Pembuatan purchase order adalah tahapan penting dalam proses pengadaan barang atau jasa di perusahaan. Dokumen ini tidak hanya digunakan sebagai kontrak mengikat antara pembeli dan pemasok, tetapi juga untuk mencapai transaksi pembelian yang transparan.
Tanpa dokumen PO yang terstruktur dengan baik, proses pembelian bisa jadi kacau dan berdampak buruk bagi operasional dan keuangan bisnis. Misalnya kesulitan melacak barang apa saja yang dikirim, ada ketidaksesuaian pengiriman, hingga harga barang melebihi anggaran perusahaan.
Artikel berikut ini akan menjelaskan dengan detail apa itu purchase order, manfaat, format, dan contoh purchase order dalam perusahaan. Diberikan juga strategi efektif yang bisa Anda terapkan untuk memastikan pembuatan dokumen ini lebih cepat dan akurat.
- Purchase Order (PO) adalah dokumen resmi dari pembeli kepada penjual yang merupakan bukti pemesanan barang atau jasa secara tertulis.
- Fungsi PO termasuk berperan sebagai dokumen pembelian, mengelola ketersediaan barang, mencegah miskomunikasi, melacak pesanan barang, mengatur pembayaran.
- Surat purchase order yang efektif harus memuat detail informasi yang lengkap seperti informasi pembeli dan penjual, nomor PO unik, rincian pesanan, syarat pembayaran, tanggal, serta pengesahan.
- ScaleOcean Purchasing Software memgotomasi pembuatan purchase order dengan cepat, akurat, dan sistematis, memastikan semua komponen penting tercantum dengan tepat.
1. Apa itu Purchase Order (PO)?
Purchase order (PO) adalah dokumen resmi dari pembeli ke penjual untuk memesan barang atau jasa, yang mencakup rincian jenis, jumlah, harga, serta ketentuan pengiriman dan pembayaran. PO berfungsi sebagai bukti tertulis yang mengatur transaksi antara pembeli dan penjual.
Pada umumnya, PO diterbitkan setelah proses pemesanan selesai. Dokumen ini berperan sebagai permintaan pembayaran resmi kepada pembeli atas produk atau layanan yang telah mereka terima.
2. Fungsi Purchase Order bagi Bisnis
Purchase order (PO) adalah dokumen kontrak resmi yang mengikat pembeli dan penjual, mengonfirmasi perjanjian pembelian barang atau jasa dengan syarat yang disepakati. Dalam tata kelola perusahaan modern, prosedur operasional standar purchasing penting untuk memastikan pengelolaan PO konsisten dan sesuai kebijakan. Berikut penjelasan lebih mendalam terkait fungsi purchase order bagi bisnis:
a. Sebagai Kontrak Pembelian
Purchase order (PO) bertindak sebagai dokumen resmi yang mengikat secara komersial setelah diterima dan disetujui oleh vendor. Dokumen ini merupakan hasil dari proses keputusan pembelian yang telah melalui evaluasi harga, kualitas, dan kebutuhan operasional perusahaan.
Selain itu, PO juga secara jelas mencantumkan semua persyaratan yang berkaitan dengan transaksi pembelian. Dokumen ini merinci harga tetap, spesifikasi produk, serta jadwal pengiriman yang telah disepakati kedua belah pihak untuk memastikan proses pemenuhan berjalan tepat waktu dan sesuai perjanjian.
b. Pengelolaan Ketersediaan Barang
PO memberikan gambaran rinci tentang barang apa saja yang akan masuk ke gudang di masa depan (barang yang sedang dalam pesanan). Dalam beberapa kasus, perusahaan juga dapat menggunakan blanket purchase order untuk mengatur pembelian berulang dalam periode tertentu.
Pendekatan ini memungkinkan perusahaan melakukan pemesanan berkala tanpa perlu membuat PO baru setiap kali, sehingga proses pembelian menjadi lebih efisien dan mudah dikelola. Informasi ini sangat vital bagi tim operasional untuk mengelola ketersediaan dengan lebih efisien, memastikan tidak terjadinya overstocking atau understocking.
c. Menghilangkan Miskomunikasi
Karena PO berisi detail produk yang sangat spesifik, seperti Nomor SKU atau model, PO menghilangkan miskomunikasi dalam permintaan pembelian. Hal ini memastikan vendor mengirimkan produk yang tepat sesuai kebutuhan awal dan juga berdasarkan MOQ penyedia, meminimalkan biaya dan waktu retur barang.
d. Melacak Pesanan Barang
Dokumen pembelian adalah fondasi utama bagi proses akuntansi yang dikenal sebagai Three–Way Match. Proses ini memverifikasi bahwa faktur yang diterima cocok dengan kas yang dikeluarkan dan slip penerimaan barang, memastikan pembayaran yang sah.
e. Mengatur Pembayaran
Setiap penerbitan dokumen harus melewati persetujuan internal, yang berfungsi sebagai kontrol RAB (rencana anggaran biaya) pengadaan sebelum dana dikeluarkan. Otorisasi ini memberikan jejak audit dan memastikan bahwa semua pengeluaran didukung oleh dana yang tersedia dan telah disetujui.
Selain itu, perusahaan dapat mencegah terjadinya fenomena maverick spending, yakni kejadian di mana seorang staf melakukan pembayaran di luar guidelines yang telah ditetapkan. Hal ini cenderung dipermudah dengan sistem pengadaan seperti ScaleOcean yang mampu melacak masing-masing PO secara terpusat.
3. Format Isi Surat Purchase Order (PO)
Sebuah surat purchase order yang efektif dan jelas harus mengikuti format standar dan mencantumkan informasi penting untuk memastikan transaksi berjalan lancar dan menghindari potensi kesalahpahaman. Berikut adalah komponen-komponen utama yang umumnya terdapat dalam format purchase order pada umumnya:
- Identitas Kedua Pihak: PO harus mencakup nama, alamat, dan kontak lengkap perusahaan pembeli dan vendor.
- Nomor Identifikasi Unik: Setiap PO harus memiliki nomor unik sebagai referensi pelacakan dan administrasi dokumen transaksi.
- Detail Barang / Jasa: Mencantumkan deskripsi, kuantitas, dan spesifikasi teknis dari barang atau jasa yang dipesan.
- Harga Satuan: Harga jual per unit produk atau layanan yang telah disepakati sebelum adanya perhitungan total.
- Harga Total: Jumlah akhir yang harus dibayarkan pembeli setelah memperhitungkan semua biaya pengadaan dan diskon.
- Ketentuan Pembayaran dan Pengiriman: Menjelaskan metode pembayaran (tempo), jadwal pengiriman yang diharapkan, dan lokasi penerimaan barang.
- Informasi Pajak: Rincian mengenai tarif dan jenis pajak yang dikenakan, seperti PPN, untuk kepatuhan regulasi.
Anda juga dapat menggunakan software purchasing, karena proses ini dapat disederhanakan melalui sistem ini serta mengurangi risiko kesalahan, dan meningkatkan transparansi antara pembeli dan vendor.
4. Cara Membuat Purchase Order
Pembuatan dokumen pembelian yang efektif dan akurat memerlukan kepatuhan terhadap prosedur baku. Proses ini dimulai dari identifikasi kebutuhan internal hingga pengarsipan dokumen, yang semuanya krusial untuk menjaga kontrol pengeluaran dan akuntabilitas. Berikut adalah langkah-langkah terstruktur dalam siklus pembuatan PO:
- Identifikasi Kebutuhan Pengadaan Bisnis: Menentukan secara jelas barang atau jasa apa yang dibutuhkan, berapa jumlahnya, dan kapan harus tersedia.
- Melakukan Pengajuan Internal (Requisition): Mengajukan permintaan pembelian resmi dari departemen yang membutuhkan kepada departemen pengadaan.
- Menggunakan Approved Vendor List (AVL): Memilih calon pemasok dari daftar vendor yang telah disetujui dan memenuhi standar kualitas perusahaan.
- Menentukan Supplier: Memilih vendor terbaik berdasarkan harga, kualitas, syarat pembayaran, dan kemampuan pengiriman.
- Membuat dan Mengirim Purchase Order: Menyusun dokumen PO yang terperinci dan mengirimkannya kepada vendor terpilih untuk konfirmasi pemesanan.
- Menarsipkan PO: Menyimpan salinan PO yang telah disetujui sebagai catatan resmi untuk pelacakan, audit, dan proses pembayaran di masa mendatang.
5. Apa Perbedaan Purchase Order dan Purchase Requisition?
Dalam proses pengadaan, ada beberapa dokumen yang diperlukan selain purchase order. Salah satunya adalah purchase requisition (PR). Lantas apa yang membedakan keduanya?
Purchase requisition adalah dokumen internal yang digunakan oleh departemen dalam perusahaan untuk melakukan pengadaan.
Sedangkan purchase order adalah dokumen eksternal yang dikirim dari tim purchasing perusahaan kepada pemasok setelah PR disetujui. Jadi, bisa disimpulkan bahwa dokumen PR adalah permintaan internal untuk barang atau jasa, sedangkan PO adalah perintah pembelian yang sah dari perusahaan kepada pemasok.
Dalam praktik modern, kedua dokumen tersebut juga berperan penting dalam sistem e-purchasing dan e-katalog. Melalui integrasi digital, proses pengajuan PR hingga penerbitan PO dapat dilakukan secara otomatis dan terdokumentasi, sehingga meningkatkan akurasi, transparansi, serta efisiensi pengadaan perusahaan.
6. Apa Perbedaan Invoice dan Purchase Order?
Memahami perbedaan antara Purchase Order (PO) dan Invoice sangat penting untuk kelancaran arus keuangan. Keduanya adalah dokumen legal dalam transaksi dengan peran, pengirim, dan waktu penerbitan berbeda untuk memastikan akurasi data antara pemesanan dan penagihan. Berikut adalah penjelasan mengenai perbedaan PO dan Invoice:
- Pihak yang Menerbitkan Dokumen: PO diterbitkan oleh pembeli sebagai instruksi kepada vendor. Sedangkan, invoice diterbitkan oleh penjual sebagai dokumen penagihan.
- Waktu Pembuatan dalam Siklus Transaksi: PO dibuat di awal sebagai penguncian pesanan sebelum barang diproses. Akan tetapi, invoice diterbitkan setelah barang dikirim atau jasa selesai diberikan.
- Fungsi Utama bagi Operasional Bisnis: PO berfungsi sebagai kontrak pemesanan dan komitmen pembeli. Di sisi lain, invoice berfungsi sebagai alat penagihan dan bukti utang-piutang.
- Detail dan Fokus Isi Dokumen: PO berfokus pada rincian produk, jumlah, dan instruksi pengiriman. Namun, invoice berfokus pada total biaya, pajak, pelunasan, dan metode pembayaran, serta mencantumkan nomor PO sebagai referensi.
7. Contoh Purchase Order
Untuk memahami lebih lanjut contoh surat purchase order, perhatikan skenario berikut ini. Pada periode tertentu, perusahaan Acme Industri yang bergerak di bidang F&B mengalami kekurangan bahan baku dan diperlukan pengadaan ulang secepat mungkin. Berikut contoh purchase order format sesuai kebutuhan mereka.
Dari contoh purchase order di atas, dapat diketahui bahwa semua informasi penting sudah termuat dalam dokumen. Mulai dari nomor PO, informasi supplier dan pembeli, hingga syarat dan ketentuan pengiriman.
8. Mudahkan Pembuatan PO dengan ScaleOcean Purchasing Software
ScaleOcean Purchasing Software membantu bisnis dalam mengelola pengadaan barang secara lebih efisien dan terorganisir. Dengan sistem yang terintegrasi, pembuatan Purchase Order (PO) kini dapat dilakukan dengan mudah dan cepat tanpa tergantung pada proses manual yang memakan waktu.
Software ini menawarkan berbagai keunggulan, termasuk otomatisasi dalam pembuatan PO yang dapat langsung dikonversi dari Request for Quotation (RFQ). Proses pengadaan menjadi lebih transparan, meminimalkan kesalahan manusia, dan memungkinkan pengawasan real-time atas status PO dan pengiriman barang.
Dengan integrasi yang mulus dengan modul-modul lain seperti pengelolaan inventaris dan anggaran, ScaleOcean memberikan visibilitas menyeluruh atas seluruh proses pengadaan. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk memastikan setiap pesanan diproses tepat waktu dan sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan. Anda dapat coba demo gratisnya untuk melihat langsung cara kerja sistem kami.
Fitur utama ScaleOcean Purchasing Software:
- Automatisasi Proses Pembuatan PO: Setelah permintaan pembelian disetujui, sistem secara otomatis membuat Purchase Order (PO) tanpa perlu input manual, mempercepat proses pengadaan.
- Kustomisasi Format PO: Sistem memungkinkan pengaturan template PO yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik perusahaan, memberikan fleksibilitas lebih.
- Penilaian Vendor Otomatis: Fitur ini secara otomatis memberikan rating kepada vendor berdasarkan kinerja sebelumnya, memudahkan pemilihan vendor terbaik tanpa perlu evaluasi manual.
- Monitoring dan Notifikasi Otomatis: Pengguna dapat memantau status PO secara real-time, dan sistem memberikan notifikasi saat dokumen disetujui atau ditolak, memastikan alur kerja yang lebih efisien.
Baca juga: Purchase Requisition Adalah: Arti, dan Bedanya dengan PO
9. Kesimpulan
Purchase order adalah dokumen penting dalam pengadaan yang membantu Anda mengatur dan memantau pembelian. Selain sebagai bukti resmi, PO juga diperlukan untuk memastikan barang yang dikirim sesuai kebutuhan, anggaran perusahaan, dan memastikan pelaporan keuangan efektif.
Namun, pembuatan PO secara manual rentan human error dan memakan waktu. Anda bisa menggunakan purchasing software ScaleOcean. Otomatisasi, kustomisasi template, dan integrasi yang ditawarkan akan meningkatkan efisiensi bisnis Anda. Dapatkan demo gratis sekarang dan optimalkan pengelolaan pengadaan Anda!
FAQ:
1. Apa itu purchase order?
Purchase order adalah sebuah dokumen resmi yang dikeluarkan oleh sebuah pihak untuk menyatakan keinginan pembelian barang atau jasa dari sang penjual. Dokumen ini berisi identitas kedua pihak, jenis dan jumlah barang, harga satuan dan total, metode pembayaran, dan tenggat waktu.
2. Apa perbedaan PO dan DO?
Seperti yang telah dinyatakan, PO adalah sebuah dokumen yang diberikan oleh pembeli kepada penjual untuk barang atau jasa. Sedangkan delivery order (DO) adalah sebuah perintah dari penjual kepada mitra pengiriman untuk menyerahkan barang kepada pihak pembeli.
3. Apa perbedaan dari purchase order dan invoice?
PO menyatakan bahwa sebuah pihak ingin membeli sekelompok barang atau jasa dari pihak eksternal. Apabila pesanan tersebut diterima dan diselesaikan oleh pihak penjual, maka mereka akan menyusun sebuah faktur atau invoice yang berupa dokumen permintaan pembayaran.
4. Apa yang lebih dulu, PO atau invoice?
Tanpa adanya dokumen pembelian, sang penjual tentunya tidak akan memiliki pesanan yang dapat diselesaikan, sehingga invoice juga tidak dapat dibuat. Jadi, jawaban dari pertanyaan tersebut adalah dokumen PO.














































WhatsApp Tim Kami
Demo With Us



