13 Software Inventory Management Terbaik Bisnis 2026

ScaleOcean Team
Posted on
Share artikel ini

Software inventory management adalah sistem yang digunakan untuk memantau, mengatur, dan mengendalikan inventaris barang dalam sebuah perusahaan. Sistem ini bekerja dengan mencatat setiap pergerakan barang secara otomatis, mulai dari penerimaan hingga pengiriman.

Mungkin saat ini Anda mengalami kesulitan dalam mengelola stok gudang secara manual. Masalah ini dapat memicu berbagai kendala, seperti kesalahan perhitungan stok, kekurangan data yang tepat mengenai barang yang masuk dan keluar, serta terhambatnya proses picking dan packing karena tata letak gudang yang tidak optimal.

Jika dibiarkan, hal ini akan menghambat pertumbuhan bisnis dan merugikan perusahaan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, software manajemen inventaris sangat penting. Di artikel ini, kami juga akan memberikan 13 rekomendasi software inventory management terbaik di Indonesia, termasuk ScaleOcean, Oracle Netsuite, SAP, Zoho, dan Sorty Pro.

starsKey Takeaways
  • Software inventory management adalah sistem yang digunakan oleh bisnis untuk melacak, mengelola, dan mengoptimalkan tingkat stok barang, pesanan, dan operasi terkait.
  • Manfaat software inventory management: melacak stok secara real-time, manajemen pesanan otomatis, mengurangi kesalahan manual, peringatan stok minimum, dan manajemen produksi.
  • Tips memilih software inventory management: sesuaikan dengan kebutuhan bisnis, skala perusahaan, dan kemampuan integrasi.
  • ScaleOcean, rekomendasi software inventory management terbaik yang menyediakan integrasi seamless dan menyeluruh ke berbagai fungsi bisnis Anda.

Coba Demo Gratis!

requestDemo

Apa itu Software Inventory Management?

Software inventory management adalah sistem yang digunakan untuk memantau, mengelola, dan mengotomatiskan pencatatan stok barang atau aset perusahaan secara real-time, dengan tujuan mencegah kekurangan atau kelebihan stok.

Fitur utamanya mencakup pelacakan real-time, perkiraan permintaan, pengisian ulang otomatis, serta integrasi dengan sistem penjualan dan akuntansi. Dengan menggunakan software inventory management, perusahaan dapat memantau tingkat persediaan secara real-time.

Praktik manajemen inventaris yang efisien, seperti just-in-time (JIT) dan audit rutin, dapat menurunkan biaya inventaris secara keseluruhan hingga 12%. Dengan demikian, perusahaan dapat mengurangi kebutuhan penyimpanan barang berlebih dan meningkatkan perputaran stok.

Secara keseluruhan, system inventory management membantu bisnis untuk meningkatkan akurasi pengelolaan stok, mengurangi biaya, dan meningkatkan layanan pelanggan. Dengan kontrol yang lebih baik atas persediaan, perusahaan dapat mengoptimalkan rantai pasokan dan meningkatkan efisiensi secara keseluruhan.

Apa Manfaat Software Inventory Management bagi Bisnis?

Manfaat Software Inventory Management bagi Bisnis

Manfaat software inventory management meliputi pelacakan aset dengan barcode, QR, atau RFID, pemesanan otomatis saat stok mencapai batas minimum, sinkronisasi multi-platform, optimasi inventaris berdasarkan data historis, serta laporan dan analitik.

Berikut dijelaskan lebih lanjut apa saja manfaat system inventory management:

  • Monitoring Persediaan: Memudahkan pemantauan jumlah inventory melalui kode barang, lokasi penyimpanan, hingga kondisi stok secara detail, sehingga bisnis dapat mengambil keputusan lebih cepat dan tepat.
  • Manajemen Ketersediaan: Menjamin stok aman dengan adanya pengingat otomatis saat barang mendekati batas minimum, mencegah keterlambatan suplai dan menjaga kepuasan pelanggan.
  • Efisiensi Operasional: Mengurangi beban kerja manual dengan otomatisasi, seperti pembaruan stok dan pencatatan transaksi, sehingga tim bisa fokus pada kegiatan strategis.
  • Analisis dan Laporan Real-Time: Menyediakan data inventaris terkini yang dapat diakses kapan saja, lengkap dengan laporan detail untuk membantu evaluasi performa bisnis dan perencanaan ke depan.
  • Integrasi Sistem: Mendukung integrasi dengan sistem lain seperti purchasing inventory management, akuntansi, penjualan, maupun marketplace, sehingga seluruh alur bisnis lebih terkoordinasi dan efisien.

13 Rekomendasi Software Inventory Management Terbaik untuk Bisnis

Dengan berbagai pilihan yang tersedia di pasaran, penting untuk menemukan solusi inventory tracking system yang sesuai dengan kebutuhan. Berikut rekomendasi 13 software inventory management terbaik yang menawarkan beragam fitur dan keunggulan, yang dapat Anda gunakan sebagai referensi. Beberapa rekomendasi tersebut ScaleOcean, Zoho Inventory, SAP, dan Sage.

1. ScaleOcean

Software Inventory Management ScaleOcean

ScaleOcean Inventory Management Software adalah solusi yang dirancang untuk membantu bisnis memantau dan mengoptimalkan persediaan secara otomatis. Dengan sistem ini, Anda dapat melacak pergerakan barang masuk dan keluar, menentukan batas stok minimum, mengetahui lokasi penyimpanan secara real-time, hingga menghasilkan laporan stok dalam waktu singkat.

Sebagai vendor ERP independen asal Indonesia, seluruh proses implementasi, dukungan teknis, hingga pengembangan sistem di ScaleOcean ditangani langsung oleh tim internal, tanpa perantara distributor atau pihak ketiga. Anda juga bisa menjadwalkan demo gratis bersama tim ScaleOcean untuk menyesuaikan sistem sesuai kebutuhan spesifik perusahaan.

Fitur:

  • Multi Warehouse Management: Mengelola banyak gudang dalam satu sistem, termasuk pelacakan stok antar lokasi, transfer stok antar gudang, dan visibilitas real-time terhadap jumlah stok di masing-masing lokasi.
  • Fast moving and slow moving stock analysis: Menganalisis data stok yang bergerak cepat dan lambat, sehingga strategi penempatan barang, promosi, atau penghapusan barang yang lambat terjual​ lebih akurat.
  • Real-Time Stock Monitoring: Melacak stok secara real-time, termasuk stok masuk, stok keluar, penyesuaian stok, dan sisa stok di setiap gudang.
  • Stock Valuation Management: Mengatur metode penilaian persediaan seperti FIFO, LIFO, dan Average Cost untuk keperluan akuntansi dan laporan keuangan.
  • Inventory Movement Tracking: Mencatat dan melacak semua pergerakan barang mulai dari penerimaan, perpindahan, hingga pengeluaran barang.

Kelebihan dan kekurangan:

Kelebihan Kekurangan
  1. Menyediakan unlimites user dan akses tanpa biaya tambahan.
  2. Model harga flat tanpa biaya tambahan untuk user, maintenance, konsultasi, atau setup.
  3. Integrasi lintas cabang atau entitas dalam satu platform tanpa lisensi tambahan.
  4. Scalable sesuai pertumbuhan bisnis
  1. Perlu pelatihan dan konsultasi intensif agar implementasi optimal
  2. Banyaknya fitur dan modul membuat Anda harus melakukan konsultasi terlebih dulu untuk menyesuaikan sistem dengan kebutuhan bisnis

ScaleOcean telah dipercaya oleh banyak klien dari berbagai industri. Salah satu buktinya adalah kemitraan dengan Sobono Group yang sudah berlangsung selama 7 tahun. Mengingat proyek Sobono melibatkan konstruksi besar dan kompleks, manajemen material dan inventaris yang efisien adalah hal krusial bagi mereka.

Sebelum implementasi ScaleOcean, Sobono menghadapi kesulitan dalam melacak dan mengontrol status inventaris material. Visibilitas yang tidak real-time ini berisiko menyebabkan kekurangan material (shortages) atau kelebihan stok (overstocking) yang dapat menghentikan proyek.

ScaleOcean merespons dengan menyediakan solusi ERP dengan fitur Inventory Management. Dengan adanya real-time updates, Sobono memiliki visibilitas penuh terhadap jumlah dan lokasi inventaris material. Ini memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat mengenai penjadwalan material.

Kini, Sobono Group dapat melacak inventaris secara real-time, memantau proyek, dan mengelola anggaran dengan lebih akurat. Mereka bahkan mengalami peningkatan 87% keuntungan karena mampu menghindari biaya-biaya yang tidak perlu, termasuk pemborosan yang sering terjadi akibat manajemen inventaris yang buruk dan kesalahan pengadaan. Simak cerita lengkapnya di video berikut ini!

2. Netsuite

Oracle Netsuite

Netsuite adalah system inventory management berbasis cloud yang diperlukan untuk membantu Anda melakukan manajemen persediaan. Software stok barang dari Oracle Netsuite ini mendukung adanya multi lokasi dan integrasi ke sistem lainnya.

Sebagai bagian dari sistem ERP lengkap, NetSuite membantu bisnis mengoptimalkan level inventaris melalui perencanaan permintaan berdasarkan data penjualan historis, otomatisasi pemesanan ulang (replenishment) dan pelacakan lot/serial numbers.

Fitur:

  • Real‑Time Inventory Visibility
  • Multi‑Location Fulfillment
  • Automated Replenishment
  • Cycle Counting Otomatis
  • Integrasi Penuh dengan Modul ERP

Kelebihan dan Kekurangan:

Kelebihan Kekurangan
  1. Cloud-based, global scale
  2. Terintegrasi ERP lengkap
  3. Cocok untuk perusahaan besar
  1. Biaya tinggi
  2. Implementasi rumit
  3. Setup awal memakan waktu

3. Zoho Inventory

Zoho

Zoho inventory adalah inventory management system berbasis cloud yang membantu bisnis kecil–menengah mengelola stok, pesanan, pengiriman, dan gudang secara efisien. Berdasarkan Zoho Inventory Reviews oleh TrustRadius, sistem ini menyediakan pelacakan stok real‑time, integrasi multichannel, serta pemenuhan pesanan terpusat.

Kelebihan Zoho Inventory termasuk dashboard intuitif hingga integrasi e‑commerce & akuntansi. Namun, beberapa keterbatasan seperti laporan yang standar dan kurangnya fitur WMS lanjutan membuat system inventory management ini kurang ideal untuk gudang besar atau manufaktur kompleks.

Fitur:

  • Pelacakan Inventaris Real‑Time
  • Manajemen Multi‑Gudang
  • Order Management (Pengelolaan Pesanan)
  • Manajemen Batch & Serial Tracking

Kelebihan dan kekurangan:

Kelebihan Kekurangan
  1. Terjangkau untuk UKM
  2. Integrasi dengan Zoho lainnya
  3. Cloud-based, mudah diakses
  1. Tidak cocok untuk skala enterprise
  2. Fitur terbatas dibanding SAP/Oracle
  3. Kustomisasi minim

4. Sortly Pro

Sortly Pro

Sortly Pro adalah software inventory management yang lebih berfokus pada pelacakan stok berbasis barcode dan QR sehingga memudahkan Anda dalam manajemen inventory. Dengan pemindaian barcode/QR, foto barang, folder fleksibel, dan laporan real‑time, pelacakan inventaris jadi lebih cepat dan rapi.

Kelebihan Sortly Pro termasuk antarmuka intuitif, akses mobile, dan alur kerja sederhana yang cocok untuk UKM. Namun, keterbatasan seperti integrasi sistem lain, fitur lanjutan yang terbatas, serta biaya berlangganan yang meningkat membuatnya kurang pas untuk perusahaan besar.

Fitur:

  • Pelacakan Inventaris Secara Visual
  • Barcode & QR Code Scanning
  • Peringatan Stok Rendah & Notifikasi
  • Item Check‑In / Check‑Out

Kelebihan dan kekurangan:

Kelebihan Kekurangan
  1. User-friendly
  2. Visualisasi mudah dipahami
  3. Cocok untuk usaha kecil
  1. Fitur basic
  2. Laporan sederhana
  3. Integrasi terbatas

5. SAP

SAP

SAP adalah rekomendasi system inventory management yang mampu mengelola stok secara efisien di berbagai lokasi. Software ini dilengkapi dengan fitur analitik yang membantu Anda untuk tahu kondisi persediaan secara akurat.

Kelebihan SAP termasuk integrasi data menyeluruh dan fitur inventaris kuat dengan pelacakan multi‑lokasi, cocok untuk perusahaan menengah hingga besar. Namun, biaya implementasi tinggi dan kompleksitas sistem bisa jadi tantangan, terutama bagi bisnis kecil yang belum punya tim IT kuat.

Fitur:

  • Pelacakan Inventaris Real‑Time
  • Manajemen Multi‑Gudang dan Multi‑Lokasi
  • Integrasi dengan Order & Supply Chain
  • Analitik dan Pelaporan Inventaris
  • Kontrol Biaya & Optimalisasi Stok

Kelebihan dan Kekurangan:

Kelebihan Kekurangan
  1. Sangat kuat untuk enterprise
  2. Fitur komprehensif
  3. Dukungan global
  1. Harga mahal
  2. Implementasi panjang
  3. Butuh tenaga ahli SAP
  4. Kompleks bagi pemula

6. IBM Sterling

IBM Sterling adalah system inventory management yang menawarkan berfungsi untuk mengoptimalkan persediaan dengan lebih akurat. Sistem IBM dapat memberikan laporan dan analitik yang membantu Anda menganalisis data dengan lebih mudah.

Fitur:

  • Real-time visibility
  • Advanced analytics
  • Demand forecasting
  • Integration with ERP

Kelebihan dan kekurangan:

Kelebihan Kekurangan
  1. Kuat untuk enterprise
  2. Integrasi dengan IBM ecosystem
  3. Data security kuat
  1. Sangat mahal dan kompleks
  2. Setup butuh konsultan
  3. Tidak cocok UMKM
  4. Resource besar

7. Oracle

Oracle menyediakan software inventory management berbasis cloud yang memberi visibilitas stok real‑time, kontrol alur barang, serta integrasi otomatis dengan modul lain seperti procurement dan keuangan. Sistem ini membantu bisnis memaksimalkan efisiensi dan akurasi pengelolaan inventaris sehari‑hari.

Kelebihan Oracle termasuk visibilitas stok global dan otomasi kuat untuk perusahaan besar serta manufaktur kompleks, tetapi biaya tinggi, kompleksitas implementasi, dan kebutuhan IT yang kuat bisa jadi tantangan bagi UKM. Sistem ini paling cocok untuk perusahaan menengah hingga besar yang butuh ERP terintegrasi.

Fitur:

  • Visibilitas & Kontrol Inventaris Real‑Time
  • Manajemen Lokasi & Multi‑Gudang
  • Barcode & Pelacakan Nomor Seri / Batch
  • Stock Aging & Analisis Inventaris
  • Penghitungan Siklus & Penyesuaian Stok

Kelebihan dan Kekurangan:

Kelebihan Kekurangan
1. Integrasi data sistem yang kuat
2. Skala dan kapabilitas enterprise
3. Visibilitas dan kontrol inventaris
4. Peningkatan efisiensi proses & automasi
1. biaya dan total investasi yang tinggi
2. Kompleksitas implementasi
3. Kurang intuitif dan butuh waktu untuk menguasai sistem
4. Dukungan teknis dan dokumentasi tidak selalu cepat merespon

8. Microsoft Dynamics 365

Microsoft Dynamics 365 adalah rekomendasi software inventory management yang dapat membantu perusahaan dalam melakukan pelacakan persediaan, manajemen multi-lokasi, dan analisis data yang membantu Anda dalam proses pengambilan keputusan.

Fitur:

  • Inventory management
  • Order & procurement
  • Demand forecasting
  • Reporting & insights
  • Integration with Office 365

Kelebihan dan kekurangan:

Kelebihan Kekurangan
  1. Mudah integrasi dengan Microsoft tools
  2. Kuat untuk enterprise
  3. Cloud-based
  4. Dukungan global
  1. Harga yang tinggi
  2. Implementasi yang lama kompleks
  3. Tidak cocok untuk bisnis kecil
  4. Perlu tenaga ahli

9. Deskera

Deskera software manajemen inventaris memiliki interface sistem yang intuitif sehingga mudah digunakan dan bisa diakses dari website atau mobile. Selain itu, mampu terintegrasi ke berbagai platform e-commerce, membantu Anda meningkatkan efisiensi operasional.

Fitur:

  • Inventory control
  • Procurement management
  • Batch & serial tracking
  • Invoicing & accounting
  • Mobile access

Kelebihan dan kekurangan:

Kelebihan Kekurangan
  1. Cocok UKM hingga menengah
  2. Cloud-based
  3. Harga terjangkau
  4. Antarmuka mudah
  1. Fitur inventory tidak selengkap enterprise ERP
  2. Skalabilitas terbatas
  3. Integrasi sistem lain terbatas
  4. Kurang populer

10. Acumatica

Acumatica juga memiliki modul inventory management yang dirancang untuk membantu perusahaan mengelola stok, lokasi gudang, dan proses pemenuhan dengan visibilitas penuh. Platform ini memungkinkan pelacakan barang secara real-time di berbagai lokasi, otomatisasi pemesanan ulang berdasarkan kaidah min/max, serta integrasi dengan modul ERP lainnya untuk laporan dan analitik.

Fitur:

  • Automated replenishment
  • Location management
  • Warehouse transfers
  • Kitting & disassembly

Kelebihan dan kekurangan:

Kelebihan Kekurangan
  • Sistem cloud-based dan fleksibel
  • Integrasi luas
  • Dukungan komunitas kuat
  • Harga tinggi untuk fitur penuh
  • Setup agak rumit
  • Learning curve yang menurun

11. Sage

Aplikasi Inventory Management Sage

Sage menjadi salah satu rekomendasi system inventory management yang dapat memberikan solusi inventory management gudang untuk pelacakan stok, manajemen pesanan, dan integrasi dengan modul akuntansi. Anda bisa mengelola berbagai lokasi gudang dengan mudah menggunakan sistem tersebut.

Berdasarkan Sage Review 2026 oleh Research.com, Sage memiliki visibilitas stok real‑time dan fitur forecasting yang kuat untuk prediksi permintaan. Namun, biaya relatif tinggi dan integrasi bisa rumit membuatnya lebih cocok untuk bisnis menengah yang butuh kontrol inventaris lebih intensif.

Fitur:

  • Stock management
  • Batch tracking
  • Reporting

Kelebihan dan kekurangan:

Kelebihan Kekurangan
  1. Integrasi dengan accounting kuat
  2. Mudah digunakan
  3. Harga kompetitif
  4. Brand terpercaya
  1. Tidak cocok enterprise besar
  2. Kurang fleksibel untuk custom
  3. UI yang kurang modern

12. DEAR Inventory

DEAR inventory adalah inventory management system stok berbasis cloud yang dirancang untuk usaha kecil hingga menengah. System inventory management ini memiliki fitur pelacakan stok, integrasi dengan sistem akuntansi serta mampu melakukan manajemen multi-lokasi dan multi-channel, yang sangat cocok untuk bisnis e-commerce.

Fitur:

  • Inventory control
  • Batch & serial tracking
  • Sales & purchasing management
  • Reporting

Kelebihan dan kekurangan:

Kelebihan Kekurangan
  1. Cloud-based
  2. UI intuitif dan mudah digunakan
  3. Menyediakan aporan lengkap
  1. Harga cukup mahal untuk skala kecil
  2. Tidak cocok enterprise besar
  3. Belum banyak komunitas

13. Cin7 Inventory

Cin7 Inventory adalah software berbasis cloud yang dirancang untuk bisnis yang memiliki kebutuhan multi-channel dan multi-lokasi. System Inventory Management Cin7 juga dapat diintegrasikan dengan e-commerce, point of sale, dan sistem akuntansi, sehingga memudahkan pelacakan stok di berbagai lokasi.

Fitur:

  • Inventory management
  • POS integration
  • Multi-channel sales
  • Warehouse management

Kelebihan dan kekurangan:

Kelebihan Kekurangan
  • Cloud-based
  • Cocok bisnis berkembang
  • Banyak template siap pakai
  • Harga yang lebih mahal untuk banyak fitur
  • Setup cukup rumit
  • Learning curve yang menurun
Warehouse

Apa Fitur Umum Software Inventory Management?

Fitur utama software inventory management mencakup pelacakan real-time untuk informasi stok yang akurat, peramalan permintaan untuk mengoptimalkan level stok, dukungan multi-lokasi, pengisian ulang otomatis, pemindaian barcode untuk mempercepat pencatatan, dan alat pelaporan yang dapat disesuaikan.

Berikut adalah beberapa fitur dalam inventory management software:

1. Real-Time Tracking

Fitur ini memungkinkan bisnis memantau jumlah inventory, penjualan, serta pesanan pembelian secara langsung. Dengan data yang selalu diperbarui, risiko kelebihan atau kekurangan stok dapat diminimalkan sehingga arus barang tetap lancar.

2. Automated Restock Order

System inventory management dapat memberikan peringatan atau otomatis membuat pesanan baru ketika stok mulai menipis. Hal ini membantu bisnis mencegah kehabisan barang penting dan memastikan ketersediaan produk bagi pelanggan.

3. Multi-Location Support

Dengan fitur ini, system inventory management memudahkan pengelolaan persediaan di berbagai gudang atau toko sekaligus. Bisnis dapat melihat distribusi stok secara menyeluruh sehingga lebih mudah mengatur, memantau, dan menghitung inventory turnover antar lokasi.

4. Reporting & Analytics

Fitur pelaporan memberikan insight mengenai perputaran stok, tren penjualan, hingga biaya persediaan. Informasi ini membantu manajemen membuat keputusan strategis berbasis data untuk meningkatkan profitabilitas.

5. Integrasi dengan Sistem Lain

Beberapa inventory management software dapat terintegrasi dengan perangkat keras seperti pemindai barcode dan perangkat seluler. Integrasi ini mempermudah pencatatan dan pemantauan stok secara real-time, serta meningkatkan efisiensi operasional.

Jenis-Jenis Inventory Management System

Sistem manajemen inventaris (Inventory Management System/IMS) sangat penting untuk memastikan stok barang tetap terkontrol dengan baik. Berbagai jenis IMS memiliki fitur dan fungsionalitas yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis.

Berikut adalah beberapa jenis inventory management system yang umum digunakan:

  • Just-In-Time (JIT), mengandalkan pengiriman stok tepat waktu sesuai kebutuhan produksi, yang memungkinkan perusahaan mengurangi biaya penyimpanan.
  • Economic Order Quantity (EOQ), menghitung jumlah pesanan terbaik untuk mengurangi total biaya persediaan.
  • Materials Requirement Planning (MRP), sistem yang merencanakan kebutuhan bahan baku sesuai dengan jadwal produksi yang sudah ditentukan.
  • ABC Analysis, mengkategorikan item inventaris berdasarkan nilai, dengan kategori A (tinggi), B (sedang), dan C (rendah).
  • First-In, First-Out (FIFO), FIFO mengharuskan perusahaan menjual stok yang lebih lama masuk terlebih dahulu. Sistem ini ideal untuk produk yang memiliki masa kadaluwarsa.
  • Last-In, First-Out (LIFO), LIFO adalah metode yang menjual barang yang terbaru terlebih dahulu.
  • Periodic vs. Perpetual, Sistem Periodic mengharuskan pengecekan stok secara berkala, sementara Perpetual memperbarui data persediaan secara real-time.
  • Safety Stock, sistem ini membantu perusahaan menjaga kelancaran operasional meskipun terjadi lonjakan permintaan atau gangguan pasokan.

Risiko Menggunakan Software Inventory Management yang Tidak Sesuai

Risiko Menggunakan Software Inventory Management yang Tidak Sesuai

Dalam bisnis, penggunaan software management inventory adalah solusi terbaik yang dapat memastikan kelancaran persediaan dan stok perusahaan secara optimal. Untuk mencapai hal tersebut, penting untuk perusahaan memilih software yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan.

Jika software yang diterapkan tidak sesuai, perusahaan beresiko menghadapi berbagai masalah yang dapat memengaruhi efisiensi dan profitabilitas. Berikut adalah beberapa risiko yang mungkin terjadi jika menggunakan software inventory management yang tidak sesuai dan tepat:

  • Kesalahan dalam Pengelolaan Stok: Penggunaan software yang tidak sesuai dapat menyebabkan data stok tidak akurat karena proses pencatatan dan inventory control tidak berjalan optimal.
  • Pemborosan Waktu dan Sumber Daya: Jika system inventory management yang dipilih tidak sesuai, banyak proses yang seharusnya otomatis justru tetap dikerjakan manual.
  • Kesulitan dalam Memantau Fluktuasi: Software yang tidak memadai akan menyulitkan perusahaan dalam memantau pergerakan stok yang dinamis.
  • Kurangnya Visibilitas dan Kontrol: System inventory management yang tidak sesuai sering kali gagal memberikan visibilitas menyeluruh atas pergerakan dan posisi stok.

Tips Memilih Software Inventory Management yang Tepat

Implementasi sistem ERP terbaik untuk manajemen inventory tidak dapat dilakukan sembarangan karena akan mempengaruhi kinerja manajemen pergudangan Anda secara menyeluruh. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan aspek-aspek berikut ini sebelum memutuskan pilihan.

1. Pahami Kebutuhan Bisnis

Sebelum memilih system inventory management untuk bisnis, sangat penting untuk memahami kebutuhan spesifik kebutuhan Anda. Apakah Anda hanya membutuhkan fitur dasar seperti pelacakan stok dan pesanan, atau memerlukan fitur yang lebih kompleks seperti manajemen multi-gudang, analitik, atau integrasi ke berbagai platform e-commerce?

Dengan memahami kebutuhan tersebut dan tantangan yang akan dihadapi, Anda akan jauh lebih mudah menentukan fitur yang harus dimiliki pada software inventory management. Langkah ini juga diperlukan agar sistem yang Anda beli hanya memuat fitur yang diperlukan, sehingga biaya yang dikeluarkan sesuai dengan kebutuhan.

2. Sesuaikan dengan Skala Bisnis

Ukuran bisnis Anda juga mempengaruhi jenis system inventory management yang dibutuhkan. Jika perusahaan berskala kecil, fitur dasar sudahlah cukup untuk memenuhi kebutuhan Anda. Sementara perusahaan besar dengan banyak lokasi gudang mungkin memerlukan software inventory management yang mampu mengelola persediaan dalam skala besar.

Software inventory management yang scalable juga diperlukan agar dapat mengakomodasi pertumbuhan bisnis Anda di masa mendatang. Artinya, fitur di dalamnya dapat ditambah atau dikurangi sesuai kondisi spesifik perusahaan, tanpa perlu berganti ke sistem yang baru.

3. Pastikan Dapat Terintegrasi dengan Sistem Lain

System inventory management yang baik tentunya juga mengakomodasi adanya integrasi dengan sistem lain, seperti lot tracking atau sistem akuntansi. Integrasi tersebut diperlukan untuk memastikan distribusi data antar berbagai departemen dapat dilakukan dengan efisien. Integrasi ini juga memastikan semua aspek bisnis berjalan lebih selaras, dari penjualan hingga manajemen stok dan keuangan.

4. Pertimbangkan Biaya dan ROI

Biaya adalah faktor penting dalam memilih system inventory management, terutama jika anggaran Anda terbatas. Namun, pastikan kembali bahwa Anda tidak hanya menilai dari biaya awal, tapi juga mempertimbangkan return on investment (ROI).

System inventory management yang memiliki biaya lebih tinggi, tetapi menawarkan peningkatan efisiensi yang signifikan dalam jangka panjang, justru lebih ekonomis ke depannya. Dengan menghitung ROI secara cermat, software akan memberikan manfaat yang sepadan dengan biaya yang dikeluarkan.

Kesimpulan

Inventory management software adalah solusi digital yang digunakan perusahaan untuk memantau, mengelola, dan mengontrol persediaan barang dari proses pembelian hingga penjualan. Tujuannya untuk menjaga stok tetap optimal, mencegah kekurangan atau kelebihan, serta meningkatkan efisiensi operasional dan kepuasan pelanggan.

ScaleOcean Inventory Management Software hadir sebagai solusi terbaik dengan fitur lengkap dan fleksibel yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda. Sistem ini membantu mengoptimalkan gudang, meningkatkan efisiensi, dan mempermudah pengendalian stok. Coba demo gratis sekarang dan konsultasikan kebutuhan bisnis Anda bersama ScaleOcean!

FAQ:

1. Apa itu software inventory?

Aplikasi atau software inventory adalah perangkat lunak yang membantu Anda mengelola persediaan atau stok barang, yang meliputi bahan mentah, barang setengah jadi, atau barang jadi.

2. Apa saja 4 jenis inventory management systems?

Inventory Management Systems terdiri dari beberapa jenis, seperti:
1. Perpetual Inventory System.
2. Just-in-Time (JIT) Inventory System.
3. Economic Order Quantity (EOQ).
4. Material Requirements Planning (MRP).

3. Apa saja 5 langkah dalam inventory management?

Lima langkah penting dalam proses manajemen inventaris:
1. Perencanaan inventaris dan forecasting.
2. Purchasing and ordering process.
3. Penerimaan, penyimpanan, dan pengemasan.
4. Pelacakan dan pengendalian inventaris.
5. Order fulfillment and shipping/delivery.

Jadwalkan Demo Gratis

Error message
Error message
Error message
Error message
Error message
Error message

Rekomendasi Artikel Terkait

Temukan Artikel Serupa untuk Solusi Bisnis Lebih Lengkap