Perencanaan Logistik: Fungsi, Proses, Contoh dan Tips

Posted on
Share artikel ini

Perencanaan logistik merupakan hal yang menentukan kelancaran proses pengiriman. Alasannya adalah karena setiap perusahaan harus mampu merancang strategi logistik yang efisien untuk mendukung operasional bisnis mereka.

Jika tidak direncanakan yang baik, proses pengiriman barang bisa menjadi terhambat karena peningkatan biaya yang akan mengecewakan pelanggan. Oleh karena itu, perencanaan logistik bukan hanya soal mengatur transportasi, tetapi juga mengoptimalkan alur kerja dari berbagai elemen yang terlibat dalam distribusi barang.

Demikian, artikel ini akan membahas lebih dalam tentang pengertian perencanaan logistik, mengapa perencanaan ini sangat penting bagi perusahaan logistik, serta langkah-langkah yang perlu diambil untuk merancang strategi logistik yang tepat.

Artikel juga akan menjelaskan bagaimana software ERP dapat membantu mempermudah perencanaan dan meningkatkan kinerja bisnis Anda, serta mempermudah pilihan untuk menentukan produk yang tepat bagi perencanaan logistik.

starsKey Takeaways
  • Perencanaan logistik adalah proses perancangan alur distribusi, pengadaan, dan penyimpanan barang agar pengiriman barang berlangsung secara efisien dan tepat waktu.
  • Proses perencanaan logistik mencakup pengaturan ketersediaan barang, pengelolaan biaya, dan penjadwalan pengiriman.
  • ScaleOcean adalah software ERP yang membantu perencanaan logistik dengan berbagai fitur, pengelolaan pengiriman, manajemen persediaan, dan optimasi rute.

Coba Demo Gratis!

requestDemo

Pengertian Perencanaan Logistik

Perencanaan logistik adalah proses yang mengatur, mengelola, dan mengendalikan aliran barang, informasi, serta sumber daya dari titik awal hingga sampai ke tujuan akhir. Tujuannya adalah agar perusahaan bisa memastikan barang tersedia dalam jumlah yang tepat, sampai tepat waktu, dan tetap efisien dari segi biaya.

Proses ini melibatkan pengelolaan inventaris, transportasi, pergudangan, serta perkiraan permintaan agar rantai pasok berjalan lebih lancar. Contohnya, proses ini dapat berupa penjadwalan pengiriman barang agar tiba tepat waktu sesuai yang dibutuhkan pelanggan, atau pengaturan persediaan agar stok selalu cukup tanpa menimbulkan biaya penyimpanan berlebih.

Pendekatan ini membantu perusahaan untuk memenuhi permintaan pelanggan dengan lebih optimal. Di sisi lain, perusahaan juga dapat mulai menerapkan praktik green logistic di Indonesia untuk mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas logistik.

Dikutip dari arXiv, perencanaan logistik yang optimal mengurangi biaya dan waktu produksi hingga 20%, serta meningkatkan kapasitas transportasi dan penyimpanan sebesar 10-23%. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan logistik yang baik dapat membantu perusahaan menjalankan kegiatan operasionalnya secara lebih efisien serta menekan biaya yang tidak perlu.

Tahapan dalam Perencanaan Logistik

Perencanaan logistik berjalan melalui beberapa tahapan penting, mulai dari penyusunan rencana, pengaturan sumber daya, hingga pengelolaan proses distribusi. Setiap tahapannya membantu perusahaan agar mereka bisa mengirim barang secara tepat waktu. Berikut penjelasan lebih lengkapnya mengenai proses perencanaan logistik.

1. Penentuan Kebutuhan

Pada proses ini, perusahaan perlu memperhitungkan kebutuhan barang yang lebih realistis. Caranya bisa didapat berdasarkan data penjualan sebelumnya, trend di pasar, pattern dari permintaan customer, dan rencana produksi. Dengan demikian, perusahaan bisa mengetahui jenis dan jumlah barang yang akan dibeli, sehingga tidak terjadi pembelian yang berlebihan dan operasional dapat dilakukan dengan baik setiap hari.

2. Pengadaan atau Procurement

Pengadaan tidak hanya berkaitan dengan proses membeli barang dari pemasok. Perusahaan juga perlu menilai kualitas pemasok, membandingkan harga, menegosiasikan ketentuan pembelian, dan mengatur jadwal pemesanan secara tepat. Dengan alur yang lebih tertata, pasokan bahan baku atau produk akan tetap tersedia saat dibutuhkan, sementara biaya pembelian tetap terkendali tanpa mengurangi kualitas.

3. Manajemen Persediaan

Persediaan yang tidak dikelola dengan baik seringkali menyebabkan penurunan efisiensi pada kegiatan operasional. Oleh karena itu, perusahaan perlu mengatur persediaan di gudang sesuai dengan kebutuhan yang ada. Jumlah persediaan yang berlebihan bisa mempengaruhi biaya penyimpanan, sementara persediaan yang sedikit mungkin bisa menyulitkan dalam memenuhi permintaan pelanggan dan menunda proses distribusi.

4. Perencanaan Distribusi dan Transportasi

Setelah barang tersedia, perusahaan harus memastikan bahwa proses pengirimannya berjalan dengan baik. Pada tahap ini, tim logistik akan menentukan rute terbaik, memilih armada yang sesuai, dan menyusun jadwal distribusi. Perencanaan ini juga dapat dievaluasi melalui audit logistik agar biaya pengiriman lebih terkendali, barang sampai tepat waktu, dan kualitas layanan tetap terjaga.

Proses Perencanaan Logistik

Proses perencanaan logistik adalah serangkaian langkah yang diperlukan untuk menciptakan sistem distribusi barang yang efisien. Mulai dari pendefinisian tujuan hingga monitoring dan evaluasi akan dijelaskan secara rinci untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai keseluruhan proses.

Berikut proses yang bisa dilakukan untuk memastikan perencanaan logistik efektif.

1. Pendefinisian Tujuan

Langkah pertama dalam perencanaan logistik adalah mendefinisikan tujuan yang ingin dicapai. Hal ini dapat mengarah pada pengurangan biaya pengiriman, meningkatkan kecepatan distribusi, atau memastikan kualitas layanan yang lebih baik. Perlu diingat bahwa tujuan yang jelas akan membuat semua upaya perencanaan menjadi lebih terarah dan terukur.

2. Analisis Situasi

Kemudian, analisis situasi dilakukan untuk memahami kondisi pasar, ketersediaan sumber daya, dan tantangan yang ada. Hal ini akan memberi gambaran tentang keadaan yang harus dihadapi oleh perusahaan dalam perencanaan logistik.

3. Perumusan Strategi Logistik

Berdasarkan tujuan dan analisis situasi, langkah berikutnya adalah merumuskan strategi logistik. Ini mencakup penentuan metode transportasi, pemilihan mitra bisnis, dan pengaturan sistem manajemen persediaan. 

Dalam konteks perusahaan logistik, hal ini melibatkan pengaturan sistem transportasi, manajemen persediaan, pemilihan aplikasi logistik yang tepat, serta hubungan dengan pemasok dan mitra bisnis.

4. Penyusunan Rencana Implementasi

Setelah strategi ditentukan, langkah selanjutnya adalah menyusun rencana implementasi yang meliputi detail tugas, waktu, dan sumber daya yang diperlukan untuk mewujudkan strategi tersebut. Salah satu contoh dari tahapan berikut adalah penetapan anggaran dalam akuntansi logistik. 

5. Monitoring dan Evaluasi

Terakhir, penting untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap proses logistik yang sedang berjalan. Ini bertujuan untuk mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki dan memastikan bahwa perencanaan berjalan sesuai rencana. Monitoring ini juga mencakup pengawasan SOP loading dan unloading barang barang serta performa manajemen transportasi dan armada.

Cara Merancang Perencanaan Logistik yang Efektif

Merancang perencanaan logistik yang efektif memerlukan analisis yang mendalam dan perencanaan yang matang. Berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk merancang perencanaan logistik yang optimal.

1. Memahami Alur Rantai Pasokan

Langkah pertama dalam merancang perencanaan logistik adalah memahami seluruh rantai pasokan, mulai dari pemasok hingga pelanggan akhir, termasuk alur inbound-outbound logistik yang terjadi di gudang dan jaringan distribusi.

Pemahaman ini penting untuk menyesuaikan strategi logistik dengan permintaan pelanggan dan tren pasar, sehingga setiap proses berjalan efisien, terkoordinasi, dan tepat waktu.

2. Evaluasi Kebutuhan Persediaan

Penting untuk menentukan kebutuhan persediaan yang optimal, agar perusahaan dapat menghindari kekurangan atau kelebihan barang. Gunakan metode analisis seperti Economic Order Quantity (EOQ) untuk menentukan jumlah pemesanan yang tepat dan memastikan stok selalu tersedia saat dibutuhkan tanpa menimbulkan biaya penyimpanan yang berlebihan.

3. Pemilihan Sistem Logistik yang Tepat

Pemilihan sistem informasi logistik yang tepat sangat penting untuk mengelola dan memantau aliran barang dan data secara efisien. Pilih sistem perangkat lunak yang dapat mengintegrasikan data dari berbagai departemen dan mitra bisnis untuk meningkatkan visibilitas dan akurasi informasi logistik di seluruh rantai pasokan.

4. Tentukan Rute dan Transportasi Paling Optimal

Menentukan rute dan moda transportasi yang paling efisien merupakan langkah krusial dalam perencanaan logistik. Pertimbangkan faktor biaya, waktu, dan keandalan untuk memilih metode transportasi yang sesuai. Kolaborasi dengan penyedia logistik pihak ketiga dapat membantu mengoptimalkan proses distribusi dan meningkatkan efisiensi pengiriman.

Salah satu metode yang bisa diterapkan untuk efisiensi pengambilan barang adalah sistem pengiriman milk run. Metode ini membantu mengoptimalkan proses distribusi dengan rute melingkar yang menjemput barang dari beberapa pemasok sekaligus.

5. Manajemen Persediaan Secara Efektif

Manajemen persediaan yang baik penting untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan. Terapkan praktik terbaik seperti Just-in-Time (JIT) atau Vendor-Managed Inventory (VMI) untuk memastikan stok selalu tersedia tanpa berlebihan. Perhatikan siklus hidup produk dan rotasi persediaan untuk menghindari barang yang kedaluwarsa atau usang.

6. Pentingnya Hubungan dengan Pemasok dan Mitra Bisnis

Memiliki hubungan yang kuat dengan pemasok dan mitra bisnis sangat penting dalam perencanaan logistik. Bangun kemitraan yang dapat diandalkan dan pastikan komunikasi berjalan lancar. Diversifikasi pemasok untuk mengurangi ketergantungan pada satu sumber dan memastikan kelancaran pasokan barang.

7. Evaluasi Kinerja dan Keberlanjutan

Secara rutin melakukan analisis kinerja logistik akan membantu mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki dan menemukan peluang efisiensi. Pastikan untuk mengembangkan rencana kontinuitas bisnis yang dapat menangani gangguan yang mungkin terjadi dalam rantai pasokan, sehingga operasional tidak terhambat oleh masalah tak terduga.

8. Pelatihan dan Pengembangan Tim Logistik

Pelatihan tim logistik sangat penting untuk memastikan mereka memahami proses dan sistem yang diterapkan dalam manajemen logistik. Dengan perkembangan teknologi dan praktik baru, pastikan tim Anda terus memperbarui keterampilan mereka agar dapat menjalankan tugas dengan efisien dan mengikuti perkembangan industri.

9. Komitmen terhadap Keberlanjutan

Pertimbangkan penggunaan transportasi yang ramah lingkungan, pengurangan limbah, dan pemanfaatan sumber daya yang efisien. Dengan pendekatan keberlanjutan, perusahaan tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga meningkatkan citra perusahaan dalam hal tanggung jawab sosial.

10. Evaluasi dan Penyesuaian Perencanaan Logistik

Evaluasi berkala terhadap kinerja perencanaan logistik sangat diperlukan untuk memastikan kesesuaian strategi dengan kondisi pasar atau bisnis yang berubah. Efisiensi operasional yang meningkat berdampak positif pada keseluruhan kinerja perusahaan serta siklus logistik.

Logistik

Struktur Perencanaan Logistik

Struktur perencanaan logistik yang efektif penting untuk memastikan kelancaran operasi dan pengelolaan rantai pasokan. Struktur ini dapat bervariasi berdasarkan ukuran dan kompleksitas organisasi, namun ada elemen-elemen dasar yang umumnya harus ada dalam setiap perencanaan logistik.

Berikut adalah kerangka dasar untuk struktur perencanaan logistik yang efisien:

1. Pendahuluan

Dalam merancang perencanaan logistik, penting untuk memahami konteks bisnis dan lingkungan operasional perusahaan. Langkah pertama adalah menyelaraskan tujuan logistik dengan visi perusahaan, serta memahami tren pasar dan kebutuhan pelanggan. Tujuan utama dari perencanaan ini adalah untuk meningkatkan efisiensi dan memastikan aliran barang berjalan lancar.

2. Analisis Rantai Pasokan

Analisis rantai pasokan mengidentifikasi semua pihak yang terlibat dalam distribusi barang logistik, mulai dari pemasok hingga pelanggan akhir. Dengan memahami setiap elemen dalam rantai pasokan, perusahaan dapat mengoptimalkan kinerja dan mengidentifikasi risiko yang dapat mengganggu kelancaran pengiriman barang.

3. Manajemen Persediaan

Manajemen persediaan bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan pasar. Pemilihan metode seperti Just-in-Time (JIT) atau Economic Order Quantity (EOQ) membantu mengoptimalkan stok, menghindari kelebihan atau kekurangan barang.

4. Sistem Informasi Logistik

Pemilihan sistem informasi logistik yang tepat adalah salah satu faktor penting yang dapat meningkatkan efisiensi operasional. Sistem tersebut memfasilitasi integrasi data secara real time dari berbagai departemen dan mitra bisnis, sehingga bisnis menjadi lebih mudah untuk memonitor dan mengelola arus barang secara lebih efisien.

5. Rute dan Transportasi

Dalam proses logistik, perusahaan perlu memilih metode transportasi yang sesuai dengan karakteristik produk dan pelanggan. Optimasi rute distribusi juga merupakan salah satu hal penting untuk mengurangi biaya pengiriman dan memastikan barang sampai pada waktunya melalui transportasi yang paling efisien.

6. Manajemen Persediaan dan Distribusi

Manajemen yang efisien dari pusat distribusi dapat menjamin ketersediaan barang dan distribusi barang tersebut kepada pelanggan dengan lebih cepat. Strategisnya penentuan lokasi gudang beserta perencanaan distribusi akan mengurangi biaya pengiriman dan waktu sampai pada pelanggan.

7. Hubungan dengan Pemasok dan Mitra Bisnis

Menjalin hubungan yang baik dengan pemasok dan mitra bisnis adalah hal yang tidak kalah penting dalam proses logistik. Komunikasi yang jelas dan kerja sama yang baik dalam rantai pasokan dapat memberikan pengelolaan yang efisien. Diversifikasi pemasok juga menjadi penting dalam proses ini.

8. Analisis Kinerja

Analisis kinerja logistik yang dilakukan secara berkala dapat menjadi cara bagi sebuah perusahaan untuk menilai pencapaian target logistik. Dengan menggunakan Key Performance Indicator (KPI) yang tepat, perusahaan dapat mengukur kinerjanya dan mengetahui aspek mana yang harus ditingkatkan.

9. Pelatihan dan Pengembangan

Pelatihan berkelanjutan bagi tim logistik merupakan investasi penting agar mereka terus memiliki keterampilan dan pengetahuan yang relevan. Melalui pelatihan yang rutin, perusahaan dapat menjalankan operasional dengan lebih efektif sekaligus lebih siap beradaptasi terhadap perubahan di industri.

10. Evaluasi dan Penyesuaian

Pembaruan atau evaluasi strategi logistik sangat diperlukan untuk terus beradaptasi dengan kondisi pasar atau usaha yang berubah. Pembaruan yang tepat waktunya akan membuat fleksibilitas menjadi lebih baik dan mengamankan efisiensi logistik meski ada perubahan dalam permintaan dan tantangan yang baru muncul.

Contoh Perencanaan Logistik

Contoh Perencanaan Logistik

Perencanaan logistik bisa ditemukan pada berbagai aspek perusahaan. Masing-masing aspek perencanaan tersebut dibuat sedemikian rupa agar pengadaan, penyimpanan, transportasi, dan distribusi barang berjalan dengan lancar. Beberapa contoh perencanaan logistik yang banyak digunakan dalam bisnis sebagai berikut:

  • Perencanaan Pengadaan: Penentuan jenis barang dan jumlah yang akan dibeli dari pemasok untuk memenuhi kebutuhan produksi atau penjualan tersebut secara tepat.
  • Perencanaan Gudang: Pemilihan lokasi gudang yang tepat, penentuan kapasitas penyimpanan yang cukup, serta penentuan tata letak gudang untuk mendukung proses penyimpanan dan pengambilan barang.
  • Perencanaan Transportasi: Pemilihan moda transportasi yang tepat, penentuan rute pengiriman barang yang efisien, serta penentuan jadwal pengiriman agar barang sampai tepat waktu.
  • Perencanaan Distribusi: Pengambilan keputusan metode dan pola distribusi produk kepada konsumen untuk mencapai kinerja rantai pasok logistik yang memuaskan

Tips Buat Strategi Perencanaan Logistik yang Optimal

Dalam merancang strategi yang optimal, perusahaan perlu memperhatikan berbagai aspek penting seperti pemilihan aplikasi logistik yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan pelanggan. Tidak hanya itu, namun menjaga hubungan yang baik dengan pemasok dan mitra bisnis serta mengikuti prosedur pengiriman barang yang terstruktur juga akan memperlancar proses distribusi barang.

Dari sini, perusahaan dapat menciptakan strategi logistik yang lebih fleksibel dan responsif terhadap permintaan pasar yang terus berkembang. Demikian, berikut adalah tips-tips yang bisa diterapkan: 

1. Analisis jaringan

Lakukan analisis jaringan untuk mengetahui titik-titik kritis dalam rantai pasokan Anda. Proses ini memungkinkan perusahaan untuk mengoptimalkan alur pasokan dan memperkirakan potensi gangguan yang dapat terjadi di setiap tahapan.

Dengan menganalisis hubungan antar pemasok, gudang, dan distribusi, Anda dapat menemukan area yang memerlukan perbaikan agar dapat memastikan kelancaran operasi dari hulu hingga hilir.

2. Permintaan pelanggan

Sesuaikan perencanaan logistik dengan perubahan permintaan pelanggan. Permintaan pelanggan seringkali berubah secara dinamis, oleh karena itu penting untuk menyesuaikan perencanaan secara fleksibel.

3. Moda transportasi

Pilih moda transportasi yang efisien dan sesuai dengan jenis barang yang dikirim. Menyesuaikan moda transportasi dengan jenis barang yang dikirim sangat penting untuk menjaga kualitas dan efisiensi pengiriman.

Misalnya, barang yang mudah rusak memerlukan transportasi yang lebih cepat, seperti udara, sementara barang berat dan besar dapat lebih ekonomis dikirim melalui jalur laut atau darat.

4. Rute dan jadwal

Rencanakan rute dan jadwal yang tepat untuk meminimalkan waktu perjalanan. Menggunakan data geografis dan analisis lalu lintas untuk merencanakan rute terbaik dapat mengurangi keterlambatan yang disebabkan oleh kemacetan atau cuaca buruk.

Salah satu cara untuk mendukung perencanaan yang lebih efisien adalah dengan mengikuti sop pengiriman barang yang terstruktur agar menghindari hambatan dalam distribusi juga memastikan kepuasan pelanggan.

5. Logistik ramping

Implementasikan strategi logistik ramping (lean logistics) untuk mengurangi pemborosan dalam alur kerja. Dengan mengurangi langkah-langkah yang tidak perlu, Anda dapat menghemat waktu dan biaya.

Penggunaan teknologi untuk automasi dan pemantauan proses secara real-time juga merupakan bagian penting dalam menciptakan sistem yang lebih ramping.

6. Implementasi Software ERP untuk Logistik

Implementasikan software ERP untuk meningkatkan efisiensi logistik dan memudahkan monitoring real-time. Dengan ERP, Anda dapat mengintegrasikan berbagai fungsi logistik seperti manajemen inventaris, pengiriman, dan pelacakan dalam satu sistem terpusat.

Hal ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memberikan visibilitas yang lebih baik dengan data real-time, yang memudahkan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat.

Permudah Perencanaan Logistik dengan Software Freight ScaleOcean

Aplikasi logistik scaleocean

Untuk perusahaan logistik yang ingin meningkatkan perencanaan tetapi bingung harus memilih produk apa, tidak perlu khawatir karena software freight ScaleOcean menawarkan solusi yang sangat berguna.

Fitur-fitur seperti pemantauan pengiriman secara real-time, manajemen persediaan, dan optimasi rute dapat membuat perusahaan logistik bisa menghemat banyaknya waktu dan biaya. Tidak hanya itu, tetapi perusahaan juga sekaligus mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan jika menggunakan software ini.

Berikut adalah penjelasan mengenai fitur-fitur terkait : 

1. Pemantauan Pengiriman Secara Real-Time

Fitur ini memungkinkan perusahaan untuk melacak status pengiriman barang secara langsung dan dalam waktu nyata. Pemanfaatan teknologi GPS dan integrasi dengan sistem transportasi membuat perusahaan dapat memantau lokasi dan kondisi pengiriman secara tepat waktu, memberikan pembaruan kepada pelanggan tentang status pengiriman yang membantu meningkatkan transparansi dan kepuasan pelanggan.

2. Manajemen Persediaan

Fitur manajemen persediaan membantu perusahaan logistik untuk menjaga kontrol yang lebih baik terhadap barang yang tersedia dan yang sedang dalam perjalanan. Beberapa manfaat yang didapat dari fitur ini adalah mengoptimalkan stok barang di gudang dengan pemantauan yang lebih akurat sehingga mengurangi kelebihan stok atau kekurangan stok.

Kemudian manajemen persediaan juga mempermudah pengelolaan barang yang datang dan keluar dari gudang serta mengatur pemindahan barang antar lokasi atau fasilitas dengan lebih efisien.

3. Optimasi Rute

Fitur optimasi rute membantu perencanaan perjalanan dan pengiriman dengan meminimalkan waktu dan biaya yang diperlukan. Dengan analisis data dan algoritma, fitur ini memberikan keuntungan seperti menyusun rute perjalanan yang lebih efisien agar mengurangi jarak tempuh dan waktu perjalanan.

Keuntungan lainnya juga mencakup perhitungan faktor eksternal seperti kondisi cuaca atau kemacetan untuk merencanakan rute yang optimal. Tidak berhenti disitu, perhitungan mencakup pengurangan konsumsi bahan bakar dan emisi karbon yang bermanfaat dari sisi biaya operasional dan kepedulian lingkungan.

  

Kesimpulan

Perencanaan logistik adalah merupakan strategi sistematis dalam mengoordinasi aliran barang, jasa, dan data secara efisien agar proses distribusi dari titik awal hingga ke tangan konsumen berjalan dengan efektif. Dengan merancang strategi yang matang, perusahaan logistik dapat meningkatkan kinerja mereka, mengurangi biaya, dan mencapai kepuasan pelanggan yang lebih tinggi.

Walaupun demikian, perencanaan logistik bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilakukan. Jika dilakukan secara manual, maka hasilnya belum tentu efektif dan proses pengerjaannya justru dapat menjadi tidak efisien sebagaimana penjelasan diatas sudah menunjukkan kompleksitas dari aksi ini. 

Lantas, apa yang harus dilakukan jika Anda ingin perusahaan Anda agar dapat lebih mudah mengelola rencana logistik? Maka jawabannya adalah silahkan menggunakan software logistik seperti ScaleOcean yang dijamin membuat perencanaan menjadi terintegrasi dan optimal. Tunggu apa lagi? Sudah saatnya beralih ke solusi digital yang mempermudah perencanaan logistik Anda. Majulah lebih cepat dengan ScaleOcean!

FAQ:

1. Apa yang dimaksud dengan perencanaan logistik?

Perencanaan logistik merupakan proses terorganisir yang bertujuan mengatur dan mengelola perpindahan barang dari sumber hingga sampai ke pelanggan akhir. Kegiatan ini meliputi berbagai aspek seperti pengadaan, pengelolaan stok di gudang, transportasi, penyimpanan, serta distribusi barang.

2. Apa saja hal-hal yang diperlukan dalam perencanaan logistik?

Dalam perencanaan logistik, diperlukan penentuan kebutuhan barang, pengaturan sumber daya seperti gudang dan transportasi, serta pengelolaan jadwal pengiriman. Selain itu, pengendalian proses secara berkala juga penting untuk memastikan kelancaran dan efisiensi distribusi barang.

3. Apa saja tiga tingkat perencanaan logistik?

Strategi logistik yang menyeluruh perlu melibatkan perencanaan pada tingkat strategis, operasional, dan taktis, serta memperhatikan empat aspek penting dalam rantai pasokan, yaitu penentuan lokasi fasilitas, tingkat layanan kepada pelanggan, serta keputusan terkait inventaris dan transportasi.

Bestoto Ferninand
Bestoto Ferninand
Bestoto Ferninand adalah seorang professional dengan pengalaman 1 tahun sebagai content writer yang berpengalaman dalam menulis artikel seputar permasalahan dan solusi industri.

ERP Buat Bisnis Ngebut

Operasional rapi, bisnis makin cepat

ERP Dashboards Demo Gratis
Dekson Sinarmas Bank of China Changi Shalby

Coba Demo Gratis!

Error message
Error message
Error message
Error message
Error message
Error message

Rekomendasi Artikel Terkait

Temukan Artikel Serupa untuk Solusi Bisnis Lebih Lengkap