MoQ (Minimum Order Quantity): Arti, Manfaat, dan Rumusnya

ScaleOcean Team
Posted on
Share artikel ini

Tanpa batasan jumlah pembelian yang jelas, stok mudah bergerak ke dua arah yang sama-sama merugikan. Saat permintaan meningkat, persediaan bisa tiba-tiba tidak mencukupi. Sebaliknya, ketika penyerapan melambat, barang mudah menumpuk dan biaya penyimpanan ikut naik. Akibatnya, arus kas ikut tertekan dan efisiensi operasional perusahaan menurun.

MOQ (Minimum Order Quantity) atau batas pembelian minimum menjadi solusi untuk mengatasi masalah ini. Dengan menetapkan jumlah minimum purchase, bisnis dapat memastikan ketersediaan stok yang optimal, menghindari pemborosan, dan memaksimalkan efisiensi operasional.

Artikel ini akan membahas pengertian MOQ, manfaatnya bagi bisnis, serta cara menyusun dan menentukan MOQ yang tepat. Serta artikel ini juga akan mengulas berbagai jenis MOQ dan bagaimana implementasinya dapat mendukung kelancaran operasional bisnis Anda.

starsKey Takeaways

Coba Demo Gratis!

requestDemo

Apa itu MoQ (Minimum Order Quantity)?

MoQ adalah singkatan dari Minimum Order Quantity (Kuantitas Pesanan Minimum), yaitu jumlah unit minimum yang perlu dibeli oleh pelanggan dalam satu transaksi. Ketentuan ini ditetapkan pemasok atau produsen yang bertujuan agar pesanan memberikan keuntungan bagi pemasok dengan menutupi biaya produksi, penyimpanan, dan distribusi secara efektif.

Konsep ini penting dalam bisnis karena mempengaruhi keputusan pembelian. Jika MoQ terlalu tinggi, pembeli mungkin kesulitan memenuhi syarat, sementara jika terlalu rendah, pemasok bisa merugi. MoQ juga mempengaruhi harga dan stok barang.

Studi dari Slimstock memperlihatkan ilustrasi numerik bahwa bila supplier menawarkan batch dengan MOQ kecil, maka biaya per unit bisa lebih besar dan margin bisa negatif. Misalnya, batch size 10.000 unit, jika MOQ hanya 10 unit vs 1000 unit vs 1000 per paket, maka skenario “MOQ terlalu kecil” bisa menghasilkan kerugian.

Namun, MoQ bisa bervariasi antar industri dan jenis produk. Produk dengan biaya produksi tinggi cenderung memiliki MoQ yang lebih besar. Sementara itu, produk dengan biaya rendah dapat memiliki MoQ yang lebih kecil. Oleh karena itu, pemahaman MoQ sangat penting bagi pelaku bisnis yang mengelola pengadaan barang.

Bagi perusahaan, memahami MoQ memungkinkan perencanaan pembelian dan hubungan dengan pemasok menjadi lebih efisien. Selain itu, MoQ juga mempengaruhi keputusan stok, penyimpanan, dan pengelolaan inventaris dalam suatu bisnis.

Mengelola MoQ dengan baik dapat membantu perusahaan mengurangi biaya inventory, karena pengelolaan stok yang tepat menghindari overstock dan kekurangan stok. Dengan demikian, perusahaan dapat mengoptimalkan pengeluaran dan meningkatkan efisiensi operasional dalam pengelolaan barang.

Tujuan dan Fungsi MOQ (Minimum Order Quantity)

Manfaat MoQ bagi Supplier

Secara umum, MOQ adalah jumlah minimum unit produk yang harus dibeli oleh pembeli dalam satu transaksi dari penjual atau pemasok. MOQ sering diterapkan dalam transaksi bisnis, khususnya di sektor grosir, manufaktur, dan rantai pasokan, dengan tujuan utama bagi penjual/pemasok sebagai berikut:

1. Meminimalkan Biaya Produksi

MOQ dirancang untuk memastikan pesanan cukup besar untuk memulai produksi secara efisien. Dengan cara ini, perusahaan dapat menghindari pemborosan sumber daya dan mencapai tingkat efisiensi yang lebih tinggi dalam proses produksi, mengurangi biaya per unit.

Menurut data World Metrics, manajemen inventaris mencakup 22% dari biaya operasional bisnis distribusi industri. Dengan penentuan MOQ yang akurat, perusahaan dapat mengurangi dampak besar biaya inventaris terhadap total biaya operasional mereka, menjaga arus kas tetap sehat, dan meningkatkan efisiensi distribusi.

Selain itu, penggunaan purchase order yang terintegrasi dengan perhitungan MOQ memastikan perusahaan dapat memesan jumlah barang yang tepat. Hal ini mengurangi pemborosan dan memastikan proses produksi berjalan lancar, sambil mempertahankan pengendalian biaya yang lebih baik.

2. Menjaga Margin Keuntungan

Dengan menetapkan MOQ yang tepat, perusahaan dapat memastikan bahwa harga jual mencakup biaya produksi dan tetap memberikan margin keuntungan yang memadai. Hal ini penting untuk menjaga kestabilan finansial dan memastikan kelangsungan usaha dalam jangka panjang.

3. Mengurangi Risiko Stok Mati

MOQ juga berfungsi untuk menghindari penumpukan stok berlebih di gudang. Dengan menetapkan batasan jumlah minimum pesanan, perusahaan dapat mengurangi risiko memiliki barang yang tidak terjual karena permintaan yang lebih rendah, yang dapat merugikan perusahaan.

Melalui manajemen ketersediaan yang baik, perusahaan dapat mengatur level stok secara lebih efektif, menghindari kelebihan persediaan yang tidak terjual. Hal ini membantu menjaga keseimbangan antara permintaan dan penawaran, serta mengurangi risiko kerugian akibat stok berlebih.

4. Menjaga Stabilitas Harga

Dengan MOQ, perusahaan dapat membantu menjaga kestabilan harga jual produk di pasar. Ketika produksi lebih terkontrol dan sesuai dengan pengajuan permintaan, fluktuasi harga dapat diminimalkan, menciptakan harga yang lebih stabil dan bersaing.

5. Menjaga Nilai Produk

MOQ membantu menjaga nilai produk dengan mencegah penjualan satuan yang menghasilkan margin terlalu tipis, terutama bagi reseller dan pengecer. Dengan batas pembelian minimum, harga jual cenderung lebih konsisten, sehingga perang harga dapat ditekan dan persepsi nilai di pasar tetap terjaga.

Selain itu, MOQ memberi ruang yang lebih sehat untuk biaya layanan, seperti pengemasan, pengiriman, dan dukungan purna jual, sehingga keuntungan tetap terjaga.

Bagaimana Cara Kerja MoQ?

Sebelum memahami lebih jauh, penting untuk mengetahui bagaimana cara kerja Minimum Order Quantity (MOQ). Dengan memahami cara kerjanya, perusahaan dapat memaksimalkan keuntungan dan mengoptimalkan proses produksi sekaligus menghindari pemborosan.

1. Untuk Pemasok

Bagi produsen, MOQ berfungsi untuk menutupi biaya produksi dan operasional. Dengan menetapkan batasan minimum, mereka dapat menghindari produksi barang yang berlebih, yang berisiko tidak terjual dan membebani inventaris perusahaan.

Proses penentuan MOQ dimulai dengan dokumen RFQ, yang digunakan oleh perusahaan untuk mengajukan permintaan penawaran kepada pemasok. Dengan menggunakan RFQ, perusahaan dapat memastikan bahwa mereka memesan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan produksi dan menghindari kelebihan stok yang tidak terjual.

Selain itu, setelah menerima penawaran melalui dokumen RFQ, perusahaan dapat memperkuat perencanaan pengadaan dengan blanket purchase order. Ini memungkinkan pembelian barang secara bertahap dengan harga tetap, mengurangi risiko kelebihan stok dan memudahkan pengelolaan persediaan jangka panjang.

2. Untuk Pembeli

Pembeli diwajibkan untuk memesan produk sesuai dengan jumlah minimum yang ditetapkan oleh penjual. Hal ini mendorong mereka untuk lebih bijaksana dalam merencanakan pembelian dan memastikan bahwa mereka tidak membeli lebih dari yang diperlukan.

Selain itu, penggunaan dokumen RFP mempermudah kedua belah pihak dalam merencanakan pesanan sesuai dengan kebutuhan aktual. Dengan dokumen ini, pembeli dapat memastikan bahwa pesanan sesuai dengan MoQ tanpa overstock, sekaligus mendukung perencanaan pengadaan yang lebih efisien.

Dengan memenuhi MOQ, pembeli sering kali mendapatkan keuntungan dalam bentuk harga yang lebih murah atau diskon. Ini memberikan insentif bagi pembeli untuk memesan dalam jumlah besar, sehingga mereka bisa menghemat biaya pembelian dalam jangka panjang.

Jenis-Jenis Minimum Order Quantity (MoQ)

Jenis-jenis Minimum Order Quantity (MoQ)
Ada dua jenis MoQ yang biasa digunakan oleh pelaku bisnis, yaitu soft MoQ dan hard MoQ. Kedua jenis ini memberikan fleksibilitas yang berbeda tergantung pada kebutuhan supplier dan pembeli. Berikut penjelasannya lebih lengkapnya:

1. Soft MoQ

Soft MoQ adalah jumlah pesanan minimum yang direkomendasikan oleh supplier, namun masih dapat dinegosiasikan. Artinya, jika pembeli tidak mampu memesan hingga batas minimum yang ditetapkan, mereka masih bisa mengajukan penawaran dengan kuantitas yang lebih rendah.

Biasanya, supplier akan tetap menerima pesanan dengan jumlah lebih kecil, namun dengan harga yang sedikit lebih tinggi atau tanpa diskon volume. Ini memberikan fleksibilitas bagi retailer yang baru mulai atau yang membutuhkan stok dalam jumlah kecil.

Dalam penerapan Soft MoQ, supplier biasanya menyertakan surat penawaran barang resmi yang memuat jumlah minimum, harga per unit, dan syarat pengiriman. Surat ini menjadi acuan resmi bagi pembeli dan supplier untuk menyepakati pesanan meski kuantitas lebih rendah dari standar MoQ.

2. Hard MoQ

Sebaliknya, hard MoQ adalah batas pesanan minimum yang tidak bisa dinegosiasikan. Jika pembeli tidak mencapai jumlah minimum yang ditentukan, supplier tidak akan memproses pesanan tersebut.

Jenis MoQ ini sering digunakan oleh supplier untuk menjaga efisiensi produksi dan distribusi, terutama jika biaya produksi

Jadwalkan Demo Gratis

Error message
Error message
Error message
Error message
Error message
Error message

Rekomendasi Artikel Terkait

Temukan Artikel Serupa untuk Solusi Bisnis Lebih Lengkap