Supply Chain Management (SCM): Arti, Tujuan, dan Contoh

ScaleOcean Team
Posted on
Share artikel ini

Di era perdagangan global, istilah supply chain management bukan merupakan hal yang asing lagi. Bahkan, pemahaman akan proses ini termasuk kewajiban bagi bisnis untuk memastikan proses pengadaan dan distribusi yang lancar.

Penerapan strategi rantai pasok yang tepat memungkinkan perusahaan memantau pergerakan aset dan anggaran secara lebih akurat. Artikel ini akan membahas peran krusial manajemen distribusi dalam mengoptimalkan setiap tahapan bisnis guna memenuhi permintaan pasar secara efektif.

starsKey Takeaways

Coba Demo Gratis!

requestDemo

1. Apa itu Supply Chain Management?

Supply chain management (SCM) adalah proses manajemen segala arus bahan baku, informasi, dan/atau keuangan demi memenuhi kebutuhan perusahaan dan pesanan konsumen. Hal ini melibatkan tahap perencanaan, pengadaan, produksi, pergudangan, transportasi, dan distribusi.

Dengan semakin kompleksnya rantai pasokan dan perdagangan internasional, pemahaman mengenai SCM semakin meningkat juga. Hal ini dapat dilihat dari hasil riset Grand View Research, yang memproyeksikan bahwa pasar manajemen rantai pasokan akan mencapai valuasi USD$ 48.59 miliar di tahun 2030.

2. Apa Tujuan dari Supply Chain Management?

Berikut adalah beberapa tujuan dari supply chain management.

Penerapan strategi distribusi yang tepat bertujuan untuk mempermudah keseluruhan proses demi keuntungan perusahaan yang maksimal. Mulai dari upaya optimalisasi operasional dan penekanan biaya, hingga memperluas skala bisnis serta menjaga loyalitas konsumen, berikut adalah beberapa tujuan utamanya:

a. Meningkatkan Efisiensi Operasional

Kelancaran alur kerja menjadi fokus utama agar penggunaan sumber daya perusahaan tidak terbuang sia-sia. Dengan menyelaraskan koordinasi antar departemen, hambatan dalam proses produksi dapat diminimalisir sehingga setiap tahap pengerjaan berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.

b. Menurunkan Biaya Rantai Pasokan

Penghematan anggaran dapat tercapai melalui negosiasi vendor yang lebih baik serta pengoptimalan manajemen inventaris. Langkah ini bertujuan menekan pengeluaran yang tidak perlu, seperti biaya penyimpanan berlebih atau pemborosan bahan baku selama distribusi.

c. Meningkatkan Pendapatan

Aliran produk yang stabil menuju pasar memastikan perusahaan mampu memenuhi permintaan secara tepat waktu tanpa gangguan stok. Kecepatan dalam merespons kebutuhan pasar ini berdampak langsung pada volume penjualan yang lebih tinggi serta perputaran modal yang lebih sehat.

d. Mendukung Pertumbuhan Bisnis

Struktur rantai pasok yang kokoh memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk melakukan ekspansi ke wilayah baru atau meluncurkan produk tambahan. Kemampuan dalam beradaptasi terhadap perubahan skala pasar ini menjadi modal penting untuk memenangkan persaingan di industri yang dinamis.

e. Meningkatkan Kepuasan Pelanggan

Kualitas layanan terjaga melalui pengiriman barang yang akurat serta kondisi produk yang tetap aman saat sampai di tangan pengguna. Pengalaman positif tersebut membangun kepercayaan jangka panjang, yang pada akhirnya akan memperkuat loyalitas konsumen terhadap merek atau jasa.

3. Komponen Supply Chain Management

Keberhasilan pengelolaan alur supply chain bergantung pada integrasi berbagai komponen yang saling berkaitan. Setiap bagian, mulai dari perkiraan kebutuhan pasar, proses produksi, hingga pengelolaan pengembalian barang, berperan penting dalam menjaga kelangsungan bisnis sebagai berikut:

  • Perencanaan: Menganalisa permintaan yang beredar di pasar.
  • Pengadaan: Memperoleh bahan baku, jasa, dan/atau alat yang dibutuhkan.
  • Produksi: Mengubah bahan baku menjadi barang jadi untuk dijual.
  • Pergudangan: Manajemen keseluruhan inventaris dan penyimpanan perusahaan.
  • Logistik: Pengiriman barang kepada konsumen untuk memenuhi pesanan.
  • Logistik Terbalik: Penangan pengembalian barang dikarenakan kecatatan atau kendala operasional lainnya.

4. Prinsip-prinsip Supply Chain Management

Penerapan strategi distribusi yang efektif didasarkan pada sejumlah fondasi utama untuk menjaga kestabilan operasional perusahaan. Prinsip ini mencakup analisa pasar, strategi penawaran, hingga pemanfaatan perangkat digital dalam memantau kinerja seluruh rangkaian kegiatan sebagai berikut:

  • Analisa kebutuhan dan tingkat permintaan pasar
  • Menyusun penawaran berdasarkan kebutuhan dan permintaan
  • Membangun hubungan kerja sama dengan pemasok
  • Pemanfaat teknologi informasi untuk mengelola dan menilai kinerja rantai pasokan

Untuk memastikan proses tersebut berjalan lancar, Anda dapat mempertimbangkan penerapan sistem ERP ScaleOcean yang mampu mencakup segala komponen dalam supply chain management, dari perencanaan hingga pengiriman.

ERP

5. Contoh Supply Chain Management

Interaksi dalam rantai pasok dapat dilihat melalui tiga aliran utama untuk menjaga keberlangsungan operasional. Aliran tersebut mencakup perpindahan komoditas fisik, pertukaran data digital, hingga pengelolaan transaksi dana seperti yang dijelaskan di bawah ini:

a. Arus Bahan Baku

Pergerakan fisik ini dimulai dari pengiriman material mentah oleh pemasok menuju pabrik untuk diolah, hingga akhirnya sampai ke tangan konsumen dalam bentuk produk jadi. Kelancaran distribusi barang menjadi prioritas utama untuk memastikan ketersediaan stok di gudang mampu memenuhi permintaan pasar, terutama penting dalam perdagangan internasional.

b. Arus Informasi

Komunikasi dua arah yang akurat mengenai status pengiriman, estimasi waktu kedatangan, hingga pembaruan data pesanan memegang peran krusial dalam koordinasi antar pihak. Kejelasan data membantu perusahaan dalam melakukan prediksi permintaan secara lebih presisi serta meminimalisir risiko terjadinya kesalahan.

c. Arus Keuangan

Seluruh transaksi pembayaran, penagihan, hingga pengaturan kredit dikelola melalui alur ini untuk menjaga kesehatan arus kas perusahaan. Pengelolaan data finansial yang transparan dan terjadwal dengan baik memastikan hubungan kerja sama dengan vendor maupun distributor tetap terjaga secara profesional.

6. Software ERP ScaleOcean untuk Manajemen Rantai Pasokan

video not found.

Untuk membantu dalam manajemen rantai pasokan, bisnis-bisnis di dunia cenderung memilih untuk menerapkan sebuah software ERP. Hal ini dikarenakan sistem tersebut dilengkapi dengan modul dan fitur yang mampu mengelola berbagai aspek operasional melalui satu platform.

Selain itu, masing-masing vendor juga biasanya menawarkan keunggulannya tersendiri. ScaleOcean, sebagai contoh, menawarkan lebih dari 200+ dan 1000+ jumlah modul dan fitur, beserta juga jumlah pengguna tidak terbatas tanpa memerlukan pembayaran tambahan.

Spesifikasi lebih lengkap sistemnya dapat Anda dapatkan melalui demo dan konsultasi gratis yang ditawarkannya. Berikut adalah beberapa fitur yang tersedia dalam software ERP ScaleOcean:

  • Manajemen Persediaan dan Produksi: Mengelola siklus inventaris dan produksi dengan lebih efisien, termasuk pemantauan stok real-time dan perencanaan produksi.
  • Manajemen Pengadaan: Mengelola proses pengadaan barang dan jasa dari pemasok, termasuk permintaan pembelian, pemesanan, hingga penerimaan barang dan pembayaran.
  • Forecasting dan Perencanaan Permintaan: Membantu memprediksi kebutuhan bahan baku dan produk berdasarkan data historis dan tren pasar untuk menghindari overstocking atau kekurangan stok.
  • Manajemen Vendor: Memantau dan mengelola hubungan dengan pemasok serta mengevaluasi kinerja mereka dalam memenuhi kebutuhan supply chain.
  • Pengelolaan Pengiriman dan Logistik: Memfasilitasi pengelolaan pengiriman barang secara efisien, termasuk penjadwalan, pelacakan, dan pengelolaan biaya pengiriman.

7. Kesimpulan

Keberhasilan pengelolaan rantai pasok bergantung pada perencanaan yang matang dan eksekusi di lapangan. Dengan menerapkan prinsip-prinsip yang tepat, perusahaan tidak hanya mampu menjaga stabilitas operasional, tetapi juga dapat terus beradaptasi dengan dinamika kebutuhan pasar secara efektif.

Dalam praktiknya, penggunaan alat bantu digital dapat mempermudah pemantauan alur kerja serta pengelolaan anggaran secara lebih akurat. Sistem ERP ScaleOcean menyediakan fitur-fitur yang dirancang untuk membantu dalam hal berikut, dan Anda dapat mempelajarinya lebih lanjut melalui demo gratis yang ditawarkan.

FAQ:

1. Apa yang dimaksud dengan supply chain management?

Supply chain management adalah serangkaian proses yang dilakukan perusahaan, meliputi perencanaan, pengelolaan, dan pembuatan produk. Hal berikut bertujuan untuk mengendalikan segala rantai pasokan, sehingga operasi berjalan secara stabil.

2. 5 strategi dasar supply chain management?

1. Visibilitas dan Kontrol
2. Membangun Hubungan dengan Pemasok
3. Fokus terhadap Kebutuhan Konsumen
4. Menyusun Rencana berdasarkan Permintaan
5. Melakukan Evaluasi Berulang

3. Apa saja contoh supply chain management?

1. Arus Bahan Baku
2. Arus Informasi
3. Arus Keuangan

Jadwalkan Demo Gratis

Error message
Error message
Error message
Error message
Error message
Error message

Rekomendasi Artikel Terkait

Temukan Artikel Serupa untuk Solusi Bisnis Lebih Lengkap