
Halo, kami siap bantu cari solusi ERP sesuai kebutuhan Anda.
Konsultasi Sekarang
Kesalahan perhitungan biaya pengiriman dapat berdampak cukup besar dalam bisnis contohnya, gangguan arus kas dan masalah dengan klien terkait tagihan yang tidak sesuai. Karena hal inilah yang menurunkan efisiensi operasional, memicu ketidakpuasan dan meningkatkan kerugian.
Maka dari itu, penting bagi pebisnis untuk memahami setiap elemen biaya untuk menjaga kelancaran dan transparansi. Menurut analisa kami dari laporan akademik tentang logistics flows, aktivitas inbound dan outbound logistics dapat mewakili sekitar 60% dari total biaya logistik dalam beberapa industri.
Hal ini mencakup biaya transportasi, pergudangan, distribusi, dan penanganan barang baik masuk maupun keluar. Oleh karena itu, penting untuk tahu secara detail perbedaan keduanya agar Anda dapat mengelola logistik dengan akurat dan efisien, serta menjaga kelancaran bisnis Anda. Artikel ini akan membantu Anda tahu lebih lanjut perbedaan freight in dan freight out, serta cara efektif mengelola biaya ini.
Freight in atau freight paid adalah biaya pengiriman yang ditanggung perusahaan untuk membawa atau menerima barang dari pemasok ke lokasi perusahaan. Freight paid dicatat sebagai bagian dari harga pokok barang (cost of goods sold) atau inventaris perusahaan, bukan sebagai biaya operasional terpisah. Bagian ini penjelasan lebih rinci:
Freight in menjadi tanggung jawab dari pihak yang membeli, sebab pengeluaran biaya tersebut muncul setelah terjadinya transaksi pembelian dan biaya tersebut berkaitan dengan biaya transportasi dari supplier ke perusahaan. Secara praktis, pendekatan tersebut dapat menggunakan incoterms atau bahkan kondisi dalam kontrak, tetapi konsep tersebut tetap melibatkan biaya inbound yang ditanggung pembeli.
Freight in tidak dicatat sebagai beban operasional terpisah, melainkan dikapitalisasi sebagai bagian dari persediaan atau harga pokok pembelian. Secara akuntansi, biaya ini menambah nilai inventaris (debit persediaan) sehingga HPP mencerminkan seluruh biaya yang diperlukan sampai barang berada di lokasi dan kondisi siap dipakai.
Sebuah perusahaan manufaktur membeli komponen produksi senilai Rp25.000.000 dari pemasok regional. Untuk pengiriman ke fasilitas produksi, perusahaan membayar ongkos angkut Rp1.200.000. Biaya angkut tersebut diklasifikasikan sebagai freight in dan menambah nilai persediaan menjadi Rp26.200.000 karena merupakan bagian dari biaya perolehan.

Freight in atau freight paid adalah pengeluaran di mana pihak pengirim (consignor) menanggung biaya pengiriman barang di awal, sehingga penerima (consignee) atau tidak perlu membayar saat barang tiba.
Mengelola freight in secara efektif memberikan sejumlah manfaat signifikan bagi perusahaan. Manfaat-manfaat yang diperoleh dari freight in, antara lain:
Ketepatan biaya pengiriman barang menjadi manfaat utama dari freight in. Dengan membayar biaya pengiriman di muka, pembeli mendapatkan kejelasan dan kepastian biaya, menghilangkan kekhawatiran tentang perubahan tak terduga seperti kenaikan harga bahan bakar.
Ini membantu menjaga hubungan bisnis yang baik dan mendukung perencanaan keuangan yang akurat, serta menghindari biaya tambahan.
Sistem freight in mempercepat proses pengiriman barang. Karena pengirim sudah membayar biaya di awal, barang dapat segera dikumpulkan dan dikirim setelah transaksi pembelian selesai.
Ini mengurangi waktu pengangkutan dan pengiriman sehingga memungkinkan pihak logistik merespons cepat kebutuhan mendesak pelanggan tanpa menunggu proses pembayaran terpisah.
Membayar biaya freight in di muka mempermudah manajemen kas perusahaan logistik. Pembayaran ini termasuk dalam perhitungan biaya barang, memungkinkan perencanaan keuangan yang lebih akurat dan menghindari biaya tak terduga.
Perusahaan dapat mengelola utang lebih baik, mencegah penumpukan utang, dan mengurangi risiko likuiditas, sehingga menjaga kondisi kas tetap sehat.
Salah satu manfaat utama dari penggunaan freight in adalah keberadaan proses administrasi yang mudah. Pengiriman ini sudah termasuk di dalam total biaya pembelian, sehingga membentuk invoice yang lebih sederhana tanpa detail yang terpisah. Pembayaran akan menjadi lebih efisien dengan adanya satu pembayaran yang harus dibuat oleh pembeli untuk seluruh proses tersebut.
Freight in memberikan kejelasan mengenai biaya pengiriman barang yang termasuk dalam transaksi. Biaya pengiriman sudah dimasukkan ke dalam harga barang, sehingga pembeli mengetahui total biaya yang harus dibayarkan tanpa biaya tersembunyi.
Pembeli juga dapat membandingkan harga dari berbagai pemasok dengan lebih mudah dan bernegosiasi untuk mendapatkan harga terbaik.
Mencatat biaya freight in atau freight paid sangat penting untuk memastikan penghitungan yang akurat terhadap biaya yang dikeluarkan untuk pengiriman bahan baku di perusahaan. Berikut ini langkah-langkah dalam mencatatnya:
Pertama, menghitung jumlah freight paid yang berisikan ongkos, penanganan, dan tambahan lainnya. Semua pengeluaran ini dihitung secara menyeluruh untuk memastikan biaya yang dibebankan perusahaan mencerminkan total biaya pengiriman barang yang diterima.
Setelah menentukan biaya freight, debit akun mencatat seluruh biaya bahan baku yang diterima. Melalui cara ini, biaya barang yang diterima tercatat dan meminimalkan kesalahan dalam perhitungan persediaan yang ada.
Setelah biaya freight paid tercatat, kredit atau utang perusahaan sesuai dengan pembayaran yang dilakukan kepada perusahaan pengiriman. Hal ini membantu memastikan aliran kas tercatat dengan akurat dan memudahkan pengelolaan likuiditas dan utang.
Catatan persediaan perlu diperbarui untuk memperlihatkan harga barang atau bahan baku yang diterima. Catatan ini membantu persediaan tetap akurat dan menggambarkan biaya yang terkait dengan barang yang diterima.
Terakhir, biaya freight paid harus dicatat dalam laporan keuangan perusahaan. Biaya ini dimasukkan sebagai biaya langsung dalam harga pokok penjualan di laporan laba rugi dan dicatat sebagai pengurang pada akun persediaan di neraca, sehingga mencerminkan seluruh biaya pengadaan dalam perusahaan Anda secara akurat.
Agar biaya freight bisa dicatat secara lebih akurat dan efisien, perusahaan dapat menggunakan ScaleOcean. Sistem ini menghitung biaya pengiriman dan margin secara otomatis untuk setiap transaksi, serta mengintegrasikan data biaya langsung ke laporan keuangan dan persediaan.
Hal ini membuat pencatatan berjalan lebih efisien dan akurat, sehingga seluruh biaya pengadaan tercatat dengan tepat dalam laporan keuangan perusahaan. Untuk memudahkan perhitungan ini, perusahaan bisa menggunakan freight cost calculator untuk mendapatkan estimasi biaya secara cepat dan akurat.
Freight out atau freight collect adalah metode pembayaran ongkos kirim yang membebankan biaya pengiriman kepada penerima barang. Biaya ini meliputi pengeluaran terkait transportasi, asuransi, dan distribusi barang dari penjual ke pembeli, serta dicatat sebagai biaya operasional yang terkait langsung dengan aktivitas penjualan barang.
Freight out ditanggung oleh penjual atau perusahaan, karena biaya timbul sebagai bagian dari komitmen pengiriman kepada pelanggan. Tanggung jawab ini biasanya ditetapkan dalam kebijakan penjualan, kontrak, atau kesepakatan pengiriman yang berlaku.
Dalam pencatatan akuntansi freight forwarding, freight out dibukukan sebagai biaya operasional, khususnya biaya penjualan atau distribusi. Biaya ini tidak dikapitalisasi ke persediaan dan tidak memengaruhi harga pokok penjualan, melainkan langsung mengurangi laba pada periode berjalan.
Perusahaan distribusi mengirim produk jadi ke pelanggan bisnis di kota lain dan menanggung biaya transportasi sebesar Rp850.000. Biaya tersebut dicatat sebagai freight out karena berkaitan langsung dengan aktivitas pengiriman setelah penjualan, serta masuk ke pos biaya penjualan pada laporan laba rugi.
Baca juga: 5 SOP Pengiriman Barang untuk Meningkatkan Proses Logistik
Freight out atau freight collected adalah biaya pengiriman yang melibatkan pihak penerima atau consignee untuk menanggung biaya pengiriman saat menerima barang.
Metode ini menawarkan sejumlah keuntungan dalam pengelolaan logistik. Berikut ini beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari penerapannya:
Dalam freight out, perusahaan memiliki kendali penuh untuk memilih penyedia layanan logistik atau metode pengiriman yang sesuai dengan preferensi dan kebutuhan. Hal ini memastikan bahwa penyedia logistik mematuhi regulasi atau persyaratan internal bisnis. Pelanggan juga merasa lebih puas karena mereka dapat mengontrol proses pengiriman, menciptakan pengalaman yang lebih baik.
Freight out melibatkan pembayaran terstruktur yang memudahkan penjual dan pembeli, dengan opsi seperti transfer bank, kartu kredit, atau pembayaran digital. Fleksibilitas ini mengurangi waktu dan biaya administrasi, ideal untuk bisnis dengan kebutuhan keuangan beragam.
Mengoptimalkan pembayaran pengiriman barang melalui freight out dapat mengurangi biaya dengan menegosiasikan tarif lebih baik, termasuk potongan untuk volume besar atau kontrak jangka panjang. Ini berdampak pada margin keuntungan, biaya operasional, dan efisiensi pengelolaan biaya pengiriman.
Dengan data akurat dari aktivitas freight out, perusahaan logistik akan mampu mengadakan analisis dengan lebih baik sehingga mampu mengidentifikasi bagian yang bisa mengurangi biaya. Hal ini memungkinkan mereka dalam mengevaluasi anggaran dengan lebih baik dan meningkatkan efisiensi operasional secara keseluruhan.
Pengelolaan freight out yang efisien menurunkan biaya operasional melalui pemilihan metode pengiriman tepat, negosiasi tarif, dan pemahaman freight surcharge. Penghematan ini memungkinkan perusahaan menawarkan harga lebih kompetitif, meningkatkan daya saing dengan fleksibilitas pembayaran ongkos kirim.
Manajemen rute pengiriman dalam freight out meningkatkan efisiensi dengan merencanakan dan memantau rute untuk mengurangi biaya serta mengelola risiko. Consignee yang memahami rute efektif dapat memberikan kontrol lebih atas proses pengiriman.
Selain itu, pengelolaan freight charter sangat penting untuk memudahkan pengangkutan barang dengan kapal sewaan. Hal ini juga membantu mengoptimalkan biaya dan memastikan pengiriman lebih aman dan tepat waktu.

Mencatat biaya freight out saldo normal atau freight collected menjadi langkah penting dalam memastikan pengelolaan pengiriman barang yang efisien. Dengan mencatatnya dengan tepat, perusahaan dapat memantau pengeluaran secara akurat. Bagian ini akan memberikan langkah-langkah dalam mencatat biayanya:
Sama seperti freight in, Pertama menghitung total biaya freight out hal ini mencakup semua biaya terkait pengiriman barang jadi. Perhitungan ini harus mencakup seluruh biaya yang dikeluarkan untuk membawa produk kepada klien.
Sesudah biaya freight yang dikumpulkan ditentukan, masukkan kredit ke dalam rekening persediaan sebagai cara mencatat biaya yang sudah dibayar atas barang siap jual. Ini memastikan bahwa barang tersebut didaftarkan dengan baik dalam hal update inventaris dan biaya barang yang sudah dikirim.
Setelah pencatatan, debit akun kas atau piutang untuk mencatat pembayaran freight collected. Langkah ini menjadi akurasi arus kas dan laporan keuangan termasuk penyesuaian currency adjustment factor pada transaksi internasional.
Penting untuk memperbarui catatan persediaan, hal ini diperlukan untuk memperlihatkan biaya barang jadi yang terjual. Pembaruan ini memastikan bahwa laporan inventaris perusahaan akurat dan melihatkan seluruh pengeluaran terkait barang yang telah dikirim ke klien.
Biaya freight yang diterima dimasukkan sebagai biaya penjualan dalam neraca laba rugi. Jika pembeli belum membayarkan biaya tersebut, masukkan biaya tersebut dalam meningkatnya jumlah piutang dagang dalam neraca. Ini akan menjamin transparansi dalam pembiayaan serta pengelolaan keuangan.
pengertian freight in dan freight out, freight in menjadi tanggung jawab pembeli dan penambahan harga pokok persediaan, sementara freight out ditanggung oleh penjual dan dicatat sebagai beban penjualan. Hal ini termasuk dalam penerapan biaya tambahan seperti BAF pada proses implementasinya. Berikut adalah penjelasannya secara lebih detail.
Arah pengiriman freight in masuk akun biaya pengiriman bahan baku atau barang masuk ke perusahaan, seperti dari pemasok ke fasilitas produksi. Sedangkan, freight out merupakan biaya pengiriman barang jadi yang keluar dari perusahaan, misalnya dari gudang ke pelanggan atau titik distribusi.
Biaya freight in biasanya dibayar oleh penjual atau pihak yang mengirim barang, dikategorikan sebagai biaya penjualan atau pemasaran, dan juga bergantung pada syarat perdagangan. Sebaliknya, freight out umumnya ditanggung oleh pembeli atau penerima barang dan dianggap sebagai bagian dari biaya pembelian, seringkali dipengaruhi oleh Incoterms.
Sebagai contoh implementasi, freight in terlihat pada biaya pengiriman bahan mentah ke pabrik atau barang jadi ke gudang. Sementara itu, freight out dicontohkan dengan biaya pengiriman produk langsung dari gudang ke pelanggan, termasuk biaya ekspor dan ketentuan pengiriman seperti FOT (Free on Truck) yang digunakan dalam transaksi tersebut.
Freight in dianggap sebagai biaya langsung yang meningkatkan harga pokok penjualan dan mempengaruhi nilai persediaan yang tercatat di neraca. Sebaliknya, freight out dalam akuntansi diklasifikasikan sebagai beban penjualan, dicatat terpisah dalam laporan laba rugi, dan berpengaruh langsung pada profitabilitas perusahaan tanpa mempengaruhi nilai persediaan.
Freight forwarder perlu tahu perbedaan freight paid dan freight collected karena keduanya memengaruhi strategi pengelolaan biaya pengiriman
Sebagai contoh, jika sebuah perusahaan mengimpor barang dari Tiongkok ke Indonesia, Anda akan menangani freight in yang ditagihkan ke importir. Ini berupa biaya pengangkutan barang, serta biaya tambahan seperti bea cukai, asuransi, dan pajak impor.
Selain berkaitan dengan strategi manajemen biaya, berikut beberapa alasan penting lainnya mengapa perbedaan keduanya perlu Anda pahami.
Untuk membantu dalam mengelola proses logistik ini, penggunaan software freight forwarding terbaik sangat penting agar bisnis dapat mengoptimalkan efisiensi pengiriman dan mengurangi biaya transportasi secara efektif.
Bagaimana mengetahui perbedaan freight in dan freight out? Cara membedakannya melalui pengeluaran biayanya. Untuk Freight in, Anda mengeluarkan biaya pengangkutan, bea cukai dan asuransi. Sedangkan freight out pengeluaran biayanya untuk pengiriman barang keluar dari klien ke destinasi tujuan.
Seluruh biaya ini perlu di perhatikan dengan cermat dan efisien, agar operasional tidak mengalami kerugian dan berjalan dengan lancar. Layanan freight forward yang tidak memahami pembeda ekspor-impor ini bisa mengalami kebingungan untuk mengelola anggaran. Hal ini dapat mengakibatkan biaya operasional yang membengkak
Baca juga: Perbedaan Gross Weight dan Net Weight dalam Pengiriman Barang
ScaleOcean membantu pengelolaan biaya pengiriman freight in dan freight out dengan lebih efisien, mengurangi kesalahan dalam perhitungan tagihan, terutama saat menangani banyak klien. Sistem kami dirancang untuk memastikan biaya pengiriman terhitung dengan akurat dan transparan.
Jika perusahaan sudah menggunakan sistem sebelumnya, proses migrasi ke ERP ScaleOcean biasanya membutuhkan waktu antara 1 minggu hingga 3 bulan. Durasi migrasi ini bergantung pada beberapa faktor, seperti kompleksitas data, jumlah modul yang diperlukan, dan kesiapan sistem yang ada saat ini.
Untuk mencari tahu tentang cara ScaleOcean dapat membantu Anda melakukan optimisasi proses bisnis Anda, lakukan sesi konsultasi dengan tim kami. Selain itu, Anda juga bisa melakukan ERP Readiness Assessment untuk mengetahui kesiapan perusahaan sebelum melaksanakan sistem ERP. Berikut ini beberapa fitur unggulan ScaleOcean yang mendukung pengelolaan biaya pengiriman:
Baca juga: 25 Aplikasi Logistik Terbaik untuk Manajemen Transportasi
Freight in dan freight out adalah dua jenis biaya pengiriman dalam aktivitas bisnis yang dibedakan berdasarkan pihak yang menanggung biayanya. Freight in ditanggung pembeli saat menerima pasokan bahan baku atau barang dagangan, sedangkan freight out ditanggung penjual saat mengirimkan produk pesanan kepada pelanggan.
Untuk membantu Anda mengelola pengiriman ke dalam dan ke luar negeri dengan lebih efisien, ScaleOcean Atlas for Logistics menawarkan beragam keunggulan. Dengan ini, dipastikan biaya pengiriman tercatat dengan akurat. Jadwalkan sesi konsultasi bersama tim ScaleOcean untuk mengeksplorasi penerapan sistem yang sesuai dengan kebutuhan operasional bisnis Anda.
Freight paid, yang juga dikenal sebagai freight in, merujuk pada biaya pengiriman yang dibayar oleh penjual atau pengirim barang kepada perusahaan pengangkut atau penyedia jasa logistik untuk layanan pengiriman barang. Kedua istilah ini sama-sama mengacu pada pembayaran untuk biaya pengiriman yang ditanggung oleh penjual.
Perbedaan antara freight prepaid dan collect terletak pada pihak yang menanggung biaya pengiriman. Pada freight prepaid, penjual menangani dan membayar biaya pengiriman hingga barang diterima. Sementara itu, pada freight collect, pembeli yang bertanggung jawab membayar biaya pengiriman setelah barang meninggalkan lokasi penjual.
Biaya angkut keluar (freight out) dianggap sebagai biaya penjualan, berbeda dengan biaya angkut masuk. Dalam laporan keuangan, biaya ini biasanya dicatat sebagai biaya operasional. Biaya angkut keluar tidak dimasukkan dalam biaya barang yang dijual, melainkan dianggap sebagai biaya untuk periode tertentu.
Secara singkat, FOB menentukan kapan kepemilikan dan tanggung jawab barang berpindah dari penjual ke pembeli, sedangkan freight collect menentukan bahwa biaya pengiriman akan ditanggung oleh pembeli saat barang tiba.