Banyak bisnis menghadapi tantangan dalam memilih strategi distribusi yang tepat. Kesalahan dalam pemilihan saluran distribusi dapat menyebabkan penurunan efisiensi, pemborosan biaya, serta ketidakmampuan untuk memenuhi permintaan pasar dengan tepat waktu.
Strategi distribusi adalah pendekatan yang digunakan untuk menentukan cara terbaik dalam mendistribusikan produk kepada pelanggan. Ketika strategi distribusi tidak sesuai, hal ini bisa menghambat pencapaian target pasar dan mempengaruhi profitabilitas perusahaan secara keseluruhan.
Di artikel ini, akan dibahas mengenai apa itu strategi distribusi, jenis, dan contoh penerapannya. Informasi ini dapat digunakan sebagai pertimbangan untuk memilih strategi yang efektif guna memaksimalkan jangkauan pasar dan meningkatkan profitabilitas perusahaan Anda.
- Strategi distribusi adalah rencana yang dirancang untuk memastikan penyaluran produk atau layanan dari produsen ke konsumen akhir berjalan efisien, efektif, dan optimal.
- Jenis strategi distribusi: intensif, selektif, eksklusif, langsung, tidak langsung, fisik, dan dropshipping.
- Faktor yang mempengaruhi pilihan strategi distribusi: jenis produk, target pasar, tujuan bisnis, dan sumber daya perusahaan seperti kemampuan logistik dan anggaran.
- Software distribusi terbaik ScaleOcean adalah solusi ideal yang membantu perusahaan mengoptimalkan strategi distribusi produk, mengelola alur barang, dan menjaga keseimbangan stok.
Pengertian Strategi Distribusi
Strategi distribusi adalah pendekatan yang digunakan perusahaan untuk memastikan produk sampai ke konsumen akhir secara efisien. Hal ini melibatkan pemilihan saluran distribusi (langsung atau tidak langsung) yang tepat, seperti distributor, pengecer, atau platform e-commerce, untuk mencapai target pasar secara optimal.
Dengan memilih strategi yang tepat, perusahaan dapat mempercepat waktu pengiriman produk dan mengurangi biaya logistik. Selain itu, penting untuk mempertimbangkan preferensi pelanggan, lokasi geografis, dan karakteristik produk dalam menentukan saluran distribusi yang efektif.
Strategi distribusi yang baik juga melibatkan kerjasama yang erat antara produsen, distributor, dan pengecer. Oleh karena itu, pemilihan mitra distribusi yang tepat menjadi faktor kunci dalam mendukung keberhasilan distribusi produk ke pasar yang lebih luas.
Manfaat Penerapan Strategi Distribusi bagi Bisnis
Secara umum, strategi distribusi digunakan untuk mempercepat pengiriman produk, mengoptimalkan biaya dan profitabilitas, serta meningkatkan jangkauan pasar dan loyalitas pelanggan. Berikut manfaat spesifik dari penerapan strategi distribusi produk:
1. Meningkatkan Efisiensi Operasional
Dengan strategi distribusi yang tepat, perusahaan dapat mengelola aliran barang dari produsen hingga konsumen dengan lebih efisien. Pemilihan rute yang lebih efisien juga dapat mengurangi waktu pengiriman, sehingga barang sampai tepat waktu tanpa perlu mengorbankan biaya tambahan.
2. Mengoptimalkan Pengelolaan Stok
Strategi distribusi yang efektif juga membantu perusahaan dalam menyeimbangkan stok di berbagai lokasi. Melalui pemantauan inventaris yang lebih akurat, perusahaan dapat menghindari situasi kehabisan stok atau penumpukan produk di gudang tertentu, yang berdampak pada transaksi pada perusahaan dagang dan efisiensi operasional.
3. Mengefisiensikan Biaya Logistik
Menurut data World Metrics, sebanyak 47% perusahaan distributor menyebutkan bahwa kenaikan biaya operasional merupakan tantangan yang signifikan. Dengan penerapan strategi distribusi yang matang, perusahaan dapat mengefisiensikan biaya logistik dengan menggabungkan beberapa pengiriman dalam satu rute.
4. Meningkatkan Kepuasan Pelanggan
Pengiriman yang cepat dan tepat waktu merupakan salah satu faktor kunci dalam menjaga kepuasan pelanggan. Melalui strategi distribusi produk yang baik, perusahaan dapat memastikan barang tiba sesuai jadwal dan dalam kondisi prima.
Baca juga: Mengapa Distribution Requirement Planning Penting pada Rantai Pasokan?
Jenis-Jenis Strategi Distribusi Produk
Memilih strategi distribusi yang tepat memastikan produk sampai ke konsumen secara cepat dan efisien. Ada berbagai jenis strategi saluran distribusi yang bisa dipilih, tergantung pada karakteristik produk, target pasar, dan struktur perusahaan.
Berikut jenis-jenis strategi distribusi yang umum digunakan:
1. Distribusi Langsung
Distribusi langsung mengacu pada penjualan produk secara langsung ke konsumen, tanpa melibatkan perantara. Misalnya, melalui toko online milik perusahaan atau penjualan langsung, bisnis dapat menjaga kendali penuh atas hubungan dengan pelanggan.
Contoh Strategi Distribusi Langsung
Apple menjual produknya langsung ke konsumen melalui Apple Store dan situs web resmi, memberikan kontrol penuh terhadap harga dan pelayanan pelanggan.
2. Distribusi Tidak Langsung
Sebaliknya, distribusi tidak langsung melibatkan pihak ketiga seperti grosir, pengecer, atau agen. Ini memungkinkan produk dijual melalui saluran yang lebih luas, memperluas jangkauan pasar tanpa harus mengelola penjualan secara langsung.
Contoh Strategi Distribusi Tidak Langsung
Perusahaan makanan besar seperti Nestlé menggunakan distributor dan grosir untuk mendistribusikan produknya ke toko-toko besar dan kecil di seluruh dunia.
3. Distribusi Intensif
Distribusi intensif bertujuan untuk menempatkan produk di sebanyak mungkin tempat untuk memastikan ketersediaan yang luas. Produk yang termasuk dalam kategori ini biasanya adalah barang kebutuhan sehari-hari yang mudah diakses, seperti di minimarket atau supermarket.
Contoh Strategi Distribusi Intensif
Produsen seperti Coca-Cola menerapkan distribusi intensif dengan memastikan produknya tersedia di minimarket, supermarket, restoran, dan bahkan mesin penjual otomatis.
4. Distribusi Selektif
Distribusi selektif lebih terfokus, di mana hanya sejumlah distributor atau pengecer tertentu yang dipilih untuk menjual produk tersebut. Strategi ini sering digunakan untuk produk elektronik atau pakaian bermerek, yang memerlukan kontrol lebih terhadap penjualannya.
Contoh Strategi Distribusi Selektif
Sony menjual produknya seperti TV dan perangkat elektronik lainnya hanya di jaringan toko elektronik terkemuka, seperti Best Buy atau toko spesialis di Indonesia, sehingga dapat menjaga kualitas pelayanan dan memberikan pengalaman belanja yang baik.
5. Distribusi Eksklusif
Distribusi eksklusif membatasi penjualan produk hanya kepada beberapa distributor resmi, dengan tujuan menjaga citra premium dari merek. Produk seperti mobil mewah atau jam tangan desainer sering menggunakan strategi ini untuk mempertahankan nilai eksklusivitasnya.
Contoh Strategi Distribusi Eksklusif
Sebagai contoh, Ferrari menggunakan distribusi eksklusif dengan menjual mobilnya hanya melalui dealer resmi untuk menjaga eksklusivitas merek. Integrasi dealer management software meningkatkan efisiensi operasional, mengelola inventaris real-time, memonitor stok, dan mempercepat transaksi dengan pelanggan.
6. Distribusi Fisik
Distribusi fisik mengacu pada strategi di mana perusahaan menggunakan jaringan logistik untuk mengirimkan barang ke konsumen melalui gudang, transportasi darat, udara, atau laut.
Contoh Strategi Distribusi Fisik
IKEA menggunakan distribusi fisik untuk mengirimkan furnitur dari pabriknya ke gudang distribusi, kemudian ke outlet-outlet fisik di seluruh dunia.
7. Distribusi Dropshipping
Dropshipping adalah strategi di mana pengecer tidak menyimpan stok barang, tetapi hanya bertindak sebagai perantara yang menghubungkan konsumen dengan supplier, yang akan mengirimkan barang langsung ke konsumen.
Contoh Strategi Distribusi Dropshipping
Banyak toko online di marketplace seperti Shopee atau Tokopedia menggunakan model dropshipping untuk menjual produk tanpa harus menyimpan stok atau mengurus pengiriman, menghemat biaya operasional.
Jenis-Jenis Strategi dalam Saluran Distribusi

Saluran distribusi terbagi menjadi dua kategori, yaitu distribusi langsung, di mana produsen menjual langsung ke konsumen melalui toko online atau outlet milik sendiri. Kemudian, distribusi tidak langsung, yang melibatkan perantara seperti grosir, distributor, atau pengecer sebelum produk sampai ke konsumen.
Berikut penjelasan beberapa strategi utama yang umum diterapkan.
1. Produsen ke Konsumen
Strategi ini melibatkan aliran langsung produk dari produsen ke konsumen tanpa perantara. Model ini memungkinkan produsen mengendalikan penuh harga, kualitas, dan pengalaman pelanggan. Biasanya diterapkan pada produk dengan volume terbatas atau pasar khusus yang menuntut hubungan langsung antara produsen dan konsumen.
2. Produsen, Pengecer, dan Konsumen
Pada strategi ini, produsen menyalurkan produknya melalui pengecer sebelum sampai ke konsumen. Adanya pengecer sebagai penghubung membantu memperluas jangkauan pasar sekaligus mempermudah proses pemasaran. Produsen tetap bisa fokus pada produksi, sementara pengecer menangani penjualan langsung ke konsumen.
3. Produsen ke Pedagang Besar, Pengecer, dan Konsumen
Strategi ini biasanya diterapkan oleh produsen dengan kapasitas produksi tinggi. Produk pertama kali dikirim ke pedagang besar, yang kemudian menyalurkan ke pengecer sebelum akhirnya sampai ke konsumen. Model ini efisien untuk distribusi massal, meningkatkan ketersediaan produk, dan mendukung strategi pemasaran yang lebih luas.
4. Produsen melalui Agen, Pengecer, dan Konsumen
Strategi ini melibatkan agen yang ditunjuk produsen untuk menyalurkan produk ke pengecer yang tepat, sehingga distribusi lebih terkontrol. Cocok untuk produk khusus atau pasar yang memerlukan pengawasan lebih ketat, serta membantu menjaga kualitas dan eksklusivitas produk.
Faktor yang Mempengaruhi Pilihan Strategi Distribusi
Dalam memilih strategi distribusi produk, beberapa faktor perlu dipertimbangkan meliputi tujuan bisnis seperti pertumbuhan, citra merek, atau penetrasi pasar, karakteristik produk (eksklusif vs. kebutuhan harian), dan perilaku konsumen (lokasi tempat target pasar berbelanja), yang mempengaruhi pilihan distribusi yang tepat.
Untuk memastikan produk sampai ke konsumen dengan cara yang paling efektif, berikut faktor-faktor yang mempengaruhi strategi distribusi:
- Jenis Produk: Jenis produk memainkan peran penting dalam menentukan saluran distribusi yang tepat. Produk mewah, misalnya, lebih cocok menggunakan distribusi eksklusif, sementara produk konsumsi massal lebih sesuai dengan distribusi intensif untuk jangkauan yang luas.
- Target Pasar: Demografi dan kebiasaan belanja konsumen, seperti preferensi belanja online atau offline, harus dipertimbangkan untuk menentukan apakah saluran distribusi multisaluran atau saluran tunggal lebih efektif.
- Tujuan Bisnis: Tujuan bisnis perusahaan akan memengaruhi pilihan distribusi. Apakah fokusnya pada pertumbuhan pasar, profitabilitas, atau membangun citra merek? Strategi distribusi yang dipilih harus sejalan dengan tujuan bisnis tersebut agar lebih efektif.
- Sumber Daya Perusahaan: Sumber daya perusahaan, baik dalam hal kemampuan logistik maupun anggaran, juga mempengaruhi strategi distribusi. Kemampuan dalam mengelola jaringan distribusi dan biaya logistik yang tersedia harus dipertimbangkan.
Komponen Penting dalam Strategi Distribusi
Strategi distribusi yang efektif membutuhkan sejumlah komponen kunci untuk memastikan produk dapat mencapai konsumen dengan tepat, efisien, dan menguntungkan. Berikut adalah komponen penting yang harus diperhatikan oleh pebisnis dalam menyusun strategi distribusi:
1. Saluran Distribusi
Saluran distribusi merupakan jalur utama yang digunakan untuk menyalurkan produk dari produsen ke konsumen, baik secara langsung (Level 0) atau melalui perantara seperti pengecer, distributor, dan grosir.
Konsinyasi artinya model distribusi di mana produk dititipkan kepada perantara untuk dijualkan, dengan risiko dan biaya yang lebih rendah. Pemilihan saluran yang tepat akan menentukan efisiensi distribusi, jangkauan pasar, serta kendali perusahaan atas kualitas dan harga produk.
2. Logistik dan Rantai Pasok
Manajemen yang efektif memastikan aliran barang lancar, menekan biaya operasional, dan menurunkan risiko keterlambatan atau kerusakan dengan mengelola pengiriman, pergudangan, serta transportasi agar produk tiba dengan baik dan tepat waktu.
Untuk mencapai hal ini, perusahaan juga perlu fokus pada Supplier Relationship Management SRM, yang membantu memperkuat hubungan dengan pemasok, memastikan pasokan yang konsisten dan tepat waktu.
3. Manajemen Inventaris
Komponen ini memastikan produk tersedia di lokasi yang tepat dan dalam jumlah yang sesuai. Dengan inventaris yang terkelola baik, perusahaan dapat menghindari kelebihan atau kekurangan stok, mengoptimalkan aliran barang, dan meminimalkan biaya penyimpanan, sehingga distribusi berjalan lancar dan responsif terhadap kebutuhan konsumen.
4. Perencanaan Rute
Perencanaan rute pengiriman seringkali menggunakan analisis data dan teknologi untuk menentukan jalur transportasi paling efisien. Strategi ini meminimalkan waktu dan biaya distribusi, meningkatkan kecepatan pengiriman, serta memastikan produk sampai ke konsumen dengan tepat waktu dan kondisi optimal, terutama untuk pasar yang tersebar luas.
5. Platform Digital
Penggunaan platform digital, seperti e-commerce, aplikasi, dan media sosial, membantu perusahaan menjangkau konsumen lebih luas, terutama generasi muda. Platform digital memfasilitasi pemesanan, tracking pengiriman, dan promosi produk, sehingga distribusi terintegrasi secara digital untuk memudahkan pemantauan.
6. Pemanfaatan Software Distribusi
Pemanfaatan software distribusi menjadi komponen strategis dalam menjaga kelancaran distribusi produk. Dengan ERP yang tepat, perusahaan dapat mengintegrasikan manajemen distribusi, pengelolaan pesanan, dan pemantauan rantai pasok secara menyeluruh.
Penggunaan aplikasi distribusi untuk bisnis, seperti ScaleOcean memungkinkan perusahaan untuk mengelola pengiriman barang dengan lebih efisien. Dengan fitur pelacakan real-time, aplikasi ini membantu mengoptimalkan biaya serta meningkatkan kepuasan pelanggan melalui pengiriman yang lebih cepat dan akurat.
Baca juga: Ketahui 7 Distribusi Langsung dan Tidak Langsung
Contoh Penerapan Strategi Distribusi

Pengertian distribusi mencakup seluruh proses penyampaian barang dari produsen ke konsumen. Dengan strategi distribusi produk yang tepat, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi pengiriman, memperluas jangkauan pasar, serta menjaga kualitas produk saat sampai ke tangan konsumen.
Berikut contoh penerapan strategi distribusi barang yang dapat dilakukan:
1. Distribusi Lokal
Distribusi lokal melibatkan penyaluran produk dalam skala daerah atau wilayah tertentu. Strategi ini memudahkan produsen untuk mengontrol kualitas, menjaga stok, dan memastikan pengiriman tepat waktu.
Dengan distribusi lokal, bisnis dapat lebih responsif terhadap permintaan pasar setempat dan memaksimalkan kepuasan konsumen di area operasional terbatas.
2. Wholesale (Grosir)
Strategi distribusi grosir menempatkan distributor atau pedagang besar sebagai perantara antara produsen dan pengecer. Produk dikirim dalam jumlah besar untuk kemudian disalurkan ke berbagai pengecer.
Strategi distribusi ini juga efektif untuk meningkatkan jangkauan pasar, mengoptimalkan biaya distribusi, dan mempermudah pengelolaan persediaan secara besar.
3. Distribusi Khusus (Retail Tertarget)
Selain distribusi lokal dan grosir, bisnis juga dapat menerapkan strategi distribusi khusus melalui pengecer atau outlet tertentu yang sesuai dengan target pasar.
Strategi ini sering digunakan untuk produk dengan segmentasi tinggi, memastikan produk tersedia di lokasi yang tepat, meningkatkan eksklusivitas, dan memberikan pengalaman belanja optimal bagi konsumen.
Cara Menentukan Strategi Distribusi Produk yang Tepat
Menentukan strategi distribusi produk yang tepat adalah kunci keberhasilan bagi perusahaan distribusi, termasuk yang bekerja sama dengan sales distributor. Jika tidak memilih strategi yang tepat, perusahaan bisa menghadapi masalah seperti stok yang tidak seimbang, biaya logistik yang melonjak, hingga penurunan kepuasan pelanggan.
Berikut langkah-langkah memilih strategi distribusi yang paling sesuai:
1. Pahami Karakteristik Produk Anda
Langkah pertama menentukan strategi saluran distribusi adalah memahami produk yang dijual. Apakah produk tersebut termasuk barang sehari-hari yang sering dibeli konsumen atau barang premium yang hanya dijual di toko tertentu? Karakteristik produk akan memengaruhi saluran distribusi yang paling cocok.
2. Kenali Target Pasar Anda
Setiap pasar memiliki kebutuhan dan preferensi yang berbeda. Jika pasar Anda luas dan memiliki preferensi belanja yang beragam, strategi distribusi multisaluran bisa menjadi pilihan yang efektif. Sebaliknya, jika target pasar Anda lebih spesifik, distribusi terbatas di toko/supplier tertentu bisa lebih cocok.
3. Evaluasi Kapasitas Logistik dan Infrastruktur
Penting untuk memastikan bahwa perusahaan memiliki kapasitas logistik yang memadai sebelum memilih strategi distribusi. Dengan jaringan transportasi dan gudang yang kuat, distribusi fisik langsung bisa lebih efisien. Namun, jika perusahaan ingin mengurangi biaya, opsi seperti dropshipping bisa menjadi solusi.
4. Pertimbangkan Biaya dan Keuntungan
Setiap strategi distribusi produk memerlukan pertimbangan biaya dan keuntungan. Distribusi eksklusif mungkin membutuhkan investasi yang lebih tinggi tetapi menawarkan margin yang lebih besar, sementara distribusi intensif dapat meningkatkan volume penjualan meski dengan biaya logistik yang lebih besar.
5. Perhatikan Persaingan
Mengamati cara kompetitor mendistribusikan produk bisa memberikan wawasan penting. Jika kompetitor menggunakan strategi omni-channel, Anda juga perlu mempertimbangkan untuk menawarkan pengalaman belanja yang fleksibel melalui saluran fisik dan online untuk bersaing lebih efektif.
6. Gunakan Teknologi untuk Mengoptimalkan Distribusi
Di era digital, penggunaan teknologi dalam distribusi sangat membantu untuk meningkatkan efisiensi dan menekan biaya. DMS Distribution Management System (DMS) memungkinkan pemantauan stok dan rute pengiriman secara real-time, membuat proses distribusi lebih efisien dan tepat sasaran.
7. Uji dan Evaluasi
Setelah memilih strategi distribusi, evaluasi terus-menerus sangat penting. Uji coba strategi yang diterapkan dan pantau hasilnya, apakah penjualan meningkat dan biaya logistik terkendali. Dengan evaluasi berkala, Anda dapat menyesuaikan strategi agar lebih sesuai dengan perubahan pasar dan kebutuhan perusahaan.
Permudah Berbagai Proses Distribusi dengan Software ScaleOcean
Software Distribusi ScaleOcean adalah solusi terbaik untuk mempermudah proses distribusi produk, dari produsen hingga konsumen akhir. Dengan integrasi yang mulus antar modul, software ini memungkinkan pengelolaan pesanan, stok, dan pengiriman secara otomatis dan efisien.
Tanpa perlu khawatir tentang konflik pemesanan atau kekurangan stok, ScaleOcean memastikan setiap langkah proses distribusi berjalan lancar dan tepat waktu. Dengan fitur pemantauan real-time, Anda dapat mengontrol dan memantau setiap tahap pengiriman, mulai dari pemesanan hingga pengiriman barang ke pelanggan.
Sebagai penyedia sistem ERP lokal tanpa pihak ketiga, ScaleOcean menawarkan fleksibilitas dalam mengelola berbagai metode pengiriman, membantu Anda menghemat waktu dan biaya, sekaligus meningkatkan kepuasan pelanggan. Untuk melihat cara kerjanya, Anda bisa menjadwalkan demo gratis dan konsultasi dengan tim ScaleOcean.
Fitur Unggulan Software Distribusi ScaleOcean:
- Manajemen Pesanan Otomatis: Memungkinkan otomatisasi dalam memproses pesanan dari berbagai ritel, memverifikasi kesesuaian dengan kebijakan Minimum Order Quantity (MOQ).
- Pemantauan Stok Secara Real-Time: Memungkinkan pemantauan stok barang secara real-time, menghindari masalah overstocking atau kekurangan stok.
- Integrasi dengan Sistem Pengiriman: Memfasilitasi pengelolaan pengiriman barang dengan menghubungkan sistem dengan berbagai vendor transportasi, serta memantau status pengiriman.
- Manajemen Purchase Order (PO): Memungkinkan pengelolaan dan pelacakan PO dari ritel dengan efisien, memastikan pesanan diproses dengan tepat dan waktu pengiriman terjaga.
- Portal Supplier: Memudahkan untuk mengajukan pesanan, memeriksa stok yang tersedia, serta mendapatkan update terkait status pengiriman dan tanggal pengiriman yang diperkirakan.
- Analisis Data dan Perencanaan Permintaan: Menggunakan data historis untuk membantu merencanakan kebutuhan stok di masa depan, serta mengoptimalkan pengadaan dan pengiriman.
- Manajemen Pengiriman dan Fleet: Mengelola proses pengiriman dengan mengoptimalkan rute, memantau status kendaraan, dan merencanakan pemeliharaan armada.
- CRM untuk Pelayanan Pelanggan: Mengelola hubungan dengan pelanggan secara lebih baik dengan mencatat interaksi, mengoptimalkan layanan, dan memberikan penawaran yang lebih relevan bagi pelanggan berdasarkan data historis.
Fitur Software Distribusi ScaleOcean membuat proses distribusi lebih efisien dan terorganisir. Sistem ini memungkinkan perusahaan memantau alur distribusi secara real-time, dari pengelolaan stok hingga pelacakan pengiriman, memastikan setiap tahap dapat dipantau dengan akurat.
Kesimpulan
Strategi distribusi adalah rencana untuk menyalurkan produk atau jasa dari produsen ke konsumen akhir dengan efisien, memastikan ketersediaan tepat waktu dan jumlah. Ini melibatkan penentuan saluran (langsung/tidak langsung), perantara (grosir, pengecer, agen), dan logistik untuk mencapai target pasar dan memaksimalkan keuntungan.
Pemilihan strategi distribusi produk yang tepat sangat penting untuk memastikan produk sampai ke tangan pelanggan dengan efisien. Tanpa pendekatan yang terencana dengan baik, perusahaan akan kesulitan mencapai tujuannya, berisiko kehilangan peluang pasar, dan tidak dapat memenuhi ekspektasi pelanggan secara optimal.
Software Distribusi Indonesia ScaleOcean dapat mengoptimalkan seluruh saluran distribusi Anda. Dengan fitur otomatisasi dan integrasi real-time, ScaleOcean mempermudah pemantauan distribusi, mengurangi biaya, dan meningkatkan efisiensi. Coba demo gratis ScaleOcean dan temukan solusi yang tepat untuk bisnis Anda.
FAQ:
1. Apa yang dimaksud dengan strategi distribusi?
Strategi distribusi adalah kerangka kerja untuk menyalurkan produk atau layanan kepada pelanggan akhir secara efisien dan menguntungkan. Strategi ini melibatkan penentuan saluran distribusi (langsung/tidak langsung), lokasi, manajemen biaya, dan optimalisasi rantai pasokan, mencakup aset fisik (gudang, transportasi) dan platform digital (e-commerce).
2. Mengapa strategi distribusi penting bagi perusahaan?
Strategi distribusi yang efektif sangat penting untuk memperluas pasar, meningkatkan efisiensi operasional, dan memaksimalkan kepuasan pelanggan. Dengan strategi yang jelas, perusahaan dapat memastikan ketersediaan produk, mengoptimalkan pengelolaan biaya, membangun loyalitas pelanggan, dan mempertahankan keunggulan kompetitif.
3. Apa saja contoh strategi distribusi?
Strategi distribusi utama mencakup distribusi langsung (penjualan tanpa perantara) dan tidak langsung (menggunakan grosir/pengecer). Berdasarkan jangkauan pasar, pilihannya adalah intensif (maksimalisasi titik jual), selektif (perantara terpilih), atau eksklusif (perantara tunggal per area).





