Apa itu Routing dalam Manufaktur serta Manfaatnya

Posted on
Share artikel ini

Ketidaktepatan dalam menyusun alur kerja dapat berdampak buruk pada kelancaran operasional perusahaan. Hal ini memicu pembengkakan biaya akibat penggunaan sumber daya yang tidak optimal, penumpukan inventaris di tengah proses, hingga risiko keterlambatan pengiriman produk ke tangan konsumen. Selain itu, efisiensi penggunaan mesin dan produktivitas tenaga kerja juga berisiko mengalami penurunan.

Prosesrouting manufaktur yang tepat dapat menjadi salah satu solusi utama untuk mengatasi tantangan ini. Tahapan ini berfungsi sebagai peta jalan yang merinci urutan operasional, menetapkan standar produksi, dan memastikan setiap sumber daya digunakan pada titik yang paling efektif. Ketepatan dalam fase perencanaan ini akan memengaruhi struktur biaya operasional, konsistensi kualitas produk, serta keakuratan jadwal output.

Memahami konsep routing (perutean) dalam manufaktur dapat membantu bisnis Anda mengoptimalkan pemanfaatan aset pabrik, meminimalkan pemborosan waktu, dan menjaga keunggulan kompetitif. Artikel ini akan membahas lebih dalam tentang apa itu routing manufaktur dan bagaimana peran strategisnya dalam menunjang efisiensi industri secara menyeluruh.

starsKey Takeaways

Coba Demo Gratis!

requestDemo

1. Apa itu Routing?

Routing dalam manufaktur adalah proses menentukan urutan langkah atau operasi yang paling efisien untuk mengubah bahan baku menjadi produk jadi, mencakup penentuan apa, bagaimana, dan di mana setiap proses dilakukan. Proses ini merinci bagaimana, di mana, dan dengan sumber daya apa sebuah produk akan diproduksi di lantai pabrik. Dalam praktiknya, alur ini sering kali dikukuhkan melalui work order dalam produksi.

Tujuan inti dari perencanaan routing pada manufaktur adalah menemukan skema kerja terbaik yang mampu menyeimbangkan target kuantitas dengan standar kualitas yang tinggi. Pihak manajemen produksi dituntut untuk menyeleksi teknik manufaktur yang paling relevan, mencakup fase pembentukan, penyelesaian akhir (finishing), hingga pengawasan mutu yang ketat.

Setelah seluruh rangkaian operasional dan pengendalian kualitas selesai, proses routing berakhir ketika produk telah divalidasi sebagai barang jadiyang siap disimpan. Kesinambungan antara perencanaan alur produksi dan manajemen inventaris ini memastikan bahwa stok tersedia tepat waktu sesuai dengan kebutuhan operasional, sehingga transisi dari lini produksi ke gudang berjalan tanpa hambatan.

2. Tujuan dari Proses Routing dalam Manufaktur

Tujuan dari proses routing dalam manufaktur mencakup, efisiensi, kualitas, optimlaisasi sumber daya, hingga perencanaan yang akurat. Berikut adalah penjelasan dari beberapa tujuan dari proses routing dalam manufaktur:

a. Efisiensi

Tujuan utama perutean manufaktur adalah menciptakan alur kerja yang ramping dengan meminimalkan hambatan (bottlenecks). Dengan menentukan jalur operasional yang paling logis, perusahaan dapat mengurangi waktu tunggu antar stasiun kerja dan memperpendek jarak perpindahan material.

Hal ini secara langsung berdampak pada penurunan biaya operasional, karena durasi siklus produksi menjadi lebih pendek dan penggunaan energi maupun tenaga kerja menjadi jauh lebih produktif.

b. Kualitas

Routing berfungsi sebagai protokol standar yang menjamin konsistensi hasil produksi. Dengan merinci setiap langkah pengerjaan secara sistematis, setiap unit produk akan melewati perlakuan dan pengujian yang sama.

Hal ini meminimalkan risiko kesalahan manusia (human error) dan memastikan bahwa setiap spesifikasi teknis terpenuhi. Melalui urutan yang benar, pengawasan kualitas (quality control) dapat disisipkan pada titik-titik krusial sebelum produk berlanjut ke tahap berikutnya.

c. Optimalisasi Sumber Daya

Melalui perencanaan perutean produksi yang matang, perusahaan dapat memetakan kapasitas mesin dan keahlian tenaga kerja secara proporsional. Tidak ada mesin yang dibebani secara berlebihan sementara mesin lain menganggur (idle).

Selain itu, routing membantu dalam pemanfaatan material secara presisi, sehingga limbah produksi (waste) dapat ditekan seminimal mungkin. Pengaturan ini memastikan bahwa aset fisik dan modal manusia perusahaan bekerja pada tingkat performa puncaknya.

Solusi software PPIC dapat mempermudah pengelolaan perutean produksi dan sumber daya, memastikan efisiensi yang optimal di setiap tahap produksi.

d. Perencanaan Akurat

Routing adalah fondasi utama sebelum masuk ke tahap penjadwalan (scheduling). Tanpa mengetahui urutan proses dan estimasi waktu di setiap pos, mustahil bagi perusahaan untuk menentukan tanggal penyelesaian produk yang akurat.

Data yang dihasilkan memungkinkan manajer produksi untuk memprediksi lead time, mengatur prioritas kerja, dan memastikan komitmen produksi terpenuhi sesuai rencana induk perusahaan.

3. Komponen Utama Routing dalam Manufaktur

Beberapa komponen utama routing dalam manufaktur, meliputi definisi operasi, urutan operasi, pusat kerja, mesin dan peralatan, waktu standar, dan sumber daya. Berikut adalah penjelasan terkait beberapa komponen utama routing dalam manufaktur:

  • Definisi operasi: Menentukan tindakan fisik spesifik seperti pemotongan, pengecatan, atau perakitan yang harus dilakukan pada material.
  • Urutan operasi: Menetapkan urutan logis pengerjaan agar proses produksi mengalir secara sistematis dan tidak saling tumpang tindih serta menjadi acuan untuk surat order produksi.
  • Pusat kerja: Menunjuk lokasi fisik atau departemen spesifik di lantai pabrik tempat sebuah operasi dilakukan.
  • Mesin & peralatan: Menentukan jenis mesin dan perangkat teknis yang paling sesuai untuk menyelesaikan setiap tugas produksi.
  • Waktu standar: Estimasi durasi yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu operasi, termasuk waktu persiapan mesin.
  • Sumber daya: Mencakup alokasi tenaga kerja ahli, perkakas tambahan, serta material pendukung yang dibutuhkan selama proses berlangsung.

4. Bagaimana Tahapan Routing dalam Manufaktur?

Bagaimana Tahapan Routing dalam Manufaktur?Tahapan routing dalam manufaktur produksi massal mencakup beberapa langkah, yaitu analisi produk, penentuan urutan produksi, alokasi sumber daya, penetsapan waktu standar, integrasi kontrol kualitas, pengaturan tata letak fasilitas, evaluasi dan penyesuaian, optimasi dan automatisasi.

Berikut adalah penjelasan dari masing-masing tahapan perutean produksi dalam manufaktur:

a. Analisis Produk

Tahap ini melibatkan pemahaman menyeluruh terhadap produk yang akan diproduksi, termasuk spesifikasi, komponen, dan bahan baku yang diperlukan. Analisis ini membantu dalam mengidentifikasi proses yang diperlukan dan urutan optimalnya.

Pemahaman mendalam pada fase awal ini menjadi fondasi bagi seluruh langkah-langkah produksi selanjutnya. Dengan membedah struktur produk, tim perencanaan dapat memetakan tingkat kesulitan teknis dan menghindari redundansi proses yang tidak memberikan nilai tambah bagi produk akhir.

b. Penentuan Urutan Produksi

Setelah memahami produk, tahap berikutnya adalah menentukan urutan langkah-langkah yang harus dijalankan untuk memproduksi suatu produk, dari bahan mentah hingga menjadi produk jadi.

Urutan ini harus efektif dan saling berkaitan untuk mengoptimalkan alur produksi. Urutan inilah yang kemudian akan dicatat dengan jelas dalam work order form manufaktur, menjadi panduan operasional bagi tim produksi di setiap stasiun kerja.

c. Alokasi Sumber Daya

Tahap ini melibatkan penentuan sumber daya yang diperlukan untuk setiap operasi, termasuk mesin, alat, dan tenaga kerja. Pengalokasian yang efisien dapat mengurangi waktu henti dan meningkatkan produktivitas.

Alokasi yang tepat mencegah terjadinya beban kerja berlebih pada satu mesin sementara mesin lainnya tidak beroperasi. Untuk mempermudah proses ini, banyak perusahaan kini menggunakan MRP software guna memantau ketersediaan material dan kapasitas mesin secara real-time, sehingga jadwal produksi tetap realistis.

d. Penetapan Waktu Standar

Menetapkan waktu standar untuk setiap operasi penting untuk perencanaan dan penjadwalan. Ini membantu dalam menghitung waktu produksi keseluruhan dan memungkinkan perusahaan untuk menjadwalkan pengiriman secara tepat waktu.

Waktu standar bertindak sebagai tolok ukur untuk mengevaluasi kinerja operator dan efektivitas mesin. Tanpa standar waktu yang jelas, manajemen akan kesulitan dalam menentukan harga pokok produksi (HPP) serta memprediksi kemampuan pabrik dalam memenuhi pesanan pelanggan dalam volume besar.

e. Integrasi Kontrol Kualitas

Memastikan bahwa kontrol kualitas terintegrasi ke dalam routing untuk menjaga standar produk sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan, ISO 9001seperti ketentuan . Inspeksi dan pengujian produk pada tahap tertentu dari proses produksi penting untuk meminimalisir cacat.

Dengan menempatkan titik inspeksi secara strategis di tengah langkah-langkah produksi, cacat dapat dideteksi lebih dini sebelum produk mencapai tahap akhir. Hal ini tidak hanya menjaga reputasi merek, tetapi juga menekan biaya pemborosan akibat bahan baku yang terlanjur diproses meski kualitasnya tidak memenuhi syarat.

f. Pengaturan Tata Letak Fasilitas

Pengaturan tata letak fasilitas adalah langkah penting untuk mendukung efisiensi routing. Tata letak yang baik harus meminimalkan jarak tempuh antar stasiun kerja yang saling berkaitan dalam urutan operasi. Dengan menempatkan pusat kerja secara logis sesuai aliran proses, perusahaan dapat mengurangi waktu material handling dan mencegah terjadinya penumpukan fisik barang di jalur produksi.

g. Evaluasi dan Penyesuaian

Evaluasi secara berkala dalam memeriksa efektivitas routing dan melakukan penyesuaian jika diperlukan. Hal ini membantu dalam mengidentifikasi area perbaikan dan mengadaptasi perubahan dalam permintaan atau teknologi.

Data hasil evaluasi ini dapat dimasukkan kembali ke dalam sistem MRP software untuk melakukan kalibrasi ulang terhadap perencanaan di masa depan. Penyesuaian yang berkelanjutan memastikan bahwa proses manufaktur tetap kompetitif, adaptif terhadap inovasi baru, dan selalu berorientasi pada efisiensi maksimal.

h. Optimasi dan Automasi

Optimasi dan automasi dalam tahapan routing untuk produksi dapat meningkatkan efisiensi, konsistensi, dan kualitas produksi. Tindakan optimasi dan automasi dapat diimplementasikan untuk tugas-tugas yang berulang dan memerlukan akurasi tinggi. Kedua hal tersebut dapat meningkatkan kecepatan, konsistensi, dan mengurangi kesalahan manusia.

5. Contoh Penerapan Proses Routing dalam Manufaktur di Berbagai Industri

Penerapan proses routing dalam manufaktur sudah digunakan dalam berbagai industri, mulai dari manufaktur funitur, otomotif, dan elektronik. Berikut penjelasan dari contoh penerapan proses routing dalam manufaktur di berbagai industri:

a. Manufaktur Furnitur Kayu (Meja Makan)

Dalam pembuatan meja makan kayu,routing memastikan serat kayu tetap terjaga dan hasil akhir presisi. Proses dimulai di pusat kerja pemotongan menggunakan gergaji industri untuk membelah papan sesuai dimensi. Selanjutnya, material dipindahkan ke bagian pengetaman (planing) untuk menghaluskan permukaan, diikuti oleh proses pelubangan (boring) untuk sambungan kaki meja.

Setelah komponen siap, dilakukan perakitan awal sebelum masuk ke tahap pengampelasan halus. Titik kendali kualitas ditempatkan sebelum tahap finishing (pernis/cat) untuk memastikan tidak ada cacat permukaan. Seluruh langkah-langkah produksi ini dipantau untuk memastikan penggunaan material kayu efisien dan meminimalkan limbah potong.

b. Manufaktur Otomotif (Perakitan Pintu Mobil)

Pada industri otomotif yang memiliki kompleksitas tinggi, routing harus sangat presisi karena melibatkan ribuan komponen. Skenario dimulai dengan pengepresan lembaran baja menjadi panel pintu menggunakan mesin press hidrolik. Panel tersebut kemudian dikirim ke area pengelasan robotik untuk disatukan dengan kerangka internal.

Setelah kerangka terbentuk, pintu masuk ke lini pengecatan otomatis yang melewati beberapa tahap pelapisan anti-karat. Terakhir, di stasiun perakitan akhir komponen elektronik seperti power window dan kunci sentral dipasang.

Untuk menjaga sinkronisasi ribuan part ini, perusahaan mengandalkan MRP software agar pasokan baut, motor penggerak, dan kabel tiba di stasiun kerja tepat saat pintu tersebut lewat di ban berjalan. Proses dispatching yang efisien memastikan bahwa setiap komponen dipindahkan dengan tepat waktu dan sesuai urutan, mengoptimalkan aliran produksi secara keseluruhan.

c. Manufaktur Elektronik (Perakitan Smartphone)

Routing dalam manufaktur elektronik berfokus pada ketelitian mikro dan lingkungan yang bersih (clean room). Proses diawali dengan penempatan komponen chipset dan memori pada papan sirkuit (PCB) menggunakan mesin surface mount technology (SMT). Setelah sirkuit selesai, PCB melewati uji fungsional otomatis (AOI) untuk mendeteksi kesalahan solder.

Jika lolos, PCB tersebut dikirim ke lini perakitan manual atau robotik untuk disatukan dengan layar, baterai, dan bodi perangkat. Mengingat siklus hidup produk elektronik yang sangat cepat, evaluasi routing dilakukan hampir setiap minggu guna menyesuaikan kecepatan lini produksi dengan fluktuasi permintaan pasar yang terekam dalam sistem manajemen pesanan.

6. Apa Peran Routing dalam Perencanaan Produksi Manufaktur?

Proses ini memiliki beberapa peran utama dalam perencanaan produksi perusahaan manufaktur Anda secara menyeluruh, antara lain penentuan jalur dan langkah kunci perencanaan, peran dan perencanaan kapasitas, kontribusi pada pengelolaan biaya porduk, hingga optimalisasi alur kerja operasional.

Berikut adalah penjelasan dari peran routing dalam perencanaan produksi manufaktur:

a. Penentuan Jalur dan Langkah Kunci Perencanaan

Routing, atau sering disebut pengarahan alur, adalah penentuan urutan langkah kerja dan alur bahan atau komponen dari satu tahap ke tahap berikutnya dalam proses produksi.

Ini merupakan langkah awal yang sangat krusial dalam perencanaan produksi itu sendiri, mendefinisikan cara dasar produk akan dibuat. Proses ini juga membantu dalam alokasi sumber daya seperti mesin, tenaga kerja, dan material yang dibutuhkan di setiap stasiun kerja.

Master Production Schedule (MPS) berperan penting dalam memastikan bahwa routing produksi selaras dengan jadwal produksi yang telah ditetapkan, memastikan efisiensi dan kelancaran alur produksi.

b. Peran dalam Perencanaan Kapasitas

Routing memainkan peran vital dalam perencanaan kapasitas produksi Anda. Proses ini memungkinkan perusahaan menghitung perkiraan waktu standar yang dibutuhkan untuk menyelesaikan setiap operasi atau tahapan dalam alur produksi yang telah ditentukan.

Dengan data waktu ini, Anda dapat merencanakan jadwal produksi secara akurat dan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya untuk memaksimalkan kapasitas yang tersedia.

c. Kontribusi pada Pengelolaan Biaya Produk

Routing juga berkontribusi signifikan pada pengelolaan biaya produksi produk Anda. Dengan merinci urutan proses dan sumber daya yang akan digunakan di setiap tahap, routing memungkinkan analisis biaya yang detail.

Analisis ini membantu memperkirakan biaya tenaga kerja, bahan baku, dan overhead terkait penggunaan mesin atau jalur produksi pada setiap langkah.

d. Optimalisasi Alur Kerja Operasional

Selain peran utama di atas, routing juga fundamental untuk optimalisasi alur proses produksi operasional Anda secara keseluruhan. Dengan merinci setiap langkah dan urutannya, routing membantu mengidentifikasi inefisiensi, perpindahan yang tidak perlu, atau langkah yang tidak menambah nilai.

Dalam praktiknya, surat order produksi sering digunakan untuk mendokumentasikan hasil routing ini agar setiap proses berjalan sesuai urutan yang telah ditetapkan. Optimalisasi alur kerja ini dapat mengurangi penundaan dan meningkatkan efisiensi keseluruhan proses manufaktur.

Implementasi software manufaktur ScaleOcean dapat mengotomatiskan pendokumentasian dan pemantauan alur routing manufaktur secara real-time. Dengan fitur real-time resource monitoring dan automated production analytics memastikan setiap jalur operasional terpantau secara akurat tanpa risiko inefisiensi manual. Sehingga setiap tahap produksi berjalan sesuai jadwal dan mencapai titik produktivitas paling optimal.

7. Kesimpulan

Routing dalam manufaktur adalah proses krusial untuk menentukan urutan langkah atau operasi yang diperlukan untuk mengubah bahan baku menjadi produk jadi, menetapkan mesin/peralatan yang digunakan, serta memperkirakan waktu standar untuk setiap tahap. Alur produksi dalam industri manufaktur modern mengintegrasikan elemen krusial seperti fleksibilitas perubahan alur kerja, hingga minimalisasi limbah produksi.

Software manufaktur ScaleOcean hadir sebagai solusi cerdas melalui sistem smart manufacturing yang mengintegrasikan seluruh tahapan perencanaan produksi secara otomatis dan efisien. Dengan fitur unggulan yang mendukung manajemen perutean (routing management), optimasi alokasi sumber daya, dan pemantauan kinerja lantai pabrik secara real-time.

Memahami dan menerapkan solusi teknologi ini akan membantu bisnis Anda meminimalisir risiko keterlambatan jadwal, mencegah pemborosan energi, dan menekan biaya produksi yang tidak perlu akibat inefisiensi alur. Jadwalkan demo gratis dan konsultasi dengan tim ahli kami untuk melihat secara langsung bagaimana sistem kami dapat mentransformasi efisiensi operasional dan kualitas produksi Anda menjadi lebih baik!

FAQ:

1. Apa itu routing manufaktur?

Rute manufaktur adalah templat yang berisi daftar langkah-langkah yang diperlukan untuk membangun suatu item perakitan. Setiap langkah disusun sesuai urutan yang diperlukan untuk menyelesaikan rangkaian operasional dalam menyelesaikan perakitan.

2. Bagaimana routing dapat memengaruhi struktur biaya produksi (HPP)?

Routing yang efisien meminimalkan waktu menganggur (downtime) dan jarak perpindahan material. Dengan menentukan jalur tercepat dan penggunaan sumber daya yang optimal, biaya operasional dapat ditekan, sehingga harga pokok produksi menjadi lebih kompetitif.

3. Dokumen apa yang biasanya digunakan untuk menjalankan instruksi routing di lantai pabrik?

Instruksi routing biasanya dituangkan ke dalam work order. Dokumen ini mendampingi material selama proses produksi untuk memastikan setiap operator di berbagai stasiun kerja mengikuti urutan langkah yang telah direncanakan secara konsisten.

Jadwalkan Demo Gratis

Error message
Error message
Error message
Error message
Error message
Error message

Rekomendasi Artikel Terkait

Temukan Artikel Serupa untuk Solusi Bisnis Lebih Lengkap