Apa itu Aset? Pengertian, Sifat, Jenis, serta Contohnya

ScaleOcean Team
Posted on
Share artikel ini

Setiap perusahaan membutuhkan aset yang kuat untuk mendukung kelancaran operasional dan mencapai target keuntungan. Kekayaan ini tidak hanya berfungsi sebagai modal kerja, tetapi juga menjadi alat strategis yang mencerminkan kesehatan finansial sebuah bisnis dalam jangka panjang.

Memahami klasifikasi dan karakteristik setiap jenis penting agar manajemen dapat mengalokasikan sumber daya secara efektif. Artikel ini akan mengulas tuntas mengenai definisi, sifat, hingga berbagai klaisifikasi yang wajib diketahui untuk mengoptimalkan valuasi bisnis Anda.

starsKey Takeaways
  • Aset adalah segala hal yang dimiliki oleh sebuah pihak yang memiliki nilai ekonomi dan mampu menghasilkan manfaat atau keuntungan pada masa depan.
  • Sifat dari aset meliputi adanya nilai ekonomi objektif, dikuasai secara legal oleh pihak tertentu, mempunyai manfaat ekonomi, merupakan hasil transaksi masa lalu.
  • Jenis aset dapat dibagi berdasarkan kecepatan pencairan, fungsi, dan bentuknya.
  • Adanya asset management system seperti ScaleOcean membantu perusahaan dalam mempermudah pencatatan, pelacakan, dan pengelolaan masing-masing benda yang dimiliki.

Coba Demo Gratis!

requestDemo

1. Apa itu Aset?

Aset adalah segala sumber daya bernilai ekonomi yang dimiliki oleh individu, perusahaan, atau negara yang diharapkan akan memberikan keuntungan ekonomi pada masa mendatang. Hal ini mencakup segala hal yang tercatat dalam neraca yang dapat dilikuidasi menjadi kas atau menghasilkan pendapatan.

Definisi di atas merupakan rujukan dari PSAK no. 16 tahun 2011. Dalam menjalankan sebuah bisnis, aset tentunya merupakan sebuah komponen inti dalam memastikan keberlangsungan operasional jangka pendek, maupun jangka panjang, sehingga penting untuk dikelola semaksimal mungkin.

2. Apa saja Sifat Aset?

Terdapat beberapa hal yang menjadi persyaratan apakah suatu barang itu termasuk aset atau bukan.

Setiap sumber daya baru bisa dikategorikan sebagai aset jika memenuhi kriteria tertentu yang menunjukkan nilai dan kepemilikannya secara sah. Beberapa karakteristik utamanya mencakup aspek legalitas, nilai ekonomi, hingga potensi manfaat yang akan diterima perusahaan di masa mendatang:

  • Memiliki Nilai Ekonomi: Dapat divaluasi secara objektif dalam bentuk nominal keuangan.
  • Dikuasai secara Legal: Termasuk milik individu atau institusi berdasarkan hukum.
  • Memberikan Manfaat Ekonomi: Memberikan manfaat finansial di masa depan, seperti pendapatan dan laba.
  • Merupakan Hasil Transaksi Masa Lalu: Hal tertentu didapatkan dari hasil transaksi yang telah terjadi sebelumnya.

3. Jenis-jenis Aset berdasarkan Kecepatan Pencairan

Dalam dunia bisnis, aset dikelompokkan berdasarkan seberapa mudah kekayaan tersebut diubah menjadi uang tunai, lancar atau tidak lancar. Pemahaman mengenai tingkat likuiditas ini penting agar perusahaan dapat mengatur arus kas dengan lebih efisien, baik untuk operasional harian maupun investasi masa depan:

a. Aset Lancar

Aset lancar adalah segala pegangan perusahaan pada waktu tertentu yang dapat dilikuidasi menjadi tunai dalam waktu singkat. Biasanya, periode perputaran jenis berikut tidak lebih dari satu siklus akuntansi atau satu tahun, menjadikannya sebagai sumber utama dalam memenuhi kebutuhan modal jangka pendek.

b. Aset Tidak Lancar

Sebaliknya, aset tidak lancar merupakan kepemilikan jangka panjang yang membutuhkan waktu lebih lama untuk dicairkan menjadi uang tunai. Perusahaan cenderung memilih untuk menkonversi tunai menjadi jenis berikut untuk mendapatkan fungsi demi operasi inti, atau untuk mencegah depresiasi nilai tunai dari tahun ke tahun.

Kedua jenis tersebut, beserta juga dengan jenis-jenis pada pembahasan berikutnya, biasa dikelola melalui sebuah sistem manajemen aset seperti ScaleOcean. Hal ini dikarenakan alat tersebut dapat mencatat masing-masing kepemilikan, serta juga menklasifikasinya secara otomatis berdasarkan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya.

ERP

4. Jenis-jenis Aset berdasarkan Fungsi

Selain melihat dari kecepatan pencairannya, perusahaan juga membagi kekayaan mereka berdasarkan fungsinya, yakni operasional dan non-operasional. Pembagian ini bertujuan agar manajemen dapat membedakan mana sumber daya yang penting untuk keberlangsungan operasi inti dan mana yang berperan sebagai pendukung:

a. Aset Operasional

Kategori berikut mencakup seluruh kekayaan yang digunakan secara aktif dalam menjalankan aktivitas bisnis sehari-hari. Perannya krusial karena tanpa keberadaan aset operasional, segala kegiatan dalam perusahaan tidak dapat berjalan, sehingga menghambat arus kas dan pendapatan.

b. Aset Non-operasional

Aset non-operasional merupakan kepemilikan yang nilainya tetap ada namun tidak terlibat dalam kegiatan inti. Meskipun tidak digunakan dalam operasional rutin, segala hal dalam jenis berikut tetap disimpan karena adanya potensi dalam memberikan keuntungan finansial tambahan bagi kas perusahaan.

5. Jenis-jenis Aset berdasarkan Bentuk

Klasifikasi terakhir didasarkan pada karakteristik fisik dan non-fisik dari kekayaan yang dimiliki. Dengan memahami perbedaan ini, perusahaan dapat menentukan metode penilaian dan penyusutan yang paling tepat untuk setiap hal yang mereka kelola:

a. Aset Berwujud (Fisik)

Sesuai dengan namanya, aset jenis berikut merupakan segala barang perusahaan yang memiliki bentuk fisik. Keberadaannya dapat dilihat secara nyata, serta biasanya memiliki masa manfaat yang akan menyusut seiring dengan frekuensi pemakaian dalam operasional bisnis.

b. Aset Tidak Berwujud (Non-fisik)

Sebaliknya, aset tidak berwujud adalah segala kepemilikan yang tidak memilki bentuk fisik. Meskipun begitu, jenis ini memiliki nilai ekonomi yang relatif tinggi karena memberikan hak hukum atau keunggulan kompetitif bagi perusahaan dalam jangka panjang.

6. Contoh-contoh Aset

Salah contoh aset adalah furnitur dalam kantor.

Memahami jenis-jenis sebelumnya akan lebih mudah jika merujuk langsung pada hal-hal umum dalam operasional perusahaan. Berikut adalah beberapa daftar barang atau lainnya yang termasuk bagian dari setiap jenis:

  • Lancar: Kas dan setara kas, saham atau obligasi (1 tahun atau kurang), piutang usaha, beban bayar di muka.
  • Tidak Lancar: Investasi jangka panjang, tanah, gedung kantor atau pabrik, mesin produksi.
  • Operasional: Mesin produksi, piutang usaha, alat pengiriman, alat tulis kantor (ATK).
  • Non-operasional: Tanah kosong, dividen atau bunga, reputasi perusahaan (brand equity), asuransi.
  • Berwujud (Fisik): Perangkat keras, bangunan perusahaan, kendaraan, furnitur, alat tulis kantor.
  • Tidak Berwujud (Non-fisik): Hak paten, brand equity, lisensi software, rahasia dagang.

Dari daftar contoh tersebut, mungkin Anda merasa kebingungan akan mengapa adanya pernyataan berulang. Hal ini dikarenakan masing-masing barang yang dimiliki oleh perusahaan dapat termasuk dua jenis aset atau lebih berdasarkan dengan tujuan transaksi berserta juga tata penggunaan perusahaan.

Contohnya, surat berharga seperti saham dan obligasi merupakan benda lancar bila hal tersebut dilikuidasi menjadi kas dalam waktu setara atau kurang lebih dari 1 tahun. Namun, hal tersebut juga dapat termasuk barang tidak lancar bila perusahaan menggunakannya sebagai investasi jangka panjang, yakni lebih dari 1 tahun.

7. Kesimpulan

Memahami klasifikasi dan sifat aset sangat bagi perusahaan untuk menjaga stabilitas finansial serta mengoptimalkan pertumbuhan bisnis. Pengelolaan yang tepat memastikan setiap sumber daya dapat memberikan manfaat ekonomi maksimal bagi operasional Anda.

Proses pemantauan seluruh kekayaan ini tentu akan jauh lebih efisien jika didukung oleh teknologi yang tepat. ScaleOcean menyediakan solusi asset management untuk membantu otomasi pencatatan Anda, yang dapat Anda pelajari lebih lanjut melalui layanan demo gratis.

FAQ:

1. Apa yang dimaksud aset?

Aset adalah sumber daya bernilai ekonomi yang dikuasai oleh sebuah pihak yang diharapkan akan memberikan manfaat ekonomi kembali pada masa mendatang, dapat berupa benda terwujud dan non-fisik, dan benda operasional atau non-operasional.

2. Apa saja 10 contoh aset tetap?

1. Tanah
2. Properti Bangunan
3. Peralatan Kantor
4. Kendaraan
5. Furnitur
6. Mesin Produksi
7. Hak Cipta
8. Paten
9. Lisensi
10. Merek Dagang

3. Apakah uang itu aset?

Iya, uang merupakan aset paling likuid yang dapat dimiliki oleh sebuah pihak. Maksud dari paling likuid di sini adalah karena uang dapat diubah menjadi apa saja sesuai dengan kebutuhan pihak pada waktu tersebut.

Jadwalkan Demo Gratis

Error message
Error message
Error message
Error message
Error message
Error message

Rekomendasi Artikel Terkait

Temukan Artikel Serupa untuk Solusi Bisnis Lebih Lengkap