Ketidakmampuan mengelola bahan mentah dapat berdampak negatif pada kelancaran operasional pabrik. Hal ini menyebabkan pembengkakan biaya akibat inefisiensi penyimpanan di gudang serta penundaan pengiriman produk kepada klien. Selain itu, arus kas perusahaan dan margin keuntungan Anda berisiko menurun drastis akibat penumpukan stok yang berlebihan atau pemborosan material.
Pengelolaan raw material yang efektif dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi tantangan tersebut. Pemahaman mendalam mengenai bahan mentah menjadi jembatan untuk menjaga stabilitas rantai pasok dan memastikan kualitas produk akhir tetap konsisten di setiap tahapan. Hal ini juga berdampak langsung pada efisiensi biaya operasional dan kesehatan finansial perusahaan secara menyeluruh.
Memahami raw material dapat membantu bisnis Anda mengoptimalkan strategi pengadaan, mengendalikan inventaris gudang, dan menjamin daya saing produk di pasar. Artikel ini akan membahas pengertian raw material, klasifikasi jenisnya, tahapan pemrosesannya, hingga strategi optimalisasi pengelolaannya dalam ekosistem manufaktur.
- Raw material adalah bahan mentah dasar yang diolah melalui proses produksi menjadi barang jadi atau setengah jadi yang bernilai jual.
- Jenis raw material mencakup beberapa klasifikasi, mulai dari keterkaitan dengan produk, asalnya, maupun bentuknya.
- Contoh raw material dalam bisnis manufaktur dapat dilihat mulai dari, industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, elektronik, hingga industri kimia.
- Software manufaktur ScaleOcean membantu memantau stok bahan mentah secara real-time dan otomatis, mencegah kekurangan material serta mengoptimalkan biaya produksi.
Apa itu Raw Material?
Raw material adalah bahan mentah atau komponen dasar yang belum diolah dan digunakan dalam proses produksi untuk membuat barang setengah jadi atau barang jadi. Bahan ini bisa berasal dari sumber alam seperti kayu, kapas, dan minyak bumi, atau berupa produk olahan lainnya seperti plastik dan baja. Di industri, bahan ini merupakan elemen utama yang diperlukan untuk menghasilkan barang yang siap dijual.
Secara umum, bahan mentah tersebut belum mengalami pemrosesan yang signifikan dan masih memerlukan tahap lanjutan untuk diolah menjadi produk akhir. Contoh produksi ekstraktif yang menghasilkan material ini meliputi penambangan bijih besi dan pengeboran minyak mentah.
Kualitas dari material ini sangat krusial karena mempengaruhi langsung mutu produk yang dihasilkan. Pengadaan bahan mentah yang baik sangat penting agar proses produksi dapat berjalan lancar dan memenuhi permintaan pasar. Dalam bisnis manufaktur, pemilihan material yang tepat juga dapat meningkatkan efisiensi operasional secara keseluruhan.
Baca juga: 16 Contoh Kegiatan Operasional Perusahaan Manufaktur
3 Jenis dan Klasifikasi Raw Material
Jenis bahan mentah mencakup beberapa klasifikasi, mulai dari keterkaitan dengan produk, asalnya, maupun bentuknya. Berikut adalah penjelasan dari ketiga jenis bahan mentah:
1. Berdasarkan Keterkaitannya dengan Produk
Kategori ini melihat seberapa dominan bahan tersebut muncul pada hasil akhir produk. Klasifikasi ini krusial dalam menentukan struktur biaya manajemen produksi karena membantu manajemen membedakan antara pengeluaran utama dan biaya pendukung.
Berikut adalah contoh dari jenis raw material bedasarkan keterkaitannya dengan produk:
- Bahan mentah langsung (direct raw materials): Komponen utama yang secara fisik menjadi bagian dari produk jadi dan biayanya mudah ditelusuri. Contoh: Kayu pada pembuatan kursi atau kain pada industri garmen.
- Bahan mentah tidak langsung (indirect raw materials): Bahan yang digunakan dalam proses produksi tetapi tidak menjadi bagian utama dari produk akhir atau jumlahnya sangat kecil sehingga sulit dihitung per unit. Contoh: Oli mesin jahit, paku kecil, atau lem.
2. Berdasarkan Asalnya
Klasifikasi ini membantu perusahaan memetakan sumber daya dan risiko rantai pasok dari sisi hulu. Berikut adalah penjelasan terkait contoh jenis raw material bedasarkan asalnya:
- Bahan mentah alam: Material yang diambil langsung dari jenis persediaan sumber daya alam tanpa proses pengolahan besar di awal. Contoh: Hasil tambang (bijih besi), hasil hutan (rotan), atau hasil pertanian (gandum).
- Bahan mentah olahan (komponen): Bahan yang telah melewati proses manufaktur sebelumnya oleh supplier lain dan digunakan kembali untuk produk baru. Contoh: Chip prosesor untuk pabrik laptop atau lembaran baja untuk otomotif.
3. Berdasarkan Bentuknya
Memahami bentuk fisik sangat krusial untuk menentukan strategi penyimpanan di gudang dan metode pengangkutan. Berikut adalah penjelasan lebih detail terkait contoh jenis bahan mentah bedasarkan bentuknya:
- Bahan mentah padat: Material dalam bentuk fisik tetap yang membutuhkan ruang penyimpanan stabil. Contoh: Batangan logam, serat kapas, atau biji plastik.
- Bahan mentah cair: Material yang membutuhkan wadah khusus seperti tangki atau jeriken dan seringkali memerlukan kontrol suhu. Contoh: Minyak mentah, bahan kimia cair, atau pewarna tekstil.
- Bahan mentah gas: Material yang disimpan dalam tabung bertekanan tinggi dan memiliki prosedur keamanan ketat. Contoh: Oksigen untuk pengelasan atau nitrogen untuk pengemasan makanan.
Contoh Raw Material di Industri Manufaktur

Berikut adalah penjelasan contoh penggunaan raw material di berbagai industri manufaktur:
1. Industri Makanan dan Minuman
Perusahaan makanan dan minuman menggunakan raw material food seperti gandum, gula, susu, dan minyak nabati sebagai komponen utama. Bahan-bahan ini harus melalui proses pengolahan yang ketat agar memenuhi standar keamanan dan kualitas konsumsi. Contohnhya seperti regulasi SNI 3141:2024 untuk susu mentah yang mengatur mutu, pengambilan sampel, dan metode uji untuk susu sapi sebagai bahan mentah.
2. Industri Tekstil dan Pakaian
Di sektor tekstil, contoh raw material mencakup kapas, polyester, wol, dan serat sintetis menjadi elemen penting dalam proses produksi. Produsen biasanya menyesuaikan bahan tersebut dengan kebutuhan desain dan fungsi pakaian yang ingin dihasilkan.
3. Industri Otomotif
Selain itu, industri otomotif memanfaatkan logam seperti baja, aluminium, dan tembaga untuk membuat rangka, mesin, dan komponen kendaraan. Selain itu, plastik dan karet juga digunakan untuk bagian interior dan sistem peredam getar.
4. Industri Elektronik
Produsen elektronik mengandalkan contoh raw material seperti silikon, tembaga, emas, dan plastik untuk memproduksi sirkuit, kabel, dan casing perangkat. Kualitas material ini sangat memengaruhi performa dan daya tahan produk akhir.
5. Industri Kimia
Terakhir, untuk industri kimia memakai bahan mentah seperti gas alam, minyak bumi, asam sulfat, dan senyawa anorganik lainnya. Proses produksi di sektor ini menuntut ketelitian tinggi karena banyak bahan bersifat reaktif atau berbahaya.
Manfaat Raw Material dalam Industri
Ketersediaan material ini memiliki berbagai manfaat strategis dalam operasional bisnis. Manfaat utamanya meliputi kepastian kelancaran produksi, fleksibilitas menghadapi fluktuasi permintaan, hingga pengendalian biaya. Berikut adalah penjelasan lengkapnya:
- Dasar proses produksi: Menjadi komponen fundamental yang diolah untuk menciptakan produk bernilai tambah.
- Memastikan kelancaran: Persediaan yang memadai menjaga alur proses produksi tetap stabil tanpa gangguan akibat kekurangan material.
- Fleksibilitas: Dengan stok yang cukup, perusahaan dapat beradaptasi lebih cepat terhadap perubahan permintaan pasar.
- Penentu kualitas: Mutu material awal sangat menentukan standar kualitas produk akhir yang diterima konsumen.
- Efisiensi: Pemilihan material yang tepat dapat mengurangi pemborosan dan mempercepat waktu pengerjaan.
- Pengendalian biaya: Manajemen material yang efektif sangat membantu menurunkan biaya produksi dan mengoptimalkan pengeluaran perusahaan.
Tahap Pengelolaan Raw Material
Tahap pemrosesan raw material adalah serangkaian langkah yang bertujuan untuk mengubah bahan mentah menjadi produk yang siap digunakan atau dijual. Tahapannya mencakup penerimaan bahan mentah, pembersihan dan persiapan, pengolahan utama, hingga penyelesaian dan pengepakkan.
Berikut adalah penjelasan lebih detail terkait tahapan pengelolaan raw material:
1. Penerimaan Bahan Mentah
Raw material yang diterima dari pemasok pertama kali diperiksa untuk memastikan kualitas dan jumlah yang sesuai dengan standar. Setelah itu, bahan mentah disimpan dalam tempat yang sesuai agar tetap terjaga kualitasnya dan siap digunakan saat dibutuhkan dalam proses produksi.
2. Pembersihan dan Persiapan Raw Material
Sebelum digunakan, bahan mentah biasanya perlu dibersihkan dari kotoran atau kontaminasi yang mungkin ada. Pada tahap ini juga dilakukan pemotongan atau penyusunan bahan agar siap untuk diproses lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan produksi.
3. Pengolahan Utama
Pada tahap ini, raw material mengalami perubahan fisik atau kimia untuk mengubahnya menjadi bentuk yang diinginkan. Misalnya, bahan mentah logam yang dicairkan atau kayu yang diproses menjadi papan. Pengolahan utama ini bisa melibatkan berbagai teknik, seperti pemanasan, pendinginan, pencetakan, pemotongan, atau penggabungan bahan.
4. Penyelesaian dan Pengepakan
Setelah mengalami pemrosesan utama, produk setengah jadi atau barang jadi perlu diproses lebih lanjut, seperti pengecekan kualitas, perakitan, atau pengepakan. Dalam tahap ini, tugas helper produksi sangat penting untuk memastikan setiap langkah berjalan dengan lancar. Produk yang sudah siap kemudian akan disiapkan untuk distribusi atau digunakan dalam tahap produksi berikutnya.
Tantangan dalam Mengelola Inventaris Bahan Mentah
Proses pengelolaan inventaris raw materials tidak lepas dari berbagai tantangan, mulai dari ketidakpastian pasar hingga kompleksitas teknis. Berikut adalah beberapa hambatan utamanya:
- Fluktuasi permintaan: Perubahan mendadak pada permintaan pasar sangat memengaruhi stok. Lonjakan pesanan bisa menyebabkan kekurangan bahan, sementara penurunan permintaan berisiko menciptakan penumpukan stok mati.
- Pemborosan Material: Inefisiensi penggunaan bahan mentah sering terjadi akibat kesalahan produksi atau kurangnya pengawasan. Ini tidak hanya meningkatkan biaya produksi tetapi juga mengancam ketersediaan stok untuk siklus produksi berikutnya.
- Tata Letak Gudang yang Buruk: Desain gudang yang tidak efisien menghambat akses pengambilan barang dan mempersulit pelacakan stok fisik. Hal ini meningkatkan risiko kerusakan material dan selisih stok (inventory discrepancy).
- Kompleksitas Kontrol Kualitas: Memastikan setiap batch bahan mentah memenuhi standar adalah proses yang rumit. Tanpa sumber daya yang memadai, bahan mentah cacat bisa lolos ke lini produksi, yang pada akhirnya menurunkan kualitas produk jadi.
Faktor yang Mempengaruhi Persediaan Raw Material
Faktor-faktor yang mempengaruhi persediaan bahan mentah mencakup permintaan pasar yang tinggi, waktu pengadaan, harga bahan mentah, kepasitas penyimpanan, hingga kebijakan perusahaan. Berikut adalah penjelasan terkait faktor yang mempengaruhi persediaan raw material:
- Permintaan pasar: Tinggi atau rendahnya permintaan pasar untuk produk akhir dapat mempengaruhi jumlah raw material yang perlu disiapkan.
- Waktu pengadaan: Waktu yang diperlukan untuk mendapatkan raw material dari pemasok mempengaruhi tingkat persediaan yang harus disiapkan.
- Harga raw material: Fluktuasi harga raw material dapat mempengaruhi keputusan pembelian dan jumlah persediaan yang dibutuhkan.
- Kapasitas penyimpanan: Kapasitas gudang atau fasilitas penyimpanan yang terbatas dapat membatasi jumlah raw material yang dapat disimpan.
- Kualitas dan ketersediaan pemasok: Kualitas raw material yang konsisten dan ketersediaan pemasok yang dapat diandalkan mempengaruhi stabilitas persediaan.
- Kebijakan perusahaan: Kebijakan internal perusahaan, seperti strategi Just in Case (JIC) atau Just in Time (JIT), juga memengaruhi pengelolaan persediaan.
Optimalkan Manajemen Raw Material dengan Software Manufaktur ScaleOcean
Software manufaktur ScaleOcean adalah software yang membantu perusahaan manufaktur mengelola ketersediaan dan penggunaan raw material dengan jauh lebih efisien. Dengan visibilitas real-time dan kontrol inventaris yang ketat, sistem ini mempermudah pemantauan status raw material di gudang secara cepat dan tepat.
Dirancang untuk mengoptimalkan operasional gudang, ScaleOcean meningkatkan efisiensi rantai pasok dan mengurangi risiko pembengkakan biaya. ScaleOcean juga membantu perusahaan memitigasi risiko penghentian produksi akibat kehabisan stok. Sistem ini memungkinkan pemantauan yang lebih akurat terhadap alur masuk dan keluar material, penggunaan komponen di lantai produksi, serta pemetaan sisa raw material.
Hal ini membantu perusahaan dalam menjaga kesehatan arus kas dan meningkatkan margin profitabilitas melalui pengelolaan stok yang lebih ramping. Dengan automasi data dan integrasi sistem, ScaleOcean mengurangi human error dalam pencatatan stok manual. ScaleOcean juga menawarkan demo gratis agar Anda bisa melihat bagaimana software ini membantu optimalisasi raw material di bisnis manufaktur Anda!
Berikut adalah beberapa fitur utama lainnya dari software manufaktur ScaleOcean yang dapat membantu pengelolaan raw material bisnis manufaktur Anda:
- Smart MRP (material requirement planning): Mengotomatiskan perhitungan kebutuhan raw material secara presisi untuk mencegah kekurangan stok atau penumpukan material yang mubazir.
- Inventory tracking: Melacak penggunaan raw material di setiap tahapan produksi secara detail untuk meminimalkan risiko pemborosan (waste).
- Automated reordering: Memberikan notifikasi otomatis untuk pemesanan ulang raw material saat mencapai titik minimum, menjamin kontinuitas produksi.
- Quality control integration: Memastikan setiap bahan mentah yang masuk ke gudang telah melalui inspeksi kualitas sebelum digunakan dalam proses manufaktur.
- Warehouse management system (WMS): Mengoptimalkan tata letak penyimpanan raw material di gudang agar proses pengambilan (picking) menjadi lebih cepat dan efisien.
Kesimpulan
Raw material adalah bahan mentah atau komponen dasar yang belum diolah dan digunakan dalam proses produksi untuk membuat barang setengah jadi atau barang jadi Ketersediaan stok, stabilitas harga, serta efisiensi dalam penanganan material mentah ini memiliki pengaruh besar terhadap keberlanjutan operasional pabrik.
Software manufaktur ScaleOcean hadir sebagai solusi strategis untuk mengelola tantangan fluktuasi harga dan pengadaan material tersebut secara otomatis. Saat terjadi kenaikan harga di pasar, sistem ini membantu perusahaan melakukan penyesuaian harga jual secara instan melalui kalkulasi data yang akurat. Dengan fitur integrasi pemasok, Anda dapat melakukan negosiasi harga, hingga memantau penggunaan material substitusi.
Memahami manajemen raw material yang tepat dapat membantu perusahaan menjaga skala profitabilitas dan efisiensi operasional bisnis manufaktur Anda. Jadwalkan demo gratis dan konsultasi dengan tim ahli kami untuk melihat bagaimana software ini dapat mengoptimalkan kontrol material di bisnis Anda!
FAQ:
1. Apa itu bahan raw material?
Bahan mentah (raw material), yaitu bahan utama produksi dengan wujud mentah. Persediaan bahan mentah ini dapat diperoleh dari sumber-sumber alam atau dibeli dari para supplier atau dibuat sendiri oleh perusahaan untuk digunakan dalam proses produksi selanjutnya.
2. Apa saja contoh bahan mentah?
Contoh bahan mentah meliputi baja, minyak, jagung, biji-bijian, bensin, kayu, sumber daya hutan, plastik, gas alam, batu bara, dan mineral.
3. Dari mana bahan mentah berasal?
Beberapa bahan mentah, seperti kayu dan mineral, diekstraksi dari bumi melalui penambangan dan pengeboran. Lainnya ditanam di lahan pertanian atau diproduksi di pabrik menggunakan proses kimia. Namun, apa pun jenisnya, bahan mentah jarang digunakan dalam keadaan aslinya.



