Barang Setengah Jadi: Definisi, Ciri, serta Contohnya

ScaleOcean Team
Posted on
Share artikel ini

Produk setengah jadi sangat penting, namun pengelolaannya seringkali menimbulkan masalah besar di pabrik. Masalah yang kerap terjadi seperti kualitas yang tidak konsisten dan stok yang tidak terkelola dengan baik. Hal ini menyebabkan gangguan parah pada jadwal produksi dan memicu peningkatan biaya operasional yang tidak perlu.

Produk setengah jadi adalah bahan yang telah diproses sebagian, seperti sirup atau rangka mobil, tetapi belum siap dijual. Dengan adanya pengelolaan barang setengah jadi yang baik, perusahaan dapat memungkinkan alokasi sumber daya yang optimal dan menjamin kualitas serta konsistensi dalam setiap tahapan.

Memahami peran dan karakteristik unik dari barang setengah jadi dapat membantu memastikan kelancaran alur produksi Anda dari awal hingga akhir. Artikel ini akan membahas apa itu barang setengah jadi, ciri-cirinya, hingga contoh barang setengah jadi di berbagai industri.

starsKey Takeaways
  • Barang setengah jadi adalah barang yang telah melalui sebagian proses produksi, namun belum siap untuk digunakan atau dikonsumsi oleh konsumen akhir.
  • Ciri barang setengah jadi mencakup belum siap digunakan atau dijual, belum selesai dalam proses produksi, lebih murah dari produk jadi, dan belum melalui quality control.
  • Contoh barang setengah jadi termasuk benang di industri tekstil, rangka mobil di otomotif, dan PCB di elektronik, yang masih memerlukan pengolahan lebih lanjut.
  • Software manufaktur ScaleOcean dapat membantu mengelola produksi barang setengah jadi, memastikan efisiensi, visibilitas, dan kontrol penuh di setiap tahap.

Dapatkan Demo Gratis!

requestDemo

1. Apa itu Barang Setengah Jadi?

Barang setengah jadi adalah bahan mentah yang telah melalui satu atau lebih tahap produksi, namun belum siap digunakan langsung dan memerlukan pengolahan lebih lanjut untuk menjadi produk akhir. Contohnya adalah benang yang diproses menjadi kain, tepung yang diubah menjadi roti, atau baja yang digunakan untuk memproduksi mobil.

Dalam alur produksi, produk ini seringkali menjadi titik tengah antara bahan baku dan produk jadi. Dengan demikian, meskipun telah mengalami beberapa tahapan, produk tersebut memerlukan lebih banyak proses untuk menjadi bentuk akhir yang siap dijual ke konsumen.

Tidak hanya itu saja, produk setengah jadi turut berperan penting dalam pengelolaan rantai pasokan secara efektif dan efisien, terutama dalam proses manufaktur. Barang tersebut memungkinkan efisiensi, fleksibilitas, dan spesialisasi, yang akan berkontribusi pada produksi barang jadi yang berkualitas dan memenuhi kebutuhan pasar.

2. Manfaat Barang Setengah Jadi di Industri Manufaktur

Manfaat Barang Setengah Jadi di Industri ManufakturBarang setengah jadi adalah bahan baku yang telah melalui proses tertentu, tetapi belum selesai dan siap untuk digunakan atau dijual ke pasar. Produk ini juga dikenal sebagai barang antara (intermediate goods). Manfaat yang diberikan dengan adanya barang setengah jadi mulai dari menjembatani tahapan produksi, fleksibel dalam rantai pasok, meningkatkan efisiensi biaya, hingga meningkatkan kualitas produksi.

Berikut adalah beberapa manfaat utamanya:

a. Menjembatani Tahapan Produksi

Barang intermediate goods berfungsi untuk menghubungkan berbagai tahapan dalam proses produksi. Menurut laporan OECD, perdagangan barang setengah jadi menyumbang 56% dari total perdagangan barang, yang menandakan mayoritas barang yang diperdagangkan adalah komponen yang digunakan dalam produksi barang jadi.

Tidak heran, contoh barang setengah jadi memainkan peran penting dalam memastikan kelancaran alur produksi, dengan menghubungkan tahapan-tahapan yang berbeda dan memungkinkan transformasi bahan baku menjadi produk yang lebih kompleks dan siap untuk tahap produksi berikutnya.

b. Fleksibilitas dalam Rantai Pasokan

Barang setengah jadi ini menawarkan fleksibilitas yang signifikan dalam pengelolaan rantai pasokan, terutama karena statusnya yang memungkinkan penyesuaian yang dinamis terhadap kebutuhan produksi yang berubah-ubah. Perusahaan memiliki kemampuan untuk menyesuaikan jumlah dan bahkan jenis spesifik dari barang setengah jadi yang diperlukan.

Penyesuaian ini dilakukan berdasarkan fluktuasi permintaan pasar yang tidak terduga atau untuk memenuhi kebutuhan produksi yang bersifat unik dan spesifik. Hasilnya, hal ini memungkinkan pabrikan untuk bereaksi dan melakukan penyesuaian yang jauh lebih cepat terhadap perubahan mendadak dalam kondisi pasar atau jadwal pesanan, sehingga mengurangi risiko kelebihan stok maupun kekurangan material kritis.

c. Meningkatkan Efisiensi Biaya

Dengan memanfaatkan produk setengah jadi , perusahaan manufaktur dapat mengurangi biaya produksi secara keseluruhan secara signifikan. Mengolah produk setengah jadi dari titik tersebut membutuhkan proses produksi dan perakitan yang jauh lebih sedikit dibandingkan memulai dari bahan baku mentah.

Hal ini secara langsung mengurangi pemborosan material dan secara substansial menghemat biaya tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tahapan awal yang sudah selesai. Lebih lanjut, strategi ini memungkinkan perusahaan untuk mencapai skala ekonomi karena mereka dapat memproduksi barang dalam jumlah batch besar yang terstandarisasi dengan biaya variabel yang cenderung lebih rendah per unitnya.

d. Mengoptimalkan Inventori

Barang setengah jadi memainkan peran yang sangat penting dalam membantu bisnis manufaktur mengelola inventaris mereka dengan jauh lebih efisien dan strategis. Dengan memastikan bahwa jenis barang perantara tersebut disimpan dalam jumlah yang optimal, tidak terlalu banyak ,perusahaan secara signifikan dapat mengurangi biaya penyimpanan (carrying cost) yang tinggi.

Hal ini juga dapat meminimalkan risiko kerugian finansial. Hal ini disebabkan oleh barang yang kedaluwarsa, menjadi usang (obsolete), atau rusak selama periode penyimpanan yang tidak perlu. Dengan inventori yang optimal, alur kas dan operasional perusahaan dapat berjalan dengan lancar.

e. Meningkatkan Kualitas Produksi

Barang intermediate goods (atau produk setengah jadi) secara signifikan berkontribusi pada peningkatan dan penjaminan kualitas produk akhir. Dengan memproses produk setengah jadi tersebut sesuai dengan standar, toleransi, dan spesifikasi teknis yang sangat ketat di setiap tahapan, perusahaan dapat memastikan konsistensi yang unggul dalam kualitas produk akhir yang dihasilkan.

Lebih lanjut, strategi ini secara efektif memungkinkan kontrol kualitas yang jauh lebih mudah, terukur, dan lebih terarah. Hal ini dikarenakan pengujian dan inspeksi dapat dilakukan pada titik-titap kritis di sepanjang lini produksi, bukan hanya pada saat produk sudah jadi.

3. Ciri-ciri Produk Setengah Jadi

Produk ini tentunya memiliki ciri khusus yang membedakannya secara jelas dalam konteks rantai pasokan dan inventaris. Ciri khususnya dimulai dari barang tersebut tidak siap digunakan, proses produksi yang belum selesai, lebih murah daripada porduk jadi, hingga belum memiliki quality control. 

Berikut pembahasan detail ciri-ciri tersebut:

a. Tidak Siap Digunakan atau Dijual

Produk setengah jadi tidak bisa langsung digunakan atau dikonsumsi oleh konsumen akhir. Meskipun telah melewati beberapa tahapan produksi dan telah mengalami penambahan nilai, barang-barang yang berada dalam kategori ini masih memerlukan beberapa langkah.

Langkah-langkahnya seperti pemrosesan, perakitan, atau finishing tambahan yang krusial sebelum akhirnya dapat dianggap sebagai produk jadi yang utuh, fungsional, dan siap untuk dipasarkan.

b. Proses Produksi Belum Selesai

Ciri khas fundamental lainnya dari produk setengah jadi (semi-finished goods) adalah bahwa proses manufaktur yang diperlukan belum sepenuhnya selesai. Artinya, barang pada tahap ini masih memerlukan pemrosesan lebih jauh atau serangkaian perakitan tambahan untuk mengubahnya menjadi produk akhir yang utuh dan berfungsi penuh.

Misalnya, dalam konteks industri otomotif, bodi mobil yang sudah melewati proses stamping dan welding namun belum dipasang mesin, sistem transmisi, atau sistem elektrik yang esensial merupakan contoh klasik dari semi-finished goods. Bagian ini belum memiliki nilai fungsional penuh bagi pengguna akhir sampai proses perakitan tuntas.

c. Lebih Murah Daripada Produk Jadi

Dari segi harga, produk ini umumnya lebih murah dibandingkan produk jadi. Hal ini karena biaya di akuntansi manufaktur, terutama produksi yang dikeluarkan belum sebanyak produk jadi.

Sebagai contoh ilustratif, sepasang sepatu yang baru mencapai tahap upper dan belum dilengkapi dengan sol, lapisan dalam, atau tali sepatu, secara logis akan ditawarkan dengan harga yang jauh lebih rendah. Harganya akan jauh lebih murah daripada sepatu yang sudah sepenuhnya jadi, melalui finishing, dan siap untuk langsung dipakai oleh konsumen.

d. Belum Melalui Quality Control

Produk ini juga biasanya belum melewati proses quality control. Pengelolaan dan pemantauan barang setengah jadi yang efektif, termasuk identifikasi potensi cacat atau kesalahan, sering kali didukung oleh software material control yang memungkinkan pelacakan real-time di setiap tahapan produksi.

Karena pemeriksaan kualitas umumnya dilakukan setelah produk sepenuhnya jadi untuk memastikan kalau produk tersebut memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh perusahaan.Dengan demikian, produk ini masih berpotensi cacat atau memungkinkan adanya kesalahan yang perlu diperbaiki.

Manufaktur

4. Contoh Produksi Setengah Jadi dari Berbagai Industri

Contoh produk setengah jadi mencakup bahan pangan seperti tepung, sosis, nugget, dan mi instan, serta barang industri seperti benang, semen, karet, dan kayu olahan. Produk-produk ini merupakan hasil dari tahap produksi awal dalam manajemen produksi yang belum dapat dikonsumsi atau digunakan langsung, namun memerlukan proses lebih lanjut untuk menjadi barang jadi yang siap pakai.

Berikut beberapa contoh produk setengah jadi yang dikelompokkan berdasarkan industrinya:

a. Industri Pangan dan Minuman

Dalam industri pangan dan minuman, produk setengah jadi melibatkan jenis persediaan bahan mentah yang telah diproses menjadi bentuk yang lebih siap, namun masih membutuhkan pengolahan lebih lanjut untuk menjadi produk yang siap konsumsi.

Contoh produk setengah jadi dalam industri pangan dan minuman adalah:

  • Adonan roti: Adonan tepung yang sudah diproses namun perlu difermentasi dan dipanggang untuk menjadi roti.
  • Sirup: Cairan yang telah diproses dari bahan dasar, namun masih perlu dicampur dan dikemas dalam produk minuman.
  • Bahan setengah jadi olahan daging: Daging yang telah diproses menjadi potongan atau produk olahan lainnya, namun masih memerlukan pengolahan lebih lanjut seperti pemasakan atau pengepakan.

b. Industri Tekstil

Dalam industri tekstil, barang setengah jadi melibatkan bahan baku yang telah diproses namun belum menjadi produk jadi seperti pakaian atau kain siap pakai. Proses ini mengubah bahan baku menjadi komponen yang lebih siap digunakan untuk produk akhir.

Contoh produk setengah jadi dalam industri tekstil adalah:

  • Benang: Hasil olahan kapas yang dipintal, siap untuk dijadikan kain melalui proses penenunan.
  • Kain setengah jadi: Kain yang sudah diproses namun masih memerlukan finishing atau pewarnaan.
  • Bahan kain terwarnai: Kain yang telah diwarnai, namun belum melalui proses jahitan untuk menjadi pakaian atau produk tekstil lainnya.

c. Industri Otomotif

Di industri otomotif, barang setengah jadi merupakan bagian atau komponen kendaraan yang telah diproses, namun belum terakit menjadi mobil atau kendaraan utuh. Proses lanjutan diperlukan untuk menyelesaikan kendaraan. Pengelolaan komponen ini biasanya diolah dengan software pabrik yang membantu memastikan bahwa produk diselesaikan menggunakan bahan yang sesuai dan memenui standar.

Contoh produk setengah jadi dalam industri otomotif adalah:

  • Rangka mobil: Struktur dasar mobil yang telah dibentuk, namun belum lengkap dengan komponen lainnya seperti mesin dan bodi.
  • Panel bodi mobil: Panel kendaraan yang telah dicetak, namun masih memerlukan perakitan dan pengecatan.
  • Komponen mesin: Bagian-bagian mesin seperti piston atau crankshaft yang siap untuk dirakit menjadi mesin utuh.

d. Industri Elektronik

Dalam industri elektronik, produk setengah jadi adalah komponen atau perangkat yang telah diproduksi namun belum siap dijadikan perangkat akhir seperti ponsel atau komputer. Komponen ini perlu dirakit dan diuji sebelum digunakan.

Contoh produk setengah jadi dalam industri elektronik adalah:

  • PCB (printed circuit board): Papan sirkuit yang sudah dilengkapi dengan komponen elektronik namun belum dipasang dalam perangkat akhir.
  • Kabel dan komponen elektronik: Kabel dan komponen lainnya yang telah diproses, namun masih memerlukan perakitan dalam produk elektronik.
  • LCD screen: Layar yang telah diproduksi dan diuji, namun masih perlu dipasang pada perangkat elektronik seperti ponsel atau televisi.

e. Industri Farmasi

Di industri farmasi, barang setengah jadi melibatkan bahan obat yang telah diproses namun masih memerlukan pengolahan lebih lanjut untuk mencapai bentuk akhir yang siap untuk dikonsumsi atau didistribusikan.

Contoh produk setengah jadi dalam industri farmasi adalah:

  • Bahan obat setengah jadi: Bahan yang telah melalui tahap awal formulasi, namun masih perlu dicampur dan dikemas untuk menjadi obat akhir.
  • Kapsul dan tablet: Obat yang telah diproduksi dalam bentuk dasar, namun masih memerlukan pengepakan dan pengecekan kualitas.
  • Larutan obat: Larutan yang telah diproses namun masih perlu pengemasan dalam bentuk botol atau vial.

Produk setengah jadi, seperti benang di industri tekstil atau PCB di industri elektronik, memerlukan manajemen dan kontrol kualitas yang sangat ketat. Oleh karena itu, untuk menjamin bahwa setiap tahapan pengolahan berjalan sesuai standar, dibutuhkan sistem manajemen canggih yang mampu memberikan visibilitas penuh terhadap inventori dan status produksi di lantai pabrik secara akurat.

Implementasi software Manufaktur ScaleOcean dapat membantu perusahaan dalam memantau dan mengelola proses produksi barang setengah jadi secara real-time. Melalui fitur inventory management real-time, software ini dapat memantau pergerakan stok antar tahap. Ditambah dengan modul real-time production tracking ScaleOcean akan memberikan visibilitas terhadap status pengerjaan barang setengah jadi di lantai pabrik.

5. Kesimpulan

Produk setengah jadi adalah barang yang telah menjalani sebagian proses produksi, namun belum sepenuhnya siap untuk digunakan atau dikonsumsi oleh konsumen akhir. Produk ini sering kali berfungsi sebagai bahan baku untuk industri lain yang akan mengolahnya lebih lanjut menjadi produk jadi.

Dengan menggunakan software manufaktur ScaleOcean, perusahaan dapat mengoptimalkan manajemen produk setengah jadi secara lebih efektif. Dengan fitur real-time monitoring dan integrasi antar modul, Anda dapat meningkatkan efisiensi operasional dan memastikan kelancaran proses produksi.

Memahami bagaimana produk setengah jadi dapat dioalh dengan baik dpaat membantu menjaga stabilitas dan efisiensi bisnis Anda. Jadwalkan demo gratis dan konsultasi dengan tim ahli kami untuk melihat bagaimana software ini dapat membantu Anda!

FAQ:

1. Apa saja contoh barang setengah jadi?

Contoh barang setengah jadi meliputi karet yang berasal dari getah karet mentah yang diambil dari perkebunan, mesin mobil yang sudah diproduksi tetapi belum dirakit sepenuhnya, serta tepung, semen, dan berbagai jenis kayu yang masih memerlukan pengolahan lebih lanjut.

2. Roti apakah barang setengah jadi?

Roti bisa dianggap sebagai barang setengah jadi pada tahap adonan sebelum dipanggang. Adonan roti yang telah diproses namun belum melalui tahap fermentasi dan pemanggangan masih membutuhkan beberapa langkah tambahan untuk menjadi roti siap konsumsi.

3. Apa yang membedakan barang setengah jadi dan barang jadi?

Perbedaan utama antara barang setengah jadi dan barang jadi terletak pada tingkat penyelesaiannya. Barang setengah jadi telah melalui beberapa tahap produksi namun belum siap untuk digunakan atau dijual, sementara barang jadi adalah produk akhir yang telah lengkap dan siap dikonsumsi atau digunakan.

Jadwalkan Demo Gratis

Error message
Error message
Error message
Error message
Error message
Error message

Rekomendasi Artikel Terkait

Temukan Artikel Serupa untuk Solusi Bisnis Lebih Lengkap