Perusahaan dagang sering menghadapi masalah klasik stok fisik dan catatan buku tidak pernah benar-benar sinkron. Banyaknya SKU dan pencatatan penjualan yang kurang rapi membuat data mudah berantakan. Akibatnya, tim akuntansi kesulitan memastikan angka yang akurat sejak awal.
Selain itu, proses rekonsiliasi manual menyita waktu dan energi. Akuntan lebih banyak melakukan stock opname dibandingkan analisis, sehingga laporan keuangan kerap “asal jadi” dan kurang mendukung pengambilan keputusan.
Karena itu, perusahaan perlu solusi terintegrasi seperti ERP untuk mencatat mutasi stok secara real-time dan otomatis ke jurnal akuntansi. Lalu, bagaimana sistem ini bekerja dan apa saja manfaatnya bagi operasional bisnis? Artikel ini akan membahasnya lebih lanjut.
- Perusahaan dagang adalah entitas bisnis yang membeli barang jadi dari produsen atau pemasok lalu menjualnya kembali tanpa memproduksinya sendiri.
- Ciri perusahaan dagang meliputi aktivitas membeli dan menjual barang, serta memperoleh keuntungan dari selisih antara harga jual dan harga beli.
- Terdapat berbagai jenis akun penting dalam perusahaan dagang, seperti akun penjualan, pembelian, HPP, retur, potongan, serta akun beban operasional.
- Software akuntansi terbaik ScaleOcean dapat membantu menyederhanakan dan mengotomatiskan proses akuntansi, dari pencatatan hingga penyusunan laporan keuangan.
1. Pengertian Perusahaan Dagang
Perusahaan dagang adalah sebuah jenis perusahaan yang menjual barang jadi yang telah dipesan dan diproduksi oleh supplier yang telah ditentukan. Jenis perusahaan ini seringkali dipertemukan dalam kehidupan sehari-hari, yakni berupa toko di pusat belanja, supermarket, atau bahkan toko serbaguna.
Perusahaan dagang berbeda dengan perusahaan manufaktur karena tidak memproduksi barang sendiri. Fokus akuntansi perusahaan dagang adalah membeli, menyimpan, dan menjual produk kepada konsumen atau pelanggan akhir, sehingga pengelolaan persediaan dan harga jual menjadi kunci keberhasilan bisnis.
Bisnis ritel di Indonesia memainkan peran vital dalam perekonomian, terutama dalam sektor perdagangan. Menurut data dari Data Indonesia, pada tahun 2022 terdapat 144.354 perusahaan di sektor perdagangan, meningkat 9,85% dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca juga: Apa itu Peak Season Audit, Dampak dan Strategi Menghadapinya
2. Ciri-ciri Perusahaan Dagang

Untuk memahami lebih jelas karakteristik perusahaan dagang, penting melihat bagaimana mereka menjalankan operasionalnya. Ciri-ciri utama ini mencerminkan perbedaan mendasar dengan perusahaan manufaktur, mulai dari cara memperoleh barang hingga strategi menghasilkan keuntungan:
a. Tidak Memproduksi Barangnya Sendiri
Seperti yang telah dinyatakan sebelumnya, perusahaan dagang adalah perusahaan yang tidak memproduksi barang jualnya sendiri. Melainkan, segala barang yang dijual-belikan adalah produk jadi dari produsen, baik produk tersebut termasuk pesanan khusus atau bukan.
b. Membeli dan Menjual
Perusahaan dagang membeli barang dari produsen atau distributor lalu menjualnya kembali ke pelanggan. Aktivitas ini melibatkan pengelolaan persediaan, harga, dan strategi penjualan agar barang tersalur efisien dan sesuai kebutuhan pasar.
c. Mendapatkan Keuntungan dari Margin Harga
Keuntungan diperoleh dari selisih harga beli dan harga jual. Margin ini menentukan laba perusahaan, membantu menyeimbangkan daya saing, menarik pelanggan, dan memastikan operasi bisnis tetap menguntungkan. Harga jual yang ditentukan telah memfaktorkan biaya operasional seperti gaji karyawan dan sewa bangunan.
d. Memiliki Persediaan Barang Dagang
Persediaan menjadi aset utama yang harus dikelola dengan baik. Jumlah, kualitas, dan nilai persediaan akan memengaruhi kemampuan perusahaan untuk memenuhi permintaan konsumen secara konsisten. Tanpa persediaan yang memadai, peluang penjualan dapat hilang.
Pengelolaan persediaan juga berkaitan langsung dengan risiko seperti barang kadaluwarsa, rusak, atau tidak laku. Karena itu, perusahaan perlu menerapkan metode pencatatan yang rapi, seperti periodic inventory system, serta perputaran stok yang cepat untuk menjaga nilai persediaan tetap optimal.
e. Memerlukan Gudang atau Penyimpanan Barang
Perusahaan dagang membutuhkan ruang penyimpanan, seperti gudang atau etalase, untuk menjaga kualitas barang tetap layak jual. Besarnya ruang tergantung skala usaha, dengan perusahaan grosir memerlukan sistem penyimpanan lebih kompleks, sementara toko kecil cukup dengan ruang terbatas dan pengaturan stok yang rapi.
f. Aktivitas Bisnis Meliputi Pembelian, Pengelolaan Stok, dan Penjualan
Perusahaan dagang mengelola pembelian, penyimpanan, dan penjualan barang yang lebih kompleks dibandingkan sektor jasa. Agar operasi lancar, perusahaan harus mengelola stok, memasarkan barang, dan mencatat transaksi dengan baik untuk menghindari penumpukan atau kehabisan stok.
3. Jenis-Jenis Perusahaan Dagang
Perusahaan dagang dapat dikelompokkan berdasarkan berbagai aspek, mulai dari jenis produk yang dijual, jenis konsumennya, hingga skala usahanya. Pengelompokan ini membantu memahami karakteristik operasional setiap jenis perusahaan serta strategi bisnis yang tepat untuk masing-masing kategori. Selain itu, pemahaman persamaan dasar akuntansi penting untuk memastikan setiap perubahan persediaan tercatat akurat dalam laporan keuangan.
Di bawah ini adalah pembagian jenis perusahaan dagang yang paling umum digunakan dalam dunia bisnis:
a. Berdasarkan Jenis Produk
Berdasarkan jenis produk, perusahaan dagang mencakup berbagai macam barang yang diperdagangkan, mulai dari produk konsumen hingga barang industri. Berikut adalah beberapa contoh jenis produk yang sering dijual oleh perusahaan dagang:
- Barang Konsumsi: Perusahaan barang konsumsi menjual produk yang langsung digunakan oleh masyarakat, seperti makanan dan pakaian. Produk ini memiliki perputaran cepat, sehingga manajemen stok yang ketat sangat penting. Tantangannya adalah margin keuntungan tipis dan persaingan harga yang ketat.
- Barang Produksi atau Mentah: Perusahaan barang produksi atau mentah menjual bahan baku untuk industri lain, seperti kayu atau bahan kimia. Pembeli utamanya adalah produsen, dan perusahaan mengandalkan kontrak jangka panjang. Permintaan cenderung stabil, meskipun modal yang dibutuhkan besar.
- Barang Setengah Jadi: Perusahaan barang setengah jadi menjual produk yang belum siap digunakan konsumen akhir, seperti kain atau komponen elektronik. Produk ini penting dalam rantai produksi, dengan tantangan menjaga kualitas dan pasokan yang konsisten untuk klien.
- Barang Jadi: Perusahaan barang jadi menjual produk akhir yang siap pakai, seperti elektronik atau perabotan. Produk ini langsung dijual ke konsumen atau retailer, dengan tantangan utama pada persaingan merek dan pemahaman preferensi konsumen.
b. Berdasarkan Jenis Konsumen
Berdasarkan jenis konsumen, perusahaan dagang melayani berbagai segmen pasar, mulai dari konsumen individu hingga bisnis. Berikut adalah beberapa contoh jenis konsumen yang dilayani oleh perusahaan dagang:
- Grosir (Wholesaler): Perusahaan grosir membeli barang dalam jumlah besar langsung dari produsen dan menjualnya kembali ke perantara atau pelaku usaha lain. Harga yang ditawarkan lebih rendah karena transaksi dilakukan dalam volume besar, namun tantangannya adalah biaya penyimpanan yang tinggi dan fluktuasi permintaan dari pengecer.
- Pengecer (Retailer): Retailer menjual barang langsung kepada konsumen akhir dalam jumlah kecil, seperti toko kelontong, minimarket, atau specialty store. Keberhasilan perusahaan bergantung pada lokasi, pelayanan, pengalaman pelanggan, dan kemampuan mengelola stok agar tetap relevan dengan kebutuhan pasar.
- Distributor atau Perantara: Distributor membeli produk dalam jumlah besar dari produsen atau grosir, lalu menjualnya dalam jumlah sedang kepada retailer. Mereka mengelola distribusi di wilayah tertentu, dengan tantangan menjaga efisiensi logistik dan transportasi sambil mempertahankan margin keuntungan yang sehat.
c. Berdasarkan Skala Usaha
Berdasarkan skala usaha, perusahaan dagang dapat dibedakan menjadi berbagai jenis, mulai dari usaha kecil hingga perusahaan besar. Berikut adalah beberapa contoh skala usaha yang sering dijumpai dalam perusahaan dagang.
- Perusahaan Dagang Kecil: Perusahaan dagang kecil memiliki modal terbatas dan jangkauan penjualan yang kecil. Kelebihannya adalah fleksibilitas tinggi, namun tantangannya adalah daya saing yang kuat dan stok terbatas.
- Perusahaan Dagang Menengah: Perusahaan dagang menengah memiliki modal lebih besar dan distribusi lebih luas. Tantangannya terletak pada pengelolaan karyawan dan kebutuhan modal tambahan untuk ekspansi.
- Perusahaan Dagang Besar: Perusahaan dagang besar mengelola ribuan produk dan jaringan logistik luas. Keunggulannya adalah efisiensi distribusi, namun harus menghadapi risiko tinggi dan persaingan ketat.
4. Contoh Perusahaan Dagang (Skala Besar dan Kecil)
Contoh Perusahaan Dagang (Skala Besar dan Kecil) mencakup berbagai jenis usaha, mulai dari perusahaan dengan skala kecil yang mengelola penjualan terbatas hingga perusahaan besar dengan jaringan distribusi yang luas. Berikut adalah beberapa contoh perusahaan dagang skala besar dan kecil.
a. Contoh Perusahaan Dagang dengan Skala Besar
Perusahaan dagang skala besar biasanya memiliki jaringan distribusi yang luas, sistem operasional yang modern, serta cabang yang tersebar di berbagai daerah. Berikut adalah beberapa contoh perusahaan dagang skala besar yang berperan penting di pasar:
- Alfamart: Alfamart adalah jaringan minimarket besar di Indonesia dengan ribuan cabang dan sistem distribusi luas. Selain menjual produk, Alfamart juga menawarkan layanan digital seperti pembayaran tagihan dan pembelian voucher.
- Indomaret: Indomaret merupakan pesaing utama Alfamart dengan ribuan jenis produk dan jaringan cabang yang luas. Teknologi logistik dan manajemen persediaan memastikan ketersediaan barang di seluruh cabangnya.
- Transmart: Transmart menggabungkan konsep supermarket, department store, dan pusat hiburan dalam satu lokasi. Perusahaan ini menawarkan berbagai kategori barang dengan sistem rantai pasok yang kuat dan gudang besar.
- Azko: Azko menjual perlengkapan rumah, alat pertukangan, dan produk dekorasi dengan fokus pada barang non-konsumsi. Perusahaan ini mengandalkan toko online dan pengiriman untuk memperluas jangkauan pelanggan.
- Hypermart: Hypermart adalah supermarket besar yang menawarkan kebutuhan pokok dan barang rumah tangga dalam skala besar. Mereka mengelola ribuan produk dan menawarkan strategi harga kompetitif serta promo untuk menarik pelanggan.
b. Contoh Perusahaan Dagang dengan Skala Kecil
Perusahaan dagang skala kecil umumnya beroperasi dengan modal terbatas dan melayani kebutuhan masyarakat di lingkungan sekitar. Berikut adalah beberapa contoh perusahaan dagang skala kecil yang berperan di pasar lokal:
- Toko Kelontong: Toko kelontong menjual kebutuhan harian seperti makanan ringan dan bahan rumah tangga dalam jumlah kecil. Keunggulannya adalah kedekatannya dengan konsumen lokal, meski dengan modal terbatas dan persaingan dari minimarket besar.
- Toko Elektronik Kecil: Toko elektronik kecil menjual barang seperti kipas angin dan gadget dalam jumlah terbatas. Tantangan terbesar adalah persaingan dengan marketplace online, meski mereka tetap bergantung pada kualitas barang dan pelayanan yang baik.
- Toko Pakaian: Toko pakaian kecil menyediakan pakaian sehari-hari dengan variasi terbatas. Lokasi yang strategis sangat berpengaruh pada keberhasilan usaha ini, terutama di pasar tradisional atau pusat keramaian.
- Pedagang Sayur: Pedagang sayur menjual produk segar seperti sayuran dan buah dengan masa simpan pendek. Mereka berperan penting di perumahan dan pasar tradisional, dengan keunggulan fleksibilitas harga dan produk segar setiap hari.
- Pedagang Sembako: Pedagang sembako menjual kebutuhan pokok seperti beras, minyak, dan gula. Usaha ini memiliki permintaan stabil, namun pedagang harus pintar mengatur modal dan stok untuk menghindari kerugian akibat fluktuasi harga pasar.
5. Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang

Siklus akuntansi perusahaan dagang adalah rangkaian proses sistematis untuk mencatat, mengelola, dan melaporkan transaksi keuangan yang berkaitan dengan aktivitas jual beli barang dagang agar laporan keuangan akurat dan mencerminkan kondisi usaha sebenarnya.
Tahapan siklus akuntansi perusahaan dagang:
- Analisis transaksi: Menilai setiap bukti transaksi seperti faktur atau nota untuk menentukan dampaknya terhadap posisi keuangan perusahaan.
- Pencatatan dalam jurnal: Mencatat transaksi ke jurnal umum atau jurnal khusus agar data keuangan terdokumentasi rapi dan sistematis.
- Posting ke buku besar: Memindahkan data dari jurnal ke akun-akun di buku besar untuk mengelompokkan transaksi sesuai jenisnya.
- Penyusunan neraca saldo: Menyusun daftar saldo akhir tiap akun guna memastikan keseimbangan antara sisi debet dan kredit.
- Jurnal penyesuaian: Melakukan penyesuaian atas akun tertentu di akhir periode, misalnya untuk persediaan atau biaya yang masih harus dibayar.
- Laporan keuangan: Menyusun laporan laba rugi, perubahan modal, neraca, dan arus kas untuk menunjukkan hasil dan posisi keuangan perusahaan.
- Jurnal penutup: Menutup akun pendapatan dan beban agar saldo dapat dimulai dari nol pada periode akuntansi berikutnya.
- Neraca saldo setelah penutupan: Mengecek kembali keseimbangan buku besar setelah akun nominal ditutup.
- Jurnal pembalik (opsional): Membalik jurnal penyesuaian tertentu agar pencatatan awal periode berikutnya menjadi lebih mudah dan efisien.
Pada akhir periode akuntansi, neraca percobaan disiapkan untuk memverifikasi keseimbangan debet dan kredit di buku besar. Proses ini sering kali lebih efisien jika dilakukan menggunakan aplikasi pembukuan keuangan perusahaan, yang membantu meminimalkan adanya human error.
Untuk memperlancar siklus perusahaan dagang, Anda dapat menggunakan Software Akuntansi ScaleOcean. Sistem ini dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan unik usaha Anda. Software ini juga dilengkapi dengan fitur integrasi tak terbatas serta pengguna tak terbatas. Vendor ini menawarkan demo gratis dan konsultasi gratis untuk menunjukkan kemampuan software ini secara langsung kepada Anda.


6. 11 Jenis Akun dalam Perusahaan Dagang
Akun akun perusahaan dagang memiliki jenis yang cukup berbeda dengan perusahaan lainnya. Berikut penjelasan detail dari masing-masing akun tersebut.
1. Akun Pembelian
Akun ini berfungsi untuk mencatat semua pembelian barang dagangan yang dilakukan oleh perusahaan. Transaksi yang dicatat dalam akun ini termasuk total harga pembelian, pajak pembelian, dan biaya terkait lainnya. Akun pembelian juga digunakan untuk menghitung harga pokok penjualan (HPP) dan membantu dalam mengelola persediaan.
2. Akun Retur Pembelian
Akun retur pembelian mencatat barang yang dikembalikan ke pemasok karena rusak, salah kirim, atau tidak sesuai pesanan. Pencatatan ini membantu menyesuaikan pembelian bersih, menjaga keakuratan HPP, dan memudahkan kontrol persediaan. Masing-masing transaksi yang tercatat kemudian akan dimasukkan ke dalam jurnal retur pembelian bisnis.
3. Akun Potongan Pembelian
Mirip dengan potongan tunai, fungsi akun potongan pembelian adalah untuk mencatat diskon yang diperoleh perusahaan ketika membayar kepada pemasok di waktu yang lebih awal. Diskon ini kemudian mengurangi biaya pembelian barang dan dapat mempengaruhi perhitungan harga pokok penjualan.
4. Akun Beban Angkut Pembelian
Akun ini mencatat semua biaya pengiriman dan transportasi barang dari pemasok ke perusahaan. Beban angkut pembelian dimasukkan ke perhitungan HPP agar mencerminkan total biaya perolehan barang, serta memudahkan analisis biaya logistik dan pengelolaan anggaran operasional yang selaras dengan prinsip persamaan dasar akuntansi.
5. Akun Penjualan
Akun ini mencatat semua pendapatan yang diperoleh dari penjualan barang atau jasa, termasuk pajak dan biaya tambahan. Dalam akuntansi perusahaan, akun penjualan penting untuk mengukur kinerja dan menghitung laba kotor, serta mengidentifikasi sumber pengeluaran.
6. Akun Retur Penjualan
Selanjutnya, ada akun retur penjualan yang digunakan untuk mencatat pengembalian barang oleh pelanggan atau kredit yang diberikan kepada pelanggan untuk penjualan yang dibatalkan. Akun retur penjualan mengurangi total pendapatan penjualan dan penting untuk menghitung pendapatan bersih.
7. Akun Potongan Penjualan
Akun potongan penjualan mencatat diskon yang diberikan kepada pelanggan, baik karena pembayaran cepat atau promosi tertentu. Hal ini mengurangi total pendapatan penjualan, membantu menghitung pendapatan bersih, dan menjadi indikator efektivitas strategi harga dan penjualan perusahaan.
8. Akun Beban Angkut Penjualan
Akun ini mencatat biaya pengiriman barang ke pelanggan, termasuk ekspedisi dan jasa kurir. Beban angkut penjualan mempengaruhi laba bersih, sehingga pencatatan yang rinci membantu evaluasi margin keuntungan dan perencanaan biaya distribusi yang lebih efisien.-
9. Akun Harga Pokok Penjualan (HPP)
Jenis akun akun perusahaan dagang berikutnya ada akun harga pokok penjualan. Jurnal akuntansi ini juga digunakan untuk mencatat biaya langsung yang terkait dengan barang yang dijual.
Termasuk juga biaya pembelian barang, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead yang dapat diatribusikan langsung ke proses penjualan. Akun harga pokok penjualan penting untuk menentukan laba kotor dari penjualan.
10. Akun Persediaan Barang
Selanjutnya, ada akun persediaan untuk mencatat nilai total barang yang dimiliki perusahaan dan siap untuk dijual. Transaksi ini juga termasuk pembelian barang baru dan pengurangan barang karena penjualan.
Kode akun akuntansi dalam jenis ini penting untuk mengelola persediaan, serta dibutuhkan untuk mengelola stok barang dan menghitung harga pokok penjualan pada akhir periode akuntansi. Akun Beban Pemasaran
Akun ini mencatat semua biaya yang berkaitan dengan kegiatan pemasaran dan promosi perusahaan. Contohnya biaya iklan, gaji tenaga penjualan, biaya pameran, dan biaya promosi lainnya. Akun beban pemasaran penting untuk mengelola dan mengontrol biaya pemasaran serta untuk mengukur efektivitas kegiatan pemasaran.
11. Akun Beban Administrasi dan Umum
Akun ini digunakan untuk mencatat biaya operasional yang tidak langsung berhubungan dengan kegiatan penjualan, seperti gaji karyawan, sewa kantor, dan biaya lainnya. Pengeluaran ini penting untuk mendukung kelancaran operasional perusahaan secara keseluruhan dan memastikan bahwa aktivitas non-penjualan tetap berjalan efektif.
Dengan menggunakan sistem akuntansi perusahaan yang terintegrasi, perusahaan dapat memperoleh visibilitas yang lebih baik dalam hal pengelolaan biaya dan memastikan bahwa anggaran yang digunakan memaksimalkan hasil. Sistem ini memudahkan pelacakan pengeluaran, meningkatkan akurasi lapkeu, dan mendukung pengambilan keputusan.
8. Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Dagang
Setiap akun dalam perusahaan dagang memiliki peran penting dalam pembuatan laporan keuangan, seperti akun penjualan yang menunjukkan pendapatan dan harga pokok penjualan yang mencatat biaya langsung barang yang dijual.
Data dari akun-akun ini, yang tercatat dalam chart of account, digunakan untuk menghitung laba kotor, laba bersih, serta untuk menyusun neraca yang mencerminkan posisi keuangan perusahaan. Ketepatan dan akurasi pencatatan akun ini sangat mempengaruhi laporan keuangan dan keputusan strategis yang diambil oleh stakeholder.

Dalam contoh di atas, akun-akun perusahaan dagang digunakan agar laporan menjadi lebih lengkap. Misalnya akun penjualan merekam total pendapatan yang dihasilkan dari penjualan barang atau jasa. Dalam contoh tersebut, akun ini menunjukkan balance akuntansi sejumlah Rp150,000,000.
Contoh lain ada akun harga pokok penjualan yang mencatat total biaya langsung yang dikeluarkan untuk memproduksi barang atau jasa yang dijual oleh perusahaan. Dalam kasus ini, biayanya adalah Rp90,000,000. Dalam melakukan analisis keuangan, akun penjualan dan harga pokok penjualan merupakan dua akun yang sangat penting.
Baca juga: Akuntansi Forensik: Perannya dalam Menyelesaikan Sengketa Hukum
9. Kesimpulan
Akuntansi perusahaan dagang adalah proses sistematis yang mencatat, mengelola, dan melaporkan transaksi keuangan yang terjadi dalam aktivitas jual beli barang dagang. Beberapa jenis akun perusahaan dagang adalah akun penjualan, pembelian, harga pokok penjualan, retur, dan persediaan, yang merepresentasikan aktivitas utama operasional bisnis dagang.
Setiap akun harus dikelola dengan akurat agar laporan keuangan yang dihasilkan dapat mencerminkan kondisi sebenarnya dan menjadi dasar pengambilan keputusan strategis. Untuk itu, perlu software akuntansi sehingga proses pencatatan dan pelaporan keuangan lebih optimal.
Dengan software akuntansi ScaleOcean, perusahaan dagang dapat mengotomatisasi pencatatan transaksi, memantau arus kas, mengelola persediaan, hingga menyusun laporan keuangan secara real-time. Anda bisa mencoba demo gratis untuk tahu lebih lanjut fitur dan langkah kerja sistem tersebut.
FAQ:
1. Apa saja macam-macam akun perusahaan dagang?
Akun-akun perusahaan dagang mencakup:
1. Akun penjualan
2. Account persediaan
3. Rekening pembelian
4. Catatan potongan pembelian
5. Akun potongan penjualan
6. Account retur penjualan
7. Rekening beban pemasaran
8. Catatan beban administrasi dan umum
9. Akun harga pokok penjualan
2. Mengapa siklus akuntansi perusahaan dagang pada umumnya lebih lama dibandingkan dengan perusahaan jasa?
Siklus akuntansi perusahaan dagang cenderung lebih panjang dibandingkan perusahaan jasa karena melibatkan proses pembelian, penyimpanan, dan penjualan barang dagang.
3. Apa saja transaksi khusus yang dapat terjadi pada perusahaan dagang?
Transaksi khusus pada perusahaan dagang meliputi aktivitas pembelian dan penjualan barang dagang, termasuk retur, potongan harga, biaya angkut pembelian maupun penjualan, serta pencatatan persediaan barang dagangan.




