Apa itu Flat Rack Container, Fungsi, Ukuran dan Tantangannya

Posted on
Daftar Isi [hide]
Share artikel ini

Tidak semua barang dapat dimuat ke dalam kontainer standar saat proses ekspor-impor berlangsung. Mesin industri, alat berat, struktur baja, kendaraan besar, hingga komponen proyek kerap memiliki kapasitas kontainer biasa. Akibatnya, banyak pelaku logistik menghadapi kendala serius dalam mengirimkan kargo oversize maupun overweight. Oleh karena itu, flat rack container hadir sebagai solusi pengangkutan untuk kargo tidak beraturan tersebut.

Flat rack container dirancang tanpa dinding samping maupun atap, sehingga proses loading-nya dilakukan dari berbagai sisi. Desain terbuka ini memudahkan pengangkutan kargo besar, berat, atau berbentuk tidak beraturan yang sulit masuk ke container tertutup

Fleksibilitas bongkar muat menjadi keunggulan utama dibandingkan dengan kontainer konvensional pada umumnya. Artikel ini akan membahas apa itu flat rack container, manfaatnya, serta tantangan yang muncul saat memakai container tipe ini.

starsKey Takeaways

Coba Demo Gratis!

requestDemo

Pengertian Flat Rack Container

Flat rack container adalah kontainer tanpa dinding samping dan atap yang hanya memiliki lantai kokoh serta dua dinding ujung di sisi depan dan belakang. Desain terbuka ini memungkinkan perusahaan mengangkut barang berukuran besar yang tidak muat di kontainer standar.

Struktur kontainer ini umumnya terbuat dari baja tahan karat dengan lantai kayu keras yang mampu menopang beban berat. Karena bentuknya yang fleksibel, flat rack banyak digunakan untuk kargo industri, alat berat, hingga komponen konstruksi berskala besar, berbeda dengan container ISO tank yang dirancang khusus untuk mengangkut cairan, bahan kimia, maupun gas.

Perbedaan Flat Rack Container dan Container Standar

Perbedaan Flat Rack Container dan Container Standar

Container standar memiliki dinding penuh di keempat sisi serta atap tertutup, sehingga muatan hanya bisa dimasukkan melalui pintu belakang. Struktur ini cocok untuk barang bervolume normal, namun sangat membatasi kargo dengan bentuk tidak beraturan atau ukuran berlebih.

Sebaliknya, flat rack container hanya memiliki tiang penyangga di ujungnya, yang memungkinkan pemuatan kargo dari atas dan samping, dengan ujung yang terpasang atau dilengkapi dinding lipat. Fleksibilitas ini menjadikannya solusi utama saat container standar, atau reefer container tidak lagi memadai untuk menampung dimensi maupun bentuk kargo tertentu

Kapan Flat Rack Container Digunakan?

Flat rack container digunakan ketika dimensi atau berat kargo melebihi kapasitas container standar. Contohnya mesin pabrik, komponen konstruksi, atau kendaraan berat yang tidak dapat masuk lewat pintu kontainer biasa.

Selain karena ukuran, kontainer ini juga dipilih saat proses loading membutuhkan akses langsung dari atas atau samping, misalnya menggunakan crane atau forklift. Situasi seperti proyek EPC (Engineering, Procurement, Construction) mengandalkan flat rack karena fleksibilitas ini.

Fungsi Flat Rack Container dalam Pengiriman Barang

Fungsi Flat Rack Container dalam Pengiriman Barang

Flat rack container memiliki sejumlah fungsi penting dalam rantai pasokan, terutama bagi muatan yang mempunyai sifat tertentu misalnya oversized cargo, heavy cargo, dan out-of-gauge cargo. Oleh karena itu, berikut adalah fungsi dari flat rack container bagi logistik dan eksport:

1. Mengangkut Kargo Oversized

Yang pertama adalah flat rack container memungkinkan pengiriman barang-barang yang lebih besar dari dimensi standard seperti mesin pabrik atau komponen konstruksi. Dengan tidak ada sisi dinding di flat rack, maka barang-barang tersebut dapat diikat dengan benar.

Jadi, kapasitas ini membuat flat rack menjadi pilihan pertama jika kontainer konvensional sudah tidak memadai. Dengan demikian, Anda akan menghindari proses pembongkaran barang menjadi beberapa bagian kecil.

2. Mempermudah Loading dari Atas dan Samping

Desain terbuka pada flat rack container memudahkan proses bongkar muat menggunakan crane atau forklift dari berbagai arah. Fleksibilitas ini mempercepat waktu loading dibandingkan dengan kontainer tertutup.

Selain mempercepat proses, akses terbuka juga mengurangi risiko kerusakan barang saat pemuatan. Operator dapat menempatkan kargo sesuai dengan titik tumpu yang aman.

3. Mendukung Pengiriman Kargo Berat

Struktur lantai flat rack container dibangun dari baja berkualitas tinggi agar mampu menahan beban besar. Kekuatan ini membuat flat rack container pilihan pertama untuk mengangkut mesin industri maupun alat berat proyek. Kemampuan untuk menahan beban berat inilah membedakan membedakannya dari platform pengiriman lain.

4. Menangani Kargo Out-of-Gauge

Barang out-of-gauge memiliki dimensi yang melebihi batas kontainer konvensional, baik dari sisi panjang, lebar, maupun tinggi. Flat rack container dirancang khusus untuk mengatasi kondisi semacam ini.

Penanganan kargo out-of-gauge membutuhkan perhitungan cermat agar tetap sesuai dengan batas rute pelayaran. Karena itu, koordinasi dengan shipping line menjadi penting sebelum pengiriman dilakukan

Ukuran Flat Rack Container 20ft dan 40 ft

Ukuran flat rack container berbeda antara shipping line, tergantung pada jenis lantai dan tipe end wall yang digunakan. Karena itu, Anda perlu memeriksa spesifikasi teknis dari carrier sebelum melakukan booking. Maka, dengan itu, berikut gambaran umum ukuran flat rack container 20ft dan 40ft yang tersedia di pasar pengiriman internasional.

1. Ukuran Flat Rack Container 20ft

Flat rack container 20ft memiliki panjang sekitar 6,06 meter, lebar 2,44 meter, dan tinggi antara 2,23 hingga 2,59 meter. Container ini dapat mengangkut beban maksimum sekitar 30 ton. Ukuran yang seperti ini sangat pas untuk barang-barang yang beratnya besar dan panjangnya pendek seperti mesin kecil atau bagian dari alat berat.

2. Ukuran Flat Rack Container 40ft

40ft flat rack container berukuran lebih panjang 12 meter dengan lebar dan tinggi yang sama dengan 20ft . Penambahan kapasitas ruang yang lebih panjang membuatnya menjadi kontainer yang tepat untuk kargo dengan ukuran yang lebih panjang. Container ini biasanya digunakan untuk memindahkan pipa, struktur baja, mesin besar, atau mobil proyek yang memerlukan ruang yang lebih besar dibandingkan dengan 20ft.

Secara umum, 20ft flat rack container adalah kontainer yang tepat untuk kargo berat yang tidak panjang, sementara kontainer 40ft lebih cocok untuk barang-barang memanjang seperti pipa dan struktur baja. Penentuan ukuran tidak hanya tergantung pada panjangnya barang. Berat, titik beban, pengikatan, dan pembatasan rute laut lainnya adalah hal lain yang perlu Anda pertimbangkan.

Jenis Utama Flat Rack Container

Flat rack container tersedia dalam beberapa model desain yang berupa fixed end, collapsible, dan container. Masing-masing desain memiliki ciri struktural yang berpengaruh pada proses penanganan barang.

Diantaranya tiga macam flat rack container yang biasa digunakan adalah:

1. Fixed End Flat Rack Container

Pertama, fixed end memiliki dinding depan dan belakang yang bersifat permanen sehingga tidak dapat dilipat. Struktur kokoh ini membuatnya cocok untuk mengangkut barang dengan bobot besar. Dinding permanen juga membantu menahan gaya dorong selama proses pengiriman berlangsung, sehingga stabilitas kargo tetap terjaga di sepanjang perjalanan.

2. Collapsible Flat Rack Container

Selanjutnya, dinding depan dan belakang pada jenis ini dapat dilipat rata dengan lantai ketika tidak sedang digunakan. Desain seperti ini memungkinkan pengisian barang-barang yang lebih panjang tanpa adanya keterbatasan dari segi tinggi. Seiring fungsi penempatan yang lebih mudah, folding ini juga menghemat ruang penyimpanan saat kontainer dikembalikan dalam kondisi kosong.

3. Platform Container

Kontainer platform merupakan suatu jenis kontainer yang mempunyai penampang lantai yang datar dan tanpa ada dinding di bagian depan dan belakang, berbeda dengan flat rack yang masih mempunyai end wall. Konstruksi ini menghasilkan fleksibilitas maksimal bagi benda-benda ukuran yang besar. Sebagian akibat dari tidak adanya dinding penahan, platform kontainer membutuhkan sistem lashing yang ketat agar muatan tetap stabil.

Contoh Barang yang Menggunakan Flat Rack Container

Industri dari berbagai bidang menggunakan flat rack container untuk mobilitas bahan-bahan yang tidak cocok untuk muatan dalam kontainer biasa. Konstruksi menggunakan flat rack container untuk memindahkan baja konstruksi dan tiang pancang, energi menggunakannya untuk memindahkan turbin, pipa, generator, atau panel.

Selain itu, sektor transportasi dan manufaktur juga bergantung pada flat container untuk kendaraan berukuran besar seperti bus dan alat pertanian, hingga mesin pabrik berdimensi besar. Keberagaman penggunaan ini menegaskan posisi flat rack sebagai salah satu jenis kontainer logistik paling vital untuk kargo nonstandar.

Kelebihan Flat Rack Container

Flat rack container menawarkan berbagai keunggulan dibandingkan dengan container standar, terutama untuk kebutuhan pengiriman kargo khusus. Keunggulan ini membuatnya menjadi pilihan utama bagi perusahaan logistik dan eksportir barang berat.

Berikut beberapa kelebihan utama yang membuat flat rack container relevan dalam rantai pasok modern:

1. Lebih Fleksibel untuk Barang Besar

Pertama, struktur terbuka pada flat rack container memungkinkan barang dengan berbagai dimensi diangkut dengan aman. Fleksibilitas ini menjadi nilai tambah dibandingkan dengan kontainer tertutup. Kelebihan ini membuat perusahaan tidak perlu memecah barang menjadi beberapa bagian kecil hanya agar muat dalam kontainer standar.

2. Mudah untuk Loading dan Unloading

Lalu, tanpa dinding samping, proses bongkar muat dapat dilakukan dari berbagai arah memakai  crane atau forklift. Ini mempercepat waktu proses dibandingkan dengan kontainer konvensional. Kemudahan ini mengurangi risiko kerusakan barang, karena operator dapat menempatkan kargonya sesuai dengan titik tumpu yang direkomendasikan.

3. Cocok untuk Pengiriman Multimoda

Flat rack container dapat diangkut menggunakan truk, kereta api, maupun kapal laut tanpa perlu memindahkan barang. Fleksibilitas moda ini mendukung rute pengiriman yang kompleks. Kemampuan multimoda ini membuat flat rack menjadi pilihan tepat untuk pengiriman proyek yang melibatkan beberapa titik transit sebelum sampai ke lokasi akhir.

4. Mendukung Kargo Bernilai Tinggi

Banyak titik lashing pada flat rack container membantu menjaga stabilitas muatan bernilai tinggi selama perjalanan. Sistem pengamanan ini mengurangi risiko pergeseran barang di tengah pelayaran. Keamanan tambahan ini penting untuk kargo proyek dengan nilai investasi besar, seperti mesin produksi atau peralatan energi terbarukan.

Kekurangan Flat Rack Container

Flat rack memiliki beberapa keterbatasan yang perlu Anda pertimbangkan, dari biaya, risiko cuaca, hingga kompleksitas operasionalnya. Maka dengan itu, berikut tantangan-tantangan yang dihadapi perusahaan saat memakai flat rack container:

1. Biaya Pengiriman Lebih Tinggi

Pertama, penanganan khusus flat rack container memerlukan biaya yang lebih mahal dibandingkan dengan container standar. Kebutuhan alat berat tambahan seperti crane, lalu biaya lashing dan pengamanan tambahan, semuanya menambahkan biaya operasional Anda.

2. Barang Lebih Terpapar Cuaca

Struktur terbuka tanpa atap membuat kargo rentan terhadap hujan, sinar matahari langsung, dan kelembapan udara. Risiko ini menjadi perhatian khusus untuk barang yang sensitif terhadap perubahan cuaca ekstrem.

Karena itu, perusahaan perlu menambahkan pelindung tambahan seperti terpal tahan air pada muatan tertentu. Langkah antisipatif ini memerlukan biaya tambahan, tetapi mampu menjaga kualitas barang selama proses pengiriman langsung.

3. Membutuhkan Lashing dan Securing yang Tepat

Tanpa dinding samping, muatan flat rack container sepenuhnya bergantung pada sistem pengikatan untuk menjaga posisinya agar tetap stabil. Kesalahan lashing menyebabkan pergeseran barang selama pelayaran.

Proses ini membutuhkan tenaga kerja yang memahami titik tumpu dan teknik pengaman sesuai jenis kargo. Kesalahan sedikit pun pada tahap ini berisiko menimbulkan kerusakan barang maupun gangguan keselamatan pengiriman.

4. Perlu Perhitungan Dimensi dan Berat yang Akurat.

Kesalahan perhitungan dimensi atau berat menyebabkan kargo tidak sesuai dengan kapasitas kontainer maupun batas muat kapal. Hal ini berpotensi menimbulkan masalah saat proses bongkar muat di pelabuhan.

Perhitungan yang akurat memengaruhi penempatan muatan agar distribusi beban tetap seimbang. Tanpa perhitungan risiko, keterlambatan maupun biaya tambahan bisa saja muncul di tengah proses pengiriman.

5. Tidak Semua Rute atau Carrier Mendukung

Terakhir, tidak semua shipping line menyediakan layanan flat rack container di seluruh rute pelayaran mereka. Keterbatasan ini mempersempit pilihan carrier maupun jadwal keberangkatan yang tersedia.

Situasi ini semakin relevan mengingat kondisi pelayaran global yang diwarnai ketidakpastian rute. Menurut laporan UNCTAD, rerouting kapal akibat gangguan pada jalur pelayaran telah memperpanjang waktu tempuh dan menaikkan biaya operasional secara global, sehingga ketersediaan slot flat rack pada rute tertentu menjadi terbatas.

Cara Memilih Flat Rack Container yang Tepat

Pemilihan flat rack yang tepat menentukan kelancaran seluruh proses pengiriman barang berat maupun oversized. Kesalahan dalam tahap ini menimbulkan biaya tambahan dan kerusakan kargo. Maka dengan itu, berikut cara memilih flat rack yang tepat untuk perusahaan Anda:

1. Ukur Dimensi Kargo secara Detail

Pertama, pengukuran panjang, lebar, tinggi, dan berat kargo harus dilakukan secara presisi sebelum menentukan jenis kontainer. Data ini menjadi dasar utama dalam memilih ukuran maupun tipe flat rack yang sesuai.

Kesalahan pengukuran sekecil apa pun berdampak langsung pada proses lashing maupun kesesuaian dengan batas muatan carrier. Oleh karena itu, tahap ini sebaiknya melibatkan tim teknis yang berpengalaman menangani kargo proyek.

2. Tentukan Ukuran 20ft atau 40ft

Setelah dimensi kargo diketahui, perusahaan perlu menyesuaikan kargo dengan ukuran flat rack yang tersedia, baik 20ft maupun 40ft. Pertimbangan ini mencakup panjang barang sekaligus distribusi bobot pada lantai kontainer.

Pemilihan ukuran yang tepat akan memengaruhi efisiensi ruang sekaligus biaya pengiriman secara keseluruhan. Konsultasi dengan pihak carrier turut membantu memastikan kesesuaian spesifikasi teknis di lapangan.

3. Periksa Kebutuhan Lashing dan Packing

Setiap jenis kargo memiliki kebutuhan pengamanan yang berbeda tergantung pada bentuk, berat, dan titik tumpunya. Pemeriksaan kebutuhan lashing sejak awal membantu mencegah pergeseran muatan selama pelayaran.

Selain lashing, packing tambahan seperti pelindung cuaca juga perlu disiapkan untuk barang-barang sensitif. Persiapan matan pada tahap ini mengurangi risiko klaim asuransi akibat kerusakan barang.

4. Koordinasikan dengan Freight Forwarder atau Shipping Line

Komunikasi intensif dengan freight forwarder maupun shipping line diperlukan untuk memastikan ketersediaan flat rack pada rute yang dituju. Koordinasi ini mencakup jadwal keberangkatan dan estimasi waktu tempuh.

Selain itu, forwarder membantu memverifikasi spesifikasi teknis container sesuai standar carrier yang digunakan. Kolaborasi pada tahap ini mempercepat proses booking sekaligus meminimalkan risiko kesalahan teknis.

5. Hitung Total Biaya Pengiriman

Perhitungan biaya perlu mencakup seluruh komponen dari sewa kontainer, lashing, asuransi, hingga potensi biaya tambahan di pelabuhan. Estimasi yang komprehensif membantu perusahaan menghindari pembengkakan anggaran.

Transparansi biaya sejak awal memudahkan proses negosiasi dengan pihak carrier maupun vendor pendukung lainnya. Dengan perhitungan yang matang, perusahaan dapat mengambil keputusan pengiriman yang efisien.

Dokumen yang Dibutuhkan untuk Pengiriman Flat Rack Container

Pengiriman menggunakan flat rack container membutuhkan dokumen serupa dengan pengiriman container standar, namun dengan tambahan khusus terkait dimensi, dan keamanan muatan. Dokumen utama mencakup bill of lading, packing list, invoice, serta commercial invoice sesuai ketentuan ekspor-impor.

Selain itu, kargo oversized maupun out-of-gauge biasanya memerlukan dokumen tambahan seperti lashing certificate dan laporan pengukuran dimensi dari surveyor independen. Kelengkapan dokumen ini penting untuk memastikan proses bea cukai atau verifikasi carrier berjalan tanpa hambatan administratif. Untuk memastikan laporan Anda memiliki data real-time yang tersedia secara otomatis, Anda dapat memakai software logistik terbaik di Indonesia.

Logistik

Tantangan Operasional dalam Pengiriman Flat Rack Container

Pengiriman flat rack container melibatkan proses operasional yang lebih kompleks dibandingkan dengan container standar. Kompleksitas ini muncul akibat kebutuhan koordinasi lintas pihak serta karakteristik muatan yang tidak beraturan. Berikut tantangan operasional yang muncul dalam pengiriman flat rack container:

1. Koordinasi Vendor yang Kompleks

Pengiriman flat rack melibatkan banyak pihak, dari penyedia crane, tim lashing, hingga freight forwarder. Koordinasi manual antar-vendor rentan menimbulkan miskomunikasi maupun keterlambatan jadwal

Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin tinggi risiko informasi yang tidak sinkron antartim. Situasi ini membutuhkan sistem koordinasi yang terstruktur agar seluruh proses berjalan sesuai rencana.

2. Perubahan Jadwal Kapal

Lalu, jadwal kapal untuk rute flat rack container tidak selalu stabil, terutama pada kondisi pelayaran global yang penuh ketidakpastian. Pola pelayaran global saat ini banyak diwarnai oleh perubahan rute akibat ketegangan geopolitik dan kebijakan perdagangan yang terus bergeser, sehingga estimasi waktu menjadi lebih sulit diprediksi.

Perubahan jadwal ini berdampak langsung pada perencanaan bongkar muat maupun kesiapan tim di lapangan. Perusahaan perlu memiliki sistem monitoring yang responsif terhadap perubahan mendadak ini.

3. Risiko Biaya Tambahan

Lalu, biaya tambahan sering muncul akibat keterlambatan, kebutuhan lashing ekstra, maupun penyelesaian rute pengiriman. Tanpa pencatatan yang rapi, biaya-biaya ini mudah terlewat dari perhitungan awal.

Akumulasi biaya tak terduga tersebut dapat mengerus margin keuntungan perusahaan secara signifikan. Karena itu, pemantauan biaya secara real-time menjadi kebutuhan penting dalam pengelolaan shipment flat rack.

4. Tracking Shipment Tidak Terpusat

Banyak perusahaan masih mengandalkan komunikasi manual maupun spreadsheet terpisah untuk memantau posisi shipment. Metode ini menimbulkan informasi yang tidak konsisten antar tim internal. Ketiadaan sistem tracking terpusat membuat proses pengambilan keputusan menjadi lambat.

5. Sulit Menghitung Profit per Shipment

Kompleksitas biaya pada pengiriman flat rack membuat perhitungan profit per shipment menjadi rumit dibandingkan dengan pengiriman standar. Banyak komponen biaya yang harus digabungkan secara manual dari berbagai sumber data.

Tanpa sistem pencatatan yang terintegrasi, perusahaan berisiko salah menghitung margin keuntungan sebenarnya. Hal ini pada akhirnya dapat memengaruhi strategi penetapan harga untuk pengiriman berikutnya.

Optimalkan Pengiriman Flat Rack Container dengan Software Logistik ScaleOcean

Software logistik ScaleOcean Atlas membantu mengelola operasional flat rack container yang kompleks, dari koordinasi vendor hingga perhitungan biaya dalam satu dashboard terpusat. Sistem ini membantu dengan berbagai proses logistik seperti freight forwarding, dan eksportir-importer dalam satu platform.

Melalui ScaleOcean, proses booking, manajemen vendor, pengelolaan dokumen, hingga pencatatan biaya dipantau secara real-time tanpa perlu berpindah-pindah sistem. Fitur tracking terpusat memudahkan tim memantau posisi shipment flat rack-nya sekaligus mengurangi risiko informasi yang tidak sinkron antardivisi.

Selain itu, ScaleOcean Atlas dirancang untuk perusahaan medium to large enterprise sehingga setiap solusi disesuaikan dengan kebutuhan, struktur, dan alur kerja perusahaan Anda. Maka, dengan itu, jika Anda ingin melihat bagaimana software ini membantu mengelola proses logistik Anda agar berjalan lancar dengan risiko minimal, segera jadwalkan konsultasi dengan tim kami sekarang!

Berikut fitur-fitur dari modul logistik ScaleOcean Atlas:

  • Booking Management: software memudahkan customer melakukan booking pengiriman untuk berbagai bentuk transportasi seperti laut, udara, atau darat.
  • Tracking Shipment: software memungkinkan Anda melacak pengiriman secara real-time dengan memberikan nomor pelacakan unik untuk setiap pengiriman.
  • LCL, FCL, FTL, and LTL: software mendukung berbagai metode pengiriman berdasarkan kapasitas dan volume barang, seperti Less than Container Load (LCL), Full Container Load (FCL), Full Truck Load (FTL), dan Less than Truck Load (LTL).
  • Import and Export: software membantu pengguna dalam menangani seluruh aspek logistik internasional, termasuk manajemen dokumen, perizinan, dan pemenuhan peraturan internasional.
  • Custom Clearance: software mampu membuat segala jenis dokumen bea cukai yang dibutuhkan untuk pengiriman, lalu mengirim dokumen yang diperlukan kepada otoritas dari satu sistem.
  • Margin Calculation: software membantu perusahaan menghitung margin keuntungan dari setiap pengiriman untuk memastikan bahwa semua biaya tercatat dan dianalisis dengan akurat.
  • Integrasi Ceisa 4.0: integrasi dengan Ceisa 4.0 (Sistem informasi kepabeanan yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Indonesia) memfasilitasi proses clearance yang lebih cepat dan akurat.

Kesimpulan

Flat rack container adalah jenis kontainer terbuka yang dirancang untuk mengangkut kargo oversized, out-of-gauge, dan berbobot berat yang tidak dapat ditangani oleh kontainer standar. Oleh karena itu, pemilihan ukuran, pengamanan muatan, serta koordinasi pengiriman yang tepat memastikan proses logistik berlangsung aman dan efisien.

Software Logistik ScaleOcean Atlas membantu Anda mengelola booking, tracking, pembuatan dokumen, hingga perhitungan margin secara terintegrasi. Oleh karena itu, jika Anda ingin melihat bagaimana software ini membantu menyederhanakan operasional logistik Anda secara real-time, segera jadwalkan sesi konsultasi bersama tim kami sekarang!

FAQ:

1. Apa perbedaan antara kontainer flatbed dan flat rack?

Flat rack dilengkapi dengan dinding ujung untuk membantu mengamankan muatan, sedangkan flatbed tidak memiliki dinding apapun.

2. Apa perbedaan antara flat rack dan RoRo?

RoRo adalah traktor yang siap digunakan di jalan raya dikendarai ke atas kapal dengan tenaga mesinnya sendiri, sementara flat track dipakai untuk unit-unit yang tidak layak jalan, atau yang terlalu lebar atau tinggi.

3. Apa perbedaan antara flat rack dan open top container?

Kontainer atap terbuka memiliki dinding samping dan lantai, tetapi tidak memiliki atap, sementara kontainer flat rack tidak memiliki atap dan dinding samping, hanya terdiri dari lantai dan dua dinding ujung.

Adriel Thomas Dwiputranto
Adriel Thomas Dwiputranto
Adriel adalah SEO Content Writer dengan hampir 1 tahun dalam pembuatan konten informatif seputar bisnis, teknologi, dan transformasi digital yang membantu perusahaan enterprise dari berbagai industri di Indonesia.

ERP Buat Bisnis Ngebut

Operasional rapi, bisnis makin cepat

ERP Dashboards Demo Gratis
Dekson Sinarmas Bank of China Changi Shalby

Coba Demo Gratis!

Error message
Error message
Error message
Error message
Error message
Error message

Rekomendasi Artikel Terkait

Temukan Artikel Serupa untuk Solusi Bisnis Lebih Lengkap