Setiap kesalahan dalam rantai pasok, mulai dari keterlambatan pembelian bahan baku, salah prediksi permintaan, hingga miskomunikasi dengan supplier dapat membawa kerugian besar. Tidak hanya biaya operasional yang membengkak, tetapi juga peluang pasar dapat hilang begitu saja karena produk tidak tersedia tepat waktu.
Untuk mengatasi hal ini, perusahaan membutuhkan software supply chain management (SCM). Dengan sistem yang terintegrasi, perusahaan dapat lebih mudah melihat kondisi stok, penjualan, hingga pembelian dalam satu tampilan terintegrasi. Hal ini akan berdampak pada keputusan bisnis karena berbasis data akurat.
Namun, memilih aplikasi SCM tidak bisa sembarangan. Setiap perusahaan memiliki kebutuhan unik. Salah memilih software akan berakibat fatal bagi operasional. Karena itu, dalam artikel ini telah dirangkum 23 rekomendasi software SCM terbaik di Indonesia yang dapat menjadi referensi bagi Anda. Beberapa contoh sistem yang populer adalah ScaleOcean, Oracle, SAP, Dynamics, Blue Yonder, Infor, E2open, Kinaxis.
- Software SCM adalah sistem untuk mengelola rantai pasokan dari pengadaan hingga distribusi, dengan tujuan meningkatkan efisiensi, visibilitas, dan menekan biaya operasional.
- Beberapa contoh aplikasi SCM yang banyak digunakan di Indonesia adalah ScaleOcean, SAP SCM, Oracle, Blue Yonder, dan Odoo SCM.
- Tantangan implementasi SCM seringkali karena biaya implementasi dan pemeliharaan, kerumitan integrasi dengan sistem lama, kebutuhan pelatihan intensif, serta kesulitan beradaptasi.
- ScaleOcean adalah vendor terpercaya yang menawarkan solusi unggulan untuk mengoptimalkan seluruh proses rantai pasok bisnis.
Apa itu Software SCM (Supply Chain Management)?
Software Supply Chain Management (SCM) adalah sistem yang digunakan untuk mengelola alur rantai pasokan, mulai dari pengadaan bahan baku hingga distribusi produk jadi. Fungsi SCM platform mencakup perencanaan persediaan, manajemen inventaris, pelacakan produk, serta kolaborasi dengan supplier.
Aplikasi SCM menyajikan data real-time yang membantu perusahaan meningkatkan efisiensi, menekan biaya operasional, dan memperkuat visibilitas. Informasi ini mendukung keputusan strategis produksi, reorder, pemilihan pemasok, serta jadwal distribusi agar lebih responsif terhadap perubahan pasar.
Untuk cara menggunakan software SCM (Supply Chain Management) mencakup rangkaian langkah terstruktur, milai dari konfigurasi awal hingga operasional sehari-hari. Sistem ini dibuat untuk mengotomatisasi dan menyempurnakan alur produk dan layanan, dari pemasok hingga pelanggan akhir.
Baca juga: https://scaleocean.com/id/blog/industri/cold-chain-logistics
Rekomendasi 23 SCM Software untuk Bisnis di Indonesia 2026
Sebagai solusi perangkat lunak untuk manajemen rantai pasokan, supply chain management software mengelola seluruh proses, mulai dari pengadaan bahan baku, produksi, hingga distribusi produk ke pelanggan. Sebelum memilih, penting menilai kelebihan dan kekurangan software SCM agar sesuai kebutuhan proses, skala, dan kontrol operasional.
Beberapa aplikasi SCM yang populer termasuk ScaleOcean, Oracle SCM, SAP SCM, Microsoft Dynamics 365, Blue Yonder, Infor, dan Zoho. Untuk lebih detail, berikut penjelasan beserta kelebihan dan kekurangan software SCM Indonesia ini:
1. SCM Software ScaleOcean

ScaleOcean SCM system membantu Anda memantau stok secara akurat, mengelola penjualan lebih efektif, serta mengoptimalkan proses pembelian sesuai kebutuhan aktual. Dengan demikian, biaya operasional lebih terkendali, dan keputusan bisnis dapat diambil lebih cepat dan tepat karena berbasis data real-time.
ScaleOcean, yang dikembangkan oleh tim internal di Indonesia tanpa agen atau pihak ketiga, menawarkan dukungan penuh, layanan responsif, dan fleksibilitas tinggi untuk menyesuaikan sistem dengan kebutuhan bisnis Anda. Dengan konsultasi dan demo gratis, Anda dapat mengevaluasi manfaat software ini sebelum implementasi penuh.
Fitur unggulan Software SCM ScaleOcean:
- Inventory management real-time: Memantau ketersediaan stok secara langsung dengan pembaruan otomatis sehingga risiko kehabisan barang atau overstock dapat diminimalkan.
- Purchasing automation: Mengotomatiskan proses pembelian dari permintaan hingga persetujuan, membantu mengurangi kesalahan manual dan mempercepat pengadaan barang.
- Order dan sales management: Mengintegrasikan pesanan pelanggan dan proses penjualan ke dalam satu sistem yang sinkron untuk mempercepat siklus transaksi bisnis.
- Supplier management: Memudahkan pengelolaan data pemasok, performa, serta kontrak kerja sama agar hubungan dengan vendor lebih terkontrol dan transparan.
- Logistics & distribution tracking: Memberikan visibilitas penuh pada pergerakan barang di setiap tahap distribusi untuk memastikan pengiriman tepat waktu.
- Demand forecasting: Menyediakan analisis prediksi kebutuhan barang berbasis data historis agar perusahaan dapat merencanakan supply chain lebih akurat.
- Integrated analytics dashboard: Menyajikan laporan dan visualisasi data supply chain secara komprehensif untuk mendukung pengambilan keputusan strategis.
Cocok untuk: Berbagai jenis bisnis, dari skala menengah hingga enterprise, yang membutuhkan efisiensi dalam mengelola rantai pasokan. Mulai dari perusahaan manufaktur, distribusi, logistik, otomotif, F&B, retail/e-commerce, hingga bisnis yang memiliki operasi global/multinasional.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
Salah satu perusahaan yang sudah bekerja sama selama 7 tahun dengan ScaleOcean adalah Sobono Group. Sebagai pelopor solusi energi terbarukan terintegrasi di Asia Tenggara, mereka menghadapi tantangan besar dalam mengelola jadwal yang ketat, koordinasi multi-pihak, dan kebutuhan zero room for error engineering.
ScaleOcean menjawab tantangan ini dengan menyediakan sistem ERP yang real-time, adaptif, dan disesuaikan secara khusus untuk alur kerja Sobono. Sistem ini secara signifikan meningkatkan efisiensi biaya dan ketepatan waktu proyek melalui visibilitas real-time atas status pengadaan dan pengiriman.
Kini, Sobono dapat memproses lebih dari 10.000 permintaan setiap bulannya dan bahkan mengalami peningkatan keuntungan hingga 87%. Simak cerita sukses Sobono dalam video testimoni berikut ini.
2. Software SCM Oracle NetSuite
Contoh aplikasi SCM lainnya adalah SCM System Oracle, yang menjadi software e-supply chain berbasis cloud yang menyediakan solusi komprehensif untuk perencanaan, pengadaan, dan pengiriman barang. Sistem ini terintegrasi dengan modul keuangan, inventaris, pembelian, produksi, dan warehouse sehingga data real‑time dan visibilitas end‑to‑end tersedia.
NetSuite juga memakai analitik dan automation untuk memaksimalkan efisiensi proses bisnis Anda. Namun, implementasi software SCM Indonesia ini bisa memakan waktu dan investasi lebih tinggi dibandingkan sistem sederhana, dan kompleksitasnya bisa terasa bagi perusahaan yang hanya butuh fungsi dasar.
Fitur utama:
- Supply chain & inventory management
- Supply planning & demand planning
- Akses supply chain lewat aplikasi
Cocok untuk: Bisnis manufaktur, distribusi, dan ritel dengan skala besar yang butuh pengelolaan rantai pasokan terintegrasi, real-time, efisien, dan fleksibel.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
3. SAP SCM Software
SAP Supply Chain Management Software adalah solusi yang dirancang untuk mengelola rantai pasok dari pengadaan bahan baku hingga pengiriman ke pelanggan. Sistem ini dirancang agar perusahaan dapat memperoleh visibilitas penuh, dan dukungan analitik real-time dan otomatisasi berbasis AI.
Sebagai solusi kelas enterprise, SAP SCM menyediakan visibilitas menyeluruh, kemampuan perencanaan lanjutan, dan integrasi dengan sistem ERP lain. Namun kekurangan utamanya adalah biaya investasi tinggi dan kompleksitas implementasi yang memerlukan tenaga ahli berpengalaman.
Fitur utama:
- Supply chain planning
- Product lifecycle management
- Supply chain logistics management
Cocok untuk: Perusahaan besar dan multinasional yang punya rantai pasok kompleks dan kebutuhan integrasi mendalam lintas divisi.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
4. Microsoft Dynamics 365 Supply Chain Management
Supply Chain Program Microsoft Dynamics 365 adalah solusi yang dirancang untuk menghubungkan seluruh rantai pasok dari permintaan hingga pengiriman dengan visibilitas menyeluruh. Menggunakan AI, IoT, serta integrasi dengan Power BI dan Microsoft Teams, sistem ini membantu perusahaan merespons perubahan permintaan dan kebutuhan secara real-time.
Dynamics 365 unggul dalam visibilitas end‑to‑end, flexibility, serta fitur lanjutan untuk perencanaan & manajemen gudang. Akan tetapi, biaya lisensi dan implementasi yang relatif tinggi, serta kurva belajar yang tajam perlu disesuaikan dengan skala bisnis dan kesiapan sumber daya TI perusahaan Anda.
Fitur utama:
- Procurement & sourcing
- Manufacturing & shop floor management
- Warehouse management & fulfillment
Cocok untuk: Bisnis dengan operasi kompleks yang butuh integrasi ERP‑SCM menyeluruh dan dukungan AI.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
5. Blue Yonder Supply Chain Management
Rekomendasi lain software supply chain management adalah SCM Blue Yonder, di mana supply chain management software ini lebih fokus pada perencanaan dan eksekusi rantai pasok berbasis AI. Mengutip dari Supply Chain Digital, SCM system ini dapat membantu bisnis Anda dalam memprediksi permintaan, mengoptimalkan inventaris, dan meningkatkan efisiensi operasional.
Selain itu, Blue Yonder juga kemampuan peramalan berbasis AI, optimasi inventaris, serta integrasi modul yang luas untuk operasi omni‑channel. Namun, karena fokusnya pada fitur lanjutan dan scalability, biaya implementasi dan kebutuhan pelatihan bisa lebih tinggi dibandingkan supply chain monitoring software sederhana.
Fitur utama:
- Supply chain planning
- Order management & commerce
- Transportation management
- Returns management
Cocok untuk: perusahaan menengah hingga besar dengan rantai pasok kompleks yang butuh end‑to‑end visibility dan otomatisasi lanjutan.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
6. Infor SCM Software
Berikutnya, Software Infor SCM menawarkan solusi end-to-end untuk merencanakan proses rantai pasok dengan maksimal dan efektif. Supply chain management software ini fokus pada industri spesifik dan akan membantu bisnis meningkatkan efisiensi operasional dan responsivitas terhadap perubahan pasar.
Infor SCM menawarkan kelebihan software SCM seperti fungsi komprehensif untuk optimasi supply chain. Namun, cara menggunakan software SCM ini terbilang sulit, dengan learning curve yang cukup tinggi untuk pengguna baru, kebutuhan pelatihan intensif, serta beberapa tantangan dalam dukungan teknis dan kolaborasi platform, yang bisa memengaruhi pengalaman implementasi di perusahaan.
Fitur utama:
- Supply chain planning
- Supply chain network
- Warehouse management
Cocok untuk: Menurut review CFO Club, software manajemen rantai pasok dari Inform cocok untuk perusahaan menengah hingga besar, terutama di sektor manufaktur, distribusi, ritel, dan logistik, yang perlu visibilitas real-time dengan dukungan ESG yang berkelanjutan.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
7. E2Open SCM Software
E2Open adalah solusi automasi supply chain (SCM) yang dirancang untuk mengoptimalkan proses rantai pasokan dalam berbagai industri. Dengan kemampuan integrasi yang luas dan teknologi berbasis cloud, supply chain management ERP software E2Open memungkinkan bisnis untuk mendapatkan visibilitas real-time, kolaborasi yang lebih baik, dan pengelolaan risiko yang lebih efisien.
Fitur utama:
- Integrasi antar seluruh proses rantai pasokan
- Visibilitas real-time atas inventaris dan pesanan
- Alat perencanaan permintaan berbasis AI
- Manajemen pengiriman dan logistik
- Kemampuan analitik dan pelaporan
Cocok untuk: Contoh perusahaan yang menerapkan SCM adalah perusahaan global berukuran besar di sektor seperti manufaktur, teknologi tinggi, ritel, farmasi, dan pangan, yang butuh visibilitas end-to-end.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
8. Kinaxis Supply Chain Management Software
Kinaxis SCM adalah solusi perencanaan rantai pasok dengan pendekatan concurrent planning (perencanaan simultan). Platform ini menggabungkan data, proses, dan orang di seluruh rantai pasok, memungkinkan respon cepat terhadap perubahan pasar dan skenario permintaan. Menurut ulasan di G2 Kinaxis memberikan visibilitas menyeluruh untuk mendorong efisiensi operasional.
Fitur utama:
- Enterprise scheduling
- Concurrent planning
- Manajemen pesanan & transportasi
- Analitik dan pelaporan lanjutan
Cocok untuk: Bisnis menengah-besar di manufaktur, distribusi, dan ritel yang memerlukan peramalan AI akurat dan optimasi inventaris
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
9. Zoho SCM System
Contoh aplikasi SCM lainnya adalah Zoho System yang menjadi digital supply chain, software ini khusus untuk usaha kecil hingga menengah. Kelebihan software SCM ini yaitu dapat Anda akses juga di berbagai device, sehingga sistem akan membantu bisnis mengoptimalkan operasi rantai pasok dengan biaya terjangkau.
Fitur utama:
- Manajemen inventaris otomatis
- Proses pesanan yang cepat
- Pelacakan pengiriman real-time
Cocok untuk: Usaha kecil dan menengah yang membutuhkan platform low-code custom, untuk visibilitas real-time, dan pengelolaan inventaris/order secara fleksibel.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
10. Aplikasi SCM IBM Sterling
IBM Sterling adalah rangkaian aplikasi Supply Chain Management (SCM) dari IBM yang dirancang untuk mengoptimalkan pemenuhan pesanan (order fulfillment), pertukaran data B2B, serta visibilitas dan kolaborasi di seluruh rantai pasokan. Kelebihan software SCM ini yakni dapat dijalankan dari cloud, on-premises, atau hybrid, dan membantu perusahaan mendapatkan insight real-time dari hasil analisis sistem.
Fitur utama:
- Manajemen pesanan omnichannel
- Dashboard berisi insight pada tingkat dokumen, transaksi, dan operasional bisnis
- Melihat inventori secara menyeluruh dengan Sterling Inventory Control Tower
Cocok untuk: Berdasarkan ulasan Software Advice, sistem cocok untuk perusahaan B2B/B2C besar dengan kebutuhan omnichannel dan manajemen pesanan canggih.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
11. Software SCM Epicor
Epicor merupakan supply chain management ERP software yang menyediakan solusi lengkap untuk meningkatkan efisiensi operasional dan integrasi bisnis. Dengan sistem yang scalable, contoh software SCM ini memudahkan perusahaan mengelola proses rantai pasokan secara real-time, serta fleksibel untuk beradaptasi dengan perkembangan bisnis.
Fitur utama:
- Integrasi antara manufaktur dan distribusi
- Pemantauan dan pelaporan kinerja rantai pasokan secara real-time
- Automasi pengelolaan inventory dan pengadaan
- Pengelolaan permintaan dan perencanaan produksi
- Fitur analisis dan prediksi
Cocok untuk: Manufaktur dan distribusi menengah–besar, terutama otomotif, yang memerlukan visibilitas real-time, otomasi bahan, kolaborasi supplier, dan logistik AI-driven.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
12. Shopify SCM Software
Supply Chain Management System Shopify juga menjadi rekomendasi terintegrasi dengan platform e-commerce. Solusi automasi supply chain dari Shopify dirancang dengan pengelolaan inventaris, pemrosesan pesanan, dan pelacakan pengiriman untuk meningkatkan efisiensi operasional dalam rantai pasok perusahaan Anda.
Fitur utama:
- Manajemen inventory otomatis
- Pelaporan dan analitik penjualan
- Pemrosesan pesanan yang cepat
Cocok untuk: Bisnis e-commerce menengah yang perlu otomatisasi inventaris, pemenuhan pesanan multichannel, dan visibilitas real-time.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
13. Supply Chain Management Software Anaplan
Anaplan SCM adalah contoh software SCM yang dirancang untuk memberikan visibilitas menyeluruh, kolaborasi lintas fungsi, dengan kemampuan simulasi skenario “what-if” secara real-time. Platform ini juga mengintegrasikan proses perencanaan operasional, peramalan permintaan, dan perencanaan pasokan, sehingga perencanaan strategis dan eksekusi harian dapat selaras dengan tujuan bisnis.
Fitur utama:
- Perencanaan permintaan (demand planning)
- Peramalan Statistik & AI/ML
- Perencanaan Pasokan (supply planning)
- Manajemen Inventori Multistage
Cocok untuk: Perusahaan menengah hingga besar, di manufaktur, ritel, dan distribusi dan memerlukan visibilitas menyeluruh, otomasi, perencanaan, dan ketahanan rantai pasok.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
14. Software SCM Bridgenr
Bridgenr SCM adalah solusi berbasis AI yang dirancang untuk mengoptimalkan rantai pasok secara end-to-end, termasuk perencanaan produksi, distribusi, dan pengelolaan inventaris. Mengintegrasikan teknologi canggih seperti IoT, analitik data real-time, dan otomatisasi berbasis AI, sistem ini memastikan efisiensi, penghematan biaya, dan responsivitas yang lebih baik terhadap perubahan pasar.
Menurut laporan KPMG International (2023), 80% perusahaan menilai operasi dan rantai pasok yang responsif sebagai prioritas utama. Namun hanya 43% yang memiliki visibilitas memadai terhadap pemasok utama mereka. Ini menunjukkan pentingnya sistem real-time untuk memperkuat efisiensi bisnis.
Fitur utama:
- Prediksi penjualan berbasis AI untuk perencanaan
- Pemantauan gudang real-time dengan IoT
- Penjadwalan produksi cerdas berbasis data
- Otomatisasi permintaan pembelian berbasis AI
- Perencanaan distribusi dinamis untuk efisiensi biaya
Cocok untuk: Bisnis menengah hingga besar yang menginginkan efisiensi dan responsivitas rantai pasok end-to-end melalui AI-driven.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
15. Software SCM Coupa
Coupa adalah aplikasi supply chain management berbasis cloud yang memudahkan perusahaan dalam mengelola pengadaan, pengeluaran, dan proses logistik secara efisien. SCM software ini menawarkan solusi terintegrasi untuk meningkatkan transparansi, visibilitas, dan kontrol dalam manajemen supply chain di berbagai industri.
Fitur utama:
- Manajemen pengadaan dan pembelian secara otomatis
- Visibilitas real-time terhadap pengeluaran dan pemasok
- Pemantauan kinerja pemasok dan pengiriman
- Integrasi dengan sistem ERP dan aplikasi lainnya
Cocok untuk: Perusahaan menengah-besar yang bergerak di industri manufaktur, ritel, F&B, energi, atau teknologi dan perlu modeling digital, optimasi AI, dan skenario ‘what-if’.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
16. Software SCM Odoo
Odoo adalah salah satu vendor penyedia SCMS software untuk bisnis. Solusi ini membantu mengoptimalkan pengelolaan rantai pasokan, inventory, dan proses logistik. Supply chain management sofware mereka juga terintegrasi dengan aplikasi lain di dalam Odoo, memudahkan perusahaan dalam mengelola operasi end-to-end secara efisien.
Fitur utama:
- Manajemen inventaris dengan kontrol stok real-time
- Integrasi dengan sistem pembelian dan penjualan
- Pemantauan pengiriman dengan pelacakan otomatis
- Pengelolaan pemasok dan pelanggan
- Fitur perencanaan permintaan berbasis real-time data
Cocok untuk: Contoh perusahaan yang menerapkan SCM adalah bisnis manufaktur, distribusi, e-commerce, UKM hingga menengah yang butuh modul SCM terintegrasi
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
17. Shippabo SCM Software
Shippabo adalah aplikasi supply chain management yang menyediakan solusi untuk mengelola pengiriman internasional dan logistik. Fokus pada visibilitas, penghematan biaya, dan efisiensi operasional, software SCM ini membantu bisnis memperlancar distribusi global secara lebih efisien dan terukur.
Selain itu, Aplikasi SCM Shippabo juga mendukung kolaborasi yang lebih baik antara tim internal dan mitra eksternal. Dengan fitur kolaboratif yang kuat, supply chain monitoring software ini memungkinkan komunikasi yang lebih efektif antara semua pihak terkait, seperti pengirim dan pemasok.
Fitur utama:
- Pelacakan pengiriman real-time secara global
- Automasi untuk manajemen pengadaan dan pengiriman
- Integrasi dengan platform logistik pihak ketiga
- Laporan dan analisis biaya pengiriman
- Pengelolaan pemesanan dan inventaris berbasis cloud
Cocok untuk: Bisnis menengah yang berfokus pada pengiriman internasional, dengan kebutuhan visibilitas end-to-end, kolaborasi lintas mitra, dan prediksi pengiriman.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
18. Hestanto SCM Software
Supply Chain Management System Hestanto menjadi contoh software SCM yang menawarkan solusi untuk pengelolaan inventory, perencanaan produksi, dan optimasi logistik. Solusi automasi supply chain ini dirancang juga untuk bisnis di Indonesia, dan akan membantu meningkatkan efisiensi dan responsivitas rantai pasok.
Fitur utama:
- Optimasi rute pengiriman
- Pelacakan pengiriman terintegrasi
Cocok untuk: Bisnis menengah-besar di manufaktur, distribusi, dan ritel yang memerlukan peramalan AI akurat dan optimasi inventaris.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
19. HCLS SCM Software
HCLS software SCM merupakan supply chain monitoring software yang menawarkan solusi pengelolaan persediaan, perencanaan produksi, dan optimasi proses rantai pasok secara menyeluruh. Fokus dari sistem ini lebih pada industri logistik dan manufaktur, di mana software juga akan membantu meningkatkan efisiensi operasional bisnis.
Fitur utama:
- Manajemen persediaan otomatis
- Optimasi rute pengiriman
- Pelacakan pengiriman real-time
- Analitik dan pelaporan lanjutan
Cocok untuk: Perusahaan global besar, terutama di manufaktur, teknologi, logistik, dan ritel, yang membutuhkan visibilitas end-to-end, AI, dan IoT.
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
20. Software Prieds SCM
SCM Prieds software merupakan sistem yang menawarkan solusi untuk optimalkan tahapan dan alur rantai pasok bisni dengan pengelolaan inventaris, dan optimasi logistik. Software SCM ini dirancang untuk skala bisnis kecil hingga menengah, dan akan membantu bisnis meningkatkan efisiensi operasional dengan biaya yang terjangkau.
Fitur utama:
- Manajemen inventaris otomatis
- Optimasi rute pengiriman
- Pelacakan pengiriman real-time
Cocok untuk: Contoh perusahaan yang menerapkan SCM adalah bisnis menengah hingga besar di Indonesia, terutama di sektor ritel, manufaktur, distribusi, FMCG, dan elektronik
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
21. Aplikasi Diceus SCM
Rekomendasi berikutnya ada Supply Chain Management Diceus Software, di mana SCM system ini menawarkan solusi perencanaan permintaan, pengelolaan inventory, dan optimasi rantai pasok berbasis AI. Software ini cocok untuk berbagai industri, dan akan membantu bisnis Anda meningkatkan efisiensi dan responsivitas.
Fitur utama:
- Perencanaan permintaan berbasis AI
- Manajemen inventaris real-time
- Pelacakan pengiriman terintegrasi
Cocok untuk: Perusahaan menengah hingga besar di sektor logistik, ritel, dan manufaktur yang membutuhkan solusi rantai pasokan kustom berbasis cloud
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
22. Aplikasi Red ERP
Aplikasi Red ERP adalah yang menawarkan solusi untuk perencanaan produksi, pengelolaan inventory, dan optimasi logistik berbasis AI. Supply chain management ERP software ini fokus pada efisiensi operasional, dan membantu bisnis meningkatkan responsivitas dan produktivitas rantai pasok di bisnis Anda.
Menurut studi McKinsey, penerapan SCM berbasis AI mampu menekan biaya logistik hingga 15%, menurunkan level persediaan sekitar 35%, dan meningkatkan layanan sampai 65%. Artinya, software SCM terbukti mendorong efisiensi biaya, ketepatan suplai, serta kualitas layanan secara signifikan bagi bisnis.
Fitur utama:
- Manajemen inventaris otomatis
- Rute pengiriman otomatis
- Real-time pelacakan pengiriman
Cocok untuk: Perusahaan menengah hingga besar di Indonesia, terutama di sektor manufaktur, distribusi, ritel, F&B, dan layanan
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
23. Software SCM FreightPop
Sebagai rekomendasi terakhir, FreightPop merupakan software manajemen rantai pasokan (SCM) yang membantu bisnis mengelola pengiriman dan logistik dengan lebih efisien. Platform ini memudahkan proses operasional dengan teknologi cerdas dan berbasis cloud.
Dengan kemampuan untuk mengoptimalkan biaya pengiriman, FreightPop memungkinkan perusahaan memilih opsi transportasi terbaik dan memantau status pengiriman secara real-time. Software SCM ini sangat cocok bagi bisnis yang ingin meningkatkan efisiensi sambil mengurangi biaya logistik.
Fitur utama:
- Perbandingan tarif pengiriman dari berbagai penyedia
- Manajemen pengiriman internasional dan domestik
- Pelacakan pengiriman secara real-time
- Integrasi dengan berbagai sistem ERP dan TMS
- Fitur optimisasi rute pengiriman berbasis AI
Cocok untuk: Perusahaan menengah hingga besar di sektor manufaktur, distribusi, grosir, dan ritel yang membutuhkan sistem manajemen transportasi berbasis cloud
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
|
|
Jenis-Jenis Software dalam Supply Chain Management
Berbagai software SCM ini membantu efisiensi operasional, mulai dari pengadaan untuk mengelola pembelian, inventaris untuk memantau stok, manajemen gudang untuk penyimpanan dan pengiriman, logistik supply chain untuk distribusi, hingga demand planning untuk memprediksi kebutuhan pasar. Berikut penjelasannya
- Software Pengadaan (Procurement Management): Memfasilitasi proses pembelian barang dan jasa dari berbagai vendor secara terstruktur, meningkatkan akurasi, kecepatan, dan kontrol terhadap aktivitas pengadaan.
- Software Manajemen Inventaris (Inventory Management): Digunakan untuk memantau dan mengelola stok barang secara real-time di berbagai lokasi, membantu menjaga keseimbangan persediaan dan mencegah kelebihan atau kekurangan stok.
- Software Manajemen Gudang (Warehouse Management): Mengelola aktivitas gudang mulai dari penerimaan, penyimpanan, hingga pengiriman barang agar proses berjalan efisien, akurat, dan terkoordinasi dengan baik.
- Software Logistik dan Transportasi (Logistics & Transportation): Mengatur rute pengiriman, melacak armada, dan mengoptimalkan distribusi barang untuk menekan biaya operasional serta memastikan ketepatan waktu pengiriman.
- Software Perencanaan Permintaan (Demand Planning): Memprediksi kebutuhan pasar berdasarkan data historis dan tren terkini guna mendukung perencanaan produksi yang lebih akurat dan responsif terhadap perubahan permintaan.
Fitur Wajib Pada SCM Software untuk Bisnis Modern
Pengaplikasian software SCM yang efektif mengintegrasikan seluruh proses rantai pasok dalam satu sistem terpusat. Berikut adalah fitur-fitur penting yang sebaiknya tersedia dalam aplikasi supply chain management untuk mendukung kelancaran operasional bisnis modern:
- Demand & Production Planning Automation: SCMS software harus mendukung prediksi permintaan berbasis data historis dan AI, serta menyusun jadwal produksi adaptif untuk menghindari kekurangan stok dan memastikan kesiapan produksi.
- Centralized Vendor & Procurement Management: Software perlu memiliki modul pengadaan yang memungkinkan pemilihan vendor terbaik, pelacakan pemesanan bahan baku, serta pemantauan performa pemasok secara real-time untuk memastikan ketersediaan bahan yang tepat.
- Inventory Tracking & Warehouse Management System: SCM platform harus dapat menyajikan data ketersediaan stok secara akurat dan terhubung langsung dengan sistem gudang serta barcode, mendukung multi-lokasi untuk memudahkan pengelolaan stok secara keseluruhan.
- Real-Time Distribution dan Logistics: Fitur distribusi dan logistik dalam SCMS software memungkinkan perencanaan pengiriman, memantau status pengiriman secara langsung, dan mengelola rute distribusi secara efisien untuk memastikan produk sampai tepat waktu.
- Returns Management & After-Sales Support: Sistem perlu memiliki modul untuk menangani pengembalian barang, mencatat alasan retur, dan membantu tim operasional dalam meningkatkan layanan pasca pengiriman, memastikan kepuasan pelanggan tetap terjaga.
Tantangan Penerapan SCM System
Kekurangan software SCM umumnya terkait biaya implementasi dan pemeliharaan yang besar, kerumitan integrasi dengan sistem lama, kebutuhan pelatihan intensif bagi karyawan, serta kesulitan beradaptasi dengan dinamika pasar, yang dapat menghambat adopsi dan efektivitasnya jika tidak dikelola tepat. Berikut penjelasannya:
- Biaya Implementasi yang Tinggi: Investasi awal untuk lisensi dan pelatihan bisa tinggi, namun analisis biaya-manfaat dapat membantu mengurangi beban.
- Resistensi dari Karyawan: Perubahan teknologi bisa memicu resistensi, tetapi pelatihan dan komunikasi dapat mempermudah adaptasi.
- Integrasi dengan Sistem yang Ada: Integrasi SCM dengan sistem yang sudah ada bisa sulit, pilih sistem yang kompatibel dan dukungan teknis yang tepat.
- Kesulitan Beradaptasi dengan Dinamika Pasar: Mengadopsi SCM yang fleksibel dan mudah disesuaikan akan membantu bisnis merespons perubahan pasar dengan cepat.
Implementasi software SCM perlu disesuaikan dengan sistem yang sudah ada di perusahaan untuk menghindari hambatan teknis. ScaleOcean SCM adalah solusi lokal perusahaan software di Indonesia yang dirancang dengan kompatibilitas tinggi, memberikan dukungan teknis yang diperlukan selama proses integrasi.
Tips Memilih Aplikasi SCM yang Tepat untuk Bisnis
Untuk memilih aplikasi SCM, fokuslah pada kebutuhan bisnis (inventaris, logistik, dan lainnya), pastikan integrasi dengan ERP/CRM, kemudahan penggunaan, skalabilitas, keamanan data, layanan purna jual, biaya transparan, serta lakukan uji coba dan cek ulasan, bukan hanya tergiur harga murah.
Dengan banyaknya pilihan di pasar, Anda perlu mempertimbangkan aspek-aspek penting untuk memastikan pengaplikasian software SCM yang terpilih dapat memenuhi kebutuhan spesifik bisnis. Berikut langkah-langkah pengaplikasian dan cara menggunakan software SCM:
- Sesuaikan dengan Kebutuhan Bisnis: Pilih SCMS software yang sesuai dengan kebutuhan operasional bisnis, seperti manajemen inventaris dan pelacakan pengiriman, dan pastikan dapat berkembang seiring pertumbuhan bisnis.
- Pertimbangkan Skalabilitas dan Fleksibilitas: Pilih SCM yang dapat diskalakan dengan mudah dan fleksibel untuk menangani peningkatan volume operasional dan integrasi dengan sistem lainnya.
- Evaluasi Kemudahan Integrasi dan Dukungan Teknis: Pastikan SCM platform dapat terintegrasi dengan lancar dengan sistem ERP dan memiliki dukungan teknis serta pelatihan yang memadai.
- Perhatikan Keamanan dan Kepatuhan Data: Pilih aplikasi SCM yang memiliki fitur keamanan seperti enkripsi dan kontrol akses, serta memenuhi standar kepatuhan yang berlaku di industri.
- Analisis Biaya dan Return on Investment: Lakukan analisis biaya dan ROI untuk memastikan investasi dalam software SCM memberikan nilai terbaik dalam jangka panjang, termasuk biaya lisensi dan pemeliharaan.
Kesimpulan
Software Supply Chain Management (SCM) adalah sistem digital yang membantu perusahaan manufaktur mengelola proses rantai pasok end-to-end, mulai dari pengadaan bahan baku, produksi, hingga distribusi ke pelanggan, secara terintegrasi dan real-time. Sistem ini memperkuat kontrol operasional melalui aliran data yang konsisten antar fungsi.
Dengan dukungan data yang terpusat, perusahaan dapat mempercepat pengambilan keputusan dan meningkatkan akurasi perencanaan rantai pasok. Untuk menentukan pilihan yang tepat, evaluasi juga perlu mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan software SCM agar selaras dengan kebutuhan, skala, dan kompleksitas proses operasional.
Namun, pemilihan software SCM terbaik sangat bergantung pada kebutuhan, skala, dan kompleksitas operasional setiap perusahaan. Masing-masing tentunya memiliki tantangan unik, sehingga penting memilih sistem yang fleksibel, mudah diintegrasikan, dan mampu beradaptasi dengan pertumbuhan bisnis.
Bagi Anda yang mencari solusi SCM Indonesia terintegrasi dan dapat dikustomisasi sesuai kebutuhan, ScaleOcean SCM layak dipertimbangkan. Platform ini menawarkan fitur lengkap mulai dari inventory management real-time hingga analitik terpusat, disertai layanan demo gratis agar Anda dapat mengevaluasi manfaat dan kesesuaiannya sebelum Pengaplikasian software SCM.
FAQ:
1. Apa itu software SCM?
Software SCM adalah perangkat lunak yang membantu mengelola seluruh proses rantai pasok, dari pengadaan bahan baku hingga pengiriman produk jadi. Tujuan utamanya adalah meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya, dan mengoptimalkan aliran barang, informasi, dan proses secara keseluruhan.
2. SCM digunakan untuk apa?
Manajemen rantai pasokan mencakup semua aktivitas dari pengadaan bahan mentah hingga pengiriman barang jadi ke pelanggan, termasuk desain, produksi, pergudangan, dan distribusi. Tujuan SCM adalah meningkatkan efisiensi, kualitas, produktivitas, dan kepuasan pelanggan secara keseluruhan.
3. Apa bedanya CRM dan SCM?
CRM adalah strategi bisnis untuk memahami, mengantisipasi, dan mengelola kebutuhan pelanggan saat ini dan potensial. Sementara itu, SCM mengelola aliran barang dan jasa dari bahan mentah hingga produk jadi yang sampai ke tangan konsumen.














