
Halo, kami siap bantu cari solusi ERP sesuai kebutuhan Anda.
Konsultasi Sekarang
Ada banyak faktor yang mampu membantu bisnis logistik untuk menjalankan pengiriman logistik secara efisien. Salah satunya adalah pemilihan jenis container dan ukurannya yang sesuai dengan karakteristik barang. Kontainer dirancang dengan berbagai spesifikasi dan fitur untuk mengakomodasi beragam jenis barang, mulai dari produk general tanpa perlu kontrol suhu hingga bahan kimia berbahaya yang memerlukan perlindungan khusus.
Berbagai jenis kontainer tersedia dengan berbagai ukuran, fungsi dan kebutuhan, mulai dari kontainer dry atau kering yang paling umum, hingga kontainer khusus seperti reefer (pendingin), open top (atap terbuka), dan flat rack (rak datar). Kontainer memiliki fungsi utama untuk melayani kebutuhan pengiriman barang umum, barang dengan suhu terkontrol, serta barang berukuran besar.
Dengan memahami berbagai jenis kontainer dan fungsi spesifiknya, dapat membantu Anda dalam memilih fasilitas pendukung yang paling sesuai. Hal ini juga akan memastikan barang tiba di tujuan dengan kondisi yang optimal dan biaya yang efisien. Di sini akan dibahas jenis-jenis kontainer dan spesifikasinya untuk membantu Anda memahami lebih mudah terkait aspek ini. Pahami selengkapnya di sini!
Secara umum, jenis container terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu general purpose container dan special container. Kategori ini ditetapkan berdasarkan tujuan, sifat muatan, dan cara penanganan barang selama proses pengiriman. Rincian lebih lengkap dapat Anda temukan di bawah ini:
General purpose container atau yang sering dikenal sebagai dry container digunakan untuk mengangkut komoditas umum yang tidak membutuhkan perlakuan khusus. Jenis ini merupakan opsi yang paling banyak diaplikasikan dalam industri logistik karena sangat ideal untuk muatan kering, seperti barang jadi, bahan baku baku, boks karton, hingga susunan palet.
Sementara itu, special container dirancang secara khusus untuk mengakomodasi kargo yang memiliki karakteristik spesifik. Kontainer ini digunakan untuk muatan yang memerlukan pengaturan suhu, komoditas berbentuk cair, material curah, ataupun barang dengan dimensi yang sangat besar. Beberapa contoh dari kategori ini meliputi tipe reefer (berpendingin), open top, flat rack, tank, bulk, serta high cube container.
Perlu dipahami juga perbedaan kontainer dan tronton pada fungsinya. Kontainer merupakan peti kemas atau wadah standar untuk menyimpan kargo. Sementara itu, tronton merujuk pada jenis armada truk tiga poros roda. Singkatnya, kontainer adalah media muatannya, sedangkan tronton bertindak sebagai armada pengangkutnya.

Kapal kontainer memiliki macam-macam ukuran container yang berbeda untuk memenuhi kebutuhan pengiriman logistik yang juga bervariasi. Penting untuk memilih ukuran unit yang tepat agar proses distribusi kargo tetap aman, efisien, dan biaya operasional dapat ditekan secara optimal.
Inilah jenis-jenis container dan gambarnya berdasarkan ukuran, diantaranya:
Container dengan ukuran 10 feet menjadi jenis terkecil dan biasanya digunakan untuk pengiriman barang dalam jumlah terbatas dan volume kecil. Jenis ini cocok untuk pengiriman barang berat tapi tidak memakan banyak ruang. Kontainer ini memiliki panjang kurang lebih 2,9 m sampai 3 m, lebar sekitar 2,4 m, tinggi hingga mencapai 2,6 m, dengan kapasitas sekitar 15 m kubik.
Contoh barang dengan kapal kontainer ini adalah mesin-mesin kecil atau peralatan khusus. Ukuran compact ini akan memudahkan penanganan dan pengangkutan dalam ruang terbatas, serta bisa digunakan pengiriman jarak pendek dan jarak jauh.
Kontainer ukuran 20 feet merupakan salah satu jenis kontainer yang paling sering digunakan oleh perusahaan logistik untuk pengiriman barang menggunakan skema keuntungan soc container. Kapasitas kontainer ini cukup besar untuk menampung berbagai macam barang baik itu barang kering maupun jenis barang lain yang membutuhkan kondisi khusus.
Ukuran kontainer ini sekitar 6 meter panjang ,2,4 meter lebar, 2,6 meter tinggi, dan memiliki ruang kapasitas 28-30 meter kubik. Berat kosong kontainer ini bervariasi antara 2,2 hingga 2,5 ton sedangkan berat muatan maksimumnya bisa mencapai 28 ton.
Jenis kontainer ini dipilih terutama karena kombinasi dari ukuran yang tepat dan biaya pengiriman yang efektif. Selain itu penggunaan kontainer ini juga sangat praktis karena dapat digunakan untuk berbagai jenis transportasi seperti transportasi laut,jalan dan rel.
Jenis 40 feet yang memberikan kapasitas muatan dua kali lipat dari 20 feet biasanya digunakan untuk pengiriman barang dengan volume besar. Kontainer dengan ukuran ini dapat digunakan untuk proses ekspor impor barang industri, bahan baku, hingga barang jadi dalam jumlah banyak.
Menurut analisis kami dari spil.co.id, penggunaan jenis kontainer yang tepat memungkinkan perusahaan dapat mengoptimalkan ruang penyimpanan secara maksimal. Strategi ini sangat efektif dalam menekan biaya logistik secara menyeluruh sekaligus memastikan efisiensi distribusi barang tetap terjaga.
Spesifikasinya meliputi panjang kurang lebih 12 m, lebar sekitar 2,4 m, tinggi hingga 2,6 m, dengan total kapasitas penampungan antara 58 sampai 67 m kubik. Anda pasti bertanya-tanya kapasitas container 40 feet berapa ton? Nah, unit ini memiliki berat kosong sekitar 3,8 hingga 4 ton dan sanggup menahan berat muatan maksimum hingga 30 sampai 32 ton.
Kontainer ukuran 45 feet akan memberikan kapasitas ekstra untuk barang yang lebih banyak atau lebih besar, sehingga biasanya digunakan untuk pengiriman barang berat dan berukuran besar. Jenis ini dapat kompatibel dengan sebagian besar infrastruktur transportasi, dan fleksibel digunakan untuk berbagai jenis pengiriman.
Kontainer jenis ini dirancang dengan panjang kurang lebih 13,7 m, lebar sekitar 2,4 m, dan tinggi mencapai 2,9 m, sehingga menghasilkan volume penyimpanan yang jauh lebih lapang dibanding tipe 40 feet. Meski memiliki bentang fisik yang lebih panjang untuk mengakomodasi kargo besar atau bermassa berat, kontainer ini tetap dibuat kompatibel dengan mayoritas infrastruktur transportasi global saat ini.
Ukuran container paling besar yaitu kontainer 60 feet memiliki ukuran panjang terbesar dan biasa digunakan dalam proses logistik. Dengan ukuran ini, kontainer mampu menampung barang dalam volume besar dan berat, sehingga cocok untuk pengiriman barang proyek industri besar atau barang konstruksi.
Kontainer ini meskipun tidak selalu kompatibel dengan semua fasilitas pelabuhan, jenis ini efektif untuk pengangkutan barang-barang khusus yang membutuhkan ruang ekstra. Unit ini memiliki spesifikasi panjang kurang lebih 18,3 m, lebar sekitar 2,4 m, serta tinggi hingga mencapai 2,9 m.
Baca juga: Berikut Cara Menghitung Muatan Kontainer dengan Akurat

Kargo kontainer tidak hanya diklasifikan berdasarkan ukuran, tapi juga dapat terbagi berdasarkan jenis muatan barang yang dibawa. Setiap jenisnya dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan pengangkutan berbagai macam barang dengan spesifikasi dan penanganan yang khusus. Ketahui jenis-jenis container dan kegunaannya berdasarkan muatan, yaitu:
Dry container atau kontainer kering menjadi jenis yang paling umum digunakan dalam pengiriman internasional, serta cocok untuk berbagai macam barang kering yang tidak memerlukan kontrol suhu khusus.
Dalam prosesnya, setiap kontainer wajib melalui penimbangan VGM (Verified Gross Mass) agar memastikan berat kargo akurat dan memenuhi standar keselamatan pelayaran internasional.
Jenis ini juga tersedia dalam beberapa ukuran standar, yaitu 20 kaki dan 40 kaki. Jenis container 20 kaki memiliki panjang sekitar 6,06 meter, lebar 2,44 meter, dan tinggi 2,59 meter dengan kapasitas kurang lebih 33,2 meter kubik.
Sementara itu, kontainer 40 kaki memiliki panjang sekitar 12,2 meter, lebar 2,44 meter, dan tinggi 2,59 meter, serta kapasitas sekitar 67,7 meter kubik. Dengan adanya variasi ukuran ini, bisnis logistik bisa lebih mudah memilih kontainer sesuai dengan volume dan berat barang yang akan dikirim, sehingga pengiriman barang dapat dimaksimalkan.
Jenis reefer container dilengkapi dengan sistem pendingin yang berguna untuk menjaga suhu barang yang rentan rusak, seperti makanan, minuman, serta bahan kimia. Kontainer ini dirancang khusus untuk mengangkut barang yang memerlukan kontrol suhu, seperti makanan beku, produk segar, obat-obatan, dan dangerous goods yang sensitif. Dari sumber DCSA, kami menemukan bahwa rentang suhu reefer container dapat mencapai -65°C hingga +40°C.
Reefer memiliki sistem pendingin internal yang dapat menjaga suhu dalam rentang tertentu, mulai dari suhu sangat rendah hingga suhu sedikit di atas titik beku tergantung pada kebutuhan barang yang diangkut. Untuk itu, jenis ini perlu dilengkapi dengan teknologi canggih yang dapat mengendalikan suhu dan kelembaban secara real-time selama pengiriman.
Open top adalah jenis kapal kontainer yang dirancang dengan atap terbuka untuk memudahkan pengisian barang-barang besar atau sulit dimasukkan melalui pintu. Meskipun terbuka, jenis ini memiliki perlindungan khusus pada bagian atas dengan adanya terpal yang akan melindungi barang dari berbagai kondisi cuaca.
Contoh barang yang memanfaatkan open top container seperti pipa dan peralatan industri, ban untuk peralatan berat, mesin jet dan kapal, baja dan bijih, serta beberapa suku cadang dan peralatan rel. Jenis kontainer satu ini juga lebih baik digunakan untuk barang logistik dengan bentuk yang tidak beraturan dan tidak dapat diangkut dengan kontainer tertutup biasa.
Flat rack container merupakan jenis yang dirancang dengan rangka data untuk memudahkan pengangkutan barang besar dan melebihi standar kontainer, seperti mesin manufaktur, kendaraan, hingga peralatan konstruksi. Jenis ini memiliki dasar kuat dengan semua sisinya dapat dilipat atau dilepas.
Ini memungkinkan proses bongkar muat barang dari berbagai arah dapat dilakukan lebih mudah dan maksimal. Sama halnya dengan kontainer kering, jenis flat rack kontainer dibagi menjadi dua ukuran yaitu 20 kaki dan 40 kaki.
Cara menggunakan container ini pun juga perlu didukung dengan alat khusus karena jenis muatan barang yang cukup berat dan besar. Misalnya dengan menggunakan crane atau forklift. Crane mampu mengangkat barang dari berbagai sudut dan ketinggian, sehingga barang dapat dimuat dan dibongkar dari flat rack container dengan efisien dan aman. Selain itu, ada juga teknik lashing container yang mampu mengoptimalkan keamanan proses distribusi.
Jenis open side kontainer merupakan kapal yang memiliki sisi terbuka, dan memiliki tambahan pintu di masing-masing sisi sehingga kontainer dapat dibuka sepenuhnya.
Beberapa contoh barang tersebut seperti peralatan konstruksi besar, balok kayu panjang atau lembaran baja. Kontainer ini juga memberikan keuntungan dalam hal penyimpanan sementara. Misalnya, di lokasi konstruksi, open side storage container dapat digunakan sebagai gudang sementara untuk menyimpan alat dan bahan bangunan.
Karena mampu membuka seluruh sisi kontainer, maka pekerja konstruksi dapat lebih mudah mengambil dan menyimpan barang, sehingga meningkatkan efisiensi kerja. Aplikasi logistik Indonesia dapat mempermudah manajemen penyimpanan sementara ini, membantu melacak inventaris dan memastikan barang yang disimpan di kontainer mudah diakses dan dikelola dengan efisien.
Car carrier container menjadi jenis kontainer yang khusus digunakan untuk mengangkut kendaraan bermotor, seperti mobil, truk, dan sepeda motor. Kapal ini dilengkapi dengan rak dan sistem pengikat khusus yang membuat kendaraan tetap aman dan stabil selama pengiriman.
Ukuran standar kontainer ini mencapai 40 kaki, dan dapat menampung hingga dua mobil standar secara aman. Jenis ini cocok untuk industri otomotif, seperti dealer mobil yang membutuhkan pengiriman kendaraan secara internasional.
Ketika melakukan proses bongkar muat, Anda juga tetap memerlukan alat pendukung lainnya untuk mengoptimalkan penggunaan car carrier container. Misalnya, Anda dapat menggunakan ramp atau lift hidrolik untuk memudahkan pemuatan dan pembongkaran kendaraan.
Tank container merupakan jenis ISO tank container yang digunakan untuk mengangkut berbagai jenis muatan cair atau gas termasuk minyak, bahan kimia, dan cairan industri. Tangki kontainer biasanya dibuat dari baja tahan karat dengan kerangka pelindung luar untuk melindungi muatan dari tekanan dan berbagai kondisi yang keras selama pengangkutan.
Standar kapasitas kontainer tank biasanya berkisar antara 20.000 hingga 26.000 liter. Selain desain yang kuat, kontainer tank juga dilengkapi dengan sistem dan peralatan keselamatan tertentu, seperti katup tekanan dan sistem pemantauan untuk menjamin keselamatan muatan selama pengangkutan.
Namun, menggunakan kontainer tangki tidak hanya membutuhkan pemilihan jenis kontainer yang tepat, tetapi juga koordinasi dengan depo container tersebut agar memungkinkan pengelolaan, penyimpanan, dan pergantian kontainer di tempat-tempat dengan aktivitas logistik yang padat.
Meskipun memiliki semua alat keselamatan tersebut, penggunaan kontainer tank harus dilakukan sesuai regulasi prosedur .Alasannya sebagian besar muatan yang diangkutnya memiliki beberapa sifat yang berbahaya.
Jenis thermal container menjadi peti kemas yang dirancang dengan isolasi untuk menjaga suhu barang yang diangkut tetap stabil tanpa menggunakan sistem pendingin aktif. Kontainer ini memiliki lapisan insulasi yang dapat mengurangi pertukaran panas antara interior dan lingkungan. Ukuran standar insulated container biasanya adalah 20 kaki dan 40 kaki, mirip dengan kontainer kering.
Jenis ini cocok digunakan untuk mengangkut barang sensitif terhadap perubahan suhu, seperti makanan, minuman, dan farmasi, sehingga sering digunakan bisnis logistik untuk pengiriman barang jarak dekat atau penyimpanan barang sementara sebelum didistribusikan. Kapal ini membuat Anda lebih fleksibel dalam mengatur muatan dan transportasi.
Tunnel container dirancang dengan dua pintu yang dipasang di kedua sisi bagian ujung kontainer, sehingga memudahkan kontainer tersebut dimuat dan dibongkar dengan mudah dari bagian depan atau belakang. Hal ini membuat pengaturan barang menjadi lebih mudah tanpa harus mengeluarkan seluruh muatan dari kontainer.
Akses yang lebih fleksibel membuat tunnel container cocok untuk mengangkut barang yang perlu diambil secara berkala selama perjalanan atau dikirim melalui beberapa titik transit. Desain dua pintunya juga memudahkan proses pengambilan dan pemindahan barang tanpa mengganggu susunan muatan lainnya.
Ukuran kontainer ini juga berbeda, yaitu 20 kaki dan 40 kaki. Penggunaan jenis ini bisa dipilih sesuai kebutuhan tergantung beberapa aspek, mulai dari jenis barang yang diangkut, frekuensi akses ke dalam kontainer, dan kebutuhan ruang penyimpanan.
Jika barang sering diakses di berbagai titik selama perjalanan, tunnel container dengan ukuran 20 kaki mungkin lebih efisien untuk kemudahan manuver dan penempatan di area yang lebih sempit. Sedangkan, jika perlu kapasitas lebih besar dan akses dari kedua ujung untuk efisiensi operasional, kontainer 40 kaki adalah pilihan yang tepat.
Selanjutnya ada high cube container yang merupakan varian dari kontainer standar dengan tinggi tambahan biasanya 1 kaki lebih tinggi. Tujuannya memberikan kapasitas volume yang lebih besar. Kontainer ini memiliki dimensi panjang dan lebar yang sama dengan kontainer standar, tetapi tinggi sekitar 2,89 meter, dibandingkan dengan 2,59 meter untuk kontainer biasa.
Barang-barang yang umumnya diangkut menggunakan kontainer ini adalah peralatan besar, mesin, atau barang dengan jumlah besar. Untuk barang-barang dengan volume besar namun dengan berat ringan juga bisa memanfaatkan high cube container.
High cube container yang memiliki dimensi yang lebih tinggi dibandingkan container standar akan memberikan kapasitas yang lebih besar, sehingga penting bagi Anda untuk memahami fungsi nomor kontainer untuk memudahkan identifikasi jenis dan ukuran kontainer yang tepat.
Berbeda dengan jenis kontainer sebelumnya, justru half height container memiliki tinggi setengah dari kontainer standar, biasanya digunakan untuk mengangkut barang-barang berat tetapi tidak terlalu besar secara volume, seperti batu bara, bijih, atau bahan bangunan. Dengan tinggi sekitar 1,3 meter, kontainer ini memberikan stabilitas yang lebih baik untuk muatan berat dan memungkinkan pemuatan dan pembongkaran yang lebih mudah.
Half height container sering digunakan dalam industri pertambangan dan konstruksi karena memiliki desain yang kuat dan mampu menangani barang-barang dengan densitas tinggi tanpa adanya risiko kerusakan pada kontainer atau barang yang diangkut. Ukuran container ini dibagi menjadi 20 kaki dan 40 kaki. Dengan demikian, memungkinkan penyesuaian berdasarkan jenis dan volume muatan yang perlu diangkut.
Special purpose container adalah kontainer yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan khusus yang tidak dapat dipenuhi oleh kontainer umum. Sebagai contoh, kontainer yang digunakan untuk keperluan militer masuk dalam kategori kontainer khusus. Kontainer khusus bisa sangat berbeda satu sama lain tergantung pada kebutuhan penggunaannya yang spesifik.
Terakhir, swap body container adalah sebuah wadah yang umumnya digunakan dalam transportasi multimoda terutama di Eropa. Wadah-wadah ini dibangun khusus agar dapat dipertukarkan dari truk, kereta api, dan kapal tanpa harus menurunkan muatan. Dengan menggunakan wadah-wadah ini, Anda dapat meningkatkan efisiensi transportasi.
Swap body container biasanya memiliki kaki yang dapat diangkat. Jadi kontainer dapat berdiri sendiri ketika tidak terpasang pada kendaraan pengangkut. Ukuran standar untuk swap body adalah 20 kaki dan 40 kaki, dengan fitur desain yang memungkinkan akses mudah dan penanganan yang cepat. Fleksibilitas dan kemudahan penggunaannya, membuat jenis container satu ini ideal untuk logistik dan distribusi barang yang menggunakan berbagai moda transportasi.
Untuk memilih wadah kargo yang tepat, sangat penting untuk mempertimbangkan rencana aksi yang terperinci yang akan memungkinkan proses pengiriman yang lancar. Pemilihan wadah yang salah bisa menyebabkan kerugian karena barang rusak, pemborosan biaya dan masalah logistik lainnya. Kami sarankan agar Anda mempertimbangkan saran-saran berikut ini:
Memahami karakteristik barang menjadi langkah penting sebelum menentukan jenis container yang digunakan. Produk yang membutuhkan suhu stabil, seperti makanan beku atau obat-obatan, lebih sesuai dikirim menggunakan reefer container, sementara barang umum seperti pakaian biasanya cukup menggunakan dry container. Selain jenis barang, ukuran, berat, dan bentuk muatan juga perlu diperhatikan agar kapasitas container dapat dimanfaatkan secara optimal, sehingga proses pengiriman logistik berjalan lebih aman dan tertata.
Volume dan berat muatan juga menjadi faktor lainnya dalam pemilihan kontainer. Barang yang bervolume kecil tapi berat bisa menggunakan kontainer ukuran kecil agar biaya tetap efisien. Sedangkan barang bervolume besar lebih cocok menggunakan kontainer yang lebih besar dan panjang.
Pemilihan yang tepat akan menghindari pemborosan ruang dan memastikan pengiriman berjalan sesuai kapasitas kontainer. Selain itu, penyusunan posisi muatan yang strategis melalui stowage plan adalah kunci utama untuk menjaga stabilitas kapal serta memaksimalkan penggunaan ruang penyimpanan di dalam unit tersebut.
Penting juga untuk pertimbangkan rute dan tujuan pengiriman. Jika jarak pengiriman jauh atau antar negara, Anda bisa menggunakan kontainer kuat dan tahan cuaca, serta sesuai standar internasional. Infrastruktur pelabuhan atau moda transportasi di tujuan juga harus dipertimbangkan agar kontainer mudah dipindahkan dan diterima tanpa kendala.
Barang yang membutuhkan perlakuan khusus, seperti pengaturan suhu atau tingkat keamanan tambahan, perlu dikirim menggunakan container yang sesuai dengan karakteristiknya. Reefer container dapat menjadi pilihan untuk menjaga barang tetap dalam suhu tertentu. Sementara itu, container dengan sistem keamanan khusus lebih cocok untuk barang bernilai tinggi atau memiliki risiko tertentu. Dengan memilih container yang memiliki fitur pendukung yang tepat, kualitas barang dapat tetap terjaga sekaligus memastikan proses pengiriman berjalan sesuai standar yang berlaku.
Pertimbangkan juga biaya sewa kontainer yang harus disesuaikan dengan anggaran dan efisiensi pengiriman. Selain dimensi, biaya juga dipengaruhi oleh jenis muatan, terutama pada klasifikasi dangerous goods yang memerlukan penanganan khusus. Evaluasi biaya yang cermat sangat penting agar pengiriman tetap optimal dan sesuai anggaran bisnis Anda.

Untuk memilih kontainer dan metode pengiriman yang sesuai kebutuhan, Anda dapat memanfaatkan ScaleOcean Atlas for Logistics. Sistem ini mendukung berbagai metode pengiriman berdasarkan kapasitas dan volume barang, seperti LCL, FCL, FTL, dan LTL, sehingga perusahaan dapat menentukan opsi pengiriman yang lebih tepat sesuai karakteristik kargo.
Selain itu, ScaleOcean Atlas for Logistics membantu proses otomasi pemesanan ruang muatan di berbagai moda transportasi. Dengan informasi kapasitas yang lebih terstruktur, perusahaan dapat mengoptimalkan penggunaan ruang pengiriman, mengurangi kesalahan perencanaan, dan meningkatkan efisiensi operasional logistik.
Jadwalkan konsultasi bersama tim ScaleOcean untuk menemukan solusi logistik yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda dan mengoptimalkan pengelolaan pengiriman secara lebih terintegrasi.
Baca juga: Berikut Cara Tracking Container Logistik yang Perlu Dipahami
Dari pembahasan jenis kontainer dan ukurannya di atas, dapat disimpulkan bahwa bisnis logistik memiliki banyak pilihan untuk mempermudah pengiriman internasional sesuai dengan karakteristik barang yang akan diangkut. Sebagai contoh, Anda bisa menggunakan refrigerated container untuk mengirim barang yang perlu kontrol suhu tertentu. Contoh lain, barang yang ukurannya tidak beraturan, Anda bisa memilih menggunakan open top container.
Selain itu, penting juga untuk memastikan setiap kontainer yang digunakan tercatat dengan baik melalui EIR container (Equipment Interchange Receipt). Proses ini membantu memantau status dan kondisi kontainer selama perjalanan, sehingga meminimalkan risiko kerusakan atau kehilangan barang.
Penggunaan kontainer yang tepat dapat membantu memaksimalkan efisiensi operasional, mengurangi risiko kerusakan barang, serta memastikan proses pengiriman berjalan sesuai regulasi keselamatan. Untuk menemukan solusi logistik yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda, jadwalkan konsultasi bersama tim ScaleOcean sekarang.
Jenis-jenis kontainer pengiriman bervariasi tergantung kebutuhan kargo. Yang paling umum adalah Dry Van Container untuk kargo umum, Reefer Container dengan kontrol suhu untuk barang beku atau pendingin, Open Top Container untuk barang tinggi, Flat Rack Container tanpa dinding samping untuk kargo lebar, dan Tank Container untuk cairan atau gas.
ISO code container, atau Kode Ukuran dan Tipe ISO, adalah standar internasional yang digunakan untuk mengidentifikasi dimensi dan karakteristik struktural peti kemas. Kode ini terdiri dari empat karakter alfanumerik yang memberikan informasi spesifik mengenai panjang, lebar, tinggi, serta jenis kontainer (misalnya, kontainer standar, refrigerated, atau open top), memudahkan penanganan dan perencanaan logistik global.
Perbedaan utama Dry Van (Standard) dan High Cube (HC) terletak pada tinggi dan kapasitas volumenya. High Cube memiliki tinggi sekitar 30 cm lebih besar dengan kapasitas hingga 12% lebih luas dibanding Dry Van.
Perbedaan utama antara kontainer 20 feet dan 40 feet adalah panjangnya. Kontainer 20 feet memiliki panjang sekitar 6 meter, sedangkan kontainer 40 feet sekitar 12 meter. Meskipun kontainer 40 feet menawarkan kapasitas volume dua kali lipat, kapasitas beratnya tidak selalu dua kali lipat karena batasan berat maksimum jalan dan peraturan transportasi.
Kontainer GP (General Purpose) adalah nama lain untuk kontainer dry van standar, yang digunakan untuk mengangkut berbagai jenis kargo kering non-spesifik. Sedangkan Kontainer HQ (High Cube) adalah kontainer yang lebih tinggi dari GP standar, memberikan volume tambahan untuk kargo yang memakan banyak ruang, namun tidak melebihi batas berat.