Berikut Cara Menghitung Muatan Kontainer dengan Akurat

Posted on
Share artikel ini

Dalam pengiriman menggunakan kapal kontainer, ruang kosong yang tidak dimanfaatkan dengan baik bisa membuat biaya pengiriman menjadi lebih besar. Jika kontainer masih menyisakan banyak ruang kosong, biaya pengiriman bisa menjadi lebih banyak. Sebaliknya, jika barang disusun terlalu penuh, risiko kerusakan selama perjalanan bisa menjadi lebih besar.

Oleh karena itu, perusahaan logistik harus memahami cara menghitung muatan kontainer sebelum memasukkan produk ke dalam kontainer. Jadi, perusahaan bisa mengetahui jumlah barang yang dapat dimasukkan, susunan yang paling aman, dan memastikan berat muatan tidak melebihi batas yang diperbolehkan dengan menggunakan perhitungan ini.

Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan cara untuk menghitung muatan kontainer secara bertahap, termasuk metode dan alat yang dapat membantu proses loading. Melalui perhitungan yang tepat, perusahaan dapat menghemat ruang, menghemat biaya, dan melindungi barang selama perjalanan dengan perhitungan yang tepat.

starsKey Takeaways

Coba Demo Gratis!

requestDemo

1. Langkah Menghitung Muatan Kontainer

Cara menghitung muatan kontainer dilakukan dengan mencari tahu volume kargo (CBM) dalam satuan CBM dan berat barang. Volume dihitung dengan mengalikan panjang, lebar, dan tinggi barang dalam satuan meter. Selain itu, perusahaan juga perlu menghitung berat kotor termasuk kemasan, serta berat bersih tanpa kemasan, agar kontainer yang dipilih sesuai dengan kapasitas angkutnya.

Berikut adalah beberapa tahapan yang dapat Anda terapkan.

a. Ketahui Spesifikasi Kontainer

Sebelum memulai proses loading, Anda perlu kenali jenis-jenis kontainer beserta spesifikasinya, yang mencakup dimensi kontainer, seperti panjang, lebar, dan tinggi, serta kapasitas berat maksimum.

Biasanya, kontainer standar memiliki dua ukuran utama, yaitu 20 kaki dan 40 kaki. Kontainer 20 kaki memiliki dimensi panjang sekitar 5,9 meter, lebar 2,35 meter, dan tinggi kurang lebih 2,39 meter. Sedangkan, dimensi kontainer 40 kaki adalah panjang 12,03 meter, lebar 2,35 meter, dan tinggi 2,39 meter.

b. Hitung Kubikasi Kargo

Selanjutnya, hitung kubikasi kontainer kargo di mana volume setiap barang yang akan dimuat harus diukur. Anda bisa mengukur panjang, lebar, dan tinggi setiap barang yang akan dimasukkan ke dalam kontainer. Ukuran ini harus dalam satuan meter agar perhitungan lebih mudah.

Setelah itu, kalikan ketiga dimensi tersebut untuk mendapatkan volume barang dalam meter kubik (CBM). Misalnya, jika sebuah barang berukuran 3 m x 2 m x 1 m, volumenya adalah 6 CBM. Jika ukuran awal dalam sentimeter, ubah satuannya ke meter dengan membagi hasil perkalian dimensi dengan 1.000.000.

Kubikasi kontainer perlu dihitung agar Anda mengetahui ruang yang dibutuhkan barang, sehingga proses loading lebih efisien dan tidak banyak ruang kosong yang terbuang.

c. Periksa Berat Barang

Setelah menghitung volume, periksa berat total barang karena setiap kontainer punya batasan berat maksimal. Pastikan total berat barang yang akan dimuat tidak melebihi kapasitas kontainer dan sesuai dengan VGM (verified gross mass) yang telah dilaporkan.

Selain itu, pastikan juga beban atau berat barang di dalam kontainer sudah tersebar merata. Jika tidak, barang bisa mudah bergerak atau bergeser sehingga mengakibatkan kerusakan pada barang.

d. Tentukan Kapasitas Kontainer

Berikutnya, hitung kapasitas kontainer yang akan digunakan. Hal ini juga berhubungan dengan sistem akuntansi freight forwarding untuk mencatat beban biaya. Kapasitas kontainer biasanya diukur dalam meter kubik (CBM), dan tonase maksimum yang dapat diangkut juga digunakan sebagai pengukuran.

Sebagai contoh, kontainer berukuran 20 feet, misalnya, memiliki kapasitas sekitar 33 CBM dan mampu menahan berat hingga sekitar 22 ton. Agar pengiriman tetap aman dan tidak melanggar peraturan, kapasitas kontainer ini harus tepat agar muatan tidak melebihi batas volume dan berat yang diizinkan.

e. Periksa Apakah Muatan Sesuai dengan Kapasitas

Terakhir, Anda harus menjumlahkan seluruh kubikasi kontainer yang akan dimuat ke dalam kontainer untuk mendapatkan total volume kargo. Anda bisa membandingkan total volume yang didapat dengan kapasitas kontainer yang sudah diketahui sebelumnya. Anda juga harus memastikan total volume barang tidak melebihi kapasitas CBM kontainer.

Jika total volume atau gross weight melebihi kapasitas kontainer, pertimbangkan untuk menggunakan kubikasi kontainer yang lebih besar atau mengurangi jumlah muatan sebab kelebihan berat dapat menghambat proses pengiriman dan meningkatkan risiko kerusakan barang.

Maka dari itu, perusahaan perlu memastikan agar total volume dan berat muatan tidak melebihi kapasitas kontainer. Lebh lanjut, tata letak barang juga perlu disesuaikan agar ruang dapat digunakan secara maksimal, namun tetap aman selama pengiriman.

2. Aspek Penting yang Harus Dipertimbangkan dalam Perhitungan Muatan Kontainer

"</p

Dalam mengitung muatan kontainer, penting untuk memperhatikan setiap aspek pentingnya untuk menjamin efisiensi dan keamanan pengiriman dalam kubikasi kontainer. transhipment dalam praktik logistik modern, adalah strategi yang sering berkaitan erat dengan pemanfaatan ruang kontainer secara maksimal.

Beberapa aspek ini harus dipertimbangkan untuk menghasilkan ruang dan kapasitas berat kontainer sehingga dapat digunakan dengan optimal. Berikut aspek pentingnya:

a. Volume (CBM)

Volume atau kubikasi kargo biasanya diukur dalam satuan CBM (Cubic Meter), yaitu ukuran ruang tiga dimensi yang ditempati barang. Proses perhitungan jumlah container dan kartonan melibatkan menghitung kubikasi barang logistik, yang dilakukan dengan mengalikan panjang, lebar, dan tinggi barang dalam satuan meter.

Lalu, hasil perhitungan volume dapat membantu perusahaan mengetahui seberapa besar ruang yang akan digunakan. Dengan cara ini, kapasitas kontainer dapat dimaksimalkan, pengiriman menjadi lebih efisien, dan Anda dapat mengelola biaya logistik. Selain itu, volume barang juga dijadikan acuan dalam menentukan biaya pengiriman di banyak perusahaan logistik.

b. Berat Kargo

Selain CBM, hitung total berat kargo karea kontainer memiliki batas maksimal berat yang diperbolehkan agar pengangkutan dilakukan secara aman dan sesuai standar keselamatan. Jika berat kargo melebihi batas, barang-barang yang ada didalamnya dapat mengalami kerusakan. Selain itu, Anda juga perlu hitung terminal handling charges serta memastikan bahwa total berat kargo tidak melebihi kapasitas berat kontainer.

c. Dimensi Kargo

Lebih lanjut, Anda perlu mempertimbangkan dimensi fisik kargo agar barang dapat ditempatkan di dalam kontainer secara aman. Biasanya, barang dengan ukuran sangat besar atau bentuk tidak umum lebih sukit disusun di dalam kontainer. Oleh karena itu, barang harus disusun sesuai dengan dimensi kargo untuk memaksimalkan ruang kontainer serta mengurangi kerusakan yang disebabkan oleh pergeseran selama pengiriman.

d. Jenis Kontainer

Dikutip dari Tempo, kontainer yang digunakan perlu dipertimbangkan dari sisi jenis dan ukuran, terutama karena masalah transparansi muatan yang sering menjadi sorotan. Contohnya, jenis kontainer standar, high cube, refrigerated (reefer), dan open top, dimana setiap jenis memiliki kapasitas dan fungsinya masing-masing, sesuai kebutuhan pengiriman barang.

Anda harus memilih jenis kontainer yang tepat supaya jenis kontainer kargo sesuai dengan kebutuhan pengiriman. Sehingga, barang bisa sampai ke tujuan dengan aman dan dalam kondisi baik.

e. Regulasi dan Standar Pengiriman

Terakhir, pengiriman dapat berjalan lancar di pelabuhan atau saat transit jika perhitungan muatan dihitung sesuai regulasi. Hal ini dapat mencegah Anda dari denda atau penundaan pengiriman akibat pelanggaran aturan.

3. Contoh Menghitung Muatan Kontainer

Untuk menjaga keamanan barang selama pengiriman dan mencegah terjadi kelebihan muatan, muatan kontainer harus dihitung dengan tepat dan teliti. Dibawah ini adalah contoh menghitung muatan kubikasi kontainer supaya Anda bisa lebih mudah memahaminya.

Sebuah perusahaan logistik di Jakarta sedang mempersiapkan pengiriman beberapa produk ke Singapura menggunakan kontainer 20 feet dengan kapasitas 33 CBM. Mereka memiliki beberapa jenis barang yang harus dimuat ke dalam satu kontainer. Mereka memiliki beberapa kargo dengan dimensi sebagai berikut:

  • Kargo 1: 2,5 meter x 1,2 meter x 1 meter = 3 CBM
  • Kargo 2: 1,5 meter x 0,8 meter x 0,6 meter = 0,72 CBM
  • Kargo 3: 1 meter x 1 meter x 0,5 meter = 0,5 CBM

Dari beberapa kargo ini, Anda bisa menghitungnya sebagai berikut:

Jumlah kubikasi kargo: 3 + 0,72 + 0,5 = 4,22 CBM

Dari perhitungan ini, diketahui bahwa total kubikasi kargo adalah 4,22 CBM. Dari sini dipahami bahwa kapasitas kontainer (33 CBM) > jumlah kubikasi kargo (4,22 CBM), sehingga semua kargo tersebut masih dapat dimuat dalam kubikasi kontainer dengan kapasitas yang tersedia.

4. Tips untuk Memaksimalkan Kubikasi Kontainer

Tips Efisien Kubikasi Kontainer

Memaksimalkan ruang penyimpanan tidak hanya cukup dengan tahu lift on lift off charges. Anda juga harus paham cara mengemas barang dengan efisien. Sebelum memuat barang, pastikan semuanya telah diukur dan dikategorikan berdasarkan ukuran, bentuk, dan berat. Barang dengan kategori berat harus diletakkan di bagian bawah agar tidak bergeser selama transit dan menjaga stabilitas.

Lalu, gunakan skema penyimpanan dengan memaksimalkan ruang secara vertikal dan horizontal. Jika ada ruang kosong, isi dengan bubble wrap atau styrofoam untuk menghindari pergerakan barang. Pendekatan ini juga didukung dengan penggunaan SOC container muatan yang menawarkan kendali penuh terhadap tata letak dan pengaturan muatan agar ruang dapat dimanfaatkan secara maksimal

Pertimbangkan juga aksesibilitas barang. Barang yang perlu diturunkan ketika sampai port of loading tertentu, harus mudah diakses tanpa perlu mengeluarkan barang lainnya. Selain itu, beri label setiap kotak atau barang secara jelas dengan informasi seperti isi, berat, dan arahan khusus seperti “Hati-hati” atau “Bagian Sisi Atas”. Instruks ini memudahkan proses pemuatan dan pembongkaran serta meminimalkan risiko kerusakan.

Selanjutnya, pertimbangkan fasilitas logistik atau alat bantu muat seperti forklift untuk barang-barang berat atau besar. Alat ini tidak hanya meningkatkan efisiensi tetapi juga mengurangi risiko cedera saat loading barang.

Atur barang dalam pola yang seragam supaya ruang kontainer dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin. Misalnya, menyusun barang dalam bentuk blok atau menyesuaikan barang yang memiliki bentuk tidak beraturan ke ruang yang tersedia.

Logistik

5. Peran Teknologi untuk Mengoptimalkan Pengisian Kontainer

Teknologi identifikasi seperti barcode dan RFID (Radio Frequency Identification) dapat digunakan untuk melacak dan mengelola informasi barang. Dengan teknologi ini, setiap item dapat dengan cepat diidentifikasi dan ditempatkan pada posisi yang tepat di dalam kontainer. Jadi, human error dapat diminimalisir selama bongkar muat.

Teknologi ini juga membantu bisnis logistik untuk menginfokan secara real-time status pengiriman ke pelanggan, sehingga secara langsung meningkatkan transparansi dan kepuasan pelanggan.

Sistem ERP logistik juga membantu perusahaan dalam merencanakan dan menyesuaikan jadwal muat kontainer secara efisien. Sistem ini dapat secara otomatis menghitung dan merekomendasikan jadwal berdasarkan ketersediaan barang, kapasitas kontainer.

Selain itu, sistem ERP logistik juga mampu mengintegrasikan dirinya dengan sistem manajemen gudang (WMS) dan sistem manajemen transportasi (TMS) untuk mengelola pengiriman secara lebih efisien dan komprehensif. Integrasi ini memungkinkan koordinasi yang lebih baik antara gudang, inventaris, dan logistik pengiriman, yang secara langsung mempengaruhi efisiensi muat kontainer.

Implementasi robotik dalam pengisian kontainer juga menjadi tren akhir-akhir ini, terutama di terminal pengiriman besar. Robot tersebut dirancang untuk mengangkat dan memindahkan barang secara otomatis ke dalam kontainer. Penggunaannya tidak hanya mempercepat proses pemuatan tetapi juga meningkatkan keselamatan di tempat kerja dengan mengurangi interaksi fisik pekerja dengan beban berat.

6. Optimalkan Manajemen Muatan Kontainer dengan Software Logistik ScaleOcean

Software freight forwarding ScaleOcean

Proses pemuatan kontainer di logistik sering menghadapi kendala seperti pengaturan barang yang tidak efisien, risiko overloading, serta koordinasi tim yang kurang optimal. Kesalahan ini dapat memicu keterlambatan pengiriman, kerusakan barang, dan biaya tambahan di pelabuhan.

Dengan implementasi software logistik ScaleOcean, manajemen muatan dan pemuatan kontainer jadi lebih efisien dan terintegrasi. Sistem ini membantu mengatur urutan pemuatan, memantau kapasitas kontainer, dan memberikan visibilitas real-time terhadap status muatan. Demo gratis juga tersedia agar Anda dapat merasakan kemudahan dalam mengoptimalkan pengaturan muatan dan pemuatan barang.

Beberapa fitur utama dari software logistik mencakup:

  • Perencanaan pemuatan kontainer: optimalkan susunan barang di kontainer untuk efisiensi ruang.
  • Monitoring kapasitas kontainer: pantau berat dan volume muatan secara real-time.
  • Dashboard tracking muatan: lihat status setiap kontainer, lokasi, dan progres pemuatan.
  • Peringatan risiko overload: notifikasi otomatis jika muatan melebihi kapasitas.
  • Integrasi dengan dokumen pengiriman: sinkronisasi dengan invoice, manifest, dan dokumen kepabeanan.

7. Kesimpulan

Cara menghitung muatan kontainer diawali dengan menghitung CBM, yaitu volume kargo yang diperoleh dari mengalikan panjang, lebar, dan tinggi barang dalam meter. Langkah ini penting agar kargo dipastikan sudah sesuai dengan kapasitas kontainer dan memungkinkan penyusunan rencana loading yang efisien.

Selain itu, memahami spesifikasi kontainer serta memperhatikan berat kotor dan bersih akan membantu mencegah terjadi kelebihan muatan dan pembengkakan biaya. Untuk mendukung efisiensi logistik, Anda bisa mengintegrasikan teknologi seperti barcode, RFID, atau sistem ERP dalam proses perencanaan muatan.

ScaleOcean menyediakan solusi digital untuk mempermudah pelacakan, perhitungan, dan pengelolaan logistik secara menyeluruh. Coba demo gratisnya dan optimalkan proses pengiriman Anda.

FAQ:

1. Bagaimana cara menghitung kapasitas sebuah kontainer?

Kapasitas sebuah kontainer dihitung dengan mengalikan dimensi internal kontainer (panjang, lebar, dan tinggi) untuk mendapatkan volume total dalam satuan Cubic Meter (CBM) atau meter kubik.

2. Berapa banyak kotak yang bisa dimasukkan ke dalam satu kontainer?

Jumlah kotak yang dapat dimuat dalam satu kontainer tergantung pada ukuran kontainer dan dimensi setiap kotak. Untuk hasil optimal, hitung total volume kotak dan bandingkan dengan kapasitas kontainer, lalu perhatikan juga batas berat maksimal yang diizinkan.

3. Berapa muatan container 20 feet?

Kontainer 20 feet umumnya memiliki kapasitas volume sekitar 33–36 meter kubik dan dapat menampung muatan hingga 28.000 kg. Namun, jumlah pasti tergantung pada ukuran, bentuk, dan berat barang yang dimuat.

4. Apa saja tantangan utama dalam menghitung dan mengoptimalkan muatan kontainer?

Tantangan utama dalam menghitung dan mengoptimalkan muatan kontainer mencakup berbagai volume dan jenis barang, keterbatasan infrastruktur dan teknologi, serta kebutuhan akan tenaga kerja yang terampil.

5. Bagaimana cara mengoptimalkan pemuatan barang kontainer?

Untuk mengoptimalkan pemuatan kontainer, rencanakan dengan matang perhitungan berat, ukuran, dan jenis kontainer. Tata barang dengan rapi untuk memaksimalkan ruang dan gunakan alat bantu untuk mencegah kerusakan. Pastikan juga keselamatan kerja selama proses pemuatan.

ERP Buat Bisnis Ngebut

Operasional rapi, bisnis makin cepat

ERP Dashboards Demo Gratis
Dekson Sinarmas Bank of China Changi Shalby

Coba Demo Gratis!

Error message
Error message
Error message
Error message
Error message
Error message

Rekomendasi Artikel Terkait

Temukan Artikel Serupa untuk Solusi Bisnis Lebih Lengkap