang memungkinkan evaluasi tampilan fisik dan kualitas bahan baku penolong sebelum produksi massal

9. Bahan Pendingin

Bahan pendingin menjaga suhu mesin dan peralatan tetap stabil selama proses produksi berlangsung, seperti air pendingin, coolant, atau refrigerant. Dalam penggunaannya, perusahaan memilih bahan pendingin yang sesuai karakteristik mesin untuk mencegah overheating. Selain itu, bahan ini membantu memperpanjang usia mesin.

10. Bahan Pelindung

Bahan pelindung digunakan untuk melindungi peralatan, produk, maupun pekerja dari kerusakan atau bahaya. Misalnya, sarung tangan, pelindung wajah, hingga lapisan anti gores. Oleh sebab itu, pemilihan bahan pelindung harus mempertimbangkan jenis risiko yang mungkin terjadi.

11. Bahan Pengering

Bahan pengering seperti silica gel atau agen dehumidifier mencegah kerusakan akibat kelembapan berlebih pada produk. Dengan menjaga kadar air tetap rendah, bahan pengering efektif memperpanjang masa simpan barang. Oleh karena itu, bahan ini banyak digunakan di berbagai sektor industri.

12. Bahan Pembasmi dan Anti Hama

Terakhir, bahan penolong lainnya adalah bahan pembasmi dan anti hama, seperti pest control chemical, dan fogging agent. Contoh barang produksi manufaktur ini membantu menjaga area produksi tetap steril dari serangga dan mikroorganisme. Penggunaan bahan ini sangat penting, khususnya di industri makanan dan farmasi. Dengan demikian, kualitas dan keamanan produk tetap terjamin.

Manufaktur

Perbedaan Bahan Baku dan Bahan Penolong

Bahan baku dan bahan penolong adalah dua jenis material yang memiliki peran penting dalam proses produksi. Perbedaan utama terletak pada, peran utama, kontribusi produk, kebutuhan, jumlah penggunaan, dan pengaruh biaya.

Berikut adalah penjelasan dari perbedaan bahan baku dan bahan penolong:

1. Peran Utama

Bahan baku berperan langsung dalam pembuatan produk akhir dan menjadi komponen utama dalam produk tersebut. Sementara bahan penolong, meskipun tidak menjadi bagian dari produk akhir, membantu mendukung kelancaran proses produksi, seperti pelumas atau bahan kimia pembersih.

2. Kontribusi Produk

Bahan baku memberikan kontribusi besar terhadap fungsi dan bentuk produk akhir. Misalnya, dalam pembuatan mobil, baja dan plastik adalah bahan baku utama. Sebaliknya, contoh bahan penolong seperti perekat dan pelumas hanya mendukung proses produksi tanpa membentuk produk itu sendiri.

3. Volume Penggunaan

Bahan baku merupakan penyusun utama produk, sehingga kehadirannya sangat dominan dan diperlukan dalam kuantitas yang besar di setiap lini produksi. Sebaliknya, bahan penolong digunakan secara lebih selektif dan dalam jumlah yang jauh lebih kecil, karena perannya terbatas pada aspek teknis pendukung (seperti pelumasan, pendinginan, atau pembersihan) guna memastikan proses manufaktur berjalan tanpa hambatan fisik.

4. Pengaruh Biaya

Karena bahan baku merupakan komponen utama produk, pengaruh biaya bahan baku terhadap harga produk akhir cenderung lebih besar. Sebaliknya, contoh bahan penolong, meskipun penting, tidak memberi dampak besar terhadap total biaya produksi, karena penggunaannya yang lebih terbatas dan fungsinya yang lebih kecil.

Berikut adalah tabel ringkasan perbedaan bahan baku dengan bahan penolong:

Aspek Bahan Baku Bahan Penolong
Peran utama Komponen utama yang membentuk produk akhir secara langsung. Pendukung kelancaran proses produksi (misal: pembersih/pelumas).
Kontribusi produk Menentukan fungsi, identitas, dan bentuk fisik produk. Mendukung proses pengerjaan tanpa membentuk fisik produk.
Volume Penggunaan Digunakan dalam jumlah besar/masif sebagai penyusun utama. Penggunaan terbatas dan sedikit sesuai kebutuhan spesifik proses.
Pengaruh biaya Berdampak signifikan pada penentuan harga jual produk akhir. Dampak kecil terhadap total biaya (masuk biaya overhead).

Fungsi Bahan Penolong di Industri Manufaktur

Beberapa fungsi bahan penolong di industri manufaktur, mencakup memastikan kelancaran proses produksi, menjaga kebersihan dan keselamatan, menyediakan perlindungan produk, meningkatkan kualitas produk, hingga mendukung proses teknik spesifik. Tidak hanya itu, di produksi maklon, keberadaan bahan penolong menjadi kunci untuk memenuhi standar klien.

Berikut adalah penjelasan dari fungsi utama bahan penolong adalah sebagai berikut:

1. Memastikan Kelancaran Proses Produksi

Fungsi pertama bahan baku penolong adalah untuk memastikan kelancaran proses produksi, seperti bahan pelumas atu bahan kimia pengatur pH. Penggunaan bahan ini dapat mencegah ganggungan dan kerusakan pasa mesin yang dapat mengganggu alur proses produksi, juga menyebabkan penundaan.

2. Menjaga Kebersihan dan Keselamatan

Bahan penolong juga berfungsi dalam menjaga kebersihan dan keselamatan di lingkungan kerja, seperti deterjen, dan desinfektan yang dapat membantu membersihkan mesin, peralatan, dan area kerja yang kotor dan menghindari mikroba berbahaya di industri F&B. Contoh bahan penolong lain seperti perekat dan kemasan juga dapat membantu mencegah kecelakaan kerja dengan menyediakan perlindungan pada produk.

3. Menyediakan Perlindungan Produk

Bahan penolong seperti karton, plastik kemasan, cat, dan pelapis melindungi produk dari berbagai risiko. Selain mencegah kontaminasi dan kerusakan fisik, fungsi bahan penolong adalah sebagai pelindung tampilan serta kualitas produk selama proses produksi, penyimpanan, dan pengiriman.

4. Meningkatkan Kualitas Produk

Bahan baku penolong juga berfungsi dalam meningkatkan kualitas produk sesuai dengan standar umum ISO 9001. Hal ini mencakup bahan tambahan makanan, aditif, dan bahan kimia penghilang cacat. Selain itu, bahan pelapis, cat, dan bahan kimia pengawet dapat memberikan perlindungan jangka panjang terhadap kerusakan atau perubahan fisik pada produk non-pangan.

5. Mendukung Proses Teknis Spesifik

Industri manufaktur dengan kebutuhan teknis khusus, seperti elektronik dan otomotif, sangat bergantung pada contoh bahan penolong tertentu. Penggunaan isolator, pendingin, hingga pelumas khusus, memungkinkan peralatan berfungsi optimal, meningkatkan performa mesin, dan mencegah kegagalan produksi.

Implementasi software manufaktur ScaleOcean dapat optimalkan manajemen proses teknis bahan bantu ini terkelola secara presisi melalui integrasi data yang akurat. Dengan fitur smart MRP dan automated stock replenishment, sistem akan memantau ketersediaan bahan penolong secara otomatis, sehingga risiko terhentinya lini produksi akibat kehabisan stok kecil seperti pelumas atau pendingin dapat dihindari sepenuhnya.

Kapan Bahan Penolong Digunakan?

Penggunaan bahan baku penolong di perusahaan manufaktur melibatkan berbagai tahapan dalam proses produksi, mulai dari persiapan mesin, dalam proses produksi, selama pemrosesan bahan, hingga pemeliharaan dan perawatan rutin.

Berikut adalah penjelasan mengenai waktu kapan bahan penolong digunakan:

1. Selama Persiapan dan Pengaturan Mesin

Bahan penolong seringkali digunakan selama tahap persiapan dan pengaturan mesin, seperti bahan pelumas, pendingin, dan bahan pembersih yang digunakan untuk mempersiapkan mesin dan peralatan produksi agar siap digunakan dalam proses produksi.

Penggunaan pelumas pada komponen mesin membantu mengurangi gesekan dan panas yang dihasilkan selama operasi, sehingga meningkatkan efisiensi dan umur pakai mesin. Dalam praktiknya, strategi make to stock biasanya membutuhkan kesiapan mesin secara optimal karena volume produksi yang tinggi.

2. Dalam Proses Produksi

Waktu yang tepat dalam menggunakan bahan penolong adalah selama proses produksi berjalan. Misalnya dalam proses pengelasan logam, gas industri seperto argon atau helium dapat digunakan sebagai bahan penolong untuk menciptakan lingkungan yang tepat disekitar titik pengelasan.

Hal ini juga digunakan untuk mencegah oksidasi dan mencapai hasil yang lebih berkualitas. Selain itu, bahan kimia penolong seperti katalis digunakan untuk mempercepat laju reaksi atau mengontrol hasil reaksi dalam proses produksi di industri farmasi.

3. Selama Pemrosesan Bahan

Penggunaan contoh bahan penolong juga dapat terjadi sebelum, selama, dan setelah pemrosesan bahan dalam proses produksi, seperti bahan kimia yang digunakan untuk membersihkan dan menyiapkan bahan mentah atau komponen untuk proses produksi berikutnya.

Bahan penolong seperti aditif, pelumas, atau katalis digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas proses produksi. Serta bahan penolong seperti bahan pelapis atau bahan pengemas digunakan untuk melindungi produk akhir dari kerusakan atau kontaminasi selama penyimpanan atau pengiriman.

4. Untuk Pemeliharaan dan Perawatan Rutin

Waktu yang biasa digunakan bahan penolong adalah dalam pemeliharaan dan perawatan rutin peralatan produksi, seperti bahan pelumas digunakan secara teratur untuk menjaga kinerja dan umur pakai mesin, mencegah keausan dan kerusakan.

Bahan pembersih juga digunakan untuk membersihkan mesin dan peralatan secara berkala, menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan kerja. Kurangnya perhatian pada kualitas bahan penolong bahkan dapat berujung pada tingginya angka defective product yang merugikan.

Kesimpulan

Bahan penolong adalah material pelengkap yang digunakan dalam proses produksi untuk menyempurnakan, meningkatkan kualitas, atau melindungi produk jadi. Pengelolaan bahan penolong dalam industri manufaktur modern mengintegrasikan elemen krusial seperti pemantauan penggunaan yang presisi, manajemen inventaris yang ketat, hingga evaluasi dampak biaya terhadap HPP untuk memastikan profitabilitas tetap terjaga.

Software manufaktur ScaleOcean hadir sebagai solusi cerdas melalui sistem smart manufacturing yang mengintegrasikan seluruh pengelolaan bahan penolong secara otomatis dan efisien. Dengan fitur unggulan yang mendukung otomatisasi stok, pengawasan sisa material, dan pelacakan biaya secara real-time, ScaleOcean membantu perusahaan manufaktur mengoptimalkan setiap detail penggunaan bahan penolong.

Memahami dan menerapkan solusi teknologi ini akan membantu bisnis Anda meminimalisir risiko kehabisan stok kritis, mencegah pemborosan material tambahan, dan menekan biaya overhead yang tidak terkendali. Jadwalkan demo gratis dan konsultasi dengan tim ahli kami untuk melihat secara langsung bagaimana sistem kami dapat mentransformasi manajemen material produksi Anda menjadi jauh lebih baik!

FAQ:

1. Apa yang dimaksud dengan bahan penolong?

Bahan penolong adalah material pelengkap yang digunakan dalam proses produksi untuk menyempurnakan, meningkatkan kualitas, atau melindungi produk jadi, namun tidak menjadi bahan utama dan bernilai relatif kecil.

2. Apa yang terjadi jika perusahaan mengabaikan stok bahan penolong?

Meskipun jumlahnya kecil, ketiadaan bahan penolong dapat menghentikan seluruh lini produksi (bottleneck). Sebagai contoh, tanpa pelumas (bahan penolong), mesin produksi bisa mengalami panas berlebih (overheat) dan berhenti bekerja, yang berujung pada kerugian waktu dan biaya perbaikan yang jauh lebih besar.

3. Apakah kemasan termasuk bahan penolong?

Bahan kemasan seperti karton, plastik, dan kantong menjadi contoh bahan penolong yang digunakan dalam proses pengemasan dan pengiriman produk akhir.

Jadwalkan Demo Gratis

Error message
Error message
Error message
Error message
Error message
Error message

Rekomendasi Artikel Terkait

Temukan Artikel Serupa untuk Solusi Bisnis Lebih Lengkap