
Halo, kami siap bantu cari solusi ERP sesuai kebutuhan Anda.
Konsultasi Sekarang
Proses pengiriman barang yang rumit dan panjang dapat meningkatkan risiko kerusakan maupun hilangnya barang selama proses pengiriman. Tanpa adanya perlindungan dari asuransi pengiriman barang untuk usaha Anda, kekhawatiran tersebut dapat berakibat pada kerugian materi bagi usaha Anda.
Sebagai langkah antisipatif untuk mencegah kerugian tersebut, perlindungan finansial berupa asuransi pengiriman barang ini berfungsi melindungi aset berharga Anda dari segala macam masalah tak terduga yang bisa terjadi selama perjalanan. Perlindungan ini sangat krusial dalam rangka menghindari resiko finansial dan menjamin reputasi yang baik di mata para pelanggan.
Memilih jenis perlindungan yang tepat tentunya akan membantu Anda untuk mengelola setiap resiko distribusi barang atau kargo Anda dengan lebih efektif. Artikel ini akan membahas secara lengkap dari apa itu, jenis, sampai manfaat dari asuransi pengangkutan barang hanya untuk Anda!
Asuransi pengiriman barang adalah bentuk perlindungan finansial yang memberikan ganti rugi saat paket rusak atau hilang selama perjalanan. Pengirim membayar premi tambahan, biasanya sekitar 0,2%–0,5% dari nilai barang, plus biaya administrasi sesuai kebijakan penyedia jasa. Besaran ini bergantung pada jenis dan nilai barang.
Saat paket bermasalah, pengirim dapat mengajukan klaim dengan melampirkan resi, invoice, serta foto atau video unboxing. Penyedia kurir atau mitra asuransi kemudian memeriksa bukti tersebut dan memberikan ganti rugi sesuai nilai pertanggungan serta ketentuan yang berlaku. Karena itu, simpan bukti sejak awal.
Perlindungan berupa asuransi pengiriman barang ini sangat kami rekomendasikan untuk pengangkutan barang berharga, seperti peralatan elektronik, dokumen penting, produk mudah retak, atau barang yang berisiko rusak selama perjalanan. Namun, setiap layanan memiliki persyaratan klaim dan nilai pertanggungan yang berbeda. Periksa ketentuan sebelum mengirim.
Lalu, apakah asuransi pengiriman wajib atau opsional? Layanan ini memang opsional, tetapi sangat dianjurkan untuk barang bernilai tinggi atau mudah rusak. Menurut Forbes, perlindungan ini juga penting bagi kendaraan komersial untuk mengurangi risiko finansial akibat kerusakan atau kehilangan barang.
Baca juga: Pahami Arti Logistik dan Strategi Pengelolaan Bisnisnya
Asuransi pengiriman merupakan perlindungan terhadap risiko kerugian pada barang yang terjadi di luar kendali pengirim, khususnya saat barang tersebut sedang dikirim. Berikut adalah beberapa resiko yang akan pihak asuransi pengiriman barang tanggung saat proses pengantaran berlangsung:
Rusaknya barang antara lain disebabkan oleh kondisi seperti barang pecah, penyok, bocor, atau bahkan barang tersebut rusak sehingga tidak berfungsi setelah diterima. Risiko tersebut mungkin timbul akibat adanya guncangan, penyimpanan, hingga penyok saat proses pengiriman.
Apabila Anda berencana untuk pengiriman bisnis dalam skala besar, ekspor/impor, serta kargo antar pulau, Anda dapat memilih asuransi komersial atau disebut juga marine cargo. Contohnya, seperti asuransi cargo darat untuk pengiriman barang melalui jalur darat atau asuransi muatan truk untuk mencegah risiko kerugian jika terjadi masalah truk terbalik, kecelakaan, bencana alam, hingga kerusuhan.
Selain itu, asuransi juga menanggung kerugian akibat kehilangan barang yang tidak sampai di tangan penerima atau alamat tujuan. Jika barang yang dikirim tersebut dinyatakan hilang oleh pihak ekspedisi dan memenuhi syarat untuk klaim, maka pengirim atau penerima bisa melakukan ganti rugi sesuai dengan pertanggungan asuransi.
Pencurian berarti hilangnya, pengurangan atau pertukaran isinya oleh pihak tidak bertanggung jawab pada proses pengiriman. Dalam hal tersebut, klaim akan membutuhkan bukti pendukung dalam bentuk resi, invoice, foto paket, dan laporan dari penyedia jasa kirim.
Premi asuransi pengiriman barang biasanya dihitung dengan menjumlahkan total nilai barang yang akan dikirim plus biaya administrasi kalau ada. Nilai dari barang tersebut biasa disebut dengan nilai pertanggungan yaitu nilai nominal yang akan Anda dapatkan apabila terjadi kerugian dari paket tersebut baik itu rusak atau hilang.
Mungkin Anda bertanya-tanya jumlah asuransi pengangkutan barang atau cargo berapa persen? Untuk layanan logistik lokal Indonesia, premi asuransi biasanya berkisar antara 0,2%-0,5% dari harga barang tersebut.
Semakin tinggi nilai barang tersebut maka semakin besar pula premi yang harus dibayarkan, tapi masih jauh lebih kecil dibandingkan dengan nilai paket tersebut. Sebagai contoh perhitungan asuransi pengiriman barang:
Dengan perhitungan ini, pengirim bisa memperkirakan biaya tambahan sebelum mengirim barang.

Apabila ada kerusakan atau kehilangan dalam proses pengiriman, Anda dapat mengajukan klaim asuransi kepada perusahaan ekspedisi berdasarkan nilai pertanggungan. Hal ini agar proses klaim dapat berlangsung dengan lancar dan cepat, persiapkan semua bukti yang dibutuhkan dari awal.
Pertama, persiapkan bukti resi, nomor pesanan, atau nomor pengiriman. Bukti ini akan digunakan oleh perusahaan ekspedisi untuk mencari tahu status paket, mengontrol riwayat pengiriman, dan melakukan pengecekan bahwa klaim tersebut benar-benar sesuai dengan proses pengiriman.
Lampirkan bukti nilai barang tersebut seperti invoice, nota pembelian, atau bukti lain yang berhubungan dengan nilai barang tersebut. Bukti tersebut digunakan sebagai alat untuk menentukan nilai pertanggungan dan menghitung nominal ganti rugi yang harus ditanggung.
Lakukan dokumentasi foto atau video kondisi paket yang didapatkan saat pertama kali diterima, terutama ketika proses unboxing. Ini bertujuan untuk membuktikan kondisi paket apakah rusak, pecah, bocor, penyok, atau tidak sesuai kondisi pengiriman awalnya.
Beberapa ekspedisi juga meminta bukti bahwa barang tersebut telah dikemas dengan cara yang benar berdasarkan standar pengiriman. Untuk itu, dokumentasikan kemasan luar, penunjang packaging, bubble wrap, kardus, atau label fragile jika digunakan.
Setelah semua bukti diperoleh, lakukan komunikasi segera kepada perusahaan ekspedisi atau situs pengiriman untuk mengajukan klaim. Setiap penyedia layanan memiliki batas waktu, prosedur, dan syarat klaim yang berbeda, jadi pastikan Anda mengikuti ketentuan yang berlaku.
Untuk mempercepat proses klaim, penyedia asuransi pengiriman terkemuka di Indonesia dapat berkolaborasi dengan ScaleOcean Atlas for Logistics. Atlas membantu menghubungkan data pengiriman, dokumen pendukung, dan status klaim agar proses verifikasi dapat dipantau. Hubungi tim ScaleOcean untuk melakukan konsultasi gratis sekarang.
Selain melindungi barang dari kerusakan atau kehilangan, asuransi pengangkutan barang penting dalam membantu mencegah ganti rugi minim. Tanpa perlindungan ini, kompensasi ekspedisi biasanya terbatas sehingga belum tentu setara dengan nilai barang. Dengan premi sekitar 0,2%–0,4%, pengirim dapat memperoleh ganti rugi sesuai nilai pertanggungan.
Berikut merupakan alasan utama mengapa perlu menggunakan asuransi untuk pengiriman paket:
Barang pasti berisiko selama proses pengiriman, baik dalam bentuk kerusakan, hilang, telat, atau pengelolaan yang tidak tepat selama proses transitnya. Dengan adanya asuransi, pihak pengirim tidak akan harus bertanggung jawab atas semua kerugian yang mungkin terjadi, baik untuk barang komersial sampai dangerous goods.
Asuransi memudahkan pengirim mendapatkan penggantian kerugian yang sebanding dengan nilai barang yang diasuransikan. Oleh karena itu, penentuan nominal barang yang akurat oleh pengirim menjadi penting supaya proses perhitungan premi, nilai pertanggungan, serta proses klaim menjadi tepat.
Pada sistem Cost, Insurance, and Freight (CIF), penjual akan bertanggung jawab terhadap biaya barang, asuransi, dan pengiriman hingga ke pelabuhan tujuan. Hal tersebut dapat meminimalkan risiko finansial bagi bisnis pada jika barang mengalami kendala selama perjalanan.
Diluar CIF, ada juga Carriage and Insurance Paid to (CIP) yang menentukan biaya pengiriman dan asuransi sampai titik penerimaan yang telah disetujui sebelumnya. CIP ini bermanfaat bagi perusahaan untuk dapat memahami batas tanggung jawabnya, terlebih lagi ketika barang tersebut diantar melalui batas negara lain atau lebih dari moda.
Ketika status barang yang ditulis telah berubah menjadi departed dari transit, pengirim akan merasa bahwa barang tersebut semakin dekat dengan tujuan penerimanya. Meskipun begitu, masih ada resiko lainnya yang bisa terjadi saat pengiriman last-mile. Untuk itu, asuransi membantu melindungi barang sampai saat barang tiba di tangan penerima.
Incoterm akan membantu penjual dan pembeli mengetahui siapa saja yang menanggung risiko dan tanggung jawab dalam proses pengiriman barang secara internasional. Dengan adanya asuransi, setiap pihak yang berkepentingan dapat lebih mudah mengetahui siapa saja yang menanggung biaya pengiriman tersebut.
Asuransi membantu dalam memastikan agar ritase pengiriman tidak terpengaruh dengan adanya masalah pada produk tertentu. Apabila kerugian yang dialami masuk dalam persyaratan untuk mendapatkan klaim, maka perusahaan akan dapat memulihkan proses distribusi lebih cepat tanpa mengganggu jadwal pengiriman berikutnya.
Baca juga: Apa itu Freight Forwarding dan Fungsinya bagi Bisnis
Setiap ekspedisi memiliki syarat dan ketentuan premi, administrasi, maupun klaim asuransi pengiriman barang yang berbeda-beda. Oleh karena itu, pihak pengirim sebaiknya memahami syarat dan ketentuan tersebut sejak awal untuk melindungi nilai barang pengiriman dan proses klaim sesuai prosedur.
Ini beberapa contohnya:
Asuransi pengangkutan barang dapat dibagi menjadi beberapa jenis yaitu berdasarkan cara pengiriman dan tingkat perlindungan yang ditawarkannya. Di bawah ini akan dijelaskan mengenai setiap jenis asuransi pengiriman dengan seksama:
Berdasarkan pernyataan dari Kementerian Perhubungan, implementasi wajib asuransi pada angkutan laut domestik di Indonesia menghadapi berbagai kendala. Beberapa tantangan utama meliputi manajemen perusahaan pelayaran yang belum optimal, kurangnya pemahaman tentang asuransi, serta belum tegasnya penegakan hukum terhadap pemilik kapal yang tidak mengasuransikan kapalnya.
Asuransi pengiriman merupakan perlindungan finansial yang bertujuan untuk memperoleh ganti rugi ketika barang rusak, hilang, atau dicuri selama proses pengiriman. Fungsi perlindungan ini adalah untuk membantu perusahaan pengirim menjaga nilai barang, risiko finansial, dan melakukan klaim sesuai persyaratan ekspedisi.
Dalam prakteknya, asuransi pengiriman bisa digunakan baik itu melalui jalur darat, laut, atau udara dengan tingkat perlindungan yang berbeda pula. Perusahaan akan harus menghitung premium, menghasilkan resi, invoice, dokumen paket dan bukti packaging demi kemudahan dalam klaim.
Untuk mempermudah pengiriman, dokumen, informasi produk, dan data klaim, perusahaan Anda bisa memanfaatkan ScaleOcean Atlas Logistics ERP. Sistem ini membantu perusahaan memantau proses distribusi dan mengurangi kesalahan administrasi. Untuk mengetahui kesesuaiannya dengan kebutuhan bisnis, jadwalkan konsultasi gratis bersama tim ScaleOcean.
Asuransi pengiriman adalah perlindungan finansial yang memberikan ganti rugi jika barang rusak, hilang, atau dicuri selama perjalanan. Perlindungan ini membantu mengurangi kerugian pengirim dan biasanya mencakup risiko kerusakan, kehilangan, pencurian, serta kecelakaan transportasi sesuai ketentuan polis.
Biaya asuransi pengiriman barang umumnya berkisar antara 0,2% hingga 0,35% dari nilai barang, tergantung kebijakan masing-masing ekspedisi. Seperti contohnya perusahaan ekspedisi A yang menerapkan 0,2% dari nilai barang ditambah Rp5.000, sedangkan perusahaan ekspedisi B menetapkan tarif 0,3% dari total nilai barang.
Biaya asuransi dihitung dengan rumus: (Nilai Barang + Biaya Pengangkutan + 10% dari Total Nilai) × Persentase Premi. Rumus ini digunakan untuk menentukan nilai pertanggungan secara menyeluruh, lalu dikalikan dengan tarif premi asuransi yang berlaku.
Asuransi pengiriman memberikan ganti rugi kepada pengirim jika barang yang diasuransikan hilang, rusak, atau dicuri selama proses pengiriman. Klaim didasarkan pada nilai barang yang dideklarasikan, dan dalam beberapa layanan, perlindungan ini sudah termasuk dalam tarif pengiriman.
ScaleOcean Atlas for Logistics ERP membantu perusahaan mengelola data pengiriman, armada, dokumen, dan proses klaim dalam satu sistem. ScaleMind AI yang terintegrasi berperan sebagai AI Business Assistant untuk menganalisis data logistik, memberikan insight, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis informasi.