Penyebab utama terjadinya kecelakaan di jalan adalah pergeseran muatan yang tidak terprediksi. Khususnya ketika kendaraan harus melalui tikungan tajam, turunan dan tanjakan, serta pengereman mendadak. Pergeseran pusat gravitasi muatan menyebabkan kendaraan hilang keseimbangan, bahkan sampai terguling. Ini bisa menjadi ancaman serius atas keselamatan kerja driver dan publik.
Tidak hanya itu, kecelakaan karena muatan juga punya potensi menciptakan kerugian finansial yang besar nilainya. Bila insiden cukup serius, hal ini bisa berakhir sebagai masalah hukum dan merusak reputasi perusahaan. Akibatnya, tidak hanya penurunan permintaan pasar, hubungan dengan client dan mitra bisnis pun hancur. Mengabaikan keselamatan muatan jadi citra yang buruk bagi pasar terhadap perusahaan.
Sebagai upaya menghindari kecelakaan dan kerugian seperti di atas, implementasi teknik lashing yang tepat bisa jadi solusi. Teknik di dalamnya, seperti cross lashing maupun loop lashing memastikan barang atau muatan terkunci kuat secara lateral dan longitudinal. Hal ini juga bisa menjaga kestabilan kendaraan selama perjalanan. Dengan teknik yang tepat, perusahaan bisa memastikan keselamatan, meningkatkan kepercayaan customer, dan melindungi aset kendaraan.
- Lashing adalah teknik mengikat dan mengamankan barang dengan tali, rantai, atau sabuk, terutama dalam logistik atau pelayaran untuk mencegah pergeseran kargo yang dapat menyebabkan kerusakan selama transit.
- Lashing berperan penting mengurangi risiko kerusakan, menjaga keselamatan operasional, dan memastikan kepatuhan terhadap standar logistik internasional yang ketat.
- Jenis-jenis lashing seperti ratchet strap, rantai baja, kawat seling, dan turnbuckle untuk mengencangkan berbagai jenis kargo agar lebih aman selama perjalanan.
- Alat-alat container lashing seperti twistlock, turnbuckle, dan bridge fitting memiliki fungsi untuk menjaga keamanan distribusi muatan cargo secara sinergis dan efisien.
- Sistem ERP Logistik ScaleOcean membantu mengoptimalkan seluruh proses logistik, termasuk pemantauan keamanan kargo, dengan solusi terintegrasi dari yang dirancang untuk efisiensi maksimal.
1. Apa Itu Lashing?
Lashing adalah proses mengikat dan mengamankan muatan pada kendaraan pengangkut, seperti truk, kontainer, kapal laut, atau pesawat. Dengan teknik ini, posisi barang bisa tetap stabil, aman, dan tidak mudah bergeser selama perjalanan berlangsung, sehingga risiko kerusakan saat transportasi pun bisa lebih berkurang.
Lashing juga melibatkan adanya perhitungan secara teknis dengan acuan karakteristik kargo. Perusahaan membutuhkan metode pengikatan untuk memastikan muatan aman sebab setiap muatan barang mempunyai pusat gravitasi, berat, dan bentuk berbeda. Oleh sebab itu, metode ini mempunyai peran penting dalam melindungi integritas kargo yang ada dalam perjalanan.
Tidak hanya itu, lashing memiliki perbedaan dengan blocking dan bracing yang memanfaatkan penggunaan kayu atau kantong udara untuk menghindari pergerakan horizontal. Perusahaan sering mengimplementasikan ketiga teknik tersebut secara bersamaan agar dapat mengoptimalkan sistem pengamanan yang efektif di semua jenis transportasi.
2. Mengapa Lashing Sangat Penting dalam Pengiriman?
Lashing berfungsi menjaga kargo tetap stabil agar tidak bergeser atau terguling ketika kendaraan mengalami guncangan. Selain itu, teknik ini turut membantu melindungi kualitas barang, menekan risiko kecelakaan selama pengiriman, dan membuat penataan muatan di ruang kargo lebih efisien serta tetap rapi.
Berikut adalah alasan mengapa lashing bersifat krusial dalam proses distribusi:
a. Mencegah Pergeseran Barang Selama Perjalanan
Selama proses pengantaran, seperti di laut, posibilitas kendaraan melewati gerakan dinamis seperti rolling, pitching, dan heaving sangat besar. Metode lashing menjaga kargo angkutan stabil, mencegah pergeseran, dan memastikan muatan aman meskipun ada guncangan.
b. Mengurangi Risiko Kerusakan dan Kerugian
Selanjutnya, dampak dari pergeseran barang adalah kerusakan, mulai dari goresan atau lecet kecil, hingga cacat barang total. Dengan menerapkan lashing yang tepat, perusahaan bisa meminimalisir kerugian finansial maupun klaim asuransi yang terkesan rumit. Tidak hanya itu, ini juga bisa menjaga trust value dari pelanngan.
c. Menjaga Keselamatan Operasional
Ketiga, proses pengikatan yang satu ini memiliki fungsi sebagai pelindung keselamatan supir truk/mobil angkut, awak kapal, dan staf warehouse. Barang muatan atau kargo yang tidak terikat dengan kuat dan tepat bisa menjadi alasan timbulnya bahaya atau insiden besar. Misalnya, kecelakaan fatal yang merusak infrastruktur transportasi. Metode lashing adalah protokol keselamatan utama demi melindungi semua pihak yang terlibat.
d. Mendukung Kepatuhan terhadap Standar Logistik
Lashing harus sesuai dengan aturan dari International Maritime Organization (IMO), di mana isinya memastikan kepatuhan terhadap standar pengikatan kargo, seperti yang tercantum dalam Cargo Securing Manual dan CSS Code. Tujuannya mencegah pergeseran muatan dan kecelakaan selama transportasi laut. Standar ini menciptakan fasilitas kelancaran inspeksi pelabuhan, memberi kepercayaan pemangku kepentingan, dan mengurangi risiko sanksi hukum atau denda bagi perusahaan.
e. Meningkatkan Efisiensi dan Kepercayaan Pelanggan
Berikutnya, efisiensi metode lashing mampu meminimalisir kerusakan dan mengoptimalkan operasional. Karenanya, persentase kepercayaan customer juga meningkat dan berdampak baik akan hubungan bisnis jangka panjang. Reputasi yang baik menciptakan loyalitas pelanggan.
f. Mengoptimalkan Penataan Muatan
Terakhir, pemanfaatan ruang dalam kontainer bisa menjadi maksimal dengan lashing yang tepat. Karenanya, penataan yang rapat dan penumpukan yang tinggi dapat mengurangi biaya pengiriman per unit. Tidak hanya itu, metode ini juga bisa membuat barang terpisah menjadi lebih aman karena tidak ada interaksi antar barang.
Baca juga: Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL) serta Istilah Pentingnya
3. Jenis-Jenis Lashing yang Umum Digunakan
Dalam memilih jenis pengikatan yang cocok, perusahaan harus memperhatikan karakteristik muatan. Misalnya, berat, dimensi, bentuk, dan bentuk barang. Setiap jenis mempunyai kelebihan dan cara pengaplikasian yang berbeda.
Berikut merupakan jenis-jenis lashing yang umum, sebagai berikut:
a. Webbing Lashing (Tali Polyester)
Nama lainnya adalah tali poliester, dan biasanya penerapannya adalah untuk general cargo atau muatan umum. Bahan dari webbing lashing adalah serat poliester yang kuat. Karakteristik bahan ini adalah fleksibel, ringan, dan mudah penggunaannya. Webbing mampu melakukan pengamanan pada kargo tanpa merusak permukaan, seperti barang yang dicat atau kemasan kardus.
b. Lashing Chains (Rantai Besi untuk Muatan Berat)
Kedua, lashing chains. Rantai ini berasal dari material baja paduan berkekuatan tinggi. Umumnya penggunaannya adalah untuk muatan berat dan besar. Karena mempunyai tarikan kuat, rantai ini cocok untuk alat berat, mesin, dan kendaraan. Meskipun berat, alat ini memiliki ketahanan abrasi yang baik dan kerusakan membuatnya tidak terganti.
c. Wire Rope Lashing (Kabel Baja)
Terakhir, wire rope lashing biasanya berasal dari kawat baja yang dipilin dan membentuk tali kuat. Kegunaannya adalah untuk mengikat muatan besar, contohnya pipa atau gulungan baja. Selain itu, proses pemasangannya juga memerlukan alat khusus. Biarpun sangat kuat, kabel baja ini memerlukan perawatan rutin pencegahan korosi.
4. Alat-Alat Utama dalam Container Lashing
Proses lashing container, baik di darat, udara, maupun kapal laut, memiliki ketergantungan pada peralatan khusus agar bisa bekerja dengan sinergis. Setiap komponennya berfungsi menciptakan sistem pengamanan kokoh yang unik, guna menjaga stabilitas tumpukan kontainer.
Di bawah ini merupakan alat-alat dalam container lashing, sebagai berikut:
a. Twistlocks
Pertama, komponen utama dalam menjaga keamanan semua jenis container logistik adalah twistlocks. Alat ini adalah pengunci kontainer dengan penerapan vertikal ke dek kapal atau truk pengangkut. Koneksi yang kuat dan kaku untuk menjaga stabilitas tumpukan container selama proses distribusi dapat tercipta dengan memutar twistlock ke dalam lubang corner casting.
b. Lashing Rods & Turnbuckles
Pemanfaatan lashing road adalah sebagai penghubung kontainer ke dek kapal. Di lain sisi, turnbuckles memberikan tegangan pada lashing rod. Kolaborasi keduanya membuat adanya ikatan kuat yang bisa menjaga kontainer tetap aman meskipun harus melewati kondisi laut ekstrem, contohnya angin kencang dan ombak besar.
c. Bridge Fittings
Selanjutnya, bridge fittings berperan menjadi penghubung kontainer secara horizontal. Tujuannya adalah mencegah pergerakan independen antar kontainer satu dengan yang lainnya. Alat ini mampu meningkatkan persentase kestabilan tumpukan kontainer dengan mentransfer gaya horizontal. Sebabnya, kontainer dengan tumpukan tinggi akan aman selama perjalanan laut yang lama.
d. Stacking Cones dalam Container Lashing
Keempat, alat ini punya peran khusus dalam membantu melakukan penyusunan kontainer dengan presisi. Caranya adalah memandu corner casting untuk memasang twistlock. Biarpun fungsinya bukan sebagai pengunci muatan, alat ini tidak kalah penting jika perusahaan ingin mengupayakan penumpukan muatan yang efisien. Alasannya, stacking cones merupakan fondari stabil atas seluruh tumpukan dan mampu meminimalisir risiko error penempatan.
e. D-Ring dan Hook
D-Rings berfungsi sebagai titik penahan kuat pada kontainer dan penghubung dengan tali pengikat. Di lain sisi, hook merupakan komponen yang terhubung dengan D-Ring atau titik penahan lainnya, tugasnya melakukan pengamanan kargo dengan kuat, serta pencegahan pergeseran atau kerusakan selama pross distribusi.
f. Chain Binder
Berikutnya, chain binder biasa perusahaan gunakan dalam upaya pengencangan rantai lashing, pemberian tegangan tinggi pada barang. Alat ini terbagi dalam dua tipe utama; level binder dan ratcher binder. Tujuan penggunaannya adalah mengamankan muatan barang berat agar tetap presisi. Misalnya, mesin konstruksi atau peralatan industri.
g. Dunnage Bag
Terakhir adalah alat bernama dunnage bag. Kegunaannya adalah untuk mengisi ruang kosong (space) di antara kargo satu dan yang lainnya, sehingga tidak ada geseran lateral. Alat ini menahan kargo dan menyerap guncangan, sehingga perusahaan menjadikannya solusi yang efektif untuk meningkatkan stabilitas barang dalam kontainer.
5. Metode dan Teknik Container Lashing yang Efektif
Metode dan teknik penerapan yang tepat jadi salah satu kunci keberhasilan lashing selain kualitas alat. Implementasi yang akurat dapat memastikan pendistribusian secara efektif dan merata. Tujuannya adalah meningkatkan persentase keamanan ke titik maksimal.
Berikut merupakan metode dan teknik container lashing yang bisa perusahaan Anda sesuaikan:
a. Metode Pemasangan Lashing
Proses memilih metode pemasangan pengikatan untuk memastikan barang tetap aman selama distribusi menjadi krusial di dunia industri logistik. Metode ini umumnya memiliki fokus akan keamanan muatan, memastikan stabilitas pengiriman, dan mencegah kerusakan.
Metode-metode yang terdapat dalam lashing, sebagai berikut:
- Block and Brace: Menggunakan material penghalang untuk mengamankan muatan dan menahannya agar tetap stabil baik secara vertikal maupun horizontal selama transportasi.
- Strapping (Pengikatan): Menggunakan tali atau pita untuk mengikat kargo dengan rapat, mencegah pergeseran dan memastikan keamanan barang selama proses pengiriman.
- Netting (Jaring): Memasang jaring pengaman untuk menstabilkan kargo dan menjaga muatan tetap rapat tanpa merusak kemasan atau barang sensitif di dalam kontainer.
b. Teknik Lashing
Selanjutnya, teknik lashing mampu memberi ketegangan dan stabilitas yang perusahaan butuhkan dalam memastikan muatan barang tetap terkunci dengan aman. Perancangan teknik bertujuan untuk memastikan pengikatan yang optimal dan bentuk minimalisir pergeseran dan kerusakan.
Di bawah ini merupakan teknik-teknik lashing yang bisa perusahaan implementasikan:
- Ratchet Lashing: Menggunakan mekanisme ratchet untuk memberikan ketegangan yang presisi, menjamin muatan tetap terikat erat dengan kekuatan yang terkontrol.
- Chain Lashing: Menggunakan rantai kuat untuk mengamankan muatan besar dan berat, memberikan daya tarik maksimal yang diperlukan untuk kargo dengan beban berat.
- Cross Lashing / Direct Lashing: Teknik silang atau langsung ini mengikat muatan secara efektif, menjaga kestabilan barang selama perjalanan panjang atau saat menghadapi kondisi transportasi yang ekstrem.
- Vertical Lashing: Teknik pengikatan vertikal ini memastikan bahwa muatan tetap seimbang dan aman, mencegah pergeseran selama perjalanan, terutama pada kontainer yang lebih tinggi.
Metode dan teknik lashing yang tepat berperan penting dalam menjaga stabilitas muatan selama perjalanan. Dengan memanfaatkan sistem digital seperti ScaleOcean Logistics ERP Software, perusahaan dapat memantau dan memastikan bahwa setiap teknik lashing sesuai standar internasional. Sistem terintegrasi ini meningkatkan efisiensi, mengurangi kesalahan, dan memastikan kepatuhan pada regulasi logistik global.
6. Kesalahan Umum dalam Teknik Lashing
Meskipun konsep lashing terkesan simple, pengaplikasiannya di lapangan tidak lepas dari potensi kesalahan yang berdampak fatal. Bentuknya berupa kurangnya pelatihan pada pekerja, terburu-buru melakukannya, atau ketidaksesuaian penggunaan alat.
Di bawah ini merupakan kesalahan umum penerapan lashing, sebagai berikut:
a. Over-tightening (Terlalu Kencang)
Pengikatan yang terlalu kencang bisa berpotensi merusak kemasan dan produk di dalamnya. Selain itu, hal ini juga bisa menjadi penyebab pengurangan daya tahan alat pengikat itu sendiri. Penting untuk memastikan pengencangan yang tepat, bukan hanya pada ketegangannya, supaya barang aman dan tidak merusak apapun. Oleh karena itu, perusahaan harus menggunakan alat pengukur tegangan.
b. Sudut Pengikatan yang Tidak Tepat (Improper Angles)
Selanjutnya, perusahaan sering kali mengabaikan sudut pengikatan, padahal ini mampu mempengaruhi kekuatan lashing. Gaya penahan bisa menjadi tidak efisien bila susut terlalu tajam atau datar. Oleh sebab itu, kunci pengoptimalan terletak pada penjagaan sudut tetap di antara 30-60 derajat.
c. Penggunaan Alat yang Berkarat atau Rusak (Worn-out Gear)
Ketiga, alat pengikat yang telah berkarat atau aus bisa menghambat pengoptimalan pemanfaatan lashing. Kekuatan pengamanan bisa berkurang drastis biasanya karena tali yang sobek dan rantai yang rusak. Sebelum menggunakannya, pekerja harus melakukan pemeriksaan terhadap kualitas peralatan pengikatan.
d. Asymmetric Lashing (Ketidakseimbangan Ikatan)
Guncangan atau geseran pada muatan biasanya terjadi sebab ketidakseimbangan dalam memasang lashing. Pekerja harus memastikan ikatan simetris di kedua sisi agar distribusi gaya menjadi merata. Karenanya, kargo tetap terjaga selama perjalanan tanpa kejutan.
e. Kelalaian Mengunci Twistlock
Terakhir, kesalahan yang sering dianggap remeh adalah lupa mengunci twistlock. Padahal, kelalaian ini bisa sangat berbahaya. Tanpa mengunci dengan benar, alat ini tidak bisa menahan dengan kuat. Perusahaan harus menerapkan pemeriksaan ganda, memastikan twistlock yang terpasang sudah benar.
7. Prinsip Keamanan Lashing
Setiap langkah, di mulai dari kekencangan tali sampai memilih titik ikat yang cocok, punya peran dalam menjaga kestabilan muatan selama distribusi. Lashing mempunyai prinsip-prinsip yang mampu membentuk kerangka kerja dalam praktik pengamanan kargo yang baik. Tanggung jawab setiap pihak yang terlibat dalam rantai pasok menjadi kepatuhan yang harus setiap pekerja terapkan.
Berikut adalah beberapa elemen penting yang mendukung keamanan lashing:
- Kekencangan Tali: Pastikan tali tidak terlalu kencang atau terlalu longgar. Pengencangan yang tepat memastikan muatan tetap aman tanpa merusak barang atau peralatan.
- Pelindung Sudut: Gunakan pelindung sudut untuk mencegah tali atau rantai merusak kemasan atau permukaan muatan. Ini menjaga integritas barang selama pengiriman kargo.
- Kapasitas Beban: Selalu periksa kapasitas beban pengikatan yang digunakan. Menggunakan lashing dengan kapasitas lebih rendah dari beban dapat menyebabkan kegagalan pada pengamanan.
- Titik Ikat: Pilih titik ikat yang kuat dan tepat pada kargo. Titik ikat yang salah dapat mengurangi efektivitas lashing dan membahayakan keselamatan muatan.
8. Contoh Penerapan Lashing di Berbagai Industri
Terdapat perbedaan signifikan yang perlu Anda perhatikan dalam menerapkan teknik lashing di setiap bidang industri perusahaan enterprise. Hal ini bergantung pada jenis muatan barang dan kondisi kendaraan serta transportasi. Dengan solusi khusus pada setiap sektor, keamanan, efisiensi, dan kepatuhan terhadap standar pengiriman yang ada bisa perusahaan implementasikan dengan optimal.
Berikut adalah beberapa contoh penerapan lashing di berbagai industri kunci:
a. Industri Manufaktur (Mesin & Alat Berat)
Stabilitas peralatan besar dan berat, seperti bulk cargo, harus berada dalam pengawasan utama dalam industri manufaktur. Biasanya perusahaan bisa memanfaatkan penggunaan chain lashing dengan tujuan pemberian kekuatan tarikan maksimal, penjagaan alat agar tetap aman selama idstribusi, dan pencegahan geserah yang berpotensi merusak.
b. Industri Konstruksi (Material & Prefabrikasi)
Selanjutnya, pemanfaatan teknik pengikatan yang satu ini pada industri konstruksi adalah dengan mengamankan material prefabrikasi yang besar dan berat. Alat yang sering perusahaan gunakan adalah lashing rods dan turnbuuckles, bertujuan menahan muatan agar tidak mengalami guncangan akibat kondisi cuaca yang ekstrem.
c. Industri Distribusi dan Retail (FMCG)
Terakhir, di sektor FMCG. Metode pengikatan ini punya peran penting menjaga barang-barang bermuatan ringan dan rapuh tetap aman selama pengiriman. Contohnya adalah kemasan produk konsumen. Teknik yang sering kali perusahaan FMCG terapkan yakni webbing lashing, di mana manfaatnya berfokus pada pengikatan kargo yang presisi tanpa merusak kemasan.
Kesimpulan
Lashing adalah teknik pengamanan muatan yang kompleks, bukan hanya sekadar mengikat barang biasa. Ini adalah bagian vital dalam rantai pasok global yang mampu melakukan penjagaan keamanan kargo barang, keselamatan pekerja, dan efisiensi operasional. Oleh sebab itu, penggunaan teknik dan peralatan yang tepat, seperti twistlock dan turnbuckle, sangat penting untuk keselamatan pengiriman.
Untuk mengelola kompleksitas logistik dan memastikan lashing yang aman, ScaleOcean Logistics ERP Software menyediakan platform terpusat untuk memantau dan mengelola pengiriman Anda. Coba demo gratis kami dan temukan bagaimana solusi kami dapat meningkatkan efisiensi serta mengurangi risiko dalam pengiriman barang Anda.
FAQ seputar Lashing Logistik:
1. Apa yang dimaksud dengan lashing?
Lashing adalah proses pengaplikasian pengikatan barang atau cargo dengan alat khusus pada alat transportasi distribusi. Fungsinya adalah supaya barang tidak mengalami pergerakan atau gesekan yang menyebabkan kerusakan selama perjalanan sampai ke destinasi tujuan dengan aman. Baik di darat, laut, maupun udara.
2. Apa itu lashing belt?
Lashing belt atau racther lashing adalah tali pengikat muatan dengan material polyester dan mempunyai mekanisme pengencang barang dengan bentuk ratchet. Alat ini berfungsi untuk mengencangkan dan mengunci tali secara presisi tanpa memerlukan alat tambahan lainnya.
3. Apa tujuan dari pengikatan?
Pengikatan merupakan sebuah proses pengamanan kontainer atau muatan cargo ke dek kapal, dengan batang pengikat yang berat dan juga sekrup botol. Tugas dan tanggung jawab tersebut biasanya hanya boleh ditangani oleh pekerja pelabuhan yang sudah terlatih. Selain itu, pekerjaan ini pun harus pekerja lakukan dengan metode berpasangan, mempertimbangkan risiko keselamatan kerja.











