Sejak awal tahun 1900-an, permasalahan global warming menjadi suatu hal yang umum dibahas di panggung dunia. Menurut data dari NASA, permukaan air laut telah mengalami kenaikan dari 0 mm di tahun 1993 hingga 102.4 mm di tahun 2025. Dengan adanya kenaikan air laut, segala kegiatan yang berlangsung di laut, termasuk logistik internasional, menjadi lebih berbahaya. Maka dari itu, IMO menerapkan SOLAS VGM.
SOLAS atau singkatan dari Safety Of Life At Sea merupakan sesuatu yang dirancang oleh International Maritime Organization (IMO) setelah terjadi peristiwa tenggelamnya Titanic sebagai upaya untuk menetapkan standar keselamatan konstruksi, peralatan dan operasi kapal perdagangan. SOLAS telah mengalami revisi beberapa kali, dengan versi terbaru yang digunakan adalah SOLAS 1974.
- VGM (Verified Gross Mass) adalah total berat container, yakni kargo, bahan pengemasan dan berat container.
- Tujuan VGM adalah Meningkatkan keamanan, memenuhi regulasi internasional, meningkatkan efisiensi, menghindari penolakan.
- Biaya yang diperlukan untuk VGM bervariasi sesuai dengan fasilitas pelabuhan dan ketentuan penyedia layanan logistik.
- Software logistik ScaleOcean dapat membantu perusahaan logistik untuk mengelola berat container.
1. Apa itu (VGM) Verified Gross Mass?
Verified Gross Mass atau VGM adalah berat total peti kemas yang sudah diverifikasi sebelum dikirim melalui jalur laut. Perhitungan ini mencakup berat muatan, material pengaman atau kemasan, serta berat kosong kontainer itu sendiri.
Dengan adanya VGM, pihak pelayaran dapat memastikan proses pemuatan berjalan lebih aman dan sesuai aturan. Karena itu, perusahaan wajib menyerahkan data VGM secara akurat, sebab kontainer tidak boleh dimuat ke kapal tanpa verifikasi berat tersebut.
Baca juga: Apa itu Container Release Order dan Fungsinya?
2. Tujuan VGM

Tujuan umum diterapkannya Verified Gross Mass adalah untuk memastikan berat total barang yang diangkut ke kapal sesuai dengan kapasitas moda transportasi laut. Selain pengawasan di atas kapal, koordinasi data berat ini juga sangat penting saat unit berada di depo container guna menjamin keamanan operasional dan ketepatan penumpukan sebelum proses pemuatan dilakukan.
Selain dari itu, terdapat juga beberapa tujuan lain seperti:
a. Meningkatkan Keamanan Pengiriman
Sesuai dengan latar belakang lahirnya SOLAS, yakni karena peristiwa tenggelamnya Titanic, salah satu tujuan utama penerapan VGM adalah untuk memastikan keamanan pengiriman barang dari titik A ke B. Jika kapal memegang berat barang yang berlebihan, hal tersebut dapat menambahkan risiko pada kestabilan kapal, terutama jika difaktorkan dengan meningkatnya kuantitas dan intensitas badai di laut karena global warming.
Di sini, penting untuk memahami bahwa kelebihan muatan bukan hanya masalah berat. Isu ODOL (Over Dimension Over Load) adalah ketika muatan melebihi dimensi dan berat maksimum yang diizinkan yang dapat mengganggu keseimbangan kapal dan berisiko menyebabkan kecelakaan.
b. Memenuhi Regulasi Internasional
Mematuhi regulasi internasional sangat penting bagi perusahaan untuk memastikan kelancaran perdagangan global. Dengan selalu menyertakan dokumen VGM, bisnis akan lebih terpercaya di mata pelanggan internasional. Selain itu, pemahaman mendalam mengenai beragam jenis container logistik juga membantu perusahaan memilih moda angkut yang sesuai standar regulasi dan kebutuhan pasar.
c. Meningkatkan Efisiensi Operasional
Sebagai suatu dokumen yang berisi informasi tentang spesifikasi berat barang sebuah peti kemas, hal tersebut dapat membantu pihak logistik dan pelabuhan untuk melakukan proses pemuatan dan distribusi container yang lebih optimal. Hal tersebut dapat membantu dalam mencegah terjadinya kesalahan penanganan barang dan mempercepat proses stripping container.
d. Menghindari Penolakan
Jika VGM tidak disertakan atau tidak akurat, kontainer dilarang naik ke kapal dan perusahaan berisiko menanggung biaya penumpukan di pelabuhan. Untuk memitigasi kendala biaya tersebut, memahami keuntungan SOC container dapat memberikan fleksibilitas lebih bagi perusahaan dalam mengelola unit secara mandiri.


3. Persyaratan SOLAS VGM
Sesuai ketentuan SOLAS, pengirim bertanggung jawab menyusun dokumen VGM yang berisi nama perusahaan dan spesifikasi berat barang. Akurasi data ini, termasuk sinkronisasi dengan fungsi nomor kontainer, sangat krusial agar identifikasi unit dalam dokumen resmi tetap tepat dan valid.
Setelah dokumen diserahkan, pihak pelabuhan atau mitra logistik akan memverifikasi ulang kebenaran data tersebut. Jika dinyatakan sesuai, unit seperti container ISO tank dapat segera dimuat ke kapal untuk memulai proses pengiriman secara aman.
Berikut adalah panduan lebih lengkap tentang isi sebuah dokumen VGM:
- Total Berat atau VGM
- Identitas Pengirim
- Nomor Container
- Tanda Tangan Pengirim
4. Cara Menghitung VGM
Terdapat dua cara untuk menghitung Verified Gross Mass, yakni secara bersamaan atau terpisah. Pada metode pertama, pihak pengirim akan memuat segala barang yang ingin dikirim ke dalam container dan kemudian mengukur beratnya dengan alat yang tersertifikasi. Pengirim dapat melakukannya sendiri, atau menunjuk pihak ketiga untuk melakukannya.
Cara menghitung muatan container kedua adalah dengan menghitung berat masing-masing komponen yang terlibat dalam VGM. Hal ini berarti menghitung satu per satu paket pengiriman, material pengemasan, dunnage, pengikat dan berat container untuk menghasilkan sebuah berat total.
Baca juga: Berikut Definisi dan Fungsi Kapal Kontainer di Logistik
5. Berapa Biaya VGM?

Biaya untuk memperoleh Verified Gross Mass (VGM) di Indonesia bervariasi tergantung pada lokasi dan fasilitas pelabuhan. Sebagai contoh, di Terminal Petikemas Semarang (TPKS), biaya verifikasi VGM sekitar Rp 65.000 per kontainer, yang sudah termasuk sertifikasi dari Biro Klasifikasi Indonesia (BKI).
Sementara di Terminal Petikemas Koja (TPK Koja), biaya penimbangan VGM menjadi tanggung jawab pengirim dan dapat berbeda-beda tergantung pada jenis pengiriman, apakah itu ekspor atau transshipment.
Selain biaya penimbangan, beberapa perusahaan pelayaran atau freight forwarder mungkin mengenakan biaya tambahan untuk pengurusan dokumen VGM. Gross weight adalah total berat barang beserta kemasan dan bahan pengemas lainnya, yang menjadi dasar perhitungan VGM ini.
Sebagai contoh, Kuehne + Nagel membebankan biaya sebesar $12.75 per pengiriman jika verifikasi VGM dilakukan melalui portal mereka, sementara untuk verifikasi melalui email dikenakan biaya sebesar $25. Di sisi lain, DB Schenker menetapkan biaya sebesar $25 per kontainer untuk pengiriman Full Container Load (FCL) dan $15 untuk pengiriman Less than Container Load (LCL).
Perlu diketahui terlebih dahulu bahwa biaya VGM dapat berfluktuasi dan bervariasi antara pelabuhan serta perusahaan pelayaran. Sebaiknya, selalu periksa tarif impor dan ekspor terbaru dengan terminal atau penyedia layanan logistik yang bersangkutan sebelum melakukan pengiriman.
6. Konsekuensi Tidak Memiliki VGM
Berdasarkan analisa kami terhadap regulasi resmiInternational Maritime Organization (IMO), penyertaan dokumen yang terverifikasi (VGM) merupakan suatu hal yang wajib dan penting dilakukan oleh pengirim. Tanpa adanya dokumen tersebut, perusahaan logistik tidak akan memuat container bisnis ke moda transportasi dan bahkan dapat memunculkan denda bagi pihak pengirim.
Perusahaan logistik juga berpotensi menerima konsekuensi apabila tidak melakukan verifikasi data dengan akurat. Maka dari itu, mitra-mitra pengiriman, terutama yang menyediakan jasa internasional, cenderung menerapkan sebuah software freight forwarding untuk membantu dalam mengoptimalkan alur logistik peti kemas.
7. Permudah Proses Kelola Container dengan Software Freight ScaleOcean
Software logistik ScaleOcean adalah sistem terbaik yang dapat diimplementasi. Kehandalan software-nya telah terbukti oleh mitra-mitra logistik internasional yang menyatakan adanya peningkatan kinerja setelah dilakukannya implementasi.
Hal ini dikarenakan ScaleOcean merupakan salah satu dari beberapa vendor yang menyediakan jumlah pengguna sistem yang tidak terbatas, sehingga memungkinkan pemantauan real time pada data barang kiriman. Selain itu, sistemnya juga dapat diintegrasi antar cabang perusahaan yang memungkinkan penggunaan sistem secara menyeluruh hanya dengan satu platform.
Sistemnya dapat Anda uji coba terlebih dahulu melalui demo gratis yang ditawarkannya untuk memastikan kecocokan dengan operasi logistik bisnis. Ada beberapa fitur spesifik yang dimiliki software freight forwarding ScaleOcean untuk membantu dalam proses penghitungan berat VGM:
- Pemantauan Kiriman: Pengguna dapat melacak status, posisi barang, dan estimasi waktu tiba melalui nomor pelacakan. Sistem juga mengirim notifikasi jika terjadi perubahan pengiriman.
- Opsi LCL, FCL, FTL, dan LTL: Menyediakan pilihan metode pengiriman sesuai ukuran dan jumlah barang, sehingga biaya lebih efisien dan layanan lebih tepat.
- Manajemen Pengiriman Internasional: Membantu proses impor dan ekspor, termasuk dokumen, perizinan, dan kepatuhan terhadap aturan internasional.
- Pengurusan Kepabeanan: Mengelola dokumen kepabeanan, pengiriman ke pihak berwenang, serta perhitungan pajak, bea masuk, dan biaya terkait.
- Integrasi dengan Ceisa 4.0: Terhubung dengan sistem Bea Cukai Indonesia untuk mempercepat clearance, menjaga kepatuhan, dan meningkatkan akurasi kepabeanan.
Baca juga: Apa Perbedaan House Hill of Lading vs Master Bill of Lading?
8. Kesimpulan
Verified Gross Mass merupakan suatu hal yang wajib dihitung oleh pihak pengirim untuk memastikan kepatuhan atas ketentuan SOLAS. Isi dokumen SOLAS harus diverifikasi ulang oleh mitra logistik untuk memastikan ketepatan dengan kondisi nyata. Akan tetapi, banyak pedagang internasional yang bergantung pada bisnis logistik, sehingga terdapat banyak jumlah barang yang perlu diverifikasi.
Di sinilah di mana software logistik ScaleOcean menjadi solusi. Dengan adanya penerapan sistem tersebut, Anda dapat menjamin proses verifikasi berat masing-masing container dengan mudah dikarenakan adanya pemantauan barang secara otomatis. Lakukanlah demo gratis Anda sekarang dan pastikan keamanan kapal Anda!
FAQ:
1. Apa itu VGM dalam pengiriman?
VGM adalah berat total kontainer yang sudah diverifikasi, mencakup muatan, kemasan, material pengaman, dan berat kosong kontainer.
2. Apa itu SI dan VGM?
SI berisi instruksi pengiriman, sedangkan VGM menunjukkan berat kontainer yang sudah diverifikasi. Keduanya biasanya dikirim setelah booking dikonfirmasi.
3. Bagaimana cara menghitung VGM?
VGM dihitung dengan menjumlahkan berat muatan, kemasan, material pengaman, dan berat kosong kontainer.










