Dalam pengelolaan pengiriman terutama melalui jalur udara, banyak hal yang harus diperhatikan untuk memastikan proses berjalan lancar, akurat, dan transparan. Salah satu hal yang harus dikelola adalah AWB (Airway Bill). Dokumen bukti pengiriman ini penting untuk dikelola, untuk merinci seluruh barang yang akan dikirim.
Tanpa pengelolaan yang efektif terhadap dokumen AWB, perusahaan 3PL akan sering mengalami masalah seperti keterlambatan, kesalahan data, bahkan kerugian operasional yang dapat meningkat. Untuk itu, di sini akan memberikan pemahaman bagi Anda untuk mengelola seluruh aspek AWB, mulai dari komponen, proses dan contoh penerapan, bagaimana cara melacaknya, apa saja tantangan yang harus diatasi, Pahami di sini selengkapnya!
- Airway bill (AWB) adalah dokumen resmi pengiriman udara yang berfungsi sebagai bukti kirim, kontrak antara pengirim dan maskapai, serta memuat detail dan pelacakan barang.
- Nomor AWB digunakan untuk berbagai keperluan, seperti pemesanan, pemeriksaan status pengiriman, dan pelacakan posisi barang.
- Perbedaan AWB dan Bill of Lading terletak pada moda transportasi dan sifat negosiasinya. AWB untuk udara, tak bisa dinegosiasikan. Bill of Lading untuk laut/darat, bisa ditransfer kepemilikan.
- Software logistik ScaleOcean merupakan sebuah alat yang dapat digunakan untuk membantu dalam proses berjalannya pembuatan dan pengiriman AWB.
1. Apa Itu AWB (Air Waybill)?

Air Waybill atau AWB adalah dokumen pengiriman resmi yang diterbitkan oleh maskapai penerbangan atau perusahaan logistik. Dokumen ini berfungsi sebagai bukti tanda terima barang sekaligus kontrak pengangkutan untuk kargo udara.
Selain itu, AWB juga termasuk dokumen waybill yang membantu mengurangi kesalahan komunikasi antar pihak dalam pengiriman lokal maupun global. Dalam praktiknya, terdapat dua jenis AWB yang umum digunakan, yaitu MAWB dan HAWB.
2. Fungsi AWB pada Pengiriman Kargo Udara
AWB (Air Waybill) atau Surat Muatan Udara (SMU) adalah dokumen yang dikeluarkan oleh maskapai penerbangan atau agen kargo udara untuk memverifikasi dan memantau pengiriman barang melalui jalur udara. Beberapa fungsi AWB adalah sebagai berikut:
a. Bukti Pengiriman Barang
AWB merupakan dokumen penting yang berfungsi sebagai konfirmasi bahwa barang telah diterima oleh pihak pengangkut, baik itu maskapai penerbangan maupun agen kargo. Dengan ini, maka kargo siap untuk diangkut menuju lokasi tujuan yang telah ditentukan. Dengan adanya AWB, pengirim memiliki validasi resmi atas serah terima barang mereka.
b. Kontrak Pengiriman
AWB juga menjadi kontrak resmi antara pengirim dan pengangkut. Dokumen ini secara jelas menjabarkan berbagai ketentuan pengiriman barang, mulai dari rute yang akan dilalui, biaya yang terkait, hingga hak dan tanggung jawab masing-masing pihak. Ini memastikan semua detail disepakati dan dipahami bersama sebelum kargo diberangkatkan.
c. Faktur Pembayaran
Airway bill dapat berperan sebagai faktur untuk jasa pengiriman, yang mengindikasikan siapa yang bertanggung jawab atas pembayaran. Dokumen ini merinci biaya-biaya yang muncul selama proses pengiriman kargo udara. Dengan demikian, AWB mempermudah penagihan dan alokasi biaya pengiriman.
d. Dokumen Bea Cukai
Khusus untuk pengiriman internasional, AWB memiliki fungsi krusial sebagai dokumen yang dibutuhkan dalam proses custom clearance di negara tujuan. Informasi yang tertera pada AWB membantu petugas bea cukai untuk mengidentifikasi dan memproses kargo sesuai regulasi yang berlaku. Kehadiran AWB sangat esensial untuk kelancaran proses importasi dan ekspor.
3. Informasi dalam Airway Bill
AWB biasanya berupa dokumen yang dicetak atau tersedia secara elektronik. Dokumen ini memuat informasi penting seperti nomor AWB, nama dan alamat baik pengirim atau penerima, deskripsi barang, serta rincian biaya dan pajaknya.
Berikut penjelasan lebih lanjut terkait informasi yang termuat dalam airway bill.
a. Nomor AWB
Nomor Air Waybill (AWB) adalah kode unik yang sangat penting dalam alur ekspor barang dengan kargo udara. Kode ini diperlukan mulai dari pemesanan awal hingga pelacakan status dan posisi barang secara real-time. Dengan adanya nomor AWB, Anda bisa dengan mudah memeriksa perjalanan kiriman Anda melalui berbagai platform pelacakan seperti DHL atau Ship24.
Format nomor AWB dapat bervariasi tergantung pada penyedia jasa pengiriman. Sebagai contoh, nomor AWB Paxel umumnya memiliki 27 digit yang merupakan kombinasi huruf dan angka, seperti “LMxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx”. Sementara itu, nomor AWB SAPX Express terdiri dari 16 digit, contohnya “CGK8000012345678”.
b. Detail Informasi Pengirim dan Penerima
Komponen berikutnya AWB adalah detail pada dokumen pengiriman jalur udara, mencakup nama, alamat lengkap, serta informasi kontak pengirim dan penerima barang. Informasi detail pada dokumen ini diperlukan untuk memastikan barang dikirim ke pihak yang tepat sekaligus untuk mempermudah proses administrasi dalam pengiriman kargo udara.
c. Deskripsi Barang
Deskripsi barang menjadi komponen lainnya, yang berisi rincian terkait jenis barang yang dikirim, termasuk termasuk gross weight, dimensi, dan jumlah barang. Komponen AWB format ini diperlukan untuk memastikan barang ditangani sesuai dengan karakteristiknya. Selain itu, juga digunakan oleh pihak bea cukai sebagai acuan untuk memastikan barang yang dikirim sesuai dengan dokumen yang diajukan.
d. Syarat dan Ketentuan Pengangkutan
Syarat dan ketentuan pengangkutan dalam AWB adalah bagian yang mengatur hak dan kewajiban antara pengirim dan maskapai penerbangan. Cakupannya bisa tentang penanganan barang berbahaya, tanggung jawab jika terjadi kerusakan, dan prosedur klaim jika barang hilang. Kerusakan atau kehilangan airway bill dikenal dengan istilah AWB irregularity.
e. Rute Pengiriman
Komponen lainnya AWB adalah rute pengiriman juga perlu ditambahkan dalam dokumen airway bill. Mulai dari bandara keberangkatan, bandara tujuan, hingga beberapa titik transit jika ada.
Dengan adanya detail rute yang jelas tersebut, maka pihak-pihak yang terlibat dapat memantau posisi barang dan mengantisipasi potensi keterlambatan. Begitu juga dengan house bill of lading (HBL) yang mengatur rute pengiriman dalam pengangkutan laut, memastikan barang sampai ke tujuan dengan aman.
f. Biaya Pengiriman
Selanjutnya ada komponen biaya pengiriman yang berisi rincian semua biaya terkait pengiriman barang, mencakup tarif pengangkutan, bea cukai, asuransi, dan biaya tambahan lain yang mungkin diberlakukan. Komponen dibutuhkan untuk menjaga transparansi dalam proses transaksi antara pengirim dan maskapai atau agen logistik.
g. Tanda Tangan Pihak Terkait
Komponen terakhir AWB adalah tanda tangan dari pihak-pihak terkait, mulai dari pengirim, freight forwarder, serta maskapai penerbangan, maka dokumen dianggap telah sah secara hukum. Ini penting untuk memastikan semua pihak sepakat dengan detail yang ada di dalam dokumen.
4. Contoh Format Airway Bill
Di bagian kanan atas dokumen, terdapat informasi maskapai, seperti logo dan nama. Berikutnya, informasi terkait airway bill seperti nama pengirim, alamat kantor, dan nomor resi.
Di bagian kiri atas, tertera informasi pengirim, barang, penerima, bandara asal, dan bandara tujuan. Informasi tanggal dan waktu keberangkatan terletak di bagian bawah, serta tanda tangan pihak yang bertanggung jawab. Untuk lebih detailnya, berikut contoh dari AWB format:

Data untuk dokumen biasanya diinput ke dalam aplikasi logistik terintegrasi untuk memastikan akurasi. Sistem ini juga bisa biasanya terintegrasi dengan sistem bea cukai sehingga Anda tidak perlu berpindah-pindah ke sistem ketika ingin input nomor AWB dan memastikan status pengiriman.
5. Bagaimana Cara Kerja dan Melacak Airway Bill?

Airway bill bekerja sebagai dokumen utama dalam pengiriman udara. Dokumen ini membantu untuk proses pengiriman yang lebih tertata. Bagian ini akan menjelaskan secara detail tentang cara kerja dan tahapannya:
a. Sebagai Bukti Pengiriman
AWB menjadi bukti resmi bahwa barang telah diserahkan kepada pihak pengangkut. Jika terjadi kendala atau perbedaan status pengiriman, dokumen ini dapat digunakan untuk mengonfirmasi bahwa proses pengiriman sudah berjalan sesuai prosedur.
b. Untuk Pelacakan Paket
Setiap AWB memiliki nomor pelacakan yang dapat digunakan pengirim dan penerima untuk memantau perjalanan barang. Melalui nomor airway bill, status pengiriman, lokasi terkini, dan estimasi waktu kedatangan dapat diakses secara lebih mudah.
c. Sebagai Dokumen Bea Cukai
Selain untuk pengiriman, AWB juga membantu proses pemeriksaan bea cukai. Otoritas terkait menggunakan dokumen ini untuk memverifikasi data barang, memastikan kelengkapan dokumen, serta menentukan apakah ada bea masuk atau pajak impor yang harus dibayarkan.
d. Cara Melacak Airway Bill
Untuk melacak AWB, Anda dapat memasukkan nomor pelacakan melalui website atau aplikasi layanan pengiriman udara yang digunakan. Setelah itu, sistem akan menampilkan status barang, proses bea cukai, konfirmasi dokumen, hingga informasi apakah barang sudah siap diambil oleh penerima.
6. Permudah Buat dan Lacak Airway Bill dengan Freight Software ScaleOcean
Software logistik ScaleOcean membantu Anda mengelola pengiriman barang dengan beragam destinasi dan kebutuhan dokumentasi yang kompleks. Dengan sistem yang terintegrasi, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi airway bill sekaligus mengurangi proses manual dalam operasional freight forwarding.
Coba demo gratis yang ditawarkan sekarang juga untuk tahu bagaimana freight forwarding software ScaleOcean bisa secara otomatis mengisi data pengiriman dengan akurasi tinggi. Sistem ini juga terintegrasi dengan CEISA 4.0. Jadi, Anda tidak perlu berganti sistem untuk melacak no airway bill.
Tidak perlu lagi repot dengan metode manual, Anda bisa melihat perkembangan pengiriman secara langsung dengan hanya beberapa klik. Fitur-fitur unggulan freight software ScaleOcean untuk mendukung proses ini antara lain:
- Tracking real-time: Memungkinkan pelacakan pengiriman secara real-time, memberikan Anda informasi terkini tentang status dan lokasi barang.
- Multi-carrier management: Memfasilitasi pengelolaan pengiriman dengan berbagai rute dan maskapai dalam satu platform.
- Integrated document management: Mengelola semua dokumen pengiriman dalam sistem terintegrasi yang mudah diakses.
- Automated notifications & reporting: Menyediakan notifikasi otomatis terkait status pengiriman dan menghasilkan laporan pengiriman secara komprehensif.
Hal ini juga terlihat dari BEUMER Group menggunakan ScaleOcean untuk menyatukan proses bisnis, meningkatkan visibilitas operasional, dan memantau aktivitas proyek secara lebih terukur. Melalui sistem terintegrasi, perusahaan dapat melihat data lintas divisi dengan lebih jelas, sehingga koordinasi pengiriman, dokumen, dan biaya menjadi lebih terkendali.
“Dengan ScaleOcean ERP, kami berhasil mengurangi biaya administrasi hingga 80%, menyelaraskan perencanaan dan realisasi biaya per proyek, serta meningkatkan efisiensi proses secara keseluruhan.”
– Tan Kian Pin, IT Manager BEUMER Group
Baca juga: 3PL Software: Pengertian, Keunggulan, dan fitur Terbaiknya
7. Kesimpulan
Airway bill AWB adalah dokumen penting dalam pengiriman jalur udara yang berfungsi sebagai bukti legal, kontrak pengangkutan, hingga alat pelacakan barang. No AWB adalah dasar untuk pelacakan dan pemantauan pengiriman, dan membantu pelacakan secara real-time dan mempermudah proses administrasi pengiriman.
Namun, mengelola dokumen ini untuk volume pengiriman yang besar dan beragam destinasi bukanlah hal yang mudah. Anda bisa menggunakan software logistik ScaleOcean yang mampu untuk menyederhanakan proses ini lebih mudah dengan kemampuan integrasi dan fitur otomatisnya. Coba demo gratis dan konsultasi dengan tim profesional nya segera untuk dapatkan modul terbaik untuk bisnis Anda.
FAQ:
1. Cara Cek airway bill?
Cek Airway Bill dapat dilakukan secara online melalui situs resmi ekspedisi atau maskapai yang digunakan. Anda hanya perlu memasukkan nomor AWB pada kolom pelacakan, lalu sistem akan menampilkan status pengiriman, lokasi paket, dan estimasi waktu kedatangan.
2. No air waybill apakah sama dengan no resi?
Sebenarnya waybill dengan resi sama tetapi dalam industri logistik, waybill (khususnya awb) adalah dokumen yang rumit dan berlaku pada kargo atau pengiriman berskala internasional/jalur udara.
3. AWB dan BL apakah sama?
Kedua dokumen tersebut sama-sama menjadi dokumen kontrak pengangkutan barang, tetapi digunakan pada moda berbeda. AWB digunakan untuk pengiriman udara, sedangkan B/L untuk pengiriman laut dan dapat berfungsi sebagai bukti kepemilikan barang.










