
Halo, kami siap bantu cari solusi ERP sesuai kebutuhan Anda.
Konsultasi Sekarang
Kehilangan dan keterlambatan barang sering kali terjadi karena kurangnya transparansi jadwal pengiriman, yang mana hal ini berdampak pada penurunan kepuasan pelanggan. Untuk mencegah hal tersebut terjadi, Anda perlu memahami ETA (Estimated Time of Arrival) dan ETD (Estimated Time of Departure) beserta cara melacak barang secara akurat.
ETA dan ETD adalah dua istilah yang seringkali terdengar dalam lingkup logistik. Keduanya merujuk pada prakiraan waktu keberangkatan dan kedatangan barang. Memahami kedua istilah ini dengan benar dapat membantu proses pengiriman logistik agar berjalan secara lebih efisien dan barang sampai tepat waktu.
Melalui pemahaman yang jelas tentang waktu keberangkatan dan kedatangan barang, perusahaan dapat meningkatkan pengelolaan pengiriman, dimana hal ini bisa meingkatkan efisiensi dalam kegiatan pengiriman. Artikel ini akan membahas lebih dalam mengenai apa itu ETA dan ETD serta memberikan cara menghitung beserta contohnya.
ETA (Estimated Time of Arrival) adalah perkiraan waktu atau tanggal kedatangan barang atau kendaraan (seperti truk, kapal, atau pesawat) di lokasi tujuan. Informasi ini berguna bagi penerima barang, agar mereka bisa mempersiapkan proses bongkar muat atau kegiatan distribusi berikutnya.
Di sisi lain, ETD (Estimated Time of Departure) merujuk pada perkiraan waktu atau tanggal keberangkatan kendaraan, seperti kargo, berangkat dari lokasi asal. Bagi pengirim, informasi ini dapat membantu mempersiapkan semua dokumen sebelum hari pengiriman yang dijadwalkan.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, istilah ETA dan ETD dalam pelayaran merujuk pada acuan waktu dalam kegitan logistik dan pelayaran. Namun, keduanya memiliki perbedaan, yakni ETA membantu penerima dalam menyiapkan kedatangan barang, sedangkan ETD menjadi acuan serah terima kargo dari gudang pengirim.
Berikut penjelasan lebih detail mengenai perbedaan ETA dan ETD:
ETA dan ETD bisa berubah karena beberapa hal, baik dari sisi operasional maupun kondisi di lapangan. Faktor seperti cuaca buruk, kemacetan, antrean di pelabuhan, hingga proses kepabeanan dapat memengaruhi ketepatan jadwal pengiriman. Agar lebih mudah dipahami, berikut beberapa faktor yang dapat memengaruhi perubahan ETA dan ETD dalam proses pengiriman:

Dalam operasional KMTC (Kalstar Multi Terminal Cirebon), ETA dan ETD seringkali menjadi acuan dalam mengatur proses logistik serta jadwal pelayaran. Untuk penjelasnnya lebih lanjut, berikut adalah contoh penggunaan ETA dan ETD dalam operasional KMTC:
Bagi KMTC, ETA adalah informasi yang membantu tim logistik untuk menyiapkan kedatangan kapal di Pelabuhan Cirebon. Dengan informasi yang jelas, tim dapat mengatur penempatan dermaga, menyiapkan crane, hingga membagi tenaga kerja sesuai kebutuhan. Hasilnya, operasional logistik peti kemas bisa berjalan lebih optimal.
Lalu, informasi ETA biasanya dibagikan kepada pihak-pihak terkait (pemilik barang, agen kapal, dan bea cukai) melalui arrival notice. Dengan informasi ini, setiap pihak dapat menyiapkan dokumen, mengatur proses pemeriksaan, dan mengambil barang secara tepat waktu. Selain itu, koordinasi di pelabuhan juga menjadi lebih tertata, terutama saat tim perlu menentukan prioritas bongkar muat ketika beberapa kapal tiba secara bersamaan.
ETD membantu KMTC dalam mengatur jadwal keberangkatan kapal dan kelanjutan kegiatan logistik setelah bongkar muat selesai. Dengan mengetahui perkiraan waktu kapal meninggalkan Pelabuhan Cirebon, operator pelabuhan dan pihak kapal dapat menyiapkan proses keberangkatan dengan lebih terencana.
Selain itu, ETD juga membantu penyesuaian jadwal kapal dengan aktivitas pelabuhan lainnya, sehingga lalu lintas operasional tetap berjalan lancar. Bagi pemilik barang, informasi ini memudahkan proses pengiriman darat dan distribusi barang hingga sampai ke tujuan akhir setelah kargo dimuat ke kapal.
Setelah mengetahui apa itu ETA dan ETD dalam pelayaran, ketahui cara menghitungnya. Dalam perhitungan kedua hal ini, Anda perlu mempertimbangkan hal-hal seperti jarak perjalanan, waktu tempuh, kecepatan, hingga kondisi di lapangan seperti lalu lintas, cuaca, dan proses operasional.
Untuk mendapatkan perkiraan waktu kedatangan yang lebih akurat, Anda bisa mengikuti beberapa langkah berikut:
Setelah semua segmen perjalanan dihitung dan semua waktu transfer, penanganan, dan buffer time ditambahkan, maka Anda bisa menggunakan rumus berikut sebagai cara menghitung waktu tempuh pengiriman secara menyeluruh.
ETA Pengiriman = Waktu Keberangkatan + Waktu Tempuh
Sebagai contoh, sebuah kapal berangkat dari Pelabuhan A menuju Pelabuhan B dengan jarak 500 km dan kecepatan rata-rata 25 km/jam. Untuk menghitung waktu perjalanan, dibagi jarak dengan kecepatan: 500 km ÷ 25 km/jam, yang menghasilkan waktu perjalanan 20 jam.
Untuk menghitung ETA, tambahkan waktu perjalanan ke waktu keberangkatan. Misalnya, jika kapal berangkat pada pukul 08:00 dan perjalanan memakan waktu 20 jam, maka ETA kapal di Pelabuhan B diperkirakan pada pukul 04:00 keesokan harinya.
Setelah memahami cara menghitung ETA (Estimated Time of Arrival), pelajari bagaimana cara hitung ETD (Estimated Time of Departure). Perhitungan ETD bergantung pada kesiapan internal dan jadwal eksternal, dengan mempertimbangkan faktor-faktor berikut:
Contohnya, sebuah perusahaan di Indonesia memesan komponen elektronik dari Jepang. Pihak eksportir menginformasikan bahwa barang akan berangkat dari Pelabuhan Tokyo pada tanggal 1 November pukul 10:00 pagi. Ini adalah ETD-nya.
Baca juga: Apa itu Pengiriman Kargo dan Bedanya dengan Reguler?

ETA dan ETD memiliki peran penting dalam proses logistik, sehigga keduanya perlu dipantau secara real-time agar staf logistik dapat segera mengetahui perubahan jadwal. Jika tidak melakukan tracking, perusahaan Anda akan mengalami masalah seperti keterlambatan pengiriman, miskomunikasi, hingga membengkaknya biaya operasional.
Untuk membantu mengatasi hal tersebut, ScaleOcean software freight dapat memudahkan perusahaan dalam memantau ETA dan ETD secara real-time. Dengan sistem ini, tim logistik bisa melihat status pengiriman kapan saja dan dari mana saja, sehingga proses pengiriman lebih mudah dikendalikan, tetap sesuai jadwal, dan berjalan lebih efisien.
Lebih lanjut, Anda juga bisa mencoba demo gratis dan konsultasi dengan tim ahli untuk membantu Anda memahami bagaimana sistem ini bisa diintegrasikan ke dalam proses pengiriman. Fitur-fitur unggulan ScaleOcean yang membantu proses ini meliputi:
Dengan fitur-fitur ini, ScaleOcean freight software membantu mengurangi risiko keterlambatan sekaligus membuat proses pengiriman menjadi lebih transparan bagi semua mitra bisnis.
Baca juga: 5 SOP Pengiriman Barang untuk Meningkatkan Proses Logistik
ETA atau Estimated Time of Arrival adalah perkiraan waktu suatu barang tiba di tujuan. Di lain sisi, ETD atau Estimated Time of Departure adalah jadwal keberangkatan barang dari titik awal pengiriman. Melalui perhitungan ETA yang akurat, penerima barang dapat mempersiapkan proses bongkar, penyimpanan, dan distribusi lanjutan dengan tepat waktu.
Di sisi lain, ETD membantu pengirim untuk mengatur jadwal keberangkatan, armada, tenaga kerja, dan kebutuhan operasional lainnya. jika tidak ada data yang jelas, Perusahaan logistik bisa mengalami keterlambatan, penambahan biaya operasional, hingga ketidakpastian dalam alur pengiriman.
Untuk mengatasi hal tersebut, ScaleOcean software freight mennawarkan fitur pemantauan ETA dan ETD secara real-time dalam satu sistem terintegrasi. Dengan visibilitas pengiriman yang lebih jelas, ScaleOcean membantu tim logistik melalui visibilitas pengiriman yang jelas, sehingga mereka bisa memantau posisi barang dengan mudah, merespons kendala lebih cepat, dan menjaga proses pengiriman tetap lancar. Coba demo gratis sistemnya sekarang untuk tahu lebih lanjut!
ETA, singkatan dari Estimated Time of Arrival, adalah perkiraan waktu kedatangan yang digunakan dalam pengiriman barang atau logistik untuk memprediksi kapan barang akan sampai di tujuan akhir.
ETD (Estimated Time of Departure) adalah perkiraan waktu keberangkatan yang sering digunakan dalam penerbangan, namun juga diterapkan dalam pengiriman barang untuk memperkirakan waktu keberangkatan suatu pengiriman.
ETD (Estimated Time of Departure) adalah perkiraan waktu keberangkatan, sementara STD (Scheduled Time of Departure) adalah jadwal keberangkatan yang pasti.
Vessel ETA menunjukkan perkiraan waktu kedatangan kapal di pelabuhan, sedangkan ETB menunjukkan waktu lebih akurat saat kapal berlabuh.
ETA dan ETD bisa berubah karena berbagai hambatan seperti cuaca buruk, kemacetan, kendala teknis, atau perubahan jadwal. Jika tidak diantisipasi, hal ini bisa menyebabkan keterlambatan pengiriman.