Ketidakakuratan dalam penyusunan anggaran dapat berdampak buruk pada stabilitas finansial perusahaan. Hal ini memicu peningkatan biaya akibat alokasi dana yang tidak tepat, pemborosan sumber daya operasional, hingga risiko ketidakmampuan dalam mengontrol arus kas (cash flow). Selain itu, target laba tahunan dan efisiensi lini produksi Anda berisiko mengalami penurunan yang signifikan akibat perencanaan yang reaktif.
Penerapan anggaran komprehensif yang terstruktur menjadi solusi utama untuk mengatasi tantangan ini. Tahapan ini menjadi titik temu antara rencana strategis manajemen dengan realitas operasional di lapangan, memastikan seluruh departemen memahami batasan biaya dan target output yang dibutuhkan. Ketepatan dalam fase ini akan memengaruhi struktur biaya, kemampuan investasi, serta daya saing perusahaan.
Memahami konsep anggaran komprehensif dapat membantu bisnis Anda mengoptimalkan alokasi modal, meminimalkan risiko kerugian, dan menjaga konsistensi pertumbuhan profitabilitas jangka panjang. Artikel ini akan membahas apa itu anggaran komprehensif, komponen-komponen utamanya bagi manufaktur, manfaat, hingga bagaimana contohnya.
- Anggaran komprehensif adalah dokumen finansial terpadu yang merinci seluruh aktivitas operasional dan keuangan perusahaan manufaktur dalam satu periode.
- Komponen anggaran komprehensif manufaktur meliputi anggaran penjualan, produksi, kebutuhan bahan baku langsung, tenaga kerja, dan overhead pabrik.
- Manfaat anggaran komprehensif yang akurat, mencakup perencanaan yang lebih terarah, pengendalian baiya efektif, hingga pengambilan keputusan yang strategis.
- Software manufaktur ScaleOcean optimalkan penyusunan anggaran komprehensif dengan perencanaan keuangan, manajemen pengadaan, dan kontrol operasional terintegrasi.
1. Apa itu Anggaran Komprehensif Manufaktur?
Anggaran komprehensif manufaktur adalah dokumen finansial terpadu yang merinci seluruh aktivitas operasional dan keuangan perusahaan manufaktur dalam satu periode fiskal. Instrumen ini berfungsi sebagai peta jalan strategis untuk mengintegrasikan perkiraan pendapatan, arus kas, serta pengeluaran di setiap departemen. Hal ini dapat digunakan sebagai alat kendali terhadap total biaya manufaktur agar tetap efisien.
Hal ini memungkinkan pelaku bisnis manufaktur untuk membandingkan performa aktual dengan rencana yang telah disusun, sehingga penyesuaian strategi dapat dilakukan dengan cepat jika terjadi deviasi. Penggunaan anggaran ini memastikan bahwa setiap keputusan operasional tetap selaras dengan visi jangka panjang dan stabilitas keuangan perusahaan.
Anggaran komprehensif juga mencakup perencanaan investasi strategis yang mendorong daya saing perusahaan di masa depan. Anggaran ini memfasilitasi kebutuhan ekspansi pasar, akuisisi aset produktif, hingga riset untuk pengembangan produk baru guna memacu inovasi. Dengan demikian, anggaran tidak hanya berfungsi sebagai penjaga biaya, tetapi juga sebagai motor penggerak pertumbuhan.
2. Apa Saja Komponen Anggaran Komprehensif Manufaktur?
Untuk memastikan efektivitasnya, perusahaan perlu memperhatikan rasio profitabilitas sebagai indikator apakah komponen anggaran komprehensif manufaktur mampu menghasilkan laba yang optimal. Beberapa komponen penting anggaran komprehensif manufaktur, mulai dari anggaran penjualan, produksi, biaya bahan baku, tenaga kerja, overhead pabrik, penjualan hingga neraca proyek.
Penggunaan software keuangan manufaktur dapat membantu perusahaan dalam memonitor dan mengelola semua komponen anggaran ini secara efisien, memastikan penghitungan yang akurat dan transparansi finansial. Berikut adalah penjelasan dari masing-masing komponen utama anggaran komprehensif manufaktur:
a. Anggaran Penjualan
Anggaran penjualan menetapkan target volume produk atau layanan yang diharapkan terjual beserta proyeksi pendapatan yang akan dihasilkan untuk periode yang akan datang. Penyusunannya didasarkan pada riset pasar yang mendalam, analisis tren penjualan historis, serta hasil analisis pangsa pasar dan perkiraan kondisi ekonomi makro.
Selain itu, perusahaan juga perlu mempertimbangkan faktor elastisitas permintaan untuk mengantisipasi bagaimana perubahan harga dapat memengaruhi volume penjualan yang ditargetkan. Akurasi anggaran penjualan sangat vital karena memengaruhi secara langsung volume produksi yang dibutuhkan dan seluruh anggaran biaya lainnya hingga arus kas.
b. Anggaran Produksi
Anggaran produksi menerjemahkan target penjualan dari anggaran penjualan menjadi volume unit produk yang secara fisik harus diproduksi oleh pabrik. Perhitungan ini tidak hanya berdasarkan angka penjualan target, tetapi juga memperhitungkan perubahan tingkat persediaan barang jadi yang diinginkan di awal dan akhir periode anggaran.
Anggaran produksi inilah yang kemudian menjadi dasar utama untuk menentukan kebutuhan kapasitas produksi pabrik dan merencanakan penggunaan bahan baku, tenaga kerja, serta anggaran overhead pabrik yang diperlukan untuk mencapai volume tersebut.
c. Anggaran Biaya Bahan Baku
Anggaran bahan baku ini merupakan bagian penting yang mencerminkan ciri-ciri perusahaan manufaktur dalam mengelola sumber daya secara efisien. Hal tersebut merinci estimasi jumlah unit dan total biaya bahan baku langsung sesuai volume produksi yang ditetapkan.
Perhitungan jumlah material didasarkan pada standar penggunaan material per unit produk, dikalikan dengan volume produksi yang direncanakan. Selain itu, anggaran ini juga mempertimbangkan harga beli bahan baku per unit dan kebutuhan persediaan material yang efisien untuk menjamin kelancaran proses produksi tanpa terjadi kekurangan atau kelebihan stok yang membebani biaya penyimpanan.
d. Anggaran Biaya Tenaga Kerja Manufaktur
Anggaran biaya tenaga kerja memproyeksikan total biaya yang terkait dengan sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk mendukung seluruh kegiatan produksi dan operasional pabrik. Ini mencakup estimasi biaya tenaga kerja langsung, yaitu upah bagi karyawan yang secara langsung terlibat dalam pembuatan produk di lantai produksi, berdasarkan jam kerja standar per unit dan tarif upah.
Anggaran ini juga memperhitungkan biaya tenaga kerja tidak langsung di area pabrik, seperti gaji mandor, teknisi pemeliharaan, atau pengawas lini, yang biasanya masuk dalam komponen anggaran overhead pabrik.
e. Anggaran Biaya Overhead Pabrik
Ini adalah bagian penting dari anggaran komprehensif manufaktur yang merinci seluruh biaya tidak langsung yang terjadi di area pabrik, selain bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung.
Contoh biaya overhead pabrik meliputi biaya sewa fasilitas produksi, utilitas (listrik, air, gas) untuk operasional mesin, biaya pemeliharaan mesin dan peralatan, penyusutan aset pabrik, asuransi pabrik, dan biaya bahan penolong atau tidak langsung. Anggaran ini penting karena total biaya overhead perlu diestimasi dan dialokasikan ke unit produk untuk menentukan biaya produksi per unit secara penuh.
f. Anggaran Penjualan dan Administrasi Manufaktur
Berbeda dengan anggaran biaya yang dikeluarkan di area pabrik, anggaran ini merencanakan seluruh biaya yang timbul di luar proses produksi utama, terkait fungsi penjualan dan operasional kantor pusat. Ini mencakup biaya-biaya yang terkait langsung dengan fungsi penjualan, seperti gaji dan komisi tim penjualan, biaya pemasaran, iklan, promosi, biaya transportasi produk (distribusi), serta biaya layanan pelanggan.
Anggaran ini juga mencakup biaya-biaya umum dan administrasi perusahaan, seperti gaji eksekutif dan staf kantor, biaya sewa kantor, utilitas kantor, perlengkapan kantor, dan biaya hukum atau profesional lainnya.
g. Anggaran Laba Rugi Manufaktur
Anggaran laba rugi menyajikan ringkasan proforma (proyeksi) dari hasil operasional perusahaan untuk periode anggaran secara keseluruhan. Biaya ini disusun dengan menggabungkan data pendapatan dari anggaran penjualan dan menguranginya dengan seluruh estimasi biaya yang berasal dari anggaran produksi serta biaya operasional dari anggaran penjualan dan administrasi.
Tujuannya adalah untuk memprediksi laba kotor, laba operasional, dan akhirnya laba bersih perusahaan pada akhir periode. Anda bisa mendapatkan gambaran dan prediksi tersebut dengan melakukan perhitungan menggunakan rumus net profit margin, sehingga memungkinkan perusahaan mengevaluasi dan menentukan strategi harga yang tepat.
h. Anggaran Belanja Modal Manufaktur
Anggaran ini merencanakan pengeluaran besar untuk investasi pada aset jangka panjang perusahaan yang umurnya melebihi satu tahun anggaran. Ini mencakup pembelian aset tetap seperti tanah, pembangunan atau renovasi bangunan pabrik baru, pembelian mesin dan peralatan produksi baru berteknologi canggih, atau peningkatan sistem informasi utama.
Keputusan dalam anggaran belanja modal sangat strategis karena akan memengaruhi kapasitas produksi di masa depan, efisiensi operasional jangka panjang, dan juga akan berdampak pada biaya produksi (melalui penyusutan aset) serta arus kas di periode mendatang.
i. Anggaran Kas Manufaktur
Anggaran kas adalah anggaran yang memproyeksikan seluruh arus kas masuk dan keluar yang diperkirakan akan terjadi selama periode anggaran. Pembiayaan ini menyatukan informasi dari hampir semua anggaran operasional (penerimaan dari penjualan, pembayaran bahan baku, upah, overhead, S&A) dan anggaran belanja modal.
Penyusunan biaya kas sangat penting untuk memastikan perusahaan memiliki likuiditas yang cukup untuk memenuhi seluruh kewajiban finansial jangka pendek dan memanfaatkan peluang investasi. Selain itu, pengelolaan anggaran kas yang baik juga berdampak pada operating profit margin, yang mencerminkan efisiensi operasional perusahaan dalam menghasilkan keuntungan.
j. Neraca Proforma (Proyeksi) Manufaktur
Neraca adalah laporan keuangan yang menampilkan posisi aset, kewajiban, dan ekuitas pada satu titik waktu tertentu pertumbuhan bisnis. Dalam konteks penganggaran komprehensif, neraca yang disusun adalah neraca proforma atau proyeksi di akhir periode anggaran.
Neraca ini menunjukkan bagaimana hasil dari seluruh aktivitas yang dianggarkan, mulai dari penjualan, proses produksi, pengeluaran operasional, hingga investasi modal akan memengaruhi struktur aset, jumlah utang, dan nilai ekuitas pemegang saham perusahaan pada tanggal tertentu di masa depan.
3. Contoh Anggaran Komprehensif Manufaktur
Setelah memahami komponen-komponen yang perlu ada dalam anggaran komprehensif, selanjutnya perhatikan contoh anggaran komprehensif perusahaan manufaktur yang diberikan di bawah ini.
Mari kita coba analisis lebih lanjut contoh anggaran perusahaan manufaktur tersebut. Diketahui laba kotor yang dianggarkan adalah Rp400,000,000, yang menunjukkan margin laba kotor sekitar 3.33% dari total penjualan. Nilai ini terbilang relatif rendah yang dapat diartikan kalau biaya produksi terlalu tinggi atau harga pokok penjualan perusahaan manufaktur tidak cukup menguntungkan bagi bisnis manufaktur.
Dari contoh anggaran perusahaan manufaktur di atas, juga diketahui proporsi terbesar dari biaya adalah pembelian mesin baru dan modal. Pada contoh tersebut juga, khususnya aspek anggaran kas menunjukkan surplus Rp400,000,000. Hal ini menjadi tanda baik bagi bisnis karena mampu memenuhi kewajibannya jangka pendek.
Berdasarkan contoh anggaran komprehensif perusahaan manufaktur, dapat disimpulkan laporan tersebut mendukung pertumbuhan bisnis dan stabilitas finansial jangka panjang. Implementasi software manufaktur ScaleOcean, memungkinkan perusahaan untuk membuat keputusan yang lebih tepat dan efisien dalam mengelola anggaran dan alokasi sumber daya.
4. Apa Manfaat Anggaran Komprehensif bagi Bisnis Manufaktur?
Implementasi anggaran komprehensif yang akurat juga memberikan sejumlah manfaat bagi bisnis manufaktur, hal ini mencakup perencanaan yang lebih terarah, pengendalian baiya efektif, pengambilan keputusan yang strategis, identifikasi manajemen dan risiko lebih cepat, hingga evaluasi kinerja yang komprehensif.
Berikut adalah penjelasan dari masing-masing manfaat anggaran komprehensif bagi bisnis manufaktur:
a. Perencanaan yang Lebih Terarah
Penyusunan anggaran komprehensif memberikan kerangka kerja yang terstruktur untuk seluruh perencanaan aktivitas bisnis perusahaan secara menyeluruh. Anggaran ini memaksa seluruh departemen, mulai dari penjualan hingga proses produksi di lantai pabrik, untuk menyelaraskan tujuan dan aktivitas mereka.
Menurut Deloitte, pada tahun 2024, perusahaan manufaktur mengalokasikan 30% dari anggaran operasional mereka untuk investasi teknologi, meningkat dari 23% pada tahun 2023. Hal ini mencerminkan fokus perusahaan dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mendukung pertumbuhan jangka panjang.
b. Pengendalian Biaya Efektif
Anggaran yang disusun secara rinci berfungsi sebagai patokan (benchmark) yang jelas terhadap realisasi pengeluaran aktual. Manajemen dapat secara sistematis memantau biaya produksi, biaya operasional, dan seluruh pengeluaran lain secara berkala.
Ini memungkinkan identifikasi cepat atas penyimpangan atau pembengkakan biaya yang terjadi dibandingkan dengan angka yang dianggarkan. Tindakan korektif dapat segera diambil untuk mencegah pemborosan dan memastikan pengeluaran tetap terkendali sesuai rencana anggaran, menjaga efisiensi keuangan perusahaan.
c. Pengambilan Keputusan yang Strategis
Data dan proyeksi yang dihasilkan dalam anggaran komprehensif dalam manufaktur memberikan dasar informasi yang akurat dan terstruktur bagi manajemen puncak. Pemimpin perusahaan dapat mengevaluasi dampak finansial yang diproyeksikan dari berbagai opsi strategis atau potensi investasi baru.
Ini sangat membantu dalam alokasi sumber daya yang optimal di seluruh fungsi bisnis. Keputusan penting terkait penambahan kapasitas produksi, ekspansi ke pasar baru, atau pengembangan produk baru dapat dibuat dengan lebih yakin dan berbasis data yang solid.
d. Identifikasi dan Manajemen Risiko
Proses penyusunan anggaran komprehensif mendorong perusahaan untuk secara proaktif mengantisipasi potensi tantangan atau risiko yang mungkin dihadapi di masa depan. Diskusi dan analisis selama proses penganggaran dapat mengungkap potensi kendala alur proses produksi, fluktuasi permintaan konsumen yang signifikan, atau potensi kenaikan biaya bahan baku yang tidak terduga.
Anggaran juga membantu dalam merencanakan skenario berbeda berdasarkan asumsi yang bervariasi. Perusahaan bisa menyiapkan langkah mitigasi risiko atau strategi adaptasi yang diperlukan untuk menghadapi ketidakpastian, meningkatkan ketahanan bisnis.
e. Evaluasi Kinerja Komprehensif
Anggaran yang telah ditetapkan berfungsi sebagai standar baku yang objektif untuk mengukur dan mengevaluasi kinerja aktual perusahaan di akhir periode. Realisasi pendapatan dari penjualan dan seluruh biaya produksi serta operasional dapat dibandingkan secara langsung dengan angka yang dianggarkan.
Perbandingan ini membantu manajemen mengidentifikasi area mana yang berjalan sesuai rencana, area mana yang melebihi target, dan area mana yang memerlukan perhatian khusus karena kinerjanya di bawah ekspektasi.
5. Apa Saja Langkah-langkah dalam Menyusun Anggaran Komprehensif Manufaktur?

Berikut adalah penjelasan dari masing-masing langkah dalam menyusun anggaran komprehensif manufaktur:
a. Penetapan Tujuan dan Prioritas
Langkah pertama dalam penyusunan anggaran komprehensif adalah menetapkan tujuan dan prioritas. Identifikasi tujuan jangka panjang dan jangka pendek perusahaan, yang akan menjadi panduan dalam proses anggaran. Tujuan ini harus spesifik, terukur, dan realistis, serta sejalan dengan visi dan misi perusahaan.
Sedangkan prioritas harus ditentukan berdasarkan pertimbangan sumber daya yang tersedia, kapasitas produksi, dan kondisi pasar. Penetapan tujuan yang jelas dan prioritas yang tepat akan membuat proses anggaran fokus pada aspek-aspek yang akan mendorong kesuksesan bisnis manufaktur.
b. Pengumpulan Data
Langkah selanjutnya adalah pengumpulan data. Data yang relevan dan akurat diperlukan untuk membuat perkiraan yang realistis. Data ini termasuk historis penjualan, biaya, efisiensi produksi, serta informasi eksternal seperti tren pasar, dinamika industri, dan kondisi ekonomi.
Untuk mengumpulkan data yang efektif, Anda perlu melibatkan kolaborasi antara berbagai departemen seperti penjualan, produksi, pemasaran, dan keuangan.
c. Perkiraan Pendapatan
Setelah data terkumpul, langkah selanjutnya adalah melakukan perkiraan pendapatan. Proses ini melibatkan analisis data penjualan historis, tren pasar saat ini, dan potensi pertumbuhan pasar.
Untuk memastikan perkiraan yang solid, penting untuk memahami cara menghitung pendapatan dari berbagai sumber dan cara menghitung growth sales berdasarkan data historis dan proyeksi pasar. Perkiraan pendapatan harus realistis dan mencerminkan kondisi pasar yang sebenarnya.
d. Identifikasi Potensi Risiko Keuangan
Jangan lupa untuk identifikasi potensi risiko keuangan yang mungkin mempengaruhi bisnis manufaktur. Misalnya, fluktuasi harga bahan baku, perubahan permintaan pasar, atau potensi hambatan manajemen produksi.
Perusahaan perlu merancang skenario alternatif dan rencana lanjutan untuk mengelola risiko ini. Dengan melakukan hal-hal tersebut, perusahaan siap menghadapi ketidakpastian dalam bisnis ke depannya.
e. Penyusunan Anggaran Komprehensif
Setelah semua data terkumpul dan risiko dinilai, langkah berikutnya adalah penyusunan anggaran komprehensif. Ini melibatkan integrasi semua elemen anggaran menjadi satu dokumen terstruktur.
Anggaran ini harus mencerminkan tujuan dan prioritas yang telah ditetapkan, serta alokasi sumber daya yang sesuai. Penyusunan anggaran yang efektif memerlukan keterampilan analisis yang baik dan pemahaman yang mendalam tentang operasional bisnis.
f. Evaluasi dan Penilaian Kinerja
Langkah terakhir dalam proses anggaran adalah evaluasi dan penilaian kinerja. Proses ini melibatkan pemantauan berkelanjutan terhadap kinerja finansial dan operasional bisnis manufaktur sepanjang periode anggaran. Evaluasi ini membantu menentukan apakah perusahaan telah mengikuti rencana yang ditetapkan atau perlu melakukan perubahan dan penyesuaian.
Baca juga: 22 Software Manufaktur Terbaik di Tahun 2026
6. Otomatiskan Penyusunan Anggaran Komprehensif Perusahaan dengan Software ScaleOcean
Software manufaktur ScaleOcean dapat membantu optimalkan penyusunan anggaran komprehensif dalam proses bisnis manufaktur. Dengan integrasi yang mulus antara modul perencanaan keuangan, manajemen pengadaan, dan kontrol operasional, ScaleOcean memungkinkan pabrik untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi di setiap detail perencanaan anggaran.
Sistem ini secara otomatis memantau aliran arus kas dan alokasi sumber daya dan memastikan bahwa setiap dana tersedia tepat waktu sesuai pos anggarannya. Selain itu, ScaleOcean menyediakan pelaporan real-time yang membantu manajer untuk membuat keputusan berbasis data yang lebih cepat dan tepat dalam pengendalian biaya operasional.
Kustomisasi yang fleksibel memungkinkan perusahaan manufaktur menyesuaikan sistem sesuai dengan kebutuhan spesifik, mulai dari pengelolaan anggaran departemen hingga pemantauan realisasi biaya produk akhir. Tidak hanya itu, ScaleOcean juga menyediakan layanan konsultasi dan demo gratis sehingga Anda dapat melihat bagaimana software manufaktur ini mendukung pertumbuhan dan daya saing perusahaan Anda!
Berikut fitur unggulan yang ditawarkan software manufaktur ScaleOcean:
- Financial management & budgeting tools: Mengelola keuangan dan perencanaan anggaran secara real-time untuk memastikan penggunaan modal yang lebih efisien.
- Smart MRP (material requirement planning): Mengotomatiskan estimasi biaya bahan baku berdasarkan jadwal produksi dan permintaan pasar untuk mengoptimalkan anggaran persediaan.
- Detailed cost tracking: Melacak biaya produksi secara rinci, mencakup bahan baku, tenaga kerja, dan overhead, memastikan kontrol anggaran yang tepat sasaran.
- Forecasting & demand planning: Menggunakan data historis untuk memprediksi kebutuhan finansial di masa depan, mengurangi risiko kekurangan modal saat produksi tinggi.
- Automated stock replenishment: Mengintegrasikan anggaran pembelian dengan stok fisik, memastikan pemesanan bahan baku tetap berada dalam batas pagu anggaran.
- Automated production scheduling: Menyelaraskan jadwal produksi dengan kapasitas finansial perusahaan, menghindari keterlambatan akibat kendala biaya.
- Reporting & analytics: Menyediakan laporan keuangan otomatis yang akurat, memudahkan evaluasi varians antara anggaran dan realisasi di lapangan.
7. Kesimpulan
Anggaran komprehensif adalah rencana keuangan menyeluruh yang mengintegrasikan seluruh aktivitas operasional menjadi satu dokumen finansial di industri manufaktur. Alur keuangan dalam industri manufaktur modern tidak hanya berfokus pada pencatatan angka, tetapi juga mengintegrasikan elemen krusial seperti proyeksi permintaan yang akurat, manajemen biaya tenaga kerja, hingga evaluasi margin laba berkala.
Software manufaktur ScaleOcean hadir sebagai solusi cerdas melalui sistem manajemen finansial yang mengintegrasikan seluruh tahapan penyusunan anggaran secara otomatis dan efisien. Dengan fitur unggulan yang mendukung transparansi biaya, pengawasan realisasi anggaran, dan pemantauan kinerja secara real-time, ScaleOcean membantu perusahaan manufaktur mengoptimalkan setiap detail perencanaan keuangan.
Memahami dan menerapkan solusi teknologi ini akan membantu bisnis Anda meminimalisir risiko kesalahan manusia dalam pembukuan, mencegah pemborosan modal, dan menekan biaya operasional yang tidak perlu. Jadwalkan demo gratis dan konsultasi dengan tim ahli kami untuk melihat secara langsung bagaimana sistem kami dapat mentransformasi kualitas perencanaan anggaran Anda menjadi lebih baik!
FAQ:
1. Apa yang dimaksud dengan anggaran komprehensif dalam perusahaan manufaktur?
Anggaran komprehensif adalah perencanaan keuangan menyeluruh yang mencakup seluruh aktivitas perusahaan manufaktur dalam periode tertentu, mulai dari anggaran penjualan, produksi, bahan baku, tenaga kerja, biaya overhead pabrik, hingga anggaran laporan laba rugi dan neraca.
2. Mengapa perusahaan manufaktur membutuhkan anggaran komprehensif perusahaan manufaktur?
Karena proses manufaktur melibatkan banyak biaya dan sumber daya, anggaran komprehensif perusahaan manufaktur membantu bisnis manufaktur mengendalikan biaya produksi, mengatur kebutuhan bahan baku, tenaga kerja, serta memastikan target keuntungan dapat tercapai.
3. Apa manfaat anggaran komprehensif bagi manajemen manufaktur?
Manfaatnya antara lain, membantu perencanaan produksi yang efisien, mengendalikan biaya produksi, menjadi alat evaluasi kinerja, dan mendukung pengambilan keputusan strategis




