Demand Management: Pengertian, Langkah, dan Tipsnya

ScaleOcean Team
Posted on
Share artikel ini

Industri manufaktur merupakan sektor yang dinamis dan sangat kompetitif karena perusahaan harus menyesuaikan dengan perubahan permintaan yang cukup cepat. Oleh karena itu, demand management diperlukan untuk membantu merencanakan, mengkoordinasikan, dan mengontrol sumber daya yang digunakan perusahaan.

Dengan mengelola permintaan secara efektif, industri manufaktur dapat memastikan telah melakukan proses produksi sesuai kebutuhan. Demand management telah diterapkan di berbagai perusahaan manufaktur terkemuka.

Dengan pendekatan sistematis, perusahaan ini berhasil memaksimalkan efisiensi operasional, meminimalkan biaya, dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Artikel ini akan membahas konsep manajemen permintaan, aspek dan tahapan yang perlu diperhatikan, serta contoh implementasinya di perusahaan multinasional.

starsKey Takeaways
  • Demand management adalah proses merencanakan, mengendalikan, dan menyesuaikan permintaan produk atau layanan agar persediaan tetap seimbang.
  • Tahapan demand management mencakup pengumpulan dan analisis data, peramalan, penentuan strategi, eksekusi, pemantauan, serta evaluasi kinerja.
  • Tips sukses demand management meliputi analisis data akurat, kolaborasi antar departemen, fleksibilitas rencana, dan pemanfaatan teknologi.
  • Parameter sukses demand management dinilai dari akurasi peramalan, tingkat layanan dan kepuasan pelanggan, serta efisiensi stok dan biaya inventaris.

Dapatkan Demo Gratis!

requestDemo

1. Apa itu Demand Management?

Demand management dalam industri manufaktur adalah proses strategis dan sistematis yang dirancang untuk mengatur, merencanakan, dan memprediksi permintaan produk atau layanan. Strategi pengelolaan permintaan yang tepat dibutuhkan perusahaan untuk mencapai tujuan bisnis, mengurangi biaya produksi, serta memaksimalkan efisiensi dan profitabilitas.

Proses ini melibatkan beberapa langkah, seperti penelitian pasar, peramalan permintaan, dan koordinasi dengan departemen pemasaran, penjualan, atau produksi. Melalui kegiatan analisis data historis, tren pasar saat ini, dan prediksi ekonomi di masa mendatang, industri manufaktur dapat membuat peramalan yang akurat tentang permintaan pelanggan ke depannya.

Dengan demikian, perusahaan bisa merencanakan kapasitas sesuai dengan hasil peramalan tersebut. Demand management juga mempengaruhi keputusan strategis lainnya dalam perusahaan, seperti penetapan harga, penjadwalan produksi, dan strategi purchasing.

Hasil analisis data yang diperoleh sangat membantu Anda untuk membuat keputusan tentang jumlah produk yang harus dibuat, timeline proses produksi, dan harga yang harus ditetapkan agar mendapatkan keuntungan. Secara keseluruhan, demand management membantu perusahaan manufaktur menjalankan operasional dengan lebih efisien.

2. Aspek pada Demand Management

Aspek pada Demand Management

Dalam proses demand management, terdapat beberapa aspek penting yang perlu dikelola dengan baik. Aspek tersebut mulai dari prediksi permintaan hingga manajemen hubungan pelanggan. Berikut penjelasan detail bagaimana aspek-aspek ini mempengaruhi keberhasilan bisnis.

a. Prediksi Permintaan

Kemampuan memprediksi jumlah produk yang dibutuhkan di masa depan membantu perusahaan menyusun rencana produksi secara lebih terukur. Dengan perencanaan yang tepat, proses penjualan dapat berjalan lebih efisien dan risiko kelebihan atau kekurangan stok dapat ditekan.

Melalui analisis tren pasar dan faktor musiman, perusahaan dapat menyusun proyeksi permintaan yang lebih akurat. Pemanfaatan teknologi terkini juga membantu menekan risiko kekurangan maupun kelebihan persediaan.

b. Penentuan Harga

Penentuan harga juga menjadi elemen penting dalam demand management. Perusahaan harus mampu menentukan harga yang tepat untuk produk yang dijual agar bisa bersaing di pasar, dengan tetap mempertimbangkan keuntungan.

Strategi penetapan harga yang efektif juga dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti biaya produksi, permintaan pasar, dan harga dari kompetitor. Dengan penentuan harga yang sesuai, perusahaan dapat meningkatkan penjualan, serta mempengaruhi persepsi konsumen tentang nilai produk.

c. Promosi dan Marketing

Promosi dan marketing memiliki peran yang signifikan dalam menciptakan serta mempengaruhi permintaan. Melalui strategi marketing yang efektif, industri manufaktur dapat meningkatkan brand awareness dan membentuk preferensi pasar.

Dampaknya, peluang pembelian ikut meningkat karena calon pelanggan lebih percaya dan memahami nilai produk yang ditawarkan. Marketing campaign yang sukses juga mempengaruhi permintaan, membantu perusahaan mencapai target penjualan dan memaksimalkan profit.

d. Manajemen Pasokan

Manajemen pasokan atau supply chain management adalah bagian penting lainnya dari manajemen permintaan. Hal ini melibatkan koordinasi dan pengelolaan sumber daya yang diperlukan untuk memproduksi barang atau layanan.

Dengan manajemen pasokan yang didukung oleh software ERP manufaktur terbaik, perusahaan di industri manufaktur dapat memastikan pasokan bahan baku cukup untuk proses produksi, mengurangi downtime produksi, dan memenuhi permintaan konsumen secara tepat waktu.

e. Manajemen Hubungan Pelanggan

Dengan memahami kebutuhan dan preferensi pelanggan, perusahaan dapat menyesuaikan produk dan layanan yang lebih dibutuhkan konsumen. Selain itu, melalui hubungan yang baik dengan pelanggan, perusahaan dapat mempertahankan loyalitas yang juga dapat membantu mempertahankan bahkan meningkatkan permintaan.

3. Langkah-Langkah Demand Management

Proses demand management dalam industri manufaktur melibatkan berbagai tahapan penting agar proses berjalan efisien dan tanggap terhadap perubahan pasar. Berikut penjelasan terintegrasi dengan langkah-langkah umum demand management:

a. Pengumpulan Data

Pada tahap pengumpulan data, tim manufaktur mengumpulkan informasi historis penjualan, survei tren pasar, data kompetitor, serta ulasan langsung dari pengalaman belanja pelanggan. Sumber lain seperti laporan demografi, feedback media sosial, dan data pemasok juga dikompilasi untuk menyempurnakan basis data.

Semakin beragam data yang dihimpun, semakin banyak informasi yang diperoleh. Hasil pengumpulan ini menjadi landasan penting untuk memproyeksikan permintaan dengan lebih akurat dan menyusun strategi operasi yang selaras dengan dinamika pasar.

b. Analisis dan Peramalan

Dalam tahap analisis dan peramalan, data yang terkumpul diproses menggunakan metode statistik dan model machine learning untuk memproyeksikan permintaan di masa mendatang. Tim menelaah tren musiman, fluktuasi historis, dan dampak faktor eksternal utuk mengurangi kesalahan prediksi.

Hasil prediksi ini menjadi panduan utama dalam merencanakan volume dan level production schedule, menentukan titik reorder, serta menyesuaikan kebijakan stok. Akurasi model forecasting menjadi kunci untuk mengoptimalkan ketersediaan produk dan meminimalkan risiko overstock atau stockout.

c. Perencanaan Permintaan & Pasokan

Pada tahap perencanaan permintaan dan pasokan, hasil proyeksi permintaan diintegrasikan ke dalam strategi perencanaan kapasitas yang komprehensif. Tim menyusun jadwal produksi, menetapkan lead time, dan merancang skema pengadaan bahan baku.

Perencanaan ini memastikan keseimbangan antara kebutuhan pasar dan kemampuan produksi, sekaligus meminimalkan biaya penyimpanan. Dengan pendekatan terkoordinasi, perusahaan dapat merespons perubahan permintaan secara cepat, menjaga kontinuitas operasional, dan memaksimalkan efisiensi dalam memenuhi target volume tanpa gangguan.

d. Pelaksanaan Rencana

Dalam tahap pelaksanaan rencana, jadwal produksi dan pengadaan bahan baku dijalankan di lantai pabrik. Sistem ERP memicu perintah kerja otomatis untuk produksi untuk stok sesuai perencanaan. Tim logistik mengatur alur distribusi dan menyinkronkan penyiapan gudang agar aliran barang lancar.

Pelaksanaan meliputi monitoring jalur produksi, penyesuaian real-time, dan koordinasi antar unit kerja untuk memenuhi sasaran volume dan waktu. Keberhasilan fase ini sangat bergantung pada komunikasi lintas departemen serta ketersediaan sumber daya yang akurat.

e. Pemantauan & Penyesuaian

Pemantauan dan penyesuaian memfokuskan pada pengamatan kinerja demand management secara real-time melalui indikator seperti tingkat pelayanan, perputaran persediaan, dan selisih antara proyeksi dan realisasi.

Ketika terjadi lonjakan permintaan mendadak, tim dapat cepat mengambil langkah korektif, misalnya menambah shift produksi atau menyesuaikan kebijakan harga. Barang produksi yang memiliki kode produksi juga dapat membantu pemantauan dan pelacakan batch yang lebih akurat saat menyesuaikan volume produksi.

Selain itu, notifikasi otomatis dalam sistem membantu respons lebih sigap. Siklus berkelanjutan ini menjaga ketangguhan supply chain dan memastikan perusahaan mampu menanggapi perubahan pasar tanpa backlog atau kelebihan inventori.

f. Evaluasi & Optimasi

Tahap evaluasi dan optimasi mencakup peninjauan menyeluruh atas akurasi proyeksi, efektivitas pelaksanaan, dan dampak strategi terhadap pencapaian target. Tim menilai perbandingan biaya dan manfaat, serta mengidentifikasi area yang perlu perbaikan, seperti pembaruan asumsi peramalan atau penerapan teknologi baru.

Hasil dari evaluasi ini digunakan untuk menyempurnakan model analisis dan proses operasional. Dengan perbaikan berkelanjutan, perusahaan meningkatkan kemampuan respons dalam rantai pasokan, efektivitas demand management, dan kesiapan menghadapi dinamika pasar di siklus berikutnya.

4. Contoh Demand Management

Contoh Demand Management

Dalam praktik demand management, perusahaan menerapkan berbagai strategi untuk menyeimbangkan permintaan dan pasokan. Contoh-contoh berikut menunjukkan bagaimana proses ini di industri manufaktur membantu mengoptimalkan produksi, distribusi, dan layanan sesuai perubahan permintaan pasar.

a. Menyusun Jadwal Produksi Berdasarkan Prediksi

Perusahaan menggunakan data historis penjualan dan model prediksi untuk menyusun jadwal produksi yang akurat. Dengan prediksi permintaan, tim PPIC dapat menyesuaikan kapasitas lini sesuai kebutuhan pasar. Pendekatan ini penting untuk menghindari kelebihan stok pada produksi massal dan memastikan proses manufaktur berjalan efisien.

Rencana ini dipadukan dengan ketersediaan bahan baku dan jadwal mesin, sehingga batch produksi lebih terarah dan responsif terhadap perubahan permintaan pelanggan. Data ini biasanya dikelola secara real-time dalam sistem ERP untuk meningkatkan akurasi perencanaan.

b. Mengatur Harga dan Strategi Promosi

Perusahaan menerapkan mekanisme penentuan harga dinamis dan marketing campaign untuk meningkatkan permintaan pada periode tertentu. Penyesuaian harga didasarkan pada tingkat permintaan, elastisitas harga, dan target margin. Selain itu, implementasi program loyalitas pelanggan dapat meningkatkan retensi dan memicu pembelian berulang.

Perusahaan menerapkan harga dinamis dan marketing campaign untuk mendorong permintaan pada periode tertentu. Penyesuaian harga mengacu pada tingkat permintaan, elastisitas, dan target margin, sejalan dengan temuan McKinsey and Company bahwa dynamic pricing membantu menjaga pendapatan dan margin lebih konsisten.

Strategi ini membantu mengelola perubahan permintaan, menghindari penumpukan stok, serta memaksimalkan pendapatan. Kegiatan pemasaran ini dipantau secara real-time untuk mengevaluasi efektivitasnya, sehingga perusahaan dapat menyesuaikan taktik promo dengan cepat.

c. Menyesuaikan Stok Sesuai Fluktuasi Permintaan

Tim logistik menyesuaikan tingkat persediaan berdasarkan perubahan permintaan dengan memonitor indikator seperti kecepatan perputaran stok dan lead time pemasok. Pendekatan just in time membantu mengurangi stok berlebih dalam rantai pasokan dan menghindari kekurangan saat permintaan melonjak.

Sistem ERP memicu perintah pembelian otomatis ketika stok mencapai titik pemesanan ulang. Metode safety stock juga diterapkan untuk mengantisipasi beragam jenis permintaan mendadak dan menjaga kontinuitas produksi tanpa gangguan operasional.

d. Optimalisasi Pelayanan Kerja dan Akhir Pekan

Perusahaan menyesuaikan jadwal layanan purna jual dan dukungan teknis sesuai pola permintaan harian dan akhir pekan. Pada hari kerja, tim operasional fokus pada pemenuhan pesanan cepat dengan tenaga kerja penuh. Sementara akhir pekan, kapasitas layanan dialokasikan untuk perawatan mesin dan penjadwalan pengiriman prioritas.

Pendekatan ini meningkatkan kualitas layanan, mengurangi downtime, dan menjaga kepuasan pelanggan dengan respons yang tepat waktu. Data permintaan di hari kerja dan akhir pekan dianalisis secara berkala untuk mengevaluasi intensitas dan elastisitas permintaan dan menyesuaikan sumber daya manusia maupun logistik secara optimal.

Untuk membantu perusahaan manufaktur menghadapi tantangan fluktuasi permintaan, ScaleOcean Manufacturing ERP Software menawarkan solusi yang terintegrasi dan adaptif terhadap perubahan pasar. Dengan fitur seperti Smart MRP, Forecasting, dan Order Management, setiap keputusan perencanaan didasarkan pada data real-time yang akurat.

Sistem ini membantu perusahaan mengoptimalkan stok, meminimalkan pemborosan, dan merespons permintaan pelanggan secara lebih cepat dan efisien. Vendor ini menawarkan demo gratis dan konsultasi gratis untuk melihat bagaimana sistem ini dapat mendukung strategi demand management di bisnis Anda.

Manufaktur

5. Tips Sukses Terapkan Demand Management

Terapkan manajemen permintaan yang efektif untuk memastikan produksi dan pengadaan barang berjalan sesuai dengan kebutuhan pasar. Proses ini melibatkan banyak pihak dengan peran yang saling terkait dalam rantai produksi.

Karena itu, perencanaan dan pengendalian produksi yang cermat dibutuhkan agar perusahaan dapat merespons permintaan secara tepat. Berikut adalah beberapa tips sukses yang dapat membantu Anda mengelola demand management dengan lebih efisien.

a. Mengumpulkan dan Menganalisis Data yang Tepat

Untuk merencanakan permintaan secara efektif, sangat penting untuk mengumpulkan data yang relevan dan akurat. Data yang dikumpulkan harus mencakup tren historis permintaan, faktor musiman, serta faktor eksternal yang memengaruhi pasar.

Dengan menganalisis data ini, perusahaan dapat menghasilkan prediksi yang lebih tepat tentang permintaan di masa depan, yang akan membantu dalam merencanakan produksi dan pengadaan barang dengan lebih efisien, termasuk menerapkan strategi produksi industri yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

b. Kolaborasi Antardepartemen

Manajemen permintaan memerlukan kerjasama yang erat antara berbagai departemen, seperti pemasaran, operasional, purchasing, dan keuangan. Setiap departemen harus berbagi informasi yang relevan dan bekerja sama untuk meramalkan serta merespons permintaan secara efektif.

Dengan komunikasi yang baik, perusahaan dapat menyusun keputusan berdasarkan informasi yang lebih jelas dan terintegrasi. Hal ini membantu mengurangi potensi kesalahan dalam proses perencanaan.

c. Menjaga Fleksibilitas dalam Perencanaan

Pasar dan permintaan pelanggan dapat berubah dengan cepat, sehingga perusahaan harus siap beradaptasi dengan kondisi yang berubah. Untuk itu, penting bagi perusahaan untuk memiliki rencana produksi yang fleksibel, yang dapat disesuaikan dengan perubahan mendadak dalam permintaan.

Selain itu, adanya demand planning akan membantu perusahaan merancang strategi adaptif agar produksi tetap efisien meski menghadapi fluktuasi pasar. Anda juga harus mempertimbangkan strategi pemasaran untuk memastikan respons yang tepat terhadap perubahan preferensi pasar.

d. Menggunakan Teknologi untuk Meningkatkan Responsivitas

Teknologi, seperti sistem ERP, dapat membantu perusahaan untuk lebih responsif terhadap perubahan permintaan pasar. ERP menyediakan alat untuk memantau stok, produksi, dan permintaan pelanggan secara real-time.

Dengan visibilitas ini, perusahaan dapat merespons perubahan dengan lebih cepat dan tepat. Penggunaan teknologi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional dalam proses manufaktur, tetapi juga mendukung keputusan yang lebih cepat dan berbasis data.

e. Memperhatikan Tren Pasar dan Perubahan Eksternal

Perubahan pasar, regulasi, atau bahkan kondisi ekonomi dapat memengaruhi permintaan. Oleh karena itu, penting untuk terus memperbarui informasi tentang tren pasar dan analisis eksternal yang relevan.

Dengan memahami faktor-faktor tersebut, perusahaan dapat menyusun demand management dengan lebih akurat. Dampaknya, risiko dari perubahan yang tidak terduga dapat diminimalkan.

Forbes menyoroti peran sistem perencanaan permintaan dan persediaan dalam mengungkap wawasan tentang tren pasar, preferensi pelanggan, dan pola permintaan. Wawasan ini menegaskan pentingnya pemantauan tren pasar agar demand management dapat disusun lebih tepat dan adaptif.

6. Parameter Suksesnya Demand Management

Anda juga perlu tahu beberapa parameter yang menjadi penentu suksesnya implementasi customer demand management. Berikut penjelasan masing-masing parameter.

a. Akurasi Peramalan

Peramalan yang akurat sangat penting dalam demand management karena memberikan gambaran yang jelas tentang kebutuhan pasar. Dengan informasi ini, perusahaan dapat mengambil keputusan yang lebih tepat dalam perencanaan dan pengendalian operasional.

Dengan data yang tepat dan analisis yang matang, perusahaan dapat merencanakan kapasitas produksi dengan lebih efektif. Untuk mencapai hal ini, perusahaan perlu menggunakan metode peramalan yang sesuai dan selalu memperbarui data yang digunakan.

b. Tingkat Layanan Pelanggan

Tingkat layanan pelanggan, yang sering diukur dengan tingkat pemenuhan pesanan, mencerminkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi permintaan tepat waktu. Standar yang baik tidak hanya meningkatkan kepuasan pelanggan tetapi juga membangun loyalitas.

Untuk memperkuat pemenuhan permintaan pelanggan, perusahaan juga bisa mempelajari strategi fill rate guna memastikan tingkat pemenuhan pesanan tetap optimal. Strategi ini membantu menjaga ketersediaan produk sesuai prediksi demand management.

Selain itu, perusahaan perlu memiliki sistem produksi yang efisien untuk mengelola pesanan dengan baik. Dukungan stok yang memadai serta manajemen persediaan yang efektif juga membantu menjaga kelancaran operasional.

c. Tingkat Stok

Tingkat stok yang ideal sangat penting agar perusahaan dapat memenuhi permintaan pelanggan tanpa menambah biaya penyimpanan yang berlebihan. Mengelola stok secara efektif menuntut pemahaman terhadap pola permintaan.

Pemanfaatan teknologi juga diperlukan untuk melacak dan mengendalikan stok secara lebih akurat. Penggunaan sistem manajemen gudang otomatis memungkinkan pemantauan dan pengendalian aliran barang yang lebih efisien.

d. Biaya Inventaris

Biaya inventaris mencakup seluruh biaya yang dikeluarkan untuk penyimpanan dan pengelolaan persediaan, termasuk biaya operasional dan biaya modal. Pengelolaan biaya inventaris yang efisien berperan penting dalam meningkatkan profitabilitas perusahaan.

Upaya ini dapat dilakukan dengan mengoptimalkan ruang penyimpanan serta mengurangi risiko barang rusak atau hilang. Namun, perusahaan harus tetap menjaga keseimbangan agar pengurangan biaya tidak mengganggu kemampuan untuk memenuhi permintaan pelanggan tepat waktu.

e. Tingkat Pengembalian Barang

Tingkat pengembalian barang yang tinggi dapat menunjukkan adanya masalah kualitas produk atau proses penjualan yang perlu diperbaiki. Untuk mengurangi tingkat pengembalian, perusahaan harus memastikan produk yang dikirim memenuhi standar kualitas tinggi dan memberikan pengalaman layanan pelanggan yang baik.

Penguatan kontrol kualitas dan pelatihan staf penjualan memegang peran penting dalam menjaga kepuasan pelanggan. Kebijakan pengembalian yang jelas dan adil juga membantu membangun kepercayaan serta meningkatkan loyalitas pelanggan.

f. Kepuasan Pelanggan

Kepuasan pelanggan adalah indikator seberapa baik produk atau layanan perusahaan memenuhi harapan pelanggan. Metrik ini dapat meningkatkan loyalitas pelanggan dan membantu memperkuat pertumbuhan bisnis.

Untuk mencapai ini, perusahaan harus berfokus pada kualitas produk, layanan pelanggan yang responsif, dan memahami kebutuhan pelanggan. Penggunaan aplikasi helpdesk online memungkinkan perusahaan merespon pertanyaan dan masalah pelanggan dengan cepat, yang berkontribusi pada peningkatan kepuasan mereka.

7. Kesimpulan

Demand management di industri manufaktur berperan penting dalam efisiensi dan profitabilitas perusahaan. Dengan mengelola dan menyesuaikan permintaan, perusahaan dapat mengoptimalkan sumber daya, menekan limbah, dan meningkatkan kepuasan pelanggan. ERP membantu mengoptimalkan penerapan serta monitoring prosesnya.

Sistem ERP Manufaktur ScaleOcean untuk meramalkan permintaan lebih akurat dan mempermudah kolaborasi antar tim. Sistemnya juga dapat disesuaikan dengan modul dan kebutuhan bisnis. Anda dapat mencoba demo gratis atau konsultasi gratis untuk mempelajari apa saja kemampuan dari sistem ini.

FAQ:

1. Apa yang dimaksud dengan demand management?

Demand management adalah proses perusahaan untuk menyeimbangkan permintaan pasar dengan kemampuan rantai pasokan dalam menyediakan produk. Pengelolaan ini mencakup pengaturan pengadaan, perencanaan produksi, serta distribusi barang secara efisien kepada pelanggan.

2. Apa tujuan manajemen permintaan?

Tujuan utama manajemen permintaan adalah meningkatkan akurasi prediksi permintaan dan memenuhinya secara efektif di masa depan. Secara strategis, ini berfokus pada optimasi rantai pasokan, pengurangan biaya, kepuasan pelanggan, dan manajemen stok yang optimal.

3. Apa saja empat aktivitas utama manajemen permintaan?

Empat aktivitas utama manajemen permintaan meliputi pemodelan, peramalan, perencanaan permintaan, dan perencanaan pasokan. Seluruh komponen ini dijalankan dengan pendekatan yang berpusat pada pelanggan, berdasarkan kebutuhan klien yang teridentifikasi jelas.

Jadwalkan Demo Gratis

Error message
Error message
Error message
Error message
Error message
Error message

Rekomendasi Artikel Terkait

Temukan Artikel Serupa untuk Solusi Bisnis Lebih Lengkap