Radio Shuttle Racking: Definisi, Cara Kerja, dan Industrinya

Posted on
Share artikel ini

Perusahaan enterprise dengan volume inventori besar pun kerap menghadapi kapasitas gudang yang terbatas serta lalu lintas forklift yang tinggi. Kondisi ini membuat proses penyimpanan lebih lama, meningkatkan risiko kerusakan palet, dan memicu ketidakakuratan data inventaris dalam operasional.

Untuk menjawab tantangan tersebut, perusahaan enterprise menerapkan radio shuttle racking. Sistem ini memakai shuttle otomatis yang bergerak di dalam jalur rak untuk memindahkan palet, sehingga ruang gudang dapat dimanfaatkan lebih padat sekaligus mengurangi pergerakan forklift di area penyimpanan.

Saat kapasitas dan aktivitas gudang semakin kompleks, perusahaan membutuhkan sistem penyimpanan yang efisien, aman, dan terukur. Artikel ini membahas pengertian radio shuttle racking, cara kerjanya, kelebihan dan kekurangannya, serta berbagai industri yang paling tepat menggunakan sistem tersebut.

starsKey Takeaways

Coba Konsultasi Gratis!

requestDemo

1. Apa yang Dimaksud Radio Shuttle Racking?

Radio shuttle racking adalah sistem pallet racking otomatis yang memakai shuttle robot untuk menyimpan dan mengambil palet dari rel rak. Robot ini bergerak sendiri di antara lorong-lorong penyimpanan tanpa memerlukan forklift untuk memasukkan barang ke dalam rak, sehingga proses racking pun menjadi cepat dan minim risiko benturan.

Sistem ini sering dipakai di gudang dengan volume produk sejenis dalam jumlah besar, seperti FMCG atau cold storage. Operator cukup mengendalikan shuttle lewat remote, sementara robot mengatur posisi palet di setiap level rak tanpa campur tangan manual.

2. Cara Kerja Sistem Radio Shuttle Racking

Cara Kerja Sistem Radio Shuttle Racking

Sistem radio shuttle racking merupakan automated storage and retrieval system (ASRS) yang bekerja lewat kombinasi forklift, shuttle robot, dan sensor yang terhubung dalam satu alur kerja secara otomatis. Dari penempatan palet oleh forklift hingga integrasinya dengan warehouse management system. Setiap tahap dirancang agar penyimpanan dan pengambilan barang berjalan cepat dan akurat, berikut cara kerja radio shuttle racking:

a. Forklift Menempatkan Pallet ke Rak

Forklift mengangkat palet dari area staging lalu meletakkannya di jalur masuk rak level pertama. Operator tidak perlu mengarahkan forklift-nya masuk ke dalam lorong sempit karena paletnya cukup diletakkan di ujung rel sebelum diambil langsung oleh shuttle robot.

Proses ini membuat pekerjaan forklift lebih singkat dibandingkan dengan sistem drive-in konvensional. Waktu bongkar muatnya pun berkurang secara signifikan, sebab forklift-nya bisa langsung berpindah untuk menangani palet berikutnya tanpa menunggu proses penyimpanan selesai di dalam rak.

b. Shuttle Robot Memindahkan Pallet Secara Otomatis

Setelah palet diletakkan di rel, shuttle robot langsung mengangkut dan mendorongnya ke posisi penyimpanan yang ditentukan oleh sistem. Robot ini bergerak menggunakan roda elektrik di sepanjang rel logam yang terpasang pada setiap level rak.

Kecepatan shuttle bisa disesuaikan sesuai dengan kebutuhan gudang, sedangkan robot memindahkan palet berat dengan stabil. Karena bergerak secara otomatis, human error pun bisa dikurangi dibandingkan dengan proses manual.

c. Sistem Mengatur Penyimpanan Pallet

Setiap palet yang masuk sistem akan secara otomatis didaftarkan berdasarkan lokasinya, kode produk dan waktu penyimpanan. Informasi tersebut disimpan secara digital sehingga lokasi setiap palet dapat ditentukan tanpa pemeriksaan manual.

Pengaturan penyimpanan ini membantu Anda menghindari penumpukan barang yang salah urutan. Dengan pencatatan otomatis, risiko penempatan palet berkurang drastis dibandingkan dengan sistem racking konvensional.

d. Proses Pengambilan Barang (Retrieval)

Robot tersebut bergerak lurus menuju posisi palet yang tepat menggunakan informasi dari sistem dan menariknya ke ujung rel. Kemudian forklift mengambil palet tersebut tanpa masuk ke dalam rak.

Dibandingkan dengan sistem drive-in di mana palet-palet lain harus diambil satu per satu. Barang yang masuk pertama pun bisa diambil tanpa membongkar susunan palet di dalamnya.

e. Sistem Sensor Menjaga Keamanan Operasional

Semua shuttle dilengkapi dengan sensor yang mendeteksi rintangan, lokasi palet dan batas kecepatan di rel. Ketika robot mendeteksi adanya potensi tabrakan, operasi akan segera dihentikan sehingga menghindari kemungkinan kerusakan palet.

Hal ini penting bagi gudang dengan volume besar dan banyak aktivitas, baik masuk maupun keluar. Sensor tersebut membantu melindungi barang-barang tersebut dan juga karyawan-karyawan yang berada di dekat rak.

f. Integrasi dengan Warehouse Management System (WMS)

Radio shuttle racking umumnya terhubung langsung dengan warehouse management system agar data pergerakan palet pun tercatat secara real-time. Namun, efektivitas sistem ini sebenarnya tidak hanya ditentukan oleh rak dan shuttle robot, melainkan juga oleh seberapa baik perusahaan mengelola inventory visibility, tata letak gudang dan stock movement di baliknya.

Jika Anda memerlukan WMS yang memberikan tim Anda data real-time dari satu dashboard terpusat, maka ScaleOcean Atlas for Warehouse hadir untuk kebutuhan tersebut. ScaleOcean Atlas menghubungkan inventory, storage location, dan order fulfillment, semua dalam satu sistem warehouse automation yang terintegrasi.

ScaleOcean Atlas juga dilengkapi dengan ScaleMind, sebuah AI Business Assistant yang tertanam langsung di dalamnya. Manajer Anda hanya perlu menanyakan inventori mana yang bergerak lambat di warehouse untuk mendapatkan insight langsung tanpa menyusun laporan manual.

Dengan informasi ini, dia bisa membuat keputusan dengan cepat dan tepat. Jika Anda ingin melihat bagaimana sistem ini membantu proses racking Anda, segera jadwalkan sesi konsultasi sekarang!

Warehouse

3. Keuntungan Radio Shuttle Racking

Radio shuttle rracking menawarkan berbagai keuntungan operasional dibandingkan dengan sistem rak konvensional, mulai dari efisiensi ruang hingga peningkatan keselamatan kerja. Berikut semua keuntungan dari radio shuttle racking untuk gudang Anda:

a. Memaksimalkan Kapasitas Penyimpangan Gudang

Radio shuttle racking menghilangkan kebutuhan akan lorong forklift di setiap baris rak, sehingga ruang yang sebelumnya dipakai untuk akses kendaraan bisa dijadikan area penyimpanan tambahan. Kapasitas palet per segi pun meningkat secara signifikan.

Dibandingkan dengan palet racking, sistem ini memungkinkan penyimpanan palet secara rapat dalam banyak level sekaligus. Gudang dengan lahan terbatas bisa menampung banyak stok tanpa harus memperluas bangunannya.

b. Mengurangi Pergerakan Forklift

Karena forklift hanya meletakkan dan mengambil palet di ujung rel, jarak tempuh kendaraan di dalam gudang menurun drastis. Oleh karena itu, operator tidak perlu lagi masuk-keluar lorong sempit berkali-kali seperti di sistem drive-in racking.

Berkurangnya pergerakan forklift menekankan konsumsi bahan bakar dan biaya perawatan kendaraan dalam jangka panjang. Risiko forklift menabrak rak atau palet pun ikut menurun karena rute pergerakannya menjadi pendek dan sederhana.

c. Meningkatkan Kecepatan Storage dan Retrieval

Shuttle robot bekerja jauh lebih cepat dibandingkan dengan proses manual forklift yang masuk ke dalam rak satu per satu. Waktu penyimpanan dan pengambilan palet pun dipangkas secara signifikan, terutama pada gudang dengan volume transaksi tinggi.

Kecepatan ini berdampak langsung pada produktivitas gudang secara keseluruhan, sebab banyak palet ditangani dalam waktu yang sama. Perusahaan dengan siklus pengiriman diuntungkan oleh efisiensi waktu semacam ini.

d. Mendukung FIFO dan LIFO Inventory

Sistem shuttle bisa diprogram untuk mengikuti alur FIFO maupun LIFO sesuai kebutuhan perusahaan, karena pengambilan palet itu bisa diatur secara otomatis lewat data digital. Barang yang masuk pertama bisa diprioritaskan untuk keluar tanpa membongkar susunan palet lainnya.

Fleksibilitas ini berguna untuk produk-produk dengan masa kedaluwarsa, seperti makanan dan produk farmasi. Perusahaan tidak perlu khawatir stok lama mereka tertumpuk di belakang karena sistem secara otomatis menjaga urutan keluar-masuk barang sesuai kebijakan yang ditetapkan.

e. Meningkatkan Warehouse Safety

Minimnya forklift yang masuk ke dalam rak secara langsung menurunkan risiko kecelakaan kerja di area penyimpanan. Sensor pada shuttle pun membantu mencegah benturan yang terjadi pada sistem rak manual dengan lalu lintas kendaraan padat.

Jurnal Universitas Diponegoro mencatat bahwa faktor manusia menyumbang sekitar 80-85% dari penyebab kecelakaan kerja di gudang, sementara sisanya berasal dari kondisi lingkungan kerja yang belum sesuai standar keselamatan.

Temuan ini menunjukkan pentingnya sistem yang mengurangi interaksi langsung pekerja dengan area rak yang berisiko tinggi. Radio shuttle racking mengambil alih sebagian besar pergerakan palet. Ini menekankan unsafe act yang selama ini menjadi penyebab utama kecelakaan gudang.

f. Mendukung Cold Storage

Shuttle robot bisa dioperasikan dari luar ruang pendingin lewat remote control, sehingga pekerja-pekerja Anda tidak perlu berlama-lama berada pada suhu ekstrem untuk menyimpan atau mengambil palet. Hal ini meminimalkan bahaya kesehatan yang disebabkan oleh paparan suhu rendah.

Selain keselamatan para pekerja, sistem ini membuat proses muat dan bongkar barang di dalam gudang dingin lebih cepat dibandingkan dengan proses manual. Efisiensi pendinginan juga dipertahankan karena pintu ruangan tidak sering dibuka.

4. Kekurangan Radio Shuttle Racking

Meskipun ada beberapa keuntungan dari teknologi ini, radio shuttle racking memiliki beberapa tantangan yang harus dipertimbangkan sehubungan dengan biaya atau kesesuaiannya dengan jenis-jenis produk tertentu. Berikut kekurangan dari radio shuttle racking bagi perusahaan Anda antara lain:

a. Investasi Awal Lebih Tinggi

Sistem ini lebih mahal daripada sistem rak palet konvensional karena Anda harus menghabiskan banyak uang untuk membeli robot shuttle, rel rak, dan sistem kontrol. Anda harus merencanakan dan mengalokasikan jumlah uang yang besar di awal sebelum bisa mengoperasikan sistem ini.

Namun, dengan biaya tinggi ini, Anda mendapatkan manfaat dari efisiensi tenaga kerja dan kapasitas gudang Anda. Oleh karena itu, Anda harus melakukan perhitungan ROI untuk sistem ini sebelum beralih ke sistem racking seperti ini.

b. Membutuhkan Warehouse Planning yang Tepat

Sistem radio shuttle racking bekerja dengan baik ketika gudang Anda direncanakan dengan tepat untuk mengakomodasi dimensi rel, ukuran palet, dan arus lalu lintas forklift. Perencanaan yang kurang membuat sistem ini berjalan kurang optimal meskipun sudah mengeluarkan biaya investasi yang besar.

c. Membutuhkan Maintenance Berkala

Robot shuttle terdiri dari bagian-bagian elektronik dan mekanis yang membutuhkan pemeliharaan khusus. Tanpa pemeliharaan yang teratur, sistem ini mungkin tidak akan beroperasi secara efektif atau bahkan berhenti bekerja sama sekali.

Biaya yang timbul akibat hal ini harus dimasukkan dalam biaya operasional jangka panjang. Pastikan ada alokasi dana untuk suku cadang serta teknisi yang terampil yang sudah mahir dengan sistem ini sehingga jika terjadi kerusakan dapat segera diperbaiki

d. Tidak Cocok untuk Semua Jenis Produk

Sistem ini paling cocok untuk produk-produk homogen dalam jumlah besar per SKU seperti bahan baku dan produk FMCG. Perubahan kecil dalam ukuran dan jumlah produk membuat penyimpanan produk menggunakan rak shuttle radio tidak efisien.

Gudang dengan banyak SKU berbeda dan volume kecil per item lebih cocok memakai selective racking atau mobile racking system. Anda harus menyesuaikan jenis rak Anda dengan karakteristik produk Anda agar investasi Anda benar-benar efektif.

5. Berapa Kapasitas Beban Maksimal (Load Capacity) untuk Satu Palet Pada Radio Shuttle Racking?

Kapasitas beban satu palet radio shuttle racking umumnya sekitar 500 hingga 1.500 kilogram, semuanya bergantung pada parameter teknis dari shuttle itu sendiri dan kapasitas beban dari konstruksi rak tetap. Ada beberapa sistem yang bahkan mampu menahan beban yang lebih besar dari itu.

Angka yang tepat bergantung pada jenis rel yang digunakan, material rangka, dan jenis shuttle yang digunakan produsen. Anda harus bertanya langsung kepada produsen apakah kapasitas beban sistem tersebut cukup untuk menahan berat rata-rata produk Anda.

6. Apakah Radio Shuttle Racking Aman Digunakan Di Dalam Cold Storage?

Radio Shuttle tergolong aman digunakan dalam cold storage, bahkan menjadi sistem yang sering direkomendasikan untuk ruang pendingin berkapasitas besar. Shuttle robot dirancang agar tahan suhu rendah dan bisa dioperasikan dari luar ruangan.

Dengan operasional jarak jauh, karyawan Anda tidak perlu lama-lama di ruang dingin untuk menyimpan atau mengambil barang. Hal ini mengurangi risiko kesehatan sekaligus mempercepat proses logistik dingin dibandingkan dengan metode manual.

7. Perbedaan Utama Radio Shuttle Rack vs Drive In Rack

7. Perbedaan Utama Radio Shuttle Rack vs Drive In Rack

Meskipun kedua jenis racking system ini dikembangkan untuk memaksimalkan kapasitas penyimpanan, sistem-sistem ini memiliki perbedaan yang cukup luas saat membahas metode operasi, tingkat otomatisasi, dan risiko kerusakannya. Berikut ada delapan fitur utama yang membedakan radio shuttle dengan drive-in:

a. Metode operasional

Radio Shuttle Rack menggunakan robot shuttle yang memindahkan palet di dalam lane, sementara itu Drive-In rack menggunakan forklift yang bergerak dalam sistem rak untuk menyimpan atau mengambil palet. Perbedaan yang signifikan ini membuat kecepatan operasi dan risiko operator berbeda-beda.

b. Tingkat Otomatisasi

Radio Shuttle Rack bersifat semiotomatis, dengan menggunakan perangkat shuttle dan sistem kontrol. Sementara itu, drive-in rack sepenuhnya manual karena bergantung pada operator yang memindahkan forklift di dalam rak-rak tersebut.

c. Kapasitas Penyimpanan

Salah satu keuntungan besar dari sistem radio shuttle adalah kemampuannya untuk meningkatkan jumlah rak dalam channel tanpa membatasi akses. Rak drive-in juga memiliki kapasitas penyimpanan yang besar tetapi dibatasi oleh area perjalanan forklift di lane. Karena ruang pengemudi rak drive-in kecil, jarak antara rak harus diubah sesuai dimensi forklift. Oleh karena itu, drive-in memiliki kapasitas penyimpangan yang kecil dibandingkan dengan sistem rak shuttle.

d. Kecepatan Pengambilan Barang (Retrieval)

Kecepatan pengambilan untuk radio shuttle lebih besar dibandingkan dengan drive-in shuttle karenaradio shuttle tidak memerlukan forklift untuk masuk ke dalam rak dan mengambil palet. Dalam kasus rak drive-in, kecepatan pengambilannya rendah karena forklift harus bermanuver di lorong sempit. Kecepatan retrieval ini menjadi satu keunggulan utamanya dibandingkan dengan drive-in rack maupun push-back racking.

e. Risiko Kerusakan Rak

Kemungkinan merusak rak sangat kecil pada sistem radio shuttle karena forklift tidak bersentuhan dengan struktur rak. Pada drive-in rack, ada risiko forklift merusak rak saat manuver di lorong sempit. Hal ini menunjukkan biaya yang terkait dengan pekerjaan perbaikan dan peningkatan umur struktur rak.

f. Kebutuhan Tenaga Kerja

Sistem rak shuttle membutuhkan sedikit tenaga kerja karena sebagian besar operasi dilakukan oleh shuttle otomatis. Sementara itu, rak drive-in membutuhkan kehadiran konstan dari operator forklift. Pengurangan kebutuhan tenaga kerja ini bisa menekan biaya operasional, terutama bagi gudang yang beroperasi dalam banyak shift setiap hari.

g. Metode Rotasi Stok

Radio shuttle racking mengakomodasi sistem LIFO dan FIFO yang memberikan fleksibilitas dalam menata barang sesuai kebutuhan produk. Sistem rak drive-in biasanya hanya digunakan untuk sistem LIFO karena akses terbatas ke palet di dalam lane. Fleksibilitas rotasi stok ini menjadikan radio shuttle cocok untuk produk-produk dengan masa simpan terbatas dibandingkan dengan drive-in rack.

h. Investasi Awal

Biaya pelacakan shuttle relatif tinggi karena melibatkan sistem shuttle otomatis, sedangkan biaya rak drive-in relatif rendah karena tidak memerlukan sistem otomatisasi. Meskipun biaya relatif tinggi, radio shuttle memberikan efisiensi yang besar daripada rak drive-in. Meskipun biayanya lebih besar di awal, radio shuttle bisa memberikan efisiensi operasional yang lebih tinggi dibandingkan dengan drive-in rack konvensional.

Berikut tabel ringkasan perbedaan radio shuttle racking dengan drive-in rack:

Aspek Radio Shuttle Racking Drive-In Rack
Metode Operasional Menggunakan shuttle robot untuk memindahkan pallet di dalam rak Forklift masuk langsung ke dalam rak untuk mengambil atau menyimpan pallet
Tingkat Otomatisasi Semi-otomatis dengan bantuan perangkat shuttle dan kontrol digital Manual karena seluruh pergerakan bergantung pada operator forklift
Kapasitas Penyimpanan Sangat tinggi karena jalur rak dapat dibuat lebih dalam Tinggi, tetapi terbatas oleh ruang gerak forklift
Kecepatan Operasional Lebih cepat karena shuttle dapat bekerja tanpa forklift masuk ke rak Lebih lambat karena forklift harus bermanuver di dalam lane
Risiko Kerusakan Rak Lebih rendah karena forklift tidak masuk ke struktur rak Lebih tinggi akibat potensi benturan forklift dengan rak
Kebutuhan Tenaga Kerja Lebih sedikit operator untuk aktivitas pemindahan pallet Membutuhkan operator forklift secara aktif
Metode Rotasi Stok Mendukung FIFO dan LIFO Umumnya menggunakan metode LIFO
Investasi Awal Lebih tinggi karena membutuhkan perangkat shuttle Lebih rendah karena tidak membutuhkan sistem otomatis
Cocok Untuk Gudang dengan volume tinggi, SKU tertentu, dan kebutuhan efisiensi tinggi Gudang dengan produk homogen dan kebutuhan penyimpanan massal

8. Kapan Menggunakan Radio Shuttle Racking?

Radio shuttle racking cocok digunakan saat gudang menyimpan produk sejenis dalam volume besar per SKU dan memerlukan kecepatan storage-retrieval tinggi. Sistem ini merupakan pilihan yang bagus untuk gudang-gudang yang memiliki ruang terbatas karena kebutuhan kapasitasnya terus meningkat.

Menurut analisis pasar dari MarketsandMarkets, nilai pasar ASRS di Indonesia diperkirakan akan meningkat dari sekitar 43,1 juta dolar AS pada tahun 2025 menjadi 59,6 juta dolar AS pada tahun 2030. Indikator ini ditentukan oleh pertumbuhan e-commerce dan perkembangan rantai pasokan. Tren ini menunjukkan bahwa semakin banyak perusahaan manufaktur dan logistik di Indonesia mempertimbangkan otomatisasi gudang, termasuk radio shuttle racking karena tekanan tahunan dari jumlah barang.

9. Industri yang Cocok Menggunakan Radio Shuttle Racking

Radio shuttle racking bisa diterapkan di berbagai sektor industri yang mengandalkan penyimpanan palet bervolume tinggi seperti manufacturing, food and beverage, hingga logistics. Berikut industri-industri yang sering memanfaatkan sistem ini dalam operasional gudangnya sehari-hari.

a. Manufacturing

Di industri manufaktur, terdapat jumlah besar bahan baku dan produk dengan variasi SKU yang disimpan. Sistem radio shuttle racking membantu meningkatkan kapasitas gudang bahan baku dan mempermudah proses produksi yang membutuhkan pasokan yang terus-menerus.

Dengan sistem FIFO otomatis, perusahaan manufaktur juga lebih mudah menjaga rotasi bahan baku mereka agar tidak ada material yang mengendap terlalu lama. Efisiensi ini berdampak langsung pada kelancaran proses produksi mereka secara keseluruhan.

b. Food and Beverage

Industri makanan dan minuman membutuhkan rotasi stok yang cepat untuk menjaga kualitas produknya sebelum masa kedaluwarsa. Radio shuttle racking mendukung sistem FIFO yang memastikan produk yang masuk pertama juga menjadi produk yang pertama keluar dari gudang.

Teknologi ini dapat diterapkan pada gudang cold storage untuk barang beku atau segar. Shuffle otomatis meminimalkan waktu yang dihabiskan orang di gudang dingin dan juga meningkatkan efisiensi distribusi ke jalur berikutnya.

c. FMCG

Produk FMCG selalu memiliki volume tinggi dengan margin waktu terbatas. Sistem rak shuttle radio membantu perusahaan FMCG untuk menumpuk inventaris mereka dalam jumlah besar sekaligus meningkatkan efisiensi pengambilan mereka.

Kecepatan retrieval yang ditawarkan sistem ini membantu menjaga ketersediaan produk di rak ritel maupun gudang distribusi. Perusahaan FMCG dengan banyak titik distribusi biasanya diuntungkan oleh efisiensi operasional semacam ini.

d. Pharmaceutical

Pengendalian inventaris di industri farmasi harus dilakukan dengan hati-hati, termasuk penggunaan sistem inventaris FIFO dan penyimpanan produk farmasi tertentu pada suhu tertentu. Racking shuttle radio yang efektif dapat memenuhi semua kondisi di atas.

Proses pelacakan digital yang digabungkan dengan WMS dapat membantu Anda melakukan audit yang efisien terhadap gudang-gudang farmasi yang harus mematuhi beberapa peraturan kesehatan. Akurasi pencatatan ini menghindari kesalahan distribusi obat ke fasilitas kesehatan.

e. Logistics dan 3PL

Perusahaan logistik dan penyedia jasa 3PL biasanya menangani produk dari berbagai klien dengan volume dan karakteristik berbeda-beda. Radio shuttle racking membantu mereka memaksimalkan kapasitas gudang sewaannya sekaligus mempercepat proses bongkar muat harian.

Efisiensi waktu storage dan retrieval ini menjadi nilai tambah penting bagi penyedia jasa 3PL yang bersaing lewat kecepatan layanan. Sistem ini memungkinkan mereka menangani lebih banyak klien tanpa perlu memperluas gudang mereka secara fisik.

10. Kesimpulan

Radio shuttle racking adalah sistem pallet racking otomatis yang memakai shuttle robot untuk menyimpan dan mengambil palet dari rel rak. Sistem ini menjadi solusi penyimpanan yang efektif bagi gudang bervolume tinggi, dengan menawarkan efisiensi ruang, kecepatan retrieval, dan keamanan kerja yang lebih baik dibandingkan dengan drive-in rack pada umumnya.

ScaleOcean Atlas for Warehouse hadir untuk mendukung sistem racking otomatis seperti ini yang menghubungkan inventory, storage location, dan proses operasional dalam satu platform warehouse automation terintegrasi. Untuk melihat bagaimana sistem ini membantu proses racking Anda, segera jadwalkan konsultasi bersama tim kami sekarang!

FAQ:

1. Apa yang dimaksud dengan istilah racking?

Racking adalah metode pengaturan dan penyimpanan barang di gudang dengan rak khusus yang tersusun secara vertikal dan horizontal.

2. Apa itu pallet racking?

Pallet racking adalah sistem penyimpanan vertikal yang dirancang untuk menyusun dan menyimpan barang berat di atas palet.

3. Apa itu drive-in rack?

Drive-in rack adalah sistem penyimpanan gudang berdensitas tinggi dimana forklift dapat masuk langsung ke dalam jalur rak untuk memasukkan atau mengambil palet

Adriel Thomas Dwiputranto
Adriel Thomas Dwiputranto
Adriel adalah SEO Content Writer dengan hampir 1 tahun dalam pembuatan konten informatif seputar bisnis, teknologi, dan transformasi digital yang membantu perusahaan enterprise dari berbagai industri di Indonesia.

ERP Buat Bisnis Ngebut

Operasional rapi, bisnis makin cepat

ERP Dashboards Demo Gratis
Dekson Sinarmas Bank of China Changi Shalby

Coba Demo Gratis!

Error message
Error message
Error message
Error message
Error message
Error message

Rekomendasi Artikel Terkait

Temukan Artikel Serupa untuk Solusi Bisnis Lebih Lengkap