Order to Cash: Pengertian, Proses, dan Contohnya

Posted on
Share artikel ini

Meskipun penjualan terus meningkat, aliran kas bisnis Anda bisa saja terhambat jika proses order to cash tidak berjalan efisien. Proses ini menghubungkan pesanan pelanggan dengan penerimaan pembayaran, dan setiap ketidakefisienan dalam langkah-langkahnya dapat mempengaruhi kesehatan keuangan bisnis Anda.

Ketidakteraturan dalam proses ini, seperti penagihan yang terlambat atau dokumen yang tidak sesuai, dapat berdampak pada arus kas dan bahkan mengganggu proses operasional. Ini dapat menyebabkan cash flow negatif, penundaan pertumbuhan, dan kerusakan hubungan pelanggan jika dibiarkan.

Analisis kas untuk pesanan merupakan langkah penting dari analisis kelangsungan keuangan. Dalam artikel ini, Anda akan mendapatkan pengetahuan tentang definisi proses kas untuk pesanan, tahapan-tahapan prosesnya dan contoh praktis dari realisasi proses dari pesanan sampai dengan kas.

starsKey Takeaways
  • Order to cash adalah proses yang dimulai sejak pelanggan melakukan pemesanan dan berakhir ketika perusahaan berhasil menerima serta mencatat pembayaran atas pesanan tersebut.
  • Proses ini penting untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperbaiki arus kas, meningkatkan kepuasan pelanggan, serta mengurangi biaya bisnis.
  • Proses order to cash meliputi pembelian pelanggan, manajemen pesanan, kredit, pemenuhan, pengiriman, fakturasi, account receivable, hingga pelaporan manajemen data
  • Modul akuntansi ScaleOcean dapat mengotomatisasi seluruh tahapan order to cash, mengurangi kesalahan, mempercepat penagihan, dan memastikan arus kas tetap lancar.

Coba Konsultasi Gratis!

requestDemo

1. Pengertian Order to Cash

Order to cash adalah rangkaian proses bisnis yang dimulai ketika pelanggan melakukan pemesanan hingga perusahaan menerima pembayaran dan mencatat transaksi tersebut. Alur ini mencakup berbagai aktivitas penting seperti pengelolaan pesanan, pengiriman barang atau layanan, pembuatan faktur, hingga penyelesaian pembayaran agar proses penjualan berjalan lebih terorganisir.

Dengan dukungan ERP, seluruh tahapan order to cash dapat dikelola dalam satu platform yang saling terhubung. Sistem ini membantu mengotomatiskan proses seperti verifikasi pesanan, pembuatan invoice, dan pemantauan pembayaran, sehingga perusahaan dapat mengurangi kesalahan manual serta meningkatkan akurasi pencatatan transaksi.

Hasilnya, bisnis dapat mempercepat aliran kas, mengurangi piutang tak tertagih, dan meningkatkan efisiensi operasional. Selain itu, laporan ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang proses pengambilan keputusan.

2. Pentingnya Order to Cash untuk Bisnis

Pentingnya Order to Cash untuk Bisnis

Order to cash adalah salah satu proses penting dalam bisnis yang memengaruhi efisiensi, arus kas, dan pengalaman pelanggan. Perusahaan dapat meningkatkan produktivitas, menjaga kepuasan pelanggan, dan menjaga aliran dana yang lancar dengan manajemen O2C yang baik.

a. Meningkatkan Efisiensi Operasional

Siklus O2C yang terkelola dengan baik membantu bisnis mempercepat waktu pemrosesan pesanan hingga pembayaran. Proses yang otomatis dan terintegrasi mengurangi potensi kesalahan manual, memotong waktu tunggu antar departemen, serta memperlancar komunikasi internal.

Seperti yang dilansir Ismworld, metrik “cash‑to‑cash cycle time” menunjukkan bahwa perusahaan unggulan di beberapa industri memiliki angka di bawah 30 hari, dibandingkan 50‑100 hari untuk yang tertinggal. Dengan demikian, perbaikan alur pesanan hingga pembayaran memainkan peranan penting dalam membuat operasional perusahaan menjadi lebih efisien dan produktif.

b. Memperbaiki Arus Kas

Order to cash sangat berperan dalam menjaga kesehatan keuangan suatu bisnis. Dengan penagihan dan pembayaran yang tepat waktu, arus kas dapat dikelola lebih baik, mencegah penundaan pembayaran, dan memastikan ketersediaan dana untuk kebutuhan operasional maupun pengembangan bisnis.

c. Meningkatkan Kepuasan Pelanggan

Proses O2C yang berjalan dengan baik dapat meningkatkan pengalaman pelanggan. Pesanan diproses lebih cepat, pembayaran menjadi lebih sederhana, dan komunikasi menjadi lebih jelas. Hal ini tidak hanya membantu membangun kepercayaan pelanggan, tetapi juga meningkatkan loyalitas yang sangat penting untuk kelangsungan bisnis.

d. Mengurangi Biaya Operasional

Mengelola siklus order to cash secara efisien membantu menekan biaya operasional. Otomatisasi dan integrasi proses mengurangi pekerjaan manual, meminimalkan kesalahan pencatatan kas, serta mengefektifkan sumber daya, sehingga perusahaan dapat mengalokasikan biaya untuk kegiatan strategis lainnya.

3. Cara Kerja Order to Cash

Siklus Order to Cash (O2C) terdiri dari beberapa tahapan yang saling terhubung, mulai dari penerimaan pesanan pelanggan hingga pembayaran berhasil diterima oleh perusahaan. Setiap tahap melibatkan berbagai fungsi bisnis seperti sales, inventory, warehouse, logistics, dan finance agar seluruh alur transaksi dapat berjalan lebih terstruktur.

Berikut adalah tahapan utama dalam proses O2C serta bagaimana sistem ERP membantu mengoptimalkan setiap prosesnya.

a. Penerimaan Pesanan

Proses O2C dimulai ketika seorang pelanggan memesan melalui berbagai media seperti website, pasar tempat jual beli, penjual atau platform B2B. Dalam hal ini perusahaan mendapatkan informasi penting mengenai pelanggan, produk, jumlah pesanan, harga, pilihan pembayaran, dan jadwal pengiriman. Melalui integrasi dengan sistem O2C data pesanan dapat dimasukkan secara otomatis sehingga tidak ada kesempatan untuk membuat kesalahan.

b. Validasi Pesanan

Jika ada pesanan yang masuk, perusahaan perlu memastikan bahwa pesanan tersebut dapat diselesaikan dengan sukses melalui proses validasi pesanan. Sistem akan membantu dalam menilai tingkat stok, penyesuaian harga, status pembayaran, dan batas kredit klien. Proses ini membantu memastikan bahwa pesanan yang masuk sesuai dengan kebijakan perusahaan.

c. Persiapan Pesanan

Setelah pesanan dikonfirmasi, sistem akan mengalokasikan inventaris yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Tahap ini melibatkan identifikasi gudang tempat inventaris tersebut berada, pembuatan pesanan pengambilan barang, pembungkusan dan pembaruan otomatis tingkat inventaris. Integrasi dengan WMS memastikan barang-barang tersebut disiapkan berdasarkan pesanan dan dikirim tepat waktu.

d. Pengiriman Barang

Pengiriman merupakan tahapan yang bertujuan agar produk tersebut telah sampai kepada konsumen dalam waktu yang telah ditentukan. Proses O2C membantu perusahaan dalam mengelola dokumen pengiriman, rincian transportasi, status perkembangan produk yang sedang dalam perjalanan dan bukti pengiriman (POD). Visibilitas secara langsung membantu perusahaan dalam memantau proses pengiriman lebih baik.

e. Pembuatan Faktur

Setelah pengiriman atau jasa telah dilakukan, perusahaan akan mengeluarkan faktur sebagai dokumen yang akan menjadi dasar untuk menagih konsumen. Dalam sistem O2C yang terotomatisasi faktur dapat dikeluarkan secara otomatis berdasarkan data dari pesanan penjualan dan pesanan pengiriman tanpa harus memasukkan data tersebut kembali secara manual.

f. Penerimaan Pembayaran

Tahap terakhir dalam proses O2C adalah menerima pembayaran dari pelanggan. Departemen keuangan dapat memantau status dari faktur, pembayaran, mengelola piutang yang sudah jatuh tempo dan melakukan tindak lanjut terhadap riwayat transaksi dari setiap klien. Dengan integrasi antara O2C dan sistem akuntansi, pencatatan dan penyelarasan pembayaran akan lebih mudah.

g. Analisis Kinerja

Setelah seluruh proses O2C selesai, data dari transaksi tersebut bisa dianalisis berdasarkan kinerja operasi perusahaan. Melalui analisis dari berbagai metrik seperti waktu penyelesaian pesanan, waktu pembayaran, akurasi pesanan, dan akurasi pengiriman perusahaan akan bisa mengetahui hal yang perlu ditingkatkan dan mengambil keputusan berdasarkan data.

4. Tantangan dan Hambatan dalam Proses O2C

Tantangan dalam proses Order-to-Cash (O2C) dapat berdampak langsung pada aliran kas perusahaan dan profitabilitasnya. Meskipun proses ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan efisiensi dan pengalaman pelanggan, kendala operasional dapat memperlambat siklus penagihan dan meningkatkan biaya. Berikut adalah parafras

a. Integrasi Sistem yang Buruk

Salah satu kendala utama dalam proses O2C adalah kurangnya integrasi antar sistem di berbagai departemen. Ketika data pesanan, inventaris, dan keuangan tidak terhubung, hal ini menciptakan “silo data” yang menghambat aliran informasi yang lancar. Akibatnya, proses bisnis menjadi terhambat, sehingga menimbulkan penundaan meningkatkan risiko kesalahan akibat penginputan data secara manual.

b. Kesalahan Manual yang Berulang

Proses manual yang bergantung pada input manusia, seperti pemasukan rincian pesanan atau faktur, meningkatkan potensi kesalahan. Studi menemukan bahwa tingginya tingkat pekerjaan manual dalam proses O2C menyebabkan banyak kesalahan dan pekerjaan ulang (re‐work). Kesalahan ini membutuhkan waktu tambahan untuk dikoreksi.

Salah satu penelitian menunjukkan bahwa setelah penerapan Lean‑Six Sigma untuk memperbaiki proses O2C, faktur yang dibatalkan karena data salah berkurang secara signifikan. Akibatnya, sumber daya operasional terpakai lebih banyak dan biaya meningkat, yang memperpanjang siklus O2C dan membuatnya tidak efisien.

c. Tingkat Persetujuan Kredit yang Lambat

Proses persetujuan kredit pelanggan yang lambat dapat menghambat langkah pertama dalam siklus O2C. Keterlambatan ini sering disebabkan oleh proses manual atau kurangnya otomatisasi dalam evaluasi kredit. Akibatnya, pemenuhan pesanan tertunda, yang dapat menyebabkan frustrasi pelanggan dan hilangnya potensi penjualan ke kompetitor yang menawarkan proses yang lebih cepat.

d. Kesulitan dalam Rekonsiliasi Pembayaran

Rekonsiliasi pembayaran yang rumit sering kali terjadi ketika mencocokkan uang tunai yang masuk dengan faktur terkait. Ketidaksesuaian data atau informasi yang tidak konsisten dari bank memperlambat penutupan buku besar. Masalah ini juga dapat menyebabkan kebingunguan mengenai status piutang pelanggan dan menghambat kelancaran aliran kas perusahaan.

5. Contoh Order to Cash

Berikut adalah beberapa contoh order to cash

Proses order to cash (O2C) membantu perusahaan mengelola kegiatan operasional secara efisien dari pesanan hingga pembayaran. Dengan bantuan ERP, setiap tahap dapat diotomatisasi untuk meningkatkan efisiensi dan arus kas. Berikut adalah contoh penerapannya dalam kegiatan bisnis.

a. Penerimaan Pesanan

Berbagai saluran, seperti platform online dan sistem email terintegrasi, memungkinkan ERP untuk menerima pesanan secara otomatis. Saat data pesanan dicatat dan diverifikasi secara real time, ini mempercepat proses validasi pesanan dan mengurangi kesalahan, sehingga pelanggan menerima konfirmasi lebih cepat.

Namun, bila pelanggan dan perusahaan menerapkan metode pembayaran via deferred revenue, pembayaran akan segera dilakukan oleh pembeli. Sesuai dengan persetujuan, barang atau jasa akan dikirim kepada mereka setelah beberapa waktu telah berlalu.

b. Pemrosesan Pesanan

Pemeriksaan ketersediaan stok dapat dilakukan secara real-time melalui software ERP agar bisnis dapat mengkonfirmasi pesanan kepada pelanggan. Sebelum proses dimulai, sistem memastikan bahwa semua dokumen dan informasi pesanan sudah sesuai. Alur pemrosesan dipercepat dengan proses yang terstruktur ini, yang mengurangi waktu tunggu dan meningkatkan efisiensi logistik.

c. Pengiriman

Agar barang dikirim tepat waktu, ERP mengintegrasikan logistik dan pengemasan. Sistem ini memungkinkan pelacakan pengiriman secara real time, memastikan ketepatan waktu, dan mengurangi risiko kesalahan pengiriman. Dengan proses ini, perusahaan dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dan membangun kepercayaan.

d. Penagihan dan Fakturasi

Faktur dapat segera dihasilkan dengan sistem ERP setelah pengiriman selesai. Faktur yang terintegrasi menghasilkan data yang akurat dan mempercepat penagihan. Sebagai contoh, perusahaan yang menggunakan ERP dapat mengurangi waktu siklus faktur yang secara langsung meningkatkan cash flow dan memastikan likuiditas perusahaan tetap stabil.

e. Penerimaan Pembayaran

ERP memudahkan pengawasan pembayaran dengan mengirimkan pesan otomatis kepada pelanggan. Sistem ini membantu mempercepat penerimaan pembayaran dan mengurangi risiko keterlambatan. Selain itu, software akuntansi juga dapat melakukan cash opname secara berkala untuk memastikan kebeharan transaksi pembayaran dengan kondisi kas aktual perusahaan.

ERP

6. Strategi untuk Mengoptimalkan Proses Order to Cash

Proses order to cash (O2C) adalah kunci keberhasilan bisnis dalam meningkatkan arus kas. Strategi yang tepat dalam mengoptimalkan O2C dapat membantu Anda mempercepat transaksi, meningkatkan kepuasan pelanggan, dan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan:

a. Manfaatkan Data

Data yang akurat dan relevan sangat penting dalam proses Order‑to‑Cash. Dengan memanfaatkan data pelanggan dan tren penjualan Anda dapat memperkirakan permintaan serta meningkatkan kualitas pengelolaan persediaan.

Hasil riset dari Technological Forecasting and Social Change menunjukkan bahwa penggunaan analitik data besar secara langsung memperkuat proses pengambilan keputusan dan kinerja perusahaan. Hal ini memungkinkan Anda untuk menawarkan layanan yang lebih personal, memperkuat hubungan pelanggan, dan mengoptimalkan pengalaman belanja mereka.

b. Integrasi Program Loyalty Offline dan Online

Mengintegrasikan program loyalty antara saluran offline dan online dapat memberikan nilai tambah bagi pelanggan Anda. Dengan pendekatan ini, Anda dapat melacak perilaku pembelian secara menyeluruh.

Selain itu, Anda juga dapat memberikan penawaran khusus dan memudahkan pelanggan dalam mendapatkan imbalan. Hal ini tidak hanya meningkatkan loyalitas, tetapi juga mendorong transaksi berulang yang signifikan dalam proses O2C.

c. Optimalisasi Proses Pembayaran

Untuk mempercepat O2C, penting untuk meningkatkan efisiensi proses pembayaran. Dengan menerapkan sistem pembayaran yang terautomasi, Anda dapat mengurangi potensi keterlambatan dan menciptakan aliran kas yang lancar.

Proses yang lebih cepat dalam menangani faktur dan pembayaran juga mengurangi beban administrasi, sehingga tim Anda dapat fokus pada tugas strategis lainnya. Dapat dijugakan juga menggunakan manfaat payment link seperti kode QR.

d. Gunakan Dukungan Software seperti ScaleOcean

Dukungan teknologi seperti ERP dapat membantu perusahaan dalam meningkatkan seluruh proses Order to Cash (O2C) mereka melalui pendekatan sistemik. ScaleOcean Atlas dirancang untuk membantu perusahaan dalam meningkatkan cara mengelola proses bisnis melalui integrasi manajemen pesanan, manajemen inventaris, proses pengiriman, dan pelacakan pembayaran dalam satu tempat.

Dengan menggunakan Modul Akuntansi ScaleOcean Atlas, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi mereka karena proses O2C diotomatisasi, menghilangkan kemungkinan human error saat memasukkan data dan menerima akses real-time terhadap informasi. Integrasi modul membantu departemen penjualan, gudang,logistik, dan keuangan memiliki akses terhadap informasi yang sama untuk mempercepat proses pemenuhan dan pembayaran.

Fitur ScaleOcean Atlas yang mendukung proses Order to Cash meliputi:

  • Manajemen Pesanan: Membantu mencatat, memproses, dan memantau pesanan pelanggan secara terstruktur dari berbagai saluran penjualan.
  • Manajemen Inventaris: Memantau ketersediaan stok secara akurat untuk mendukung pemenuhan pesanan dan menghindari kekurangan maupun kelebihan persediaan.
  • Manajemen Penjualan: Mengelola alur penjualan mulai dari pembuatan pesanan hingga proses pengiriman dalam satu sistem terintegrasi.
  • Manajemen Keuangan dan Akuntansi: Mengotomatiskan pencatatan transaksi, pembuatan invoice, rekonsiliasi pembayaran, hingga laporan keuangan.
  • Manajemen Pelanggan (CRM): Membantu perusahaan mengelola informasi pelanggan dan riwayat transaksi untuk meningkatkan hubungan bisnis.
  • Integrasi E-commerce dan Marketplace: Menghubungkan berbagai saluran penjualan agar pesanan dan transaksi dapat dikelola lebih mudah dalam satu platform.

Dengan memanfaatkan ScaleOcean Atlas, perusahaan akan dapat membuat siklus Order to Cash secara lebih efektif dan transparan dengan mengelola dari awal hingga akhir dengan cara yang lebih efisien. Hubungi tim ScaleOcean untuk melihat bagaimana ScaleOcean Atlas dapat membantu Anda meningkatkan efisiensi dalam transaksi bisnis Anda.

7. Kesimpulan

Order to Cash (O2C) merupakan siklus lengkap dari penerimaan pesanan hingga pembayaran. Pemahaman mengenai O2C adalah langkah awal menuju efisiensi operasional dan kepuasan pelanggan. Namun, untuk benar-benar mengoptimalkan siklus ini, integrasi teknologi menjadi menjadi hal yang penting untuk diimplementasikan bisnis.

ERP seperti ScaleOcean memudahkan Anda untuk mengelola seluruh tahap O2C, dari penerimaan pesanan hingga pelaporan keuangan dengan otomatisasi dan data real-time. Sistem ini mengurangi kesalahan manual, mempercepat proses penagihan, dan memastikan arus kas tetap lancar. Dengan ERP, Anda akan bisa meningkatkan efisiensi perusahaan Anda dan juga akan lebih siap menghadapi perubahan di pasar.

ScaleOcean Atlas merupakan sistem ERP terintegrasi yang dapat membantu bisnis dalam mengatur semua proses bisnis di satu tempat mulai dari operasional, keuangan hingga manajemen data. Jadwalkan konsultasi dengan tim ScaleOcean untuk mempelajari keuntungan menggunakan solusi ERP di bisnis Anda.

Referensi

FAQ:

1. Apa yang dimaksud dengan order to cash?

Order to Cash (O2C) adalah rangkaian proses yang dimulai dari penerimaan pesanan pelanggan hingga pembayaran diterima dan dicatat sebagai piutang usaha. Proses ini mencakup seluruh tahapan pemrosesan pesanan dalam perusahaan.

2. Mengapa siklus order to cash penting?

Siklus order to cash (O2C) sangat penting untuk menjaga kesehatan arus kas perusahaan, mempercepat penerimaan pembayaran dari pelanggan, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperbaiki pengalaman dan loyalitas pelanggan.

3. Apa perbedaan antara quote to cash dan order to cash?

Perbedaan utama antara Quote to Cash (Q2C) dan Order to Cash (O2C) terletak pada ruang lingkup prosesnya. Q2C mencakup seluruh tahapan mulai dari pembuatan dan negosiasi penawaran harga, sedangkan O2C dimulai setelah pesanan pelanggan disetujui dan berfokus pada pelaksanaan pesanan hingga penerimaan pembayaran.

4. Bagaimana proses penagihan di OTC?

Perbedaan utama antara Quote to Cash (Q2C) dan Order to Cash (O2C) terletak pada ruang lingkup prosesnya. Q2C mencakup seluruh tahapan mulai dari pembuatan dan negosiasi penawaran harga, sedangkan O2C dimulai setelah pesanan pelanggan disetujui dan berfokus pada pelaksanaan pesanan hingga penerimaan pembayaran.

ERP Buat Bisnis Ngebut

Operasional rapi, bisnis makin cepat

ERP Dashboards Demo Gratis
Dekson Sinarmas Bank of China Changi Shalby

Coba Demo Gratis!

Error message
Error message
Error message
Error message
Error message
Error message

Rekomendasi Artikel Terkait

Temukan Artikel Serupa untuk Solusi Bisnis Lebih Lengkap