Pengertian Transport Multimodal, Manfaat, dan Pro Kontranya

Posted on
Share artikel ini

Dalam bisnis layanan sektor logistik saat ini, efisiensi dan fleksibilitas pengiriman semakin penting seiring dengan meningkatnya volume perdagangan global. Angkutan multimoda adalah solusi yang efektif untuk memenuhi kebutuhan ini.

Melalui kombinasi transportasi, pengiriman dengan multimoda dapat menghemat waktu dan biaya logistik, serta lebih mudah untuk beradaptasi dengan berbagai kondisi yang tidak terduga selama pengiriman berlangsung.

Dengan beragam manfaat tersebut, Anda juga harus melakukan perencanaan yang matang dan koordinasi yang cermat. Proses pengiriman yang melibatkan berbagai moda transportasi tentu lebih kompleks dibandingkan dengan pengiriman tunggal.

Dalam artikel ini akan dibahas lebih lanjut manfaat dan contoh penggunaan transport multimodal dalam logistik, serta bagaimana proses ini dapat membantu meningkatkan efisiensi pengiriman barang internasional.

starsKey Takeaways

Coba Demo Gratis!

requestDemo

1. Pengertian Transportasi Multimoda di Logistik

Angkutan multimoda adalah sistem pengiriman barang yang menggabungkan dua atau lebih moda transportasi, seperti darat, laut, atau udara, dalam satu rangkaian perjalanan. Sistem ini menggunakan satu kontrak tunggal, sehingga satu operator bertanggung jawab mengatur pengiriman dari titik awal hingga tujuan akhir.

Selain itu, operator juga menerbitkan dokumen pengangkutan yang mencakup seluruh proses perjalanan barang. Menurut analisa kami dari laporan Grand View Research, pasar logistik Asia Pasifik mencapai sekitar USD 1.380,3 miliar pada 2024 dan diperkirakan terus tumbuh dengan CAGR sekitar 7,6% hingga 2030, dengan layanan transportasi sebagai segmen terbesar yang mendorong perkembangan industri logistik kawasan.

2. Dasar Konsep dan Karakteristik Angkutan Multimoda

Perusahaan perlu paham konsep dasar dan melihat bagaimana sistem bekerja dari sisi kontrak, tanggung jawab dan penggunaan transportasi. Bagian ini akan membahas tiga aspek untuk membedakan angkutan multimoda dari sistem pengiriman biasa:

a. Satu Kontrak untuk Seluruh Perjalanan

Pengirim berurusan dengan satu penyedia layanan logistik untuk proses pengiriman. Walaupun barang berpindah dari truk ke transportasi lainnya, Pengirim akan tetap mengetahui letak barang dan proses koordinasi menjadi lebih sederhana.

b. Tanggung Jawab Operator dari Awal hingga Akhir

Angkutan multimoda juga menempatkan tanggung jawab pada satu operator. Operator mengelola barang sejak diterima hingga diserahkan kepada penerima. Maka dari itu, pengirim dapat melacak tanggung jawab pengiriman lebih jelas.

c. Kombinasi Moda Transportasi dalam Satu Rute

Terakhir, angkutan multimoda menggabungkan moda transportasi dalam satu rute pengiriman. Perusahaan memakai ombinasi truk, kapal kargo, kereta api atau pesawat untuk distribusi. Kombinasi ini membantu pengiriman lebih fleksibel, efisien dan kondisi medan.

3. Jenis-Jenis Angkutan Multimoda

Kombinasi moda dalam angkutan multimoda biasanya dipilih berdasarkan urgensi pengiriman, efisiensi biaya, dan kondisi geografis tujuan.

a. Kombinasi Darat dan Laut

Kombinasi darat dan laut digunakan untuk pengiriman antarpulau atau antarnegara. Prosesnya truk membawa barang dari titik asal menuju pelabuhan, lalu kapal laut melanjutkan perjalanan ke wilayah tujuan. Selanjutnya, truk kembali mengantar barang dari pelabuhan ke alamat tujuan.

b. Kombinasi Darat dan Udara

Kombinasi darat dan udara cocok untuk pengiriman jarak jauh yang membutuhkan waktu lebih cepat. Perusahaan menggunakan skema ini untuk dokumen penting, produk bernilai tinggi, atau barang yang memiliki batas waktu ketat. Dukungan ini membantu proses pengiriman berlangsung lebih singkat dan terarah.

c. Kombinasi Rel dan Laut

Terakhir, kombinasi rel dan laut sering dipakai untuk membawa dalam jumlah besar. Kereta mengangkut barang dari kawasan produksi atau pusat distribusi menuju pelabuhan besar. Setelah itu, kapal itu melanjut pengiriman ke pelabuhan tujuan.

4. Contoh Penggunaan Angkutan Multimodal

transportasi multimodal
Contoh angkutan multimoda menggabungkan berbagai jenis armada dalam satu perjalanan. Pada dasarnya, transportasi logistik adalah tulang punggung distribusi barang yang membutuhkan koordinasi cermat guna memastikan kelancaran pengiriman dari titik asal hingga ke tujuan akhir dengan efisien.

Proses ini sering kali melibatkan pemindahan barang dari satu moda transportasi ke moda lainnya, serta membutuhkan koordinasi yang cermat untuk memastikan kelancaran pengiriman. Berikut contoh skenario penerapannya.

Sebuah perusahaan di Indonesia ingin mengekspor barang elektronik ke Jerman. Di awal, barang elektronik dikemas dengan aman di dalam kontainer dan diangkut menggunakan kapal laut dari pelabuhan di Indonesia menuju pelabuhan Singapura.

Selama perjalanan ini, penting untuk memastikan dokumen-dokumen ekspor seperti multimoda bill of lading, packing list, sertifikat asal, dan dokumen lainnya telah lengkap dan sesuai dengan persyaratan negara tujuan.

Setibanya di pelabuhan Singapura, barang harus dipindahkan dari kapal pertama ke kapal kedua. Proses transshipment ini memerlukan koordinasi operasional yang matang, termasuk penggunaan pesawat angkat angkut yang tepat untuk memindahkan kontainer dengan aman dan efisien di area pelabuhan.

Dokumen impor juga perlu dipersiapkan untuk mempercepat proses bea cukai saat barang tiba di Rotterdam. Sesampainya di sana, barang kembali dipindahkan. Pada proses ini diperlukan koordinasi yang baik antar berbagai pihak, termasuk operator pelabuhan, perusahaan pengapalan, dan agen bea cukai.

Kapal laut ketiga membawa barang tersebut ke port of discharge Hamburg di Jerman. Selama perjalanan ini, perlu dipastikan bahwa barang tetap aman dan sesuai dengan peraturan pengiriman internasional.

Dalam pengiriman barang elektronik dari Indonesia ke Jerman, bisnis logistik perlu menyiapkan dokumen impor, asuransi, penanganan barang, serta koordinasi antarpihak sejak barang berangkat hingga tiba di gudang Frankfurt. Setelah kapal tiba di pelabuhan Hamburg, barang harus berpindah ke truk untuk pengiriman darat, sehingga setiap tahap membutuhkan visibilitas dan kontrol yang rapi.

Untuk membantu proses tersebut, software logistik ScaleOcean dapat digunakan untuk memantau dokumen, rute, status pengiriman, dan biaya dalam satu sistem terintegrasi. Anda juga dapat mencoba demo gratis agar lebih mudah melihat bagaimana sistem ini mendukung operasional angkutan multimoda secara efisien.

Logistik

5. Manfaat Penggunaan Transport Multimodal

Pemilihan angkutan multimodal adalah solusi yang efektif dalam ekspor impor terutama untuk Anda yang memerlukan fleksibilitas dan ingin mencapai efisiensi dalam waktu pengiriman. Berikut akan dijelaskan lebih lanjut setiap manfaat yang Anda peroleh dari transport multimodal.

a. Efisiensi Waktu Pengiriman

Untuk memaksimalkan efisiensi pengiriman, perusahaan dapat menerapkan strategi manajemen armada transportasi yang tepat. Hal ini membantu pengelolaan armada darat secara real-time, mengoptimalkan rute, dan mengurangi biaya operasional secara signifikan.

Misalnya, pengiriman jarak jauh dapat dilakukan menggunakan kapal kontainer atau udara untuk mengurangi waktu tempuh. Selain itu, perencanaan logistik yang cermat juga memungkinkan pemanfaatan optimal dari backhaul, di mana kapal atau truk tidak kembali dalam keadaan kosong.

Kemudian ketika sampai di negara tujuan, bisa menggunakan transportasi darat. Dengan cara ini, waktu transit keseluruhan dapat diminimalisir sehingga bisa dipastikan barang tiba di tujuan dengan cepat.

Untuk memaksimalkan efisiensi pengiriman, perusahaan dapat memanfaatkan fleet management system terbaik, yang membantu dalam pengelolaan armada transportasi darat secara real-time, mengoptimalkan rute, dan mengurangi biaya operasional.

b. Penghematan Biaya Logistik

Penggunaan transport multimodal juga dapat menghemat biaya logistik secara signifikan. Dengan memilih moda transportasi yang paling ekonomis untuk setiap tahap pengiriman, biaya keseluruhan dapat ditekan.

Misalnya, untuk pengiriman dari pelabuhan satu ke pelabuhan berikutnya, hingga sampai di pelabuhan akhir secara kalkulasi bisa saja lebih murah dibandingkan menggunakan kapal laut yang mengirim langsung ke tujuan akhir.

Ini dikarenakan konsolidasi muatan di hub logistik dapat menurunkan biaya per unit, sehingga total biaya pengiriman menjadi lebih rendah dan lebih terkontrol.

c. Fleksibel & Adaptif dengan Berbagai Kondisi

Angkutan multimoda adalah jenis pengiriman yang cocok untuk Anda yang membutuhkan fleksibilitas dan adaptasi yang cepat dalam proses ekspor impor. Dengan menggabungkan berbagai jenis transportasi, Anda bisa mengatasi perubahan kondisi, seperti cuaca buruk, perubahan jadwal, atau rute yang tidak terduga.

Misalnya, jika ada gangguan di satu moda transportasi, barang dapat dialihkan ke moda lain untuk memastikan pengiriman tetap berjalan lancar.

d. Meningkatkan Kepuasan Pelanggan

Meningkatkan kepuasan pelanggan adalah salah satu tujuan utama dari transport multimodal. Bagi para pelaku bisnis logistik seperti freight forwarder, mampu memastikan pengiriman yang cepat, tepat waktu, dengan biaya yang efisien adalah upaya untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada pelanggan.

Hal ini sangat membantu membangun kepercayaan dan loyalitas mereka. Selain itu, angkutan multimoda juga lebih fleksibel dalam menyesuaikan kebutuhan spesifik pelanggan.

e. Mengurangi Beban Infrastruktur

Transportasi multimoda secara efektif membantu mengurangi kemacetan dengan mengalihkan volume barang dari jalan raya ke moda transportasi lain seperti kereta api atau angkutan laut.

Strategi ini sangat bermanfaat di jalur-jalur padat, di mana pengiriman barang dalam jumlah besar dapat diangkut sekaligus menggunakan kereta api atau kapal, bukan dengan puluhan truk.

Dengan demikian, sistem ini tidak hanya mengoptimalkan efisiensi pengiriman, tetapi juga mengurangi tekanan pada jalan raya. Penggunaan software fleet management scaleocean dapat membantu memantau volume kendaraan logistik secara tepat guna menurunkan risiko kecelakaan di jalur padat.

6. Kekurangan Transportasi Multimoda

Keuntungan Transportasi Multimoda

Namun, meskipun memiliki banyak keuntungan, transportasi multimoda juga memiliki tantangan operasional. Memahami berbagai contohmasalah transportasi dan logistik sangat penting bagi perusahaan untuk menyusun strategi mitigasi yang tepat guna meminimalkan risiko keterlambatan pengiriman.

Hal ini membutuhkan komunikasi yang baik dan perencanaan yang cermat untuk memastikan setiap langkah dalam proses berjalan lancar.

Pengelolaan dokumen juga bisa menjadi rumit karena melibatkan berbagai jenis dokumen dari setiap moda transportasi yang digunakan sehingga harus dikelola dengan teliti agar tidak ada yang terlewat atau keliru.

7. Perbedaan dengan Intermoda

Pada umumnya, istilah multimoda dan intermoda digunakan secara bergantian, padahal keduanya memiliki karakteristik yang berbeda dalam lingkup logistik.

Oleh sebab itu, pahami perbedaannya agar bisnis Anda menggunakan strategi pengiriman yang efisien dan sesuai kebutuhan. Berikut adalah beberapa Perbedaan intermoda dan multimoda:

Transportasi Multimoda

  • Satu Kontrak, Satu Tanggung Jawab: Pada sistem multimoda, seluruh proses pengiriman barang diatur di bawah satu kontrak tunggal dengan satu perusahaan logistik. Ini berarti hanya ada satu pihak yang bertanggung jawab atas seluruh perjalanan barang, dari titik asal hingga tujuan akhir.
  • Proses Lebih Sederhana: Dengan satu titik kontak dan satu kontrak, proses logistik menjadi lebih sederhana dan terpusat, mengurangi kompleksitas koordinasi.

Transportasi Intermoda

  • Banyak Kontrak, Banyak Pihak: Sebaliknya, intermoda melibatkan beberapa kontrak yang berbeda dengan berbagai pihak di setiap tahapan pengiriman. Setiap moda transportasi (misalnya, truk, kapal, kereta api) memiliki kontrak dan pengelola yang terpisah.
  • Koordinasi Lebih Kompleks: Akibatnya, pengirim harus berkoordinasi dengan berbagai pihak yang berbeda, yang dapat meningkatkan kompleksitas dan potensi kesalahan dalam proses pengiriman.

8. Kesimpulan

Transportasi multimoda adalah sistem pengiriman barang yang mengintegrasikan dua atau lebih jenis moda transportasi, namun tetap berada di bawah satu kontrak dan satu dokumen angkutan.

Sistem ini menawarkan solusi yang sangat efisien dan fleksibel untuk memenuhi kebutuhan pengiriman spesifik. Dengan menggabungkan moda transportasi seperti laut, darat, dan udara, angkutan multimoda memungkinkan bisnis logistik untuk mengoptimalkan waktu, menekan biaya, dan meminimalkan risiko keterlambatan atau kerusakan barang.

Meskipun begitu, perlu diingat bahwa proses ini membutuhkan perencanaan dan koordinasi, terutama dalam setiap tahap transisi dan pengurusan dokumen. Untuk mengatasi kompleksitas tersebut, ScaleOcean software logistik hadir untuk mempermudah Anda. Coba demo gratis segera dan rasakan kemudahannya!

FAQ:

1. Apa yang dimaksud dengan transportasi multimoda?

Transportasi multimoda adalah sistem pengangkutan barang yang mengintegrasikan dua atau lebih moda transportasi. Seluruh proses pengiriman dikelola di bawah satu kontrak tunggal, dengan satu operator yang bertanggung jawab penuh dari titik keberangkatan hingga tujuan akhir.

2. Apa saja 4 moda transportasi?

Empat moda transportasi utama adalah darat (truk, kereta api), laut (kapal), udara (pesawat), dan pipa (pipeline).

3. Apa perbedaan intermoda dan multimoda?

Intermoda mengacu pada penggunaan beberapa moda transportasi dengan perpindahan kargo antar moda, sedangkan multimoda adalah sistem pengelolaan pengiriman yang menggunakan berbagai moda transportasi di bawah satu kontrak atau manajemen terpadu

ERP Buat Bisnis Ngebut

Operasional rapi, bisnis makin cepat

ERP Dashboards Demo Gratis
Dekson Sinarmas Bank of China Changi Shalby

Coba Demo Gratis!

Error message
Error message
Error message
Error message
Error message
Error message

Rekomendasi Artikel Terkait

Temukan Artikel Serupa untuk Solusi Bisnis Lebih Lengkap