Proses pengiriman barang yang rumit dan panjang dapat meningkatkan risiko kerusakan maupun hilangnya barang selama proses pengiriman. Tanpa adanya perlindungan dari asuransi pengiriman barang untuk usaha Anda, kekhawatiran tersebut dapat berakibat pada kerugian materi bagi usaha Anda.
Sebagai langkah antisipatif untuk mencegah kerugian tersebut, perlindungan finansial ini berfungsi melindungi aset berharga Anda dari segala macam masalah tak terduga yang bisa terjadi selama perjalanan. Perlindungan ini sangat diperlukan dalam rangka menghindari resiko finansial dan menjamin reputasi yang baik di mata para pelanggan.
Memilih jenis perlindungan yang tepat tentunya akan membantu Anda untuk mengelola setiap resiko pengiriman barang Anda dengan lebih efektif. Artikel ini akan membahas secara lengkap dari apa itu, jenis, sampai manfaat dari asuransi pengiriman barang hanya untuk Anda!
- Asuransi pengiriman barang adalah jenis asuransi yang melindungi secara finansial jika barang rusak atau hilang khususnya jika barang tersebut memiliki nilai yang tinggi, mudah rusak atau berbahaya.
- Biaya asuransi pengiriman ditentukan dengan menghitung nilai dari barang yang dikirim, jaminan perlindungan, dan biaya administrasi perusahaan jasa tersebut.
- Pencairan asuransi mengharuskan kepemilikan resi kirim, bukti harga barang, catatan kondisi barang, bukti pemakaian barang, dan klaim hanya bisa dalam kurun waktu tertentu.
- Layanan software logistik dari ScaleOcean dapat bantu Anda mengelola pengiriman, dokumen, biaya, dan klaim agar risiko distribusi bisnis jauh lebih terkendali.
1. Apa itu Asuransi Pengiriman Barang?
Asuransi pengiriman barang adalah bentuk perlindungan finansial dalam bentuk kompensasi jika paket rusak atau hilang selama proses pengiriman. Biaya preminya juga relatif murah yang berada di kisaran 0,2% dari nilai paket ditambah biaya administrasi, ini tergantung pada kebijakan penyedia jasa.
Asuransi ini sangat kami rekomendasikan jika Anda melakukan pengiriman barang berharga, misalnya peralatan elektronik, dokumen berharga, produk mudah retak, serta produk yang berpotensi mengalami kerusakan selama pengiriman. Tetapi perlu diingat bahwa tiap layanan pengiriman memiliki persyaratan klaim, nilai pertanggungan, dan syarat perlindungan yang berbeda.
Tapi apakah asuransi pengiriman wajib atau opsional? Dalam hal ini, asuransi tersebut bersifat opsional saja. Namun, dalam pengiriman barang yang bernilai tinggi atau mudah rusak serta nilainya jauh di atas ongkos kirim, maka sangat dianjurkan mengasuransikan barang tersebut sebelum dikirimkan.
Menurut artikel dari Forbes, asuransi pengiriman barang, khususnya untuk kendaraan komersial, sangat penting untuk melindungi bisnis dari risiko finansial akibat kerusakan atau kehilangan barang selama proses pengiriman.
Baca juga: Pahami Arti Logistik dan Strategi Pengelolaan Bisnisnya
2. Apa Saja yang Ditanggung Asuransi Pengiriman?
Asuransi pengiriman merupakan perlindungan terhadap risiko kerugian pada barang yang terjadi di luar kendali pengirim, khususnya saat barang tersebut sedang dikirim. Berikut adalah beberapa resiko yang akan ditanggung oleh pihak asuransi saat proses pengiriman berlangsung:
a. Kerusakan Barang
Rusaknya barang antara lain disebabkan oleh kondisi seperti barang pecah, penyok, bocor, atau bahkan barang tersebut rusak sehingga tidak berfungsi setelah diterima. Risiko tersebut mungkin timbul akibat adanya guncangan, penyimpanan, hingga penyok saat proses pengiriman.
Apabila Anda berencana untuk pengiriman bisnis dalam skala besar, ekspor/impor, serta kargo antar pulau, Anda dapat memilih asuransi komersial atau disebut juga marine cargo. Contohnya, seperti asuransi cargo darat untuk pengiriman barang melalui jalur darat atau asuransi muatan truk untuk mencegah risiko kerugian jika terjadi masalah truk terbalik, kecelakaan, bencana alam, hingga kerusuhan.
b. Kehilangan Paket
Selain itu, asuransi juga menanggung kerugian akibat kehilangan barang yang tidak sampai di tangan penerima atau alamat tujuan. Jika barang yang dikirim tersebut dinyatakan hilang oleh pihak ekspedisi dan memenuhi syarat untuk klaim, maka pengirim atau penerima bisa melakukan ganti rugi sesuai dengan pertanggungan asuransi.
c. Pencurian Isi Paket
Pencurian berarti hilangnya, pengurangan atau pertukaran isinya oleh pihak tidak bertanggung jawab pada proses pengiriman. Dalam hal tersebut, klaim akan membutuhkan bukti pendukung dalam bentuk resi, invoice, foto paket, dan laporan dari penyedia jasa kirim.
3. Bagaimana Cara Menghitung Premi Asuransi Pengiriman?
Premi asuransi pengiriman biasanya dihitung dengan menjumlsahkan total nilai barang yang akan dikirim plus biaya administrasi kalau ada. Nilai dari barang tersebut biasa disebut dengan nilai pertanggungan yaitu nilai nominal yang akan diperoleh apabila terjadi kerugian dari paket tersebut baik itu rusak atau hilang.
Mungkin Anda bertanya-tanya jumlah asuransi pengiriman barang berapa persen? Untuk layanan logistik lokal Indonesia, premi asuransi biasanya berkisar antara 0,2%-0,5% dari harga barang tersebut.
Semakin tinggi nilai barang tersebut maka semakin besar pula premi yang harus dibayarkan, tapi masih jauh lebih kecil dibandingkan dengan nilai paket tersebut. Sebagai contoh perhitungan asuransi pengiriman barang:
- Jika nilai barangnya adalah Rp1.000.000 dengan tarif asuransi 0,2%, maka asuransi yang harus dibayar sebesar Rp2.000.
- Jika nilai barangnya adalah Rp1.000.000 dengan tarif asuransi 0,5%, maka asuransi yang harus dibayar sebesar Rp5.000.
Dengan perhitungan ini, pengirim bisa memperkirakan biaya tambahan sebelum mengirim barang.
4. Cara Klaim Asuransi Pengiriman dan Syaratnya

Apabila ada kerusakan atau kehilangan dalam proses pengiriman, Anda dapat mengajukan klaim asuransi kepada perusahaan ekspedisi berdasarkan nilai pertanggungan. Hal ini agar proses klaim dapat berlangsung dengan lancar dan cepat, persiapkan semua bukti yang dibutuhkan dari awal.
a. Simpan Resi dan Nomor Pesanan
Pertama, persiapkan bukti resi, nomor pesanan, atau nomor pengiriman. Bukti ini akan digunakan oleh perusahaan ekspedisi untuk mencari tahu status paket, mengontrol riwayat pengiriman, dan melakukan pengecekan bahwa klaim tersebut benar-benar sesuai dengan proses pengiriman.
b. Siapkan Bukti Nilai Barang
Lampirkan bukti nilai barang tersebut seperti invoice, nota pembelian, atau bukti lain yang berhubungan dengan nilai barang tersebut. Bukti tersebut digunakan sebagai alat untuk menentukan nilai pertanggungan dan menghitung nominal ganti rugi yang harus ditanggung.
c. Dokumentasikan Kondisi Paket
Lakukan dokumentasi foto atau video kondisi paket yang didapatkan saat pertama kali diterima, terutama ketika proses unboxing. Ini bertujuan untuk membuktikan kondisi paket apakah rusak, pecah, bocor, penyok, atau tidak sesuai kondisi pengiriman awalnya.
d. Tunjukkan Bukti Pengemasan
Beberapa ekspedisi juga meminta bukti bahwa barang tersebut telah dikemas dengan cara yang benar berdasarkan standar pengiriman. Untuk itu, dokumentasikan kemasan luar, penunjang packaging, bubble wrap, kardus, atau label fragile jika digunakan.
e. Ajukan Klaim Sesuai Batas Waktu
Setelah semua bukti diperoleh, lakukan komunikasi segera kepada perusahaan ekspedisi atau situs pengiriman untuk mengajukan klaim. Setiap penyedia layanan memiliki batas waktu, prosedur, dan syarat klaim yang berbeda, jadi pastikan Anda mengikuti ketentuan yang berlaku.
5. Mengapa Asuransi Pengiriman Barang Penting?
Asuransi pengiriman barang penting untuk melindungi nilai barang dari risiko kerusakan, kehilangan, atau kendala selama proses distribusi. Dalam layanan logistik, perlindungan ini membantu pengirim mengurangi potensi kerugian finansial ketika barang tidak sampai dalam kondisi sesuai.
a. Perlindungan Produk terhadap Resiko saat Pengiriman
Barang pasti berisiko selama proses pengiriman, baik dalam bentuk kerusakan, hilang, telat, atau pengelolaan yang tidak tepat selama proses transitnya. Dengan adanya asuransi, pihak pengirim tidak akan harus bertanggung jawab atas semua kerugian yang mungkin terjadi, baik untuk barang komersial sampai dangerous goods.
b. Memberikan Ganti Rugi Setara dengan Nilai Barang
Asuransi memudahkan pengirim mendapatkan penggantian kerugian yang sebanding dengan nilai barang yang diasuransikan. Oleh karena itu, penentuan nominal barang yang akurat oleh pengirim menjadi penting supaya proses perhitungan premi, nilai pertanggungan, serta proses klaim menjadi tepat.
c. Menurunkan Risiko Finansial Bisnis
Pada sistem Cost, Insurance, and Freight (CIF), penjual akan bertanggung jawab terhadap biaya barang, asuransi, dan pengiriman hingga ke pelabuhan tujuan. Hal tersebut dapat meminimalkan risiko finansial bagi bisnis pada jika barang mengalami kendala selama perjalanan.
Diluar CIF, ada juga Carriage and Insurance Paid to (CIP) yang menentukan biaya pengiriman dan asuransi sampai titik penerimaan yang telah disetujui sebelumnya. CIP ini bermanfaat bagi perusahaan untuk dapat memahami batas tanggung jawabnya, terlebih lagi ketika barang tersebut diantar melalui batas negara lain atau lebih dari moda.
d. Memperkuat Kepastian Keamanan atas Barang yang Dikirim
Ketika status barang yang ditulis telah berubah menjadi departed dari transit, pengirim akan merasa bahwa barang tersebut semakin dekat dengan tujuan penerimanya. Meskipun begitu, masih ada resiko lainnya yang bisa terjadi saat pengiriman last-mile. Untuk itu, asuransi membantu melindungi barang sampai saat barang tiba di tangan penerima.
e. Membantu Menetapkan Tanggung Jawab dalam Pengiriman
Incoterm akan membantu penjual dan pembeli mengetahui siapa saja yang menanggung risiko dan tanggung jawab dalam proses pengiriman barang secara internasional. Dengan adanya asuransi, setiap pihak yang berkepentingan dapat lebih mudah mengetahui siapa saja yang menanggung biaya pengiriman tersebut.
f. Menjaga Kelancaran Operasional Distribusi
Asuransi membantu dalam memastikan agar ritase pengiriman tidak terpengaruh dengan adanya masalah pada produk tertentu. Apabila kerugian yang dialami masuk dalam persyaratan untuk mendapatkan klaim, maka perusahaan akan dapat memulihkan proses distribusi lebih cepat tanpa mengganggu jadwal pengiriman berikutnya.
Baca juga: Apa itu Freight Forwarding dan Fungsinya bagi Bisnis
6. Contoh Biaya Asuransi Pengiriman Barang Dari Beberapa Ekspedisi
Setiap ekspedisi memiliki syarat dan ketentuan premi, administrasi, maupun klaim asuransi pengiriman barang yang berbeda-beda. Oleh karena itu, pihak pengirim sebaiknya memahami syarat dan ketentuan tersebut sejak awal untuk melindungi nilai barang pengiriman dan proses klaim sesuai prosedur.
Ini beberapa contohnya:
- JNE: Premi asuransi sebesar 0,2% dari harga barang ditambah biaya administrasi Rp5.000 per resi.
- J&T Express: Premi dibandrol sekitar 0,2% dari nilai barang yang tertera pada invoice yang disertakan oleh pihak pengirim.
- Shopee: Menyediakan jaminan pengiriman atas barang yang dibeli melalui kerjasama dengan pihak asuransi.
- Paxel: Memberikan proteksi tambahan bagi paket-paket yang rawan, seperti makanan, barang pecah belah, atau produk bernilai.
- Lalamove: Memberikan asuransi pengiriman dengan premi dimulai dari Rp500 dan nilai pertanggungan mencapai Rp100.000.000, berdasarkan plan yang dipilih oleh pengguna.
7. Jenis Asuransi Pengiriman Barang
Asuransi pengiriman barang dapat dibagi menjadi beberapa jenis yaitu berdasarkan cara pengiriman dan tingkat perlindungan yang ditawarkannya. Di bawah ini akan dijelaskan mengenai setiap jenis asuransi pengiriman dengan seksama:
a. Berdasarkan Jalur Pengiriman
- Asuransi Pengiriman Barang Darat: Melindungi barang dari segala risiko seperti kerusakan, hilang, dan kirim yang salah pada saat dikirim melalui truk, mobil, atau kereta api.
- Asuransi Pengiriman Barang Laut: Memberi perlindungan bagi kargo dari segala risiko cuaca buruk, kebakaran, tenggelam dan gangguan pada saat pemuatan.
- Asuransi Pengiriman Barang Udara: Menerima tanggung jawab atas segala risiko kerusakan dan kehilangan barang saat dikirim melalui pesawat kargo dan penerbangan komersial.
b. Berdasarkan Tingkat Perlindungan
- All Risk atau ICC-A: Perlindungan paling luas terhadap semua risiko kerusakan atau kehilangan barang selama proses pengiriman.
- Total Loss Only atau ICC-C: Melindungi pemilik barang jika barang tersebut lenyap atau rusak total, tetapi tidak memberikan perlindungan kerusakan parsial atau ringan.
- Partial Loss atau ICC-B: Memberikan perlindungan dari kerusakan parsial yang membuatnya sangat cocok untuk pengiriman massal.
Dilansir dari Kementerian Perhubungan, implementasi wajib asuransi pada angkutan laut domestik di Indonesia menghadapi berbagai kendala. Beberapa tantangan utama meliputi manajemen perusahaan pelayaran yang belum optimal, kurangnya pemahaman tentang asuransi, serta belum tegasnya penegakan hukum terhadap pemilik kapal yang tidak mengasuransikan kapalnya.
8. Kesimpulan
Asuransi pengiriman merupakan perlindungan finansial yang bertujuan untuk memperoleh ganti rugi ketika barang rusak, hilang, atau dicuri selama proses pengiriman. Fungsi perlindungan ini adalah untuk membantu perusahaan pengirim menjaga nilai barang, risiko finansial, dan melakukan klaim sesuai persyaratan ekspedisi.
Dalam prakteknya, asuransi pengiriman bisa digunakan baik itu melalui jalur darat, laut, atau udara dengan tingkat perlindungan yang berbeda pula. Perusahaan akan harus menghitung premium, menghasilkan resi, invoice, dokumen paket dan bukti packaging demi kemudahan dalam klaim.
Untuk mempermudah pengiriman, dokumen, informasi produk, dan data klaim, perusahaan Anda bisa memanfaatkan software logistik dari ScaleOcean. Software ini dapat membantu perusahaan untuk monitoring proses distribusi, mengurangi kesalahan administrasi, dan dapat diuji melalui demo gratis.
FAQ:
1. Berapa biaya asuransi pengiriman barang?
Biaya asuransi pengiriman barang umumnya berkisar antara 0,2% hingga 0,35% dari nilai barang, tergantung kebijakan masing-masing ekspedisi. Seperti contohnya perusahaan ekspedisi A yang menerapkan 0,2% dari nilai barang ditambah Rp5.000, sedangkan perusahaan ekspedisi B menetapkan tarif 0,3% dari total nilai barang.
2. Bagaimana cara menghitung biaya asuransi pengiriman?
Biaya asuransi dihitung dengan rumus: (Nilai Barang + Biaya Pengangkutan + 10% dari Total Nilai) × Persentase Premi. Rumus ini digunakan untuk menentukan nilai pertanggungan secara menyeluruh, lalu dikalikan dengan tarif premi asuransi yang berlaku.
3. Bagaimana cara kerja asuransi pengiriman?
Asuransi pengiriman memberikan ganti rugi kepada pengirim jika barang yang diasuransikan hilang, rusak, atau dicuri selama proses pengiriman. Klaim didasarkan pada nilai barang yang dideklarasikan, dan dalam beberapa layanan, perlindungan ini sudah termasuk dalam tarif pengiriman.
4. Kapan sebaiknya mengambil asuransi pengiriman barang?
Sebaiknya dipertimbangkan untuk setiap pengiriman, terutama untuk barang berharga tinggi atau barang yang rentan terhadap kerusakan.










