Digital Supply Chain: Pengertian, Manfaat, dan Komponennya

ScaleOcean Team
Posted on
Share artikel ini

Perusahaan sering menghadapi tantangan dalam mengelola rantai pasokan, seperti keterlambatan pengiriman, pemantauan barang yang terbatas, dan kurangnya transparansi antar departemen. Digital supply chain hadir sebagai solusi dengan mengintegrasikan teknologi canggih seperti IoT, big data, dan AI dalam rantai pasokan.

Digital supply chain memungkinkan pengelolaan rantai pasokan secara real-time dengan mengintegrasikan teknologi seperti IoT, big data, AI, dan cloud computing. Teknologi ini meningkatkan efisiensi dan mempercepat pengambilan keputusan berbasis data.

Artikel ini akan membahas pengertian digital supply chain, manfaatnya, cara kerja, serta teknologi pendukung yang terlibat. Kami juga akan mengulas bagaimana penerapannya dapat memberikan keunggulan kompetitif di pasar yang semakin dinamis.

starsKey Takeaways

Coba Demo Gratis!

requestDemo

1. Apa itu Digital Supply Chain?

Digital supply chain adalah transformasi dari rantai pasok tradisional menjadi sistem yang terintegrasi dan otomatis dengan menggunakan teknologi digital. Hal ini mencakup seluruh proses, mulai dari pengadaan bahan baku hingga pengiriman produk ke konsumen, untuk memastikan kelancaran dan efisiensi operasional.

Dengan mengintegrasikan teknologi seperti Internet of Things (IoT), big data, kecerdasan buatan (AI), dan cloud computing, digital supply chain memungkinkan visibilitas secara real-time pada setiap tahap rantai pasokan. Hal ini tidak hanya mempercepat pengambilan keputusan, tetapi juga mengoptimalkan aliran barang dan informasi antar departemen.

Tujuan utama dari digitalisasi sistem rantai pasokan adalah meningkatkan efisiensi dan kecepatan, serta memastikan koordinasi yang lebih baik antara semua pihak yang terlibat. Selain itu, sistem ini memungkinkan perusahaan untuk merespons perubahan pasar dengan lebih cepat dan tepat, mengurangi hambatan dalam operasional.

Penerapan digital supply chain juga mendukung pengambilan keputusan berbasis data, yang memungkinkan perusahaan untuk membuat keputusan yang lebih cerdas dan strategis. Dengan sistem yang terhubung dan otomatis, perusahaan dapat mengurangi kesalahan manual dan meningkatkan produktivitas secara keseluruhan.

2. Apa saja Manfaat Digital Supply Chain bagi Bisnis?

Apa saja Manfaat Digital Supply Chain bagi Bisnis

Penerapan digital supply chain membawa berbagai manfaat yang dapat meningkatkan kinerja operasional dan daya saing perusahaan. Manfaat utama yang diperoleh antara lain pengurangan biaya, peningkatan efisiensi, dan responsivitas yang lebih tinggi terhadap perubahan pasar.

a. Pengurangan Biaya

Digital supply chain mengurangi ketergantungan pada proses manual yang memakan waktu dan rentan terhadap kesalahan. Menurut Forbes dengan otomatisasi, perusahaan dapat mengurangi biaya operasional yang terkait dengan pengelolaan stok, pemrosesan pesanan, dan administrasi manual.

Selain itu, pengurangan kesalahan manusia juga berkontribusi pada efisiensi biaya. Dengan alur kerja yang terotomatisasi, perusahaan dapat menghindari biaya tambahan akibat kesalahan yang terjadi dalam proses manual, seperti pemesanan barang yang salah atau pengiriman yang terlambat.

b. Peningkatan Efisiensi

Salah satu manfaat terbesar dari digital supply chain adalah peningkatan efisiensi. Teknologi seperti IoT dan big data memungkinkan pemantauan secara real-time dari seluruh proses rantai pasokan, mulai dari pengadaan bahan baku hingga distribusi produk.

Dengan pemantauan yang lebih akurat, perusahaan dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya, mengurangi waktu tunggu, dan mempercepat proses pengambilan keputusan. Hal ini berkontribusi pada lebih sedikitnya hambatan dalam operasional, yang pada gilirannya meningkatkan efisiensi secara keseluruhan.

c. Responsivitas Terhadap Pasar

Digital supply chain memungkinkan perusahaan untuk lebih responsif terhadap perubahan pasar dan permintaan konsumen yang dinamis. Dengan data yang dapat diakses secara real-time, perusahaan dapat melakukan penyesuaian cepat terhadap rencana produksi atau distribusi.

Kemampuan untuk memprediksi kebutuhan konsumen dan meresponsnya secara tepat waktu adalah kunci dalam mempertahankan kepuasan pelanggan. Teknologi yang terintegrasi memudahkan perusahaan untuk beradaptasi dengan perubahan tren dan permintaan pasar, sehingga tetap relevan dan kompetitif.

d. Pengambilan Keputusan Berbasis Data

Dengan digitalisasi, pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dan berbasis data yang akurat. Data yang dikumpulkan melalui berbagai titik dalam rantai pasokan memungkinkan perusahaan untuk membuat keputusan yang lebih informasional dan strategis.

Keputusan berbasis data ini memungkinkan perusahaan merencanakan dan mengelola sumber daya dengan lebih efektif. Selain itu, perusahaan dapat mengidentifikasi peluang dan menanggapi tantangan pasar dengan langkah yang lebih terarah dan tepat waktu.

3. Komponen Utama dalam Digital Supply Chain

Digital supply chain mengandalkan berbagai teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan responsivitas. Beberapa komponen utama yang mendukung sistem ini meliputi teknologi canggih seperti Internet of Things (IoT), Big Data Analytics, Blockchain, dan Cloud Computing.

Selain itu, Kecerdasan Buatan (AI), Machine Learning, serta Otomatisasi & Perangkat Lunak juga memainkan peran penting dalam meningkatkan efisiensi dan responsivitas rantai pasokan. Masing-masing teknologi ini memainkan peran vital dalam memastikan kelancaran operasional dan memberikan keunggulan kompetitif.

a. Internet of Things (IoT)

IoT menggunakan sensor untuk memantau kondisi dan lokasi barang secara real-time. Dengan perangkat IoT, perusahaan dapat meningkatkan visibilitas seluruh proses rantai pasokan, memungkinkan mereka untuk mengoptimalkan rute pengiriman dan mengurangi pemborosan.

Penerapan IoT membantu mempercepat proses distribusi dengan menyediakan data akurat tentang pergerakan barang. Hal ini memberikan keunggulan kompetitif, terutama dalam hal pengiriman tepat waktu dan pengelolaan persediaan yang lebih baik.

b. Big Data Analytics

Big Data Analytics memungkinkan perusahaan untuk menganalisis data dalam jumlah besar guna memperoleh wawasan berharga. Analisis data ini dapat memprediksi permintaan pasar dengan lebih akurat dan mengoptimalkan persediaan, mengurangi risiko overstock dan stockout.

Dengan data yang lebih akurat, perusahaan dapat membuat keputusan yang lebih tepat mengenai pengadaan barang dan distribusinya. Hal ini meningkatkan efisiensi rantai pasokan dan mengurangi biaya operasional yang tidak perlu.

c. Blockchain

Blockchain memastikan transparansi dan keamanan dalam seluruh transaksi digital supply chain. Teknologi ini memungkinkan pencatatan transaksi yang tidak dapat diubah, memastikan keaslian data dan meminimalkan risiko pemalsuan produk.

Dengan blockchain, pengiriman produk menjadi lebih cepat dan lebih hemat biaya. Teknologi ini juga meningkatkan koordinasi antar mitra dalam rantai pasokan dan membantu memverifikasi keaslian produk, menjadikannya lebih dapat dipercaya.

d. Cloud Computing

Cloud computing menyediakan platform penyimpanan dan aplikasi yang dapat diakses secara online. Dengan cloud, perusahaan dapat mengintegrasikan data dari berbagai departemen dalam rantai pasokan dan berbagi informasi secara real-time.

Keuntungan utama cloud computing adalah skalabilitas dan fleksibilitas. Perusahaan dapat menyesuaikan kapasitas sistem sesuai kebutuhan, memungkinkan integrasi yang lebih mudah dan memastikan operasional berjalan lancar meski terjadi perubahan permintaan.

e. Kecerdasan Buatan (AI) dan Machine Learning

AI dan machine learning digunakan untuk menganalisis data besar dan mengidentifikasi pola untuk membuat prediksi. Teknologi ini membantu perusahaan memproyeksikan permintaan, menentukan metode penyimpanan yang optimal, dan mengoptimalkan rute distribusi.

McKinsey & Company melaporkan bahwa penerapan AI dalam supply chain dapat meningkatkan akurasi peramalan permintaan hingga 20–50%, serta mempercepat proses pengambilan keputusan. Teknologi ini membantu perusahaan mengurangi kesalahan operasional dan meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan rantai pasokan secara keseluruhan.

f. Otomatisasi dan Perangkat Lunak

Otomatisasi menggantikan proses manual yang memakan waktu dan rentan terhadap kesalahan. Dengan perangkat lunak yang terintegrasi, perusahaan dapat mengelola seluruh proses rantai pasokan secara lebih efisien dan meminimalkan kesalahan manusia.

Perangkat lunak yang terotomatisasi memungkinkan perusahaan untuk mempercepat alur kerja dan mengurangi ketergantungan pada pekerjaan manual. Ini mengarah pada pengurangan biaya operasional dan peningkatan produktivitas secara keseluruhan.

Untuk menghadirkan digital supply chain yang lebih efisien, Anda memerlukan solusi yang dapat mengintegrasikan berbagai teknologi canggih dalam satu platform. Software Scale 360 dari ScaleOcean hadir untuk mempermudah transformasi digital bisnis Anda dengan fitur-fitur yang mendukung otomatisasi, analitik data, dan integrasi IoT.

Dengan menggunakan teknologi terbaru, Anda dapat meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi biaya. Vendor ini menawarkan demo gratis dan konsultasi gratis untuk mengetahui bagaimana software ini dapat mengoptimalkan rantai pasokan perusahaan Anda.

ERP

4. Tahapan Digital Supply Chain

Untuk mencapai efisiensi operasional dan kepuasan pelanggan yang optimal, ada beberapa langkah penting yang harus dilalui oleh perusahaan dalam menerapkan sistem ini. Berikut adalah langkah-langkah tersebut.

a. Cari Tahu Kebutuhan Perusahaan

Langkah pertama adalah memahami dengan jelas apa yang dibutuhkan oleh perusahaan. Anda bisa melakukan penilaian terhadap proses bisnis saat ini, identifikasi area yang membutuhkan peningkatan, dan perumusan tujuan serta sasaran strategis yang ingin dicapai.

Selain itu, penting untuk memahami bagaimana setiap proses bisnis di dalam perusahaan saling berinteraksi. Dengan pemahaman ini, implementasi teknologi digital dapat dirancang untuk mendukung seluruh sistem secara menyeluruh.

b. Pilih Teknologi yang Tepat

Langkah selanjutnya dalam menerapkan digital supply chain adalah memilih teknologi yang tepat. Teknologi yang dipilih harus disesuaikan dengan berbagai faktor yang ada, seperti tujuan bisnis dan sumber daya yang tersedia.

Dengan demikian, kesiapan perusahaan untuk mengimplementasikan teknologi tersebut juga menjadi pertimbangan penting. Selain itu, perlu juga dipertimbangkan bagaimana teknologi tersebut akan memberi dampak bagi aktivitas bisnis dan kepentingan stakeholder.

c. Integrasikan ke Proses Bisnis

Setelah teknologi dipilih, perlu dilakukan integrasi ke dalam proses bisnis. Integrasi ini mencakup pelatihan dan panduan lengkap bagi karyawan, penyesuaian prosedur kerja, dan pengaturan sistem agar dapat berinteraksi dengan baik.

Langkah tersebut sangat penting karena memastikan teknologi yang dipilih dapat berfungsi secara optimal. Hal ini juga memastikan bahwa teknologi tersebut memberikan manfaat yang maksimal bagi perusahaan.

d. Lakukan Pengujian dan Optimasi

Jangan lupa melakukan pengujian untuk memastikan bahwa sistem berjalan dengan baik. Pengujian ini juga memberikan kesempatan bagi perusahaan jika memerlukan optimasi sebelum sistem sepenuhnya dioperasikan. Optimasi dapat berupa penyesuaian fitur, peningkatan kinerja sistem, atau perbaikan bug dan masalah teknis lainnya.

e. Evaluasi & Pengembangan Lanjutan

Setelah sistem berjalan, perlu dilakukan evaluasi untuk mengukur efektivitas dan menentukan aspek yang perlu ditingkatkan. Evaluasi ini perlu dilakukan secara berkala untuk memastikan sistem tetap berjalan dengan baik.

Hasil evaluasi kemudian dapat digunakan untuk pengembangan dan peningkatan sistem di masa depan. Seiring dengan perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan bisnis, digital supply chain juga harus terus berkembang dan beradaptasi.

5. Perbedaan Digital Supply Chain dan Tradisional

Perbedaan Digital Supply Chain dan Tradisional

Digital supply chain dan rantai pasok tradisional memiliki pendekatan yang sangat berbeda dalam pengelolaan alur pasokan. Rantai pasok tradisional sering kali bergantung pada proses manual, yang mengakibatkan kelambatan dan keterpisahan antar bagian.

Sementara itu, digital supply chain mengintegrasikan teknologi canggih, yang memungkinkan peningkatan visibilitas dan efisiensi operasional secara menyeluruh. Perbedaan utama antara keduanya adalah bagaimana setiap elemen dalam rantai pasokan terhubung dan dikelola.

a. Kelebihan dan Kekurangan Digital Supply Chain

Digital supply chain menawarkan sejumlah kelebihan yang memberikan keunggulan kompetitif. Dengan penerapan teknologi seperti IoT dan cloud computing, perusahaan dapat meningkatkan visibilitas di seluruh proses rantai pasokan.

Hal ini memungkinkan pemantauan barang secara real-time, meningkatkan transparansi, dan memudahkan respons terhadap masalah atau hambatan yang muncul. Selain itu, digital supply chain membantu perencanaan produksi dengan lebih baik. Teknologi otomatisasi mengoptimalkan proses operasional dan mengurangi keterlibatan manual.

Hal ini meminimalkan kesalahan manusia, yang pada gilirannya mengarah pada efisiensi bisnis. Namun, tantangan yang sering dihadapi adalah biaya implementasi teknologi yang tinggi dan ketergantungan pada sistem digital, yang bisa menjadi risiko jika ada gangguan teknis atau ancaman siber.

b. Kelebihan dan Kekurangan Supply Chain Tradisional

Supply chain tradisional, meskipun lebih sederhana, memiliki beberapa kelemahan yang jelas. Salah satu kekurangannya adalah kurangnya visibilitas yang dapat menghambat pengambilan keputusan yang cepat dan akurat.

Proses manual yang digunakan dalam sistem ini membuat data sering kali terpisah dan sulit diakses secara real-time, mengurangi transparansi dan menghambat koordinasi antar pihak. Selain itu, ineffisiensi dalam rantai pasokan tradisional lebih tinggi karena banyaknya langkah manual yang terlibat.

Respons terhadap perubahan pasar atau gangguan dalam pasokan cenderung lebih lambat, karena perusahaan sulit beradaptasi dengan perubahan yang terjadi dalam waktu singkat. Namun, model tradisional ini bisa lebih sederhana untuk diterapkan, terutama bagi perusahaan yang belum siap dengan investasi teknologi digital.

6. Kesimpulan

Digital supply chain menawarkan solusi efisiensi dan responsivitas dengan mengintegrasikan teknologi canggih seperti IoT, big data, dan AI. Teknologi ini meningkatkan visibilitas, efisiensi operasional, dan memungkinkan respons yang lebih cepat terhadap perubahan pasar.

Untuk menghadirkan digital supply chain yang lebih efisien, Software 360 Scale ScaleOcean menyediakan solusi terintegrasi dengan fitur otomatisasi, analitik data, dan IoT. Vendor ini menawarkan demo gratis dan konsultasi gratis untuk mengetahui bagaimana sistem dapat mengoptimalkan rantai pasokan perusahaan Anda.

FAQ:

1. Digital supply chain kerjanya apa?

Digital supply chain bekerja dengan mengintegrasikan teknologi canggih seperti IoT, big data, dan AI untuk mengoptimalkan proses dari pengadaan hingga pengiriman produk. Teknologi ini memungkinkan pemantauan real-time, otomatisasi, dan pengambilan keputusan berbasis data untuk meningkatkan efisiensi operasional.

2. Apa yang dimaksud dengan konsep rantai pasokan digital?

Rantai pasokan digital adalah penerapan teknologi digital untuk menghubungkan dan mengotomatisasi seluruh proses dalam rantai pasokan, dari pengadaan bahan baku hingga pengiriman ke konsumen. Tujuannya adalah meningkatkan efisiensi, visibilitas, dan responsivitas terhadap dinamika pasar.

3. Apa contoh teknologi dalam digital supply chain?

Contoh digital supply chain adalah penggunaan teknologi seperti IoT untuk melacak barang secara real-time, cloud computing untuk integrasi data antar departemen, serta AI untuk meramalkan permintaan pasar dan mengoptimalkan proses produksi, seperti yang diterapkan dalam perusahaan manufaktur besar.

4. Bagaimana cara membangun digital supply chain?

Untuk membangun digital supply chain, perusahaan perlu mengintegrasikan teknologi seperti IoT, big data, dan AI ke dalam proses rantai pasokan mereka. Langkah-langkahnya termasuk mendigitalkan sistem yang ada, mengotomatisasi proses, serta memantau dan menganalisis data secara real-time untuk pengambilan keputusan yang lebih cepat.

Jadwalkan Demo Gratis

Error message
Error message
Error message
Error message
Error message
Error message

Rekomendasi Artikel Terkait

Temukan Artikel Serupa untuk Solusi Bisnis Lebih Lengkap